I PENYAKIT JARINGAN KERAS GIGI

1 K02.0
2 K02.1, K02.2
3 K02.3
4 K02.0
5 S02.5
6 K03.8
7 K03.0, K03.1, K03.2
8 K02.8
II PENYAKIT PERIODONTAL
1 K05.3
2 K05.1
3 K03.6
III PENYAKIT PULPA DAN PERAPIKAL
1 K04.0
2 K04.1
3 K04.0
4 K04.0
5 K04.0
VI KEGAWATDARURATAN
1 K04.6
2 K05.2
VII PENYAKIT LAINNYA
1 K04.9
2 K00.1
3 K00.6
4 K08.3
5 K03.7, K03.1, K00.8
6 S02.5
7 K07.5
8 K07.3
9 K07.3
10 K07.4
11 K07.2
12 K07.2
13 K07.2
14 K07.2
15 K07.2

0 23 D70.0 24 K12.2 18 K01.0 22 A69.16 K08.1 19 B00.0 .1 17 K00. K03.0 21 B37. K02.2.1 20 K13.0.

Erosi Karies mencapai pulpa vital gigi sulung ERIODONTAL Periodontitis Kronis dengan kehilangan jaringan periodontal ringan-sedang Gingivitis akut/gingivitis akibat plak mikrobial Oral hygiene buruk ULPA DAN PERAPIKAL Pulpitis reversible Nekrosis pulpa/gangren pulpa Pulpitis irreversible Iritasi pulpa gigi tetap muda Hyperemi pulpa gigi tetap muda ARURATAN Abses Periapikal Abses Periodontal AINNYA Nyeri orofasial Gigi Supernumerary Persistensi gigi sulung Akar Gigi Tertinggal/facial fenetrasi/ulkus dekubitus Perubahan warna ekstrim Fraktur korona Kelainan Fungsi Dentofasial Anomali letak gigi karena kehilangan prematur gigi sulung Maloklusi Klas I Anomali letak gigi Jarak gigi berlebihan Deviasi garis tengah Oklusi lingual gigi posterior Gigitan bersilang depan/belakang Tumpang gigi berlebih .ARINGAN KERAS GIGI Karies dini/karies email tanpa kavitas Karies dentin. karies sementum Karies terhenti Demineralisasi permukaan halus/aproksimal Fraktur mahkota gigi yang tidak merusak pulpa Dentin hipersensitif Atrisi. Abrasi.

Kelainan fungsi sistem stomatognatik akibat kehilangan satu atau lebih gigi asli Mahkota rusak dan tidak kuat diperbaiki secara konservasi gigi dengan akar kuat/gigi tidak estetis Impaksi M3 Klasifikasi IA Reccurent herpes labialis Angular cheilitis Kandida stomatitis ANUG Mukositis Stomatitis Aphtosa recurent .