LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny.

A DENGAN NYERI
KRONIS DI WISMA BOUGEVILE PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA (PSTW)
YOGYAKARTA UNIT BUDI LUHUR

Disusun Oleh:

Disusun Oleh:

KELOMPOK 1 : WISMA BOUGENVIL

1. Aprilia Akhmad Fitraningrum 201210206014
2. Aufarahman 201210206021
3. Devinta Indariana Sari 201210206030
4. Diah Nur Anisa 201210206033
5. Dian Arif Wahyudi 201210206034
6. Eka Puspitasari 201210206039
7. Qoriah Novrianti 201210206088

PROGAM PENDIDIKAN NERS-PROGAM STUDI ILU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2013

0

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. A DENGAN NYERI
KRONIS DI WISMA BOUGEVILE PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA (PSTW)
YOGYAKARTA UNIT BUDI LUHUR

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktik Profesi Ners
Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta
Stase Keperawatan Gerontik.

Disusun Oleh:

Disusun Oleh:
1. Aprilia Akhmad Fitraningrum 201210206014
2. Aufarahman 201210206021
3. Devinta Indariana Sari 201210206030
4. Diah Nur Anisa 201210206033
5. Dian Arif Wahyudi 201210206034
6. Eka Puspitasari 201210206039
7. Qoriah Novrianti 201210206088

PROGAM PENDIDIKAN NERS-PROGAM STUDI ILU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2013

1

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulilah, segala puji bagi Allah SWT, yang tiada Tuhan selain Dia serta yang
menguasai alam semesta. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi
Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikut - Nya yang senantiasa istiqomah di jalan -
Nya.
Berkat Rahmat dan Inayah – Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul:
” LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. A DENGAN
NYERI KRONIS DI WISMA BOUGEVILE PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA
(PSTW) YOGYAKARTA UNIT BUDI LUHUR”.
Penulisan laporan ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dari berbagai pihak. Atas
bantuan, bimbingan dan arahan, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala penanggung jawab Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Unit Budhi Luhur
Kasongan Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta.
2. Drs. Sugiyanto, M.Kes., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak mencurahkan
waktu, tenaga dan pemikirannya untuk memberikan bimbingan dan motivasi dengan
sabar, tulus dan ikhlas.
3. Kedua orang tua tercinta yang selalu memberikan doa, dukungan dan semangatnya
setiap saat.
4. Teman-teman Kelompok Komunitas SOMODARAN (Kelompok I) yang senantiasa
memotivasi dan banyak membantu dalam penyelesaian laporan ini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Yogyakarta, 18 September 2013
Penulis

2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Profil PSTW Unit Budi Luhur
PSTW merupakan unit atau lembaga teknis di bawah naungan Departemen
Sosial yang mengelola pelayanan kepada Lansia. Terletak di daerah Kasongan,
Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, yang berjarak 12 km ke arah selatan dari
Kota Yogyakarta. Dalam melayani para Lansia PSTW diasuh oleh beberapa petugas
dari pekerja Sosial, Psikolog, Perawat, ahli gizi, dan sebagainya, serta bekerja sama
dengan Puskesmas maupun RS. PSTW Budi Luhur merupakan panti sosial yang
mempunyai tugas memberikan bimbingan dan pelayanan bagi masyarakat, baik yang
berada di dalam panti maupun di luar pantai.
PSTW Budi Luhur dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok rutin yang
dibiayai oleh pemerintah dan kelompok pelayanan khusus yang berasal dari bantuan
keluarga terdapat 8 wisma dan 1 wisma isolasi yang masing-masing dihuni kurang
lebih 10-13 lansia. Jumlah seluruh lansia yang tinggal di PSTW Budi Luhur adalah 88
orang.
Selain wisma-wisma tersebut fasilitas lain yang tersedia di PSTW Budi Luhur
meliputi:pertama, fasilitas perkantoran yang terdiri dari ruang kerja, meja, kursi,
almari, alat tulis dan alat kantor. Kedua, fasilitas pelayanan atau ruang meliputi:
ruangan serba guna, ruang pelayanan, mushola, tempat istirahat, alat olah raga dan
alat permainan. Ketiga, fasilitas penunjang seperti kendaraan dan dapur.

B. Klasifikasi pelayanan terhadap Lansia
Program pelayanan yang diberikan Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW), antara
lain:
1. Pelayanan reguler
Pelayanan reguler adalah pelayanan kepada lansia dengan kategori kurang
mampu atau tidak mampu dan mengalami dampak sosial dalam masyarakat.
Pelayanan ini ditanggung pemerintah melalui dana APBD provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Syarat yang dapat diterima untuk dapat tinggal di PSTW
Budi Luhur program reguler:
a. Masih bisa mandiri
b. Kejiwaan tidak mengalami gangguan jiwa

3

Senam lansia 2. Dendang Ria 3. Senam Lansia 2. Kegiatan spiritual Jumat 1. kesenian. spiritual dan korban bencana. psikologi. sosial. Program Trauma Service Program Trauma Service. Kerja bakti Sabtu 1.000. Ketrampilan Kerja 3. keterampilan. Pada progam ini TIM dari PSTW melakukan kunjungan 2x dalam 1 bulan 5. Senam lansia 2. Pembayaran @ Rp 1. Senam lansia 2. Senam lansia 2. merupakan pelayanan lansia yang sifatnya sementara di Panti dan kemudian dikembalikan lagi ke keluarganya. Pelayanan khusus Pelayanan khusus adalah pelayanan kepada lansia yang keluarganya mampu membayar. Pelayanan harian Lanjut Usia (Day Care Service) Program Day Care Service. Pelayanan kesehatan Kamis 1. C. Day Care dan Bimbingan sosial Rabu 1. Senam lansia 2. tetapi tidak mampu merawat lansia. yaitu melayani usila yang sifatnya sementara. /bulan dengan fasilitas yang sama dan 1 kamar sebanyak 1 orang 3. Program Tirah (Tinggal Sementara) Program Tirah (Tinggal Sementara).250. Pelayanan subsidi meliputi: a. Libur atau tidak ada kegiatan 4 . dilaksanakan siang hari di dalam panti dengan waktu maksimal 8 jam/hari dan tidak menetap di dalam panti seperti: pelayanan kesehatan sosial. antara lain: Hari Kegiatan Senin 1. senam. Harus ada yang menjadi penanggung jawab 2. Dendang Ria Selasa 1. 4. c. Kegiatan harian di dalam Panti : Kegiatan harian di dalam Panti Werda setiap harinya. Bimbingan Psikologi 3. Kegiatan spiritual Minggu 1. yaitu penanganan lansia yang mengalami masalah kekerasan baik secara fisik.

seperti mampu berjalan sempurna maupun dengan bantuan kursi roda. b. Fisik : Permasalahan fisik pada kesehatan lansia antara lain: hipertensi. tidak dapat berjalan dan sebagainya. d. Sosial Permasalahan sosial pada kesehatan lansia antara lain: berbincang-bincang dengan sesama penghuni panti dan petugas panti. Modifikasi lingkungan untuk kepentingan safety patient atau keselamatan lansia. Disediakan program kunjungan atau besuk untuk keluarga yang ingin mengunjungi lansia. Psikis Permasalahan psikis pada kesehatan lansia antara lain: demensia. ingat dengan keluarga. Program cuti yaitu lansia diantar kembali ke keluarga yang dituju untuk beberapa waktu. b. Pendampingan oleh psikolog. Lingkungan Permasalahan lingkungan pada kesehatan lansia antara lain: sudah bersih. Analisa Kegiatan di Wisma Bougenvile 1. atau tongkat. bagi lansia yang mengalami gangguan jiwa. perabot dan fasilitas wisma tertata rapi. Kegiatan harian lansia di wisma Bougenvile (B) berbeda dengan kegiatan harian panti karena lansia di wisma Bougenvile perlu perawatan khusus dan pelayanan 5 . d. dan lain-lain. Usia lansia minimal 61 tahun dan usia tertua 92 tahun. dan lain-lain. gangguan bicara. 2. Wisma Bougenvile Wisma Bougenvile dihuni oleh 12 orang lansia yang merupakan lansia yang mengalami sehat dengan resiko sakit rendah-tinggi. dan rujukan kepada ahli jiwa sesuai kebutuhan dan kondisi jika memungkinkan. 3. c. walker. misalnya pada hari raya Idul Fitri. kesalahpahaman komunikasi antar penghuni panti.D. 4. hambatan imobilisasi. c. Permasalahan kesehatan pada Lansia : a. Pelayanan kesehatan oleh tenaga Puskesmas dan sistem rujukan ke RS bagi yang membutuhkan pelayanan kesehatan lebih lanjut. Pemecahan masalah : Untuk pemecahan masalah yang ada di Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) a.

khusus. 6 . Lansia tidak dapat menjalankan aktifitasnya sehari-hari tanpa bantuan petugas.

4. Usia lanjut (elderly) yaitu usia 60-74 tahun. Menjadi tua tidak bisa dihindari tetapi menjadi usia lanjut yang sehat dan produktif dapat diupayakan. Usia tua (old) berkisar usia antara 75-90 tahun. Usia pertengahan (middle age) yaitu antara 45-59 tahun. USIA LANJUT 1. Menurut Rahayu (2006). Dengan memiliki teman. mengelompokkan usia lanjut sebagai berikut : 1. World Health Organization (WHO). BAB II TINJAUAN TEORI A. 3. Proses tersebut merupakan proses yang wajar terjadi. biasanya mulai pada usia yang berbeda-beda untuk setiap individu (Papalia 2001). 2. dan sebab-sebab lainnya lebih sering menimbulkan gangguan-gangguan keseimbangan mental. Pengertian Usia Lanjut Usia lanjut marupakan salah satu fase kehidupan yang dilalui oleh setiap individu yang dikaruniai umur panjang. Penyakit yang membahayakan. Proses usia lanjut yang tidak sesuai dengan keinginan-keinginan tersebut. Psikologi kehilangan merupakan salah satu sindroma atau gejala multikompeks dari proses usia lanjut (Depkes RI 2003) Usia tua sering disebut dengan senescence yaitu merupakan suatu periode dari rentang kehidupan yang ditandai dengan perubahn atau penurunan fungsi tubuh. Menurut Sari (2004) dikemukakan bahwa usia lanjut yang memiliki kesempatan bertemu dengan teman sebaya dapat membuka kesempatan pada individu usia lanjut untuk belajar dari pengalaman hidup individu lain dan menginterprestasikannya kembali pengalaman hidupnya sehingga akan membantu individu tersebut dalam mengontrol pengalaman emosi yang positif atau negatif. Usia sangat tua (very old) adalah diatas 90 tahun 7 . individu usia lanjut akan merasa memiliki dukungan sosial di luar keluarganya. ditinggal mati suami atau istri. dirasakan sebagai beban mental yang cukup besar. menjalani masa pension. menimbulkan perasaan dihargai dan diinginkan meskipun mereka sudah mengalami kemunduran dan keterbatasan.

b. Usia sangat tua (Very Old) diatas 90 tahun 2. Menurut WHO a. Teori Biologi 1) Teori Genetik dan Mutasi Menurut teori ini menua telah terprogram secara genetik untuk spesies-spesies tertentu. b. Usia lanjut tua (Old) antara 75 – 90 tahun. Zat jaringan tubuh tertentu yang tiak tahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan mati. d. Sehingga seiring dengan aktivitas sehari – hari mengakibatkan banyak fungsi organ yang menurun akibat fungsi peremajaan sel yang sudah berkurang. 2. Kes. Kelompok lansia dini (55 – 64 tahun). Teori Proses Menua Menurut Nugroho (2000) proses menua dapat digolongkan dalam dua macam : a. Batasan – batasan lansia : 1. Usia lanjut (Ederly)antara 60 – 70 tahun. 8 . 3) Reaksi dari kekebalan sendiri Dalam proses metabolisme tubuh. Kelompok lansia dengan resiko tinggi (usia 70 tahun keatas). RI. c. Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang diprogram oleh molekul-molekul dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi. 2) Teori Pemakaian dan Rusak Kelebihan kerja dan strees menyebabkan sel-sel tubuh lelah (terpakai secara terus-menerus). lebih lanjut menggolongkan lansia menjadi tiga golongan yaitu: a. ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap suatu zat sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit. Kelompok lansia pertengahan (65 tahun keatas). 3. Oleh karena itu tubuh memperoduksi suatu zat khusus. Usia pertengahan (Midle Age)kelompok usia 45 – 59 tahun. Menurut UU No: 13 Tahun 1998 Tentang kesejahteraan lanjut usia: “lanjut usia adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas”. Menurut Dep. c.

Teori Pembebasan Teori ini menyatakan bahwa denagn bertambahnya usia. b. Teori Kejiwaan Sosial 1) Aktifitas atau kegiatan Ketentuan akan meningkatnya pada penurunan jumlah kegiatan secara langsung. 2) Kepribadian Berlanjut Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. 4) Teori Imunologi Slow Virus Sistem imun menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. sters menyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai. dan hilangnya fungsi tubuh. 5) Teori Stres Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh. 7) Teori Rantai Silang Sel-sel yang tua atau usang menyebabkan kurang elastisnya jaringan kolagen. 8) Teori Program Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah sel-sel tersebut mati. Reganerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabialn lingkungan eksternal. Teori ini menyatakan bahwa pada usia lanjut yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial. 9 . c. Mempertahankan hubungan antara sistem sosial dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan ke usia lanjut. Pada teori ini menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh kepribadian yang dimilikinya. 6) Teori Radikal Bebas Radikal bebas menyebabkan oksidasi oksigen bahan-bahan organik yang dapat menimbulkan sel-sel tidak dapat regenerasi. seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada usia lanjut: a. streesor. kebiasaan hidupnya. Selain gejala-gejala fisik seperti yang telah disebutkan diatas. Sering adanya disorientasi terhadap waktu. Ingatan terhadap hal-hal yang baru saja terjadi c. sistem kulit. Perubahan yang dapat diamati yaitu perubahan fisk yang normal karena proses menua menurut Nugroho (2002) yaitu sel sistem persarafan. sistem respirasi. darah. sistem kardiovaskuler. dan hati e) Jumlah sel otak menurun f) Terganggunya mekanisme perbaikan sel g) Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10 % 2) Sistem persyarafan a) Cepatnya menurun hubungan persyarafan b) Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi. Suka lupa. sistem pendengaran. otot. Perubahan-perubahan fisik 1) Sel a) Lebih sedikit jumlahnya b) Lebih besar ukurannya c) Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraselular d) Menurunnya proporsi protein di otak. usia lanjut juga mengalami kemunduran kemampuan kognitif. yang pada akhirnya akan dapat mengurangi kesigapan seseorang. sistem endokrin. Akibatnya aktifitas hidupnya akan ikut terpengaruh. sistem musculoskeletal. sistem gastrointestinal. ginjal.3. sebagai berikut : a. Menurut Nugroho (2002). sistem penglihatan. tempat dan personal d. dan kondisi lingklungan. Sulit memeriksa ide-ide baru 4. Masalah Yang Sering Dihadapi Oleh Usia Lanjut Seseorang yang bertambah tua. sistem pengaturan temperature tubuh. kemampuan fisik dan hidupnya perlahan- lahan akan menurun. ingatan tidak berfungsi baik b. Perubahan Fisik Karena Proses Menua Perubahan pada tubuh terjadi seiring dengan bertambahnya umur tetapi efek bagi manusia sangat tergantung pada kesehatan. khususnya dengan stress 10 .

c) Mengecilnya saraf panca indra d) Kurang sensitive terhadap sentuhan 3) Sistem pendengaran a) Presbiakusis (gangguan pada pendengaran) b) Membrana timpani menjadi atrofi menyebabkan otosklerosis c) Pendengaran menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa 4) Sistem penglihatan a) Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar b) Lensa mata lebih suram menyebabkan gangguan penglihatan c) Hilangnya daya akomodasi d) Menurunnya membedakan warna biru atau hijau pada skala 5) Sistem kardiovaskuler a) Elastisitas dinding aorta menurun b) Katup jantung menebal dan menjadi kaku c) Kemampuan jantung memompa darah menurun d) Kehilangan elastisitas pembuluh darah e) Tekanan darah meninggi diakibatkan oleh meningkatnya pembuluh darah perifer 6) Sistem pengaturan temperatur tubuh a) Temperatur tubuh menurun (hipotermia) akibat metabolisme menurun b) Keterbatasan reflek menggigil dan tidak memproduksi panas yang banyak sehingga terjadi rendahnya aktivitas otot 7) Sistem respirasi a) Otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku b) Paru-paru kehilangan aktivitas. kapasitas pernafasan menurun c) Alveoli ukurannya melebar dari biasa dan jumlahnya menurun 8) Sistem gastrointestinal a) Kehilangan gigi penyebab utama periodontal disease yang biasa terjadi setelah umur 30 tahun b) Indera pengecap menurun c) Esophagus melebar d) Lambung. sensitifitas rasa lapar menurun 11 .

kenangan buruk) 12 . khususnya organ perasa 2) Tingkat pendidikan 3) Keturunan 4) Lingkungan 5) Kenangan jangka panjang (berjam-jam sampai berhari-hari) dan kemnangan jangka pendek (0-10 menit. e) Peristaltik lemah dan biasanya timbul kostipasi f) Fungsi absorbsi melemah g) Liver makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan 9) Sistem genitourinaria a) Aliran darah ke ginjal menurun sampai 50 % b) Meningkatnya retensi urin. frekuensi buang air kecil meningkat c) Pembesaran prostate dialami oleh pria usia 60 tahun ke atas d) Atrofi vulva 10) Sistem endokrin a) Produksi dari hampir semua hormone menurun b) Fungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah c) Menurunnya produksi aldosteron d) Menurunnya sekresi hormone kelamin 11) Sistem kulit (integumentari sistem) a) Kulit mengerut akibat jaringan lemak b) Permukaan kulit kasar dan bersisik c) Menurunnya respon terhadap trauma d) Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu e) Kuku menjadi keras dan rapuh f) Kelenjar keringat berkurang jumlahnya dan fungsinya 12) Sistem musculoskeletal a) Tulang kehilangan cairan dan rapuh b) Persendian membesar dan menjadi kaku c) Tendon mengerut dan menjadi sclerosis d) Atrofi serabut otot b. Perubahan mental 1) Perubahan fisik.

Kegagalan dalam menilai faktor kompleks nyeri dan hanya bergantung pada pemeriksaan fisik sepenuhnya serta tes laboratorium mengarahkan kita pada kesalahpahaman dan terapi yang tidak adekuat terhadap nyeri. Post Herpetik Neuralgia (PHN). ganglion radiks dorsalis sampai ke radiks dorsalis.Psikomotor terjadi perubahan pada daya membayangkan karena tekanan-tekanan dari factor waktu. Trigeminal neuralgia. 5. Contoh: Diabetik Periferal Neuropati (DPN). Perubahan psikososial 1) Pensiun 2) Merasakan atau sadar akan kematian 3) Penyakit kronis dan ketidakmampuan 4) Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik. Nyeri Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan dimana berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial terjadi kerusakan jaringan. 13 . d. anak-anak dan pasien dengan gangguan komunikasi. Perkembangan spiritual 1) Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya 2) Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya. persepsi dan ketrampilan. CRPS tipe II. terutama pada pasien - pasien dengan resiko tinggi seperti orang tua. mulai dari saraf tepi. umur dan jenis kelamin. 6) IQ Berkurangnya penampilan. Nyeri Neuropatik Perifer Pada nyeri neuropatik perifer Letak lesi di sistem perifer. c. terjadi perubahan terhadap gambaran diri dan perubahan konsep diri. CRPS tipe I. Namun nyeri bersifat individual yang dipengaruhi oleh genetik. latar belakang kultural. hal ini terlihat dalam berfikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Klasifikasi Nyeri Berdasarkan Letak Nyeri 1. Sebagai mana diketahui bahwa nyeri tidaklah selalu berhubungan dengan derajat kerusakan jaringan yang dijumpai.

hematomieli. 2. Syringobulbi. neuralgia post herpes. Radiks dan ganglion Diskus (prolaps) arakhnoiditis. 4. avulsi pleksus. hemoragik. trauma medula spinalis. Tuberkuloma. poliartritis nodusa) Polineuropati: Diabetes. lesi bedah pada nukleus sensorik utama. Arteri-Vena Malformasi. neuralgia post herpes) Berdasarkan Etiologi 1. Tumor. pembedahan. Acute Inflammatory Demyelinating Neurophaty 2. rizotomi operatif. 5. Nyeri Neuropatik Sentral Letak lesi dari medula spinalis sampai ke korteks. Nyeri post trauma medula spinalis Berdasarkan Waktu Terjadinya 1. Batang Otak Sindroma Wallenberg. mielitis sifilik. amiloid. Saraf Perifer Trauma: neuropati jebakan. avulsi radiks. nyeri post torakotomi Mononeuropati: Diabetes. kausalgia. Defisiensi Vit B12. post operasi. Iradiasi pleksus. penyakit Fabry. alkohol. nyeri perut. nutrisi. trigeminal neuralgia. isoniasid. Multiple Sclerosis. Carpal Tunnel Syndrome. invasi saraf/ pleksus oleh keganasan.2. idiopatik. Nyeri Neuropatik Kronik Nyeri yang dialami lebih dari 3 bulan Nyeri neuropatik kronis juga dibedakan menjadi: a. kompresi tumor. syringomieli. post radioterapi. neuropati toksis. tumor. hemiseksi. Malignan (nyeri keganasan. Nyeri Neuropatik Akut Nyeri yang dialami kurang dari 3 bulan Contoh Neuralgia herpetika. multiple sclerosis. Multiple Sclerosis. Medula Spinalis Transeksi total. 14 . penyakit jaringan ikat (Systemic Lupus Erytematosus. post chemoterapi) b. Contoh: Nyeri post stroke. Talamus Infark. Non Malignan (neuropati diabetika. kontusio atau kompresio. 3.

MEKANISME NYERI Nyeri merupakan suatu bentuk peringatan akan adanya bahaya kerusakan jaringan. pH menurun. Arteri-Vena Malformasi.6. Apabila telah terjadi kerusakan jaringan. Sistem ini berjalan mulai dari perifer melalui medulla spinalis. Beberapa komponen diatas akan langsung merangsang nosiseptor ( nociceptor activators ) dan komponen lainnya akan menyebabkan nosiseptor menjadi lebih hipersensitif terhadap rangsangan berikutnya ( nociceptor sensitizers ). Sensitisasi Perifer Cidera atau inflamasi jaringan akan menyebabkan munculnya perubahan lingkungan kimiawi pada akhir nosiseptor. Sel yang rusak akan melepaskan komponen intraselulernya seperti adenosine trifosfat. ion K+. chemokine dan growth factor . Korteks / Sub korteks Infark. Nyeri inflamasi merupakan salah satu bentuk untuk mempercepat perbaikan kerusakan jaringan. misalnya prostaglandin E2 akan mereduksi ambang aktivasi nosiseptor dan meningkatkan kepekaan ujung saraf dengan cara berikatan pada reseptor spesifik di nosiseptor. Sensitisasi perifer akan menurunkan ambang rangsang dan berperan dalam meningkatkan sensitifitas nyeri di tempat ce dera atau 15 . maka sistem nosiseptif akan bergeser fungsinya dari fungsi protektif menjadi fungsi yang membantu perbaikan jaringan yang rusak. Pengalaman sensoris pada nyeri akut disebabkan oleh stimulus noksius yang diperantarai oleh sistem sensorik nosiseptif. Sensitifitas akan meningkat. Berbagai komponen yang menyebabkan sensitisasi akan muncul secara bersamaan. sel inflamasi akan menghasilkan sitokin. batang otak. penghambatan hanya pada salah satu substansi kimia tersebut tidak akan menghilangkan sensitisasi perifer. Komponen sensitisasi. Truma dan tumor. Nyeri inflamasi akan menurunkan derajat kerusakan dan menghilangkan respon inflamasi. thalamus dan korteks serebri. sehingga stimulus non noksius atau noksius ringan yang mengenai bagian yang meradang akan menyebabkan nyeri.

Sensitisasi sentral dan perifer merupakan contoh plastisitas sistem saraf. dimana terjadi perubahan fungsi sebagai respon perubahan input (kerusakan jaringan). maka transmisi nosiseptor di sentral juga dapat mengalami sensitisasi. 16 . Sensitisasi sentral memfasilitasi dan memperkuat transfer sipnatik dari nosiseptor ke neuron kornu dorsalis. Sensitisasi sentral dan perifer bertanggung jawab terhadap munculnya hipersensitivitas nyeri setelah cidera. ini akan menyebabkan jaringan saraf didalam medulla spinalis menjadi hiperresponsif. Dalam beberapa detik setelah kerusakan jaringan yang hebat akan terjadi aliran sensoris yang masuk kedalam medulla spinalis. Reaksi ini akan menyebabkan munculnya rangsangan nyeri akibat stimulus non noksius dan pada daerah yang jauh dari jaringan cedera juga akan menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri. kemudian terjadi perubahan molekuler neuron (transcription dependent ).inflamasi. Sensitisasi Sentral Sama halnya dengan sistem nosiseptor perifer. Pada awalnya proses ini dipacu oleh input nosiseptor ke medulla spinalis ( activity dependent ).

17 . Agama : Islam h. Trimulya.tiba saat duduk kakinya lemas. Yogyakarta f. Tanggal Pengkajian : 16 September 2013 2.Alergi : Tidak ada alergi.Penyakit : Hipertensi. Skala nyeri yang dirasakan 5. mobilisasi dengan menggunakan walker. sejak jatuh 4s bulan yang lalu. Status Perkawinan : Janda i. R: Kelayan mengatakan bagian kaki yang sakit yaitu mulai dari lutut sampai telapak kaki. S: Kelayan mengatakan sakit yang dirasa sangat mengganggu karena aktivitas yang dilakukan menjadi terbatas. Q: Kelayan mengatakan pinggang sakit dan kaki untuk berjalan gemeteran karena menumpu badannya. Umur : 80 tahun c. HU/Ny. Pengkajian 1. BAB III TINJAUAN KASUS PENGKAJIAN KEPERAWATAN GERONTIK ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. Tanggal Masuk : 21 Mei 2013 j. Jetis. Jenis Kelamin : Perempuan d. Dirasakan setiap waktu. Identitas kelayan a. atralgia. Alamat : Mbulu RT 2. Penyebabnya adalah tiba. dan osteoatritis .A b. Status kesehatan saat ini : P: Kelayan mengeluhkan pinggang nyeri. ASUHAN KEPERAWATAN A. Pendidikan : Tidak Sekolah g. A DI WISMA BOUGENVILE PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA YOGYAKARTA UNIT BUDI LUHUR I. 3. Bantul. Nama : Ny. Riwayat kesehatan dahulu : . T: Nyeri yang dirasakan mulai sejak 4 bulan yang lalu. Suku : Jawa e.

frekuensi 22 x /menit. 4.  Nilai asam urat: 3. tak ada sekret.  Payudara : tidak ada benjolan dan bentuk mengalami keriput.  Telinga : tidak ada gangguan pendengaran.  Sistem kardiovasculer : TD = 130/80 mmHg. kuku bersih.6 mg/dl.  Integumen : Kulit keriput. riwayat tranfusi tak ada. kesadaran CM. tidak ada ketombe.Kebiasaan : Ny.  System hemopoetik : Tak ada memar pada kulit. makan. kedua mata tidak ada ikterik. rambut putih.  Sistem musculoskeletal : Nyeri kaki. A gemar makan jeroan seperti ati dan rempela ayam.  Kekuatan otot: 5 5 4 4 18 .  Mata : Dari hasil observasi mahasiswa. kulit kepala agak bersih. 5.  Mulut dan tenggorokan : Gigi banyak yang tanggal.  Kepala : Rambut putih. di bagian kulit wajah tampak bintil-bintil hitam-hitam seperti bekas jerawat atau tahi lalat. Riwayat Kesehatan Keluarga : Kelayan mengatakan keluarganya tidak menderita penyakit apapun. dan setiap pagi mengikuti senam lansia meskipun dengan duduk.  Leher : tidak ditemukan pembengkakan kelenjar tiroid. . tidak ada lesi pada kepala. Nadi 88 x/menit. namun masih dapat mengunyah makanan. Tinjauan sistem :  Keadaan umum : Baik. beberapa gigi depan tampak kuning dan terdapat plak. stomatitis tak ada. berjalan menggunakan alat bantu walker namun masih dapat melakukan sebagian aktivitas sehari-hari secara mandiri seperti mandi. Pasien tidak mengeluhkan masalah BAB dan tidak mengeluhkan adanya sakit lambung.  Sistem gastrointestinal : Pola makan 2x karena kebiasaan kelayan. wheezing (-). menggunakan alat bantu kacamata.  Sistem pernapasan : Pernapasan dada.

Ny. karena sering bangun untuk BAK saat malam.  Sistem perkemihan : tidak ada keluhan tentang BAK. karena bila terasa BAK langsung ke kamar mandi.A tidak menggunakan obat tidur.A selalu tenang. Tidak ada riwayat penyakit diabetes melitus. d. c. bersahabat. karena mahasiswa melihat Ny. tidak dirasakan.  Sistem endokrin : tidak ada pembesaran tiroid. b. 19 . Kepuasan kelayan dalam sosialisasi : kelayan sudah cukup merasa puas dengan sosialisasi yang terjalin selama ini. kelayan mengatakan jika banyak pikiran.A masih dapat mengontrol BAK.A senang bergaul. 6. Ada masalah dalam keluarga lain? Tidak. Ny. dan hanya bersabar serta berdoa. Ada masalah / banyak pikiran? Tidak.  Sistem genetoreproduksi : Janda  Sistem syaraf pusat : tidak terdapat tremor. Canderung mengurung diri ? tidak. Apakah kelayan sering merasa gelisah? Tidak. Ny. A memiliki anak tetapi suami sudah meninggal.A tidak mengalami ngompol (berkemih tiba-tiba). Psikososial : Ny. berdasarkan observasi mahasiswa. Kemampuan sosialisasi: kelayan mampu bersosialisasi dengan orang lain. terbuka dan mau bercerita. e. Apakah kelayan sering was-was atau kawatir? Tidak. Pengkajian Psikososial Dan Spiritual a. Identifikasi masalah Emosional : Pertanyaan 1 : Apakah kelayan mengalami sulit tidur? Iya. Menggunakan obat tidur? Dari hasil observasi mahasiswa. Pertanyaan 2 : Keluhan lebih dari 3 bulan/lebih dari 1x dalam sebulan? Nyeri pada pinggang. Harapan kelayan dalam melakukan sosialisasi : mempunyai teman untuk berbagi cerita dan pengalaman. Ny. Dari hasil observasi mahasiswa selama praktek atau pengkajian. Apakah ada gangguan/masalah atau banyak pikiran? Tidak.

Jumlah : 1 porsi Jenis : nasi. sayur. menyeka tubuh. Modifikasi dari Bartel indeks : No Kriteria Dengan Mandiri Keterangan bantuan 1 Makan 10 Frekuensi : 2 x karena kebiasaan sejak di rumah. 2 Minum 10 Frekuensi : Sering Jumlah : sekitar 3 gelas cangkir besar. f. lauk. Jenis : Air putih/Teh/Susu/Burjo 3 Berpindah dari kursi roda 8 Untuk berpindah dari kursi ke tempat tidur. 7. Pengkajian Fungsional Kelayan a. menyiram) 6 Mandi 15 7 Jalan di permukaan datar 5 Frekuensi : tidak tentu 8 Naik turun tangga 5 Dibantu dengan dituntun atau berpegangan. dan selalu ikut kegiatan-kegiatan keagaamaan di PSTW. gosok gigi) 5 Keluar masuk toilet ( 10 - mencuci pakaian. Spritual : Kelayan beragama Islam. Rajin beribadah meskipun sholat diatas kasur dengan duduk. kelayan dibantu dengan dituntun. Tanggapan terhadap kematian pasrah kepada Allah SWT. roda ketempat tidur atau sebaliknya sebaliknya. muka. karena kaki kelayan masih terasa gemetar jika tidak dipegangi 4 Personal toilet (Cuci 5 Frekuensi : tidak tentu. 9 Mengenakan pakaian 10 - 10 Kontrol bowel (BAB) 10 Frek : 1x sehari Konsistensi : padat 11 Kontrol Bladder (BAK) 10 Frek : 4x sehari Warna : kuning 12 Olah raga/latihan 5 Frekuensi : 1 kali sehari Jenis : senam lansia Dengan duduk dikursi 13 Rekreasi/pemanfaatan 10 Duduk di depan wisma dan waktu luang mengobrol bersama teman satu wisma Total mandiri = 113 : ketergantungan sebagian 20 . menyisir ranbut.

b) Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan minat atau kesenangan anda? Tidak c) Apakah anda merasa hidup anda kosong? Tidak. 9. tetapi untuk kenangan masa lalu sangat masih ingat 21 .A tidak mengetahuinya bukan karena tidak ingat. dan seterusnya dikurangi 3 7 Total Interpretasi hasil : Ny. Pada pertanyaan ada satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab dikarenakan Ny.8. Identifikasi tingkat kerusakan intelektual dengan Short Postabel Status Mental Questioner ( SPSMQ ). Pengkajian Depresi Geriatrik (YESAVAGE) a) Apakah pada dasarnya anda puas dengan kehidupan anda ? Tidak. A memiliki kerusakan fungsi intektual ringan. Daftar pertanyaan/ kuesioner : BENAR SALAH NO PERTANYAAN √ 1 Tanggal berapa hari ini ? √ 2 Hari apa sekarang ini ? √ 3 Apa nama tempat ini ? √ 4 Dimana alamat anda ? √ 5 Berapa umur anda ? √ 6 Kapan anda lahir (minimal tahun terakhir) ? √ 7 Siapa presiden Indonesia sekarang ? √ 8 Siapa Presiden Indonesia sebelumnya ? √ 9 Siapa nama ibu anda ? √ 10 Kurangi 3 dari 20. ingin pulang berkumpul dengan keluarga di rumah Mbulu. d) Apakah anda sering merasa bosan? Ya. dengan tidak ada nilai salah. Pengkajian status mental Gerontik a. e) Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiap waktu? Ya f) Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda? Tidak g) Apakah anda merasa bahagia untuk sebagian besar hidup anda ? Ya h) Apakah anda sering merasa tidak berdaya ? Tidak i) Apakah anda lebih senang tinggal dirumah daripada pergi keluar dan mengerjakan sesuatu hal yang baru ? Tidak j) Apakah anda merasa mempunyai banyak masalah dengan daya ingat anda dibandingkan kebanyakan orang ? Ya.

Ya 11. Pengkajian Skala Resiko Dekubitus Persepsi sensori 1 2 3 4 Terbatas Sangat Agak terbatas Tidak penuh terbatas terbatas Kelembaban Kadang lembab Aktivitas Kadang jalan Mobilisasi Kadang terbatas Nutrisi adekuat Gesekan/cubitan Tidak ada masalah Total skor 15 Interpretasi : Kelayan memiliki skor 15 yang berarti resiko rendah dekubitus. Ny. yang berarti tidak ada kemungkinan depresi. Pengkajian Resiko Jatuh Postural Hipotension . Penilaian 1 jika menjawab sesuai kunci berikut: a) Setiap jawaban yang dicetak miring mempunyai nilai 1 1. Tidak 10. Ya 1.Tidur = 140/90 mmHg . 11. Ya b) Skor antara 1-9 : kemungkinan besar depresi c) Skor 10 atau lebih : depresi Berdasarkan hasil dari pengkajian Depresi Geriatrik (YESAVAGE). k) Apakah anda pikir bahwa hidup anda sekarang ini menyenangkan ? Ya l) Apakah anda merasa tidak berharga seperti perasaan anda saat ini ? Ya m) Apakah anda merasa penuh semangat ? Ya n) Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan ? Tidak o) Apakah anda berpikir bahwa orang lain lebih baik keadaannya dari pada anda ? Tidak 10. Ya 12. Ya 13.Berdiri = 130/90 mmHg Kesimpulan: resiko jatuh. Ya 8. 22 . Ya 7.Duduk = 150/100 mmHg . Ya 14.A memiliki skor 0. Tidak 6. Ya 15. Tidak 2. Ya 3. Tidak 4. 12. Ya 9.

ekspresi tampak menahan nyeri. Data Objektif:  Pasien bisa menunjukkan bagian yang sakit dan mengatakan sakit. Data Subjektif: Resiko Jatuh  Ny. Dirasakan setiap waktu. DATA PROBLEM 1. R: Kelayan mengatakan bagian kaki yang sakit yaitu mulai dari lutut sammpai telapak kaki. T: Nyeri yang dirasakan mulai sejak 8 bulan yang lalu. Data Subjektif: Nyeri Kronis berhubungan P: Kelayan mengeluhkan kakinya nyeri dengan agen injury fisik dan kesemutan. S: Kelayan mengatakan sakit yang dirasa sangat mengganggu karena aktivitas yang dilakukan menjadi terbatas. sejak 8 bulan yang lalu. Analisa Data NO. A mengatakan jika berdiri atau berjalan. 23 . 2. Skala nyeri yang dirasakan 5. kaki yang digunakan untuk menumpu terasa gemetaran dan tidak kuat. Penyebabnya adalah tiba- tiba saat duduk kakinya lemas dan tidak bisa digerakkan.  Saat menunjukkan bagian yang sakit. Q: Kelayan mengatakan kakinya sakit dan jika dibuat berjalan gemeteran karena menumpu badannya. A mengatakan dalam berjalan atau melakukan kegiatan menggunakan walker  Ny.

24 . Berdiri = 130/90 mmHg Kesimpulan: Ny.00 WIB.  Dalam mengikuti aktivitas di PSTW seperti senam lansia atau kegiatan rutin di aula. A dibawa menggunakan kursi roda. Data subjektif: Gangguan pola tidur  Kelayan mengatakan sering terbangun berhubungan dengan ansietas dimalam hari misal : tidur jam 20:00 terbangun pukul 00.  Kelayan juga mengatakan susah tidur kalau banyak pikiran Data Objektif:  KU baik. Ny. Duduk = 150/100 mmHg .  Kekuatan otot: 5 5 4 4 3.00 dan bisa tidur lagi pukul 04.00 dan bangun lagi pukul 05. A mempunyai resiko jatuh.  Kelayan mengatakan bagian kaki yang sakit yaitu mulai dari lutut sampai telapak kaki Data Objektif:  Berdasarkan pengkajian Postural Hipotension . Compos Metis  TD : 130/ 80 mmHg. Tidur = 140/90 mmHg .

 Tampak pagi-pagi kelayan menguap. Kelayan mengatakan kakinya sakit dan jika dibuat berjalan gemeteran karena menumpu badannya. Nyeri kronis berhubungan dengan agen injury fisik ditandai dengan : DS : Kelayan mengeluhkan kakinya nyeri dan kesemutan. 2. ekspresi tampak menahan nyeri. Data Subjektif: Kerusakan memori  kelayan mengatakan lupa dengan berhubungan dengan riwayat keluarga dan tanggal lahir. Saat menunjukkan bagian yang sakit. Ny. Nyeri yang dirasakan mulai sejak 8 bulan yang lalu. A mengatakan dalam berjalan atau melakukan kegiatan menggunakan walker. gangguan neurologi  Kelayan mengeluh sering mengalami lupa  Kelayan mengatakakan tidak mampu mengingat perilaku yang pernah dilakukan Data Objektif:  Hasil pengkajian dengan SPSMQ didapatkan score 7 yang artinya kelayan mengalami kerusakan intelelektual ringan. Dirasakan setiap waktu DO : Pasien bisa menunjukkan bagian yang sakit dan mengatakan sakit. kaki yang 25 . Kelayan mengatakan bagian kaki yang sakit yaitu mulai dari lutut sammpai telapak kaki. Resiko jatuh ditandai dengan : DS : Ny. B. A mengatakan jika berdiri atau berjalan. Diagnosa Keperawatan 1.

Kelayan mengatakan bagian kaki yang sakit yaitu mulai dari lutut sampai telapak kaki DO : Dalam mengikuti aktivitas di PSTW seperti senam lansia atau kegiatan rutin di aula.00 dan bisa tidur lagi pukul 04. Gangguan pola tidur berhubungan dengan ansietas ditandai dengan : DS : Kelayan mengatakan sering terbangun dimalam hari misal : tidur jam 20:00 terbangun pukul 00. kelayan mengatakan lupa dengan riwayat keluarga dan tanggal lahir. Kelayan juga mengatakan susah tidur kalau banyak pikiran. Kerusakan memori berhubungan dengan gangguan neurologi ditandai dengan DS: Dari hasil wawancara dengan kelayan. TD : 130/ 80 mmHg. 4. DO : KU baik. Kelayan mengeluh sering mengalami lupa. A dibawa menggunakan kursi roda. CM.00 WIB. digunakan untuk menumpu terasa gemetaran dan tidak kuat. Kekuatan otot: 5 5 4 4 3. Kelayan mengatakakan tidak mampu mengingat perilaku yang pernah dilakukan DO : Hasil pengkajian dengan SPSMQ didapatkan score 7 yang artinya kelayan mengalami kerusakan intelelektual ringan.00 dan bangun lagi pukul 05. 26 . Tampak pagi-pagi pasien menguap. Ny.

Rencana Asuhan Keperawatan No Diagnosis keperawatan TUM TUK Intervensi Rasional 1 Nyeri kronis berhubungan Setelah dilakukan Setelah dilakukan 1. Nyeri yang dirasakan mulai sejak 8 bulan yang lalu. nyeri berkurang kaki yang kaku 3. Kelayan tampak 6. Kaji nyeri secara kelayan DS : Kelayan diharapkan kelayan Ny. Mengurangi nyeri yang sakit yaitu mulai dari 5. nyeri a. 2. diharapkan kelayan komprehensif (PQRST). Menjalin dengan agen injury fisik tindakan keperawatan tindakan keperawatan kelayan kepercayaan dengan ditandai dengan : selama 7 hari selama 2 hari 2. analgetik. Kelayan mampu 4. Kelayan rileks. Deteksi dini karena menumpu c. menjadi diagnosa kakinya sakit dan jika berkurang 5. Kolaborasi pemberian perkembangan badannya. Lakukan BHSP dengan 1. Didapatkan data mengeluhkan kakinya A tidak mengalami mampu: 3. Ajarkan tehnik ROM untuk keperawatan dibuat berjalan gemeteran b. C. Mengurangi nyeri lutut sammpai telapak kaki. kelayan mengatakan bagian kaki 4. Anjurkan tekhnik relaksasi untuk ditegakkan Kelayan mengatakan melaporkan nyeri nafas dalam. Ukur Vital Sign yang mendukung nyeri dan kesemutan. Dirasakan setiap waktu 27 .

Tumbuhkan sikap saling yang mendukung menggunakan walker. Pilih strategi pembelajaran keperawatan digunakan untuk b. a. Diskusikan dengan kelayan strategi yang sesuai gemetaran dan tidak kuat. Ny. diharapkan kelayan resiko jatuh 1. Kelayan mampu b. Lakukan BHSP dengan 1. Menjalin dengan : tindakan keperawatan tindakan keperawatan kelayan kepercayaan dengan DS : Ny. ekspresi tampak menahan nyeri. Menggunakan menumpu terasa tentang resiko 5. Kelayan mengerti percaya dan berikan untuk ditegakkan A mengatakan jika berdiri tentang pencegahan perhatian menjadi diagnosa atau berjalan. Kelayan mengerti (diskusi) 2. Gali permasalahan tentang kelayan dalam berjalan atau diharapkan kelayan Ny. Pencegahan jatuh keperawatan yang bagian kaki yang sakit c. Didapatkan data melakukan kegiatan A tidak beresiko jatuh mampu: 3. DO : Pasien bisa menunjukkan bagian yang sakit dan mengatakan sakit. kaki yang jatuh 4. A mengatakan selama 7 hari selama 1x20 menit 2. 2 Resiko jatuh ditandai Setelah dilakukan Setelah dilakukan 1. kerentanan terhadap tentang : 3. Memberikan asuhan Kelayan mengatakan jatuh a. Resiko kerentanan sesuai dengan yang yaitu mulai dari lutut mengerti cedera terhadap terjatuh dibutuhkan kelayan 28 . Saat menunjukkan bagian yang sakit.

Ciptakan lingkungan yang reinforcement positif aktivitas di PSTW seperti mempertahankan aman (penerangan cukup. susah tidur kalau banyak normal satu jam sebelum tidur.dengan criteria tidur malam seperti pada jam4. 6. 3. sering terbangun dimalam diharapkan gangguan diharapkan gangguan kurang tidur. Lakukan pengkajian masalah 1. untuk setiap senam lansia atau kegiatan keseimbangan lantai tidak licin) kemampuan kelayan rutin di aula. 8. 20:00 terbangun pukul terjadi. 3.00 WIB. 2.00 dan bangun 1. Lakukan persiapan untuk 3. c. Ttv dalam batas 4. rileks dan lebih segar 3. 5. Mengatur pola tidur. Ny. cedera fisik akibat jatuh Memberikan DO : Dalam mengikuti d.Mengurangi pikiran. 2. Memberikan informasi ditandai dengan : tindakan keperawatan tindakan keperawatan gangguan tidur kelayan. Anjurkan makan yang cukup tidur. 9.Mengurangi gangguan Kelayan juga mengatakan 2. Meningkatkan tidur. Anjurkan kelayan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada 3 Gangguan pola tidur Setelah dilakukan Setelah dilakukan 1. 4. Meningkatkan tidur. terjadi. 5. 1. sampai telapak kaki fisik akibat jatuh c. 1. hari misal : tidur jam istirahat tidur tidak istirahat tidur tidak 2. a. Meningkatkan tidur.00 dan bisa tidur lagi hasil: 9 malam sesuaidengan pola 5. 00. Kelayan tampak tidur kelayan. Anjurkan mandi air hangat. Meningkatkan tidur. Berikan susu hangat sebelum gangguan tidur. lagi pukul 05. 7. 29 . 2. pukul 04. 3. 7. Dukung dan puji yang mendukung dibawa menggunakan kemampuan kelayan kesehatannya kursi roda. Kelayan dapat tidur 5. 6. dasar dalam menentukan DS : Kelayan mengatakan selama 7 hari selama 3 hari karakteristik dan penyebab rencana keperawatan. A 7. b. 4. Kelayan mampu 6.

7. Menjalin ditandai dengan : tindakan keperawatan tindakan keperawatan kelayan kepercayaan dengan 30 . Keadaan tempat tidur yang 1110. Kerusakan memori Setelah dilakukan Setelah dilakukan 1. Tampak malam. tutup jendela/pintu jika perlu. 7. 8. 1110. 10 9. dan latihan relaksasi. Meningkatkan pola pagi-pagi pasien menguap. cemas . Lakukan BHSP dengan 1. 4. yang nyaman. Mengurangi tidur. 130/ 80 mmHg. 10 9.setengah jam sebelum tidur. nyaman. 6. 9. Tingkatkan aktivitas sehari – hari dan kurangi aktivitas sebellum tidur. DO : KU baik. TD : 6-8 jam setiap tidur. Berikan pengobatan seperti analgetik dan sedative. bersih dan bantal tidur. CM. Pengetahuan kesehatan : jadwal tidur mengurangi stress . 6. Lakukan masase pada daerah belakang.

pelatihan memori tanggal. Memberikan didapatkan score 7 yang baik 7. Kelayan mampu dengan menanyakan untuk setiap kerusakan intelelektual melakukan kembali data pribadi dan kemampuan kelayan ringan. Kelayan orientasi kognitif yang mengerti tentang perhatian menjadi diagnosa mengeluh sering sesuai pengertian 4. Didapatkan data mengatakan lupa dengan mampu mampu: 3. demonstrasi) 3. Kelayan demensia (diskusi. pengertian demensia keperawatan yang dilakukan demensia b. Ajarkan brain gym pada dibutuhkan kelayan dengan SPSMQ mengingat lebih kelayan 5. Tumbuhkan sikap saling yang mendukung riwayat keluarga dan memperlihatkan a. Kelayan mampu percaya dan berikan untuk ditegakkan tanggal lahir. kelayan diharapkan kelayan diharapkan kelayan demensia 2. Kelayan mampu 8. Kelayan mampu 5. Memberikan asuhan perilaku yang pernah penyebab a.DS: Dari hasil wawancara selama 7 hari selama 1 x 20 menit 2. Kelayan mampu 6. hari dan tahun yang mendukung e. Bantu pelatihan orientasi reinforcement positif artinya kelayan mengalami d. Pilih strategi pembelajaran keperawatan mengalami lupa. Gali permasalahan tentang kelayan dengan kelayan. Menggunakan mengatakakan tidak b. Diskusikan dengan kelayan strategi yang sesuai mampu mengingat mengerti tentang tentang : 4. penyebab demensia sesuai dengan yang DO : Hasil pengkajian c. Jelaskan pada kelayan kesehatannya melakukan brain bahwa kehilangan memori gym sering terjadi seiring proses penuaan 31 .

Dukung dan puji kemampuan kelayan 10. Anjurkan kelayan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada Tabel 5. 9. Rencana Asuhan Keperawatan 32 .

30 WIB DS : Kelayan mengeluhkan kakinya 1. Rabu. 17 /9/2013 Pukul 12. 18/9/2013 pukul 09. Kelayan 3.  A : Masalah nyeri belum teratasi Saat menunjukkan bagian yang  P : Lanjutkan intervensi : ajarkan dan sakit. Kelayan memberikan perhatian P : Post Jatuh mengatakan kakinya sakit dan jika 2. DO : Pasien bisa menunjukkan .30 WIB 1. untuk mengurangi nyeri. ekspresi tampak menahan anjurkan tekhnik relaksasi nafas dalam nyeri. Menumbuhkan sikap saling percaya dan  S : Kelayan mengatakan masih nyeri nyeri dan kesemutan. Melakukan pengkajian terkait dengan Q : Senut-senut dibuat berjalan gemeteran karena masalah nyeri kelayan R : Kaki kanan menumpu badannya. KU baik. Catatan Perkembangan DIAGNOSA KEPERAWATAN IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF Nyeri akut ditandai dengan : Selasa. Memulai kegiatan dengan pendekatan  S : kelayan mengatakan masih ingat dengan 33 . Mengukur Vital Sign Kelayan S : 6 (1-10) mengatakan bagian kaki yang sakit 4. 18/9/2013 pukul 12. CM mulai sejak 8 bulan yang lalu. Nyeri yang dirasakan . TD : 130 / 80mmHg bagian yang sakit dan mengatakan . Melakukan kontrak pertemuan T : Hilang timbul yaitu mulai dari lutut sammpai selanjutnya O: telapak kaki. N : 72 x/ mnt P : sakit. Kelayan tampak memegang kaki yang Dirasakan setiap waktu nyeri.00 WIB Selasa. D.00 WIB Rabu. 17 /9/2013 pukul 09. .

TD : 180/ 90 mmHg .30 WIB 1. Memulai kegiatan dengan pendekatan  S : kelayan mengatakan nyeri sudah yang baik berkurang 34 . 19/9/2013 pukul 12. Kamis. 3. N : 80 x/mnt  A : masalah nyeri teratasi sebagian  P : lanjutkan intervensi untuk kolaborasi pemberian analgetik. kelayan menunjukkan 7. Mengingatkan kontrak pertemuan dengan informasi yang diberikan. Mengukur Vital Sign R : Kaki kanan 5.  O : kelayan memperhatikan penjelasan 6. Mengkaji nyeri secara komprehensif P : Post Jatuh (PQRST) Q : Senut-senut 4. Mengajarkan dan menganjurkan S : 5 (1-10) tekhnik relaksasi nafas dalam jika nyeri T : Hilang timbul timbul. Kelayan sebelumnya mengatakan nyeri sudah berkurang. 19/9/2013 pukul 10. kelayan tampak kelayan mempraktekkan tekhnik relaksasi nafas dalam. Mengevaluasi pemahaman kelayan dengan kooperatif.30 WIB Kamis. kelayan mengatakan paham 2. yang baik kontrak waktu. Mendukung dan puji kemampuan wajah paham. .

17 /9/2013 pukul 09. Memberikan analgetik O: .30 WIB DS : Kelayan merasa kaki kanan 1. TD : 150/90 mmHg . 17 /9/2013 jam 13. 2. KU baik. Mengingatkan kontrak pertemuan P : Post Jatuh sebelumnya Q : Senut-senut 3. Resiko jatuh ditandai dengan : Selasa.Kelayan merasa kaki kanan lemes 35 . N : 64 x/ mnt  A : masalah nyeri teratasi sebagian  P : Motivasi kelayan untuk melakukan tekhnik relaksasi nafas dalam jika nyeri timbul dan minum obat secara teratur. Kelayan : anjurkan untuk tekhnik relaksasi nafas dalam jika nyeri timbul dan minum obat secara teratur 2.00 WIB Selasa. Menumbuhkan sikap saling percaya S: . Pramurukti : mengingatkan kelayan untuk minum obat. Mengukur Vital Sign T : Hilang timbul 5. CM . Rencana tindak lanjut: 1. Mengkaji nyeri secara komprehensif R : Kaki kanan (PQRST) S : 4 (1-10) 4.

Memberikan pujian kepada Ny. A mengatakan kalau sudah tua itu mengenai perubahan fisik pada lanjut tenaga semakin berkurang. O: 36 . badan jadi usia serta akibat dari perubahan fisik lemah. A mengatakan hari ini sehat dan .Penurunan kekuatan ekstremitas bawah FR Test didapatkan nilai 4 inchi . Mengkaji pengetahuan Ny.Usia 80 tahun status mental. 18 / 9 / 2013 Rabu.Penurunan status mental menurun. Amengatakan senang di beri . susah berjalan. Ny.Ny. Menanyakan perasaan kelayan hari ini senang . Melakukan pengkajian terkait dengan . Penurunan kekuatan masalah Resiko Jatuh kelayan . Hasil pengkajian dengan selanjutnya . Ny. pandangan kabur tersebut .Penglihatan menurun artinya kelayan dikatakan Hasil pengkajian dengan FR Test didapatkan mengalami resiko jatuh nilai 4 inchi artinya kelayan dikatakan mengalami resiko jatuh A : Resiko jatuh belum teratasi P : Lanjutkan intervensi Rabu.Penggunaan alat bantu (walker) ekstremitas bawah. Penurunan 2. 18 / 9 / 2013 jam 12. Aatas informasi apa yang disampaikannya.lemes dan memberikan perhatian O: DO : Usia 80 tahun.30 WIB Jam 08. Penglihatan 3.00 S : . Melakukan kontrak pertemuan . A .

30 WIB Jam 07. Ny. Bersama dengan Ny. A merasa senang hari ini . Memberikan penjelasan kepada Ny. Meminta Ny.Jam 08. Ny. S jam 09.A tentang kontrak kalau di pakai berjalan sebelumnya .25 . Menanyakan kondisi serta perasaan .00 S: . 19 / 9 / 2013 jam 13. A mengatakan hari ini sehat dan Ny. Mengingatkan Ny.W mengatakan kakinya terasa pegel .15 . Mengakhiri kegiatan Menyepakati kontrak pertemuan selanjutnya dan topik yang akan di perbincangkan Kamis. A menyepakati . 19 / 9 / 2013 Kamis. A untuk mengulang A : Masalah Resiko Jatuh hari ini tidak penjelasan yang didengarkan barusan terjadi . Memberikan pujian atas penjelasan P: Lanjutkan Intervensi dari Ny. A kontrak pertemuan selanjutnya di hari mengenai perubahan pada lanjut usia Kamis tanggal 19 September 2013 serta akibat dari perubahan tersebut dengan topik cara pencegahan jatuh . Ny. A mengatakan akan mencoba cara yang telah di ajarkan 37 .

30 . Mengkaji faktor-faktor yang . A apakah penjelasan bisa dilanjutkan kembali jam 12. Ny. Ny. A apakah paham dengan penjelasan . konsep dasar Jatuh pencegahan jatuh . Mengkaji pengetahuan Ny. Menjelaskan kepada Ny. penyebab jatuh P : Pertahankan intervensi . A mengenai cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah jatuh . meminta Ny. A . A mengenai terjadi dan kelayan sudah tahu cara . A tersenyum ceria . A mengangguk paham Jam 11. menanyakan Ny. A apakah paham dengan penjelasan barusan . Ny. akibat dari jatuh Untuk terus memotivasi kelayan . A untuk mengulang 38 .Jam 11. menjelaskan kepada Ny.30 A : Masalah Resiko Jatuh hari ini tidak . A nampak sehat mengenai cara pencegahan jatuh . A jatuh berulang . menanyakan Ny. menanyakan Ny. Ny.00 O: . A memperhatikan penjelasan menyebabkan Ny.

. kembali penjelasan tadi . . pola tidur kelayan. 20 Mengakhiri kegiatan Gangguan pola tidur Lkselasa. memberikan pujian kepada Ny. CM 2. enganjurkan makan yang cukup satu jam sebelum tidur. melakukan persiapan untuk tidur malam . P:  A : Masalah gangguan pola tidur teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi : menganjurkan mandi air hangat. karakteristik O: dan penyebab kurang tidur. .15  S : Kelayan mengatakan masih susah tidur 1. 39 . tidak seperti pada jam 9 malam sesuai dengan sayu. 17/9/2013 Selasa. N : 72 x/ mnt . 17 /9/2013 Pukul 12. 2.30 WIB Jam 08. 3. A Jam 13. Kelayan tampak cukup segar. TD : 130 / 80mmHg 3. menganjurkan mandi air hangat. Melakukan pengkajian masalah dan terkadang tiba-tiba terbangun gangguan tidur kelayan. KU baik.

Memberikan Keadaan tempat tidur yang nyaman. 2. penjelasan dengan kooperatif.30 WIB Jam 11. menigkatkan aktivitas sehari – hari dan aktivitas sebelum tidur kurangi aktivitas sebellum tidur. 18/9/2013 pukul 12. bersih dan bantal yang nyaman. 56.00  S : kelayan mengatakan sudah mengurangi 1. Memberikan Keadaan tempat tidur yang . bersih dan bantal yang nyaman. O: 40 . Kamis.00  S : kelayan mengatakan bisa tidur karena 4. tidak dilakukan satu jam sebelum tidur 56. 19/9/2013 pukul 12. 1.30 WIB Jam 13. 7. Namun makan jam sebelum tidur. O : kelayan memperhatikan nyaman. 56. 2. TD : 140/ 90 mmHg N : 80 x/mnt  A : masalah nyeri teratasi sebagian P : lanjutkan intervensi Menganjurkan makan yang cukup satu jam sebelum tidur. Menganjurkan makan yang cukup satu tempat bersih dan nyaman. Memberikan Keadaan tempat tidur yang nyaman. 19 September 2013 Kamis. bersih dan bantal yang nyaman Rabu. 18 September 2013 Rabu.

Pengetahuan kesehatan : jadwal tidur .30 WIB Jam 08. CM berikan perhatian . anjurkan untuk menigkatkan aktivitas sehari – hari dan kurangi aktivitas sebellum tidur.Tumbuhkan sikap saling percaya dan . KU baik.mengGali permasalahan tentang demensia O: 3. dan latihan relaksasi. TD : 150/90 mmHg relaksasi. 17 september 2013 Selasa. N : 64 x/ mnt  A : masalah nyeri teratasi sebagian  P : lanjutkan intervensi Rencana tindak lanjut: 1.30  S : Kelayan mengatakan masih bingung 1. CM mengurangi stress . cemas . 17 /9/2013 Pukul 12.melakukan BHSP dengan kelayan tentang demensia 2. N : 72 x/ mnt P : 41 . Kerusakan memori Selasa . TD : 130 / 80mmHg. dan latihan . 2. KU baik. 2. Kelayan tampak kebingunan saat diajak ngobrol . tingkatkan Pengetahuan kesehatan : jadwal tidur mengurangi stress . . cemas .

20x/m A : Masalah Kerusakan memori belum teratasi P : Lanjutkan intervensi : Dukung dan puji kemampuan kelayan Anjurkan kelayan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada Rabu. Diskusikan dengan kelayan tentang : Menganjurkan kelayan untuk memanfaatkan 42 .30 WIB  S : kelayan mengatakan masih ingat dengan kontrak waktu. TD : 130/ 90 mmHg Jam 8. Rabu. kelayan mengatakan paham dengan informasi yang diberikan. Pilih strategi pembelajaran (diskusi.  A : masalah teratasi sebagian demonstrasi) P : lanjutkan intervensi 2. 18/9/2013 pukul 12.30 .  O : kelayan memperhatikan penjelasan dengan kooperatif. N : 80 x/mnt 1. kelayan menunjukkan wajah paham. 18 september 2013 . kelayan tampak mempraktekkan tekhnik senam otak dalam.

pengertian demensia fasilitas kesehatan yang ada b. N : 64 x/ mnt memori sering terjadi seiring proses  A : masalah teratasi sebagian penuaan  P : lanjutkan intervensi Motivasi kelayan untuk melakukan senam otak Tabel 6. a.Dukung dan puji kemampuan kelayan 4. 19 september 2013 Kamis. 19/9/2013 pukul 12.30 WIB Jam 8.Bantu pelatihan orientasi dengan O: menanyakan kembali data pribadi dan .Anjurkan kelayan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada Kamis .30  S : kelayan mengatakan mau melaksanakan 1.Jelaskan pada kelayan bahwa kehilangan . KU baik. TD : 130/90 mmHg 3.Ajarkan brain gym pada kelayan senam otak 2. hari dan tahun .penyebab demensia 3. CM tanggal. Catatan Perkembangan 43 .

44 .

Melanjutkan pelaksanaan teknik relaksasi untuk mengurangi nyeri dan kebutuhan tidur pada lansia di wisma Bougenvil . Memotivasi lansia untuk aktif dalam kegiatan sehari sehari di PSTW c. Bagi PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur a. Setelah diberikan intervensi keperawatan pada Ny. Pada masalah keperawatan nyeri akut menganjurkan kepada kelayan untuk selalu menggunakan teknik relaksasi pernafasan jika nyeri dan mengkonsumsi obat teratur.A mengalami kemajuan dalam penanganan masalah kesehatan yang dialami diantaranya kelayan mengatakan nyeri berkurang dari 6 menjadi 4. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil pengkajian didapatkan masalah yang dialami Ny. Menganjurkan kepada pengasuh PSTW agar memotivasi dan memberikan terapi relaksai secara rutin kepada kelayan. penerangan cukup dan lantai tidak licin. gangguan pola tidur dan kerusakan memori. Mengkaji secara rutin menggunakan metode SPMSQ untuk mengetahui tingkat intelektual lansia 2. resiko jatuh. SARAN 1. BAB IV PENUTUP A. gangguan pola tidur dan kerusakan memori. Menganjurkan kepada pengasuh PSTW agar ruangan wisma tetap bersih. resiko jatuh. Memotivasi lansia untuk meningkatkan membaca 45 . 2. b. RENCANA TINDAK LANJUT 1. Bagi tenaga kesehatan a. Mengajarkan kompres hangat mengatasi nyeri c. C. A adalah nyeri akut. Mengkaji secara rutin pada lansia dengan postural hipotensi untuk mengetahui resiko jatuh d. Pada masalah keperawatan resiko jatuh menganjurkan kelayan untuk hati-hati dalam beraktivitas. B. dan kelayan mengatakan bisa tidur. Masalah yang teratasi sebagian yaitu nyeri akut. Memotivasi lansia untuk Melaksanakan kegiatan teknik relaksasi pada seluruh lansia yang mengalami nyeri susah tidur di semua instansi b.

3. Diharapkan lansia berperan aktif dalam kegiatan sehari-hari di PTSW 46 . Bagi lansia Diharapkan dapat meningkatkan penggunaan teknik relaksasi untuk mengatasi keluhan susah tidur dan nyeri.

47 . 2011. Romli Ainul. Marliani. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2012-2014. Jakarta : PT Buana Ilmu Komputer. Buku Kedokteran EGC. Pencegahan. Ampuhnya Terapi Herbal Berantas Berbagai Penyakit Berat. Jakarta NANDA. Menaklukkan Hipertensi & Diabetes. Yogyakarta Wahdah. Sayur + Buah = Sehat. 2007. 2011. 2010. 2010. Tantan. Dan Pengobatan. Buku Panduan Pendidikan Profesi Ners. Yogyakarta : Najah. Nancy. Jakarta: Gramedia Pustaka uatama. Judith. Sunita. 2006.Yogyakarta :Multipress. (2012). Tuhana Taufik. 2011. Hipertensi :Pengenalan. Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 9. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Nurul. Lili dan S. 100 Questions & Answers Hipertensi. Yogyakarta : Pionir Media. Almatsier. Stikes’ Aisyiyah. 2012. Iskandar. DAFTAR PUSTAKA Andrianto. Jakarta : PT Alex Media Komputindo. Buku Kedokteran EGC. Junaidi. Jakarta Tim Profesi. H. Kusumo.