L A P O R AN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P KL)
PT TOA GALVA INDUSTRIES
K3 MEKANIK, DAN K3 PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKAN

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM

KELOMPOK 3

NUR ALAM AKBAR A
BELDIARIDO ISMET
CAHYO TRI UTOMO
DEVINO CHRISTIE M
DWIKY RAMADIAN
MITA SEPTIARIA H
PUTRI DEWI G
SULISTIA HARDIANTI
YENNI MERRY CHRISTINE

PENYELENGGARA
PT. DUTA SELARAS SOLUSINDO
Depok, 12 Oktober 2016

1

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 3
1.1 LATAR BELAKANG...................................................................................................... 3
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN .............................................................................................. 3
1.3 RUANG LINGKUP ......................................................................................................... 4
1.4 DASAR HUKUM ............................................................................................................ 4
1.4.1 Dasar Hukum K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan ...................................................... 4
1.4.2 Dasar Hukum K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi dan Pesawat Angkat-
angkut) ...................................................................................................................................... 4
BAB II KONDISI PERUSAHAAN ............................................................................................... 5
2.1 Gambaran Umum Tempat Kerja ...................................................................................... 5
BAB III ANALISA TEMUAN......................................................Error! Bookmark not defined.
3.1 MEKANIK ......................................................................Error! Bookmark not defined.
3.1.1 Analisa Temuan Positif dan negatif.............................Error! Bookmark not defined.
3.2 PESAWAT UAP .............................................................Error! Bookmark not defined.
3.2.1 Analisa Temuan Positif ...............................................Error! Bookmark not defined.
3.2.2 Analisa Temuan Negatif ..............................................Error! Bookmark not defined.
3.3 BEJANA TEKAN ...........................................................Error! Bookmark not defined.
3.3.1 Analisa Temuan Positif ...............................................Error! Bookmark not defined.
3.3.2 Analisa Temuan Negatif ..............................................Error! Bookmark not defined.
BAB IV PENUTUP ...................................................................................................................... 27
4.2 KESIMPULAN .............................................................................................................. 27
4.1 SARAN .......................................................................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 28
LAMPIRAN .................................................................................................................................. 30

2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Laporan Kunjungan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan salah satu
persyaratan untuk mendapatkan sertifikat AK3 Umum yang diadakan oleh PT.Duta
Selaras Solusindo yang bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja Republik
Indonesia. Maka pada tanggal 13 Oktober 2016, kami melakukan Kunjungan Praktek
Kerja Lapangan di PT TOA GALVA INDUSTRIES yang berlokasi Jalan Raya
Jakarta–Bogor km. 34–35, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. PT TOA Galva
industries termasuk tempat kerja dimana terdapat sumber-sumber bahaya yang dapat
menyebabkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja harus diminimalisir agar tidak menyebabkan kerugian dan cidera
baik ringan, berat bahkan kematian, atau terhentinya proses kerja dan kerusakan
peralatan.
Pada kegiatan PKL di PT TOA Galva industries, kami mendapatkan tugas
terkait K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat dan
Angkut), dan K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan untuk melihat temuan-temuan
baik positif dan negatif di lapangan. Dalam bidang , K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan
Produksi serta Pesawat Angkat dan Angkut), dan K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan
memiliki sumber-sumber bahaya seperti bahaya biologi, bahaya fisika, bahaya kimia,
bahaya psikologis, dan bahaya ergonomi. Sumber-sumber bahaya tersebut dapat
dikendalikan agar tidak menimbulkan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat
kerja.
Berangkat dari hal tersebut kami merasa perlu untuk melakukan checklist terkait,
K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat dan Angkut), dan
K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan. dengan acuan peraturan perundangan yang
berlaku. Hasil dari dilakukannya checklist ini bertujuan sebagai pembelajaran bagi
kami khususnya kelompok 3 dan upaya perbaikan atau bahan masukan bagi PT TOA
Galva industries.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah:

1) Untuk mempraktikan teori yang telah diterima selama kegiatan pembinaan.
2) Untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai aplikasi K3 di
lapangan khususnya di bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan, dan Mekanik
(Pesawat Tenaga dan Produksi).

3

4. UU Uap Tahun 1930 c. 04/MEN/1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi c. UU No. Permenaker No.3 RUANG LINGKUP Ruang Lingkup Kerja Praktek Lapangan ini adalah: 1. Permenaker No. menganalisa dan memberikan saran atau rekomendasi.2 Dasar Hukum K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi dan Pesawat Angkat-angkut) a.4 DASAR HUKUM 1. 02/MEN/1982 tentang Kualifikasi Juru Las Ditempat Kerja e. UU No. Pelaksanaan K3 di Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan 2. Per. Per. Permenaker No. 1. 01/MEN/1982 tentang Bejana Tekan d. Permenaker No. Permenaker No. Per. 01/MEN/1988 tentang Kualifikasi dan syarat-syarat Operator Pesawat Uap 1.4.1 Dasar Hukum K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan a. Per. 3) Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi peserta Calon Ahli K3 Umum agar dapat mengidentifikasi. 09/MEN/2010 tentang Operator dan Pesawat Angkat dan Angkut 4 . 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja b. Per. Per. 05/MEN/1985 tentang Pesawat Angakat dan Angkut d. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja b. Pelaksanaan K3 di Bidang Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi dan Pesawat Angkat dan Angkut) 1. Permenaker No.

masjid. Pada perhelatan Olimpiade Musim Panas 1964 di Jepang. TOA di Indonesia TOA Corporation memiliki pabrik di Indonesia dengan nama PT TOA Galva yang memproduksi perangkat teknologi komunikasi sesuai dengan standar dan kriteria dari TOA Corporation. poliklinik & dokter perusahaan. sistem digital mixing. Sistem visual. PT TOA Galva memiliki visi Dengan pelayanan yang baik dapat memberikan rasa aman. meliputi sistem interkom. sistem mikrofon nirkabel. amplifier. sistem aplikasi telepon. pabrik TOA luluh-lantak akibat serangan udara sehingga dipindahkan ke Tokushima. Delivery. meliputi mikrofon. memiliki 2 pabrik dengan pabrik 1 berlokasi di Jalan Raya Jakarta–Bogor km.7 ha. Kanada. dan sistem komunikasi intratoko. audio profesional. Produk Produk-produk yang dihasilkan oleh TOA Corporation dapat dibagi ke dalam empat kategori. Bagian R&D Center berlokasi di Jalan Cipinang Cempedak II No 45 Jakarta Timur dengan jumlah karyawan 20 orang. ruang kebaktian. Pada tahun 1945. TOA memproduksi megafon listrik pertama di dunia. fasilitas musik latar. Sistem komunikasi. TOA Corporation mulai melebarkan sayapnya ke mancanegara seperti Jerman. Pada tanggal 20 April 1949. 34–35. perangkat TOA dipasang di 31 lokasi olimpiade. Misi QCDS (Quality. Sistem suara profesional. Fasilitas dan sarana yang disediakan oleh perushaan antara lain kantin. Pada tahun 1954. lapangan olahraga. kepercayan dan suka cita. dan Indonesia. Pada tahun 1970-an. BAB II KONDISI PERUSAHAAN 2. meliputi sistem suara bioskop. meliputi sistem CCTV dan sistem audiovisual sekolah. Presiden Komisaris Oki Widjaja (PT Galva). rekreasi karyawan. Taiwan. Afrika Selatan. Kepemilikan saham dimiliki oleh PT TOA Galva Industries 51% dan PT TOA Coorporation 49%. dan sistem suara panggung. megafon. mess karyawan. Sejarah TOA Corporation didirikan oleh Tsunetaro Nakatani pada tahun 1934 dengan nama TOA Electronic Manufacturing Company yang memproduksi pengeras suara dan mikrofon. Pabrik 2 berlokasi di Cikarang Jawa Barat dengan luas lahan 9600 M2 dengan jumlah karyawan ± 200 orang. sistem pengumuman otomatis. dan sistem audio mobil profesional. pengeras suara. ruang terbuka hijau. Komisaris Amelia 5 . Cost.1 Gambaran Umum Tempat Kerja Lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT TOA Galva Industies. yaitu: Sistem penyiaran publik.000 yen dan 12 pekerja. lalu kembali lagi ke Kobe pada tahun 1947 bertempat di Rumah Sakit Kobe. Inggris. Service). audio kegawatdaruratan profesional. sistem konferensi. Perusahaan ini mendapat sertifikat ISO pada tahun 1992. nama perusahaan ini diubah menjadi TOA Corporation dengan modal 500. Cimanggis. PT TOA Galva memiliki karyawan ± 800 orang dengan luas areal ± 6. Depok. Amerika Serikat.

Painting .Solder listrik . Sedangkan produk yang dihasilkan oleh pabrik 2 Amplifier dan microphone. Yoshinori Masuno (TOA Coorporation).Control panel listrik . Kebijakan Mutu PT TOA Galva yaitu kepuasan total pelanggan yang menggunakan seluruh produk TOA. perbaikan berkesinambungan untuk sistem managemen lingkungan. Quality Control Peralatan lain yang menunjang : a.Molding injection . Widjaja (PT Galva).Oven . Toru Otono (TOA Coorporation) Endang Supriatna (PT Galva) dan Afendy (PT Galva).CNC machine . Speaker Unit . Lift barang e. LNG 6 .Kondensator magnetizer .Electic screwdriver . Masato Yura (TOA Coorporation). Dipping Solder .Kompresor f.Timah solder .Busa pembersih solder . Plastic Injection . Junichi Teramae (TOA Coorporation). Direktur Timothi King (PT Galva). mengelola limbah B3. Aktivitas produksi dan peralatan yang digunakan ditempat kerja : a.Boiler .Pressurize press machine c. Megaphone dan Parts. Presiden Direktur Takashi Nishino (TOA Coorporation). Metal mesin .Fan pengering b. mematuhi peraturan perundangan.Spinning machine d. Handlift forklift c. Forklift d. Kebijakan Lingkungan PT TOA Galva ada emapt yaitu mengendalikan pencemaran lingkungan. Jigs b. Produk yang dihasilkan oleh pabrik 1 Speaker.Control panel listrik . Kenji Itani (TOA Coorporation).Bridge Crane e.

angkat-angkut. Genset 1) Temuan Positif a. membungkuk.1 K3 di Bidang Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi Dan Pesawat Angkat dan Angkut) a. Pemeriksaan alat tersebut dilakukan setiap 1 bulan sekali dan untuk pemeriksaan secara total dilakukan 1 tahun sekali dibulan desember. b. 2) Temuan Negartive a. Risiko bahaya kimia: bahan kimia/chemical (B3) diantaranya lem dan cat c. b. APD tersedia. mendorong. electrical hazard dan selain petugas dilarang masuk) 7 . Forklif dan hanclif forklift 1) Temuan Positif a. Operator belum tersertifikasi AK3 Operator crane. b. Tidak adanya APD dan APAR di forklit. Tersedianya jalur forklit dan jalur orang terpisah 2) Temuan Negartive a. c. Tidak tersedianya area parkir khusus untuk forkliftdan forklift diparkir bukan pada tempatnya. Sebagai perusahaan padat karya PT TOA Galva Industries menghasilkan sejumlah sumber bahaya sebagai berikut: a. listrik. b. d. Risiko bahaya fisika: suhu panas. b. Tersedianya sertifikat AK3 operator forklit. Kunci masih berada di tempatnya saat forklift dalam keadaan stand –by/stop. Mempunyai perizinan penggunaan Bridge Crane dan sudah memiliki SIO. debu. Risiko psikologis: stress kerja. menarik.2. Terdapat safety sign (no smooking. d. Tidak adanya form ceklist maintenance forklit. 2. Risiko ergonomi: Cara kerja yang salah diantaranya posisi kerja statis. d a n pencahayaan. c. bising. Tersedianya SOP pengunaan alat Bridge Crane dan tersedianya cek list pemeriksaan bridge crane. Tersedianya izin operasional (SIO) dari Kemenaker. tetapi kesadaran operator masih kurang / tidak dipakai. c. c.2 Temuan-temuan di Lapangan 2. b. Bidge Crane 1) Temuan Positif a.

c. b. 2) Temuan Negartive a. Tersedianya 1 Apar 50 kg dan 2 Apar 5 kg c. Adanya instruksi kerja kepada para pekerja. Tidak terdapat informasi kapasitas maksimum pengangkutan pada lift. b. Tidak adanya petunjuk besaran tekanan yang dihasilkan sehingga hanya mengandalkan indera perasa dan pengalaman pekerja g. e. Tersedianya 1 Apar 50 kg dan 2 Apar 5 kg c. Lift barang 1) Temuan Positif a. c. Pencahayaan yang sesuai dengan NAB h. Kondensator magnetizer 1) Temuan Positif a. b. Terdapat safety sign (no smooking. Tidak tersedianya APAR jenis kering. b. electrical hazard dan selain petugas dilarang masuk) b. Ruang lift barang dan tali baja kotor. Tersedianya APD dan SOP penggunaaan APD. Electric Screwdriver 1) Temuan Positif a. Terdapat indikator pengaman pada kontrol panel b. Tidak tersedianya APAR jenis kering. 2) Temuan Negatif a. Tersedianya APD dan SOP penggunaaan APD. f. Tidak terdapat informasi kapasitas maksimum pengangkutan pada lift. b. Molding injection 1) Temuan Positif a. d. Ruang lift barang dan tali baja kotor. d. Kompresor 1) Temuan Positif a. Tersedianya fan sistem kontrol udara di dalam ruangan. c. Tersedianya fan sistem kontrol udara di dalam ruangan. sehingga aman. Instalasi rapi dan tempat peletakan bersih c. d. dan dilakukan pengecheckan berkala 8 . Instalasi compressor langsung dari pesawat uap yang dikonversikan menjadi angin bertekanan. Control panel dalam kondisi aman. Genggaman screwdriver nyaman untuk penggunaan secara berkala. dan standar penggunaan. Pemeriksaan alat tersebut dilakukan setiap 1 bulan sekali 2) Temuan Negartive a. Tersedianya izin operasional (SIO).

Spinning machine 1) Temuan Positif a. Pekerja yang bekerja di area oven menggunakan APD sesuai SOP 2. Pressurize press machine 1) Temuan Positif a. j. Kontrol masih manual sehingga memungkinkan terjadinya human error. Area tempat kerja tidak rapi dan bersih. Area oven bersih dan aman b.  Terdapat dua buah safety valve  Terdapat dua buah pressure switch b. c. k. name plate lengkap pada boiler. Pemeriksaan berkala setahun sekali c. Penggunaan APD sesuai 2) Temuan Negatif a. Pemeriksaan mesin secara berkala b.3 K3 di Bidang Peswat Uap dan Bejana Tekan a. l. Oven 1) Temuan Positif a. Terdapat tempat pembuangan limbah / tempat sampah hasil kerja 2) Temuan Negatif a. CNC machine 1) Temuan Positif a. Peletakan mesin antar mesin rapi b. i. Instalasi aman dan rapi c. Perlengkapan Pengaman :Safety valve. adanya debrish (limbah hasil produksi) berserakan. Dilakukan pemeriksaan berkala d. pressure switch. Instalasi mesin rapi dan bersih c. Perusahaan sudah menyediakan APD yang sesuai tapi para pekerja tidak taat dalam penggunaan APD. Penggunaan bahan material yang sesuai untuk mengurangi radiasi panas dari dalam oven ke luar. Pencahayaan yang sesuai dengan NAB d. Penggunaan APD yang sesuai c. manometer. Instruksi kerja jelas b. Sudah terdapat surat Ijin Operator (SIO) 9 . Boiler 1) Temuan Positif a. Penggunaan APD yang sesuai 2) Temuan Negatif a.

APAR 1) Temuan Positif a. 2) Temuan Negatif a. Telah adanya APAR di ruang genset dan penempatan mudah dilihat 2) Temuan Negatif a. LPG 1) Temuan Positif 2) Temuan Negatif a. LNG 1) Temuan Positif a. Kesalahan dalam peletakkan wasted treatment chamber d. Terdapat dua buah safety valve yang tampak korosif b. APAR yang tersedia diruang genset dan diseluruh area tampak tidak terawat terbukti dari penampakan fisiknya yang kotor dan berkarat b. Akte ijin alat tidak diketahui. hanya terdapat perawatan berkala b. Tabung dan saluran LNG disimpan dan dirawat dengan baik oleh pihak ketiga (PGN) c. Peletakkan tabung LPG tidak diletakkan ditempat yang disediakan e. Wasted Treatment Chamber 1) Temuan Negatif a. APAR di dalam ruangan produksi tidak mudah ditemukan atau dilihat 10 .

Analisa Temuan Positif No Data Temuan Temuan Saran Dasar Hukum Negatif : 1 Keselamatan dan Kesehatan Perusahaan tidak memberikan Pentingnya UU No. BAB III ANALISA TEMUAN MEKANIK A. atau pejabat yang bertugas . tamu yang berkunjung diperusahaan tersebut sesuai standar prosedur yang ada dan diperlukan ketegasan dari Top Management. diwajibkan untuk mentaati semua petunjuk memberikan keselamatan kerja dan memakai safety induction alat-alat pelindung diri yang kepada setiap diwajibkan“. perusahaan sesuatu tempat kerja. 1 Tahun 1970 Pasal 13 Kerja safety induction kepada tamu kesadaran “Barang siapa akan memasuki yang berkunjung.

Per 05/MEN/1985 kapasitas 3 ton kelas III. Per 05/MEN/1985 pasal 134 “ Setiap perencanaan pesawat angkat dan angkut harus mendapat pengesahan dari Direktur atau Pejabat yang ditunjuknya.” sudah memiliki SIO. tetapi Diperlukan Undang undang No. pertama dan pemriksaan pengujian Overhead Crane.2 Overhead Crane dengan Positif : Permenaker No. Tersedianya SOP dimonitoring dan pengujian ulang pesawat angkat pengunaan alat Overhead sesuai standar dan angkut dilaksanakan selambat- Crane dan tersedianya prosedur yang lambatnya 2 tahun setelah pengujian cek list pemeriksaan ada. “Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat K3 yang diwajibkan” . Mempunyai perizinan sesuai jenisnya dengan kapasitas penggunaan Overhead kurang dari 25 ton atau tinggi Crane dari Direktur dan menara sampai dengan 40 meter. APD tersedia. ulang selanjutnya dilaksanakan 1 tahun sekali. “ Negatif : 1. Permenaker No. Pemeriksaan alat tersebut dilakukan setiap Permenaker No. 1 tahun kesadaran operator ketegasan dari 1970 masih kurang / tidak pejabat tentang pasal 12 huruf b “Memakai alat- dipakai. 9 tahun 2010 1 bulan sekali dan untuk Pasal 28 ayat (3) “Operator pemeriksaan secara total peralatan angkat kelas III dilakukan 1 tahun sekali sebagaimana dimaksud dalam pasal dibulan desember.” 2. 6 ayat (2) huruf c berwenang mengoperasikan peralatan angkat 3. kecuali ditentukan lain. pentingnya alat perlindungan diri yang penggunaan diwajibkan” dan huruf c APD. Agar Pasal 138 ayat (4) “Pemeriksaan 1.

tepatnya dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) pada bulan desember huruf c berwenang mengoperasikan peralatan angkat sesuai jenisnya dengan kapasitas kurang dari 25 ton atau tinggi menara sampai dengan 40 meter. operator pesawat angkat angkut yang Operator yang mempunyai lisensi K3 dan buku memiliki kerja sesuai jenis dan kualifikasinya. Tersedianya jalur ada kerja sesuai jenis dan kualifikasinya.” . Permenaker No Per 09/MEN/2010 Pasal 28 ayat (3) “Operator peralatan 3. Operator belum Setiap operator Permenaker No Per 09/MEN/2010 memiliki SIO.5 Positif : Permenaker No Per 09/MEN/2010 ton. forklift dan jalur orang terpisah. Tersedianya izin Agar pasal 5 ayat (1) “ Pesawat angkat dan operasional (SIO) dari dimonitoring angkut harus dioperasikan oleh Handclif forklift 500 kg dan 200 kemenaker kelas III sesuai standar operator pesawat angkat angkut yang kg prosedur yang mempunyai lisensi K3 dan buku 2. 1. 3 Forklift kapasitas 2 ton dan 1. sertifikat memegang perananan penting dalam mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dalam mengoperasikan bridge crane. Dilakukan riksa uji angkat kelas III sebagaimana setahun sekali. 2. crane pasal 5 ayat (1) “ Pesawat angkat dan diwajibkan angkut harus dioperasikan oleh memiliki SIO.

Per 05/MEN/1985 kesadaran dari Tentang Pesawat Angkat dan Angkut 1. Pasal 34 ayat (1) huruf b “Operator ceklist maintenance pesawat angkat dan angkut forklit.” pengetahuan mentor tentang karyawan. Tidak adanya form pekerjaan. keselamatan Permenaker No Per 09/MEN/2010 4. Kunci masih berada di operator untuk lambatnya dua tahun setelah tempatnya saat forklift melaksanakan pengujian pertama dan pemeriksaan dalam keadaan stand – pekerjaan sesuai pengujian ulang.Negatif : Diperlukan Permenaker No. Tidak ada penggolongan parkir forklift jawab atas kegiatam pengoperasian jenis operasi yang jauh dari pesawat angkat dan angkut dalam Keterbatasannya jangkauan keadaan aman. Tidak tersedianya area Top pasal 138 ayat 4 “pemeriksaan dan parkir khusus untuk Management pengujian ulang pesawat angkat forklift. . tahun pembuatan forklift dan uji kompetensi tentang forklift. dengan SOP dilaksanakan satu tahun sekali. maupun seluruh angkut dilaksanakan selambat 2. selanjutnya by/stop. Tidak adanya APD dan maupun petunjuk APAR di forklit. 3. Disediakan area berkewajiban untuk bertanggung 5.

03/MEN/1999 1.” jenis kering.4 Lift Barang Positif : Permenaker No. pasal 5 ayat (1) “ Pesawat angkat dan angkut harus dioperasikan oleh Disediakannya operator pesawat angkat angkut APAR jenis yang mempunyai lisensi K3 dan kering dengan buku kerja sesuai jenis dan kapasitas kualifikasinya.” sekurang – kurangnya 5 kg. kapasitas angkut pada ayat (1) dilakukan oleh 2.” Pasal 3 ayat (2) “Kapasitas angkut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sesuai dengan kapasitas angkut yang dinyatakan dalam ijin pemakaian lift Pasal 9 ayat (2) “Ruang luncur selalu bersih bebas dari instalasi atau peralatan yang bukan dari instalasi lift dan menjamin kelancaran jalannya kereta serta bobot timbang” Negatif : 1. Ruang lift barang dan lift dalam kereta pegawai pengawas atau ahli K3 tali baja kotor. Pemeriksaan alat dipasang dalam kereta serta tersebut dilakukan dinyatakan dalam jumlah orang setiap 1 bulan sekali atau jumlah bobot muatan yang diangkut dalam (kg). Tidak tersedianya APAR jumlah bobot kurangnya 1 tahun sekali. . Tidak terdapat informasi Dicantumkan / Pasal 30 ayat (2) “Pemeriksaan dan kapasitas maksimum dipasang pengujian sebagaimana dimaksud pengangkutan pada lift. Tersedianya izin Pasal 3 ayat (1) “Kapasitas angkut operasional (SIO). Per 09/MEN/2010 kilogram (kg). muatan yang diangkut dalam Permenaker No. Per. serta dinyatakan dan dilaksanakan sekurang- 3. lift harus dicantumkan dan 2.

(Po). 6 Compressor Positif : Diadakannya Permenaker No. Tersedianya form ceklist tahun sekali.” Negatif : Pasal 10 ayat (1) “Setiap bejana Tidak adanya petunjuk tekanan.” . ulang selanjutnya dilaksanakan 1 3. Per 01/MEN/1982 Instalasi compressor SOP petunjuk Pasal 22 ayat (1) huruf e “Setiap langsung dari pesawat uap besaran tekanan bejana diberikan tanda-tanda yang dikonversikan menjadi pada compressor. pengenal sebagai berikut : tekanan angin bertekanan. Terdapat safety device dimonitoring Pasal 138 ayat (4) “Pemeriksaan dan yaitu emergency stop sesuai standar pengujian ulang pesawat angkat dan dan manual control. kompresor pemadat gas besaran tekanan yang kedalam bejana dan pesawat dihasilkan sehingga hanya pendingin harus dilengkapi dengan mengandalkan indera perasa pedoman tekanan yang dapat dan pengalaman pekerja ditempatkan pada kompresornya atau mesin pendinginnya selama masih berhubungan secara langsung.5 Molding Injection Positif : Agar Permenaker No.” maintenance dan pemeriksaan dilakukan setiap bulan dan untuk pemeriksaan total dilakukan 1 kali pertahun. Per 05/MEN/1985 1. Terdapat manual book ada. sehingga pengisian yang diijinkan kg/cm2 aman. lambatnya 2 tahun setelah pengujian tentang molding pertama dan pemriksaan pengujian injection. prosedur yang angkut dilaksanakan selambat- 2.

” dengan NAB Kepmenkes No.” peletakan bersih Pasal 12 “ pelumasan. mudah dilayani dari tempat 3. Adanya instruksi kerja dimonitoring Pasal 14 ayat (1) “Alat-alat kepada para pekerja. dan pemasangan ban-ban harus dilakukan pengecheckan dilaksanakan pada waktu pesawat berkala atau mesin dalam keadaan berhenti kecuali dapat dilakukan dengan aman.7 Electric Screwdriver Positif : Agar Permenaker No. Control panel dalam pesawat atau mesin dan kondisi aman. Terdapat indikator dimonitoring Tentang Pesawat Tenaga dan pengaman pada kontrol sesuai standar Produksi. dan berkala. pembersihan 3. dipelihara secara berkala dan baik. Genggaman screwdriver ada. sedemikian rupa sehingga pesawat nyaman untuk tenaga dan produksi tersebut dapat penggunaan secara bekerja dengan baik.” 8 Kondensator Magnetizer Positif : Agar Permenaker No. Instalasi rapi dan tempat ada. Pasal 9 ayat (2) “semua panel prosedur yang pesawat tenaga dan produksi harus 2. prosedur yang produksi dibuat dan dipasang 2. Pencahayaan yang sesuai operator.” Pasal 17 “dilarang mencuci atau membersihkan pesawat tenaga atau produksi dengan cairan yang mudah terbakar atau bahan beracun” Pasal 18 ayat (1) “sebelum menghidupkan mesin harus diperiksa terlebih dahulu untuk menjamin keselamatan” ketentuan yang berlaku” Pasal 135 ayat (3) “pemeriksaan berkala dilaksanakan 1 tahun sekali” . Pencahayaan di ruangan “ intensitas cahaya di ruangan kerja minimal 100 lux. dan sesuai standar pengendali pesawat tenaga dan standar penggunaan.Per 1405/ MENKES/SK/XI/2002 bagian A. Per 04/MEN/1985 1. Per 04/MEN/1985 1. aman.

Instalasi mesin rapi dan maupun seluruh bersih operator untuk Permenaker No. bersih dan tidak licin. atau instalasi berbahaya menyediakan APD yang yang dapat menimulkan kecelakaan sesuai tapi para pekerja kebakaran atau peledakan” tidak taat dalam penggunaan APD. Penggunaan APD yang Permenaker No. 10 Computer Numerical Control Positif : Diperlukan Permenaker No. . peralatan. Peletakan mesin antar kesadaran dari Tentang Pesawat Tenaga dan mesin rapi Staff Operator Produksi. Kontrol masih manual sehingga memungkinkan terjadinya human error.dibuat. dipakai atau dipergunakan Negatif : keselamatan mesin. alat perkakas. Instruksi kerja jelas yang dijalankan Pasal 27 ayat (6) “Pada mesin- 2. 1. Perusahaan sudah pekerjaan. pesawat. Instalasi aman dan rapi dengan pedal mesin yang dijalankan dengan 3. Per 04/MEN/1985 1. maupun petunjuk dicoba. Per 04/MEN/1985 Machine 1. 1. Dilakukan pemeriksaan melaksanakan tentang alat pelindung diri pasal 4 berkala pekerjaan sesuai ayat 1 poin a “APD wajib digunakan 4.dipasang dan digunakan sesuai dengan 9 Pressurize Press Machine Positif : Setiap mesin Permenaker No.” Pasal 35 “semua alat perlindungan harus direncanakan.8/MEN/2010 3. Penggunaan APD sesuai dengan SOP di tempat kerja di mana dibuat. 2. Pasal 22 ayat (2) “lantai disekitar mesin-mesin harus kering. perlindungan berbentuk huruf U sesuai Per terbalik yang dipasang mengurung 04/MEN/1985 pedal tersebut. Pencahayaan yang harus dilengkapi pedal harus dilengkapi dengan alat sesuai dengan NAB alat perlindungan pengunci otomatis atau alat 4. Negatif : Pasal 27 ayat (6) .

Penggunaan APD yang limbah hasil dan Pasal 35 “semua alat perlindungan sesuai diperlukan harus direncanakan. Pekerja yang bekerja di konstruksi pesawat tenaga dan area oven menggunakan produksi harus kuat dan memenuhi APD sesuai SOP syarat Permenaker No. Per 04/MEN/1985 1. bangunan. satu tahun sekali” untuk mengurangi Permenaker No. Per 04/MEN/1985 1. atau instalasi berbahaya yang dapat menimulkan kecelakaan kebakaran atau peledakan” . berkala dilaksanakan 1 tahun sekali” UU No. alat perkakas. dipakai atau dipergunakan mesin.dibuat.8/MEN/2010 tentang alat pelindung diri pasal 4 ayat 1 poin a “APD wajib digunakan di tempat kerja di mana dibuat. Area oven bersih dan dimonitoring Tentang Pesawat Tenaga dan aman sesuai standar Produksi pasal 135 ayat 3 2. dengan bahan yang berserakan. Pemeriksaan mesin memperhatikan Tentang Pesawat Tenaga dan secara berkala pembuangan Produksi 2. pesawat. peralatan. rutin. 12 Oven Positif : Agar Permenaker No.11 Spinning Machine Positif : Lebih Permenaker No.dipasang 3. Terdapat tempat pembaruan SOP dan digunakan sesuai dengan pembuangan limbah / mengenai ketentuan yang berlaku” tempat sampah hasil limbah hasil Pasal 135 ayat (3) “pemeriksaan kerja kerja. bahan-bahan program 5 R. adanya debrish kerapihan dan kebersihan dan kerapihan di tempat (limbah hasil produksi) housekeeping kerja harus dijaga sehingga bahan- berserakan. dicoba. 1/1980 Tentang Negatif : Untuk Area tempat kerja tidak rapi meningkatkan K3 konstruksi bangunan pasal 6 dan bersih. Produksi pasal 3 ayat 1 “bahan dan 3. peralatan dan alat-alat monitoring dan kerja tidak merintangi atau evaluasi secara menimbulkan kecelakaan. Penggunaan bahan prosedur yang “pemeriksaan berkala dilaksanakan material yang sesuai ada. Per 04/MEN/1985 radiasi panas dari dalam Tentang Pesawat Tenaga dan oven ke luar.

keselamatan kerja dan memakai ruang kerja” alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. diwajibkan yang tidak berkepentingan prosedur yang mentaati semua petunjuk dilarang masuk kedalam ada. 1 Tahun 1970 Pasal 13 Terdapat tulisan “orang dimonitoring “Barang siapa akan memasuki sesuai standar sesuatu tempat kerja. 1 tahun 1970 1. Ruangan terasa panas penyegaran udara yang cukup” .13 Ruang Panel Positif : Agar UU No. 14 Ruang Produksi Positif : Penambahan Undang-undang No. Tersedianya exhaust fan ventilasi / pasal 3 huruf j “Menyelenggarakan exhaust fan suhu dan lembab udara yang baik” Negatif : dan huruf k “Menyelenggarakan 2.

PP No. 1/1930 pasal : maintanance pada 15 tentang Safety valve.224 kg/cm2) dengan pressure switch volume 500 kg/cm3 jenisnya merupakan pipa api.1/1988 Operator (SIO) tentang Operator Pesawat Uap pasal 6 “sertifikat operator diterbitkan menteri atau pejabat yang .  Terdapat dua buah poin 3 yaitu satu safety valve pedoman tekanan Ket : Boiler ini termasuk boiler tekanan  Terdapat dua buah rendah (1. Selalu dilakukan a. alat pengaman perlengkapan pressure switch. setahun sekali tentang peraturan uap pasal 40 ayat 3 Safety Valve “pesawat pesawat uap selain ketel uap yang bangunannya mengizinkan diperiksa sekurang kurangnya sekali dalam 4 tahun” Pressure Switch c. name pesawat uap. huruf d plate lengkap pada poin 1 yaitu satu boiler. Sudah terdapat surat Ijin c. tingkap pengaman. Perlengkapan Pengaman a. Pemeriksaan berkala b.2 bar/1. Permen No. dan bahan bakar yang b.1/1930 digunakan adalah gas alam. manometer. dimana api melewati pipa pipa ketel uap. Analisa Temuan Positif No Foto Analisa Saran Dasar hukum 1 Boiler a.PESAWAT UAP A. PP No.

Akte ijin alat tidak b.PP No 1/1930 pasal 34 diketahui. PP No. 2. Lembar Perawatan Berkala b. hanya terdapat ijin disimpan dan mengenai muatan akte ijin perawatan berkala diketahui oleh dan pasal 35 ayat 1 seluruh petugas mengenai akte ijin harus disimpan baik baik atas permintaan dari pegawai yang berhak harus diperlihatkan atau disediakan untuknya . Terdapat dua buah safety a. ditunjuk setelah Surat Ijin Operasional yang bersangkutan dinyatakan lulus” B. Analisa Temuan Negatif No Foto Analisa Saran Dasar hokum 1 Safety Valve Boiler a. Sebaiknya akte b. 1/1930 tentang valve yang tampak dilakukan peraturan uap pasal 40 korosif pengikisan ayat 3 “pesawat pesawat korosif uap selain ketel uap (pengamplasan) yang bangunannya dan mengizinkan diperiksa pemeliharaan sekurang kurangnya untuk mencegah sekali dalam 4 tahun” korosif yang semakin parah (pengecatan). Pada safety valve a.

3. pengaman sesuai peraturan tidak yang berlaku” membahayan pekerja sekitar . Diberikan Permen LH No. Wasted Treatment Chamber Boiler a. 7/2007 peletakkan wasted tempat Pasal 6 huruf a tentang Baku treatment chamber pembuangan Mutu Emisi Sumber Tidak yang lebih aman Bergerak Bagi Ketel Uap agar proses “membuang emisi gas pembuangan melalui cerobong yang dari uap dilengkapi dengan sarana langsung ke pendukung dan alat udara bebas. Kesalahan dalam a.

BEJANA TEKAN A. LNG (Liquified Natural Gas) a. Telah dilakukan Permen 4/1989 tentang pemeriksaan APAR syarat-syarat pemasangan setiap satu bulan sekali APAR pasal 11 ayat 1 “setiap alat pemadam api ringan harus diperiksa dua kali dalam setahun yaitu pemeriksaan dalam jangka 6 bulan dan pemeriksaan dalam jangka 12 bulan . Tabung dan saluran LNG a. APAR a. Analisa Temuan Positif No Foto Analisa Saran Dasar hukum 1.K/38/M. Tetap dilakukan Kepmen ESDM disimpan dan dirawat pemeliharaan No. dan boiler atau penggantian terhadap segala keruksakan pada Pipa Penyalur dan peralatan serta perlengkapan pendukungnya sesuai dengan standar yang ditetapkan Menteri” 2.PE/1997 dengan baik oleh pihak pasal 22 poin a tentang ketiga (PGN) keselamatan kerja pipa penyalur minyak dan gas Ket : LNG di perusahaan ini digunakan bumi “Pengusaha wajib sebagai bahan bakar untuk proses kerja melakukan perawatan.300.

c. Analisa Temuan Negatif No Foto Analisa Saran Dasar hukum 1.1/1980 pasal 11 tidak diletakkan ditempat ditempat yang " ayat 1 tentang peletakkan yang disediakan telah disediakan LPG tidak pada tempat (gudang LPG) sembarangan Ket : LPG 50 kg digunakan sebagai cadangan ketika LNG dari pihak ketiga tidak berfungsi 2. Permenaker No. 4/1980 tentang syarat-syarat pemasangan APAR pasal 4 ayat 1 “setiap satu atau kelompok alat pemadam api . B. a.4/1980 diruang genset dan perawatan/pemeli tentang syarat-syarat-syarat diseluruh area tampak haraan APAR pemadaman dan tidak terawat terbukti dari yang dilakukan pemeliharaan APAR pasal penampakan fisiknya secara berkala 11 ayat 2 “cacat pada alat yang kotor dan berkarat perlengkapan pemadam api ringan yang ditemui waktu b. b. LPG (Liquified Petroleum Gas) a. Permen No. Peletakkan tabung LPG a LPG diletakkan Permen No. APAR di dalam ruangan pemeriksaan harus segera produksi tidak mudah diperbaiki atau alat tersebut ditemukan atau segera diganti dengan yang dilihat tidak cacat b. APAR dan APAR (bejana transport) a APAR yang tersedia a. Dilakukan a.

ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas. mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan .

 Adanya beberapa operator yang belum bersertifikat Kemenaker walaupun sudah berpengalaman. . sehingga ada potensi bahaya bagi karyawan tersebut dalam bekerja. tetapi kurang adanya beberapa karyawan dan operator yang tidak melaksanakan SOP serta tidak menggunakan APD yang disediakan. Beberapa data terkait K3 Mekanik :  SOP maupun petunjuk K3 pelaksanaan pekerjaan sudah ada. Melakukan monitoring terhadap setiap alat produksi yang digunakan. 2. dan Pesawat Uap dan Bejana Tekan. BAB IV PENUTUP 4.1 SARAN 1. 3. 1 Tahun 1970. Beberapa operator yang belum ber sertifikat K3 operator. Meningkatkan pengawasan kepada setiap pekerja dalam penggunaan APD yang telah disediakan. 2. seperti korosi. sehingga perlu adanya kesadaran dari Top Management atas hal tersebut. sehingga tidak terjadi ke usangan spare part maupun kerusakan alat produksi yang ber akibat penundaan produksi. Beberapa data terkait K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan :  Adanya perawatan yang kurang dari beberapa bejana yang ada.2 KESIMPULAN 1. TOA Galva Industries secara garis besar sudah memenuhi peraturan dan persyaratan K3 mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat Angkut). PT.  Beberapa bejana belum dirawat sesuai aturan. 3. agar segera di training untuk kelancaran pekerjaan. Hal ini sebagai upaya pemenuhan peraturan dan persyaratan sesuai dengan Undang-Undang No. maupun spare part yang sudah usang.  Kurang adanya kesadaran mengenai cara penyimpanan dan control suhu ruangan pada beberapa bejana tekan yang tersedia. 4.

DAFTAR PUSTAKA DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN . 2016. JAKARTA . PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA. HIMPUNAN PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA.

.

LAMPIRAN .