1.

Daya ingat rendah

Daya ingat rendah sangat memengaruhi hasil belajar seseorang . anak yang sudah
belajar dengan keras namun mempunyai daya ingat di bawah rata-rata hasil nya akan kalah
dengan anak yangmempunyai daya ingat yang tinggi.

2. Tergantung nya alat-alat indra

Kita semua pasti tahu, kesehatan merupakan salah satu hal paling yang menentukan
aktivitas sehari-sehari. Begitu juga dengan belajar bagaimana seorang dapat belajar dengan
baik apabila kesehatan tubuh nya tidak mendukung. Seorang yang cacat mata tentu akan
merasa kesulitan saat mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan dunia penglihatan.
Usia Anak

Usia jugak merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan belajar
pada anak. Anak belum waktunya ( umur masi dibawah yang dipersyaratkan ), misalnya
anak 6 tahun dimasukan dalam sekolah dasar berusia 7 tahun.
3. Jenis kelamin
Jenis kelamin juga mempengaruhi hasil belajar anak. Belajar yang berhubungan dengan
ilmu sosial dibandingkan ilmu pasti. Sedangkan anak laki-laki lebih menyukai pelajaran yang
langsung dengan praktik seperti computer, teknik otomotif dll .
4. Kebiasaan Belajar/Runtinitas
Seorang anak yang terbiasa belajar dengan kata lain tertentu juga akan mengalami
perbedaan dengan anak yang belajar setiap hari.
5. Tingkat Kecerdasan (Inteligensi)
Sebagai satu-satunya yang menentrukan kecerdasan seseorang, yang mempengaruhi
pada kesulitan belajar seseorang. Merupakan kemampuan umum seseorang dalam
menyesuaikan diri, belajar, atau berpikir abstrak.
6. Minat
Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat timbul dalam diri
seseorang untuk memperhatiakn, meneriama, dan melakukan tanpa ada yang menyuruh
sesuatu dinilai atau berguna bagi dirinya.

8. dan semangat. 11. seseorang dapat merasakan cinta. cemburu. konsentrasi Belajar Konsentrasi belajar juga dipengaruhi oleh daya pada anak yang sedang belajar. seperti ditinggal saudara kandungnya tersayang. kehilangan sesuatu yang dicintainya. Motipasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang yang disadari atau untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. acara lebih menarik dan sebagainya. Anak dengan konsentrasi tinggi untuk belajar akan tetap belajar meskipun banyak faktor memengaruhi seperti kebisingan. Emosi diartikan sebagai tergugahnya perasaan yang disertai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh seperti otot menegang atau jantung bedebar dengan emosi. 9. rasa takut. Dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Tidak mungkin iya dapat belajar dengan baik saat emosi (perasaannya) turut menyertainya. dan sebagainya. Sebgai contoh. seorang anak tentu merasa terganggu belajarnya saat suatu masalah terjadi. 10. . Yang akan mengalami berbagi macam hambatan dalam tumbuh kembangnya seperti gangguan perkembangan fisik. kasi sayang. atau interaksi sosial dengan lingkungannya. sikap dan perilaku Perilaku yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan seseorang. motivasi atau cita-cita Motivasi memegang peranan penting dalam pencapaian suatu keberasilan suatu hal. Emosi (perasaan) Emosi juga mempengaruhi hasil belajar seseorang. Emosi itulah yang akan membantu mempecepat proses pembelajaran.

Kesiapan atau kesedian untuk memberi response atau bereaksi dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan. Dalam hal sebenarnya memiliki semangat tinggi untuk belajar. namun fisiknya loyo maka anak tidak dapat belajar sebagai mestinya . yang sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. kematangan atau Kesiapan Kematangan bagi anak yang sedang belajar mengandung banyak sekali kemungkinan untuk berkembang baik jasmani maupun rohani agar mencapai pertumbuhan bentuk. ukuran maupun perimbangan bagian-bagiannya Kematangan merupakan suatu tingkat atau fase dalam tumbuhan seseorang. 14 . 15. Kemampuan Unjuk Hasil Belajar Seseorang yang bias saja atau bahkan lebih rendah dari temannya juga dapat menjadi faktor kesulitan belajar. . Rasa Percaya Diri Rasa percaya diri merupakan modal belajar yang sangat penting seseorang untuk merasa dirinya mampu mempelajari seseuatu keyakinannya itu akan menentukan keberhasilan. kelelahan Kelelahan yang dialami anak-anak dapat menyebabkan tidak bias belajar secara optimal. 13.12. Jika yang dilakukan maksimal hasilnya minimal akan membuat seseorang menjadi down untuk belajar.