RESUME BAB VII STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

Kelompok :7
Anggota Kelompok :
1. Dona Oktariani (12)
2. Dwi Anita Ningrum (13)
3. Ella Ersyi Rosyida (15)
4. Moh. Rahmansyah Akbar (20)

HAKIKAT DARI STRUKTUR TEORI AKUNTANSI
Struktur dari suatu teori akuntansi terdiri atas elemen-elemen berikut ini :
1. Suatu pernyataan mengenai tujuan dari laporan keuangan
2. Suatu pernyataan dari dalil-dalil dan konsep teoritis dari akuntansi yang berkaitan
dengan asumsi lingkungan dan hakikat dari unit akuntansi tersebut
3. Suatu pernyataan mengenai prinsip-prinsip akuntansi dasar berdasarkan dalil-dalil
maupun konsep teoritis tersebut
4. Sekelompok teknik auntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi

HAKIKAT DARI DALIL, KONSEP TEORITIS DAN PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
Definisi :
1. Dalil Akuntansi (Accounting Postulate) adalah pernyataan atau aksioma yang sangat
jelas, umumnya diteima berdasarkan kesesuaiannya terhadap tujuan laporan
keuangan yang menggambarakan lingkungan ekonomi, politik, dan hukum dimana
akuntansi harus beroperasi.
2. Konsep teoritis (Theoretical concept) merupakan pernyataaan yang sangat jelas,
umumnya diterima berdasarkan kesesuainnya terhadap tujuan laporan keuangan
3. Prinsip-prinsip akuntansi (accounting principles) adalah aturan pengambilan
keputusan umum yang mengatur pengembangan teknik akuntansi
4. Teknik akuntansi (accounting technique) adalah aturan khusus yang diturunkan dari
prinsip akuntansi yang menerangkan transaksi dan kejadian tertentu yang dihadapi
oleh entitas akuntansi tersebut.

DALIL-DALIL AKUNTANSI
1) Dalil Entitas (entity postulate) menganggap bahawa setiap perusahaan adalah suatu
unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan dari perusahaan-
perusahaan lain. Dalil ini memungkinkan akuntan untuk membedakan antar transaksi
bisnis dengan transaksi pribadi : akuntan akan melaporkan transaksi perusahaan dan
bukannya transaksi dari pemilik perusahaan.
2) Dalil kelangsungan usaha (going concern postulate) menganggap bahawa entitas
bisnis akan melanjutkan operasinya cukup lama untuk merealisasikan proyek,

1

komitmen. beban. Teori ini memandang unit bisnis sebagai unit yang terdiri ata sumber daya (dana) ekonomi dan kewajiban serta pembatasan yang terkait dengan penggunaan dari sumber daya ini. Tujuan utama dari teori kepemilikan adalah penentuan dan analisis dari “kekayaan bersih” pemilik. Sudut pandang dari kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan dicerminkan dalam cara-cara dimana catatan akuntansi disimpan dan laporan keuangan disusun. yang mengatur penggunaan aktiva tersebut. 4) Dalil perode akuntansi (accounting period postulate) menganggap bahwa laporan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam kekayaan perusahaan sebaiknya diungkapkan secara periodik KONSEP TEORITIS DARI AKUNTANSI 1) Teori kepemilikan (properietary theory). 3) Dalil Unit Pengukuran (unit of measure postulate) menganggap bahwa akuntansi adalah proses pengukuran dan pengomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan uang. Sederhananya. dasar akuntansi bukanlah pemilik maupun entitas.4 mendefinisikan biaya sebagai berikut: Biaya adalah jumlah yag diukur dalam uang dari kas yang dikeluarkan atau properti lain yang 2 . biaya dan ekuitas. dan aktivitasnya yang berkelanjutan. Persamaan akuntansinya : Aktiva = pembatasan aktiva Teori ini berguna bagi pemerintah dan organisasi nirlaba PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI 1) Prinsip biaya  biaya perolehan atau biaya historis adalah dasar penilaian yang sesuai untuk mengakui akuisisi dari seluruh barang atau jasa. 3) Teori dana (Fund theory). APB statement No. unit bisnis. Oleh karena itu. persamaan akuntansi adalah : Aktiva = Kewajiban + Ekutas pemegang saham Teori ini paling sesuai bagi bentuk perusahaan dari usaha bisnis yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya. melainkan sekelompok aktiva dan kewajiban serta pembatasan yang terkait yang disebut dana. Oleh karena itu persamaan akuntansi adalah : Ekutas Pemilik = aktiva – kewajiban Teori ini paling sesuai untuk korporasi yang kepemilikannya bersifat tertutup seperti perusahaan perseorangan dan firma 2) Teori entitas (entity theory) memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari mereka yang menyediakan modal bagi entitas tersebut. Oleh karena itu. Dalil ini mengansumsikan bahwa entitas tersebut tidak diharapkan akan dilikuidasi dimasa depan atau bahwa entitas tersebut akan berlanjut sampai periode yang tida dapat ditentukan. bukannya pemilik yang menjadi pusat dari kepentingan akuntansi.

yaitu pendapatan diakuti dalam suatu periode tertentu menurut prinsip pendapatan. Dasar akrual adalah pengakuan pendapatan dapat mengimplikasikan bahwa pendapatan sebaiknya dilaporkan selama produksi. dalam hubungannya dengan barang atau jasa yang telah atau akan diterima. Penentuan waktu dari pengakuan pendapatan Kriteria spesifik untuk pengakuan pendapatan dan laba :  Diperoleh dalam satu pengertian/yang lain  Dalam bentuk yang dapat didistribusikan  Hasil dari konversi yang ditetapkan dalam transaksi antara perusahaan dengan pihak eksternal  Hasil dari penjualan secara legal atau dari proses yang serupa  Terpisah dari modal  Dalam bentuk aktiva yang likuid  Baik dampak kotor maupun bersihnya atas ekutas pemegang saham harus dapat diestimasikan dengan keandalan yang tinggi . penentuan waktu dari pengakuan pendapatan. pendapatan diakui menggunakan dasar akrual atas dasar kejadian penting. klien atau penyewa untuk barang dan jasa yang disediakan bagi mereka. Nilai ini mewakili ekuivalen kas bersih atas uang yang diterima dari pelanggan. a. atau kewajiban yang terjadi. modal saham yang dikeluarkan. b. 3) Prinsip Pengaitan (Matching principle)  menganggap bahwa beban sebaiknya diakui dalam periode yang sama dengan pendapatan terkait. jasa yang diberikan. pada akhir produksi. saat penjualan produk. beban terkait kemudian diakui.2 mendefiniskan pendapatan sebagai berikut: Pendapatan berasal dari penjualan barang dan penyerahan jasa serta diukur dengan pembenahan yang dikenakan kepada pelanggan. Prinsip biaya dapat dibenarkan dalam hal objektivitasnya maupun dalil kelangsungan usaha 2) Prinsip Pendapatan  menspesifikasikan : hakikat dan komponen pendapatan. Hakikat dan komponen pendapatan. Pendapatan diinterpretasikan sebagai:  Arus masuk aktiva bersih yang dihasilakan dari penjualan barang atau jasa  Arus keluar barang dan jasa dari perusahaan ke pelanggannya  Produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh usaha selama periode tertentu Menurut accounting terminology bulletin No.Asosiasi antara pengapatan dengan beban tergantung pada salah satu dari empat kriteria berikut ini : a) Pengaitan langsung dari biaya yang habis masa berlakunya dengan suatu pendapatan 3 . Pengukuran pendapatan  Pendapatan diukur dalam hal nilai dari produk atau jasa yang diperlukan dalam transaksi “wajar”. pengukuran pendapatan. Secara umum. saat penagihan produk. c. ditransfer.

Prinsip objektivitas memiliki interpretasi yang berbeda :  Pengukuran objektif adalah ukuran yang bersifat “tidak memihak” dalam arti bahwa pengukuran tsb bebas dari bias pribadi si pengukur  Pengukuran objektif adalah pengukuran variabel. tanpa memedulikan apakah hal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau tidak. kecuali dapat ditunjukkan bahwa biaya tersebut memilki manfaat masa depan. 6) Prinsip Pengungkapan penuh (Full disclosure)  Mengharuskan laporan keuangan dirancang dan disusun untuk menggambarkan secara akurat kejadian ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan selam periode berjalan dan supaya mengandung informasi yang mencukupi guna membuatnya berguna dan tidak menyesatkan bagi investor kebanyakan. b) Pengaitan langsung dari biaya yang telah habis masa berlakunya pada periode tersebut c) Alokasi biaya sepanjang periode yang memperoleh manfaat dari biaya tersebut d) Membebankan semua biaya lainnya dalam periode terjadinya. dan membenarkan pilihan prosedur pengukuran. 5) Prinsip Konsistensi (consistency principle) menganggap bahwa kejadian ekonomi yang serupa sebaiknya dicatat dan dilaporkan dengan cara yang konsisten dari periode ke periode. dalam hal bahwa pengukuran tsb didasarkan pada bukti  Pengukuran objektif adalah hasil dari kesepakatan diantara sekelompok pengamat atau pengukur tertentu  Ukuran penyebaran distribusi pengukuran dapat digunaka sebagai indikator dari tingkat objektivitas sistem pengukuran tertentu. 4) Prinsip Objektivitas  Prinsip yang digunakan untuk memastikan keandalan maksimum yang sering kali sulit untuk dilakukan. Prinsip ini menganggap bahwa ketika memilih antara dua atau lebih teknik akuntansi yang berlaku umum. Penerapan konsep ini membuat laporan keuangan menjadi lebih dapat dibandingkan dan lebih berguna. 9) Prinsip keseragaman dan komparabilitas  Prinsip konsistensi mengacu pada penggunaan prosedur yang sama untuk transaksi yang berhubungan oleh perusahaan selam waktu tertentu. Tujuan yang diinginkan adalah untuk mencapati 4 . 8) Prinsip materialitas ( Materiality principle)  suatu prinsip yang menganggap bahwa transaksi dan kejadian yang memiliki dampak ekonomi yang tidak signifikan dapat ditangani secara sangat cepat. 7) Prinsip konservatisme (conservatism principle)  suatu prinsip pengecualian atau modifikasi dalam hal bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan terhadap penyajian data akuntansi yang relevan dan andal. prinsip keseragaman mengacu pada pengguanaan prosedur yang sama oleh perusahaan yang berbeda. Prinsip ini mengimplimentasikan bahwa prosedur akuntansi yang sama akan diterapkan kepada transaksi yang serupa sepanjnga waktu. suatu preferensi ditunjukkan untuk opsi yang memiliki dampak paling tidak menguntungkan terhaap ekuitas pemegang saham.

Dengan demikian. Kemungkinan akan kebenaran dalam akuntansi a) Kebenaran sebagai netralitas  mengacu pada tiadanya bias dalam penyajian informasi atau laporan akuntansi. 10) Ketepatan waktu dari laba dan konservatisme akuntansi (timeliness of accounting eearnings)  sejauh mana laba akuntansi periode sekarang memasukan laba ekonomi periode sekarang. Pemikiran mengenai kebenaran dalam filosofi  Hal tersebut dapat berupa kebenaran sebagai kesesuaian ketika proposisi tersebut adalah benar jika sesuai fakta  Hal tersebut dapat berupa kebenaran sebagai koherensi ketika proposisi tersebut adaalh benar karena koheren dengan proposisi lain  Hal tersebut dapat berupa kebenaran sebagai apakah “yang berlaku”. komparabilitas laporan keuangan dengan mengurangi keragama yang diciptakan oleh penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda. dan keandalan  keandalan mengacu pada kualitas yang memungkinkan pengguna data untuk mengandalkannya dengan penuh keyakinan sebagai perwakilan dari apa yang diwakili oleh data tsb. dan kekerasan  Objektivitas dalam hal ini ialah kesepakan yang tinggi antara beragam kelompok akuntan. Dalam konteks kerangka konseptual. dan disajikan dengan jujur. netral. d) Kebenaran. dalam pengertian bahwa kelompok akuntan yang berbeda menghasilkan sekelompok ukuran dengan titik tengah dengan adanya netralitas mereka dalam hal kepentingan mereka atas hasil dari pengukuran tersebut. supaya dapat diandalkan informasi harus dapat diversifikasi. 5 . objektivitas. KEBENARAN DALAM AKUNTANSI 1. tingkat kekerasan mengansumsikan lingkungan kompetitif yang sedemikian rupa sehingga insentif yang berbeda dapat mendorong kelompok akuntan yang berbeda untuk menghasilkan kelompok ukuran yang berbeda. keandalan informasi tergantung pada tingkat kejujuran dalam penyajian suatu kejadian. Dengan demikian. objektivitas. informasi netral adalah bebas dari bias terhadap pencapaian hasil tertentu yang diinginkan atau timbulnya jenis perilaku tertentu b) Kebenaran sebagai objektivitas  Objektifitas terdapat 4 arti yang mungkin:  Pengukuran yang impersonal atau berada diluar pikiran dari orang yang melakukan pengukuran  Pengukuran yang didasarkan pada bukti yang dapat diverifikasi  Pengukuran berdasarkan suatu kesepakatan dari para ahli yang memiliki kualifikasi  Kecilnya penyebaran statistik dari pengukuran atribut ketika dilakukan oelh pengukur yang berbeda c) Kebenaran. Tapi. mengimplikasikan bahwa proporsi yang benar adalh yang berlaku 2.

Dampaknya pemeriksaan atas setiap peran akuntansi akan menunjukan perpindahan perlahan-lahan dari akuntansi sebgai potret netral atas realitas ekonomi ke akuntasi sebagai penerjemah atas interaksi antara beragam sumber kekuatan.e) Kebenaran dan peran akuntansi  Kebenaran dalam akuntansi pada konteks tradisional adalah menyediakan angka-angka akuntansi yang berguna dan diketahui berdasarkan aturan aturan yang teknis. f) Mustahilnya kebenaran dalam akuntansi  Kebenaran dalam akuntansi mengimplikasikan kebutuhan untuk menghindari kerahasiaan. Akuntan tidak memiliki kebebasan untuk mengungkapkan rahasia yang dapat menguntungkan pengguna. Kerahasiaan adalh tindakan menutupi fakta atau menahan informasi mengenai hal tersebut agar tidak sampai ke publik yang bekepentingan yang dapat memeperoleh manfaat dari mengetahui hal tersebut. 6 .