BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Anatomi dan Fisiologi Cairan dan Elektrolit
1. Pengertian
Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di
dalam tubuh adalah merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan komposisi
dan perpindahan berbagai cairan tubuh.
Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang
menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam
tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan
elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan
dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.1
Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan
yang berada di dalam sel di seluruh tubuh, sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga
kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairan interstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di
dalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel, sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi
khusus seperti cairan serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna.
2. Elektrolit Utama Tubuh Manusia
Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak
terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik, seperti : protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida dan asam-asam organik.

Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+), kalium (K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat
(HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-).
Konsentrasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya, tetapi meskipun
konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatan negatif harus sama
dengan jumlah muatan-muatan positif.
Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intraseluler maupun pada plasma terinci dalam tabel di bawah ini :
Plasma Interstitial
a. Kation :
Natrium (Na+), Kalium (K+), Kalsium (Ca++), Magnesium (Mg ++)
b. Anion :
Klorida (Cl-), Bikarbonat (HCO3-), Fosfat (HPO42-), Sulfat (SO42-), Protein

3. Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh
Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu :
a. Fase I :
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus
gastrointestinal.
b. Fase II :

Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel
c. Fase III :

Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial masuk ke dalam sel. Filtrasi 3. Perpindahan zat terlarut melalui sebuah membran sel yang melawan perbedaan konsentrasi dan atau muatan listrik disebut transportasi aktif. yaitu : 1. Diffusi sederhana adalah perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas. Hampir semua zat berpindah dengan mekanisme transportasi pasif.Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel. Aktif Transport Difusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. Difusi air terjadi pada daerah dengan konsentrasi zat terlarut yang rendah ke daerah dengan konsentrasi zat terlarut yang tinggi. Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama pada kedua bagian itu. Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen dalam cairan tubuh ikut berpindah. Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi. Osmosis 4. Diffusi 2. Permeabilitas membran kapiler dan sel 2. Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium dan natrium. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh . Perbedaan tekanan. Transportasi aktif berbeda dengan transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). Konsenterasi 3. Potensial listrik 4. Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara : 1.

terutama akibat oleh pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan oleh albumin serum. dan oksidasi selama proses metabolisme. Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi. Pengaturan Volume Cairan Tubuh Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman. Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walupun kadang terjadi secara sendiri. b. Intake Cairan : Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-kira 1500 ml per hari. darah kapiler. sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan. sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan darah. Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum sebelum proses absorbsi oleh tractus gastrointestinal. ginjal (urine). Pusat haus dikendalikan berada di otak Sedangkan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi intraseluler. Pengatur utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. penguapan kulit. ekresi pada proses metabolisme. B. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan kehilanagn cairan antara lain melalui proses penguapan ekspirasi. a. Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial disebut ultrafilterisasi. perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah. Output Cairan : Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu : .

sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit. Keringat : Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas. IWL (Invisible Water Loss) : IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit. Urine : Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius merupakan proses output cairan tubuh yang utama. C. respon ini berasal dari anterior hypotalamus. Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh antara lain : a. Pada orang dewasa. Melalui kulit dengan mekanisme difusi. tapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat. Dalam kondisi normal output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam. yang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon). Feces : Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari. atau sekitar 30-50 ml per jam. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap harinya. 3. bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar 300-400 mL per hari. Umur : . 2. 4. 1.

3. d. dan pemecahan glikogen otot. b. 2. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung. e. Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema. Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding usia dewasa. Kondisi Sakit : Kondisi sakit sangat berpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Misalnya : 1. Stress : Stress dapat meningkatkan metabolisme sel. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari. Tindakan Medis : . dan berat badan. glukosa darah. Iklim : Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat. c. f. Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia. Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Mekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah. Diet : Diet seseorang berpengaruh terhadap intake cairan dan elektrolit. Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL. Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri. metabolisme. karena usia akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh.

2) Kehilangan cairan yang abnormal melalui : kulit. 2002). Pengobatan : Pengobatan seperti pemberian deuretik. . D. Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti : suction. HIPOVOLEMIA (Kekurangan Volume Cairan) a. 1) Hipovolemia adalah suatu kondisi akibat kekurangan volume cairan ekstraseluler (CES). g. Pengertian Kekurangan Volume cairan (FVD) terjadi jika air dan elektrolit hilang pada proporsi yang sama ketika mereka berada pada cairan tubuh normal sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama. nasogastric tube dan lain- lain. h. (Brunner & suddarth. gastro intestinal. dan lain-lain. ginjal abnormal. Konsep Dasar Gangguan Volume Cairan 1. Etiologi Hipovolemia ini terjadi dapat disebabkan karena : 1) Penurunan masukan. 2) Hipovolemia adalah penipisan volume cairan ekstraseluler (CES) 3) Hipovolemia adalah kekurangan cairan di dalam bagian-bagian ekstraseluler (CES) b. laksative dapat berpengaruh pada kondisi cairan dan elektrolit tubuh. dikarenakan kehilangan darah selama pembedahan. Pembedahan : Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

atau rongga sendi. Selain itu.3) Perdarahan. pelepasan hormone antideuritik (ADH). seperti terperangkapnya cairan dalam saluran pencernaan. penurunan asupan cairan. Penipisan (CES) berat dapat menimbulkan syok hipovolemik. yaitu kehilangan cairan abnormal melalui kulit. Secara umum. dapat terjadi akibat obstruksi saluran pencernaan. defisit volume cairan disebabkan oleh beberapa hal. rasa haus. dan pelepasan aldosteron. Mekanisme kompensasi tubuh pada kondisi hipolemia adalah dapat berupa peningkatan rangsang sistem syaraf simpatis (peningkatan frekwensi jantung. Umumnya. kondisi tertentu. peritonium. kelemahan. . osmolar atau elektrolit. Kondisi hipovolemia yang lama dapat menimbulkan gagal ginjal akut. anoreksia. Cairan dapat berpindah dari lokasi intravaskuler menuju lokasi potensial seperti pleura. inotropik (kontraksi jantung) dan tahanan vaskuler). lalu diikuti dengan perpindahan cairan interseluler menuju intravaskuler sehingga menyebabkan penurunan cairan ekstraseluler. muntah. Tergantung pada jenis kehilangan cairan hipovolemia dapat disertai dengan ketidak seimbangan asam basa. Untuk untuk mengkompensasi kondisi ini. kekacauan mental. keletihan. Patofisiologi Kekurangan volume cairan terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan elektrolit ekstraseluler dalam jumlah yang proporsional (isotonik). gangguan ini diawali dengan kehilangan cairan intravaskuler. haus. mual. sinkope. tubuh melakukan pemindahan cairan intraseluler. konstipasi. d. oliguria. Manifestasi Klinis Tanda dan gejala klinik yang mungkin didapatkan pada klien dengan hipovolemia antara lain : pusing. c. Kondisi seperti ini disebut juga hipovolemia. perikardium. perdarahan dan pergerakan cairan ke lokasi ketiga (lokasi tempat cairan berpindah dan tidak mudah untuk mengembalikanya ke lokasi semula dalam kondisi cairan ekstraseluler istirahat).

2) Renjatan hipovolemik. HIPERVOLEMIA (Kelebihan Volume Cairan) a. Pengertian Keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami kelebihan cairan intraseluler atau interstisial. 3) Kelebihan pemberian cairan intra vena (IV). 4) Perpindahan cairan interstisial ke plasma. (Carpenito. Kelebihan cairan tubuh hampir . konsentrasi natrium dalam serum masih normal. c. Patofisiologi Kelebihan volume cairan terjadi apabila tubuh menyimpan cairan dan elektrolit dalam kompartemen ekstraseluler dalam proporsi yang seimbang. dengan penurunan ekskresi natrium dan air. Karena adanya retensi cairan isotonik.2. Kelebihan volume cairan mengacu pada perluasan isotonok dari CES yang disebabkan oleh retensi air dan natrium yang abnormal dalam proporsi yang kurang lebih sama dimana mereka secara normal berada dalam CES. sedang berat). Hal ini selalu terjadi sesudah ada peningkatan kandungan natrium tubuh total. 2002). yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan air tubuh total. 2) Fungsi ginjal abnormal. 3. (Brunner & Suddarth. Komplikasi Akibat lanjut dari kekurangan volume cairan dapat mengakibatkan : 1) Dehidrasi (Ringan. b. Etiologi Hipervolemia ini dapat terjadi jika terdapat : 1) Stimulus kronis pada ginjal untuk menahan natrium dan air. 2000). 3) Kejang pada dehidrasi hipertonik.

ortopnea. dan penurunan curah jantung 3) Infark miokard 4) Gagal jantung kongestif 5) Gagal jantung kiri 6) Penyakit katup 7) Takikardi/aritmia Berhubungan dengan hipertensi porta. selalu disebabkan oleh peningkatan jumlah natrium dalam serum. akut atau kronik 2) Berhubungan dengan peningkatan preload. menimbulkan peningkatan filtrasi dan ekskresi natrium dan air oleh ginjal dan penurunan pelepasan aldosteron dan ADH. Asites. Kanker 9) Berhubungan dengan kerusakan arus balik vena . Mekanisme kompensasi tubuh pada kondisi hiperlemia adalah berupa pelepasan Peptida Natriuretik Atrium (PNA). tekanan osmotik koloid plasma rendah. Kelebihan cairan terjadi akibat overload cairan / adanya gangguan mekanisme homeostatis pada proses regulasi keseimbangan cairan. Komplikasi Akibat lanjut dari kelebihan volume cairan adalah : 1) Gagal ginjal. Manifestasi Klinis Tanda dan gejala klinik yang mungkin didapatkan pada klien dengan hipervolemia antara lain : sesak nafas. keseimbangan asam-basa dan osmolalitas sering menyertai hipervolemia. d. Hipervolemia dapat menimbulkan gagal jantung dan edema pulmuner. khususnya pada pasien dengan disfungsi kardiovaskuler e. penurunan kontraktilitas. Abnormalitas pada homeostatisis elektrolit. retensi natrium 8) Penyakit hepar : Sirosis.

E. distensi vena leher. Tindakan dapat berupa hal berikut : 1) Pembatasan natrium dan air. 10) Varikose vena 11) Penyakit vaskuler perifer 12) Flebitis kronis f. 2) Diuretik. Klasifikasi cairan tubuh makhluk hidup Secara fisik.molekul pembentuk tubuh manusia dapat dibedakan menjadi jenis cairan dan jenis matriks molekul padat. Pemeriksaan Diagnostik 1) Pemeriksaan Fisik Oedema. kulit lembab. Ronkhi. krekles (rales). peningkatan TD (penurunan TD saat jantung gagal) nadi kuat. peningkatan berat badan. irama gallop 2) Protein rendah 3) Anemia 4) Retensi air yang berlebihan 5) Peningkatan natrium dalam urine g. Ginjal . takikardia. 3) Dialisi atau hemofiltrasi arteriovena kontinue : pada gagal ginjal atau kelebihan beban cairan yang mengancam hidup. mengi. Penatalaksanaan Medis Tujuan terapi adalah mengatasi masalah pencetus dan mengembalikan CES pada normal. Pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit dl tubuh diatur oleh : 1. asites.

4. F. cara pertama konduksi yaitu pengalihan panas ke benda yang disentuh. Proses pelepasan panas kemudian dapat dilakukan dengan cara penguapan. Banyaknya darah yang mengalirmelalui pembuluh darah dalam kulit mempengaruhi jumlah keringat yang dikeluarkan. Sebagai alat transportasi nutrient. b. misalnya orang yang melakukan olahraga berat. sedangkan cara kedua konveksi yaitu mengalirkan udara yang telah panas kepermukaan yang lebih dingin. Fungsi Cairan dalam Tubuh Manusia. 3. Sebagai pengatur suhu tubuh dan lingkungan seluler. Proses pengeluaran cairan terkait dengan respons akibat perubahan frekuensi dan kedalaman pernapasan (kemampuan bernapas). pengatur konsentrasi garam dalam darah. Sebagai komponen pembentuk sel. Dalam kondisi ormal. Gastrointestinal Gastrointestinal merupakan organ saluran pencernaan yang berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. dan komponen tubuh lainnya. Fungsi dari ginjal yaitu sebagai pengatur air. antara lain : a. darah. Ada 2 cara. Proses pelepasan panas lainnya dapat dilaukan dengan cara pemancaran yaitu dengan melepaskan panas ke udara sekitarnya. plasma. Ginjal merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit. 2.pengatur keseimbangan asam basa darah dan pengatur ekskresi bahan buangan atau kelebihan garam. . cairan yang hilang dalam sistem ini sekitar 100-200ml/hari. c. elektrolit dan sisa metabolisme. Kulit Kulit merupakan bagian penting dalam pengaturan cairan yang terkait dengan proses pengaturan panas. Paru-paru Paru-paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan menghasilkan insensible water loss ± 400ml/hari.

Laj difusi dipengaruhi: ukuran molekul. Difusi Pergerakan molekul melintasi membrane semi permeable dari kompartemen berkonsentrasi tinggi menujukompartemen rendah. Transport aktif Proses transport aktif memerlukan energi metabolisme.G. konsentrasi natrium lebih tinggi pada cairan intrasluler dan kadar kalium lebih tinggi pada cairan ekstraseluler. Contoh filtrasi adalah pergerakan cairan dan nutrien dari kapiler menuju cairan interstitial disekitar sel. Karenanya. jumlah cairan yang diperlukan dan jumlah cairan yang hilang juga lebih besar disbanding orang dewasa. konsentrasi larutan dan temperature larutan. Transpor Cairan dalam Tubuh a. Osmosis Pergerakan dari solven (pelarut) murni (air) melintasi membrane sel dari konsentrasi rendah (cairan) menuju berkonsentrasi tinggi (pekat). Proses transport aktif penting untuk mempertahankan keseimbangan natrium dan kalsium antara cairan intraseluler dan ekstraseluler. Besarnya kebutuhan cairan pada bayi dan anak-anak juga dipengaruhi oleh laju metabolic yang tinggi serta kondisi ginjal mereka yang belum teratur dibaning ginjal orang dewasa. d. . Usia Bayi dan anak di masa pertumbuhan memiliki proporsi cairan tubuh yang lebih besar dibandingkan orang dewsa. Filtrasi Proses perpindahan cairan dan solute (substansi yang terlarut dalam cairan) melintasi membran bersama-sama dari kompartemen bertekanan tinggi menuju kompartemen bertekanan rendah. Faktor yang mempengauhi kebutuhan cairan dan elektrolit 1. Dalam kondisi normal. c. H. b.

seperti luka robek atau luka bakar.2. peningkatan konsentrasi glukosa darah dan glikolisis otot. tubuh berusaha memecah simpanan protein dengan terlebih dahulu memecah simpanan lemak dan glikogen. Kondisi ini menyebabkan penurunan kadar albumin.hal ini mengakibatkan peningkatan pengeluaran cairan melalui keringat. Besarnya IWL pada tiap individu bervariasi.dipengaruhi suhu lingkungan. stress juga menyebabkan peningkatan produksi hormone anti deuritik yang dapat mengurangi produksi urine. Tindakan pengisapan cairan lambung dapat menyebabkan penurunan kadar kalsium dan kalium. Individu yang tinggal di lingkungan yang bersuhu tinggi atau di daerah dengan kelembapan yang rendah akan lebih sering mengalami kehilangan cairan dan elektrolit. Mekaisme ini mengakibatkan retensi air dan natrium. IWL). Disamping itu. tingkat metabolisme. Pasien yang menderita diare jug dapat mengalami peningkatan kebutuhan cairan akibat kehilangan cairan melalui saluran gastro intestinal. tubuh mengalami peningkatan metabolism seluler. dan usia. Stress Saat stress. 6. Penyakit Trauma pada jaringan dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit dari sel atau jaringan yang rusak. Diet Jika asupan makanan tidak seimbang. Kehilangan cairan yang tidak disadari (insensible water loss) juga mengalami peningkatan laju pernapasan dan aktivasi kelenjar keringat. 7. Tindakan medis Beberapa tindakan medis meimbulkan efek sekunder terhadap kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh. Iklim Dalam situasi ini. cairan yang keluar umumnya tidak dapat disadari (insensible water loss. Aktivitas Aktivitas menyebabkan peninkatan proses metabolism dalam tubuh . . 3. 4. 5.

8. Kehilangan cairan berlebih  Kehilangan berat badan (mungkin juga a. Defisit Volume Cairan Ketika tubuh kehilangan cairan dan elektrolit ekstra seluler dalam jumlah yang proposional (isotonok0. yaitu gangguan keseimbangan isotonis dan osmolar. Akibatnya. Beberapa klien dapat kehilangan banyk darah selama periode operasi. I. perdarahan dan pergerakan cairan kelokasi ketiga (lokasi tempat cairan berpindah dan tidak mudah mengembalikannya kelokasi semula dalam kondisi cairan ekstraseluler istirahat) Defisit Cairan Faktor Resiko Tanda Klinis 1. Pembedahan Klien yang menjalani pembedahan beresiko tinggi mengalami ketidakseimbangan cairan. Ketidakseimbangan Cairan Dua kelompok dasar. penurunan asupan cairan. Ketidak seimbangan osmolar terjadi ketika kehilangan cairan tidak di imbangi gengan perubahan kadar elektrolit dalam proporsi yang seimbang sehingga menyebabkan perubahan pada konsentrasi dan osmolalitas serum. Pengobatan Penggunaan beberapa obat seperti diuretik maupun laksatif secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kehilangan cairan dalam tubuh. b. terjadi defisit cairan tubuh. sedangkan beberapa klien lainnya justru mengalami kelebihan beban cairan akibat asupan cairan berlebih melalui intravena selama pembedahan atau sekresi hormone ADH selama masa stress akibat obat-obat anastesia. Kondisi seperti ini disebut juga hipovolemia. Isotonis terjadi ketikasejumlah cairan dan elektrolit hilang bersaman dalam proposi yangg seimbang. Muntah penambahan berat badan pada kasus . Defisit volume cairan disebabkan oleh kehilangan cairan abnormal melalui kulit. Gangguan Keseimbangan Cair dan Elektrolit a. 9.

Drainase . Depresi  Penurunan volume darah 3. 5% (sedang) e. Anoreksia  Nadi cepat dan lemah b. Penurunan CVP kegagalan mekanisme regulasi  Mukosa membrane kering. Ketidak cukupan asupan cairan  Penurunan turgor kulit a. Peningkatan BUN 30ml/jam). 8% (berat) 2. Nilai laboratorium  Bunyi nafas jelas a. Peningkatan hemoglobin  Penurunan volume urine (kurang dari c. Diare perpindahan cairan ke lokasi ketiga) c. Keringat berlebih . 2% (ringan) d. muntah  Penurunan Tekanan Darah c. Pengisapan lambung . dapat meningkatkan karena d. Mual. b. Dehidrasi . penurunan salivasi  Vena leher datar  Pengisian vena lambat  Menyatakan haus/ lemas 1. Peningkatan hematokrit  Asupan lebih sedikit daripada haluaran b. Tidak ada cairan  Hipotesi postural d.

Penyebab : a. 3. terjadi akibat kehilangan cairan yang tidak diimbangi dengan kehilangan elektrolit dalam jumlah porposional. Kelebihan steroid Faktor resiko 1. Nilai laboratorium . terutama natrium. Kelebihan volume cairan (hipervolemia) Disebabkan oleh peningkatan jumlah natrium dalam serum. Menyebabkan peningkatan kadar natrium. Kelebihan cairan terjadi akibat overload cairan atau adanya gangguan mekanisme homeostatispada proses regulasi keseimbangan cairan. peningkatan omolalitas. Penurunan BUN . Penurunan hematokrit . Asupan natrium yang berlebihan b. Asupan cairan yang mengandung natrium dari diet atau obat-obatan. Disebut juga ketidakseimbangan hiper osmolar. Peningkatan CVP 4. Penyakit yang mengubah mekanisme regulasi d. Pemberian infuse berisi natrium terlalu cepat dan banyak c. Gangguan sirkulasi a. Kelebihan cairan yang mengandung natrium dari terapi intravena. Gagal jantung . Kondisi ini menyebabkan gangguan fungsi sel dan kolaps sirkulasi. serta dehidrasi intraseluler. Penurunan hemoglobin . 2.

Permeabilitas kapiler meningkat (karena luka bakar. opstruksi sirkulasi vena). . alergi). Sirosis hati 2. Ketika : a. Edema dapat terjadi ketika ada peningkatan produksi cairan interstisial atau gangguan perpindahan cairan interstisial. b. c. d. Perpindahan cairan dari ruangan interstisial terhambat. Gagal ginjal c. Peningkatan hidrostatik kapiler meningkat (hipervolemia. b. kaki dan tangan. Edema Edema yang sering terlihat disekitar mata.

dan trombosit. Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB). Adapun fungsi dari darah adalah mencakup : . Setelah 1 tahun. Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total  Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Pada orang normal dengan berat 70 kg. tubuh mempertahankan keseimbangan. volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. persentase ini dapat berubah. Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total  Adalah cairan diluar sel. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. (b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). atau leukosit). Pada orang dewasa kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular. berat badan dan faktor-faktor lain. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. sel darah putih (SDP. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. bergantung pada umur. Ukuran relatif dari (CES)menurun dengan peningkatan usia. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri. hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : (a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel. Tapi nilai tersebut diatas dapat bervariasi pada orang yang berbeda- beda. 1997) 1. Sebaliknya. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis. kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES). bergantung pada jenis kelamin. yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. Pada bayi baru lahir. 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. 2. jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall.KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT 17 Desember 2008 oleh Ramadhan OLEH : ERFANDI Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. A. Relatif terhadap ukuran tubuh.

Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. Cairan Transelular (CTS) :  Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. Namun. perikardial. dan cairan intraokular serta sekresi lambung. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari.– pengiriman nutrien (mis . Sebagai contoh. sinovial. glokusa dan oksigen) ke jaringan – transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru – pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi – transpor hormon ke tempat aksinya – sirkulasi panas tubuh 3. sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut :  PROSENTASE TOTAL CAIRAN TUBUH DIBANDINGKAN BERAT BADAN . pleural.

BB = 70 Kg  Catatan : Sebenarnya ada kompartemen CES lain. dll. intraokuler.  NILAI RATA-RATA CAIRAN EKSTRASELULER (CES) DAN CAIRAN INTRASELULER (CIS) PADA DEWASA NORMAL TERHADAP BB . Cairan transelular hanya 1-2 % BB. pleura. meliputi cairan sinovial. yaitu : limfe & cairan transeluler. DISTRIBUSI CAIRAN TUBUH  Keterangan : Untuk laki-laki.

Membantu memelihara suhu tubuh 6.9. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel 2. McGraw Hill. SDM) C. substansi terlarut (zat terlarut) 1. p. B. SDP. Clinical Disorders of Fluid and Electrolyte Metabolism. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit 5. Membantu pencernaan 7. Mmbentu dalam metabolisme sel 4. Mengeluarkan buangan-buangan sel 3. 1987. 4th ed. Mempemudah eliminasi 8. Air . Morton H. Mengangkut zat-zat seperti (hormon. enzim.Maxwell. FUNGSI CAIRAN TUBUH 1. KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut.

Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain( miliekuivalen/liter mol/L ) atau dengan berat molekul dalam garam ( milimol/liter  mEq/L ).2 Unsur utama kompartemen cairan tubuh . 1-2). Jumlah kation dan anion. dalam larutan selalu sama. sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K˖). Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya. elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. Namun demikian.  Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan.Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. Solut (terlarut) Selain air. Pada situasi ini. 1. Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam  Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na˖). Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). Tabel. (a) Elektrolit : Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4ɜ). (b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. yang diukur dalam miliekuivalen. Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asam-basa. 2. nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit. Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama (lihat Tabel.

protein dan asam organik. p.518  KANDUNGAN ELEKTROLIT CAIRAN TUBUH . Catatan : Nilai tertentu adalah rata-rata. Appleton & Lange. 1996. Unsur lain termasuk ion kalsium Ca 2+. G. Edward. Ini adalah daftar parsial. magnesium Mg2+. Pendapat ahli lain tentang unsur utama kompartemen cairan tubuh disebutkan sebagai berikut : Morgan. Clinical Anesthesiology.

 INTAKE DAN OUTPUT RATA-RATA HARIAN DARI UNSUR TUBUH YANG UTAMA .

Bunko do. selain itu sesuai aturan.) JUMLAH KEHILANGAN AIR DAN ELEKTROLIT per 100 kcal BAHAN METABOLIK DALAM KEADAAN NORMAL MAUPUN SAKIT D. Kogoshi S.Catatan : Kehilangan cairan melalui kulit (difusi) & paru disebut Insensible Loss (IWL) Bila ingin mengetahui “Insensible Loss (IWL)” maka kita dapat menggunakan penghitungan sebagai berikut :  DEWASA = 15 cc/kg BB/hari  ANAK = (30 – usia (th)) cc/kg BB/hari  Jika ada kenaikan suhu : IWL = 200 (suhu badan sekarang – 36. Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. air tubuh . Fluid Therapy.8C) (Dari Iwasa M. 1995. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 1. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. P 8.

Sel-sel lemak Mengandung sedikit air. gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 6. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh total sesuai usia. Sakit Keadaan pembedahan. karena lebih banyak mengandung lemak tubuh 3. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular. Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 7. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 5. 2. Diet Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. . konsentrasi darah dan glikolisis otot. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. kelainan ginjal dan jantung. trauma jaringan. Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional.menurun dengan peningkatan usia. sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak tubuh 4. tubuh akan memecah cadangan energi.