INFO PENTING !!!

MELAYANI FISIOTERAPI
(keputusan Menkes RI no 778 tahun 2008) Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan
yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara,
dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas
fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan komunikasi.

Fisioterapi dapat melatih pasien dengan olahraga atau latihan gerak khusus, penguluran dan
bermacam-macam teknik termasuk penggunaan panas, krioterapi (dingin), elektroterapi,
hidroterapi, ultrasonografi dan menggunakan beberapa alat khusus untuk mengatasi masalah
yang dihadapi pasien yang tidak dapat diatasi dengan latihan-latihan fisioterapi.

Adapun beberapa kasus ganguan kesehatan yang mampu ditangani dengan metode
Fisioterapi adalah

 Rematik, linu, nyeri sendi jari-jari tangan dan kaki (osteoarthritis)
 Sakit dan kaku pada bahu (frozen shoulder)
 Sprain or strain
 Kekakuan sendi setelah operasi
 Nyeri dan sakit pada sikut akibat olahraga atau aktifitas lain
 Ketegangan, kaku dan nyeri pada otot (spasme)
 Asam urat tinggi sehingga terjadi nyeri (gout disease)
 Pasca pelepasan gips
 Taji tumit (valvaneus spurs)
 Tengeng (torticoluis)
 Keterbatasan gerak pasca operasi
 Radang tendon
 Nyeri otot
 Kelemahan atau kaku pada separuh badan (Stroke)
 Kaku dan nyeri pada kuduk yang menjalar
 Mulut miring (bell’s palsy)
 Sakit pinggan atau nyeri boyok (LBP)
 Kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak bawah (paraparese / papaplegi) dll.