PEMERINTAH KOTA PALOPO

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS SENDANA
Jl. Andi Bintang Kelurahan Mawa Kecamatan Sendana Tlp:085398249188
email:pkmsendanapalopo@gmail.com

KERANGKA ACUAN
PROGRAM KESELAMATAN/KEAMANAN LABORATORIUM
PUSKESMAS SENDANA

I. Pendahuluan
Pelayanan laboratorium puskesmas merupakan salah satu unsur penting dalam upaya
puskesmas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Laboratorium puskesmas
melaksanakan pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari
manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebaran penyakit, kondisi kesehatan, atau
faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat di wilayah kerja
puskesmas.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat bahaya/resiko yang mungkin terjadi terhadap
petugas yang berada didalam laboratorium maupaun lingkungan di sekitarnya. Untuk
mengurangi atau mencegah bahaya yang terjadi, setiap petugas harus melaksanakan tugas
sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Oleh karena itu perlu disusun suatu program keselamatan/keamanan laboratorium di
Puskesmas Sendana sebagai upaya dalam peningkatan keselamatan laboratorium yang
merupakan bagian dari program keselamatan pasien Puskesmas.

II. Latar belakang
Puskesmas Sendana merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kota Palopo yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja kec. Sendana. Hingga
saat ini belum tercatat adanya insiden keselamatan kerja laboratorium di Puskesmas
Sendana. Namun demikian mengingat besarnya risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan
yang dapat terjadi akibat kegiatan laboratorium, maka diperlukan pengelolaan K3
Laboratorium yang baik melalui penerapan manajemen K3 di Puskesmas Sendana.
Penerapan manajemen K3 adalah agar seluruh kegiatan K3 dapat terlaksana melalui proses
identifikasi, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi serta kegiatan
pengendalian, pengawasan dengan baik.
Berdasarkan hal tersebut maka di Puskesmas Sendana perlu dilakukan manajemen K3
degan menunjuk seorang petugas atau membentuk Tim K3 yang terdiri dari ketua dan
beranggotakan staf yang memahami K3, dimana nantinya petugas atau tim ini akan
bertanggung jawab kepada kepala puskesmas sebagai penanggung jawab tertinggi dalam
pelaksanaan K3 di puskesmas.

III. Tujuan
a. Tujuan umum
Untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan laboratorium di Puskesmas Sendana
b. Tujuan khusus
1. Acuan dalam melaksanakan program keselamatan/keamanan laboratorium di
Puskesmas Sendana
2. Meningkatkan pengetahuan petugas terhadap risiko terjadinya kesecelakaan dan
gangguan kesehatan akibat kegiatan laboratorium di Puskesmas Sendana
3. Menjamin mutu pekerjaan di laboratorium Puskesmas Sendana

IV. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
a. Identifikasi
Pengenalan dari berbagai bahaya dan risiko kesehatan di tempat dan lingkungan kerja
biasanya dilakukan dengan cara melihat dan mengenal (walk through survey). Untuk
dapat mengenal bahaya dan risiko lingkungan kerja dengan baik dan tepat diperlukan
informasi mengenai:
 Alur proses dan cara kerja yang digunakan
 Bahan kimia, media dan reagen yang digunakan
 Spesimen yang diperiksa
 Sarana prasarana dan alat laboratorium
 Limbah yang dihasilkan
 Efek kesehatan dari semua bahan berbahaya di tempat dan lingkungan kerja
 Perkiraan petugas yang potensial terpapar/terpajan
b. Perencanaan
 Analisa situasi kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium puskesmas.Analisa
situasi merupakan langkah pertama yang harus dilakukan, dengan melihat sumer
daya yang kita miliki, sumber dana yang tersedia, dan bahaya potensial apa yang
mengancam laoratorium puskesmas.
 Identifiksi masalah kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium puskesmas dan
bahaya potensial di laboratorium puskesmas.
Identifikasi masalah kesehatan dan keselamatan kerja dapat dilakukan dengan
mengadakan inspeksi tempat kerja dan mengadakan pengukuran lingkungan kerja.
Dari kegiatan ini kita dapat menemukan masalah-masalah kesehatan dan keselamatan
kerja.
 Alternatif rencana upaya penanggulangannya
Dari masalah-masalah yang ditemukan dicari alternatif upaya peanggulangannya
berdasarkan dana dan daya yang tersedia.
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan perencanaan adalah:
 Adanya denah lokasi bahaya potensial
 Rumusan aternatif rencana upaya penanggulangannya
c. Pelaksanaan
 Melaksanakan sosialisasi K3 laboratorium pada seluruh petugas dalam bentuk
pelatihan, penyuluhan, dan lain-lain
 Membuat SOP pelaksanaan program keselamatan/keamanan kerja laboratorium
puskesmas dan melakukan revisi apabila diperlukan
 Meingkatkan kerja sama antara personil Tim K3 melalui pertemuan secara berkala
untuk membahas pelaksanaan tugas Tim K3 dari kendala yang ada
 Membuat laporan pelaksanaan kegiatan program keselamatan/keamanan
laboratorium
 Mengkoordinasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan imunisasi karyawan
d. Pengawasan
 Melakukan pengawasan dan pengendalian penerapan program
keselamatan/keamanan laboratorium
 Melakukan penyelidikan sesuai kebutuhan di dalam laboratorium jika terjadi
pelepasan bahan infeksi dan bahan berbahaya
 Melaporkan kejadian yang berkaitan dengan K3 kepada pihak yang berwenang
sesuai kebutuhan
 Mencatat kejadian atau masalah K3 di laboratorium puskesmas
e. Melaksanaan Upaya-Upaya Perbaikan (continues improvement)
 Menetapkan kebutuhan tahun depan
 Memperbaiki sistem, prosedur dan manajeman yang kurang

V. Cara melaksanakan kegiatan dan sasaran
a. Cara melaksanakan kegiatan
Melaksanakan program, meliputi:
 Identifikasi :
 Alur proses dan cara kerja yang digunakan
 Bahan kimia, media dan reagen yang digunakan
 Spesimen yang diperiksa
 Sarana prasarana dan alat laboratorium
 Limbah yang dihasilkan
 Efek kesehatan dari semua bahan berbahaya di tempat dan lingkungan kerja
 Perkiraan petugas yang potensial terpapar
 Perencanaan :
 Analisa situasi kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium puskesmas
 Identifikasi masalah kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
puskesmas dan bahaya potensial di laboratorium puskesmas.
 Pelaksanaan :
 Sosialisasi K3 laboratorium
 Membuat SOP melakukan revisi
 Meningkatkan kerja sama antara personil
 Membuat laporan pelaksanaan kegiatan program
 Koordinasi pemeriksaan kesehatan dan imunisasi
 Pengawasan
 Pengawasan dan pengendalian penerapan program keselamatan/keamanan
laboratorium
 Penyelidikan jika terjadi pelepasan bahan infeksi dan bahan berbahaya
 Melaporkan kejadian yang berkaitan dengan Mencatat kejadian atau masalah
K3 di laboratorium puskesmas
 Upaya perbaikan
 Menetapkan kebutuhan tahun depan
 Memperbaiki sistem, prosedur dan manajeman yang kurang
b. Sasaran:
 Tempat kerja dan lingkungan kerja yang menunjang K3
 Pelaksanaan praktek laboratorium yang sesuai dengan standar dan peraturan yang
berlaku
 Tersedianya peralatan keamanaan sesuai praktek di laboratorium (tempat cuci
tangan dengan air yang mengalir dan alat pemadam kebakaran)
 Penggunaan APD (jas lab/celemek, masker, sarung tangan atau alas kaki) di
laboratorium
 Pelaksanaan cuci tangan yang baik dan benar
 Tidak ada pengelolaan spesimen yang tidak sesuai dengan standar dan peraturan
yang berlaku
 Tidak ada pengelolaan bahan kimia yang menyalahi aturan
 Tidak ada pengelolaan limbah yang menyalahi aturan
 100% insiden keselamatan laboratorium di laporkan dan ditindaklanjuti
VI. Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Tahun 201...
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
1 Identifikasi
2 Perencanaan
3 Pelaksanaan
4 Pengawasan
5 Upaya
perbaikan

VII. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporannya
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap setahun sekali pada bulan
Desember. Sedangkan pelaporannya dilakukan pada bulan januari tahun berikutnya

VIII. Pencatatan, pelaporan dan evalusai kegiatan
Pencatatan dan dokumentsi kegiatan dilakukan oleh petugas atau Tim K3 yang
ditugaskan melakukan manajemen K3 di Puskesmas Sendana. Petugas atau Tim K3
kemudian membuat laporan dan laporan progam ditujukan kepada Kepala Puskeasmas
Sendana.

Mengetahui,
Kepala Puskesmas Sendana

Syamsir, SKM
Nip.19631201 198803 1 017