Bahan Bacaan

Alih Fungsi
Modul Pedagogik C

Pengembangan
Kurikulum
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kurikulum dikembangkan untuk dijadikan sebagai acuan dalam memberikan
sejumlah pengalaman belajar kepada para peserta didik. Hal ini dimaksudkan
agar pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik lebih terstruktur dan
sistematis sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh sekolah.
Ada tiga tingkat pengembangan kurikulum, yaitu pengembangan kurikulum
pada tingkat lembaga (institusional), pada tingkat mata pelajaran, dan pada
tingkat pembelajaran (instructional). Kurikulum pada tingkat lembaga
(institusional) merupakan pedoman dalam melaksanakan seluruh kegiatan
yang dilakukan suatu lembaga (sekolah) dalam rangka mencapai tujuan
institusional. Sementara kurikulum pada tingkat mata pelajaran merupakan
pedoman dalam rangka mencapai tujuan kurikuler. Kurikulum pada tingkat
pembelajaran (instruksional) adalah pedoman bagi para guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran di "kelas" dalam rangka mencapai tujuan
instruksional.
Proses pengembangan kurikulum pada tingkat pembelajaran merupakan
tanggung jawab setiap guru. Proses pengembangan kurikulum pada tingkat
ini mengacu pada kurikulum yang lebih tinggi, yaitu kurikulum mata pelajaran
(GBPP/silabus) dan kurikulum pada tingkat institusional. Karena itulah
pemahaman tentang kurikulum pada tingkat institusional dan mata pelajaran,
serta kemampuan untuk mengembangkan kurikulum pada tingkat
instruksional, merupakan kemampuan yang mutlak harus dikuasai oleh setiap
guru.

B. Tujuan
Setelah peserta diklat/guru pembelajar mempelajari dan memahami materi
dalam modul ini, dengan melalui proses evaluasi baik pengetahuan maupun
keterampilan, diharapkan peserta dapat:
1. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum
2. Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu

2 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum

3. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang diampu
4. Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan
pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran
5. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan
yang dipilih dan karakteristik peserta didik
6. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian

3 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum

C. Peta kompetensi

Peta kompetensi Pengembangan Kurikulum pada kompetensi pedagogik
ditunjukkan seperti gambar di bawah,

PETA KOMPETENSI

POSISI MODUL

KODE UNIT
NAMA UNIT KOMPETENSI WAKTU
KOMPETENSI

PED0100000-00 Pengembangan Peserta Didik 4 JP

PED0200000-00 Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran yang 8 JP
mendidik

PED0300000-00 Pengembangan Kurikulum 8 JP

PED0400000-00 Pembelajaran Yang Mendidik 10 JP

PED0500000-00 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 JP
dalam Pembelajaran

PED0600000-00 Pengembangan potensi peserta didik 4 JP

PED0700000-00 Komunikasi efektif 2 JP

PED0800000-00 Penilaian dan evaluasi pembelajaran 5 JP

PED0900000-00 Pemanfaataan hasil penilaian dan evaluasi 4 JP
pembelajaran

PED0100000-00 Tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas 8 JP
pembelajaran.

4 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum

Cara penggunaan modul Guru pembelajar diharapkan memiliki dasar mengelas dan sikap mandiri dalam belajar. 4. 3. E. 5 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . 5. Pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu 4. Untuk memudahkan anda dalam mempelajari modul ini. setelah itu diperbolehkan untuk mempelajari materi berikutnya. Materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran 5. dapat berperan aktif dan berinteraksi secara optimal dengan sumber belajar. Laksanakan semua tugas-tugas yang ada dalam modul ini agar kompetensi anda berkembang sesuai standar. 2. Lakukan kegiatan belajar untuk mendapatkan kompetensi sesuai rencana yang telah anda susun. maka pelajari terlebih dahulu Tujuan Akhir Pembelajaran dan Ruang Lingkup yang akan dicapai dalam modul ini. Pahami dengan benar isi dari setiap kegiatan belajar yang ada. D. Ruang lingkup Ruang lingkup yang perlu dipelajari dalam modul pengembangan kurikulum adalah: 1. Tujuan pembelajaran yang diampu 3. Bacalah modul ini secara berurutan dari halaman paling depan sampai halaman paling belakang. Materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik 6. Sebelum anda dapat menjawab dengan baik latihan dan tugas atau tes yang ada pada setiap akhir materi. Oleh karena itu langkah kerja berikut perlu diperhatikan secara baik : 1. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum 2. Indikator dan instrumen penilaian. Ulangi lagi pembelajarannya sampai tuntas. berarti anda belum memperoleh ketuntasan dalam belajar.

(3). Kata tersebut (kata kerja) kemudian dijadikan kata benda menjadi curriculum yang artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start hingga finish. Kegiatan pembelajaran 1. Prinsip Pengembangan Kurikulum A. kita dapat menganalisis pendapat para ahli yang merumuskan pengertian kurikulum dari sudut pandang dan lingkup yang berbeda. KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM a. yang artinya berlari cepat. Kurikulum yang telah dikembangkan diidentifikasi berdasarkan prinsip- prinsip pengembangan kurikulum dan peraturan yang berlaku. Pengertian Kurikulum Secara etimologis. Konsep dan prinsip pengembangan kurikulum dijelaskan dengan benar 2. Istilah tersebut kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan dengan pengertian awal sebagaimana termuat dalam kamus Webster's pada tahun 1856. Menerapkan kurikulum di satuan pendidikan (SMK) B. istilah kurikulum berasal dari kata "currerre" (Bahasa Yunani). Tujuan Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta dapat. untuk memahami pengertian kurikulum lebih jauh. Indikator pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian kompetensi dalam kegiatan pembelajaran 1 ini adalah : 1. Uraian materi Materi yang berkaitan dengan prinsip pengembangan kurikulum terurai dalam dua sub materi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK 1. C. yaitu "sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh para peserta diklat untuk dapat dinyatakan lulus atau mendapatkan ijazah (LAN:2007) Di samping itu. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum 2. (2). yaitu: (1) Konsep pengembangan kurikulum. Mengembangkan kurikulum di satuan pendidikan (SMK) 3. Struktur kurikulum SMK. 1. 6 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum .

misalnya. kurikulum adalah rencana atau program yang menyangkut semua pengalaman yang dihayati anak didik dibawah pengarahan sekolah 7) Beauchamp. emosional. mengartikan kurikulum sebagai semua kegiatan peserta didik yang direncanakan dan disediakan oleh lembaga. the curriculum has meant the subject tought in school or course of study. Tyler (1957). menyatakan bahwa Kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya. baik pengalaman intelektual. Ragan menyatakan bahwa rumusan pengertian kurikulum tersebut sebagai pengertian yang tradisional. 3) William B. Ragan merasa pengertian tersebut terlalu sempit. Franklin Bobbit (1918) menyatakan Kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh lembaga diklat untuk membentangkan kemampuan individual peserta diklat. Ragan menyatakan "Traditionally." Di samping itu. 5) Smith dan Tyler. Pengertian yang dikemukakan oleh kedua ahli di atas masih sejalan dengan pengertian yang terdapat dalam kamus Webster's. 1) Robert Zais (1976:7). (1964. Hal ini secara eksplisit dituliskan dalam bukunya yang berjudul Modern Elementary Curriculum (1962).4). 6) Oliva dalam bukunya Sukamto. sosial. dengan rumusan "kurikulum adalah segala pengalaman yang diperoleh peserta didik di bawah tanggung jawab lembaga diklat 4) Ralp W. 7 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . mendefinisikan kurikulum sebagai sejumlah mata diklat atau ilmu pengetahuan yang harus ditempuh oleh peserta diklat untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau untuk memperoleh ijazah. maupun pengalaman lainnya. sehingga pada bagian lain ia merumuskan pengertian yang luas dan modern. Kegiatan yang dimaksud adalah seluruh pengalaman peserta didik di lembaga tersebut. “Perencanaan & Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (1988). 2) Robert Gagne (1967) menyatakan Kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga peserta diklat dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki atau dikuasai sebelumnya.

menyatakan bahwa kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran peserta. sosial. menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. misalnya. 11) Menurut Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Pengalaman belajar yang dimaksud adalah segala perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik sebagai hasil interaksi aktif dengan lingkungannya. 9) Nasution dalam bukunya Kurikulum dan Pengajaran (1989) merumuskan kurikulum sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya. 10) Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development. spiritual. Phytagoras. Pengertian kurikulum ini. mendapatkan pengalaman belajar cara menemukan panjang garis miring dari sebuah segitiga siku-siku. pengertian yang dikemukakan oleh Winarno Surachmad (1977. menyatakan bahwa kurikulum merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar. isi. Theory and Practice. emosional. dapat juga pengalaman orang lain yang telah disusun secara sistematis menjadi sebuah disiplin ilmu. yang kemudian diformulasikan dalam sebuah rumus yang terkenal "Rumus Phytagoras".5) yang menyatakan bahwa kurikulum adalah suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. atau pengalaman belajar lainnya. lebih menekankan pada pengalaman belajar peserta didik. 8) Mac Donald. berbicara masalah kurikulum adalah berbicara pengalaman-pengalaman belajar apa saja yang harus dimiliki oleh peserta diklat untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Artinya. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu 8 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . Pengalaman belajar di sini juga dapat berupa pengalaman langsung yang dialami sendiri oleh peserta didik. misalnya. Sejalan dengan pengertian di atas. Pengalaman belajar ini bisa menyangkut pengalaman intelektual.

pengembangan dan pembinaan kurikulum. 2) Fungsi Korektif. kurikulum merupakan suatu alat (instrumental input) yang sangat membantu dalam merencanakan. 3) Kurikulum sebagai suatu realita. melaksanakan. yaitu: 1) Kurikulum sebagai suatu ide. dan mengevaluasi suatu program pendidikan. dan menyangkut banyak dimensi. dan atau psikomotorik. Oleh karena itu kurikulum memiliki tungsi preventif. 9 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . kesan umum yang dapat kita tarik adalah bahwa kurikulum itu sangat luas. mengapa. yaitu sebagai perwujudan dari ide manusia. Dimensi Kurikulum Jika kita kaji pengertian kurikulum di atas. dan konstruktif (LAN:2007) 1) Fungsi Preventif. baik berupa kognitif. menjaga agar para pengguna kurikulum terhindar dari kesalahan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam kurikulum. yaitu sebagai konsekuensi dari implementasi (berupa pembelajaran) yang menghasilkan suatu output berupa perubahan perilaku peserta didik. b. korektif. paling tidak kurikulum memiliki empat dimensi. afektif. yakni buah pikiran manusia tentang apa. Kalau kita coba kelompokkan. 4) Kurikulum sebagai hasil yang dicapai. dan bagaimana suatu pendidikan bagi peserta didik itu direncanakan dan dilakukan. sebagai rambu-rambu yang harus dipedomani dalam membetulkan kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan kurikulum. 2) Kurikulum sebagai rencana tertulis (written document). Fungsi dan Kegunaan Kurikulum Dalam suatu sistem pendidikan. yakni implementasi dari rencana tertulis yang berwujud suatu kegiatan pembelajaran. 3) Fungsi Konstruktif. memberikan arah yang jelas bagi pelaksanaan. c.

ginjal. Tubuh kita. kurikulum dipergunakan sebagai acuan untuk mengadakan masukan dan perbaikan/penyempurnaan dalam rangka pemberian bimbingan bagi para guru agar mutu pendidikan lebih meningkat. namun mereka tetap memiliki tujuan yang sama. penentuan bahan pelajaran. kurikulum dijadikan sebagai alat kontrol bagi proses pendidikan lanjutan dan juga berguna bagi penyiapan tenaga pendidik. kurikulum merupakan alat ukur yang dapat dijadikan patokan dalam melihat keberhasilan pelaksanaan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. kurikulum dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. metode dan media. bahkan bisa jadi mengalami kegagalan total. 4) Bagi pengguna lulusan. 5) Bagi sekolah di atasnya. Pengertian Sistem Sistem diartikan sebagai kumpulan komponen/sub sistem yang saling terkait. misalnya. kurikulum memiliki kegunaan yang penting yaitu: 1) Bagi guru. dan pembinaan karyawan yang mereka rekrut. serta cara penilaian. penempatan. dan pada akhirnya tujuan sistem tidak akar\ tercapai dengan sempurna. Kurikulum Sebagai Suatu Sistem 1). bisa dikatakan sebagai suatu sistem. saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Sekalipun masing-masing komponen memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam sistem tersebut. yaitu tercapainya dan terwujudnya tujuan dari sistem itu (LAN:2007) Ciri utama dari sebuah sistem adalah apabila salah satu komponen tidak berfungsi dan tidak berperan sebagaimana mestinya maka sistem tersebut tidak akan berjalan dengan baik. saling mempengaruhi. d. karena tubuh kita terdiri dari kumpulan organ tubuh (subsistem). seperti jantung. kurikulum dapat membantu mereka dalam penerimaan. 2) Bagi kepala sekolah. 3) Bagi pengawas. baik dalam perumusan tujuan. 10 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . juga sebagai alat penyeimbang kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. hati. Dari ketiga fungsi tersebut.

sehingga kita dapat memperbaikinya. dimungkinkan kita dapat menganalisis komponen- komponen apa saja yang akan mempengaruhi suatu sistem. Masing-masing organ tubuh memiliki fungsi dan peran sendiri. komponen-komponen kurikulum yang menjadi sub sistem dari sebuah sistem kurikulum sangat bergantung pada kompleksitas tujuan yang akan dicapai. Apabila ada salah satu dari organ tubuh tersebut terganggu (sakit) maka fungsi tubuh secara keseluruhan menjadi terganggu. Artinya. namun tetap mengarah pada satu tujuan yaitu optimalnya fungsi tubuh untuk melaksanakan berbagai aktifitas. Jadi kalau kita menggunakan pendekatan sistem artinya kita akan memandang sesuatu itu sebagai suatu kumpulan komponen yang saling terkait dan bekerjasama untuk mencapai tujuan dari sistem tersebut. empedu. Semakin luas dan kompleks sebuah 11 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . Hal ini karena. maka komponen yang akan terlibatnya pun akan semakin sedikit. Demikian juga pada saat kita menemukan suatu sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya atau tujuan suatu sistem tidak tercapai. lambung. Komponen Kurikulum Kurikulum sebagai suatu sistem. Untuk menemukan komponen kurikulum tentunya sangat bergantung pada kurikulum pada tingkat mana yang akan kita analisis. Sebaliknya kalau tujuan sistem itu sederhana dan spesifik. Komponen kurikulum pada tingkat institusional akan berbeda dengan komponen kurikulum pada tingkat instruksional. Dengan menggunakan pendekatan sistem. Pendekatan dapat diartikan sebagai cara pandang kita dalam melihat sesuatu. Artinya semakin kompleks tujuan sistem. kurikulum itu terdiri dari banyak komponen yang saling terkait dan bekerjasama untuk mencapai tujuan kurikulum. 2). maka akan semakin banyak komponen yang akan terlibat dan tentunya sistem tersebut akan semakin rumit. maka kita dapat menganalisis komponen mana yang tidak berfungsi. Ciri lain dari suatu sistem adalah banyaknya komponen yang akan terlibat dalam sistem tersebut yang sangat bergantung pada kompleksitas tujuan sistem yang ingin dicapai. dll.

Artinya setiap sistem kurikulum harus mengandung keempat komponen tersebut Sekali lagi perlu ditegaskan. Oleh karena itu. Ornstein & Francis P. maka akan semakin banyak komponen yang akan terlibat. dalam Allan S. harus mengandung minimal empat komponen. Giles et. yaitu komponen tujuan. bahwa sebagai suatu sistem maka keempat komponen tersebut harus saling bersinergi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. strategi/metode/media.al.1 . rumusan tujuan. 166) membuat bagan keterkaitan antar komponen kurikulum sebagai berikut: TUJUAN MATERI / STRATEGI ISI / BAHAN EVALUASI Gambar 1. Namun secara garis besar. bahan/materi/pengalaman belajar. Menurut H. dan evaluasi.H. Sebagaimana dijelaskan di atas. komponen yang terlibat dalam kurikulum pada tingkat institusi akan semakin banyak dibanding dengan kurikulum pada tingkat pembelajaran. tujuan yang ingin dicapai pada tingkat institusi jauh lebih kompleks dibanding dengan tujuan pada tingkat pembelajaran. Bagan keterkaitan antar komponen kurikulum 12 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . Hunkins (1998. kurikulum pada tingkat manapun.

dilihat dari aspek substansi.menganalisis. sehingga ia akan dijadikan fokus dan mewarnai komponen bahan. Kompetensi Inti (KI). Ketiga domain ini masing-masing terdiri atas beberapa aspek yang disusun secara hirarkis. dan evaluasi. metode. dan Tujuan Pembelajaran Tujuan yang berada di bawah mendukung/menopang tujuan yang ada di atasnya. Komponen tujuan juga bersifat hirarkis. Pada tahun 1950- an Benyamin S. dan nilai-nilai. dan psikomotor. Peran dan fungsi dari masing-masing komponen tersebut dalam sistem kurikulum : a) Komponen Tujuan Komponen ini merupakan komponen yang pertama dan utama dalam pengembangan kurikulum. memahami (pemahaman). Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). terdiri dari 5 tingkatan. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan intelektual atau berpikir. Di samping bersifat hirarkis. dan mencipta. Rumusan tujuan harus berisi pernyataan yang harus dilakukan dan kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik. nilai/sikap/afeksi. maupun berupa keterampilan fisik/motorik. afektif. yaitu kognitif. minat. yaitu mengingat (pengetahuan). bukan apa yang akan dilakukan oleh guru. karena ia akan menjadi acuan bagi komponen kurikulum lainnya. yaitu 13 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. akumulasi pencapaian tujuan-tujuan yang berada di bawahnya akan mencerminkan tercapai tujuan yang berada di atas. Bloom bersama teman-temannya menyusun sebuah taksonomi yang terkenal dengan taksonomi Bloom yang termuat dalam bukunya Taxonomy of Educational Objectives. komponen tujuan juga dapat dibagi ke dalam beberapa taksonomi tujuan. sikap. Dalam buku ini Bloom membagi tujuan ini menjadi tiga ranah/ domain. Kompetensi Dasar (KD). Ranah afektif dirumuskan oleh Krathwohl. Kemampuan yang dimaksud adalah bisa berupa pengembangan wawasan/kognisi. sedangkan domain psikomotor berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan keterampilan motorik. menerapkan. Ranah kognitif. yakni bertingkat dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL). mengevaluasi.

dan mengamalkan nilai. menghargai nilai. Hal ini memungkinkan timbulnya motivasi dalam kegiatan belajar para peserta didik (4) Tujuan memungkinkan masyarakat mengetahui secara jelas tentang apa yang akan dicapai oleh sekolah (5) Tujuan memungkinkan setiap orang melakukan evaluasi terhadap keberhasilan program. menerima nilai. peserta maupun masyarakat. istilah tujuan ini diganti dengan istilah kompetensi. kesiapan (set). baik oleh para pengembang kurikulum. Pemilihan dan adopsi materi/ bahan akan selalu terikat sepanjang hal itu dapat menopang dan sesuai dengan tujuan. membiasakan gerakan (mechanism). (3) Tujuan juga akan memberikan informasi kepada peserta didik tentang apa yang akan dipelajari dan atau tentang apa yang diharapkan dari kegiatan belajar mereka. dan mengkomunikasikan. Sedangkan ranah psikomotorik dikembangkan oleh Dyers yang menghasilkan ketrampilan abstrak yang meliputi mengamati. komponen tujuan juga dapat memberikan gambaran tentang materi/ bahan apa dan dengan cara bagaimana tujuan yang telah ditentukan tersebut dapat dicapai. yaitu: (1) Tujuan akan menjadi pedoman atau pegangan bagi para pengembang kurikulum. (2) Tujuan dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran. kepala sekolah. meniru (guided response). menanggapi nilai. Dalam pendekatan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. komponen tujuan ini memberikan manfaat dalam pengembangan kurikulum. menjadi gerakan alami (adaptation). mahir (complex or overt response. Guru dengan kreativitasnya dapat menambahkan atau meninggalkan suatu bahan pelajaran agar tidak terjadi overlapping. dan menjadi tindakan orisinal (origination) Selain sebagai fokus bagi komponen-komponen lainnya. menghayati nilai. Namun ia memiliki makna dan fungsi yang sama. menalar/mengasosiasi. menanya. 14 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . guru. khususnya dalam mendesain materi kurikulum. Hasil dari kegiatan ini sangat berguna sebagai bahan masukan bagi perbaikan dan inovasi program/ kurikulum di kemudian hari. sedangkan menurut Simpson bahwa pada ketrampilan kongkrit meliputi persepsi (perception). Selain manfaat tersebut.

juga termasuk scope (ruang lingkup) dan sequence (urutan)~nya. menilai. 15 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . b) Komponen Materi/lsi/Bahan Secara makro. dan menentukan jenis mata pelajaran yang harus diajarkan pada jenjang pendidkikan. menganalisis bahan. yang secara lebih rinci disusun dalam bentuk bahan pengajaran dalam berbagai bentuknya. yaitu: identifikasi kebutuhan. membuat keputusan adopsi. kemudian dikemas dalam berbagai mata pelajaran yang kemudian dijabarkan dalam pokok dan sub pokok bahasan. Hal ini berkaitan dengan kegiatan memilih. konseptual. prosedural dan dimensi metakognitif Isi atau bahan tersebut tersusun berbagai mata pelajaraan berdasarkan jenis dan jenjang pendidikan.D. mempergunakan. M. Isi kurikulum mencakup kompetensi sikap (spiritual dan sosial). Sedangkan secara spesifik yang dimaksud dengan bahan kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. dan memonitor penggunaan bahan. merumuskan misi kurikulum. membentuk tim. Dimensi pengetahuan terdiri dari dimensi faktual. Gall (1981) dalam Handbook for Evaluating and Selecting Curriculum Materials. Tugas guru adalah mengembangkan bahan ajar tersebut berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah disusun dan dirumuskan sebelumnya. kemudian pokok-pokok dan sub pokok bahasan serta uraian materi secara garis besar. Isi dari kegiatan tersebut adalah isi dari kurikulum. menyebarkan. Adapun patokan kegiatan tersebut ditentukan oleh tujuan-tujuan dari jenis dan jenjang pendidikan yang akan dilaksanakan. menentukan anggaran biaya. mengemukan sembilan tahap dalam pengembangan bahan kurikulum. pengetahuan. menilai bahan. mendapatkan susunan bahan. bahan kurikulum ini disusun berdasarkan prosedur tertentu yang merupakan satu bagian dalam pengembangan kurikulum secara keseluruhan. dan keterampilan.

menggunakan apa. Hal ini akan terkait dengan pendekatan. bicara komponen strategi dalam sistem kurikulum adalah bicara "siapa melakukan apa. konsep-konsep yang digunakan. pendekatan apa yang dipakai juga akan mempengaruhi pelaksanaan kurikulum. Walaupun dalam batas-batas tertentu seperti sistem reguler dikenal pula sistem kelas dan non-kelas. karena pada hakikatnya pembelajaran itu adalah kurikulum aktual. Artinya dalam mengembangkan komponen strategi. Apa saja yang akan mereka (harus) lakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. strategi yang dipakai. seperti SMP Terbuka dan Universitas Terbuka. pendekatan. yang dilakukan melalui penggunaan bahan belajar mandiri. Dalam sistem pendidikan di Indonesia dikenal sistem belajar reguler dan sistem belajar jarah jauh (SBJJ) atau distance learning. strategi pelaksanaan kurikulum berkaitan dengan strategi pembelajaran. bagaimana langkah-langkah kegiatan itu dilakukan (baik urutan maupun waktu kegiatannya). 16 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . metode. baik sebagai narasumber maupun sebagai peserta. dan media apa yang akan mereka gunakan. seperti modul dan berprograma. c) Komponen Strategi Komponen strategi berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum. bagaimana dan kapan melakukannya". Dalam konteks ini. pengembang kurikulum akan menentukan siapa saja yang akan terlibat dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Karena itu komponen evaluasi harus dikembangkan dengan mengacu pada kemampuan-kemampuan yang dirumuskan dalam tujuan. d) Komponen Evaluasi Sebagai subsistem dari sistem kurikulum. Selain itu. komponen evaluasi memiliki fungsi sebagai alat kontrol untuk melihat apakah tujuan kurikulum telah dikuasai oleh peserta didik. dengan cara apa. biaya dan fasilitas pendukung lainnya. apakah menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered) atau berpusat pada peserta didik (student centered). Secara spesifik.

dan ia memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang kadaluarsa (out of date). kalau saja kurikulum yang dipelajari dan dikuasai peserta didik tidak relevan. Karena apabila kurikulum tidak relevan. tidak dapat memasuki dunia kerja. Prinsip Pengembangan Kurikulum Dalam pengembangan kurikulum. pimpinan. dan bahkan evaluasi sendiri. 17 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . Penelaahan diarahkan pada pertanyaan-pertanyaan: Apakah materi relevan atau mendukung pencapaian tujuan? Apakah strategi yang dikembangkan efektif dan tepat untuk mencapai tujuan? Apakah evaluasi hasil belajar yang dikembangkan telah mengukur ketercapaian tujuan? d. dan tentunya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). karena kegagalan itu sangat mungkin disebabkan oleh adanya komponen yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Karena itu. tuntutan dunia kerja. 1) Prinsip Relevansi Prinsip ini dapat dikatakan sebagai prinsip utama dalam pengembangan kurikulum. dan fleksibilitas. antara lain. maka sangat mungkin pada akhirnya peserta didik tidak bisa berkiprah dalam masyarakatnya. dan tentunya pemerintah. masyarakat pengguna. kebutuhan peserta didik. kontinuitas. Pertanyaannya adalah harus relevan dengan apa atau siapa? Kurikulum harus relevan dengan tuntutan masyarakat. Beberapa prinsip yang umum digunakan dalam pengembangan kurikulum. seorang pengembang kurikulum biasanya menggunakan beberapa prinsip yang dipegangnya sebagai acuan agar kurikulum yang dihasilkan itu memenuhi harapan peserta didik. Hasil dari evaluasi dapat dijadikan sebagai feedback bagi komponen- komponen lainnya. berorientasi pada tujuan. prinsip relevansi. seperti materi. Mengapa demikian? Karena kurikulum akan dipelajari dan dikuasai peserta didik dan akan dijadikan sebagai bekal oleh peserta didik dalam berkiprah dalam masyarakatnya (dunia kerjanya). strategi. maka kurikulum menjadi tidak banyak berarti. maka sebagai suatu sistem kita akan menelaah komponen-komponen dari kurikulum tersebut. Artinya apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya indikasi kegagalan pencapaian tujuan secara optimal. pihak sekolah.

Implikasi dari penerapan prinsip relevansi dalam pengembangan kurikuium adalah akan diperoleh kurikulum yang berisi sejumlah kemampuan dan bahan/materi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Karena apabila kurikulum tidak relevan. dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna (lapangan kerja). up to date. Di samping itu. Implikasi dari penerapan prinsip relevansi dalam pengembangan kurikuium adalah akan diperoleh kurikulum yang berisi sejumlah kemampuan dan bahan/materi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. dimana komponen tujuan merupakan fokus bagj komponen-komponen lainnya dalam pengembangan sistem 18 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna (lapangan kerja). strategi yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut juga telah memperhatikan karakteristik peserta didik dan perkembangan iptek. kebutuhan peserta didik. dan ia memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang kadaluarsa (out of date). Di samping itu. maka kurikulum menjadi tidak banyak berarti. tuntutan dunia kerja. strategi yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut juga telah memperhatikan karakteristik peserta didik dan perkembangan iptek. up to date. 2) Prinsip Berorientasi Pada Tujuan Prinsip ini dapat dikatakan sebagai prinsip utama dalam pengembangan kurikulum. tidak dapat memasuki dunia kerja. Karena itu. dan tentunya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). maka sangat mungkin pada akhirnya peserta didik tidak bisa berkiprah dalam masyarakatnya. sehingga memudahkan peserta didik dalam menguasai kemampuan yang diharapkan. Pertanyaannya adalah harus relevan dengan apa atau siapa? Kurikulum harus relevan dengan tuntutan masyarakat. Kurikulum sebagai suatu sistem. Mengapa demikian? Karena kurikulum akan dipelajari dan dikuasai peserta didik dan akan dijadikan sebagai bekal oleh peserta didik dalam berkiprah dalam masyarakatnya (dunia kerjanya). sehingga memudahkan peserta didik dalam menguasai kemampuan yang diharapkan. kalau saja kurikulum yang dipelajari dan dikuasai peserta didik tidak relevan.

maupun psikomotor. baik kognitif. bahkan sampai ke jenjang Pendidikan Tinggi. Untuk itu tujuan kurikulum harus jelas. Hal ini perlu diperhatikan agar keluaran yang dihasilkan memiliki ketiga aspek domain tujuan tersebut secara utuh. Dengan kondisi kurikulum yang demikian memungkinkan kurikulum menjadi lebih efektif dan efesien. tujuan dan bahan/materi kurikulum perlu dikembangan secara berkesinambungan mulai dari jenjang Sekoiah Dasar. Tujuan kurikulum juga harus komprehensif. Tujuan dan materi kurikulum harus memiliki hubungan hirarkis fungsional. Implikasi dari penerapan prinsip ini adalah akan diperoleh kurikulum yang sistemik yang memiliki hubungan erat arrtara komponen satu dengan yang lainnya. yakni meliputi berbagai aspek domain tujuan. khususnya kesinambungan tujuan dan bahan/ materi kurikulum antara jenis dan jenjang program pendidikan. bahan. 3) Prinsip Kontinuitas Prinsip kontinuitas dimaksudkan bahwa perlu ada kesinambungan. Dengan demikian dapat dihindari adanya pengulangan materi kurikulum. Dalam konteks pendidikan formal. strategi. afektif. yaitu: (1) materi kurikulum yang diperlukan pada mata pelajaran setelahnya harus sudah diberikan pada mata pelajaran yang ada di bawahnya dan demikian juga (2) materi yang sudah diajarkan/diberikan pada mata pelajaran sebelumnya tidak perlu lagi diberikan pada mata pelajaran setelahnya. tersebut. dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. karena itu pengembangan kurikulum harus berorientasi pada tujuan. Prinsip ini menegaskan bahwa tujuan merupakan arah bagi pengembangan komponen-komponen lainnya dalam pengembangan kurikulum. dan evaluasi. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. artinya tujuan kurikulum harus dapat dipahami dengan jelas oleh para pelaksana kurikulum untuk dapat dijabarkan menjadi tujuan-tujuan lainnya yang lebih spesifik dan operasional. yang dapat mengakibatkan kebosanan pada peserta didik dan/atau ketidaksiapan peserta untuk memperoleh materi dimana mereka 19 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . sehingga terjadi konsistensi antara tujuan. Khusus dalam pengembangan materi kurikulum harus diperhatikan minimal dua aspek kesinambungan.

Di samping itu tidak akan terjadi pengulangan materi yang tidak perlu atau gap yang terlalu jauh antara satu bahasan ke bahasan lainnya. Belum lagi terkait dengan keragaman sumber daya pendidikan secara menyeluruh dan perbedaan demografis. sedangkan sequence artinya urutan atau sistematika. Guru perlu diberikan kebebasan dalam menjabarkan tujuan-tujuan. Kondisi kurikulum seperti ini memungkinkan peserta didik belajar secara runtut/sistematis. sebelumnya tidak memperoleh materi dasar yang memadai. akan saling terkait dan berkelanjutan. khususnya dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. Untuk menghindari hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyusun scope dan sequence setiap mata pelajaran pada jenis dan jenjang pendidikan. bahkan materi dalam satu kurikulum dengan kurikulum lainnya. Para pengembang kurikulum perlu memikirkan bahwa implementasi kurikulum pada kegiatan yang sebenarnya (riil curriculum) akan terkait dengan keragaman kemampuan sekolah untuk menyediakan tenaga dan fasilitas bagi berlangsungnya suatu kegiatan yang harus dilaksanakan. Scope artinya ruang lingkup. asalkan tidak menyimpang jauh dengan apa yang telah digariskan dalam kurikulum. memilih materi yang sesuai. Kontinuitas atau kesinambungan juga perlu diperhatikan antara berbagai mata pelajaran. dan faktor-faktor pendukung pendidikan lainnya. Oleh karena itu. 4) Prinsip Fleksibilitas Fleksibilitas artinya adalah adanya ruang gerak yang memberikan sedikit kelonggaran dalam melakukan atau mengambil suatu keputusan tentang suatu kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pelaksana kurikulum di lapangan. perlu diupayakan pula agar tidak terjadi tumpah tindih materi antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran lainnya. Fleksibilitas juga perlu diberikan kepada guru. geografis. Hubungan antara materi yang satu dengan materi lainnya. memilih strategi dan metode yang dikembangkan dalam suatu 20 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . Implikasi dari penerapan prinsip ini adalah isi/bahan/materi kurikulum yang dikembangkan akan berkesinambungan dengan baik.

dan bahan pelajaran. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut: 1) Tantangan Internal Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi. kegiatan pembelajaran. ada dua dimensi kurikulum. standar pembiayaan. Saat ini 21 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . Implikasi dari penerapan prinsip ini adalah akan diperoleh kurikulum luwes. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kondisi seperti ini sangat diperlukan untuk terciptanya pembelajaran yang kondusif dan efektif. sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. mudah dilaksanakan dengan berbagai situasi yang berkembang di lapangan. Pengertian Kurikulum Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut. Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan membuat kriteria yang objektif dan rasional dalam melakukan dan memberikan penilaian kepada para peserta didik. isi. isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum seperti ini juga memungkinkan para guru mengembangkan riil kurikulum secara kreatif. KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM SMK 1. Latar Belakang a. standar proses. b. Berdasarkan pengertian tersebut. standar kompetensi lulusan. standar pengelolaan. standar sarana dan prasarana. dan standar penilaian pendidikan.

2) Tantangan Eksternal Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup. dan transformasi bidang pendidikan. dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Jumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. kebangkitan industri kreatif dan budaya. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO). Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia. investasi. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban. Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community. jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. pengaruh dan imbas teknosains serta mutu. kemajuan teknologi dan informasi. 22 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia. Asia- Pacific Economic Cooperation (APEC).

g) Penguatan pola pembelajaran berbasis klasikal-massal dengan tetap memperhatikan pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik. sumber/media lainnya). 4) Penguatan Tata Kelola Kurikulum Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut. f) Penguatan pembelajaran berbasis multimedia. a) Penguatan tata kerja guru lebih bersifat kolaboratif. e) Penguatan pola belajar sendiri dan kelompok (berbasis tim). h) Penguatan pola pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines). a) Penguatan pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. 3) Penyempurnaan Pola Pikir Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut. dan i) Penguatan pola pembelajaran kritis. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari dan gaya belajarnya (learning style) untuk memiliki kompetensi yang sama. d) Penguatan pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan pendekatan pembelajaran saintifik). b) Penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader). c) Penguatan pola pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet). dan 23 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . b) Penguatan pola pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam.

3. dan peradaban dunia 24 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . bernegara. dan keterampilan. 2. pengetahuan. b) Menempatkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar. dan keterampilan. serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat. agar peserta didik mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. c) Penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran. kreatif. c) Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap. produktif. f) Mengembangkan kompetensi dasar berdasar pada prinsip akumulatif. Tujuan Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman. a) Mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial. d) Mengembangkan kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran. e) Mengembangkan kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar. dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat. 5) Penguatan Materi Penguatan materi dilakukan dengan cara pengurangan materi yang tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik . berbangsa. saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar-mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). pengetahuan. inovatif. Karakteristik Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut. Semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti.

sinkronisasi horisontal berbagai kompetensi dasar antarmata pelajaran pada kelas yang sama dapat dijaga. (gotong royong. Melalui kompetensi inti. c. damai). perilaku jujur. kerjasama. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan. disiplin. Menghayati dan b. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut: a. b. 4. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada mata pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula. kerjasama. responsif dan toleran. Tabel 1: Kompetensi Inti SMK/MAK KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KELAS X KELAS XI KELAS XII 1. Menghayati dan 2. dianutnya. damai). dianutnya. Kompetensi Inti Kompetensi Inti Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik SMK/MAK pada setiap tingkat kelas. toleran. perilaku jujur. tanggungjawab. disiplin. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial. Menghayati dan mengamalkan mengamalkan mengamalkan perilaku jujur. disiplin. tanggungjawab. Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang SMK/MAK dapat dilihat pada Tabel berikut. damai). Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan. toleran. santun. royong. Kompetensi inti dirancang untuk setiap kelas. peduli (gotong kerjasama. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual. Menghayati dan 1. responsif dan menunjukan sikap menunjukan sikap dan proaktif dan sebagai bagian dari sebagai bagian dari menunjukan sikap solusi atas berbagai solusi atas berbagai sebagai bagian dari permasalahan dalam 25 | Alih Fungsi Modul Pedagogik C Pengembangan Kurikulum . dan d. Menghayati dan mengamalkan ajaran mengamalkan ajaran mengamalkan ajaran agama yang agama yang agama yang dianutnya. 2. responsif dan proaktif proaktif dan santun. royong. peduli peduli (gotong tanggungjawab. santun. Menghayati dan a.

dan mampu mandiri. seni. budaya. pengetahuan faktual. dan pengetahuan faktual. dan peradaban terkait kebangsaan. menalar. dan pengetahuan. Mengolah. budaya. humaniora dengan wawasan budaya. 3. mengevaluasi konseptual. seni. KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KELAS X KELAS XI KELAS XII permasalahan dalam solusi atas berbagai berinteraksi secara berinteraksi secara permasalahan dalam efektif dengan efektif dengan berinteraksi secara lingkungan sosial dan lingkungan sosial dan efektif dengan alam serta dalam alam serta dalam lingkungan sosial menempatkan diri menempatkan diri dan alam serta sebagai cerminan sebagai cerminan dalam menempatkan bangsa dalam bangsa dalam diri sebagai pergaulan dunia. memecahkan masalah. menalar. cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. dan menyaji dalam dan menyaji dalam menyaji. teknologi. dan humaniora dalam teknologi. dan penyebab fenomena dan kejadian dalam peradaban terkait dan kejadian dalam bidang kerja yang penyebab fenomena bidang kerja yang spesifik untuk dan kejadian dalam spesifik untuk memecahkan bidang kerja yang memecahkan masalah. Memahami. seni. pengetahuan faktual. dan mencipta ranah konkret dan ranah konkret dan dalam ranah konkret ranah abstrak terkait ranah abstrak terkait dan ranah abstrak dengan dengan terkait dengan pengembangan dari pengembangan dari pengembangan dari yang dipelajarinya di yang dipelajarinya di yang dipelajarinya di sekolah secara sekolah secara sekolah secara mandiri. ingin tahunya ilmu pengetahuan. menalar. dan konseptual. dan wawasan kemanusiaan. menerapkan dan menerapkan. pergaulan dunia. 3. 4. kebangsaan. tentang ilmu teknologi. d. spesifik untuk masalah. dan ingin tahunya tentang berdasarkan rasa metakognitif dalam ilmu pengetahuan. kenegaraan. peradaban terkait penyebab fenomena kenegaraan. kenegaraan. 4. Mengolah. dan konseptual. menganalisis menganalisis menganalisis. humaniora dalam kemanusiaan. dan kemanusiaan. Memahami. berdasarkan rasa metakognitif prosedural. wawasan kebangsaan. dan mampu 25 . dan menerapkan. Memahami. prosedural prosedural. c. Mengolah. bertindak mandiri.

Mata Pelajaran Struktur Kurikulum SMK/MAK terdiri atas mata pelajaran umum kelompok A. KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KELAS X KELAS XI KELAS XII melaksanakan tugas secara efektif dan melaksanakan tugas spesifik di bawah kreatif. 5. dan mata pelajaran peminatan kejuruan kelompok C. dan mampu spesifik di bawah pengawasan melaksanakan tugas pengawasan langsung. kelas XI (sebelas). dan mata pelajaran Paket Keahlian (kelompok C3). dan kelas XIII (tiga belas) sesuai dengan tuntutan dunia kerja. mata pelajaran umum kelompok B. Struktur kurikulum SMK/MAK adalah sebagai berikut Tabel 2: Struktur Kurikulum SMK/MAK ALOKASI WAKTU PER MINGGU MATA PELAJARAN X XI XII KELOMPOK A (UMUM) 1. dapat ditambah dengan mata pelajaran keagamaan yang diatur oleh Kementerian Agama. Pendidikan Agama dan Budi 3 3 3 Pekerti 26 26 . kelas XII (dua belas). Mata pelajaran peminatan kejuruan kelompok C dikelompokan atas mata pelajaran Dasar Bidang Keahlian (kelompok C1). SMK/MAK yang menyelenggarakan program pendidikan 4 (empat) tingkatan kelas diatur lebih lanjut oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. atau terdiri atas 4 (empat) tingkatan kelas yaitu kelas X (sepuluh). spesifik di bawah langsung. dan kelas XII (dua belas). Khusus untuk MAK. yaitu kelas X (sepuluh). mata pelajaran Dasar Program Keahlian (kelompok C2). kelas XI (sebelas). pengawasan langsung. SMK dan MAK dapat terdiri atas 3 (tiga) tingkatan kelas.

Matematika 4 4 4 5. 48 48 48 B. Bahasa Indonesia 4 4 4 4. Sejarah Indonesia 2 2 2 6. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2 Jumlah jam pelajaran kelompok A dan B per minggu 24 24 24 KELOMPOK C (PEMINATAN) Mata pelajaran peminatan kejuruan 24 24 24 Jumlah jam pelajaran kelompok A. 2. c. Bahasa Inggris 2 2 2 KELOMPOK B (UMUM) 7. dan C per minggu Keterangan: a. Olahraga. dan Kesehatan 3 3 3 9. Seni Budaya 2 2 2 8. d. Pendidikan Jasmani. Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah 27 27 . b. Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri. Pendidikan Pancasila dan 2 2 2 Kewarganegaraan 3. Mata pelajaran Kelompok A dan C merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.

setiap hari 8 jam selama 1 semester. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester. i. Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik. dapat pula dengan cara masuk 3 hari dalam seminggu. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 45 menit. h. namun yang diperhitungkan Pemerintah maksimal 2 (dua) jam/minggu. Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya dan Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. sosial. dalam rangka memperkaya dan meningkatkan kualitas keahlian yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. g. Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran kelompok A dan B dapat dilakukan di satuan pendidikan dan/atau industri (terintegrasi dengan Praktik Kerja Lapangan) dengan Portofolio sebagai instrumen utama penilaian. e. dan faktor lain yang dianggap penting. Salah satu aspek mata pelajaran yang dipilih harus sesuai dengan program keahlian yang diikutinya. aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya. budaya. j. maksimal 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. SMK/MAK menyelenggarakan program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) bersama dengan institusi pasangan. yang memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui 28 28 . satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. k. f. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri. Praktek kerja lapangan dapat dilaksanakan menggunakan sistem blok selama setengah semester (sekitar 3 bulan).

dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Acuan Konseptual Acuan konseptual pengembangan KTSP meliputi: 1) Peningkatan iman. sehingga setiap sekolah harus mengembangkan KTSP-nya agar bisa diimplementasikan sesuai dengan kondisi sekolah. 4) Peningkatan potensi. 29 29 . dan kebutuhan peserta didik. m. b. kecerdasan. 5) Kesetaraan warga negara memperoleh pendidikan bermutu. dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing- masing satuan pendidikan. 3) Persatuan Nasional dan nilai-nilai kebangsaan. dan akhlak mulia. 2. palang merah remaja (PMR). dan satuan pendidikan serta sesuai dengan kondisi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KT SP ) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 6) Kebutuhan kompetensi masa depan. keunggulan daerah. terarah ubtuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. 2) Toleransi dan kerukunan umat beragama. l. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMK a. sumber daya. Khusus untuk Madrasah Aliyah Kejuruan struktur kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib). potensi. usaha kesehatan sekolah (UKS). bakat. kebutuhan peserta didik. daerah. takwa. bekerja langsung di institusi pasangan. dan lain-lain. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan setiap sekolah tidak harus sama karena potensi dan kondisi setiap sekolah berbeda baik sarana prasarana.

30 30 . c. c). pengaturan beban belajar. dan 12) Karakteristik satuan pendidikan. 7) Tuntutan dunia kerja. 9) Keragaman potensi dan karakteristik daerah serta lingkungan.3/KEP/KP/2014. teknologi. 3) Dokumen 3 a). muatan. b). 2) Dokumen 2 a). Dokumen ini sekurang-kurangnya berisi tentang visi. komponen KTSP meliputi 3 Dokumen sebagai berikut. Sekolah dapat melakukan analisis silabus yang hasilnya dapat dimasukkan menjadi bagian dari buku II KTSP. c). dan mata pelajaran kelompok C (Peminatan). mata pelajaran kelompok B. c). 10) tuntutan pembangunan daerah dan nasional. misi. dan kalender pendidikan. dan merupakan kumpulan silabus semua mata pelajaran kelompok A. Dokumen ini berisi tentang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai potensi. 1) Dokumen 1 a). tujuan. Kelompok B dan kelompok C (Peminatan). Silabus merupakan lampiran dari Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014. bakat. minat. Dokumen 1 disebut BUKU I KTSP. RPP disusun oleh guru dari satuan pendidikan yang terdiri atas kumpulan RPP semua mata pelajaran kelompok A. dan kemampuan peserta didik di lingkungan belajar. b). 8) Perkembangan ilmu pengetahuan. 11) Dinamika perkembangan global. b). Dokumen 3 disebut buku III KTSP. Dokumen ini berisi silabus yang sudah disusun oleh Pemerintah. Dokumen ini dikembangkan oleh satuan pendidikan di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah. dan Keputusan Dirjen Dikmen No 1769/D3. Komponen Kurikulum KTSP Berdasarkan lampiran Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan KTSP. Dokumen 2 disebut Buku II KTSP. dan seni.

Waktu 20 menit SOAL 1. D. 4. D. Silanglah pada pilihan jawaban yang anda anggap paling tepat dari 4 item pilihan jawaban (A. Diskusikan “Identifikasi perbedaan antara kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013 ! 3. Pernyataan tersebut merupakan kegunaan kurikulum bagi : a. Bentuk kelas menjadi 4 kelompok (@ 6 – 8 orang / kelompok) 2. Bacalah secara cermat terlebih dahulu soal-soal berikut dalam mengerjakan 2. Kepala Sekolah c. Penyusunan RPP dilakukan di awal tahun pembelajaran dan dapat dilakukan revisi sesuai kebutuhan guru dalam pembelajaran. maka lingkarilah jawaban tersebut dan silanglah dengan pilihan jawaban yang baru. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas! 4. Kumpulkan hasil perbaikan pada fasilitator ! E. 3. d). C . Pengguna Lulusan 31 31 . contoh sebagai berikut: A . B. Perbaiki hasil diskusi berdasarkan masukan pada saat presentasi ! 5. penentuan bahan pelajaran. Aktifitas Pembelajaran Lakukan tugas yang ada dibawah ini sesuai dengan langkah- langkahnya 1. Pengawas d. Bila hendak mengganti pilihan jawaban yang anda sudah tersilang meragukan. Latihan / Tugas Petunjuk pengerjaan soal 1. C. baik dalam perumusan tujuan. B . metode dan media. Kurikulum dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. serta cara penilaian. D) dari soal di bawah. Guru b.

dan organisatoris c. Model Desentralistik 32 32 . psikologis. bahan. bahan. Pernyataan tersebut merupakan a. materi/lsi/bahan. Azas filosofis. Azas psikologis. sehingga penyusunan/pengembangannya harus dilakukan secara cermat dan sempurna yang didasari pada azas-azas tertentu sebagai penopangnya.2.H. materi. Komponen tujuan. yaitu a. tuntutan dunia kerja. dan komponen strategi pembelajaran c. Prinsip berorientasi pada tujuan dalam pengembangan kurikulum 4. Prinsip relevansi dalam pengembangan kurikulum b. dan kontinuitas d. sosiologis. dan komponen evaluasi b. materi. Azas psikologis. Komponen Tujuan. dan fleksibilitas b. Komponen Tujuan. Kurikulum sebagai suatu rencana pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Komponen Tujuan. psikologis. Model Grass-Roots b. Menurut H. kebutuhan peserta didik. strategi dan komponen evaluasi d. Kurikulum harus relevan dengan tuntutan masyarakat. Prinsip fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum c. Giles bahwa komponen kurikulum terdiri dari: a. sosiologis organisatoris. organisatoris dan fleksibilitas 5. Prinsip kontinuitas dalam pengembangan kurikulum d. Artinya. Kurikulum sebagai suatu sistem. Model From the Bottom Up d. strategi dan komponen evaluasi 3. Model Adminstratif c. Model pengembangan kurikulum yang dikembangkan dari atas ke bawah. dan tentunya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). dimana gagasan pengembangan kurikulum datang dari para administrator pendidikan dan dengan menggunakan prosedur administrasi yang bersifat sentralistik disebut dengan a. kurikulum itu terdiri dari banyak komponen yang saling terkait dan bekerjasama untuk mencapai tujuan kurikulum. sosiologis. Azas filosofis. sosiologis. Berkaitan dengan hal tersebut sedikitnya ada empat azas yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum.

dan standar penilaian pendidikan. penguatan tata kelola kurikulum. dan penguatan metodologi. dan penguatan metodologi. 8. Penyempurnaan Pola Pikir 33 33 . Tantangan internal. penyempurnaan pola pikir. standar pendidik dan tenaga kependidikan. dan penguatan materi. isi. Kurikulum SMK dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut: a. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu 7. Pernyataan tersebut merupakan rasional pengembangan kurikulum berdasarkan pada faktor : a. standar kompetensi lulusan. penguatan materi dan penguatan metodologi d. tantangan eksternal. tantangan eksternal. penyempurnaan pola pikir. Penguatan Tata Kelola Kurikulum b. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan dan cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu b. b. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu c. penyempurnaan pola pikir. standar sarana dan prasarana.6. c. Tantangan internal. penyempurnaan pola pikir. penguatan tata kelola kurikulum. Menurut Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa kurikulum adalah a. Tantangan internal. tantangan eksternal. Tantangan yang berkaitan dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi. standar proses. standar pengelolaan. standar pembiayaan. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan dan isi serta bahan pelajaran yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu d. penguatan tata kelola kurikulum. penguatan materi. Tantangan internal.

Sosiologis. Rangkuman Kurikulum sebagai suatu system. pihak sekolah. Teoritis dan Landasan Yuridis F. c. Tantangan Internal d. Penyempurnaan Pola Pikir c. Tantangan yang berkaitan dengan penguatan pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Menurut H. strategi. dan komponen evaluasi. Tantangan Eksternal 10 Landasan Pengembangan Kurikulum SMK 2013 Adalah : a. pimpinan. Psikopedagogis. Landasan Filosofis. Teoritis dan Landasan Yuridis d. artinya. Teoritis dan Landasan Yuridis c. berorientasi pada tujuan.H. Penguatan Tata Kelola Kurikulum b. Landasan Filosofis.al bahwa komponen kurikulum terdiri dari komponen tujuan. Tantangan Internal d. masyarakat pengguna. Kurikulum sebagai suatu rencana pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam keseluruhan kegiatan 34 34 . materi/isi/bahan. Psikopedagogis. Giles et. Sosiologis. Psikopedagogis. prinsip relevansi. Hal tersebut merupakan rasional pengembangan kurikulum berdasarkan pada faktor a. antara lain. Landasan Filosofis. Masing- masing komponen memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam rangka mencapai tujuan. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari dan gaya belajarnya (learning style) untuk memiliki kompetensi yang sama. dan Landasan Yuridis b Landasan Filosofis. kontinuitas. dan fleksibilitas. Dalam pengembangan kurikulum. Tantangan Eksternal 9. Beberapa prinsip yang umum digunakan dalam pengembangan kurikulum. biasanya menggunakan beberapa prinsip yang dipegangnya sebagai acuan agar kurikulum yang dihasilkan memenuhi harapan peserta didik. Psikopedagogis. kurikulum itu terdiri dari banyak komponen yang saling terkait dan bekerjasama untuk mencapai tujuan kurikulum. dan tentunya pemerintah.

Berkaitan dengan hal tersebut sedikitnya ada empat azas yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum. dan landasan yuridis. Secara umum langkah-langkah pengembangan kurikulum itu terdiri atas: diagnosis kebutuhan. Pengembangan kurikulum dalam bentuk sistemik dilakukan dengan cara mengembangkan semua komponen kurikulum. psikologis. Pengembangan dalam bentuk ini biasanya terjadi apabila terjadi perubahan pada komponen tujuan. dan penguatan materi. penyempurnaan pola pikir. perumusan kompetensi dan tujuan. isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan Kurikulum dapat dilakukan dengan Model Adminstratif (From the Top down) dan Model Grass-Roots (From the Bottom Up). Kurikulum SMK 2013 dikembangkan berdasarkan faktor : tantangan internal. sosiologis. 35 35 . dan organisatoris. pemilihan dan pengorganisasian materi. Selain itu boleh juga dimasukkan azas iptek. Pengembangan dalam bentuk ini biasanya tidak terjadi perubahan dalam komponen tujuan. sehingga penyusunan/pengembangannya harus dilakukan secara cermat dan sempurna yang didasari pada azas-azas tertentu sebagai penopangnya. penguatan tata kelola kurikulum. Sementara pengembangan kurikulum secara pragmentaris terjadi apabila pengembangan kurikulum hanya terjadi pada sebagian komponen kurikulum. yaitu pengembangan secara sistemik dan secara pragmentaris. dan pengembangan alat evaluasi Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Karena apabila komponen tujuan berubah maka seluruh komponen akan berubah.pendidikan. tantangan eksternal. Pengembangan kurikulum dapat dilakukan dalam dua bentuk. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. yaitu azas filosofis. landasan sosiologis. landasan psikopedagogis. Landasan Pengembangan kurikulum 2013 adalah landasan filosofis. landasan teoritis.

dan kemampuan peserta didik di lingkungan belajar. pengaturan beban belajar. minat. Buku II KTSP sudah disusun oleh Pemerintah. Hal-hal apa saja yg masih belum saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran prinsip pengembangan kurikulum? c. muatan. dan kalender pendidikan. tujuan. Dasar Bidang Keahlian. Dasar Program Keahlian dan C3. kelompok C (Peminatan). Prosedur operasional pengembangan KTSP terdiri dari tahap persiapan. bakat. sedangkan penyusunan Buku III KTSP menjadi tanggung jawab masing- masing tenaga pendidik. terdiri dari C1. Dalam Permendikbud tersebut dibahas tentang KTSP yang terdiri dari 3 dokumen. tahap analisis. tahap penetapan. Untuk mengimplementasikan kurikulum SMK 2013 disekolah. misi. kelompok B (umum). Paket Keahlian. tahap pengembangan. Saran apa yang dapat saudara sampaikan terkait dengan proses pembahasan kegiatan pembelajaran prinsip pengembangan kurikulum agar kegiatan berikutnya lebih baik / lebih berhasil ? 36 36 . Dokumen 2 yang disebut dengan Buku II KTSP berisi silabus. Hal-hal apa saja yg sudah saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran prinsip pengembangan kurikulum? b. tahap pengesahan dan tahap implementasi G. Struktur Kurikulum SMK terdiri dari kelompok A (umum). sehingga orang yang terlibat dalam pendidikan dapat mempelajari dan menerapkannya di sekolah. Dokumen 1 yang disebut dengan Buku I KTSP berisi sekurang-kurangnya visi. Umpan Balik a. Penyusunan Buku I KTSP menjadi tanggung jawab kepala sekolah/madrasah. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 1. dan dokumen 3 yang disebut dengan Buku III KTSP berisi rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun sesuai potensi. C2. pemerintah telah meyiapkan peraturan-peraturan yang terkait dengan implementasi kurikulum 2013. Salah satu peraturan tersebut adalah Permendikbud nomer 61 tahun 2013.

2. tanpa melihat atau membuka materi dengan nilai minimal 80. Tindak lanjut Peserta dinyatakan berhasil dalam mempelajari kegiatan pembelajaran 1 ini apabila telah mampu menjawab soal-soal evaluasi / latihan dalam kegiatan pembelajaran 1 ini. Bagi yang belum mencapai nilai minimal 80 diharapkan untuk lebih giat mendalami lagi sehingga dapat memperoleh nilai minimal 80 37 37 .

terdapat banyak pemikiran yang telah dikemukakan oleh para praktisi pendidikan. 1. 2) Menurut Percival dan Ellington. Uraian materi Materi yang berkaitan dengan penentuan tujuan pembelajaran terurai dalam tiga sub materi. Tujuan Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta dapat. Pengertian Tujuan Pembelajaran Mencermati pengertian tujuan pembelajaran. 1) Menurut Dejnozka dan Kavel. tujuan pembelajaran merupakan pernyataan spefisik tentang perilaku dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. (2) taksonomi tujuan pembelajaran. behaviour. dan (3) rumusan tujuan pembelajaran 1. b. condition dan degree C. Indikator pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian kompetensi dalam kegiatan pembelajaran 2 ini adalah : 1. yaitu: (1) pengertian. Pengertian. Konsep penyusunan tujuan pembelajaran dijelaskan dengan benar. Pengertian. namun dari keseluruhannya secara umum memiliki kesamaan makna. tujuan instruksional adalah pernyataan tentang penampilan/keterampilan yang diharapkan sebagai hasil dari proses belajar. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang diampu 2. fungsi. Fungsi Tujuan Pembelajaran Rumusan tujuan pembelajaran memiliki beberapa fungsi. dan manfaat tujuan pembelajaran. 2. Menentukan Tujuan Pembelajaran A. Rumusan tujuan pembelajaran disusun berdasarkan indikator dengan kriteria audience. Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu B. Fungsi. dan Manfaat Tujuan Pembelajaran a. Fungsi dan Manfaat Tujuan Pembelajaran 38 38 . seperti yang telah dituliskan di bawah ini. Kegiatan pembelajaran 2.

Manfaat tujuan pembelajaran Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari rumusan tujuan pembelajaran adalah: 1) Kegiatan pembelajaran lebih terarah. karena tindakan perbaikan c. Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi merupakan klasifikasi atau pengelompokan benda menurut ciri-ciri tertentu. 39 39 . karena keberhasilan pembelajaran merupakan perbandingan antara hasil belajar dengan tujuan pembelajaran. 2. Ada tiga klasifikasi umum tujuan pembelajaran. karena penyelenggaraannya telah dikendalikan oleh rumusan tujuan yang akan dicapai. afektif. 3) Pemusatan perhatian siswa pada sunstansi ajar. 3) Acuan bagi guru untuk menentukan media pembelajaran. siswa akan lebih berkonsentrasi pada substansi ajar terkait. 2) Memudahkan pengukuran keberhasilan pembelajaran. 4) Menjadi sarana siswa untuk melakukan penilaian diri. karena dengan mengetahui tujuan pembelajaran. akan memudahkan siswa untuk mengukur ketercapaian hasil belajarnya. dan psikomotor. yaitu ranah kognitif. 2) Acuan bagi guru untuk melaksanakan evaluasi. 1) Acuan bagi guru untuk merancang pengembangan kegiatan pembelajaran. sehingga media pembelajaran yang dipilih sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. agar substansi evaluasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. karena dengan mengetahui tujuan pembelajaran. 4) Acuan guru untuk melakukan tindakan perbaikan. sehingga semua kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka menyederhanakan dan mempermudah substansi ajar tidak menyimpang dari tujuan yang akan dicapai. Dalam bidang pendidikan taksonomi digunakan untuk mengklasifikasi tujuan pembelajaran.

kontekstual. Teaching. Buku ini merupakan revisi terhadap Taksonomi kognitif yang dikembangkan oleh Bloom. dan metakognitif. b) Pengetahuan konseptual mencakup pengetahuan tentang kategori. yang digambarkan pada tabel di bawah ini. dan kondisional yang melibatkan kesadaran atas pengetahuan diri. dan secara sistematis menata disiplin ilmu mereka.a. and Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educatioanl Objectives yang disusun oleh Lorin W. menjadi pengetahuan stategis. Dalam buku ini dikemukakan dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif. yang semuanya disebut dengan prosedur d) Pengetahuan metakognitif merupakan pengetahuan pengembangan dari apa yang pernah dipelajari oleh siswa. yaitu: pengetahuan faktual. Anderson dan David R. dan hubungan antara dua atau lebih kategori pengetahuan yang lebih kompleks dan tertata. Dari pengetahuan konkret sampai dengan pengetahuan abstrak. klasifikasi. memahami. konseptual. a) Pengetahuan faktual meliputi elemen-elemen dasar yang digunakan oleh para pakar dalam menjelaskan. teknik. Ranah Kognitif Telah dikenal banyak orang tentang taksonomi kognitif yang dikemukakan oleh Bloom. prosedural. 1) Dimensi Pengetahuan Dimensi pengetahuan dibedakan dalam empat tingkatan. Pengetahuan ini mencakup pengetahuan tentang keterampilan. namun pada tahun 2001 terbit sebuah buku A Taxonomy for Learning. Krathwohl. c) Pengetahuan prosedural adalah “pengetahuan tentang cara” melakukan sesuatu. dan metode. 40 40 . algoritma.

c) Menerapkan menunjuk pada proses kognitif memanfaatkan atau mempergunakan suatu prosedur untuk melaksanakan percobaan atau menyelesaikan permasalahan. menerapkan (apply). a) Mengingat adalah upaya mendapatkan kembali pengetahuan dari memori atau ingatan yang telah lampau.Tabel 4 Dimensi Pengetahuan Pengetahuan Nyata Pengetahuan Abstrak Factual Konseptual Prosedural Metakognitif  Pengetahuan  Pengetahuan  Pengetahuan tentang  Pengetahuan tentang tentang pelajaran keterampilan strategis terminologi klasifikasi dan khusus dan algoritma  Pengetahuan tentang  Pengetahuan kategori  Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif. dan konsistensi. b) Memahami/mengerti berkaitan dengan membangun pengertian dari berbagai sumber seperti pesan. baik yang baru didapatkan maupun yang sudah lama didapatkan. yang tepat/sesuai dan struktur. 41 41 . kapan  Pengetahuan diri tentang teori. Kriteria yang digunakan adalah kualitas. d) Menganalisis merupakan memecahkan suatu permasalahan dengan memisahkan tiap-tiap bagian dari permasalahan dan mencari keterkaitan dari tiap-tiap bagian tersebut dan mencari tahu bagaimana keterkaitan tersebut dapat menimbulkan permasalahan. model. 2) Dimensi Proses Kognitif Taksonomi Bloom pada ranah kognitif yang telah direvisi Anderson dan Krathwohl (2001:66-88) meliputi: mengingat (remember). tentang detail  Pengetahuan pelajaran teknik-teknik mencakup dan elemen prinsip-prinsip khusus dan metode pengetahuan khusus dan  Pengetahuan tentang kontekstual dan generalisasi kriteria untuk kondisional  Pengetahuan menentukan. efektivitas. dan menciptakan (create). menggunakan prosedur teori . mengevaluasi (evaluate). e) Evaluasi berkaitan dengan proses kognitif memberikan penilaian berdasarkan kriteria dan standar yang sudah ada. efisiensi. menganalisis (analyze). bacaan dan komunikasi. memahami/mengerti (understand).

hipotesa jaringan/mendiskusikan (net (hypothesising). memproduksi (producing). meninjau ulang (reviewing) mengintegrasikan (integrating). berkomentar (experimenting) (commenting). menyebarkan (sharing). jejaring (networking) g) berpendapat (inferring) Mengingat Mengenali (recognition). blogging. (Creating) merancang (designing). Bercakap (chatting). Menulis teks (texting). (Applying) mengimplementasikan menjawab (replying) (implementing). menyumbang (contributing). (Analyzing) mengorganisasikan (organizing). (instant messaging). mengerti membandingkan (comparing). eksperimen meeting).f) Menciptakan mengarah pada proses kognitif meletakkan unsur-unsur secara bersama-sama untuk membentuk kesatuan yang koheren dan mengarahkan siswa untuk menghasilkan suatu produk baru dengan mengorganisasikan beberapa unsur menjadi bentuk atau pola yang berbeda dari sebelumnya g) Tabel 5. (Understandin menginterpretasikan (interpreting). mengirim pesan singkat g) mendeskripsikan (describing). mengidentifikasi (identifying) berbicara (twittering) Berpikir Tingkat Rendah 42 42 . memoderatori (moderating). Memahami/ Mengklasifikasikan (classification). kolaborasi (collaborating) merencanakan kembali (devising) Mengevaluasi Mengecek (checking). Posting. (Rememberin memanggil kembali (recalling). Menanyakan (Questioning). mengkritisi Bertemu dengan (Evaluating) (critiquing). berdebat (debating) Menganalisis Memberi atribut (attributeing). Negosiasi (negotiating). mensahihkan (validating) Menerapkan Menjalankan prosedur (executing). Dimensi Proses Kognitif Tingkatan Berpikir Tingkat Tinggi Spektrum Komunikasi (communication spectrum) Menciptakan Menggeneralisasikan (generating).

c. 43 43 . penghargaan. Bloom. yaitu: penerimaan. nilai-nilai. apresiasi. pengorganisasian dan internalisasi. 5) Internalisasi (characterization) terjadi jika sikap/perilaku positif/negatif menang pada tingkat pengorganisasian maka perilaku patuh pada rambu-rambu lalulintas dapat diinternalisasi atau menjadi kebiasaan. sehingga perlu pengorganisasian sikap/perilaku. Perumusan tujuan dan pengamatan perilaku masing-masing sub domain dijelaskan pada paparan berikut ini. 1) Imitation (peniruan): menirukan pola perilaku yang telah diamati dari orang lain. pemberian respon. manipulasi. Kinerja masih berkualitas rendah. maka siswa akan mulai menilai kelebihan dan keburukan jika tidak melanggar rambu-rambu lalulintas. presisi. (1973) mengembangkan taksonomi tujuan yang berorientasi pada emosi/perasaan. maka akan terjadi perang batin antara ya dan tidak. 1) Penerimaan (receiving) terjadi ketika siswa melihat atau menerima rangsangan dari luar (misal: anjuran mematuhi rambu-rambu lalulintas.b. Masia. motivasi dan sikap. 4) Pengorganisasian (organization) terjadi ketika siswa dihadapkan pada beberapa pilihan yang sama beratnya (misal: siswa sudah terbiasa patuh lalu diajak melanggar oleh teman dekatnya. artikulasi dan naturalisasi. traffic light) 2) Tanggapan (responding) terjadi jika siswa menanggapi apa yang dilihat atau rangsangan dari luar (misal: mengikuti atau menolak) 3) Penghargaan (valuing) terjadi ketika respon positif didukung. Ranah Afektif Krathwohl. Ranah Psikomotor Dave‟s (1975) membagi domain psikomotor menjadi lima sub domain yaitu: imitasi. antusiasme. Ada lima kategori yang dikemukakan.

Persyaratan perumusan tujuan pembelajaran Secara umum terdapat empat syarat yang harus dipenuhi dalam perumusan tujuan pembelajaran. Misal: siswa dapat … 2) Behaviour (perubahan perilaku) merupakan perubahan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa setelah berlangsungnya pembelajaran. memiliki empat persyaratan yang harus dipenuhi. a. sesuai prosedur. behaviour (perubahan perilaku). Memiliki performa tingkat tinggi secara alami. Rumusan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran dibedakan menjadi dua. dan degree (ukuruan keberhasilan). untuk di sekolah adalah siswa. Gerakan ini memerlukan koordinasi serangkaian tindakan. Rumusan tujuan pembelajaran umum merujuk pada kompetensi dasar. dengan lancar. Tujuan pembelajaran sebagai pernyataan spesifik tentang perubahan perilaku yang diharapkan. 2) Manipulation (manipulasi): melakukan tindakan tertentu dengan mengikuti petunjuk dan berlatih tanpa bantuan visual dari orang lain. dengan sempurna. untuk mencapai keselarasan dan konsistensi internal 5) Naturalization (naturalisasi): melakukan gerakan secara spontan atau otomatis. Contoh kata sifat yang sesuai antara lain: “ dengan otomatis. mempunyai bakat alam tanpa perlu berpikir atau belajar banyak tentang hal itu. dengan lancar. sedangkan tujuan pembelajaran khusus merujuk pada indikator keberhasilan. dsb 3. cepat dan tepat. yaitu: tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus. 1) Audience (sasaran pembelajaran) adalah seseorang yang menjadi subyek dalam pembelajaran. yaitu: audience (sasaran pembelajaran). tanpa kesalahan” 4) Articulation (artikulasi): menunjukkan serangkaian gerakan yang akurat. 44 44 . 3) Precision (presisi): bekerja dengan cepat dan tepat dengan sedikit kesalahan tanpa menggunakan petunjuk visual maupun tertulis. Kata sifat yang menunjukkan tingkat presisi antara lain: “dengan tepat. conditions (kondisi).

melalui diskusi dengan teman. siswa dapat menjelaskan fungsi dari palu berdasarkan jenisnya. dengan toleransi maksimal 0. sesuai dengan sistem ….01 mm. mendemonstrasikan …. berdasarkan jenisnya. maksimal 15 menit. Contoh: tujuan pembelajaran khusus. batasan toleransi. Audience (sasaran pembelajaran) : siswa dapat Behaviour (perubahan perilaku) : menjelaskan fingsi dari palu Conditions (kondisi) : melalui tiga palu yang disediakan guru Degree (ukuran keberhasilan) : berdasarkan jenisnya. Rumusan tujuan pembelajaran harus memenuhi minimal tiga persyaratan. membedakan …. agar siswa dapat menunjukkan kemampuan yang diharapkan. dan conditions (kondisi) atau audience (sasaran pembelajaran). Namun akan lebih baik kalau diusahakan untuk memenuhi keempat persyaratan. dan degree (ukuran keberhasilan). batasan waktu. yaitu: audience (sasaran pembelajaran). acuan sistem dan jenis. Misal: minimal 4 butir. Kriteria dapat dinyatakan dalam angka. …) 3) Conditions (kondisi) adalah persyaratan yang harus dipenuhi. urutan langkah-langkah. behaviour (perubahan perilaku). Melalui tiga palu yang disediakan guru. m elal ui pengamatan langsung … di lapangan. Persyaratan ini dapat berupa alat. Misal: dengan per alatan deng an bahan …. Misal: menjelaskan . … 4) Degree (ukuruan keberhasilan) adalah pernyataan yang menunjukkan kriteria perubahan perilaku yang akan dinilai. behaviour (perubahan perilaku). harus menggunakan kata kerja operasional. bahan atau situasi/kedaan yang mengiringi proses siswa saat menunjukkan kemampuannya. secara berurutan. menguraikan …. 45 45 . Kata kerja yang digunakan untuk rumusan tujuan pembelajaran.

Menggabungkan Mengelola Mengulangi Melaksanakan. Memodifikasi Master 46 46 . Menunjukkan. Daftar Kata Kerja Operasional Beberapa kata kerja operasonal ditampilkan di bawah ini untuk digunakan sebaagai acuan dalam pembuatan tujuan pembelajaran RANAH KOGNITIF Mengingat Memahami Menerapkan Menganalisis Mengevaluasi Menciptakan (C1) (C2) (C3) (C4) (C5) (C6) Mengenali Menjelaskan Melaksanakan Mendiferensia Mengcek Membangun Mengingat Mengartikan Mengimplement sikan Mengkritik Merencanakan kembali Menginterpretas asikan Mengorganisa Membuktikan Memproduksi Membaca ikan Menggunakan sikan Mempertahank Mengkombinasi Menyebutk Menceritakan Mengonsepkan Mengatribusik an kan an Menampilkan Menentukan an Memvalidasi Merangcang Melafalkan Memberi contoh Memproseskan Mendiagnosis Mendukung Merekonstruksi Menuliskan Merangkum Memerinci Memproyeksika Membuat Menghafal Menyimpulkan Menelaah n Menciptakan Membandingkan Mendeteksi Mengabstraksi Mengklasifikasik Mengaitkan an Memecahkan Menunjukkan Menguraikan Menguraikan Membedakan Mengidentifikasi kan RANAH AFEKTIF Menerima Merespon Menghargai Mengorganisasikan Karakterisasi (A1) (A2) (A3) (A4) (A5) Mengikuti Mengompromikan Mengasumsikan Mengubah Membiasakan Menganut Menyenangi Meyakini Menata Mengubah perilaku Mematuhi Menyambut Meyakinkan Mengklasifikasikan Berakhlak mulia Meminati Mendukung Memperjelas Mengombinasikan Mempengaruhi Menyetujui Memprakarsai Mempertahankan Mengkualifikasi Menampilkan Mengimani Membangun Melayani Melaporkan Menekankan Membentuk pendapat Membuktikan Memilih Menyumbang Memadukan Memecahkan Mengatakan Mengelola Memilah Menegosiasi Menolak Merembuk RANAH PSIKOMOTORIK Meniru Manipulasi Presisi Artikulasi Naturalisasi (P1) (P2) (P3) (P4) (P5) Menyalin Kembali membuat Menunjukkan Membangun Mendesain Mengikuti Membangun Melengkapi Mengatasi Menentukan Mereplikasi Melakukan. Menciptakan Mematuhi Menerapkan Mengkalibrasi Mengintegrasikan Mengendalikan Beradaptasi Mengembangkan Merumuskan. Menyempurnakan Koordinat. b.

Waktu pembahasan 30 menit E. dan Degree (ukuruan keberhasilan). Satu rumusan tujuan untuk materi pembelajaran teori dan satu rumusan tujuan untuk materi pembelajaran praktik. Conditions (kondisi). F. dan Degree (ukuran keberhasilan). yaitu: tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus. Aktivitas Pembelajaran Bapak dan Ibu peserta diklat diminta menyelesaikan tugas dengan ketentuan di bawah ini. Fungsi dan Manfaat tujuan Pembelajaran 3. 1. Rumusan tujuan harus memenuhi empat syarat: Audience (sasaran pembelajaran). Empat syarat tersebut meliputi: Audience (sasaran pembelajaran). Behaviour (perubahan perilaku). Rangkuman Tujuan pembelajaran dibedakan dalam dua kategori. Kelompok 1 dan 2 membahas Pengertian. Latihan / Tugas Anda diminta membuat rumusan tujuan pembelajaran yang terkait dengan mata pelajaran atau paket keahlian yang diampu. Behaviour (perubahan perilaku). Mempresentasikan hasil bahasan ke kelompok lain 6. 47 47 .D. Tujuan pembelajaran harus dirumuskan dengan jelas agar persepsi yang muncul selaras dengan apa yang terkandung dalam rumusan tujuan tersebut. Kelompok 5 dan 6 membahas Rumusan Tujuan Pembelajaran 5. 2. Conditions (kondisi). sedangkan tujuan pembelajaran khusus merujuk pada indikator keberhasilan. Kelompok 3 dan 4 membahas Taksonomi Tujuan Pembelajaran 4. Peserta dibagi menjadi enam kelompok. Rumusan tujuan pembelajaran umum merujuk pada kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran sebagai pernyataan spesifik tentang perubahan perilaku yang diharapkan. memiliki empat persyaratan yang harus dipenuhi.

Hal-hal apa saja yg sudah saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran penentuan tujuan pembelajaran ? b. tanpa melihat atau membuka materi dengan nilai minimal 80. Hal-hal apa saja yg masih belum saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran penentuan tujuan pembelajaran ? c. Bagi yang belum mencapai nilai minimal 80 diharapkan untuk lebih giat mendalami lagi sehingga dapat memperoleh nilai minimal 80 48 48 . Umpan Balik a. Saran apa yang dapat saudara sampaikan terkait dengan proses pembahasan kegiatan pembelajaran penentuan tujuan pembelajaran agar kegiatan berikutnya lebih baik / lebih berhasil ? 2.G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 1. Tindak lanjut Peserta dinyatakan berhasil dalam mempelajari kegiatan pembelajaran 2 ini apabila telah mampu menjawab soal-soal evaluasi / latihan dalam kegiatan pembelajaran 2 ini.

Kegiatan pembelajaran 3. seperti yang diungkapkan oleh Sudjana. Mendidik sendiri pada hakikatnya adalah suatu proses bantuan untuk mencapai perkembangan dalam mewujudkan cita- 49 49 . Menentukan pengalaman yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu B. Belajar merupakan suatu proses. Indikator pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian kompetensi dalam kegiatan pembelajaran 3 ini adalah : 1. Pengalaman belajar ditentukan berdasarkan hasil identifikasi. C. Tujuan Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta dapat. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri”. 1. keterampilan. Pengertian Pengalaman Belajar Para ahli psikologi banyak mengemukakan tentang pengertian belajar. kebiasaan dan sikap berkembang karena belajar. (2000: 28) bahwa: “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Pengalaman belajar diidentifikasi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah satu tugas utama guru dalam mendidik siswa. Proses belajar dapat berlangsung melalui pengalaman atau latihan secara formal ataupun dari pengalaman-pengalaman lainnya. . 2. Uraian materi 1. Hampir semua kecakapan. pada hakekatnya belajar merupakan suatu masalah yang dihadapi sepanjang sejarah manusia dan dialami oleh setiap manusia. pengetahuan. dimana kata proses mengandung pengertian bahwa perbuatan belajar itu sendiri atas serangkaian kegiatan yang dilakukan individu secara berkesinambungan. PenentuanPengalaman Belajar A. Menjelaskan pengalaman yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu 2.

Dari sinilah terlihat pentingnya sebuah pendekatan pembelajaran yang mampu mempengaruhi perkembangan dan pembelajaran dalam diri seseorang dalam mewujudkan dirinya. Pengalaman belajar perlu diciptakan agar antusiasme siswa dalam mencari pengalaman belajar meningkat sehingga bermafaat bagi dirinya. Pengalaman Mental Pada pengalaman belajar mental. Sedangkan definisi dari pengalaman belajar adalah interaksi antara siswa dengan sesuatu di luar dirinya dengan yang ada pada lingkungannya sehingga memberikan pengetahuan baru dan bermanfaat. Beberapa bentuk pengalaman mental antara lain membaca buku. seseorang biasanya memperoleh suatu pengalaman terhadap suatu masalah yang dihadapi sepanjang hidupnya. merupakan aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama pembelajaran. cita dirinya tanpa mengabaikan lingkungannya. 50 50 . mendengarkan ceramah. mendengarkan berita di radio. Jadi. siswa biasanya hanya memperoleh informasi melalui indera dengar dan lihat. maka akan meningkatkan aspirasinya untuk mewujudkan kepentingan demi mencapai cita-cita diri. Dalam proses pengalaman belajar. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri. Dalam proses perkembangan pembelajaran. Dalam hal ini seseorang akan semakin aktif berkontribusi dan terikat norma lingkungan sosialnya. setidaknya siswa memperoleh pengalaman belajar yang berkesan. Hal ini juga sesuai seperti pendapat Sudjana (2000: 29). Ragam pengalaman belajar yang diberikan guru kepada siswa berdasarkan Balitbang Depdiknas (2003) yaitu: a. dan lain sebagainya. belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.

Perhitungan. ataupun tanya jawab sesama siswa. Pengalaman Fisik Pengalaman belajar jenis ini siswa dapat memanfaatkan seluruh inderanya ketika menggali informasi. Pengalaman mental yaitu didapat dari pesan pembelajaran yang disampaikan oleh guru ketika penyampaian materi atau bahan ajar sebagai salah satu pengalaman yang didapat oleh siswa. b. percobaan. menyimpulkan hasil eksperimen. menulis. kerja kelompok. Siswa belajar secara aktif ketika mereka terlibat secara terus- menerus baik mental maupun fisik. pengalaman fisik dan pengalaman sosial. 51 51 . dan pengolahan data adalah termasuk didalamnya. memperagakan. c. berkomentar. Pengalaman Sosial Bentuk pengalaman belajar ini antara lain diskusi. Keterlibatan fisik dapat diamati diantaranya dalam bentuk kegiatan membaca. Pengalaman fisik dapat menumbuhkan ketrampilan siswa dalam menghadapi sebuah masalah. dan mengukur. mendemonstrasikan. Pendapat tersebut menjelaskan pengalaman belajar yang didapat siswa yaitu pengalaman mental. Pengalaman fisik tercipta jika di dalam proses pembelajaran terjadi aktivitas berupa pengamatan atau percobaan berdasarkan materi pembelajaran. Sedangkan keterlibatan mental adalah kegiatan yang mengingat kembali isi pelajaran pertemuan sebelumnya. Pengalaman sosial dapat diciptakan dalam pembelajaran jika guru di dalam kelas memberikan arahan kepada siswa untuk diskusi. bekerja sama. Siswa dapat melakukan pengamatan. dan kunjungan. pengumpulan. menggunakan khazanah yang dimiliki untuk memecahkan masalah yang dihadapi. membandingkan satu konsep dengan konsep lainnya. dan sebagainya.

Implikasi mental-intelektual- emosional yang semaksimal mungkin dalam kegiatan belajar mengajar akan mampu menimbulkan nilai yang berharga dan meningkatkan gairah belajar. Kerucut Pengalaman Dale 52 52 . Gambar 3. dan sikap.1. nilai. Selain itu terjadi keterlibatan secara emosional yang berbentuk penghayatan terhadap perasaan. Lalu membentuk latihan keterampilan intelektual seperti menyusun suatu rencana atau program dan menyatakan gagasan. Keterlibatan mental juga dapat berbentuk pengamatan terhadap suatu fakta peristiwa dan memberi peluang terjadinya asimilasi dan atau akomodasi kognitif terhadap pengetahuan baru tersebut.

mengamati. dapat dijelaskan bahwa ingatan atau retensi seseorang dapat diperoleh melalui kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) 10% dari apa yang mereka baca. didapat melalui pendengaran kata- kata. 5) 70% dari apa yang mereka kunjungi. menulis. diperoleh melalui kegiatan demonstrasi. Edgar Dale menggambarkan pentingnya visualisasi dan verbalistis dalam pengalaman pembelajaran. 4) 50% dari apa yang mereka dengar dan lihat. Dengan penjelasan berdasarkan kerucut pengalaman Edgar Dale. Disini dikemukakan bahwa ada suatu kontinuum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung. didapat melalui kegiatan melihat gambar. dan melakukan apa yang 53 53 . dan melihat pameran. Kerucut pengalaman Dale tidak hanya mampu menyajikan keefektifan pembelajaran yang disampaikan melalui media akan tetapi lebih pada bagaimana suatu proses pembelajaran disajikan dalam metode pempelajaran yang tepat. 3) 30% dari apa yang mereka lihat. memperhatikan gambar visual yang bergerak. di dalam kerucut Dale yaitu penerimaan verbal yang dibaca. 2) 20% dari apa yang mereka dengar. dan verbal dalam menanamkan suatu konsep. dramatisasi (mendengar. pengalaman ini diperoleh langsung dengan melihat. meniru. mengatakan. meraba. dan melihat). kegiatan kunjungan meliputi berbicara. visual. Dalam gambaran kerucut tersebut. merasakan sesuatu benda yang nyata. mendengarkan. Dari konsep kerucut Dale. dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang dipengaruhi berbagai faktor seperti kegiatan membaca. 6) 90% dari apa yang disimulasikan melalui pengalaman nyata.

Menurut Bruner dalam Arsyad (2002:7) terdapat tiga tingkatan modus belajar. Ada 9 macam klasifikasi media pembelajaran yang digunakan. Perubahan pengetahuan dan keterampilan yang semakin berkembang dari sebelumnya dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. pengetahuan. sikap. yaitu pengalaman langsung (enactive). foto. Selanjutnya pada tingkatan ketiga. Perubahan pada diri siswa dapat berupa perubahan pengetahuan. Ketiga tingkatan pengalaman ini saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengalaman (pengetahuan. dan foto. seperti kecakapan. yaitu proses belajar yang merupakan proses berubahnya tingkah laku tertentu secara relatif tetap. diinstruksikan. sikap. misalnya arti kata simpul dipahami dengan langsung dengan membuat simpul. 3) Pengalaman melalui dramatisasi. Pengalaman langsung adalah mengerjakan. dan pengalaman abstrak. atau film. Seseorang dapat dikatakan belajar apabila terjadi perubahan tertentu dalam dirinya. 54 54 . yaitu: 1) Pengalaman langsung dan bertujuan 2) Pengalaman tiruan. atau perbuatannya. dan apresiasi (penghargaan). Klasifikasi pengalaman tersebut diikuti secara luas oleh kalangan pendidik dalam menentukan alat bantu apa yang seharusnya sesuai untuk pengalaman belajar tertentu. Perubahan akibat dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk. Perubahan tingkah laku diakibatkan oleh adanya sejumlah pengalaman yang disebabkan adanya interaksi individu dengan lingkungannya. 4) Pengalaman melalui karyawisata. pengertian. gambar. tingkatan simbol. Meskipun siswa belum pernah mengikat tali untuk membuat simpul. dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat meliputi keadaan dirinya. lukisan. kata simpul dipelajari dari gambar. siswa membaca (atau mendengar) kata simpul dan mencoba mencocokkannya dengan pengalamanannya membuat simpul. keterampilan. mereka dapat mempelajari dan memahaminya dari lukisan. atau sikap) yang baru. Pada tingkatan kedua yang diberi label iconic. pengalaman piktorial/gambar (iconic).

menalar/mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. coba saudara jelaskan secara singkat menurut pengalaman mental. 8) Pengalaman melalui lambang visual. Bandingkan pengalaman belajar yang dikemukakan oleh Bruner dengan pengalaman belajar yang saudara alami selama ini ! 55 55 . 6) Pengalaman melalui televisi. Jelaskan secara ringkas kerucut pengalaman belajar yang dikemukakan oleh Edgar Dale ! 4. mana yang paling sesuai untuk proses pembelajaran di sekolah menurut kelompok saudara. D. Mengapa cara memperoleh pengalaman belajar perlu kita identifikasi?. Latihan / Tugas Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat & jelas ! 1. Setelah selesai diskusi. buatlah slides/power points untuk dipresentasikan. Jelaskan bagaimana prosentase pemahaman belajar pada area modus verbal. Diskusi kelompok harus mengarah kepada pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik di sekolah yaitu : mengamati. 9) Pengalaman melalui lambang kata. Aktifitas Pembelajaran Diskusikan dalam kelompok kecil Pengalaman Belajar menurut para ahli psikologi. E. dan modus berbuat berbeda menurut kerucut pengalaman belajar? 3. 5) Pengalaman gambar hidup pameran. mencoba/eksperimen. 7) Pengalaman melalui gambar diam. dan pengalaman social ! 2. fisik. rekaman radio. menanya. modus visual. boleh menggunakan pendekatan problem based learning. Masing-masing kelompok boleh menggunakan metode pemecahan masalah yang berbeda. project based learning atau discovery learning.

Lalu membentuk latihan keterampilan intelektual seperti menyusun suatu rencana atau program dan menyatakan gagasan. dimana kata proses mengandung pengertian bahwa perbuatan belajar itu sendiri atas serangkaian kegiatan yang dilakukan individu secara berkesinambungan. dan Pengalaman Sosial. fisik. 5. Belajar merupakan suatu proses. kebiasaan dan sikap berkembang karena belajar. maupun sosial. Dalam proses perkembangan pembelajaran. Selain itu terjadi keterlibatan secara emosional yang berbentuk penghayatan terhadap perasaan. Pengalaman Fisik. keterampilan. Sedangkan definisi dari pengalaman belajar adalah interaksi antara siswa dengan sesuatu di luar dirinya dengan yang ada pada lingkungannya sehingga memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat. menggunakan khazanah yang dimiliki untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Implikasi mental-intelektual- emosional yang semaksimal mungkin dalam kegiatan belajar mengajar akan mampu menimbulkan nilai yang berharga dan meningkatkan gairah belajar. menulis. pengetahuan. Siswa belajar secara aktif ketika mereka terlibat secara terus-menerus baik mental. membandingkan satu konsep dengan konsep lainnya. Klasifikasikan pengalaman belajar dari sudut pandang pada situasi nyata (konkret) dan pada situasi buatan (abstract) sesuai dengan karekteristik mata pelajaran yang saudara ampu ! F. Kerucut pengalaman Dale tidak hanya mampu menyajikan keefektifan pembelajaran yang disampaikan melalui media akan tetapi lebih pada bagaimana suatu proses pembelajaran disajikan dalam metode pempelajaran 56 56 . nilai. Keterlibatan mental juga dapat berbentuk pengamatan terhadap suatu fakta peristiwa dan memberi peluang terjadinya asimilasi atau akomodasi kognitif terhadap pengetahuan baru tersebut. dan mengukur. memperagakan. dan sikap. Rangkuman Hampir semua kecakapan. seseorang biasanya memperoleh suatu pengalaman terhadap suatu masalah yang dihadapi sepanjang hidupnya. Ragam pengalaman belajar yaitu : Pengalaman Mental. menyimpulkan hasil eksperimen. Sedangkan keterlibatan mental adalah kegiatan yang mengingat kembali isi pelajaran pertemuan sebelumnya. Keterlibatan fisik dapat diamati diantaranya dalam bentuk kegiatan membaca.

dan apresiasi (penghargaan). mendengarkan. dan melihat. 50% dari apa yang mereka dengar dan lihat. Disini dikemukakan bahwa ada suatu kontinuum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung. Perubahan pengetahuan dan keterampilan yang semakin berkembang dari sebelumnya dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. atau perbuatannya. yaitu pengalaman langsung (enactive). pengertian. Dalam gambaran kerucut tersebut. mendengar.Pengalaman langsung dan bertujuan. Edgar Dale menggambarkan pentingnya visualisasi dan verbalisasi dalam pengalaman pembelajaran. dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang dipengaruhi berbagai faktor seperti kegiatan membaca. Perubahan akibat dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk.yaitu 10% dari apa yang mereka baca. visual. meniru. 70% dari apa yang mereka kunjungi. dan keterampilan. yaitu:1. Dengan penjelasan berdasarkan kerucut pengalaman Edgar Dale. seperti kecakapan. 2. pengalaman piktorial/gambar (iconic). meliputi berbicara.yang tepat. Perubahan pada diri siswa dapat berupa perubahan pengetahuan. Perubahan tingkah laku diakibatkan oleh adanya sejumlah pengalaman yang disebabkan adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Ada 9 macam klasifikasi media pembelajaran yang digunakan. Menurut Bruner dalam Arsyad (2002:7) terdapat tiga tingkatan modus belajar. dan pengalaman abstrak. sikap. merasakan sesuatu benda yang nyata. mengamati. pengetahuan. 90% dari apa yang disimulasikan melalui pengalaman nyata yang diperoleh langsung dengan melihat. menulis. dan melakukan apa yang diinstruksikan. meraba. 20% dari apa yang mereka dengar. 57 57 . mengatakan. Seseorang dapat dikatakan belajar apabila terjadi perubahan tertentu dalam dirinya. sikap. yaitu proses belajar yang merupakan proses berubahnya tingkah laku tertentu secara relatif tetap.30% dari apa yang mereka lihat. Perubahan tersebut dapat meliputi keadaan dirinya.Pengalaman tiruan. dan verbal dalam menanamkan suatu konsep. Klasifikasi pengalaman tersebut diikuti secara luas oleh kalangan pendidik dalam menentukan alat bantu apa yang seharusnya sesuai untuk pengalaman belajar tertentu.

6.. tanpa melihat atau membuka materi dengan nilai minimal 80. 8. Pengalaman melalui lambang kata.5. Hal-hal apa saja yg masih belum saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran penentuan pengalaman belajar? c. Bagi yang belum mencapai nilai minimal 80 diharapkan untuk lebih giat mendalami lagi sehingga dapat memperoleh nilai minimal 80 58 58 . Saran apa yang dapat saudara sampaikan terkait dengan proses pembahasan kegiatan pembelajaran penentuan pengalaman belajar agar kegiatan berikutnya lebih baik / lebih berhasil ? 2. rekaman radio.Pengalaman gambar hidup pameran.pengalaman melalui televisi.Pengalaman melalui dramatisasi. 3.Pengalaman melalui karyawisata. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 1. 4. 7.Pengalaman melalui lambang visual. G.Pengalaman melalui gambar diam. Umpan Balik a. Hal-hal apa saja yg sudah saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran penentuan pengalaman belajar? b.9. Tindak Lanjut Peserta dinyatakan berhasil dalam mempelajari kegiatan pembelajaran 3 ini apabila telah mampu menjawab soal-soal evaluasi / latihan dalam kegiatan pembelajaran 3 ini.

1. Materi pembelajaran dipilih berdasarkan hasil identifikasi. Materi pembelajaran ditata kesesuaiannya dengan karakteristik peserta didik. terdiri dari pengetahuan. 59 59 . Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemanfaatan komunikasi daring (online). Pengertian pemilihan materi pembelajaran Pemilihan materi pembelajaran adalah memilih bahan ajar yang akan disajikan atau disampaiakan dalam interaksi belajar. Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran 2.2. Indikator pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian kompetensi dalam kegiatan pembelajaran 4 ini adalah : 1. Contoh materi pembelajaran untuk Kompetensi Dasar (KD) 3. Kriteria pemilihan materi pembelajaran dijelaskan dengan benar. dan Kompetensi Dasar (KD) pada standar isi yang harus dipelajari oleh siswa dalam rangka mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik B. 2. 5. 4. C.Tujuan Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta dapat. Materi pembelajaran disusun kesesuaiannya dengan sintak pendekatan ilmiah. Kompetensi Inti (KI). dan keterampilan yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Memilih Materi Terkait Dengan Pengalaman Belajar Dan Tujuan Pembelajaran A. Uraian materi Kriteria Pemilihan Materi Pembelajaran a. Kegiatan pembelajaran 4. Materi pembelajaran diidentifikasi sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pengalaman belajar 3. sikap.

4) Lebih kritis menyesuaikan bahan ajar yang dikembangkannya dengan karakteristik siswa. metoda. 3) Dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola bahan ajar. dari mana saja sumber materi pembelajaran ini dapat kita peroleh. b. dan bagaimana mengemas materi pembelajaran ini. 60 60 . tentu saja memerlukan pemahaman yang lebih dalam tentang pengembangan materi pembelajaran. seberapa dalam dan seberapa luas materi pembelajaran ini untuk peserta didik kita. ketepatan metoda dan media pembelajaran. pengalaman belajar. Pemilihan bahan ajar terkait erat dengan pengembangan silabus. 5) Dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengembangkan kurikulum sekolah. pelaksanaan komunikasi daring asinkron. Selaras dengan pengembangan silabus maka materi pembelajaran yang akan dikembangkan tetap memperhatikan pencapaian Kompetensi Inti dan kompetensi dasar. Namun. Pedoman pemilihan materi pembelajajaran ini merupakan rambu-rambu yang perlu diperhatikan ketika mengembangkan bahan ajar. evaluasi dan sumber. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan KD ini meliputi pengertian komunikasi daring. dan kewargaan digital. yang di dalamnya terdapat kompetensi inti dan kompetensi dasar. kesesuaian dengan materi pokok yang diajarkan. mendukung pengalaman belajar. pelaksanaan komunikasi daring sinkron. dan sesuai dengan indikator untuk mengembangkan asesmen. Sejumlah manfaat yang dapat dipetik dari pedoman pemilihan bahan ajar bagi para pengembang bahan ajar (dalam hal ini adalah guru) di antaranya adalah untuk: 1) Memperoleh gambaran tentang cara menganalisis bahan ajar yang akan diajarkan. 2) Memperoleh gambaran tentang cara-cara analisis pedagogik yang akan diterapkan dalam pembelajaran. materi pokok.

prinsip. Klasifikasi isi materi pembelajaran dalam ranah pengetahuan No Jenis Pengertian 1 Fakta Mudah dilihat. hukum. kompetensi profesi. identifikasi. c. dan jika dilanggar dikenai sanksi berupa denda atau pidana.. Over Heat Proyektor (OHP). ciri-ciri khusus Contoh: Hukum ialah peraturan yang harus dipatuh-taati. rumus. 6) Berpeluang menjadi guru yang profesional terkait dengan kompetensi pedagogis. menyebutkan nama. 2 Konsep Definisi. kompetensi kepribadian. jumlah. Pemilihan materi pembelajaran yang diampu dibagi menjadi 3 (tiga) berdasarkan ranah yaitu: 1). Peratan bengkel ditempatkan di gudang. dan bagian-bagiannya. Kadang-kadang kita sulit memberi pengertian pada keempat materi pembelajaran tersebut. Bengkel kerja bangku berkapasitas 12 Siswa. perhatikan perbedaan-perbedaan pada tabel kualifikasi isi materi pembelajaran di bawah ini. dan kompetensi sosial. Contoh: Ruang kelas belajar teori. 3 Prinsip Penerapan dalil. dan prosedur. klasifikasi. ) Contoh: Hukum permintaan dan penawaran (Jika 61 61 .Pengetahuan sebagai Materi Pembelajaran Isi materi pembelajaran yang berupa pengetahuan meliputi fakta. konsep. (diawali dengan jika …. Oleh sebab itu. maka ….

Menyamakan penyebut 2. 4 Prosedur Bagan arus atau bagan alur (flowchart). dan harapan siswa itu agar mampu mencapai penguasaan keterampilan bekerja (pre – vocational skill) yang secara integral ditunjang oleh keterampilan hidup (life skill). alogaritma langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut Contoh: Langkah-langkah menjumlahkan pecahan ialah: 1. Keterampilan perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa/peserta didik dengan memperhatikan aspek bakat. Menuliskan dalam bentuk pecahan hasil penjumlahan pembilang dan penyebut yang telah disamakan. Menjumlahkan pembilang dengan dengan pembilang dari penyebut yang telah disamakan. menggunakan peralatan.Keterampilan sebagai Materi Pembelajaran Materi pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan antara lain kemampuan mengembangkan ide. Ditinjau dari level terampilnya seseorang. aspek keterampilan dapat dibedakan menjadi gerak awal. menggunakan bahan. Membuat rubrik penilaian 2). dan rutin (terampil). dan teknik kerja. 62 62 . Mengukur ketercapaian kompetensi 2. 5 Nilai 1. penawaran tetap permintaan naik. 3. minat. memilih. semi rutin. maka harga akan naik).

63 63 . 3) Sikap sebagai Materi Pembelajaran Materi pembelajaran yang tergolong sikap atau nilai adalah materi yang berkenaan dengan sikap ilmiah. c) Nilai kasih sayang. 2. agama. proses pembelajaran tersebut mengacu pada kompetensi dasar. Sehingga hubungan antara kompetensi dasar dengan pengalaman belajar adalah pengalaman belajar siswa terbentuk dari proses pembelajaran di sekolah. dan strata sosial. Maka pemberian materi oleh guru kepada siswa mengacu pada kompetensi dasar ini yaitu memberikan materi tentang pengertian bagian-bagian mesin bubut. mampu bekerja berkelompok dengan orang lain yang berbeda suku. pengalaman belajar dimiliki siswa setelah ia mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Proses pembelajaran di sekolah itu sendiri mengacu pada kompetensi dasar yang tertulis di dalam RPP. eksperimen. Secara otomatis peserta didik akan mengalami pengalaman belajar sesuai dengan materi yang disampaikan guru tersebut. Memilih Materi Terkait Dengan Pengalaman Dan Tujuan Pembelajaran Pengertian Pengalaman dan Tujuan Pembelajaran Pengalaman belajar adalah interaksi antara pebelajar dengan kondisi eksternalnya. Contoh: Kompetensi dasar dalam mata pelajaran pemesinan adalah menjelaskan pengertian dan fungsi bagian-bagian mesin bubut. mampu jujur dalam melaksanakan observasi. b) Nilai kejujuran. tak membeda-bedakan orang lain yang mempunyai karakter sama dan kemampuan sosial ekonomi yang berbeda semua sama-sama makhluk Tuhan. tidak memanipulasi data hasil pengamatannya. antara lain: a) Nilai–nilai kebersamaan.

A. C. . Silanglah pada pilihan jawaban yang anda anggap paling tepat dari 4 item pilihan jawaban (A. . Rumuskan tujuan pembelajaran. Diskusi Dalam dkelompok 1. materi 64 64 . D. keterampilan. Bacalah secara cermat terlebih dahulu soal-soal berikut dalam mengerjakan 2. B. isi B. . D) dari soal di bawah. Dalam pemilihan materi pembelajaran hal-hal yang harus diperhatikan adalah . contoh sebagai berikut: A . Hasil dari identifikasi buatkan paparan presentasi/Power Poin ! 3. 4. Hasilnya dipresentasikan dalam kurun waktu 30‟ E. Kriteria D. dengan mengacu pada 1 (satu) kompetensi Dasar 2. Latihan / Tugas Petunjuk pengerjaan soal 1. Waktu 20 menit SOAL : 1. 3. Diskusi Dalam Kelompok 1. spek C.D. Lakukan identifikasi pemilihan materi pembelajaran yang meliputi tiga ranah: pengetahuan. Bila hendak mengganti pilihan jawaban yang anda sudah tersilang meragukan. dan sikap ! 2. C . Hasinya dipresentasikan dalam kurun waktu 30 „ ! Tugas II. Hasil rumusan tujuan dan pengalaman belajar. B . Aktifitas Pembelajaran Tugas I . Tentukan pengalaman-pengalaman belajar terkait untuk pencapaian tujuan pembelajaran 3. maka lingkarilah jawaban tersebut dan silanglah dengan pilihan jawaban yang baru. buatkan paparan presentasi/power poin 4.

A. gotong royong C. . keterampilan B. A. . . . . menggunakan daftar isi C‟ menggunakan kata D. A. . Budi adalah seorang mekanik otomotif. pengetahuan D. Dalam memilih kriteria materi pembelajaran yang termsuk materi sikap adalah.2. Kejujuran 65 65 . Keputusan yang tepat C. yang terkandung adalah . menggunakan bahan B. Materi pembelajaran keterampilan dapat berupa . Percaya diri B. . konsep 5. . .menggunakan peralatan 3. belajar mandiri B. . . A. untuk menditeksi sebuah traubel harus menggunakan pendekatan procedural. membersihkan rumah 4. . hal tersebut katagori materi. menyelesaikan tugas D. sikap C. Untuk mencapai pembelajaran unsure yang didak boleh ditinggalkan adalah sikap. peluang bagi orang lain D.

Maka pemberian materi oleh guru kepada siswa mengacu pada kompetensi 66 66 . mampu jujur dalam melaksanakan observasi. Proses pembelajaran di sekolah itu sendiri mengacu pada kompetensi dasar yang tertulis di dalam RPP. Sikap sebagai materi Pembelajaran Materi pembelajaran yang tergolong sikap atau nilai adalah materi yang berkenaan dengan sikap ilmiah. prinsip. tidak memanipulasi data apapun. konsep. eksperimen. proses pembelajaran tersebut mengacu pada kompetensi dasar. Rangkuman Kriteria pemilihan materi pembelajaran merupakan rambu-rambu yang harus dilalui untuk pemilihan bahan ajar yang diampu dalam rangka persiapan mengajar. antara lain: a. Sehingga hubungan antara kompetensi dasar dengan pengelaman belajar adalah pengalaman belajar peserta didik terbentuk dari proses pembelajaran di sekolah. menggunakan bahan. Pengalaman belajar adalah interaksi antara pebelajar dengan kondisi eksternalnya. dan teknik kerja 3. mampu bekerja berkelompok dengan orang lain yang yang tidak membedakan ras. Keterampilan sebagai materi pembelajaran Materi pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan antara lain kemampuan mengembangkan ide. Nilai–nilai kebersamaan. c. materi yang dipilih meliputi ranah: 1. b. tak membeda-bedakan orang lain yang mempunyai karakter sama dan kemampuan sosial ekonomi yang berbeda semua sama-sama makhluk Tuhan 4. Nilai kejujuran. menggunakan peralatan. Pengetahuan sebagai materi pembelajaran Isi materi pembelajaran yang berupa pengetahuan meliputi fakta.F. Contoh: Kompetensi dasar dalam mata pelajaran pemesinan adalah menjelaskan pengertian dan fungsi bagian-bagian mesin bubut. dan prosedur 2. memilih. pengalaman belajar dimiliki siswa setelah ia mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Nilai kasih sayang.

Hal tersebut terwujud pada penggunaan rumus kuadrat. Buku teks b. Media Audio visual i. Modul 67 67 . Secara otomatis siswa akan mengalami pengalaman belajar sesuai dengan materi yang disampaikan guru tersebut. siswa kelas XI SMK menggunakan ranah kognitif. Pakar bidang studi e. Penerbitan berkala h. Proses belajar yang mengaktualisasikan ranah-ranah tersebut tertuju pada bahan belajar tertentu. Sebagai ilustrasi. 6. yang terlibat dalam proses internal tersebut adalah seluruh mental. Laporan hasil penelitian c. Profesional f. Tujuan belajar merupakan proses internal yang kompleks. afekif. 5. Buku teks utama dan pelengkap b. dan pada saat lain siswa tersebut menggunakan ranah afektif tingkat penilaian dalam apresisiasi Sastra Indonesia. tingkat aplikasi dalam memecahkan soal matematika. dan psikomotorik. Pengemasan Materi Pembelajaran Pengemasan materi pembelajaran dapat dilaksanakan dalam bentuk: a. yang meliputi ranah-ranah kognitif. Standar Isi g. Sumber Materi pembelajaran Agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diharapkan diperlukan sumber belajar yang memadahi sebagai berikut: a. Lingkungan 7. dasar ini yaitu memberikan materi tentang pengertian bagian-bagian mesin bubut. Hal tersebut dapat terujud dalam membaca buku. Jurnal d.

Hal-hal apa saja yg sudah saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran memilih materi terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan? b. Bagi yang belum mencapai nilai minimal 80 diharapkan untuk lebih giat mendalami lagi sehingga dapat memperoleh nilai minimal 80 68 68 . Hal-hal apa saja yg masih belum saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran memilih materi terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan? c.G. Tindak Lanjut Peserta dinyatakan berhasil dalam mempelajari kegiatan pembelajaran 4 ini apabila telah mampu menjawab soal-soal evaluasi / latihan dalam kegiatan pembelajaran 4 ini. Umpan Balik a. tanpa melihat atau membuka materi dengan nilai minimal 80. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 1. Saran apa yang dapat saudara sampaikan terkait dengan proses pembahasan kegiatan pembelajaran memilih materi terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan agar kegiatan berikutnya lebih baik / lebih berhasil ? 2.

Satu rumusan tujuan untuk materi pembelajaran teori dan satu rumusan tujuan untuk materi pembelajaran praktik. C 8. KUNCI JAWABAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 : Penentuan Tujuan Pembelajaran 1. B 4. D 7. B 12. A 5. Behaviour (perubahan perilaku). Soal Anda diminta membuat rumusan tujuan pembelajaran yang terkait dengan mata pelajaran atau paket keahlian yang diampu. C B. KUNCI JAWABAN A. A 11. dan Degree (ukuruan keberhasilan). 69 69 . A 15. A 9. D 3. D 14. Conditions (kondisi). KUNCI JAWABAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 : Prinsip Pengembangan Kurikulum NO JAWABAN NO JAWABAN 1. C 10. B 2. B 13 D 6. Rumusan tujuan harus memenuhi empat syarat: Audience (sasaran pembelajaran).

Behaviour (perubahan perilaku) c. Conditions (kondisi) d. Conditions (kondisi) d. ∑ Skor Perolehan C. Behaviour (perubahan perilaku) c. Jelaskan prosentase pemahaman belajar pada area modus verbal. Soal Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat & jelas ! 1. KUNCI JAWABAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 : Penentuan Pengalaman Belajar a. Perolehan 1 Rumusan tujuan pembelajaran 50 pengetahuan Memenuhi persyaratan: (skor @ 12. kurang dari dua persyaratan tidak dinilai. Rubrik Penilaian No.5) a. Audience (sasaran pembelajaran) b. dan pengalaman social? 2. Jelaskan secara ringkas kerucut pengalaman belajar yang dikemukakan oleh Edgar Dale 70 70 . modus visual. Mengapa cara memperoleh pengalaman belajar perlu kita identifikasi.5) a. coba saudara jelaskan secara singkat menurut pengalaman mental. Alternatif Jawaban Skor Skor Maks. Audience (sasaran pembelajaran) b. Degree (ukuran keberhasilan) Minimal memenuhi dua persyaratan. 2 Rumusan tujuan pembelajaran 50 keterampilan Memenuhi persyaratan: (skor @ 12. kurang dari dua persyaratan tidak dinilai. dan modus berbuat menurut kerucut pengalaman belajar ! 3. fisik. Degree (ukuran keberhasilan) Minimal memenuhi dua persyaratan.2.

4. Bandingkan pengalaman belajar yang dikemukakan oleh Bruner
dengan pengalaman belajar yang saudara alami selama ini.

5. Klasifikasikan pengalaman belajar dari sudut pandang pada situasi
nyata (konkret) dan pada situasi buatan (abstract) sesuai dengan
karekteristik mata pelajaran yang saudara ampu. .

b. Jawaban

1. Mengapa cara memperoleh pengalaman belajar perlu kita
identifikasi, coba saudara jelaskan secara singkat menurut
pengalaman mental, fisik, dan pengalaman social?

Karena siswa belajar secara aktif ketika mereka terlibat secara terus-
menerus baik mental, fisik, maupun sosial. Keterlibatan fisik dapat
diamati diantaranya dalam bentuk kegiatan membaca, menulis,
memperagakan, dan mengukur. Sedangkan keterlibatan mental adalah
kegiatan yang mengingat kembali isi pelajaran pertemuan sebelumnya,
menggunakan khazanah yang dimiliki untuk memecahkan masalah yang
dihadapi, menyimpulkan hasil eksperimen, membandingkan satu
konsep dengan konsep lainnya. Keterlibatan mental juga dapat
berbentuk pengamatan terhadap suatu fakta peristiwa dan memberi
peluang terjadinya asimilasi atau akomodasi kognitif terhadap
pengetahuan baru tersebut. Selain itu terjadi keterlibatan secara
emosional yang berbentuk penghayatan terhadap perasaan, nilai, dan
sikap. Lalu membentuk latihan keterampilan intelektual seperti menyusun
suatu rencana atau program dan menyatakan gagasan. Implikasi
mental-intelektual-emosional yang semaksimal mungkin dalam kegiatan
belajar mengajar akan mampu menimbulkan nilai yang berharga dan
meningkatkan gairah belajar.

71 71

2. Jelaskan prosentase pemahaman belajar pada area modus
verbal, modus visual, dan modus berbuat menurut kerucut
pengalaman belajar !

Kerucut pengalaman Dale tidak hanya mampu menyajikan keefektifan
pembelajaran yang disampaikan melalui media akan tetapi lebih pada
bagaimana suatu proses pembelajaran disajikan dalam metode
pempelajaran yang tepat. Dalam gambaran kerucut tersebut, Edgar Dale
menggambarkan pentingnya visualisasi dan verbalisasi dalam
pengalaman pembelajaran. Disini dikemukakan bahwa ada suatu
kontinuum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung, visual,
dan verbal dalam menanamkan suatu konsep,yaitu 10% dari apa yang
mereka baca, 20% dari apa yang mereka dengar,30% dari apa yang
mereka lihat, 50% dari apa yang mereka dengar dan lihat, 70% dari apa
yang mereka kunjungi, meliputi berbicara, mendengar, menulis,
mengatakan, dan melihat, 90% dari apa yang disimulasikan
melalui pengalaman nyata yang diperoleh langsung dengan melihat,
meraba, merasakan sesuatu benda yang nyata.

3. Jelaskan secara ringkas kerucut pengalaman belajar yang
dikemukakan oleh Edgar Dale

Dengan penjelasan berdasarkan kerucut pengalaman Edgar Dale, dapat
ditarik kesimpulan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah
laku yang dipengaruhi berbagai faktor seperti kegiatan membaca,
mengamati, mendengarkan, meniru, dan melakukan apa yang
diinstruksikan. Seseorang dapat dikatakan belajar apabila terjadi
perubahan tertentu dalam dirinya, yaitu proses belajar yang merupakan
proses berubahnya tingkah laku tertentu secara relatif tetap. Perubahan
tingkah laku diakibatkan oleh adanya sejumlah pengalaman yang
disebabkan adanya interaksi individu dengan lingkungannya.

72 72

Perubahan akibat dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai
bentuk, seperti kecakapan, sikap, pengertian, dan apresiasi
(penghargaan). Perubahan tersebut dapat meliputi keadaan dirinya,
pengetahuan, atau perbuatannya. Perubahan pada diri siswa dapat
berupa perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan
pengetahuan dan keterampilan yang semakin berkembang dari
sebelumnya dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru
dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya.

4. Bandingkan pengalaman belajar yang dikemukakan oleh
Bruner dengan pengalaman belajar yang saudara alami selama
ini.

Menurut Bruner dalam Arsyad (2002:7) terdapat tiga tingkatan modus
belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive), pengalaman
piktorial/gambar (iconic), dan pengalaman abstrak. Klasifikasi pengalaman
tersebut diikuti secara luas oleh kalangan pendidik dalam menentukan
alat bantu apa yang seharusnya sesuai untuk pengalaman belajar tertentu

5. Klasifikasikan pengalaman belajar dari sudut pandang pada
situasi nyata (konkret) dan pada situasi buatan (abstract)
sesuai dengan karekteristik mata pelajaran yang saudara
ampu!

Klasifikasi media pembelajaran yang digunakan, yaitu:
a. Pengalaman langsung dan bertujuan b.

Pengalaman tiruan,

c. Pengalaman melalui dramatisasi, d.

Pengalaman melalui karyawisata,

e. Pengalaman gambar hidup pameran,

73 73

f. pengalaman melalui televisi,

g. Pengalaman melalui gambar diam, rekaman radio, h.

Pengalaman melalui lambang visual.

i. Pengalaman melalui lambang kata.

Kemudian saudara hubungkan dengan pengalaman belajar dan
mengajar pada mata pelajaran yang saudara ampu.

D. KUNCI JAWABAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 : Memilih
Materi Terkait Dengan Pengalaman Belajar Dan Tujuan
Pembelajaran
Kunci jawaban evaluasi materi pokok 4 yaitu memilih materi terkait dengan
pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran

NO JAWABAN NO JAWABAN

1. A 11. B

2. D 12. D

3. B 13. A

4. C 14. D

5. A 15. A

74 74

Untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 disekolah. Paket Keahlian. landasan sosiologis. dan Degree (ukuran keberhasilan). penyempurnaan pola pikir. dan penguatan materi. terdiri dari C1. Tujuan pembelajaran harus dirumuskan dengan jelas agar persepsi yang muncul selaras dengan apa yang terkandung dalam rumusan tujuan tersebut. kelompok C (Peminatan). Behaviour (perubahan perilaku). isi. pemerintah telah meyiapkan peraturan-peraturan yang terkait dengan implementasi kurikulum 2013. C2. Tujuan pembelajaran dibedakan dalam dua kategori. Empat syarat tersebut meliputi: Audience (sasaran pembelajaran). landasan teoritis. Tujuan pembelajaran sebagai pernyataan spesifik tentang perubahan perilaku yang diharapkan. Salah satu peraturan tersebut adalah Permendikbud nomer 60 dan 61 tahun 2013 Faktor yang sangat penting dalam pembelajaran adalan tujuan pembelajaran. 75 75 . dan landasan yuridis. sedangkan tujuan pembelajaran khusus merujuk pada indikator keberhasilan. landasan psikopedagogis. Kesimpulan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Conditions (kondisi). PENUTUP A. Sedangkan landasan pengembangan yang digunakan adalah landasan filosofis. kelompok B (umum). sehingga orang yang terlibat dalam pendidikan dapat mempelajari dan menerapkannya di sekolah. Rumusan tujuan pembelajaran umum merujuk pada kompetensi dasar. Dasar Program Keahlian dan C3. yaitu: tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus. Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor : tantangan internal. tantangan eksternal. memiliki empat persyaratan yang harus dipenuhi. penguatan tata kelola kurikulum. Struktur Kurikulum SMK terdiri dari kelompok A (umum). dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dasar Bidang Keahlian.

Sikap sebagai materi Pembelajaran Materi pembelajaran yang tergolong sikap atau nilai adalah materi yang berkenaan dengan sikap ilmiah. Pengalaman melalui lambang visua. Pengalaman melalui lambang kata. menggunakan peralatan. Pengalaman tiruan. Pengetahuan sebagai materi pembelajaran Isi materi pembelajaran yang berupa pengetahuan meliputi fakta. Pengalaman melalui gambar diam. pengalaman melalui televisi. yaitu proses belajar yang merupakan proses berubahnya tingkah laku tertentu secara relatif tetap. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. rekaman radio. (3). Keterampilan sebagai materi pembelajaran Materi pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan antara lain kemampuan mengembangkan ide. dan (9). 76 76 . mendengarkan. yaitu: (1).(5). meniru. memilih. maka diperlukan media pembelajaran sebagai sarana pendukung dalam proses belajar mengajar.Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan pengalaman belajar. Nilai–nilai kebersamaan. (7). Perubahan tingkah laku diakibatkan oleh adanya sejumlah pengalaman yang disebabkan adanya interaksi individu dengan lingkungannya. materi yang dipilih meliputi ranah: 1. antara lain: a.(6). (8). (2). dan prosedur 2. dan melakukan apa yang diinstruksikan. Pengalaman gambar hidup pameran. Pengalaman melalui karyawisata. menggunakan bahan. Ada 9 (Sembilan) macam klasifikasi media pembelajaran yang digunakan. Pengalaman langsung dan bertujuan. dan teknik kerja 3. Pengalaman melalui dramatisasi. Berdasarkan kerucut pengalaman Edgar Dale. Kriteria pemilihan materi pembelajaran merupakan rambu-rambu yang harus dilalui untuk pemilihan bahan ajar yang diampu dalam rangka persiapan mengajar. disimpulan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang dipengaruhi berbagai faktor seperti kegiatan membaca. prinsip. (4). konsep. mengamati. Seseorang dapat dikatakan belajar apabila terjadi perubahan tertentu dalam dirinya. mampu bekerja berkelompok dengan orang lain yang yang tidak membedakan ras.

Penilaian oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik (ranah sikap. ulangan tengah semester. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. kemajuan. Kisi-kisi soal adalah sebuah tabel yang memuat perincian materi dan tingkah laku beserta imbangan atau proporsi yang dihendaki oleh penilai atau guru. b. tak membeda-bedakan orang lain yang mempunyai karakter sama dan kemampuan sosial ekonomi yang berbeda semua sama-sama makhluk Tuhan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. tidak memanipulasi data apapun. Setiap guru melaksanakan proses belajar mengajar selalu diakhiri dg kegiatan penilaian. eksperimen. Nilai kasih sayang. Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi berdasarkan Kompetensi Inti-Kompetensi Dasar. pedoman dalam mengembangkan bahan ajar dan sebagai pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar. pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran. Untuk merumuskan Idikator Pencapaian Kompetensin (IPK) harus memperhatikan rambu-rambu yang sudah ditentukan. 77 77 . c. Agar soal test yang disusun tidak menyimpang dari bahan /materi serta aspek yang akan diungkapkan dalam test. Fungsi indikator adalah sebagai pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran. pengetahuan dan ketrampilan). Nilai kejujuran. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. dan memperbaiki proses pembelajaran. mampu jujur dalam melaksanakan observasi. dan ulangan kenaikan kelas. maka perlu dibuat tabel spesifikasi atau kisi- kisi. Untuk menilai hasil belajar siswa maka diperlukan alat evaluasi. ulangan akhir semester.

B. tanpa melihat atau membuka materi dengan nilai minimal 80. Bagi yang belum mencapai nilai minimal 80 diharapkan untuk lebih giat mendalami lagi sehingga dapat memperoleh nilai minimal 80 78 78 . Tindak lanjut Peserta dinyatakan berhasil dalam mempelajari modul ini apabila telah mampu menjawab soal-soal evaluasi / latihan dalam modul ini.

_FISIKA/AHMAD_SAMS UDIN/Evaluasi_Pembelajaran_Fisika/KATA_KERJA_OPERASIO NAL_%5BCompatibility_Mode%5D. Handout Pendampingan Implementasi Kurikulum SMK Tahun 2015. Dave. R. 2014. and Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educatioanl Objectives. D.com/2008/01/revisi-taksonomi- bloom. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. 2014. L. A Taxonomy for Learning.W._PEND. DAFTAR PUSTAKA Anderson. Teaching.R.pdf http://file.. ed. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. dan Krathwohl.pdf 79 79 . Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 60 Tahun 2014 Tentang Kerangka Dasar & Struktur Kurikulum SMK/MAK.edu/Direktori/FPMIPA/JUR. 2014. (R J Armstrong. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. New York: Addison Wesley Longman. Inc. Penguatan Pemahaman Kurikulum 2015 Sekolah Menengah Kejuruan. H. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.upi. (1975). Developing and Writing Behavioural Objectives.wordpress. Press Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan https://akhmadsudrajat. 2015. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 61 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2001.): Educational Innovators Press.files.

Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. New York: Practice-Hall Inc Soeparno (1988). Quantum Teaching. Michael dkk. “Pengembangan Kurikulum”. Media Pengajaran Bahasa. Temprina Media Grafika. Sistem Menejemen Pembelajaran : Menciptakan Guru yang Kreatif. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Molenda. Perencanaan & Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. (Terjemahan). Bandung: Kaifaies 80 80 . Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan S Nasution. Ralph W. 2007.Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2007. 2006 Instructional Media And Technology For Teaching And Learning. 1988. Sukamto. 1973. 1990. Mempraktekkan metode Quantum learning di ruang kelas. Bandung : Jenmars Suwardi. Basic Principles of Curriculum and Instruction. Jakarta: PT Inter-Pariwisata. Chicago and London : The University of Chichago 2008. Azas-azas Pengembangan Kurikulum. Tyler.