TUGAS BESAR

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS

Diajukan untuk memenuhi tugas besar mata kuliah Pembangkit Energi Elektrik

Dosen :
Syahrial M.T.

Disusun oleh :
M. Robbie K. 11.2011.026
Fauzi Hadianto 11.2011.030
Ahmad Robby N.M 11.2011.031
Agytia Indrajaya 11.2011.032
Aulia N.F 11.2011.033
M. Ramdhan 11.2011.035

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
BANDUNG
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Sejalan dengan berlangsungnya waktu, sumber daya manusia yang terus bertambah
ini akan menyebabkan suatu peristiwa kebutuhan sumber daya alam yang semakin
meningkat. Salah satu dari kebutuhan yang sangat penting di dunia ini adalah sumber
energi listrik, Di mana pada jaman modern ini bisa dikatakan bahwa segala sesuatu selalu
berhubungan dengan yang namanya listrik. Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin
sulitnya menyalurkan energi listrik ini dalam jumlah banyak, terbukti adanya jadwal
pemadaman listrik secara bergilir untuk beberapa wilayah guna mengurangi pemakaian
listrik.
Di negara Indonesia sedang dalam proses pemenuhan kebutuhan dari pasokan listrik,
sehingga para ilmuwan dan pihak pemerintah sedang menjalankan suatu solusi dimana
akan membangun Pembangkit Listrik dengan bahan baku yang tidak hanya minyak. Kita
tahu bahwa Pembangkit listrik yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia dan mungkin
seluruh dunia ialah menggunakan bahan bakar solar, mengingat bahwa ironisnya solar
merupakan SDM yang tidak dapat diperbaharui dan mulai sedikit keberadaannya.
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan salah satu pembangkit listrik
yang memanfaatkan bahan bakar gas. Dalam proses menghasilkan energi listrik,
Pembangkit Listrik Tenaga Gas memiliki beberapa komponen utama antara lain
Kompresor, Turbin Gas, Combuster, dan Generator. Semua komponen tersebut
terintegrasi menjadi satu kesatuan sistem unit yang bekerja untuk dapat menghasilkan
listrik. Dalam proses produksinya, unit PLTG sangat dipengaruhi oleh evaluasi kinerja
dari setiap komponen komponen yang terlibat di dalam unit PLTG tersebut.
Dari pernyataan diatas, sehingga penulis akan menjelaskan tentang Pembangkit
Listrik Tenaga Gas secara detail di bab selanjutnya.

1.2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat diberikan perumusan masalah sebagai
berikut:
1. Sejarah awal mula Pembangkit Listrik Tenaga Gas ?
2. Definisi PLTG ?
3. Prinsip Kerja dari PLTG ?

4. Siklus PLTG ?
5. Instrumentasi dan Sistem Proteksi PLTG ?
6. Operasi PLTG
7. Sistem Kelistrikan PLTG ?
8. Single Line Diagram PLTG ?
9. Layout PLTG ?
10. Kelebihan dan kekurangan PLTG ?

1.3. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pembuatan makalah
ini agar dapat mengetahui :
1. Sejarah awal mula Pembangkit Listrik Tenaga Gas
2. Definisi PLTG
3. Prinsip Kerja dari PLTG
4. Siklus PLTG
5. Instrumentasi dan Sistem Proteksi PLTG
6. Operasi PLTG
7. Sistem Kelistrikan PLTG
8. Single Line Diagram PLTG
9. Layout PLTG
10. Kelebihan dan kekurangan PLTG

1.4. Manfaat Penulisan
Penulisan tugas besar ini, supaya penulis dan pembaca bisa lebih memahami tentang
pembangkit listrik tenaga gas, beserta sistem operasi dari PLTG.

1.5. Pembatasan Masalah
Adapun batasan-batasan masalah dalam pembuatan tugas besar ini hanya menjelaskan apa
yang dipaparkan dalam rumusan masalah diatas.

Operasi PLTG. Siklus PLTG. manfaat penulisan. . rumusan masalah. Sistematika Penulisan BAB I : Pada bab ini penulis akan membahas tentang latar PENDAHULUAN belakang. Prinsip Kerja dari PLTG.1. pembatasan masalah serta sistematika penulisan. BAB III : Pada bab ini penulis menjelaskan perancangan METODELOGI PLTG yang diambil dari contoh soal tentang PLTG. Single Line Diagram PLTG.6. Instrumentasi dan Sistem Proteksi PLTG. tujuan penulisan. BAB IV : Pada bab ini penulis akan menyimpulkan dari KESIMPULAN DAN SARAN hasil penjelasan-penjelasan pada bab sebelumnya. serta Kelebihan dan kekurangan PLTG. Sistem Kelistrikan PLTG. Layout PLTG. Definisi PLTG. BAB II : Pada bab ini akan menjelaskan : Sejarah awal TEORI DASAR mula Pembangkit Listrik Tenaga Gas.

Karena banyak sumber energi terbarukan yang terletak di lokasi yang sangat jauh dari pusat beban. Untuk mengatur dan mengendalikan listrik masuk ke dalamnya. pengawasan jaringan. BAB II TEORI DASAR 2. Sektor distribusi menghadapi masalah yang lain lagi. Penyedia listrik dan jaringan akan membayar mahal untuk upgrading tersebut. Pada sisi transmisi. Sementara teknologi lain seperti media digital pribadi dan energi yang terdistribusi sudah sangat berkembang. akhirnya tenaga listrik dibangkitkan di pusat–pusat listrik (power station) dan menambah pembangkit PLTG. High Voltage Direct Current (HVDC). Untuk saat ini. Artinya. fasilitas penyimpanan energi dan sistem yang bisa memberikan respon adanya permintaan perlu diterapkan. biaya yang diperlukan untuk upgrading jaringan dengan teknologi ”cerdas” sebesar US$ 100 milyar. di tahun 2003 sebagian wilayah utara Amerika Serikat mengalami black out dan kerugian yang dialami sekitar US$ 6 milyar hanya untuk beberapa hari. walau bagaimanapun. Sebagai contoh. peralatan pengatur interaktif. Saluran tegangan tinggi di Indonesia mempunyai tegangan . ada beberapa teknologi jaringan listrik yang bisa dipertimbangkan para pengembang jaringan. yaitu HVDC dan kabel berteknologi nano. Bersamaan dengan ini. meski bukan merupakan konsep baru.1. dibutuhkan sistem jaringan listrik yang ”cerdas”. Sejarah awal mula Pembangkit Listrik Tenaga Gas Teknologi transmisi dan distribusi jaringan listrik hampir tidak mengalami perubahan selama 100 tahun. meteran dan laju beban yang bisa timbul dengan adanya pembangkit-pembangkit listrik energi terbarukan skala kecil. yang menjadi permasalahan adalah cukupkah transmisi yang ada untuk mengalirkan listrik yang bersumber dari energi terbarukan ke dalam jaringan transmisi dan distribusi. Meng-upgrade infrastruktur transmisi dan distribusi tidak murah dan tidak bisa dapat dilakukan dalam waktu dekat. kemudian disalurkan melalui saluran transmisi setelah terlebih dahulu dinaikkan tegannya oleh transformator penaik tegangan yang berada di pusat listrik. sama halnya dengan para pelanggannya yang akan membayar lebih mahal. dan perkembangan tersebut gagal diikuti oleh teknologi jaringan listrik. besarnya biaya yang dibutuhkan untuk upgrade sebanding dengan dampak ekonomi yang akan terjadi jika terjadi kegagalan jaringan listrik. Menurut Electric Power Research Institute. Tetapi. tetapi di Amerika Serikat menjadi perhatian seiring dengan banyaknya energi listrik yang bersumber dari energi terbarukan yang harus dikirimkan kepada beban.

s) dibawah ini: .1 Skema PLTG Apabila kita berbicara tentang PLTG maka kita harus berpikir tentang open cycle. Pada open cycle dimulai dari pemompaan bahan bakar dan pemasukan udara dari intake air filter menuju combuster. 150 kV yang disebut sebagai Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan tegangan 500 kV yang disebut sebagai Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).3. Sedangkan pinsip kerja dari sebuah PLTG didasarkan pada siklus Brayton seperti pada diagram (p. Definisi PLTG Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. v dan t.2. Di combuster campuran bahan bakar dan udara disemprotkan oleh nozzle sehingga di ruang bakar terjadi pembakaran. 2. Pembakaran tadi akan memutar turbin gas yang selanjutnya akan memutar generator yang akan menghasilkan energi listrik. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya. 2. Cara Kerja PLTG Gambar 2.

gas panas tersebut temperature dan tekanan mengalami penurunan dan proses ini biasa disebut dengan proses ekspansi. Ada beberapa macam siklus kerja turbin gas sebagai berikut: 1. selanjutnya gas bekas ini dibuang atau dialirkan ke udara luar. dimana gas panas yang diekspansi didalam turbin akan menghasilkan gas bekas (flue gas) dengan temperature yang masih cukup tinggi dan tekanan diatas sedikit dari tekanan atmosfir.3. yang ditunjukkan seperti pada gambar 2.2 Diagram siklus Brayton Pada Gambar 2. dari energi panas yang dihasilkan inilah kemudian akan dimanfaatkan untuk memutar turbin dimana didalam sudu-sudu gerak dan sudu-sudu diam turbin.25 dijelaskan bahwa mula-mula udara dari atmosfir ditekan di dalam kompresor hingga temperature dan tekanannya naik dan proses ini biasa disebut dengan proses kompresi dimana sebagian udara yang dihasilkan ini digunakan sebagai udara pembakaran dan sebagiannya digunakan untuk mendinginkan bagian-bagian turbin gas. Gambar 2. Turbin gas siklus terbuka (open cycle) Seperti pada proses kerja turbin gas diatas. Didalam ruang bakar sebagian udara pembakaran tersebut akan bercampur dengan bahan bakar yang diinjeksikan kedalamnya dan dipicu dengan spark plug akan menghasilkan proses pembakaran hingga menghasilkan gas panas (energi panas) dengan temperature dan tekanan yang tinggi. Selanjutnya energi mekanis yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk memutar generator hingga menghasilkan energi listrik. .

selanjutnya gas bekas ini dialirkan ke kedalam penukar panas (heat rejected) untuk didinginkan dengan menggunakan media pendingin air atau udara hingga temperaturnya turun dan dialirkan lagi kedalam sisi masuk (suction) kompresor untuk dikompresi lagi.3 Turbin Gas siklus terbuka 2. Turbin gas siklus tertutup (closed cycle) Seperti pada proses kerja turbin gas diatas.4 Turbin gas siklus tertutup . Gambar 2. Gambar 2.4. yang ditunjukkan seperti pada Gambar 2. dimana gas panas yang diekspansi didalam turbin akan menghasilkan gas bekas (flue gas) dengan temperature yang masih cukup tinggi dan tekanan diatas sedikit dari tekanan atmosfir.

regenerator dan reheater Pada siklus ini baik kompresor maupun turbin gas masing-masing terdiri dari 2 (dua) bagian yang terpisah dan biasa disebut dengan kompresor tekanan rendah dan kompresor tekanan tinggi serta turbin gas tekanan rendah dan turbin gas tekanan tinggi.5 Turbin gas siklus terbuka dengan regenerator 4. . dimana gas panas yang diekspansi didalam turbin akan menghasilkan gas bekas (flue gas) dengan temperature yang masih cukup tinggi dan tekanan diatas sedikit dari tekanan atmosfir. Turbin gas siklus terbuka dilengkapi dengan intercooler. dari udara tekan yang dihasilkan dialirkan kedalam intercooler untuk didinginkan hingga menghasilkan temperature dan kelembaban serta tekanan yang diinginkan dengan menggunakan media pendingin air atau media pendingin lainnya. selanjutnya gas bekas (flue gas) ini dialirkan kedalam heat exchanger yang dikenal dengan istilah regenerator dimana didalamnya gas bekas ini digunakan untuk memanaskan udara keluar kompresor sebelum digunakan sebagai udara pembakaran didalam ruang bakar (combustion chamber). dari sini udara tersebut dialirkan ke dalam kompresor tekanan tinggi untuk dikompresi lagi hingga menghasilkan temperature yang tinggi dan tekanan dengan kepadatan yang lebih tinggi. Aliran udara dan gas-gas yang dihasilkan dapat dijelaskan sebagai berikut.3. Gambar 2. Turbin gas siklus terbuka dilengkapi dengan regenerator Seperti pada kedua proses kerja turbin gas diatas.5. mula-mula udara atmosfir masuk kedalam kompresor tekanan rendah untuk dikompresi. seperti ditunjukkan pada gambar 2.

Gambar 2. Dari keluaran kompresor tekanan tinggi udara tersebut dialirkan kedalam regenerator untuk mendapatkan temperature yang lebih tinggi lagi yang bertujuan untuk memudahkan terjadinya proses pembakaran dengan melalui media pemanas gas bekas/buang (flue gas) yang memanfaatkan gas bekas hasil dari turbin tekanan rendah. Selanjutnya udara keluaran dari regenerator dialirkan kedalam ruang bakar utama (primary combustionchamber) yang menghasilkan proses pembakaran dan dari proses ini dihasilkan gas panas yang digunakan untuk memutar turbin tekanan tinggi. Adapun sebagai pendukung pusat listrik tenaga gas ini digunakan . regenerator dan reheater Dari ketiga terakhir siklus turbin gas diatas secara keseluruhan dimaksudkan untuk menghasilkan sebuah pusat listrik tenaga gas (PLTG) dengan tingkat efisiensi yang diharapkan lebih tinggi dari turbin gas siklus terbuka. siklustersebut diatas seperti ditunjukkan pada Gambar 9.6 Turbin gas siklus terbuka dengan intercooler. hasil ekspansi gas panas dari turbin tekanan tinggi ini berupa gas bekas (flue gas) dialirkan kedalam ruang bakar kedua (secondary combustion chamber) dan biasa disebut juga dengan reheater chamber yang selanjutnya gas bekas tersebut digunakan untuk udara pembakaran didalamnya yang mampu menghasilkan gas panas lagi dan digunakan untuk memutar turbin tekanan rendah.

Variabel IGV berfungsi untuk mengatur volume udara yang dikompresikan sesuai dengan kebutuhan atau beban turbin. kemudian secara bertahap membuka seiring dengan meningkatnya beban turbin. Sistem hidrolik (hydraulic system). diisi udara masuk kompresor. posisi IGV 34-48% ). Pada beban turbin tertentu. Disamping untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna. IGV juga berfungsi untuk mengurangi surge. Sistem udara kontrol (air control system). Pada saat Start Up. 4. 3. Sistem udara pengkabutan (atomizing air system). sedangkan pada kompresor berukuran kecil umumnya dipasang Fixed Guide Vanes. Sistem udara tekan (air pressure system). C. Sistem pendingin (cooler system). Combustion Chamber Combustion Chamber adalah ruangan tempat proses terjadinya pembakaran. Selama stop normal IGV perlahan-lahan ditutup bersamaan dengan turunnya beban. IGV tertutup ( pada unit tertentu. 5. untuk beberapa alat bantu (auxiliary equipments) untuk membantu proses siklus turbin gas berjalan dengan baik. 2. Ada turbin gas yang mempunyai satu atau dua Combustion Chamber yang letaknya terpisah dari casing turbin. 7. 6. yaitu pada inlet guide vanes dipasang variabel IGV. Instrumensasi dan Sistem Proteksi PLTG A. Pada saat stop dan selama start up. seperti: 1. 2. akan tetapi yang lebih banyak dijumpai adalah memiliki . Kompresor Utama Kompresor utama adalah kompesor aksial yang berguna untuk memasok udara bertekanan ke dalam ruang bakar yang sesuai dengan kebutuhan. Sistem bahan bakar (fuel system). Kapasitas kompresor harus cukup besar karena pasokan udara lebih (excess air) untuk turbin gas dapat mencapai 350 %. IGV terbuka penuh (83-92%). B. sedangkan pada stop emergency. IGV tertutup bersamaan dengan tertutupnya katup bahan bakar. Inlet Guide Vanes (IGV) Pada kompresor berkapasitas besar.4. Sistem pelumas (lube oil system). udara lebih ini digunakan untuk pendingin dan menurunkan suhu gas hasil pembakaran.

Load Gear Load Gear atau main Gear adalah roda gigi penurun kecepatan putaran yang dipasang diantara poros Turbin Compressor dengan poros Generator. Batalan. Auxiallary Gear. sedangkan putaran turbin ada yang 4800 RPM atau lebih. Alat Bantu Pada saat muai start up. sehngga putaran tertinggi generator adalah 3000 RPM. sehingga diperoleh energi listrik. Igniter. Jaringan listrik di Indonesia. mengelilingi sisi masuk (inlet) turbin. Combustion Chamber dengan beberapa buah Combustion basket. Saluran Udara Pendingin. Sudu Jalan. sedangkan kompresor aksial harus diputar oleh turbin . Combustion Liner. Gambar Turibn Gas E. F. Di dalam Combustion Chamber dipasang komponen-komponen untuk proses pembakaran beserta sarana penunjangnya. Selanjutnya energi mekanis ini akan digunakan untuk memutar generator listrik baik melalui perantaraan Load Gear atau tidak. Saluran Gas Buang. Transition Piece. Udara pembakaran disuplai oleh kompresor aksial. diantaranya: Fuel Nozzle. Bagian-bagian utama Turbin Gas adalah: Sudu Tetap. Memilii frekwensi 50 Hz. belum tersedia udara untuk pembakaran. Flame Detektor D. Turbin Gas Turbin Gas berfungsi untuk membangkitkan energi mekanis dari sumber energi panas yang dihasilkan pada proses pembakaran.

Hydraulic Rotor Varring. VIGV (Variavle Inlet Guide Fan) Berdungsi penyalaan awal atau start up. Sistem pelumas di dinginkan oleh pendingin siklus tertutup. f. Rotor barring on < 1 rpm. pada saat start up perlu ada tenaga penggerak lain yang dapat diperoleh dari : Motor generator. Berfungsi memberikan pelumasan dan juga sebagai pendingin bearing-bearing seperti beraring turbin. Constant pressure valve. Air intake. Memberikan minyak pelumas ke jacking oil system. Mesin Diesel Peralatan pendukung PLTG Berikut adalah peralatan pendukung yang digunakan dalam kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG): a. Oleh karenanya. pilot valve. Berfungsi utama membuang gas-gas yang tidak terpakai yang terbawa oleh minyak pelumas setelah melumasi bearing-bearing turbin. Rotor bearing system terdiri dari : DC pump. . Akibat yang timbul apabila rotor barring bermasalah ialah rotor bengkok dan pada saat start up akan timbul vibrasi yang tinggi dan dapat menyebabkan gas turbin trip. e. kompressor dan generator. memberikan suplai minyak pelumas ke power oil system. Exhaust fan oil vapour. Fungsi lain adalah membuat vaccum di lube oil tank yang tujuannya agar proses minyak kembali lebih vepat dan untuk menjaga kerapatan minyak pelumas di bearing-bearing (seal oil) sehingga tidak terjadi kebocoran minyak pelumas sisi bearing. hydraulic piston rotor barring. yang pada saat start up belum menghasilkan tenaga bahkan belum berputar. b. Benrfungsi mengurangi besarnya aliran udara yang masuk kedalam kompressor utama atau membuang sebagian udari dari tingkat tertentu untuk menghindari terjadi stall tekanan udara yang besar dan tiba-tiba terhadap suhu kompresor yang menyebabkan patahnya suhu kompresor) c. Rotor barring beroperasi pada saat unit stand by dan unit shutdown (selesai operasi). Motor Listrik. Lube oil system. Berfungsi mensuplai udara bersih ke dalam kompresor. Manual Pump. kompressor. Blow off valve. Campuran bahan bakar dengan udara dapat menyala oleh percikan bunga api dari ignitor yang terpasang di dekat fuel nozzle burner dan campuran bahan bakar menggunakan bahan bakar propane atau LPG d. generator.

Protection dan safety system (trip valve staging valve) Terdiri dari 2 buah pompa yang digerakan oleh 2 motor AC. sistem proteksi tersebut harus bereaksi dengan tepat. dimana keandalan dapat mengacu pada konsep”security”atau”dependability”. Selektif berarti. Keandalan dengan konsep security berarti. Sensitif berarti. suatu kepastian bahwa sistem proteksi tidak akan salah operasi. Terdiri dari 6 cylinder piston-piston yang mensuplai ke line-line: .sensitif.Control-control valve (CV untuk bahan bakar dan CV untuk air) . Filosofi dasar dari sistem proteksi adalah bagaimana melindungi sistem tenaga listrik dari ekses gangguan yang terjadi pada sistem dengan cara memisahkan gangguan tersebut dari sistem lainnya dengan cepat dan tepat.Hydraulic piston untuk menggerakan VIGV . Jacking Oil System berfungsi mensuplai minyak ke journal bearing saat unit shut down atau standby dengan tekanan yang tinggi dan membentuk lapisan film di bearing. sistem proteksi tersebut akan bekerja sesuai apa yang diharapkan.Dua line mensuplai minyak pelumas ke compressor journal bearing.Dua line mensuplai minyak pelumas ke journal bearing. Kualitas sistem proteksi yang diinginkan adalah yang cepat. sistem proteksi tersebut bereaksi terhadap gangguan yang bagaimanapun kecilnya selama gangguan tersebut termasuk dalam tugasnya. . Power Oil System berfungsi mensuplai minyak pelumas ke: .Satu line mensuplai minyak pelumas ke drive end generator journal bearing. . sehingga yang dipisahkan dari sistem hanya bagian yang terganggu. reaksi sistem proteksi tersebut harus secepat mungkin memisahkan daerah yang terganggu dari sistem lainnya.g. Cepat berarti. tanpa menimbulkan hal-hal lain yang menimbulkan bentuk gangguan baru pada sistem. tanpa menyebabkan bagian lain yang tidak seharusnya terpisah dari sistem turut dipisahkan dari sistem. Andal berarti. yang berarti sistem proteksi tidak akan bereaksi terhadap gangguan yang bukan . .Satu line mensuplai minyak pelumas ke non drive end generator journal bearing.selektif dan andal.

Antimotoring (32-1) 5.1 Alat Sensor Alat sensor berfungsi untuk mendeteksi perubahan parameter pada sistem dari peralatan yang diproteksi. 2. Loss of Exicitation (40) 4. Dalam banyak sistem kedua hal di atas tidak mungkin kedua duanya dipenuhi 100%. Stator Ground (64G1) 7. Ekonomis. Alat sensor ini berupa VT (voltage transformer) dan CT (current transformer). Sampling tadi digunakan untuk menghitung arus dan phasa tegangan yang mana digunakan untuk fungsi alogaritma proteksi. control. Stator Differential (87G) 2. Kesederhanaan. dan memonitor generator.4. DGP system adalah sebuah mikroprosesor yang dikombinasikan dengan relay digital di mana menggunakan sampling bentuk gelombang dari arus dan tegangan input untuk keperluan proteksi. sehingga banyak sistem yang merupakan sistem kompromi antar keduannya. DGP System menggunakan interface MMI (Man Machine Interface) dan DGP LINK software komunikasi yang sesuai dengan GE digital relay system. Relay numeric atau relay digital yang digunakan adalah DGP System. dimana digunakan peralatan dan rangkaian yang sederhana akan tetapi tujuan tercapai. sedangkan keandalan dengan konsep dependability berarti suatu kepastian bahwa sistem proteksi pasti bereaksi untuk kondisi yang dirasakan sebagai kondisi gangguan.diperuntukkan kepadanya bagaimanapun besarnya gangguan tersebut. Current Unbalance (46) 3.2 Relay Proteksi Pada PLTG GE relay proteksi yang digunakan adalah relay numeric yang mana dikendalikan oleh sebuah microprocessor. Time overcurrent with voltage restraint (51V) 6.4. dimana dengan biaya yang minimum dapat dicapai fungsi proteksi yang maksimum. Di bawah ini beberapa fungsi proteksi yang ada pada DGP System : 1. 2. Ground Overcurrent ( 51 GN) .

jika sistem tersebut tidak ditanahkan atau ditanahkan dengan impedansi yang tinggi. Sebuah bagian kecil dari belitan sampai titik netral tidak dapat diproteksi. DGP sistem juga memasukkan sebuah alarm unbalance current (46A) yang mana . Stator differential menggunakan sebuah produk restraint alogaritma dengan dual slope karakteristik. dan tiga phasa didalam stator generator. Proteksi terhadap hubung tanah akan berfungsi jika netral dari mesin ( atau salah satu mesin yang dioperasikan parallel) ditanahkan. Proteksi current unbalance dari DGP sistem menyediakan karakteristik waktu operasi yang cepat sesuai I2² T = K.8. Undervoltager (27) 11. Stator differential tidak akan bekerja untuk gangguan berulang pada belitan mesin. Sebuah karakteristik linear yang dibuat kira-kira untuk pendinginan mesin sementara pada kondisi arus yang tidak terbatas ( unbalance current ). Over exicitation (24) 9. Current Unbalance Di sini ada beberapa kondisi tidak normal pada generator. Komponen urutan negative (I2) dari arus stator berhubungan langsung dengan kondisi tidak normal ini dan pengaturan jumlah putaran fluks medan pada mesin. jumlah gangguan sangat ditentukan dari tegangan yang dapat menyebabkan arus pick-up minimum yang mengalir sampai titik netral dan impedansi pentanahan. Overvoltage (59) 10. Voltage Transformer Fuse Failure (VTFF) Stator Differential Fungsi ini menyediakan Proteksi dengan kecepatan tinggi selama terjadi gangguan phasa-phasa. Kemampuan dari mesin untuk bertahan dari pemanasan yang disebabkan oleh arus yang tidak terbatas (unbalance current). gangguan pada sistem dan rangkaian terbuka. Kekurangan ini akan menyebabkan pemanasan pada inti rotor. Ini juga tidak akan bekerja untuk ganguan satu fasa ketanah. Didalamya ditambahkan 46T. Over and Undefrequency (81) 12. Peralatan pembatas arus pada rangkaian netral tanah akan meningkatkan impedansi netral dan akan menurunkan fungsi proteksi gangguan tanah. kondisi tidak normal ini dapat berupa ketidakseimbangan beban.

Aliran daya sebelumnya berkurang akibat eksitasi. dan penerimaan daya reaktif (VARS) dari sistem. Studi mengindikasi bahwa fungsi dari zona mho dapat diset untuk mendeteksi kasus kegagalan eksitasi dalam waktu yang singkat. atau hilangnya sumber untuk meyupplai belitan medan. Dan zona kedua dapat mendeteksi semua kasus kegagalan eksitasi. beroperasi dengan daya yang berkurang. Ketika sebuah generator sinkron kehilangan eksitasi. Logika disediakan dalam DGP system untuk memblok fungsi ini dari adanya tegangan urutan negative ( dideteksi oleh sebuah Voltage transformer fuse failure condition) dan sebuah eksternal VTFF Digital input DI6. tiap bagian disesuaikan jangkauan. minimum penggerak daya dari generator dapat diperoleh dari supply setiap unit. DGP system menyediakan sebuah fungsi untuk reverse power (32-1) dan disesuaikan dengan time delay. Eksitasi dapat hilang karena tripnya field breaker. untuk mendeteksi mesin. Jika ini berlangsung pada kecepatan normal. Daya aktif / nyata akan mulai mengalir ke dalam generator dari sistem. kerusakan pada regulator. ini cenderung membuatnya menjadi sebuah generator induksi. relay melihat generator bukan sebagai gangguan tetapi merupakan karakteristik mesin. Anti Motoring Fungsi ini untuk mengatasi terjadinya aliran daya aktif dari sistem ke generator. . Untuk spesifikasi penggunaan. Loss of Excitation Fungsi ini digunakan untuk mendeteksi kekurangan eksitasi pada mesin sinkron. waktu mati dan pewaktuan.dioperasikan oleh komponen urutan negative (I2) disesuaikan dengan pick-up dan time delay. dan saat itu juga daya yang dibangkitkan kurang dari daya beban. Setting waktu yang lama dibutuhkan oleh second zone (40-2) untuk keamanan selama kondisi ayunan daya untuk sistem stabil. Motoring power secara khusus membedakan jenis penggerak mula seperti yang ditunjukkan oleh Tabel di bawah. Kondisi ini terjadi saat semua atau sebagian prime mover hilang daya putarnya. DGP sistem memasukkan dua karakteristik mho. Impedansi ini dilihat oleh relay. rangkaian terbuka atau hubung singkat pada belitan medan.

untuk itu time overcurrent with voltage restraint yang terdapat pada DGP sistem berfungsi untuk sebagai back up protection. Selain itu overvoltage dapat mengakibatkan terjadinya overspeed dan merusak pengatur tegangan otomatis (AVR). eksitasi yang lebih pada generator dapat menaikkan temperatur pada belitan stator akibat arus yang besar sehingga dapat merusak belitan rotor. Under Voltage Fungsi ini untuk mendeteksi mengatasi tegangan yang rendah pada output generator.Time overcurrent with voltage restraint (51V) Sebuah sistem harus dapat dilindungi dari gangguan. Pada keadaan normal netral dari belitan stator mempunyai potensial tertutup terhadap ground. Apabila generator bekerja pada tegangan yang rendah maka akibat pada beban. Apabila generator berada dalam interkoneksi maka akan mengakibatkan terjadinya aliran daya ke generator. Ground Overcurrent ( 51 GN) Fungsi ini untuk mengatasi adanya arus lebih yang terjadi akibat adanya hubung singkat pada generator. Tegangan yang berlebih yang melampaui dari batas maksimum yang diijinkan dapat menyebabkan kerusakan isolasi dari belitan stator dan berakibat pada hubung singkat antara belitan. Over exicitation (24) Fungsi ini untuk mengatasi arus eksitasi yang berlebih pada rotor. Over Voltage Fungsi ini untuk mengatasi adanya tegangan lebih pada generator. Prinsip kerja dari Ground over current sama dengan prinsip kerja overcurrent relay. Tegangan yang rendah pada generator akan mengakibatkan daya yang dipasok ke beban berkurang sehingga merugikan. . Stator Ground (64G1) Fungsi ini untuk mendeteksi adanya gangguan stator ground fault dengan sebuah impedansi ground yang tinggi pada generator.

4.3 Circuit Breaker dan Sumber DC Circuit breaker berfungsi sebagai switch atau saklar yang memutuskan dan menghubungkan peralatan yang diproteksi dari sistem.4. Hubung singkat dua fasa c. Circuit breaker bekerja berdasarkan perintah dari relay. Gangguan Mekanis/Panas (mechanical thermal fault) 3.4 Gangguan Pada Generator Gangguan pada generator dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Gangguan ini meliputi : a. Gangguan Listrik (electric fault) 2. Over frequency dapat meyebabkan over speed. Voltage Transformer Fuse Failure (VTFF) Fungsi ini dapat operate untuk semua Partial loss dari tegangan AC yang disebabkan satu atau lebih blown fuses. Hubung singkat belitan stator ke tanah ( Stator ground fault ) Kerusakan pada gangguan dua fasa dapat diperbaiki dengan menyambung (laping) atau mengganti sebagian dari konduktor. Hubung singkat tiga fasa b. untuk mengatasinya dengan dilakukan dengan menyeimbangkan beban dengan daya yang dibangkitkan. under frequensi dapat meyebabkan membukanya CB sehingga perlu dideteksi. 2. overvoltage sehingga dapat membahayakan generator. Sumber DC yang digunakan pada sistem proteksi Generator PLTG GE berasal dari sebuah batterai dengan tegangan 125 volt. tetapi kerusakan akibat gangguan satu fasa ketanah . jika tegangan AC hilang negative squence voltage detektor akan pickup dan positive squence detector akan akan drop out. Over and Under Frequency Fungsi ini untuk mendeteksi frekuensi generator. 2. Gangguan Sistem (system fault) Gangguan Listrik (electrical fault) Jenis gangguan ini adalah gangguan yang timbul dan terjadi akibat gangguan pada bagian listrik dari generator.

Pengaruh dari hubung singkat dua titik adalah :  Gaya tarik rotor menjadi tidak seimbang sehingga putarannya menjadi berayun  Mempercepat kerusakan bantalan. Kehilangan arus eksitasi (loss excitation) Hilangnya arus eksitasi dapat menyebabkan putaran mesin menjadi naik dan mengubah fungsi generator sinkron menjadi generator induksi. Selain itu overvoltage dapat mengakibatkan terjadinya overspeed dan merusak pengatur tegangan otomatis (AVR). hal ini mengakibatkan terjadi perubahan bentuk dari sudu-sudu turbin (kavitasi sudu-sudu turbin). Sehingga torka listrik lebih besar dari torka mekanik. f. . Kerusakan ini sangat fatal dan memerlukan perbaikan total. Hubung singkat belitan rotor hubung tanah (rotor ground fault) Jika terjadi hubungsingkat satu titik ketanah belum memberikan pengaruh terhadap roror. yang menyebabkan pemanasan pada bagian yang bergesek. namun jika hubung singkat ketanah terjadi pada dua titik maka akan seolah-olah hubung sinkat antara dua belitan. Kondisi ini akan menyebabkan pemanasan lebih pada rotor akibat arus induksi yang bersirkulasi pada rotor.  Bisa menyebabkan gesekan antara rotor dan stator. Tegangan lebih (overvoltage) Tegangan yang berlebih yang melampaui dari batas maksimum yang diijinkan dapat menyebabkan kerusakan isolasi sari belitan stator dan berakibat pada hubung singkat antara belitan. yang bunga api dan merusak isolasi serta inti besi. e. Gangguan mekanis/panas (mechanical or thermal fault) Jenis-jenis gangguan mekanis atau panas adalah : a. sehingga dapat meyebabkan sifat isolasi dari belitan stator berubah. Dan selanjutnya mentebabkan hubungsingkat antara belitan atau hung tanah pada stator. Generator berfungsi sebagai motor Motoring adalah peristiwa berubahnya fungsi generator menjadi motor akibat adanya daya balik (reverse power) Daya balik (reverse power) terjadi akibat turunnya daya masukan dari penggerak utama (prime mover). d.

. dua fasa ketanah.5. Hal ini mengakibat stress pada belitan generator dan gaya punter yang berfluktuasi dan beresonansi. Kesalahan paralel Kesalahan dalam memparalelkan generator karena syarat-syarat paralel tidak terpenuhi mengakibatkan kerusakan pada bagian poros dan kopling generator dan penggerak utama karena terjadinya momen puntir. 2. b. Operasi PLTG Secara garis besar urutan kerja dari proses operasi PLTG adalah sebagai berikut : 1. Terjadinya pelepasan beban secara mendadak . Gangguan sistem (system fault) Gangguan pada system yang berakibat pada generator yaitu : a. Pada proses start awal untuk memutar turbin menggunakan mesin diesel sampai putaran poros turbine/compressor mencapai putaran 3. Pada kondisi ini Generator harus dilepas dari sistem. d. akibatnya torka mekanik lebih besar dari torka listrik sehingga frekuensi dan tegangan generator menjadi naik. berlanjut terus maka akan mengakibatkan ketidak stabilan sistem. sehingga akan merusak turbine dari generator. Lepas sinkron (loss of syncronization) Apabila kondisi pada point a. Terjadinya gangguan hubung singkat baik itu tiga fasa. terminal /ujung belitan dan sebagainya.400 rpm maka secara otomatis diesel dilepas dan akan berhenti. satu fasa ketanah dan open circuit menyebabkan bekerjanya relay proteksi dan berakibat pada pelepasan beban. dua fasa. Gangguan pada pendingin stator Gangguan pada pendingin stator (pendingin dengan media udara. b. Pelepasan beban mengakibatkan daya yang dibangkitkan lebih besar dari daya yang beban. c. hydrogen atau air) menyebabkan kenaikan suhu belitan stator dan berakibat pada isolasi belitan. Pemanasan lebih pada stator Pemanasan lebih pada stator meyebabkan :  Kerusakan laminasi  Kendornya bagian-bagian tertentu pada generator seperti pasak-pasak stator (stator wedges). Proses starting.

2.100 rpm diturunkan oleh load gear menjadi 3. Pembakaran seterusnya terjadi terus menerus dan hasil pembakarannya berupa gas bertemperatur dan bertekanan tinggi dialirkan ke dalam cakram melalui sudu-sudu yang kemudian diubah menjadi tenaga mekanis pada perputaran porosnya. . Proses kompressi. Bersama dengan udara yang yang bertekanan tinggi. Udara luar yang dihisap masuk compressor. kemudian dimanfaatkan hingga pada sisi keluarannya menghasilkan tekanan yang cukup tinggi. Udara dari luar kemudian dihisap melalui air inlet oleh kompresor dan masuk ke ruang bakar dengan cara dikabutkan bersama bahan bakar lewat nozzle secara terus menerus dengan kecepatan tinggi. Poros turbin berputar hingga 5.sudu turbin dan pada akhirnya keluar melalui exhaust dan dibuang ke udara bebas. Putaran turbin 5. 3. yang sekaligus memutar poros generator sehingga menghasilkan tenaga listrik. Transformasi energi mekanik ke energi listrik.000 rpm. Kemudian udara dan bahan bakar dikabutkan ke dalam ruang bakar diberi pengapian (ignition) oleh busi (spark plug) pada saat permulaan pembakaran. 4. 5. bahan bakar dikabutkan secara terus menerus dan hasil dari pembakaran tersebut dengan suatu kecepatan yang tinggi mengalir dengan perantaraan transition piece menuju nozzle dan sudu .100 rpm. Transformasi energi thermis ke mekanik. dan kecepatan putaran turbin ini digunakan untuk memutar generator.

2. Single Line Diagram PLTG dan Sistem Kelistrikan PLTG .6.

Layout PLTG .7.2.

karena menggunakan mesin diesel sebagai penggerak awalnya. Layout PLTG 2. unit PLTG mempunyai selang waktu pemeliharaan (time between overhaul) yang pendek yaitu sekitar 4000 ~ 5000 jam operasi.300 oC seperti ruang bakar. Kelebihan dan Kekurangan PLTG Dari segi operasi. Gambar 2. . (Diesel engine motor start). saluran gas panas (hot-gas-path) dan juga sudu-sudu turbin. unit PLTG tergolong unit yang masa startnya singkat yaitu sekitar 15 ~ 30 menit dan umumnya dapat distart tanpa pasokan daya listrik dari luar. Bagian-bagian ini umumnya mengalami kerusakan (retak) sehingga perlu dilas atau diganti bila perlu. Dalam proses inspeksi. Dari segi pemeliharaan.8. Selain ukuran jam operasi juga dapat dipakai jumlah start-stop sebagai acuan dalam penentuan waktu overhaul. Jadi walaupun belum mencapai 5000 jam operasi tetapi telah mencapai 300 kali start-stop maka unit PLTG tersebut sudah harus di-inspeksi untuk pemeliharaan. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bagian-bagian yang terkena aliran gas hasil pembakaran yang suhunya bisa mencapai 1.

Masalah lainnya adalah masalah kebocoran instalasi bahan bakar yang perlu mendapat perhatian khususnya dari bahaya kebakaran. demikian pula sebaliknya. yaitu sekitar 15 ~ 25 % saja. porosnya harus tetap diputar secara perlahan untuk menghindari terjadinya pembengkokan pada poros hingga suhunya dianggap cukup aman untuk itu. Dari segi aspek lingkungan. Dengan memperhatikan buku petunjuk dari pabrik. Pada saat unit PLTG shut-down. . jangan sampai melebihi ambang batas yang diizinkan.300 oC. Unit PLTG umumnya merupakan unit pembangkit dengan efisiensi yang paling rendah. Pengoperasian dalam kondisi seperti ini perlu diperhitungkan sebagai proses pemendekan selang waktu inspeksi dan pemeliharaan karena peak operation ini menambah keausan yang terjadi pada turbin sebagai akibat kenaikan suhu operasi. yang perlu mendapat perhatian adalah masalah kebisingan. Hal ini dilakukan karena untuk daya output yang sama diperoleh dimensi yang lebih kecil. ada unit PLTG boleh dibebani lebih tinggi 10% dari ratingnya untuk waktu 2 jam yang diistilahkan sebagai Peak Operation. Sementara ini sedang dikembangkan penggunaan Aero Derivative Gas Turbine yaitu turbin gas pesawat terbang yang dimodifikasi menjadi turbin penggerak generator. Proses start-stop akan mempercepat proses kerusakan (keretakan) karena proses start-stop menyebabkan proses pemuaian dan pengerutan yang tidak kecil pada bagian- bagian yang disebutkan di atas. Hal ini disebabkan sewaktu unit PLTG dingin suhunya sama dengan suhu ruangan yaitu sekitar 30 oC namun pada saat beroperasi suhunya dapat mencapai hingga 1.

Perancangan PLTG Untuk membuat sebuah perancangan sistem pembangkit listrik tenaga gas. effieciency thermal.06 .01 Bar dengan T = 150C  Rasio P = 6 Siklus dengan T max = T 4 = 7000C  η regenerator = 75 %  P cc = 0. Dapat kita rumuskan bahwa :  T 1 = 150C + 2730C = 2880 Kelvin  P 2 = P 1 * Rasio Siklus = 1.1 Skema PLTG  P T = 800 kW  P 1 = 1.1. kami mengambil contoh dari soal latihan bahwa : Gambar 3.15 Bar  η Compressor = 80 %  η turbin = 85 % Dari data diatas sehingga kita harus bisa menentukan energi pada Compressor (W c ) dan energi pada Turbin (W T).15 Bar  P regenerator = 0. BAB III METODELOGI 3.01 * 6 = 6. serta menghitung kalor (Q s ).

W compressor = 361 – 240 = 121 kJ/Kg  Q s = C p * ( T 4 – T 3 ) = 1 * ( 973 – 591 ) = 382 kJ/Kg 𝑊𝑊𝑛𝑛 121  η Thermal = 𝑄𝑄𝑠𝑠 = 382 = 0.612 ) = 361 kJ/Kg  W n = W turbin . P 3 = P 2 .4 = 4800 Kelvin ( 𝑇𝑇2 − 𝑇𝑇1 )  η Compressor = ( 𝑇𝑇2 ′ − 𝑇𝑇1 ) T 2 = T 1 + ( η Compressor * ( T 2 ’ – T 1 ) ) = 288 + ( 0.59 P 𝑃𝑃 5.15 = 5.4 – 1) / 1.31 % .06 – 0.01 + 0.94 0 Kelvin = 6120 Kelvin 1.91 �� 3 � 𝛾𝛾 � �� � 1.15 = 1.0.75 * ( 612 – 528 ) ) = 5910 Kelvin  T max = T 4 = 7000C + 2730C = 9730 Kelvin 𝑇𝑇4 973 973  T5’ = (𝛾𝛾−1) = (1.16 Bar (ɣ-1) / ɣ  T2’ = T1 * Rp = 288 * 6 ( 1.8 * ( 480 – 288 ) ) = 5280 Kelvin ( 𝑇𝑇5 − 𝑇𝑇2 )  η Regenerator = ( 𝑇𝑇3 − 𝑇𝑇2 ) T 3 = T 2 + ( η Regenerator * ( T 5 – T 2 ) ) = 528 + ( 0.4 � 𝑃𝑃4 1.288 ) = 240 kJ/Kg  W turbin = C p * (T 4 – T 5 ) = 1 * ( 973 .15 = 6.4−1) = = 611.16  W compressor = C p * (T 2 – T 1 ) = 1 * ( 528 .91 Bar  P 4 -> 5 = 1.

Sehingga. maka siklusnya akan seperti berikut ini : Gambar 3.2 Sikuls Brayton Dari Siklus Brayton diatas sehingga dapat dijelaskan bahwa : 1 ke 2 = Kompresi Isentropik Ke Kompressor 2 ke 3 = Pemasukan panas pada tekanan konstan ( Pengganti proses pembakaran ) 3 ke 4 = Ekspansi Isentropik di turbin 4 ke 1 = pengeluaran panas pada tekanan konstan . apabila ditinjau dari siklus Brayton.

c. Turbin gas. Pembakaran tadi akan memutar turbin gas yang selanjutnya akan memutar generator yang akan menghasilkan energi listrik. Apabila kita berbicara tentang PLTG maka kita harus berpikir tentang open cycle. Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. BAB IV KESIMPULAN 4. dan generator. Kesimpulan Dari laporan tugas besar ini penulis dapat menyimpulkan bahwa : a. Pada open cycle dimulai dari pemompaan bahan bakar dan pemasukan udara dari intake air filter menuju combuster. Combution Chamber. Di combuster campuran bahan bakar dan udara disemprotkan oleh nozzle sehingga di ruang bakar terjadi pembakaran.1. . Komponen Utama PLTG terdiri dari : Compressor. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya. b.