Inilah Hukum Negeri Kita

Indonesia memang negeri yang kaya, namun tidak bagi para penduduknya yang hidup di
ambang garis kemiskinan. Padahal akulah dalang utama dibalik semua ini, dari uang rakyat
sampai uang negara aku makan tanpa sisa, biarkan rakyat menderita, sengsara bahkan
matipun aku tak peduli yang penting uang tetap mengalir.
Yaaah... Dulu aku di puja-puja untuk menjadi pemimpin di singgasana ucapan janji
sejahtera meluluhlantakan hati siapa saja, baik itu orang pinggiran atau para guru yang
catatanya mempunyai ilmu tinggipun ikut terjerumus dalam jalan sesat. Nampaknya mereka
baru sadar kalau aku datang bukan membawa kebahagian melainkan K E H A N C U R A N.
Namaku sungguh tak sesuai dengan harapan "sholeh" yang mempunyai arti kebaikan
justru menjadi tukang korupsi, tapi aku senang dengan profesi ini karena uang tak pernah
habis, makan tinggal pesan, mobil melimpah dan tinggal di gedung mewah. Seolah - olah
hidupku tak punya beban padahal banyak orang dari sabang sampai merauke menuntut aku
untuk lengser, dipenjarakan bahkan dihukum pancung sekalipun tapiii aku tak pernah takut
karena siapa yang mau menghukum aku coba? Orang KPK aja juga ikut ikutan korupsi
bahkan lebih kejam dari apa yang telah aku lakukan! Yaaa... "Inilah hukum negeri kita" yang
sebenarnya persis seperti hukum alam dimana yang kuat itulah yang menang dan yang kecil
harus rela tertindas.