TUGAS IPA

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
KELOMPOK:
KETUA :-A.NUR ALFIA SYAHRIR
ANGGOTA : -AINUN REFHI AFHIRA
-NURUL ATIRAH
-ADILUCKI
-TRI BUANA SHAKTI
-MUHAMMAD AMIN
-A.MUHAMMAD FATHUR RAHMAT
Search Results
SOAL
1. Penyakit apa saja yang menyerang organ reproduksi
Manusia?
2.Mengapa sebagian wanita remaja yang masih berumur
10 tahun telah haid apa yang mempengaruhi?
3.Apakah penyakit AIDS/HIV tertular pada organ
Reproduksi manusia?
4.Penyakit apa yang menyangkut organ reproduksi
Manusia yang dapat tertular dan tidak dapat tertular?
5.Melalui apa biasanya penyakit yang menyangkut
Organ reproduksi manusia dapat tertular?
JAWABAN:
1.Pengertian hormon adalah senyawa yang dihasilkan oleh organ tubuh tertentu, yang
bekerja memacu fungsi organ tubuh tertentu sehingga akan terlihat hasilnya. Artinya,
meskipun dibutuhkan dalam jumlah terbatas, namun fungsinya cukup menentukan Hormon di
tubuh kita dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar tersebut tidak memiliki saluran khusus
sehingga hormon yang dihasilkan langsung diedarkan oleh darah. Proses pengeluaran hormon
dari kelenjarnya disebut inkresi.

fungsi hormon adalah sebagai berikut:

 Mengontrol pertumbuhan tubuh,
 Mengatur reproduksi, yang meliputi perkembangan sifat kelamin sekunder pada laki-
laki dan perempuan,
 Mempertahankan homeostasis (keseimbangan keadaan tubuh dengan lingkungan
sekitar),
 Mengintegrasikan dan mengoordinasikan kegiatan antara sistem hormon dan saraf.

 ordinasikan kegiatan antara sistem hormon dan saraf.

2. Tubuh remaja putri terkadang nggak mengikuti jadwal secara tepat. Hal ini biasa,
terutama pada dua tahun pertama setelah mengalami menstruasi pertama, baik melompati
siklus maupun siklus yang tidak teratur. Sakit, perubahan berat badan, dan stres dapat
mempengaruhi siklus menstruasi, karena sebagian otak yang mengatur siklus
menstruasi dipengaruhi hal-hal tersebut.

Tidak Harus Teratur

Beberapa gadis remaja memiliki siklus menstruasi seperti kerja jam. Lainnya memiliki siklus
berbeda tipis tiap bulannya. Beberapa remaja mendapatkan siklus yang teratur, namun
meloncati satu periode atau mengalami menstruasi lebih lama , atau bisa terjadi 2 siklus
dalam 1 bulan, akibat stres. Faktanya, ketika kamu sedang dalam perjalanan atau terjadi
perubahan jadwal dalam aktivitas sehari-hari, siklus menstruasi cenderung telat. Semua hal
ini adalah normal.

Disebut normal pula bila lama siklus menstruasi pada remaja putri bervariasi. Kadang-
kadang, darah keluar selama dua hari, kadang selama tujuh hari. Hal tersebut karena tingkat
produksi hormon pada tubuh berbeda-beda dari satu siklus ke siklus selanjutnya. Dan, hal ini
mempengaruhi banyaknya dan lama darah keluar.
- Kejang pada punggung dan otot terasa kencang.

- Payudara yang lebih berat.

- Sakit kepala.

- Jerawat bermunculan.

- Waktu tidur yang nggak normal.

- Gangguan pada mood.

- Bengkak-bengkak pada tubuh.

Siklus menstruasi yang nggak teratur adalah perubahan yang normal terjadi pada gadis
remaja. Pada titik tertentu selama masa pertumbuhan, kamu akan menemukan siklusmu. Hal
ini biasa terjadi tiga tahun setelah mestruasi pertama.

Bagaimanapun, remaja putri bisa mengalami siklus menstruasi yang nggak teratur atau stop
mengalami menstruasi akibat efek pengobatan, aktivitas yang berlebihan, minimnya berat
badan, atau nggak cukup mengonsumsi kalori.

Beberapa perempuan mengalami siklus menstruasi nggak teratur akibat tubuh mereka
memproduksi terlalu banyak androgen, hormon yang menyebabkan peningkatan massa otot,
rambut di wajah, perubahan suara pada laki-laki, dan meningkatkan berat badan pada
perempuan. Jumlah androgen yang tinggi dapat juga menyebabkan pertumbuhan rambut pada
wajah, dagu, dada, dan perut.

3.Penyakit Hiv Atau Aids Merupakan (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
atau syndrome penurunan kekebalan tubuh yang di dapat, adalah infeksi yang disebabkan
oleh virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit HIV atau AIDS
merujuk pada keadaan seseorang yang tidak lagi memiliki sistem kekebalan tubuh
sehingga berbagai macam penyakit dapat menyerang dan sangat sulit untuk
disembuhkan. Hampir semua penderita AIDS berakhir dengan kematian, karena hingga
saat ini penyakit AIDS belum ada obatnya.. Penyakit menular seksual atau PMS, kini
dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS, adalah penyakit atau infeksi yang
umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran bisa melalui
darah, sperma, cairan vagina, atau pun cairan tubuh lainnya.
Cara-cara Penularanya

 Berganti-ganti pasangan seksual, atau berhubungan seksual dengan orang
yang terinfeksi virus HIV

 Memakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi HIV

 Menerima tranfusi darah darah yang tercemar HIV

 Ibu hamil yang terinfeksi HIV akan menularkan ke bayi dalam
kandunganya

Sampai sekarang belum ditemukan cara pengobatan HIV/AIDS yang tuntas. Saat ini, yang
ada hanyalah menolong penderita untuk mempertahankan tingkat kesehatan tubuhnya

Selain itu, penyebaran tanpa hubungan seksual juga bisa terjadi dari seorang ibu
kepada bayinya, baik saat mengandung atau ketika melahirkan. Pemakaian jarum
suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang juga berisiko
menularkan infeksi.

4. Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan oleh Bakteri

Beberapa penyakit menular seksual yang akan akan dibahas pada artikel ini, yaitu sifilis,
gonore, chlamydia, chancroid, granuloma inguinale, dan lymphogranuloma venereum.

Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri
Treponema pallidum. Gejala awal sifilis adalah munculnya lesi atau luka pada alat kelamin
atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan
infeksi. Luka atau lesi ini akan bertahan selama 1,5 bulan dan kemudian menghilang dengan
sendirinya. Perlu diperhatikan bahwa lesi sangat menular, sentuhan dengan lesi dapat
mengakibatkan seseorang tertular.

Jika sifilis tidak ditangani, infeksi ini akan berlanjut ke tahap yang berikutnya dalam 4-10
minggu setelah lesi hilang. Pada tahap berikutnya, gejala yang mirip dengan
flu seperti demam, nyeri pada persendian, dan sakit kepala akan muncul. Kerontokan rambut
hingga pitak juga bisa dialami penderita.
Gonore atau kencing nanah

Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh
bakteri Neisseria gonorrhoeae. Beberapa penderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala
apa pun, sehingga bisa tidak diketahui sama sekali jika dirinya terinfeksi. Bila menimbulkan
gejala, pada penderita gonore dapat ditemukan:

Gejala gonore pada pria:

 Pada ujung penis keluar cairan berwarna putih, kuning, atau hijau.
 Rasa sakit atau perih saat buang air kecil
 Peradangan pada ujung penis
 Terkadang ditemukan rasa sakit di sekitar buah zakar.

Gejala gonore pada wanita:

 Cairan vagina yang encer dan berwarna kuning atau hijau.
 Sering buang air kecil.
 Perih atau rasa sakit saat buang air kecil.
 Rasa sakit pada perut bagian bawah pada saat berhubungan seks atau setelahnya.
 Perdarahan pada saat berhubungan seks atau setelahnya, atau perdarahan berlebihan
ketika mengalami menstruasi.
 Gatal di sekitar kelamin.

Chlamydia

Chlamydia adalah jenis penyakit seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia
trachomatis. Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang paling sering terjadi.
Beberapa orang tidak merasakan gejala sama sekali, sehingga penularan bisa terjadi tanpa
disadari. Pada sebagian orang, chlamydia bisa menimbulkan gejala, seperti:

Gejala chlamydia pada wanita:

 Cairan vagina tidak seperti biasanya.
 Perih atau rasa sakit saat buang air kecil.
 Menstruasi yang banyak.
 Perdarahan diluar siklus haid.
 Sakit saat melakukan hubungan seksual.
 Nyeri di perut bagian bawah

Gejala chlamydia pada pria:

 Pada ujung penis keluar cairan berwarna jernih atau putih
 Sakit pada saat buang air kecil
 Rasa gatal atau panas sekitar lubang penis
 Rasa sakit dan pembengkakan di sekitar buah zakar
Chancroid

Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyl. Bisul kecil di
alat kelamin akan muncul setelah 1-14 hari seseorang terinfeksi chancroid. Sehari setelahnya,
benjolan akan berubah menjadi luka. Selain kemunculan luka, sebagian orang yang terinfeksi
chancroid akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di bagian selangkangan.
Pada sebagian orang, pembengkakan ini bisa berkembang menjadi abses.

Tidak ada tes darah khusus untuk chancroid. Chancroid biasanya didiagnosis dengan melihat
luka yang muncul, pembengkakan kelenjar, dan melakukan beberapa tes pemeriksaan untuk
menyingkirkan PMS lainnya. Pengobatan kondisi ini dilakukan dengan pemberian antibiotik
untuk mengatasi infeksi. Untuk abses kelenjar getah bening, prosedur drainase dengan jarum
atau operasi kecil bisa dijalankan.

Donovanosis

Penyakit yang juga disebut granuloma inguinale ini disebabkan oleh bakteri Klebsiella
granulomatis. Penyebaran penyakit ini biasa terjadi melalui vagina atau seks anal dan sangat
jarang ditularkan melalui seks oral. Kebanyakan penderita dari penyakit ini adalah pria.

Penyakit ini akan menggerogoti jaringan alat kelamin secara perlahan. Jika terkena penyakit
ini, penderita akan merasakan beberapa gejala seperti:

 Muncul luka di sekitar bokong serta benjolan berwarna merah di sekitar anus dan alat
kelamin.
 Alat kelamin dan kulit di sekitarnya akan memudar warnanya.
 Lapisan kulit perlahan terkelupas, kemudian benjolan akan membesar akibat proses
peradangan. Kulit tidak nyeri pada fase ini, tetapi mudah sekali berdarah.
 Kerusakan jaringan bisa meluas hingga pangkal paha.

Lymphogranuloma Venereum

Penyakit yang juga dikenal dengan nama LGV atau penyakit Durand-Nicholas-Favre ini
disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi bakteri ini biasanya terjadi
pada sistem limfatik.

LGV sendiri dibagi menjadi tiga, LGV primer, LGV sekunder dan LGV tersier. Berikut
beberapa karakteristik LGV primer:

 Gejala muncul 3-21 hari setelah terjadi kontak antara seseorang dengan bakteri.
 Pria lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan wanita.
 Muncul beberapa kelompok lesi yang mirip dengan infeksi herpes.
 Penderita biasanya akan mengalami gejala peradangan uretra (uretritis).
 Pada pria, LGV primer akan berdampak pada bagian tubuh di sekitar penis hingga
uretra, serta anus.
 Pada wanita, LGV primer akan berdampak pada bagian tubuh di sekitar vagina.

Sedangkan pada penderita LGV sekunder biasanya gejala muncul 10 sampai 30 hari setelah
penderita terpapar bakteri namun butuh beberapa bulan untuk berkembang. Beberapa ciri-
cirinya adalah:
 Lesu.
 Nyeri pada sendi.
 Demam.
 Sakit kepala.
 Mual dan muntah.
 Pembengkakan nodus limfa.
 Muncul bercak beralur.
 Kulit penderita akan terkena eritema multiforme, urtikaria, eritema nodosum, atau
ruam.

Pada penderita LGV tersier, gejalanya baru akan muncul hingga 20 tahun setelah penderita
terinfeksi bakteri. Beberapa ciri LGV tersier lainnya adalah:

 Proktokolitis (peradangan pada dubur dan usus besar).
 Rasa gatal pada bagian bokong.
 Tinja bercampur darah.
 Nyeri pada dubur.
 Tenesmus (muncul dorongan untuk buang air besar secara terus menerus).
 Penurunan berat badan.
 Fibrosis dubur.
 Esthiomene (pembesaran granuloma menahun disertai ulserasi dan erosi pada alat
kelamin wanita)

5. 1. Gonorhea (Kencing Nanah)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan ditularkan terutama melalui
hubungan seksual. Bakteri ini selain menimbulkan radang pada organ reproduksi (vagina, saluran
Fallopii, epididimis, kelenjar prostat), juga dapat menimbulkan radang pada saluran kemih, mata,
persendian, dan selaput otak.

2. Sifilis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan ditularkan terutama melalui
hubungan seksual. Penyakit ini terdiri atas beberapa stadium. Pada stadium lanjut, sifilis tidak hanya
menyerang organ-organ reproduksi, tetapi juga menyerang organorgan tubuh yang lain, misalnya
hati, susunan saraf, dan otak.

3. Herpes Genital
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks serotipe 2 dan ditularkan melalui hubungan
seksual. Virus ini selain menyerang organ-organ reproduksi laki-laki dan perempuan, juga menyerang
kulit. Sekarang sudah diketahui bahwa ada hubungan antara infeksi virus herpes dan kanker leher
rahim.

4.Keputihan(FluorAlbus)
Penyakit yang dialami perempuan ini disebabkan oleh berbagai parasit, antara lain jamur
Candida albicans, Protozoa dari jenis Trichomonas vaginalis, bakteri, dan virus. Candida albicans
menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat. Jamur ini sering ditemukan pada
perempuan hamil dan penderita diabetes melitus (kencing manis).
Pencegahan lebih baik dari pengobatan.Beberapa kiat yang bisa kita lakukan antara lain :

1. dalam penggunaan pakaian dalam harus diperhatikan, yaitu yang bersih, tidak ketat,
dan mudah menyerap keringat.
2. Seringlah berganti pembalut saat haid
3. Hindari menggunakan pembersih vagina. Jika tak sedang menderita keputihan,
bersihkan vagina dan sekitarnya cukup dengan air bersih saja, tidak usah yang
mengandung sabun/ antiseptik .(Dikhawatirkan merusak kuman yang baik).
4. Berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa kuman apa yang
menginfeksinya dan meresepkan antibiotika atau anti jamur yang sesuai. Jangan malu
jika tak mau terjadi bencana.
5. Yang utama dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene),
terutama organ reproduksi.

5.AIDS
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immttne Deficiency Syndrome (sindrom hilangnya
kekebalan karena bentukan). Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV (Human Immtmodeficiency
Virus). Sampai sekarang, penyakit mematikan ini belum ada obatnya. Orang yang terinfeksi virus HIV
tidak langsung menderita AIDS. Penyakit ini baru terlihat setelah enam bulan sampai lima tahun,
bergantung pada ketahanan tubuh seseorang. Penyakit ini menyerang sel-sel darah putih yang
merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, jika terinfeksi kuman tertentu yang bagi
orang biasa tidak membahayakan. penderita AIDS dapat meninggal. Kita tidak perlu panik
menghadapi penyakit ini jika mengetahui cara penularannya. Tidak seperti influenza yang
penularannya melalui udara, penyakit ini menular melalui cairan tubuh. Menghirup udara
di sekitar penderita AIDS atau bersalaman dengan penderita AIDS, tidak menyebabkan tertular. AIDS
dapat menular melalui transfusi darah dari penderitaAIDS, melalui jarum suntik yang pernah dipakai
penderita AIDS, dan berhubungan seksual dengan penderita AIDS. Bayi yang dikandung ibu
penderita AIDS kemungkinan juga dapat tertular. Meskipun banyak penyakit yang dapat menyerang
organ-organ reproduksi. Sebenarnya sebagian besar dapat dicegah dengan menjaga kebersihan
secara umum dan kebersihan organ-organ reproduksi. Jamur yang menyukai tempat lembap dapat
dihindari dengan selalu menjaga daerah perineum (selangkangan) selalu kering. Rasa gatal dapat
dikurangi dengan mengenakan celana dari bahan katun. Cara pencegahan yang lain adalah tidak
membiasakan bertukar handuk atau pakaian. Selain kebersihan diri. lingkungan juga perlu dijaga
kebersihannya. misalnya selalu mencuci selimut atau alas tidur.