1

LAPORAN PRAKTIKUM PARASIT DAN PENYAKIT IKAN
IDENTIFIKASI PARASIT PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio)

Disusun Oleh:
Kelompok 16 / Perikanan C
SANGGA PERMANA 230110150
SEPTIAN ARYA RIZKI 230110150185
SRI FITRIYAH R. 230110150218

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2017

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat
rahmat dan karuniaNya, praktikan telah menyelesaikan penyusunan laporan
akhir praktikum “Identifikasi parasit pada ikan mas” untuk memenuhi tugas
praktikum mata kuliah Parasit dan Penyakit Ikan.
Praktikan juga menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam penyusunan laporan praktikum. Praktikan berharap laporan
praktikum ini dapat berguna bagi teman-teman sekalian maupun masyarakat
luas. Praktikan menyadari bahwa laporan praktikum ini masih belum sempurna.
Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat
dibutuhkan demi kebaikan bersama.

Jatinangor, Juni 201

Penulis

ii

DAFTAR ISI iii .

DAFTAR GAMBAR iv .

DAFTAR TABEL v .

DAFTAR LAMPIRAN vi .

bakteri. Prevalensi dan Intensitas tiap jenis parasit tidak selalu sama karena banyaknya faktor yang berpengaruh. baik ikan konsumsi maupun ikan hias air tawar. Ikan ar-ar merupakan ikan hias air tawar yang hidup 1 . Parasit dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan bahkan kematian. Selain itu kenaikan atau penurunan suhu secara mendadak dapat menyebabkan stres pada ikan mas. salah satu faktor yang berpengaruh adalah ukuran inang (Dogiel et al. sehingga pertumbuhan terganggu dan ikan mudah terserang penyakit (Fujaya. pemeliharaannya mudah dan banyak diminati masyarakat karena dagingnya enak dan gurih serta kandungan proteinnya cukup tinggi (Bijanti. protozoa.1 Latar Belakang Parasit merupakan salah satu penyebab penyakit infeksi yang menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas ikan budidaya. Ikan Ar-ar (Carassius carracius) pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat Cina pada tahun 960-1729.. 2002). BAB I PENDAHULUAN 1. 1970 dalam Awilia. cacing dan udang renik. Awalnya bentuk ikan ar-ar seperti ikan Mas (Cyprinus carpio L). bedanya ikan ar-ar tidak memiliki sepasang sungut di mulutnya (Bachtiar 2002). Penyakit infeksi merupakan salah satu kendala dalam usaha budidaya ikan. Ikan mas (Cyprinus Carpio Linn) merupakan ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. jamur. 2005). Serangan hama dan penyakit merupakan salah satu penyebab gagalnya usaha budidaya ikan mas. Penyebab penyakit pada ikan mas adalah virus. sehingga menyebabkan penurunan produksi dan kualitas ikan hias yang mengakibatkan kerugian ekonomi bagi pembudidayanya. Tingkat penularan penyakit pada umumnya dinyatakan dengan prevalensi kejadian dan intensitas parasit. 2004). Kandungan oksigen yang terlarut juga berpengaruh terhadap kehidupan ikan mas. Apabila kandungan oksigen yang terlarut sangat rendah akan menyebabkan penurunan nafsu makan ikan mas.

1. Ada beberapa teknik pencegahan yang dapat dilakukan oleh pembudidaya. 2 di perairan dengan air yang mengalir tenang serta berudara sejuk (Bachtiar 2002).2 Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengidentifikasi endoparasit dan ektoparasit apa pada organ ikan dan membandingkan parasit yang terdapat antara ikan besar dan ikan kecil. 1. ikan peliharaan maupun semua peralatan yang digunakan. jenis ikan yang terserang dan waktu kejadiaannya (Hoffman 1987). Upaya paling baik yang dapat dilakukan oleh pembudidaya baik ikan konsumsi maupun ikan hias dalam menghadapi kemungkinan serangan penyakit ikan adalah melakukan tindakan pencegahan. Maka untuk mencegah terhambatnya pertumbuhan pada ikan-ikan yang dibudidayakan. yaitu secara mekanik. Berkaitan dengan upaya penanggulangan dan pemberantasan penyakit diperlukan informasi mengenai jenis patogen. Tindakan pencegahan ini dapat dilaksanakan dengan melakukan upaya pembersihan (dekontaminasi) secara berkesinambungan. . kimia dan biologis. dilakukan pengamatan parasit untuk beberapa sampel ikan di suatu perairan budidaya sehingga jika suatu usaha budidaya diketahui terkontaminasi oleh parasit dapat ditanggulangi secara cepat dan tidak terjadi penularan. baik terhadap kolam pemeliharaan. Pengendalian penyakit perlu dilakukan secara dini.3 Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui dapat membedakan antara endoparasit dan ektoparasit dan sebagai dasar untuk mahasiswa yang akan melakukan PKL ataupun penelitian tentang parasit dan penyakit ikan.

budi daya ikan Mas diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19. ikan Mas terkadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30% (Suseno. 2000:24). 3 .1. dan berair hangat. Ikan Mas awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Masyarakat setempat sudah menggunakan kakaban untuk pelekatan telur ikan Mas yang terbuat dari ijuk pada tahun 1860. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Disebutkan. carpio) termasuk dalam jenis ikan pemakan hewan dan tumbuhan (omnivora). Ikan mas (C. Ikan Mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150–600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Menurut Suseno (2000:21). carpio) adalah salah satu ikan perairan tawar yang hidup di danau. 2007:14 adalah: Filum : Chordata Kelas : Pisces Ordo : Ostariophysi Famili : Cyprinidae Genus : Cyprinus Species : Cyprinus carpio. L. sehingga budi daya ikan Mas kolam di daerah Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.1 Klasifikasi Ikan Mas Adapun klasifikasi ikan mas menurut Susanto. tidak begitu deras. ikan Mas di Indonesia berasal dari daratan Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budidaya yang sangat penting. Meskipun tergolong ikan air tawar. sungai yang perairannya tidak dalam. 2.1 Ikan Mas Ikan Mas (C.

1. Jaringan tulang atau tulang rawan yang disebut jari-jari. celah-celah insang. hampir semua tubuh ikan mas tertutupi sisik. Sirip punggung (dorsal) berukuran memanjang dengan bagian belakang berjari keras dan di bagian akhir bergerigi. berada di pertengahan tubuh . yaitu kepala. Garis rusuk (Linea lateralis atau gurat sisi) ikan mas tergolong lengkap. Letak sirip punggung berseberangan dengan permukaan sirip perut (ventral). kuning muda. hijau. Warna tubuhnya bermacam-macam ada yang merah. hitam. Tubuh ikan mas (C. biru keperakan. sepasang tutup insang. alat pendengar dan keseimbangan yang tampak dari luar. Sirip dubur mempunyai ciri seperti sirip punggung. carpio) berbentuk agak panjang dan sedikit pipih ke samping. kecuali beberapa strain yang hanya memiliki sisik sedikit dan tipe sisiknya adalah sisik tipe sikloid (lingkaran) (Amri. dan berbelang-belang campuran dari beberapa warna (Rukmana.blogspot. yakni berjari keras dan bagian akhirnya bergerigi. 2002). 1993: 12-13).bp.2 Morfologi Ikan Mas Tubuh ikan Mas dibagi (3) tiga bagian.com/ 2. sepasang cekung hidung yang tidak berhubungan dengan rongga mulut. seperti sepasang mata. Pada kepala terdapat alat-alat. Sirip-sirip ikan ada yang berpasangan dan ada yang tunggal. 4 Gambar 1. bibir mulut lunak dan dapat disembulkan (protaktil). serta memiliki kumis atau sungut (barbel) yang pendek dua pasang pada sudut-sudut mulutnya. badan. Ikan Mas (Cyprinus carpio) Sumber: http://3. 2003). Secara umum. sirip yang tunggal merupakan anggota gerak yang bebas (Santoso. dan ekor. coklat keemasan.

2. faring. jika diamati lebih lanjut. Ikan Mas memilki panjang usus yang melebihi panjang tubuh ikan. Ikan Mas dapat tumbuh normal. Dua organisme yang hidup bersama dan menguntungkan bagi salah satu atau kedua simbiont tersebut. esofagus. sirip dan ekor yang simetris. usus. jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m di atas permukaan laut. Hal ini dapat dibuktikan melalui pengamatan pada organ dalam ikan Mas yang tidak ditemukan adanya lambung tetapi bagian depan usus halus terlihat membesar yang lebih dikenal dengan istilah “lambung palsu”. 2002). tertutup oleh sisik. dengan suhu 20oC-25oC dan pH air antara 7-8. Atas dasar inilah maka dapat dikatakan bahwa ikan Mas merupakan ikan omnivora yang cenderung herbivora. 5 melintang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor. rektum dan anus. Keadaan usus yang sangat panjang pada ikan herbivora merupakan kompensasi terhadap kondisi makanan yang memiliki kadar serat yang tinggi sehingga memerlukan pencernaan lebih lama. meliputi mulut. bentuk badan. Biasanya kedua simbiont adalah merupakan organisme yang berbeda spesies. Di antara jenis ikan Mas itu sendiri. Ikan Mas dapat memakan plankton maupun invertebrata kecil. . tetapi juga dapat dari spesies yang sama. Pada pengukuran yang telah dilakukan diketahui bahwa tubuh ikan Mas memiliki panjang baku 19 cm sedangkan panjang ususnya mencapai 50 cm atau hampir tiga kali lipat dari panjang tubuhnya. insang tertutup tutup insang (Amri. sirip mata dan perbedaan ini menunjukkan adanya perbedaan ras pada jenis ikan air tawar (Suseno.2Parasitologi Pada dasarnya ilmu parasitologi adalah mempelajari mengenai “simbiosis”. Kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir. pilorus. rongga mulut. 1993:14). ada perbedaan dari segi sisik. terutama bentuk suatu organisme yang bersifat parasit. Saluran pencernaan ikan Mas berupa segmen-segmen. 2000:21). Usus yang panjang tersebut bertujuan untuk mendapatkan hasil hidrolisis makromolekul makanan secara maksimal (Santoso.

Mutualisme Adalah simbiosis yang saling menguntungkan. 2.3 Deskripsi Parasit Suatu parasit merupakan organisme yang hidup pada permukaan atau dalam suatu organisme kedua. Misalnya: Protozoa dan fauna yang hidup didalam usus rayap. Commensalisme Adalah simbiosis dimana salah satu organisme hidup dalam organisme lainnya tetapi tidak mempengaruhi secara fisiologik pada organisme yang ditempati (hospes). sel epitel yang mati. Ketika suatu parasit mencoba untuk menyebabkan infeksi. tetapi tidak menyebabkan sakit pada hospes. Biasanya salah satu “phoront” lebih kecil dari lainnya. sisa makanan. Interaksi yang membentuk hubungan inangparasit adalah kompleks. 6 Dari kehidupan yang simbiosis tersebut. inang merespon dengan menggerakkan suatu kesatuan tempur dari mekanisme pertahanan. Misalnya : spora jamur menempel pada kaki lebah. tetapi organisme tersebut tidak dapat hidup diluar hospes. dimana organisme satu secara fisiologik bergantung pada organisme lainnya dimana satu organisme tidak dapat hidup terpisah dari organisme lainnya. Sehingga ada beberapa jenis simbiosis tersebut yaitu: 1. Parasitisme Organisme yang hidup di dalam hospes dan menyebabkan sakit pada hospes. hidup dalam mulut orang. 3. Organisme tersebut tidak dapat hidup ditempat lain. Misalnya: Entamoeba ginggivalis. Organisme tersebut memakan bakteri. Phoresis Adalah sistem simbiosis dimana satu simbiont membawa simbiont lainnya dan secara fisiologik mereka saling bergantung. yang disebut inang. Ada dua bentuk yaitu ektoparasit dan endoparasit. Kemampuan mencegah penyakit yang akan . 4. dapat dikelompokkan dalam kategori yang berbeda menurut hubungan antara kedua simbiont tersebut. 2. Ada dua bentuk yaitu: ekto commensalisme (hidup diluar tubuh hospes) dan endocommensalisme (hidup didalam tubuh hospes).

Maka suatu patogen merupakan beberapa mikroorganisme atau organisme yang lebih besar mampu menyebabkan penyakit. hal ini disebut penyakit. Adapun klasifikasi ektoparasit Dactylogyrus sp. 7 memasuki mekanisme pertahanan disebut resistensi (kekebalan).4. Jika inang rentan terhadap infeksi dan fungsinya dirusak. adalah: Phylum : Platyhelminthes Classis : Trematoda Monogenea Ordo : Dactylogiridea Familia : Dactylogyridae Genus : Dactylogyrus Species : Dactylogyrus sp. .1 Dactylogyrus sp. Organisme atau parasit yang membuat kerusakan atau kerugian terhadap tubuh inang.4 Identifikasi Dan Jenis Parasit 2. 2. Tanpa resistensi disebut kerentanan.Kemampuan mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit disebut patogenisitas. Ketika suatu mikroba memasuki inang ( ketika memasuki jaringan tubuh dan memperbanyak diri). disebut patogen. mikroba menimbulkan infeksi. Suatu patogen pertama kali harus mencapai jaringan inang dan memperbanyak diri sebelum melakukan kerusakan.

insang akan mengalami kerusakan dan perdarahan akibat menempelnya mulut Dactylogyrus.5 mm dan dapat mencapai 2 mm pada cacing dewasa (Anonim. Selain itu. Bentuk cacing ini pipih seperti daun. hilangnya nafsu makan dan meningkatnya gerak pernafasan.net/ Dactylogyrosis adalah penyakit ikan yang disebabkan oleh infeksi cacing Dactylogyrus sp. Ukuran panjang cacing ini antara 0. di mana insang tertutup oleh mucus berwarna keputihan.2 Marsipometra confusa Adapun klasifikasi endoparasit Marsipometra confusa adalah: Filum : Helminthes Kelas : Cestoda Ordo : Pseudophyllidea .gyrodb. Sumber: http://www. 8 Gambar 3.2 – 0. Insang biasanya akan membengkak yang ditandai dengan penonjolan operkulum (Anonimus. Selain itu gejala klinis lainnya adalah kulit berlendir dan berwarna pucat. Infeksi Dactylogyrus pada insang akan menyebabkan perubahan warna pada insang. Ikan akan menjadi anoxic (mengalami gangguan pernafasan) dan terjadi pembengkakan operculum dari insang. Siklus hidup cacing ni secara langsung. Cacing yang menempel/melekat pada insang ikan akan menyebabkan sekresi mukus yang berlebihan (banyak).pada insang. Telur-telur cacing akan berkembang menjadi onchomiracidium. yang selanjutnya akan menempel pada insang ikan. 1999). dan terkumpul pada bagian tepi. Perubahan mikroskopik yang ditimbuilkan Dactylogyrus pada insang tersifat oleh adanya hiperplasia dari kartilago insang. Dactylogyrus sp. Cacing Dactylogyrus merupakan cacing golongan Trematoda Monogenea. 2. ikan lebih sering mengambang di permukaan kolam. di mana cacing ini berkembang biak secara ovipar dan menghasilkan telur-telur yang memiliki filamen yang panjang. Umumnya cacing ini menyerang pada spesies spesies ikan air tawar.4. 2004). Selain itu juga tampak potongan cacing pada lamela primer.

peredaran darah (sel darah). Endoparasit Endoparasit adalah parsit yang hidupnya di dalam tubuh inang. 2. b. Contoh ektoparasit misalnya Lernea cyprinacea. dan organ tubuh seperti ginjal.4. Berdasarkan tempat ditubuh ikan. operculum dan insang.3 Jenis Parasit Pada umumnya parasit dapat dikelompokan berdasarkan. dan Myxobolus koi. sirip. dan Cryptobis borreli. parsit dibagi menjadi 2 kelompok. otot daging. lendir. Segmen dekat skolex kecil jika dewasa besar dan segmennya adalah hemaprodit. Argulus japonicus. Myxosoma cerebralis. Sedangkan berdasarkan waktu terdapatnya pada tubuh ikan. Parasit Temporer . ovarium letaknya di bagian posterior. Ektoparasit Ektoparasit adalah parasit yang terdapat pada bagian luar tubuh ikan atau di bagian yang masih terdapat udara dari luar. seperti bagian kulit. sisik. Segmen tubuh disebut strobilus. yaitu : a. tempat di tubuh ikan. rongga mulut. bersklolex seperti anak panah dengan dua buah botrium sebagai alat pelekat. kelangsungan hidup pada inang (Ketergantungan pada Inang). 9 Famili : Amphicotylidae Genus : Marsipometra Spesies : Marsipometra confusa Cacing Marsipometra mempunyai tubuh yang beruas-ruang. yaitu : a. Kelenjar vitelin terdapat di kedua belah sisi segmen. hati. parasit dibagi menjadi 4 kelompok. Larva stadium procercoid terdapat dalam tubuh Cyclops. Inang bagi parasit dan parasit terhadap inangnya. stadium plerocercoid terdapat dalam otot daging ikan. Uterus terdapat di bagian tengah segmen. dan gelembung renang. waktu terdapat pada tubuh ikan. seperti pada alat pencernaan (usus). Contoh endoparasit misalnya Sangunicola inermis. otak. dewasanya terdapat dalam usus.

yaitu : a. 10 Parasit temporer adalah kelompok parasit yang berada pada tubuh inang pada waktu mengambil makanan saja. parasit dibagi menjadi dua kelompok. Misalnya jamur Saprolegna dapat hidup pada telur yang mati atau ikan hidup dan spora hidup bebas atau cacing Strongyloides larva rhabditisnya ditemui di alam dan dalam usus manusia. dan Nyamuk. Pada stdium larva copepodid. Host Spesifik . Parasit Fakultatif Parasit fakultatif adalah sekelompok parasit yang dapat hidup tanpa inang. c. Contonya adalah Pacet. b. Parasit Periodik Parasit periodik adalah parasit yang sebagian dari siklus hidupnya saja berada pada tubuh iangnya dan ada stadium yang hidup bebas. b. Bila sudah kenyang parasit meninggalkan inang dan parasit hidup bebas. Parasit Obligat Parasit obligat adalah kelompok parasit yang semasa hidupnya tergantung pada inang. Misalnya parsit Lernea sp. jadi tidak membutuhkan tubuh inangnya untuk tempat hidup atau mendapatkan makanan. Parasit terhadap inangnya dapat dikelompokan menjadi dua yaitu : a. Contoh dari parasit ini misalnya kutu rambut. Berdasarkan kelangsungan hidup pada inang (ketergantungan pada inang). d. kecebong) akan mati demikian pula dengan Argulus (kutu ikan). tanpa inang ketika slah satu stadium larvanya akan mati. Lintah. Parasit Stasioner Parasit Stasioner adalah kelompok parasit yang hidup bebas. Parasit Permanen Parasit permanen adalah parasit yang selama hidupnya termasuk seluruh siklus hidupnya berada pada tubuh inang. jika tidak mendapat inang (ikan.

11 Disebut host spesifik artinya parasit tersebut hanya dapat hidup pada inang tertentu (satu jenis ikan) saja. Non Host Spesifik Parasit non host spesifik mempunyai inang banyak artinya parasit tersebut dapat menyerang berbagai spesies ikan. Contohnya yaitu Myxosoma cerebralis hanya dapat hidup pada Trout. . bila tidak mendapatkan inang parasit akan mati. b. Misalnya Argulus fiolaceus dapat menyerang berbagai spesies ikan.

1 Alat Berikut adalah peralatan yang akan digunakan dalam pengamatan: No Alat Fungsi 1. Timbangan Untuk menimbang bobot ikan 11. Wadah plastik berisi air Untuk wadah ikan yang akan diamati 10. Gunting. Sebagai tempat untuk meletakan organ tubuh ikan dan mencairkannya dengan air 6.2. Gelas Objek dan Cover Untuk wadah pengamatan parasit Glass 7.. Mikroskop Alat untuk megamati parasit 8. mengambil sisik parasit pada sirip dan insang 3. Pinset Untuk mengambil organ tubuh ikan 5. Gelas ukur Untuk wadah air 9.2 Alat dan Bahan 3. BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM 3. Sonde Untuk membunuh ikan 2. Penggaris Untuk megukur panjang ikan 3. Untuk membedah ikan 4. Pisau Untuk mengambil lendir dibagian kulit.2 Bahan Berikut adalah bahan-bahan yang akan digunakan dalam pengamatan: No Bahan Fungsi 12 . Cawan Petri.2.1 Waktu dan Tempat 3.

Pengamatan parasit pada insang: 1. Bagian sirip ikan digunting. Diberi setetes air 4. 2.3 Prosedur Praktikum 3. 13 2. Diamati di bawah mikroskop. Air Sebagai bahan untuk memudahkan pengamatan parasit 3. ventral. Pengamatan parasit pada usus: 1. Diberi setetes air 4.2 Pengamatan jenis endoparasit pada usus dan otot 1. Diletakkan pada objek glass 3. Diambil bagian sisik ikan 2. Pengamatan parasit pada sirip: 1. sirip. Diamati di bawah mikroskop. 3. Diberi setetes air 4.3. atau caudal 2. Lembaran-lembaran insang digunting 2. Usus dibersihkan 3. dan insang 1. Dikerok bagian insang diatas objek glass dengan menggunakan pisau 3. Ikan Mas (Cyprinus Sebagai bahan yang diamati organ carpio) tubuhnya 3. Pengamatan parasit pada kulit : 1.3. Diletakan pada objek glass 3. 3. baik sirip dorsal. Ikan dibedah lalu ambil ususnya 2. Diamati di bawah mikroskop. Isi usus dikeluarkan lalu dilarutkan dalam air .1 Pengamatan jenis ektoparasit pada kulit.

Otot ikan dibedah 3. Diamati di bawah mikroskop. Pengamatan parasit pada otot: 1. Diamati apakah ada bintik-bintik putih pada otot . Diambil sedikit denagn menggunakan pipet dan ditaruh diatas objek glass 5. 14 4. 2. Sisik ikan dibersihkan 2.

1 Hasil 4.1.2 Pembahasan 15 .1.2 Hasil Pengamatan Identifikasi Parasit Ikan Mas Kelas 4.1.1 Hasil Pengamatan Identifikasi Parasit Ikan Mas Kelompok 4.3 Perhitungan Intensitas dan Prevalensi Parasit Ikan Mas 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑘𝑡𝑜𝑝𝑎𝑟𝑎𝑠𝑖𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 Intensitas (Ektoparasit) = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑛𝑓𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑒𝑘𝑡𝑜𝑝𝑎𝑟𝑎𝑠𝑖𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑛𝑑𝑜𝑝𝑎𝑟𝑎𝑠𝑖𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 Intensitas (Endoparasit) = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑛𝑓𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑒𝑛𝑑𝑜𝑝𝑎𝑟𝑎𝑠𝑖𝑡 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑛𝑓𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑒𝑘𝑡𝑜𝑝𝑎𝑟𝑎𝑠𝑖𝑡 Prevalensi (Ektoparasit) = x 100% 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑢𝑗𝑖 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑛𝑓𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑒𝑛𝑑𝑜𝑝𝑎𝑟𝑎𝑠𝑖𝑡 Prevalensi (Endoparasit) = x 100% 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑢𝑗𝑖 4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

2 Saran 16 .1 Kesimpulan 5. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.

Parasit Pada Ikan Hias Air Tawar (Ikan Cupang. DAFTAR PUSTAKA Afrianto. Jurnal Akuakultur Indonesia. Cengkareng. 1992. Pengendalian hama dan penyakit ikan. Alifuddin. Dkk. Universitas Airlangga: Surabaya. Retno. M. 17 . M. Jakarta. 2003. Bijanti. E. E & Liviawaty. Guppy And Rainbow Fish). Kanisius. Dkk. Inventarisasi Parasit Pada Ikan Hias Yang Dilalulintaskan Di Bandara Soekarno-Hatta. Jurnal Akuakultur Indonesia. Fakultas Kedokteran Hewan. Alifuddin. 2002. Antigenesity Protein Of Aeromonas Hydrophila Caused Ulcer Disease On Goldfish (Cyprinus Carpio Linn) Using Indirect ELISA Technique. Gapi Dan Rainbow) Parasites In Fresh Water Ornamental Fish (Cupang. Dkk.