KARAKTERISTIK BIOBRIKET AMPAS TEH PADA BERBAGAI

TINGKAT KEPADATAN DAN KOMPOSISI CAMPURAN
DENGAN SEKAM PADI
Wahyu Djalmono Putro
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Sudarto S.H., Tembalang, Semarang 50275
Telp. 024-7473417, 7466420 (hunting), Fax. 024-7472396
Abstrak
Limbah teh di Pabrik Teh Sosro sangat berlimpah dan selama ini sebagian digunakan untuk pupuk. Atas
dasar itu maka salah satu cara memanfaatkan limbah tersebut dibuat bahan bakar alternatif biobriket untuk
menghasilkan energi skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju pengurangan massa
dan suhu gas pembakaran dari pengujian pembakaran biobriket campuran arang ampas teh dan sekam padi
dengan berbagai perbandingan komposisi tertentu dan variasi tekanan tertentu pula. Disamping itu ada
beberapa faktor yang berpengaruh seperti nilai kalor, kadar karbon terikat, zat-zat volatile, kadar air dan
kadar abu dimana faktor-faktor tersebut diuji dengan analisa proximate dan hasilnya diuji lagi diantara
briket tersebut dengan analisa statistik uji berganda . Dengan membuat biobriket tersebut berdiameter 20
[mm] dan panjang bervariasi 28 [mm] – 32 [mm] dengan ratio perbandingan arang ampas teh terhadap
arang sekam padi 100% : 0% ; 80% : 20%; 60% : 40%; 40% : 60% lalu dicampur dengan lem kanji
sebanyak 15% dari bobot campuran kemudian dicetak dan ditekan dengan variasi tekanan 50 [kg/cm2] ; 75
[kg/cm2] ; 100 [kg/cm2] dan 125 [kg/cm2] lalu diuji dengan membakar briket tersebut dalam tungku
pembakar dan hasilnya dianalisa dengan analisa statistik uji berganda untuk melihat pengaruh laju
pengurangan massa maupun suhu gas pembakaran dari briket-briket tersebut. Hasil analisis statistik uji
berganda Duncan diperoleh hasil bahwa semakin banyak kandungan arang sekam padi dari ukuran briket
seperti yang disebutkan diatas maka laju pengurangan massa maupun suhu gas pembakaran cenderung
menurun. Tetapi semakin banyak kandungan arang sekam padi maka nilai kalor, kadar karbon terikat, zat –
zat volatile dan kadar air menurun tetapi kadar abu justru meningkat. Sedangkan variasi tekanan seperti
yang disebutkan diatas tidak berpengaruh terhadap laju pengurangan massa maupun suhu gas pembakaran.
Kata kunci : “biobriket”, “ampas the”, “laju pengurangan massa”.

1. Pendahuluan minyak dan gas semakin berkurang. Cadangan
Makin bertambahnya populasi penduduk dunia minyak nasional misalnya, yang tinggal kurang
dan berkembangnya bidang industri, maka dari dari 5 milyar barel yang jika terus dikonsumsi
tahun ke tahun kebutuhan energi dunia tanpa diketemukan lagi ladang baru, akan
mengalami kenaikan. Dalam laporan rutin 2 habis dalam jangka waktu 10 tahun (Husein,
tahunan yang dikeluarkan oleh International 2006).
Sehingga untuk mencegah terjadinya krisis
Energy Agency (IEA) pada tahun 2004,
energi perlu dilakukan beberapa terobosan.
diperkirakan peningkatan konsumsi energi ini
Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas,
akan terus terjadi dengan kenaikan rata-rata
pemerintah telah mengatur masalah
hingga 1,6 % per tahun (Yuliarto, 2005). Disisi
pengelolaan energi yang meliputi penyediaan,
lain cadangan sumber energi dari bahan bakar
pemanfaatan, pengusahaan dan konservasi
fosil semakin berkurang.
energi termasuk mendorong kepada semua
Sementara di Indonesia perkiraan kebutuhan
pihak untuk mengembangkan sumber energi
energi nasional akan meningkat dari 674 juta
baru dan terbarukan dengan dikeluarkannya
SBM (Setara Barel Minyak) pada tahun 2002
UU Energi No. 30 Tahun 2007. Disamping itu
menjadi 1680 juta SBM pada tahun 2020, atau
naik dengan laju pertumbuhan rata-rata 5,2 % untuk mengurangi ketergantungan pada
per tahun (KNRT, 2006). Sedangkan cadangan minyak bumi, pemerintah mengeluarkan
Kebijakan Energi Nasional melalui Peraturan

99

kadar air dan dan sabut kelapa. Sebagai penguat briket tersebut selama 2 jam untuk mengurangi kadar airnya. maupun sekam padi lalu dibakar secara Indonesia adalah salah satu dari negara pirolisis dalam reaktor pada suhu 400 [oC] penghasil teh terbesar di dunia dengan selama 4 jam sehingga dihasilkan arang. Kabupaten Demak 2006 dengan target National Energy Mix 2025 dan tepung kanji yang dibeli dari pasar yang mengurangi penggunaan minyak bumi Demangan Yogyakarta. Metode penelitian baru dan terbarukan sampai 17 %. 100 untuk mengolah limbah ampas teh tersebut [kg/cm2]. kemudian dicetak dengan hanya digunakan sebagai pupuk kompos. kadar karbon seperti cangkang dan sabut sawit. sekam padi dan lem tersebut meliputi limbah hasil hutan seperti kanji. yang selama ini bobot campuran. Sayung. Sumber energi biomassa baku yaitu ampas teh.67 [gram] lalu dikeringkan dalam untuk dijadikan arang yang kemudian dicetak oven pada temperatur 45 [oC] . kandungan zat volatile. 125 [kg/cm2] sehingga dihasilkan menjadi bahan bakar alternatif berupa panjang bervariasi antara 28 [mm] – 32 [mm] biobriket yaitu dengan membakar ampas teh dan massa yang juga bervariasi antara 6. mempunyai eksperimen di Laboratorium Perpindahan sumber energi biomassa yang melimpah. Pusat Studi Ilmu Teknik. Bahan dan Metode 2. ampas Kimia dan Biokimia.66 % pada tahun 2006) dan meningkatkan pemanfaatan sumber energi 2. 102 . ranting dan batang bahan baku ampas teh dan sekam padi yang yang berukuran kecil. Universitas Berbagai sumber energi biomassa di Indonesia Gadjah Mada.1. Biobriket Gambar 2. cangkang terikat. batang dan tongkol jagung dan limbah- Gizi. 2006).85 mm). Tahap awal dari penelitian ini yang potensial antara lain kayu dan limbah adalah pengumpulan dan penyiapan bahan pertanian/perkebunan. dicampur dengan biomasa sekam padi (Amaya dkk. Sekam padi Gambar 1. Universitas Gadjahmada. menjadi 20 % (dari 51.37 kering secara pirolisis (dengan sedikit udara) [gram] – 7. 80% : 20% . Arang penduduknya yang mengkonsumsi minuman ampas teh dan arang sekam padi ditumbuk lalu teh cukup besar sehingga banyak diayak dengan ukuran mesh 20 (0. 2. Kemudian dilakukan uji proximate pada gergajian kayu. Panas. Penelitian ini dilakukan dengan metode Indonesia sebagai negara agraris.2. limbah perkebunan meliputi kandungan nilai kalor. Karangjati. Pusat Studi Pangan dan tebu. Bahan penelitian Bahan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ampas teh yang diambil dari PT SINAR SOSRO di desa Bergas. 5 Tahun desa Purwosari. cabang.65 [oC] menjadi briket. Cetakan briket yang diambil dari tempat penggilingan padi. Kabupaten Semarang. diameter 20 mm lalu ditekan dengan tekanan Oleh karena itu penulis mempunyai gagasan pembriketan 50 [kg/cm2]. jerami. 60% : 40% dan 40% : 0% dihasilkan oleh pabrik industri minuman teh dicampur dengan lem kanji sebanyak 15% dari yang tersebar di Indonesia. 75 [kg/cm2]. menghasilkan limbah ampas teh yang Kemudian arang ampas teh dan arang sekam merupakan sisa proses produksi minuman teh. ampas teh serta limbah kadar abu yang dilakukan di Laboratorium pertanian seperti sekam padi. Ampas teh limbah yang lain.Presiden Republik Indonesia No. padi dengan perbandingan komposisi 100% : Limbah ampas teh tersebut sangat banyak 0% .

Komposisi Tekanan Komposisi Tekan Kode Ampas Sekam Kg/cm2 Kode Ampas Sekam an Briket teh padi Briket teh padi % % % % Kg/cm Aliran udara 9 P1C1 100 0 50 P3C1 100 0 100 dari kompressor P1C2 80 20 50 P3C2 80 20 100 P1C3 60 40 50 P3C3 60 40 100 P1C4 40 60 50 P3C4 40 60 100 P2C1 100 0 75 P4C1 100 0 125 Gambar 3: Skema susunan peralatan uji P2C2 80 20 75 P4C2 80 20 125 pembakaran P2C3 60 40 75 P4C3 60 40 125 P2C4 40 60 75 P4C4 40 60 125 Keterangan gambar : 1. Data-data tersebut diambil pada selang waktu tertentu yang dapat 2 ditentukan melalui stopwatch. Dalam penelitian ini suhu dalam tungku diatur pada 400 [oC] dengan kecepatan udara dari 3 5 kompresor diatur 0. 3. Timbangan digital. P4C). zat volatile. Kemudian regulator geser disetel pada pembakaran dengan peralatan uji seperti 70 Volt dengan arus listrik sebesar 10 Amper terlihat pada gambar 1 dibawah dan proses sehingga suhu tungku sedikit demi sedikit akan pengambilan data bisa dideskripsikan sebagai naik sehingga suhu udara dalam tungku berikut : meningkat dan menyebabkan briket terbakar. Katup aliran udara. P3C1 dan P4C1 dan kelompok P1C terdiri dari briket P1C1. PC3. P3C. Thermokopel tipe K komposisi tetap ( PC1. kadar air dan kadar kawat yang terhubung dengan timbangan abu. Dengan terbakarnya briket akan terjadi pengurangan massa yang akan dideteksi oleh timbangan digital dan suhu yang terjadi dibaca 1 dari thermometer digital. P1C2. 8. 103 . Tungku pembakar diatas. regulator).Briket. Demikian pula untuk kelompok briket yang lain. PC4) dan 6.1 [m/s]. Komposisi briket dan tekanan pembriketan. 4 Jenis briket dan pengelompokan briket Jenis briket yang dibuat dapat dibedakan 6 8 komposisi kandungan arang ampas teh dengan arang sekam padi dan juga tekanan 7 pembriketan. Kemudian dilakukan uji karakteristik digital. Kawat penggantung briket Semua briket tersebut bisa dilihat di Tabel 1. Pengukur aliran udara Kelompok PC1 terdiri dari briket P1C1. briket berdasarkan variasi tekanan dengan 5. P2C. Massa briket. Sedangkan pengelompokannya adalah 4. Thermometer digital briket berdasarkan variasi komposisi dengan 7.briket ini sebelum dilakukan uji Sampel briket yang telah disiapkan pembakaran dilakukan uji proximate lagi untuk ditempatkan dalam suatu wadah cekung yang mengetahui kandungan nilai kalor. 9. kadar terbuat dari kawat baja dan digantungkan pada karbon terikat. 2. Regulator geser (Slide tekanan tetap (P1C. P2C1. P1C3 dan P1C4. Tabel 1. PC2.

9700 P3C3 2 5714. 1.09 41.39 38. kandungan zat volatile.258 P4C4 5. kadar 3.29 33.18 22.69 9.81 6081. dengan jenis briket lainnya. Analisis dengan menggunakan ANOVA terlihat bahwa F hitung 97.60 12.000 1.808 nilaikalor (ATP) Sum of Mean Sekam padi dipirolisis 3. Dari tabel 2 diatas terlihat bahwa bahan P2C4.05 1 2 3 1 P4C4 2 5380.000.02 34.99 40.000 .15 82.24 6137.2. Pengaruh nilai kalor Tabel 2. Hasil dan Pembahasan statistik terhadap pengaruh nilai kalor. P3C4 dan P4C4 sama. Hasil uji statistik dengan metode ANOVA untuk nilai kalor % % % % [Kkal/kg] ANOVA Ampas teh dipirolisis 6.12 22. Kadar Kadar Kadar Kadar Nilai Biomassa/ Briket air Volatile Abu Karbon Kalor Tabel 3 .629 Within Groups 10632.59 3.71 3.047 (ATM) Total 785288. Pada penelitian ini juga dilakukan analisa 3.01 28. a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2.87 48.60 5182.2580 P2C2 2 6081.88 72.06 56.67 15.99 2. Sedangkan penambahan dikarenakan tekanannya tidak mengakibatkan komposisi arang sekam padi akan menurunkan perbedaan.448 3 258218. Hasil uji proximate karbon terikat.65 30.199 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. kadar air tetapi menaikan kadar abu. nilai kalor dari jenis briket P4C4 yang terdiri dari briket P1C4. Ada pernyataan dipirolisis akan menaikan nilai kalor dan kadar bahwa ke empat briket tersebut tidak berbeda karbon terikat. kadar volatile.48 5714.48 41.05.1.017 (SPM) Tabel 4. Hasil uji lanjut Duncan untuk nilai P1C1 6.970 Duncan briket N Subset for alpha = . komposisi tertentu Dari analisa Duncan.816 97.2660 P1C1 2 6160. Oleh karena probabilitas < Gambar 4. (SPP) Between Groups 774656.42 18. kadar karbon terikat.49 37.266 Nilai kalor P3C3 6.188 4 2658.70 5380.146 dengan probabilitas 0. Hasil pengujian proximate dan nilai kalor Analisa nilai kalor digunakan ANOVA dan uji lanjutnya dengan uji ganda Duncan. kadar air maupun kadar abu dari briket dengan SPSS Hasil uji proximate dan nilai kalor dari bahan versi 15.55 4318. baku dan briket disajikan dalam tabel 2 dibawah.000 Ampas teh bahan mentah 10.64 8.46 3457.637 7 Sekam padi bahan mentah 8.518 kalor P2C2 6. Nilai kalor dan kadar karbon terikat dari ampas teh dan sekam 0. 3.5175 Sig. 104 .000. maka H0 ditolak atau rata-rata nilai kalor padi serta briket campuran ampas keempat kelompok briket tersebut memang teh dan sekam padi dengan berbeda.146 . tetapi akan berbeda nilai kalornya nilai kalor.506 Squares df Square F Sig.11 6160.11 43.

000 Within Groups komposisi sekam padi maka nilai kalor briket .5950 Between Groups 55.428 1. .297 4 .000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.924 3 23. maka H0 ditolak atau rata-rata zat volatile P4C4 2 30. Oleh karena probabilitas < 1 2 3 4 1 0. Pengaruh kandungan zat volatile P3C3 yang terdiri dari briket P1C3.403 245.000.1050 bahwa jenis briket P4C4 dan P3C3 kandungan P2C2 2 37.000.5. Zat volatile (volatile matter) yang terkandung P3C3 dan P4C3 berbeda dengan nilai kalor dalam bahan sesuai dengan analisa statistik dari jenis briket lainnya.221 7 3. maka H0 ditolak atau rata-rata karbon terikat keempat kelompok briket tersebut 3.05. terikat Duncan Karbon terikat Terlihat bahwa F hitung 323.05 Tabel 5.000 Total 55.4150 Sum of Mean Squares df Square F Sig.7050 keempat kelompok briket tersebut memang P3C3 2 34. satu sama lain dan jenis briket P2C2 mempunyai kadar karbon terikat yang tertinggi dibanding jenis briket yang lain.3.000 1.000 P1C1 2 48. jenis briket P2C2 dan P1C1 berbeda. Volatile matter P3C1 dan P4C1.867 dengan volatile makin berkurang. P2C1. Pengaruh kadar air memang berbeda. Hasil uji statistik dengan ANOVA untuk karbon terikat 1 2 3 1 P4C4 2 41.075 Sig.000.000 1.000 1. menyimpulkan bahwa dengan bertambahnya Between Groups 71. Ini Squares df Square F Sig.8050 zat volatilenya tidak berbeda tetapi dengan Sig. P2C3.509 7 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. probabilitas 0.074 Total menurun.975 323.327 .000 1. Sedangkan nilai kalor SPSS adalah sebagai berikut. 72. 105 .1750 Karbon terikat P3C3 2 41.209 3 18.4750 berbeda. Hasil uji lanjut Duncan untuk zat volatile Dari analisa statistik dengan menggunakan Volatile matter SPSS dihasilkan sebagai berikut Duncan briket N Subset for alpha = . Hasil uji statistik dengan ANOVA nilai kalornya dengan nilai kalor jenis briket untuk zat volatile P1C1 yang terdiri dari briket P1C1. Oleh karena probabilitas < 0.000. Dari analisa Duncan terlihat bahwa semua Analisa kadar abu digunakan ANOVA dan uji jenis briket kadar karbon terikatnya berbeda lanjutnya dengan uji ganda Duncan. Pengaruh kadar karbon terikat Tabel 8. Tetapi sangat berbeda dengan Sum of Mean nilai kalor dari jenis briket P3C3 dan P4C4.6350 Within Groups . Dan dari analisa Duncan terlihat P1C1 2 36.05. dari jenis briket P2C2 yang terdiri dari briket P1C2. 1.867 .299 4 .05 probabilitas 0.327 dengan Briket N Subset for alpha = . Ini bisa a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2. P2C2 2 43. Tabel 6. P2C2.4. P3C2 dan P4C2 tidak berbeda Tabel 7. Hasil uji lanjut Duncan untuk karbon a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2. disimpulkan bahwa dengan bertambahnya komposisi sekam padi maka kandungan zat Terlihat bahwa F hitung 245.Demikian pula nilai kalor dari jenis briket 3.

493 dengan Untuk mengetahui karakteristik pembakaran probabilitas 0.12 Within Groups . Harga rata-rata laju pengurangan untuk kadar abu massa Kadar_abu TEKANAN KOMPOSISI (%) Sum of Mean PARAMETER 2 Squares df Square F Sig.4850 .000 P1=50 0.005 Total 234. 1 2 3 4 1 Between 2.1050 P1C1 2 6. Terlihat bahwa F hitung 14.6.8650 berbeda.05.013 P1C1 2 8. Hasil uji lanjut Duncan untuk kadar untuk kadar air abu Kadar air Duncan Kadar_abu Sum of Mean Briket N Subset for alpha = .210 7 P4C4 2 22. maka H0 ditolak atau rata-rata kadar abu P3C3 2 6.0850 P2C2 keempat kelompok briket tersebut memang 2 6.493 .000. Hasil uji statistik dengan ANOVA Tabel 13.05 Squares df Square F Sig.13 0. Berdasarkan uji ganda Duncan Sig.000 .13 0.14 0. kg/cm C1 = 0 C2 = 20 C3 = 40 C4 = 60 Between Groups 234.286 7 Lj.000. briket sangat berbeda satu sama lain. Hasil uji statistik dengan ANOVA Tabel 12 . 1.019 4 . maka H0 ditolak atau rata-rata kadar air padi maka dilakukan uji pembakaran. dengan massa briket maupun kadar airnya tidak berbeda satu sama lain. tekanan 50 kg/cm2.4450 0.14 0.14 0.massa P2=75 0.37 – 7.Tabel 9.000 1.0200 Total 2.000. Pengaruh kadar abu 3.05 Terlihat bahwa F hitung 16703.000 1.267 3 78.13 0.13 [gram/mnt] P3=100 0. Sedangkan diameter P4C4.522 dengan 1 2 3 1 probabilitas 0. Dan a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2. briket semuanya sama yaitu 20 mm.013. Tabel 11. panjang briket bervariasi antara 6.522 .p. 75 kg/cm2.13 0.089 16703.931 1. 20%.047 Groups P3C3 2 18.12 P4=125 0.12 106 .13 0.000 terlihat bahwa kadar abu untuk semua jenis Means for groups in homogeneous subsets are displayed.13 0. sebagai berikut. 1.14 0. Duncan Kadar air briket N Subset for alpha = .13 0. 100 kg/cm2 dan Sedangkan untuk jenis briket P2C2 dan P3C3 125 kg/cm2.000 Tabel 10. Laju pengurangan massa Kadar abu yang terkandung dalam bahan Laju pengurangan massa rata-rata dari briket sesuai dengan analisa statistik SPSS adalah ditabelkan dibawah.000 1. a Uses Harmonic Mean Sample Size = 2.186 4 .60% dan ditekan dengan juga berbeda dengan jenis briket yang lain.024 3 .675 14.5. 40%. Oleh karena probabilitas < P4C4 2 5. 0%. Demikian pula untuk jenis briket P1C1.67 tetapi berbeda dengan jenis briket P3C3 dan gram dan 28 – 32 mm.6500 Sig. Oleh karena probabilitas < briket campuran arang ampas teh dan sekam 0. Hasil uji lanjut Duncan untuk kadar air Means for groups in homogeneous subsets are displayed.05. Untuk dari keempat kelompok briket tersebut pengujian ini briket yang digunakan adalah memang berbeda.13 0. Kadar air dari jenis briket briket yang dibuat dengan campuran arang P4C4 berbeda dengan jenis briket-briket yang ampas teh dan sekam padi dengan komposisi lain.3850 Groups Within P2C2 2 12. terlihat bahwa makin banyak komposisi sekam padinya makin besar pula kadar abunya. 3.

pengurangan massanya menurun.40 435.89 briket dengan komposisi sekam padi 0% yaitu Analisa statistik terhadap suhu gas pembakaran jenis PC1 dan briket dengan komposisi sekam diberikan dalam tabel 17 dibawah.080> 0. Karena ada perbedaan PARAMETER TEKANAN KOMPOSISI (%) laju pengurangan massa berdasarkan kg/cm2 C1 = 0 C2 = 20 C3 = 40 C4 = 60 komposisi briket maka diperlukan uji lanjut Sh.001 9 6. Tabel 14.562 .76 429.550) C2 12 .Analisa statistik terhadap laju pengurangan briket dengan komposisi sekam padi 40% yaitu massa diberikan dalam tabel 14 dibawah.gas pembkr Duncan untuk melihat komposisi briket yang P1=50 444.823 48 Corrected Total .53 427.562 .003 47 C1 12 . jenis briket PC3 dan PC4. terlihat dalam Tabel 16 dibawah. Uji lanjut Duncan untuk laju Tests of Between-Subjects Effects pengurangan massa Dependent Variable: Lj_P_Massa Lj_P_Massa Type II Sum Duncan Source of Squares df Mean Square F Sig.485 .33E-005.000. gas pemb. 107 .30 mana yang berbeda diantaranya dan mana yang P2=75 422.819 24570.33E-005 C3 12 . laju terhadap laju pengurangan massa.1258 Total .951 . Sh. pembriketan dari briket.951 dengan probabilitas Tabel 16.819 1 .1375 Sig.1350 a R Squared = .562 dengan probabilitas 0. Jadi (tabel 14) sehingga H0 ditolak yang berarti bisa disimpulkan bahwa semakin banyak komposisi briket berpengaruh signifikan komposisi arang sekam padinya. Demikian pula untuk pembakaran berdasarkan tekanan pembriketan. dimana jenis briket Sedangkan pengaruh komposisi briket terhadap laju pengurangan massa dapat dilihat bahwa F PC3 dan PC4 laju pengurangan massanya lebih hitung 15. terlihat bahwa F a Uses Harmonic Mean Sample Size = 12.000 Komposisi N Subset Komposisi .729 . Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara dua faktor yang dalam kasus 3.297 Untuk melihat perbedaan rata-rata laju Based on Type II Sum of Squares pengurangan massa berdasarkan tekanan The error term is Mean Square(Error) = 3.37 430.70 442.000 4.1242 Error .000 3 8.7.05 besar dibanding jenis briket PC1 dan PC2.05 maka H0 diterima yang berarti maksimum tidak ada interaksi antara tekanan pembriketan dan komposisi briket. Suhu gas pembakaran ini dan apakah ada interaksi antara tekanan Suhu gas pembakaran dari briket diberikan pembriketan dengan komposisi briket.729 dengan probabilitas 0.54E-005 2.43 443. P3=100 447. bahwa F hitung 1.13 423.080 C4 12 . Corrected Model . Hasil uji statistik untuk laju pengurangan massa Tabel 15. .47 Dari hasil uji jarak ganda Duncan diatas terlihat bahwa laju pengurangan massa untuk P4=125 440.05 sehingga H0 diterima yang mengartikan Tetapi jenis briket PC1 maupun PC2 laju tidak ada perbedaan laju pengurangan massa pengurangan massanya sangat berbeda dengan briket berdasarkan tekanan pembriketan.072 > 0.072 1 2 1 Komposisi * Tekanan .17 429. jenis PC3 dan komposisi 60% yaitu jenis PC4 laju pengurangan massanya tidak berbeda. hitung adalah 2.58 424.08 422.000 < 0.81 431.000 Tekanan .000 Intercept .829 .80 sama diantaranya.33 419. Means for groups in homogeneous subsets are displayed. b Alpha = .002 3 .001 15. padi 20% yaitu jenis PC2 laju pengurangan Terlihat bahwa perbedaan rata-rata suhu gas massanya tidak berbeda.50E-005 1.05.002(a) 15 .001 32 3.694 (Adjusted R Squared = . Nilai suhu gas pembakaran 0.

664 . Corrected Total 7159.2083 436.083 1 8959680.300 48 pembakarannya akan menurun.153 32 112.496 (Adjusted R Squared = . . Hasil uji statistik untuk suhu gas 40% yaitu jenis PC3 dan komposisi 60% yaitu pembakaran jenis PC4 suhu gas pembakarannya tidak berbeda. makin menurun. d. Dari hasil uji jarak ganda Duncan diatas e.063(a) 15 236. Makin bertambahnya komposisi arang Tabel 18. Karena ada briket akan menurun. pembahasan dari penelitian ini.025 . Demikian Type II Sum Source of Squares df Mean Square F Sig.2083 dikarenakan kisaran perubahan tekanan C1 12 437.025 dengan briket PC1 dan briket PC3 sangat Tekanan 684. Uji lanjut Duncan untuk suhu gas sekam padi dari 0% . Ini C2 12 436.724.217 47 a R Squared = . arang sekam dari 0% . Duncan Sh_Gas_Pemb c.551 dengan probabilitas disimpulkan sebagai berikut : 0.804 2.402 9 185. kandungan zat volatile.083 79483. Perubahan tekanan pembriketan dari 50 Komposisi N Subset kg/cm2 – 125 kg/cm2 tidak memberikan 1 2 3 1 pengaruh apapun terhadap nilai kalor. Tekanan pembriketan dari 50 kg/cm2 – 125 terlihat bahwa suhu gas pembakaran untuk kg/cm2 tidak memberikan pengaruh apapun 108 .000 PC3 sangat berbeda suhu gas pembakarannya Komposisi 1200.675 3 228.05 (tabel 17). Based on Type II Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = 112.05 (tabel 17) maka H0 ditolak yang a. Komposisi * 1666. dengan uji jarak ganda Duncan.7750 yang relatif kecil disamping pada saat Sig.060 .130 berbeda suhu gas pembakarannya dengan PC4.724 komposisi sekam padi. Demikian pula berdasarkan tekanan pembriketan dari briket.145 Jadi terlihat bahwa dengan penambahan Tekanan Error 3607. laju b Alpha = .225 2. Tetapi jenis briket PC1 maupun PC2 Tests of Between-Subjects Effects suhu gas pembakarannya sangat berbeda Dependent Variable: Sh_Gas_Pemb dengan jenis briket PC3 dan PC4.156 1. Dengan bertambahnya komposisi arang berarti ada perbedaan suhu gas pembakaran sekam padi dari 0% .987 3 400. untuk briket dengan komposisi sekam padi Tabel 17.7417 kadar air maupun kadar abu.130 > 0.038 pembakarannya tidak berbeda tetapi briket Intercept 8959680. dulu. pengurangan massa maupun suhu gas pembakaran maksimum.643 . C3 12 427. suhu gas Total 8966839.60% maka kadar abu pembakaran semakin bertambah.000. jenis PC1 dan briket dengan komposisi sekam sehingga H0 diterima yang mengartikan tidak padi 20% yaitu jenis PC2 suhu gas ada perbedaan suhu gas pembakaran pembakarannya tidak berbeda. kadar C4 12 426.766 .60% maka nilai kalor berdasarkan komposisi briket.329 3. kadar karbon terikat perbedaan suhu gas pembakaran pada turun kecuali untuk P1C1.101 .05. Kesimpulan dan Saran Sedangkan untuk perbedaan rata-rata suhu gas Berdasarkan hasil pengamatan dan pembakaran berdasarkan komposisi briket.025 < 0.260) 4.4417 karbon terikat. b. maka dapat terlihat F hitung 3.025 briket dengan komposisi sekam padi 0% yaitu dengan probabilitas 0.60%.7417 427.551 . Dengan makin bertambahnya komposisi a Uses Harmonic Mean Sample Size = 12.menyatakan bahwa F hitung adalah 2. pula jenis briket PC2 dan PC3 suhu Corrected Model 3552. kadar zat volatile komposisi bahan maka pengujian dilanjutkan juga turun dan kadar air juga turun.720 pengujian proximate briket dihancurkan Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

Comprehensive Study of ampas teh dan sekam padi bisa dilakukan Biomass Particle Combustion. Jakarta. Pengembangan Pertanian. Pathumthani. Buku Putih pengaruh apapun terhadap gradient k untuk Penelitian. FAO. yaitu arang sekam padi 0% . G.. McGraw- No.30. Lu. Statistik untuk Penelitian Pertanian.C.K.L..Regional Wood Energy f. Grover.A. 2009. The 5. SERD-AIT. 2000. Biomass and Biobriket Tongkol Jagung. terhadap laju pengurangan massa maupun Practice. H.D.A dan Gomez.. 2006. Untuk penelitian lebih lanjut terhadap briket L. Sigid Nugraha dan Ridwan Rahmat. A Study on Improved (SEE 2006)” 21-23 November.. komposisi bahan yang berbeda dengan laju February 22 aliran udara lebih besar dari 0. S. Tekanan pembriketan 50 kg/cm2 – 125 Development Program (RWEDP) in kg/cm2 dan komposisi campuran briket. Teknologi 2005 – 2025. Energi Mahal. Pengaruh Temperatur Karbonisasi. and Ragland. Singapore Surono U. Makalah Bioenergy Journal Vol. K.1 m/dtk. 2008. 1996. Combustion Engineering. Shiddiqui. Universitas Gadjahmada. suhu gas pembakaran maksimum. Biomass Briquetting : Technology and 109 . Prosedur Teknik Mesin dan Industri.. Kaji Ekperimental Chin. Daftar Pustaka 2nd Joint International Conference on Bhattacharya. Vol. 2006.C.. Leon M. Pengembangan dan pengurangan massa maupun gradient k Penerapan Ilmu Pengetahuan dan untuk suhu pembakaran.M. 18. P. 1998. Asia (Bangkok). Warta Penelitian dan Borman. 1996.. Characteristics of Some Biomass Tekanan Pembriketan dan Kecepatan Briquettes Prepared Under Modest Udara pada Karakteristik Pembakaran Die Pressures.A. H.4 Hill Book Co. pp 223- Seminar Hasil Penelitian. tidak memberikan (KNRT). and Rahman “Sustainable Energy and Environment M.2006. K. Manfaatkan Briket Thailand Arang Sekam. 20th dengan berbagai variasi tekanan yang lain dan Annual ACERC Conference.M.. and Mishra.B. Energy Bangkok... Jakarta. A. O.. Werret. Saptoadi. Field Document No. and Baxter.W. W. Program. Thailand.60% maupun Kementerian Negara Riset dan Teknologi interaksi keduanya. Roberts. The Best Biobriquette Dimension and its Particle Size.K.. Biomass Briquetting. 46. S. L.. UI Press.. 2007. Jogyakarta. Jurusan 228 Gomez.