Ratih Pratiwi - NPM 5512221003 - A1

Kasus 1: Kalkulasi Biaya Tradisional, ABC dan JIT
No. 1
Diketahui:

Data Akuntansi Perusahaan

Keterangan Produk A Produk B Total
Unit yg diproduksi 200 unit 100 unit

Biaya utama Rp 600 Rp 400

Aktivitas Aktivitas Aktivitas Total
Biaya Overhead
Biaya pemeliharaan mesin 400 jam 100 jam Rp 500
Biaya penanganan bahan 400 jam 200 jam Rp 600
Biaya persiapan mesin 200 jam 100 jam Rp 900
TOTAL Rp 2,000

Keterangan:
Model Traditional Costing, didasarkan tarif biaya overhead adalah jam mesin

Ditanya:
Kalkulasi Biaya Per unit Produk

Jawaban:
Kalkulasi Biaya Tradisional
Keterangan Produk A Produk B
Biaya utama Rp 600 Rp 400
Biaya overhead pabrik *) Rp 1,600 Rp 400
Total Rp 2,200 Rp 800
Unit yg diproduksi 200 100
Biaya per unit Rp 11 Rp 8

Keterangan tabel *)

Total biaya overhead Rp 2,000
Total jam mesin 500
Tarif BOP Rp 4

Jumlah Jam BOP yang
Keterangan Mesin Tarif BOP dibebankan
1 2 3=1x2
Produk A 400 Rp 4 Rp 1,600
Produk B 100 Rp 4 Rp 400

Ratih Pratiwi - NPM 5512221003 - A1

No. 2
Kalkulasi Biaya Berdasarkan Aktivitas (Activity Based Costing)

Keterangan Produk A Produk B
Biaya utama Rp 600 Rp 400
Biaya overhead pabrik *)
Biaya pemeliharaan mesin Rp 400 Rp 100
Biaya penanganan bahan Rp 400 Rp 200
Biaya persiapan mesin Rp 600 Rp 300
Total Rp 2,000 Rp 1,000
Unit yg diproduksi 200 100
Biaya per unit Rp 10 Rp 10

Keterangan tabel *)
Jumlah jam (produk
Aktivitas Total biaya A+produk B) Tarif BOP / jam
1 2 3=1:2
Biaya pemeliharaan mesin Rp 500 500 Rp 1
Biaya penanganan bahan Rp 600 600 Rp 1
Biaya persiapan mesin Rp 900 300 Rp 3

Jumlah Jam BOP yang
Aktivitas Mesin Tarif BOP dibebankan
1 2 3=1x2
Produk A
Biaya pemeliharaan mesin 400 Rp 1 Rp 400
Biaya penanganan bahan 400 Rp 1 Rp 400
Biaya persiapan mesin 200 Rp 3 Rp 600

Produk B
Biaya pemeliharaan mesin 100 Rp 1 Rp 100
Biaya penanganan bahan 200 Rp 1 Rp 200
Biaya persiapan mesin 100 Rp 3 Rp 300

No. 3
Kalkulasi Biaya Berdasarkan Just In Time (JIT) atau Tepat Waktu

Keterangan Produk A Produk B
Biaya utama Rp 600 Rp 400

Ratih Pratiwi .NPM 5512221003 .A1 Biaya overhead pabrik *) Rp 1.100 Unit yg diproduksi 200 100 Biaya per unit Rp 10 Rp 11 Keterangan tabel *) Pemeliharaan Penanganan Persiapan Mesin TOTAL Keterangan Mesin Mesin (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Sel 1 300 400 600 1300 Sel 2 200 200 300 700 Jumlah 500 600 900 2000 Kalkulasi Biaya Per Unit Produk berdasarkan : Metode Produk A Produk B Traditional Costing 11 8 Activity Based Costing 10 10 JIT 10 11 Kesimpulan : Biaya per unit sistem produksi JIT paling akurat bagi manajemen perusahaan karena semua biaya dapat ditelusuri langsung ke masing masing produk .300 Rp 700 Total Rp 1.900 Rp 1.

Menggunakan ukuran aktivitas yang dipilih dipoin 2 diatas maka tentukan biaya overhead pabrik tetap dan variabel dengan menggunakan metode kuadrat terkecil.400 1. Jika produk tersebut dijual dengan harga Rp 4 per unit.050 1.500 jam mesin pada aktual output 1.150 1. berapa besarnya laba bersih atau earning after tax perusahaan? .300 Februari 3.540 Desember 3. 2. aktual kapasitas 1.NPM 5512221003 . Ratih Pratiwi .170 September 3.250 1.150 1.400 April 3. Jika diketahui biaya utama (prime cost) perusahaan sebesar Rp 2 per unit output.500 Nopember 3.150 Maret 3.000 1. 5.140 2.10 per unit.100 1.320 2.040 2. Identifikasikan manakah dari kedua ukuran aktivitas yang sebaiknya digunakan sebagai dasar untuk mengestimasikan biaya overhead pabrik yang diperbolehkan. 3.100 1.080 2.200 2.200 1.060 2.260 Oktober 3.450 Ditanya : 1. 4. diperhitungkan bunga Rp 50.A1 Kasus 2: Perilaku Biaya PT ABC Diketahui : BOP (Rp) Jam TKL Jam Mesin Bulan Januari 3.300 2.060 2.600 1. dan pajak perseroan 20%.160 2. yang terdiri dari biaya bahan langsung Rp 0. berapa total biaya produksi per unit output.220 2.160 Juni 3.500 1.000 unit.240 2.240 Juli 3.000 1.250 Mei 3.100 2. biaya pemasaran 10% dari nilai penjualan dan biaya administrasi 5% dari nilai penjualan. Hitung koefisien korelasi dan koefisien determinasi biaya overhead pabrik masing-masing dari kedua ukuran aktivitas.90 dan biaya tenaga kerja langsung Rp 1.180 Agustus 3.

600 419.400 36.600 160 392 25.400 3.000 -60 -208 3.403 0 Oktober 3.000 -20 -208 400 43.400 11. cara 1 : Koefisien Korelasi.200 2.736 8667 Juli 3.000 1.600 69 -500 April 3.500 140 292 19. Ratih Pratiwi .400 80 192 6.220 2.736 15333 ∑= 37.150 0 -58 .500 0 0 101.NPM 5512221003 .040 2.060 2.069 15833 Juni 3.600 153.A1 Jawab : NO 1.403 62667 Desember 3.200 60 -8 3.050 -100 -158 10.069 40833 Nopember 3.600 85.920 26.160 2.150 -120 -58 14.600 11.100 -80 -108 6.080 2.600 43.736 -4333 Februari 3.250 -100 42 10. 3.300 2.403 7000 Agustus 3.403 12500 Mei 3.160 2.320 2.140 2.167 158000 rata rata 3.100 2.060 2.000 25. ukuran aktivitas berdasarkan Jam TKL BOP (Rp) Jam TKL Bulan y=Y-Y x=X-X y² x² xy (Y) (X) Januari 3.403 4167 Maret 3.100 40 -108 1.736 -4167 September 3.208 r= ∑xy √ ∑ x² √ ∑y² r = 158000 .240 2.

180 -120 -120 14.600 211.600 38.000 Juni 3.260 0 -40 .600 .540 160 240 25. - Februari 3.600 rata rata 3.400 60 100 3.A1 √419167 √101600 r = 0.500 12.170 -100 -130 10.140 1.060 1.320 1.400 22.000 September 3.100 1.NPM 5512221003 .000 April 3.000 ∑= 37.5929 0.3 % disebabkan faktor lain .160 -100 -140 10.060 1.600 2.000 Maret 3.8649 Dari perhitungan di atas sebaiknya perusahaan menggunakan dasar untuk mengestimasi BOP berdasarkan Jam Mesin ( r = 0.600 - Oktober 3.77 *) Koefisien korelasi antara aktivitas berdasarkaan Jam TKL dan BOP sebesar 0.400 14.600 14.900 13.220 1. Ratih Pratiwi .200 136.800 Juli 3. ukuran aktivitas berdasarkan Jam Mesin Cara 1 : BOP (Rp) Jam Mesin Bulan (Y) (X) y=Y-Y x=X-X y² x² xy Januari 3.300 40 0 1.250 -60 -50 3. 2 Koefisien Korelasi dan Determinasi BOP berdasarkan aktivitas : Jam TKL Jam Mesin Jam TKL Jam Mesin r= 0. 1.500 3.600 10. maka BOP meningkat Koefisien Korelasi.600 57.600 40.400 3.240 -80 -60 6.000 Mei 3.000 6. r² = 0.93 r ²= 0.500 3.93 .400 14.080 1. menunjukan bahwa apabila aktivitas meningkat.300 r= ∑xy √ ∑ x² √ ∑y² r = 136600 √211200 √101600 r = 0.77.77 0.300 1.200 1.150 -20 -150 400 22.000 Nopember 3.160 1.000 28.240 1. sisanya 1. estimasi biayanya lebih akurat.8649).000 16.600 4.920 15.500 140 200 19.600 0 0 101.000 19.450 80 150 6.040 1.160 1.400 Desember 3.400 Agustus 3. hal ini menunjukan bahwa hubungan x dan y sangat kuat dan positif.93 NO.

920 15.600 rata rata 3.900 13.600 0 0 101.9 Biaya TKL 1.450 80 150 6.000 Nopember 3.000 Juni 3. 5 Perhitungan Rugi Laba Keterangan (Rp) Sales 4 1000 4000 AVC 2.400 14.500 12. Ratih Pratiwi .250 -60 -50 3.400 14.000 Mei 3.1 BOP 0.600 - Oktober 3.600 14.65 1000 2650 CM kotor 1350 .600 38.040 1.600 57.540 160 240 25.400 Agustus 3.65 Total 2.200 1.000 28.000 ∑= 37.5929 NO.65 NO.160 1.060 1.NPM 5512221003 .65) (1300) = 2315 ---.200 136.150 -20 -150 400 22.77.400 Desember 3.000 Maret 3.500 3.600 211.300 40 0 1.TFC b = ∑XY 0.500 140 200 19.300 Ý = a +bx 3160 = a + (0. 1.320 1.600 2.400 3.180 -120 -120 14.160 1.240 -80 -60 6.170 -100 -130 10.600 4.100 1.500 3.000 September 3.060 1.65 ----.600 .260 0 -40 .000 19.140 1. r² = 0.220 1.300 1.000 April 3.080 1.000 6.800 Juli 3.000 16.400 22.3 BOP Tetap dan Variabel menggunakan metode kuadrat terkecil (Least Square Method) BOP (Rp) Jam Mesin Bulan (Y) (X) y=Y-Y x=X-X y² x² xy Januari 3.400 60 100 3. - Februari 3.600 40. 4 Struktur Biaya Keterangan Tarif Biaya bahan langsung 0.6467803 ∑X² = 0.160 -100 -140 10.A1 Sedangkan estimasi berdasarkan Jam TKL nilainya lebih kecil yaitu r = 0.600 10.AVC NO.240 1.

NPM 5512221003 .A1 AE 5% 4000 200 ME 10% 4000 400 CM 750 TFC 2315 EBIT -1565 Interest 50 -1615 Tax 20% -323 EAT -1292 . Ratih Pratiwi .

400 6.622.160 2.000 6.(∑ Y)² r = 12 (83898000) .000 Juli 3.890.140 2.240.320 2.250 9.600 5.250.600 4.084.760.000.000 ∑= 37.000.040 2.150 9.000 April 3.240 2.000 rata rata 3.000 9.940.220 2.600 5.022.800 58.280.A1 Cara 2 Koefisien Korelasi.(37920) (26500) .500 6.200 2.400 10.208 r= ∑XY .000 Oktober 3.000 6.200.000 Agustus 3.000 4.720.000 Februari 3.400 4. Ratih Pratiwi .610.NPM 5512221003 .000 9.000 8.050 9.160 2.600 4.898.300 2.920 26.500 119.859.000 7.000 Juni 3.410.241.000 83.100 2.500 6.497.500 6.928.150 9.000 Maret 3.600 4.985.600 4.250.∑X ∑Y √ ∑ X² .000 Desember 3.000 6.062. ukuran aktivitas berdasarkan Jam TKL BOP (Rp) (Y) Jam TKL (X) Bulan Y² X² XY Januari 3.273.500 10.060 2.200 10.202.600 11.486.885.776.632.(∑ X)² √ ∑ Y² .000 8.622.536.468.000 Mei 3.100 10.363.100 9.500 6.000 Nopember 3.363.410.000 September 3.000 6.760.368.000 6.840.000 4.060 2.400 4.080 2.000 7.794.

549.000 Maret 3.320 1.981.040 1.77 Koefisien Korelasi.250.240 1.(∑ Y)² r = 12 (49432600) .392.400 3.698.508.022.371.600 Oktober 3.000 April 3.600 1.537.150 9.500 3.432.180 9.300 r= ∑XY .241.600 2.450 10.200 Agustus 3.93 .102.300 10.000 Mei 3.400 1.100 1.260 9.000 4.600 3.363.345.985.363.A1 √ 12 (119928800) . ukuran aktivitas berdasarkan Jam Mesin Cara 2 : BOP (Rp) (Y) Jam Mesin (X) Bulan Y² X² XY Januari 3.140 1.000 Februari 3.200 Juli 3.920 15.950.600 5.322.170 9.000 1.160 1.160.600 1.(37920)² √12(58940000) .220 1.080 1.600 1.000 2.200 1.800 Desember 3.160 9.497.580.300 1.928.000 Nopember 3.562.000 4.060 1.(∑ X)² √ ∑ Y² .800 20.491.250 9.600 Juni 3.∑X ∑Y √ ∑ X² .112.610.540 11.600 1.600 119.(15600)² = 0.690.600 3.890.900 3.400 1.400 2.486.240.160 1. Ratih Pratiwi .600 3.(37920)² √12 (20491200) .500 4.200 September 3.587.000 1.960.200 49.400 10.(37920) (15600) √ 12 (119928800) .875.000 ∑= 37.500 10.000 4.NPM 5512221003 .600 rata rata 3.500 3.600 1.859.587.368.819.611.240 9.368.060 1.(26500)² = 0.

18 NO.8 PERHITUNGAN PENYIMPANGAN HARGA BAHAN BAKU HARGA VARIAN TOTAL HARGA BB BELI (UNIT) AKTUAL HARGA VARIAN STANDAR (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 1 2 3 4=2-3 5=1X4 A 2000 43 44 -1 -2000 .548 >>> nilai HPP lebih Rp. 2 dit : ANALISIS VARIAN BIAYA PRODUKSI KALKULASI BIAYA STANDAR KUANTITAS HARGA TOTAL BIAYA PER BB STANDAR STANDAR (Rp) BIAYA (Rp) UNIT(Rp) (UNIT) A 55 43 2365 B 44 35 1540 C 11 25 275 Jumlah 110 4180 Biaya per unit total berdasarkan input 110 unit 38 Biaya per unit total berdasarkan input 100 unit 41.610 BOP Variabel 8.490 Biaya produksi variabel costing 267.715 Persediaan 234 ton : Biaya produksi absorption costing / output riil X persediaan (278715 / 3234 X 234) 20.A1 KASUS PT JAKARTA RAYA NO.NPM 5512221003 . 258. 1 Dit : Apakah harga pokok penjualan Rp.700 Material C 440 24 10.280 Material B 1100 37 40.95 125.075 Biaya produksi absorption costing 278.640 BOP Tetap 11.530 diperhitungkan secara biaya standar / aktual ? Keterangan (Rp) (Rp) Material A 1870 44 82.540 Upah buruh 15800 7.560 Jumlah biaya material 133. Ratih Pratiwi .167 Harga pokok penjualan 3000 ton 258.

20 *) Nilai penyimpangan sebesar Rp 5601. Jakarta Raya Standar output = (3410/110 x 100) 3100 unit Aktual output 3234 unit Penyimpangan (menguntungkan) 134 unit Nilai penyimpangan = 134 x Rp.NPM 5512221003 . 20 artinya menguntungkan perusahaan karena aktual output yg dihasilkan lebih besar dibanding standar outputnya Perhitungan Penyimpangan Bahan Baku pada PT.2 Penyimpangan bauran bahan baku -330 Jumlah penyimpangan bahan baku 1371.5 118500 .A1 B 1200 35 37 -2 -2400 C 500 25 24 1 500 Jumlah Penyimpangan harga bahan baku -3900 *) jumlah penyimpangan harga bahan baku sebesar -3900 artinya tidak menguntungkan atau unfavorable PERHITUNGAN PENYIMPANGAN BAURAN BAHAN BAKU (MATERIAL MIX VARIANCE) STANDAR QUANTITAS DIGUNAKAN VARIAN HARGA TOTAL BB BERDASAR STANDAR QUANTITAS OUTPUT *) QUANTITAS STANDAR VARIAN (Rp) 1 2 3=2-1 4 5=3x4 A 1870 1705 -165 43 -7095 B 1100 1364 264 35 9240 C 440 341 -99 25 -2475 3410 Jumlah varian bauran bahan baku -330 *) Keterangan : JUMLAH JUMLAH STANDAR KUANTITAS KUANTITAS QUANTITAS YG QUANTITAS STANDAR DIGUNAKAN 55 110 3410 1705 44 110 3410 1364 11 110 3410 341 Perhitungan Penyimpangan Hasil Bahan Baku (Materail Yield Variance) pada PT.601. 41. Jakarta Raya Keterangan Rp Penyimpangan harga pembelian bahan baku -3900 Penyimpangan hasil bahan baku 5601.95 125610 Jam aktual x tarif standar 15800 7.80 Rp5.2 PERHITUNGAN VARIAN TARIF UPAH BURUH Keterangan jumlah jam tarif Rp Upah buruh yang dibayarkan 15800 7. Ratih Pratiwi .

Jakarta Raya tidak menguntungkan sebesar 4335 PERHITUNGAN VARIAN OVERHEAD PABRIK PENYIMPANGAN BOP Keterangan Rp Biaya yg diperhitungkan secara akuntansi *) 19565 Biaya yg dibebankan ke proses produksi **) 20212.25 Rp 1. maka penyimpangan efisiensi upah tidak menguntungkan PERHITUNGAN VARIAN HASIL UPAH BURUH Keterangan jumlah jam tarif Rp Jam aktual x tarif standar 15500 7.NPM 5512221003 . Ratih Pratiwi .5 Keterangan *) 19565 = TFC + VC = 11075 + 8490 **) 20212.5 = 3234 unit x 5 jam x Rp 1.4/110) x 100 x 5 jam PERHITUNGAN VARIAN HASIL UPAH BURUH Keterangan Rp Penyimpangan tarif -7110 Penyimpangan efisiensi -2250 Penyimpangan hasil upah 5025 Jumlah penyimpangan upah buruh -4335 Kesimpulan : varian hasil upah buruh PT.25 = (Rp 12375+ Rp 8250) / 16500 jam PENYIMPANGAN BOP (Penyimpangan Pengeluaran atau Spending Variance) Keterangan Rp Biaya Aktual 19565 .A1 Penyimpangan tarif upah (tidak menguntungkan) -7110 PERHITUNGAN VARIAN EFESIENSI UPAH BURUH Keterangan jumlah jam tarif Rp Jam aktual x tarif standar 15800 7.5 116250 Penyimpangan efisiensi upah (tidak menguntungkan) -2250 *) Jam standar : 15500 = (3410/110) x 100 x 5 jam **) 5 jam = 500 jam /100 ton Kesimpulan : Jam aktual lebih besar daripada jam standar.5 118500 Jam standar *) x tarif standar 15500 7.5 116250 Jam standar *) x tarif standar 16170 7.5 Penyimpangan bop 647.5 121275 Penyimpangan hasil upah (menguntungkan) 5025 *) Jam standar : 16170 = (3557.

5 KESIMPULAN : .25 19750 Kapasitas standar x tarif standar 15500 1.25 19375 Penyimpangan efisiensi (tidak menguntungkan) -375 PERHITUNGAN VARIAN HASIL BOP Keterangan Rp Jam standar berdasar output yg diharapkan x tarif standar 15500 1.25 19375 Jam standar berdasar output aktual x tarif standar 16170 1. Ratih Pratiwi .5 Penyimpangan efisiensi (menguntungkan) 837.A1 Dianggarkan : VC *) 15800 0.25 19750 Penyimpangan kapasitas (tidak menguntungkan) -525 PENYIMPANGAN BOP (Penyimpangan Efisiensi atau Efficiency Variance) Keterangan Rp Kapasitas aktual x tarif standar 15800 1.5 7900 Dianggarkan FC 12375 20275 Kapasitas aktual x tarif standar 15800 1.5 Jumlah varian BOP 647.5 = 8250/16500 jam PENYIMPANGAN BOP (Penyimpangan Kapasitas atau Capacity Variance) Keterangan Rp VC 15800 0.25 20212.NPM 5512221003 .5 PERHITUNGAN VARIAN HASIL BOP Keterangan Rp Penyimpangan pengeluaran 710 Penyimpangan kapasitas -525 Penyimpangan efisiensi -375 Penyimpangan hasil BOP 837.5 7900 FC 12375 20275 Penyimpangan pengeluaran (menguntungkan) 710 *) 0.

selebihnya adalah tanggung jawab bagian produksi Varian biaya produksi dibebankan ke COGS / Income Statement sebagai pendapatan atau beban lain-lain . Ratih Pratiwi .A1 PERHITUNGAN TOTAL VARIAN BIAYA PRODUKSI Keterangan Rp Jumlah penyimpangan bahan baku 1371.5 Jumlah (tidak menguntungkan) -2316.NPM 5512221003 .3 Bagian pembelian bertanggungjawab untuk penyimpangan harga pembelian bahan baku.2 Jumlah penyimpangan upah buruh -4335 Jumlah varian BOP 647.

NPM 5512221003 . ROE.530 Laba kotor Rp 191.03% Pajak (20% x 63153) Rp 12.20) sebesar Rp 96612 No.000 Biaya administrasi Rp 30.000 8.153 14.00% Laba sebelum pajak Rp 63.000 atau Rp 19322 / 0.Rp 300.20 = 20% Nilai perusahaan = NOPAT / biaya modal rata rata tertimbang (79322/0.23% NOPAT = 99153 (1-T) Rp 79.317) Laba sebelum bunga dan pajak Rp 99.371 Upah buruh Rp (4.03% Beban bunga (20% x 180000) Rp 36.09 % ROA = Laba bersih / Total Assets = 50522 / 380000 = 13.30 % .26(120000/300000) = 0.470 Varian : BB Rp 1.522 11.322 Keterangan : Biaya modal sendiri = Rf + (Rm-Rf) β = 18% + (22%-18%) 2 = 26 % Biaya modal rata rata tertimbang = k = [kb(1-T) (B/V)] + ks (S/V) [0.81% Laba bersih Rp 50.20) ( 180000/300000)] + 0.335) BOP Rp 647 Jumlah varian Rp (2. Ratih Pratiwi .2*300000) Rp 60. Jakarta Raya Perhitungan Pusat Laba Keterangan Rp % Penjualan Rp 450.000 Laba residu Rp 19.2 (1-0.153 22.20 = Rp 396612) nilainya lebih besar daripada nilai assets Rp 300000 Jadi nilai perusahaan bertambah (Rp. 399612 . ROA.000 100% HPP Rp 258.000 Laba operasi Rp 101.470 Biaya pemasaran Rp 60. 4 dit : ROI.A1 No.631 2. Time interset Ratio ROI = Laba sebelum bunga dan pajak / Nilai investasi = 99153 / 380000 = 26.322 Biaya modal (0. 3 dit : besarnya laba residu dan going concern value PT.

490 Total biaya produksi variabel (direct costing) Rp 267.700 Material C 440 Rp 24 Rp 10.075 Jumlah biaya produksi fungsional (absorption costing) Rp 278. 6 Dit : Biaya per unit direct costing dan full costing secara aktual Unit input 3410 .A1 ROE = Laba bersih / Total Ekuitas = 50522 / 120000 = 42.75819) = Rp 3448. Ratih Pratiwi .36 No.560 Jumlah biaya material Rp 133.NPM 5512221003 . Dit : Order khusus sebesar Rp 200 unit dengan harga Rp100/ton Laba = 200 unit x (Rp 100-82.25x jadi.715 Unit yg diproduksi 3234 unit Biaya per unit direct costing (variabel costing) 82. 36 Order khusus tersebut sebaiknya diterima oleh manajemen karena. apa yg dilakukan manajemen berhubungan dengan harga pokok produksi Perputaran harta = Pendapatan / Aktiva = Rp 450000/380000 = 1.dengan tdk mempengaruhi biaya tetap. jika perusahaan rugi 10% Struktur Biaya Keterangan (3234 unit) VC TFC .Jakarta Raya kalah dengan pesaing NO.18 x Sedangkan perusahaan pesaing 1.10 % TIER = Laba sebelum bunga dan pajak / beban bunga = 99153 / 36000 = 2.610 Biaya overhead variabel Rp 8. 8 Dit : Nilai perusahaan. sehingga tambahan laba yang diterima sebesar Rp 3448.280 Material B 1100 Rp 37 Rp 40. 5 dit : apabila assets turn over 1.640 Biaya overhead tetap Rp 11. 7.75 x No.7581941868 Biaya per unit full costing (absorption costing) 86. PT. harganya berada di atas biaya per unit direct costing.1827458256 No. unit output 3234 Keterangan (Rp) (Rp) Material A 1870 Rp 44 Rp 82.25 x.540 Upah buruh 15800 Rp 8 Rp 125.

63 Rp - BOP tetap (Rp 11075 / 3234 = Rp 3.433.24 Keterangan (Rp) Sales 184. Menambah modal sendiri 3. Dit : Memperbaiki likuiditas Cara untuk memperbaiki likuiditas yaitu : 1.632.A1 Bahan baku 133540 Rp 41. ROE tinggi.075.4483x + 0.00 Rp 82.000. sebaiknya manajemen dapat meningkatkan laba bersih. Menambah hutang jangka panjang 2.30 TFC 101. dan DPS Rp 75 EPS = EAT / jumlah saham yg beredar EPS = Rp 50522 / 1000 lembar = Rp 50.075.00 AE Rp 30.76 Rp 101. leverage pesaing lebih kecil NO.10x 1-(82. EBIT pesaing lebih baik.10x = 101075 = 184332.075. Dit : Jika EPS pesaing Rp 90.76/150) 0. Dit : Jika TIER pesaing 5x Perusahaan kalah dengan pesaing. sehingga nilainya akan tinggi pula DPS = Total dividen / Jumlah saham beredar DPS = Rp 20000/ 1000 lembar = Rp 20 Nilai DPS perusahaan kalah dengan pesaing . EPS tinggi. 10. 9.332.442. dividen tinggi dan nilai perusahaan tinggi.42) Rp 11.29 Rp - Upah buruh 125610 Rp 38. sahamnya akan diminati investor.0.70) NO. Ratih Pratiwi . Menjual sebagian asset 4.43 (18. Hutang jangka panjang dikonversi menjadi hutang jangka panjang/modal sendiri NO. 11.43 VC 101.52 Nilai EPS Perusahaan kalah dengan pesaing.00 Rugi 10 % x 184 332.000.700.43 Apabila rugi 10% dari target sales.84 Rp - BOP variabel 8490 Rp 2. maka sebesar Rp 18.00 Target sales = 101075 .13 CM 82.NPM 5512221003 .00 ME Rp 60.

kalah dengan pesaing Dilihat dari nilai tambah ekonomis manajemen sudah profesional.NPM 5512221003 . akan membayar bunga tinggi (3) ROI = laba operasi / laba sebelum bunga dan pajak = Rp 99153 / Rp 380000 = 26. ukuran normal 20%. Nilai perusahaan = NOPAT / biaya modal rata rata tertimbang = Rp 79322 / 0.52 = 11. solvabilitas aktivitas dan profitabilitasnya. 12.10.87 x PER Perusahaan kalah dengan pesaing NO. Jadi nilai perusahaan bertambah = Rp 96612 atauRp 19322/0. berada di bawah ukuran normal (5) ROE = laba bersih / modal sendiri = Rp 50522/ Rp 120000 = 42. 13. sedangkan pesaing 1. ukuran normal 45%.A1 NO.25x. namun harus diperbaiki likuiditas. maka likuiditas berada di bawah ukuran normal (2) Leverage = total hutang / total asests = (Rp 80000 + Rp 180000) / Rp 300000 = 68% Cukup beresiko. 100000 / Rp 80000 = 125%.30%. EVA perusahaan Rp 19322. lebih besar daripada nilai assets Rp 300000. . Dit : Profesionalisme manajemen : (1) Likuiditas = harta lancar / hutang lancar = Rp.11% Ukuran normal 35%. Dit : Jika PER pesaing 15x PER = Harga pasar saham / EPS PER = Rp 600 / Rp 50. maka berada di bawah ukuran (6) Assets turnover = Rp 450000/ Rp 380000 = 1.20 = Rp 396612. jadi kalah dengan pesaing Maka perusahaan harus meningkatkan pendapatan (7) EVA / nilai tambah ekonomi. Ratih Pratiwi . maka ROI berada di bawah ukuran normal (4) ROA = laba bersih / total assets = Rp 50522 / Rp 380000 = 13.20 EVA pesaing Rp 30000. ukuran normal 150%.18x.

36 .A1 besar Rp 3448.NPM 5512221003 . Ratih Pratiwi .

NPM 5512221003 .A1 ersih. ROE tinggi. Ratih Pratiwi . EPS tinggi. akan tinggi pula .

maka likuiditas erada di bawah ukuran normal aka berada di bawah ukuran gan pesaing auRp 19322/0. Ratih Pratiwi . solvabilitas .NPM 5512221003 .20 kuiditas.A1 150%.

8 7.2 Rp 5.2 6 4. 6 4 10 8 7 6 (Rp) Jumlah (Rp) 56 19 44. .000 19 Rp 11.000 Rp 200.27 Rp 400 Sales Rp 112.NPM 5512221003 .8 Rp 24.000 24 Rp 112.A1 No. . Jakarta Keterangan Divisi A Divisi B Divisi C Raya Sales unit 1000 750 500 Harga transfer Rp 112 Rp 388. 24 .100 Biaya tetap Rp 19.400 10.8 Pemasaran & Adm.103) Rp 50.800 Laba (rugi) Rp 37.600 44.000 56 Rp 33.203 Rp (121. Harga Pasar . 36 - Overhead pabrik (Rp) 10 15 10.000 Rp 291. 14 dik : Keterangan Divisi A Divisi B Divisi C VC FC VC FC VC FC Bahan langsung (Rp) 24 .000 Biaya transfer Rp 24. - Upah langsung (Rp) 16 .2 49 10.8]= 388.100 PT Jakarta Raya Perhitungan Rugi Laba. .500 49 Rp 114. Harga transfer 200% Variable Cost PT.000 750 500 Harga pasar (Rp) 100 200 400 dit : laba rugi dan besarnya bonus jawab : Perhitungan harga transfer Harga transfer berdasar 200% variable cost A ke B = 200% x 56 = 112 % X VC [%harga tranfer (unit input/sales uniT) (harga tranfer A ke B) + B ke C = [200% (1000/750)(112) +44.203 Rp 200.2VC divisi B ] PT Jakarta Raya Perhitungan Rugi Laba.000 Rp 291.000 Rp 134.400 15. Ratih Pratiwi .8 15.8 (Rp) Output (unit) 1.8 Rp 35.8 Jumlah (full cost) 75 60 59.203 0 Biaya variabel Rp 56.

000 Rp 100.400 15.000 0 Biaya variabel Rp 56.000 56 Rp 33.800 Laba (rugi) Rp 25.2 Rp 5.8 Rp 35.010 . Jakarta Keterangan Divisi A Divisi B Divisi C Raya Sales unit 1000 750 500 Harga pasar Rp 100 Rp 200 Rp 400 Sales Rp 100.000 Rp 150.000 19 Rp 11.NPM 5512221003 .100 Rp 50.000 Rp 150.000 Rp 5.000 Rp 20.100 Biaya tetap Rp 19.100 Besarnya bonus yg diterima masing masing divisi 10 % dari laba operasi Bonus Rp 2.000 Rp 200.000 Biaya transfer Rp 24.A1 PT.000 Rp 200.400 10.8 Rp 24.600 44. Ratih Pratiwi .500 49 Rp 114.500 Rp 500 Rp 2.

360 order = 1140 order Penghematan biaya : TFC 1140/500 X Rp 100 Rp 228 AVC 1140 X 10 Rp 11.A1 Kasus 3 : Job Order Tradisional dan ABC No. Ratih Pratiwi .NPM 5512221003 . Apabila dihitung berdasarkan ABC Biaya per order = Rp 2700000 / 1500 order = Rp 1800 per order Kategori Pesanan Unit (Rp) 1 1800 60 30 2 1800 100 18 3 1800 150 12 4 1800 200 9 5 1800 250 7. rasional/tidak ? Kategori Pesanan Unit Jumlah 1 500 60 30000 2 400 100 40000 3 300 150 45000 4 200 200 40000 5 100 250 25000 180000 Biaya pesanan per unit = Rp 2700000 / 180000 = Rp 15 per unit Apabila kisaran harga Rp 10 . Jika biaya pesanan per unit Rp 5. maka jumlah order sebesar 1800000 unit / 500 = 360 order Penghematan pesanan = 1500 order . 2. maka rasio = 15/10 = 150% atau 15/15 = 100% Biaya pesanan tersebut rasional.628 .Rp 15 per unit. 1.400 Jumlah Rp 11. Jika pelanggan memesan 500 unit per order Jika semua pelanggan memesan sekali pesan 500 unit.2 NO. karena rasionya di atas 5% NO. 3.