Memprediksi Kebangkrutan

Dengan Altman Z-Score

Altman Z-Score adalah skor yang ditentukan dari hitungan standart kali rasio -
rasio keuangan yang akan menunjukan tingkat kemungkinan kebangkrutan
perusahaan. Dengan kata lain Altman Z-Score bisa memprediksi kebangkrutan
pada suatu perusahaan.

Tapi Z-Score tidak dipergunakan untuk perusahaan jenis jasa keuangan atau lembaga
keuangan (baik swasta maupun pemerintah). Khusus jenis perusahaan ini memang tidak
menggunakan model berbasis neraca. Hal ini karena adanya kecenderungan perbedaan
yang cukup besar antara neraca suatu institut keuangan dengan institut keuangan
lainnya.

Z-Score = 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 0,999X5

Dimana :

 X1 = Modal Kerja terhadap Total Aktiva
 X2 = Laba Ditahan terhadap Total Aktiva
 X3 = Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT) terhadap Total Aktiva
 X4 = Nilai Pasar Ekuitas terhadap Total Nilai Buku Libilitas
 X5 = Penjualan terhadap Total Aktiva
Klasifikasi :

05T4 Contoh penggunaan formula Z-Score untuk laporan ASSII data tahun 2009 : .99 = Perusahaan tersebut sehat  Skor Z < 1.72T3 + 1.847X2 + 3. Formula Z-Score untuk perusahaan MANUFAKTUR : Z-Score = 0.717X1 + 0.107X3 + 0.56T1 + 3.99 = Perusahaan tersebut dalam zona kelabu (grey area) Formula Z-Score untuk perusahaan MANUFAKTUR dan NON MANUFAKTUR dibedakan sbb : 1.998X5 2. Formula Z-Score untuk perusahaan NON MANUFAKTUR : Z-Score = 6.26T2 + 6.81 = Perusahaan tersebut berpotensial bangkrut  Skor Z 1.81 < Z < 2.420X4 + 0.  Skor Z > 2.

Angka tersebut menunjukan bahwa ASII berada pada posisi cukup aman dari potensi kebangkrutan. kita harus pandai-pandai menafsirkan nilainya apakah relevan dengan nature dengan kondisi industri di mana perusahaan berada. Walaupun Z-Score ini secara umum cukup bagus dalam melindungi kita dari berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang berpotensi untuk mengalami kebangkrutan. .99.Dari contoh diatas dapat dilihat hasil Z-Score ASII yaitu 3.