1

BAB IV
PEMBAHASAN
A. Manfaat Pohon Nipah
Bangsa palem-paleman sudah lama dikenal punya banyak nilai ekonomis.
Di beberapa daerah daunnya dianyam sebagai atap kajang. Bisa juga dibuat tikar
kajang, keranjang, topi, payung dan barang anyaman lainnya. Untuk itu dipilih
daun yang cukup tua. Dulu sebelum kertas populer, menurut cerita orang di
Sumatera, janurnya (daun muda) dapat dipakai untuk membungkus tembakau atau
penggulung rokok setelah diolah secara khusus. Lidinya dibuat sapu atau bubu
untuk menangkap ikan. Beberapa bagian pohon nipah rupanya juga
menyimpan bahan untuk dijadikan obat alternatif. Misalnya, jus tunas mudanya
bisa untuk mengobati herpes. Abu dari bakaran pohon nipah bisa untuk mengobati
sakit gigi atau sakit kepala.
Daun nipah yang telah tua banyak dimanfaatkan secara tradisional untuk
membuat atap rumah yang daya tahapannya mencapai 3-5 tahun. Daun nipah yang
masih muda mirip jamur kelapa, dapat dianyam untuk membuat dinding rumah
yang disebut kajang. Daun nipah juga dapat dianyam untuk membuat tikar, tas,
topi, dan aneka kkeranjang anyaman. Daun nipah juga dapat dimanfaatkan
sebagai alat tulis. Dan lidinya dapat digunakan untuk sapu, bahan anyam-
anyaman, dan tali.
B. Proses Pembuatan Garam Menggunakan Pelepah Nipah
Bahan yang digunakan adalah pelepah nipah yang yang sudah tua, biasanya
pelepah yang sudah diambil daunnya, dan jika dipotong daging pelepahnya
berwarna kemerahan (semakin kemerahan kadar garam semakin tinggi) pada
prinsipnya, proses pembuatan garam nipah ini adalah proses pencucian atau
pemisahan kadar garam yang terkandung dalam pelepah nipah, yang terabsorbsi
selama nipah tersebut hidup. Proses pembuatannya dimulai dari:
 Pengambilan bahan baku berupa pelepah nipah yang sudah tua sesuai
kebutuhan.
 Pelepah yang sudah diambil selanjutnya dibakar sampai menjadi abu.
Setelah pelepah menjadi abu, kemudian abu tersebut diayak untuk
memisahkan antara abu nipah sama abu/sisa kayu bakar. Abu nipah biasanya
rasanya asin dan abunya lembut.

bersih dan rasanya tidak kalat. Sampai abu tersebut larut kemudian larutan tersebut disaring untuk diambil airnya saja (air yang diambil untuk dijadikan garam jika tersusun air tersebut sudah bening) Proses pencucian dihentikan jika abu nipah tersebut sudah tidak asin lagi (apabila air yang digunakan adalah air tawar. atau dipandang air tampungan sudah cukup banyak jika air yang digunakan air asin) Setelah air saringan diperoleh. Hasil garam yang diperoleh jika dibandingkan antara garam yang dicuci dengan air tawar dan air laut. ternyata lebih bagus air tawar yaitu lebih putih. sampai airnya menguap dan diperoleh kristal garam. sedangkan air asin kurang bersih. bisa air tawar. . bisa juga air asin. kemudian air tersebut dipanaskan di atas penapian. agak kalat dan cepat mencair. 2 Proses selanjutnya adalah prosen pencucian yaitu : setelah diperoleh abu nipah kemudian disiram oleh air.