CUTANEUS LARVA MIGRAN

DEFINISI
Cutaneous larva migrans (CLM) merupakan kelainan kulit yang merupakan peradangan yang
berbentuk linear atau berkelok-kelok, menimbul dan progresif, disebabkan oleh invasi cacing
tambang yang berasal dari kucing dan anjing, yaitu Ancylostoma braziliense, Ancylostoma
caninum, dan Ancylostoma ceylanicum.

ETIOLOGI
Penyebab utama CLM adalah larva cacing tambang dari kucing dan anjing (Ancylostoma
braziliense, Ancylostoma ceylanicum, dan Ancylostoma caninum) dan Strongyloides.
Penyebab lain yang juga memungkinkan yaitu larva dari serangga seperti Hypoderma dan
Gasterophilus. Di Asia Timur, CLM umumnya disebabkan oleh Gnasthostoma sp. pada babi
dan kucing. Pada beberapa kasus ditemukan Echinococcus, Dermatobia maxiales, Lucilia
caesar.

PATOGENESIS
Telur pada tinja menetas di permukaan tanah dalam waktu 1 hari dan berkembang menjadi
larva infektif tahap ketiga setelah sekitar 1 minggu. Larva dapat bertahan hidup selama
beberapa bulan jika tidak terkena matahari langsung dan berada dalam lingkungan yang hangat
dan lembab. Kemudian jika terjadi kenaikan suhu, maka larva akan mencari pejamunya.
Setelah menempel pada manusia, larva merayap di sekitar kulit untuk tempat penetrasi yang
sesuai. Akhirnya, larva menembus ke lapisan korneum epidermis. Larva infektif mengeluarkan
protease dan hialuronidase agar dapat bermigrasi di kulilt manusia. Selanjutnya, larva
bermigrasi melalui jaringan subkutan membentuk terowongan yang menjalar dari satu tempat
ke tempat lainnya.
Pada hewan, larva mampu menembus dermis dan melengkapi siklus hidupnya dengan
berkembang biak di organ dalam. Pada manusia, larva tidak memiliki enzim kolagenase yang
cukup untuk menembus membran basal dan menyerang dermis, sehingga larva tersebut tidak
dapat melanjutkan perkembangan siklus hidupnya. Akibatnya, selamanya larva terjebak di
jaringan kulit penderita hingga masa hidup dari cacing ini berakhir.

GEJJALA KLINIS
Pada saat larva masuk ke kulit biasanya disertai rasa gatal dan panas di tempat larva melakukan
penetrasi. Rasa gatal yang timbul terutama terasa pada malam hari, jika digaruk dapat
menimbulkan infeksi sekunder. Mula-mula akan timbul papul, kemudian diikuti bentuk yang
khas, yakni lesi berbentuk linear atau berkelok-kelok, menimbul dengan diameter 2-3 mm, dan
berwarna kemerahan. Adanya lesi papul yang eritematosa ini menunjukkan bahwa larva
tersebut telah berada di kulit selama beberapa jam atau hari. Perkembangan selanjutnya, papul

Pada stadium yang lebih lanjut. dan peningkatan kadar imunoglobulin E. Pada kondisi sistemik. Pada infeksi percobaan dengan 50 larva. tangan. bercak awal mulai digantikan oleh papul kemerahan. infiltrat pulmonar migratori.ac. Tempat predileksi antara lain di tungkai. namun kondisi ini jarang ditemui. lesi-lesi ini akan lebih sulit untuk diidentifikasi.id . tergantung pada tingkat keparahan infeksi. dan paha . dapat dijumpai lesi tunggal atau lesi multipel. Lesi berbentuk linear atau berkelok-kelok mulai muncul 5 hari setelah infeksi.merah ini menjalar seperti benang berkelok-kelok. Hal ini disebabkan larva dapat bergerak secara bebas sepanjang waktu. yang kemudian akan menjadi vesikel yang sangat gatal setelah 24 jam. menimbul. TATALAKSANA Obat utama yang dipilih adalah Ivermectin dosis tunggal yg dapat membunuh larva dan menghilangkan gatal secara cepat. dan membentuk terowongan (burrow). bokong. plantar. Pada CLM. REFERENSI repository. diikuti dengan munculnya papul-papul setelah 10 menit. Papul-papul kemudian bergabung membentuk erupsi eritematopapular. lesi berpindah ataupun bertambah beberapa milimeter perhari dengan lebar sekitar 3 milimeter. CLM biasanya ditemukan pada bagian tubuh yang berkontak langsung dengan tanah atau pasir. Umumnya.usu. mencapai panjang beberapa sentimeter. Beberapa jam kemudian. Lesi tidak hanya berada di tempat penetrasi. polisiklik. serpiginosa. gejala yang muncul antara lain eosinofilia perifer (sindroma Loeffler). hanya ditandai dengan rasa gatal dan nodul-nodul. anus. didapati gejala mulai muncul beberapa menit setelah tusukan.