KARET ALAM DAN SINTESIS

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pengetahuan Bahan Teknik
yang dibina oleh Dr. Hj. Sukarnati, MM

Oleh:
Dewi Izzatus Tsamroh130511616269

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
PRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
September 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga dapat berhasil menyelesaikan
makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Karet Alam
dan Sintesis”.
Makalah ini berisikan informasi tentang masalah pengetahuan bahan teknik
yang banyak digunakan dalam dunia industri/teknik. Proses bagaimana cara
memperolah bahan tersebut hingga proses pengolahan serta pemanfaatannya
dalam dunia industri. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi
kepada pembaca tentang bagaimana mengelola karet yang baik dan benar. Ketika
penyusunan makalah pembelajaran ini, banyak pihak yang turut membantu serta
memberikan dorongan pemikiran dan materi. Oleh karena itu, penyusun
menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberi
sumbangan dalam penyelesaian makalah ini. Ucapan terima kasih penyusun
sampaikan kepada Ibu Sukarnati atas bimbingan, tuntunan, dan bantuan selama
proses penyusunan makalah ini.
Akhir kata penyusun menyadari bahwa makalah masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
selalu diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Malang, November 2014

Penyusun

1

.................. 19 2 ...........................................................3 Tujuan Penyusunan.... 3 2...........................11 BAB III PENUTUP 3........................... 1 1..........................................2 Pengolahan Lateks .....................................................................................4 Pengolahan Karet Sintesis ........................ 2 BAB II PEMBAHASAN 2....... i DAFTAR ISI ................................. 8 2....3 Bahan Baku Karet Sintesis ............... ii BAB I PENDAHULUAN 1...................................................................1 Bahan Baku Karet Alam ......1 Simpulan .......2 Rumusan Masalah ................................................. 18 DAFTAR RUJUKAN ................................................................................................. 1 1............................. 10 2.....................................................................1 Latar Belakang Masalah .. 9 2................. DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ..........5 Pemanfaatan Karet Alam dan Sintesis dalam Dunia Teknik..................................................................

karet. yaitu plastik. tanaman ini memiliki nama ilmiah Havea brasiliensis.1 Latar Belakang Dalam dunia teknik tentunya banyak bahan teknik yang digunakan dalam kegiatan produksi. Berdasarkan asalnya. maka penyusun merumuskan beberapa masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana cara memperoleh bahan baku karet sintesis? 4. Tanaman karet kebanyakan hidup di negara beriklim tropis. Bahan teknik non-logam sendiri banyak ditemukan di Indonesia. maka penyusun tertarik untuk mengkaji karet alam dan karet sintesis dalam industri. BAB I PENDAHULUAN 1. kayu dan lain-lain. Bahan teknik non-logam sendiri dapat dibagi menjadi beberapa macam. terutama karet.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Baik bagaimana cara memperolehnya dan cara pengolahannya dengan judul “Karet Alam dan Sintesis”. Bagaimana cara mengolah karet sintesis? 5. Apakah pemanfaatan karet alam dan karet sintesis dalam dunia teknik? 1 . karena Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara produsen karet terbesar di dunia. Bagaimana cara mengolah karet alam? 3. Bagaimana cara memperoleh bahan baku karet alam? 2. 1. Terdapat banyak macam bahan teknik yang dapat diklasifikasikan dari logam hingga non-logam. karet dapat dibedakan menjadi karet alam dan karet sintesis yang mana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing Berdasarkan uraian di atas.

3 Tujuan Penyusunan Berdasarkan rumusan masalah di atas.1. Untuk mengetahui cara memperoleh bahan baku karet sintesis 4. 2 . Untuk mengetahui cara memperoleh bahan baku karet alam 2. dapat disimpulkan tujuan penyusunan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana cara mengolah karet sintesis 5. Untuk mengetahui bagaimana cara mengolah karet alam 3. Untuk mengetahui pemanfaatan karet alam dan karet sintesis dalam dunia teknik.

Pada perkebunan besar negara maupun swasta. dapat ditentukan. 1. Untuk menjaga kualitas dan kontinuitas bahan baku. Sumber bahan baku industri karet berasal dari perkebunan karet baik Perkebunan Rakyat (PR). Pada perkebunan besar hal ini tidak begitu menjadi masalah. baik melalui pembelian langsung ataupun melalui lelang yang diadakan pada waktu-waktu tertentu. kualitas maupun kontinuitas pasokan dipengaruhi oleh sumber bahan baku itu sendiri. Bahan baku yang berasal dari perkebunan karet rakyat yang biasanya sangat bervariasi kualitasnya.1. Bahan baku lateks akan tersedia setiap hari karena penyadapan selalu dilakukan setiap hari. Perkebunan Negara maupun Perkebunan Swasta. sedangkan untuk prosesor yang tidak memiliki kebun harus berusaha untuk mendapatkan bahan baku dari perkebunan karet rakyat. Dari hasil penyadapan.1 Bahan Baku Karet Alam 2. 3 . maka dilakukan pengawasan pada tiap penyadap. Bobot atau isi lateks : Penyadap menuangkan lateks dari ember-ember pengumpul ke dalam ember-ember takaran melalui sebuah saringan kasar dengan ukuran lubang 2 mm.1 Bahan Baku Karet Alam Bahan baku karet alam yang digunakan dalam dunia teknik didapatkan dengan cara melakukan pengumpulan lateks di kebun (TPH) oleh para petani yang kemudian diangkut ke pabrik. BAB II PEMBAHASAN 2. maksudnya untuk menahan lump yang terjadi karena prakoagulasi. Kondisi bahan baku industri karet baik kuantitas. bahan baku yang dihasilkan (lateks) biasanya langsung diolah di pabrik sendiri atau dikirim ke pabrik yang seinduk.

dan lain- lain). kebersihan pohon. Alat-alat yang digunakan dalam pengumpulan dan pengangkutan (yang baik terbuat dari aluminium atau baja tahan karat). Kualitas air dalam pengolahan. Fraksi kuning dianggap normal bila mencapai 0. Bahan-bahan kimia yang digunakan. Kadar Karet Kering (KKK) : Penentuan kadar karet kering (KKK) sangat penting dalam usaha mencegah terjadinya kecurangan para penyadap. jangka waktu).84 4 .03 5. 5. musim kemarau keadaan lateks tidak stabil). 4. keadaan tangki. Komposisi lateks. Lateks sebagai bahan baku berbagai hasil karet. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas lateks.28 Resin 1.1-1. Faktor dari kebun (jenis klon. Untuk mengetahui susunan bahan-bahan yang terkandung dalam lateks dapat dilihat pada tabel Dari bahan-bahan yang terkandung dalam lateks segar masih terdapat fraksi kuning latoid (2-10 ppm). sebagai berikut.10 Protein 2. sistem sadap.04 Abu 0. 1.70 0.62 88. 2. Pengangkutan (goncangan. Iklim (musim hujan mendorong terjadinya prakoagulasi. jarak. 6. enzim peroksidase dan tyrozinase.0 mg tiap 100 gram lateks kering. 3. Kandungan Bahan-Bahan dalam Lateks Segar dan Lateks yang Dikeringkan Bahan Lateks Segar (%) Lateks yang Dikeringkan (%) Kandungan karet 35. harus memiliki kualitas yang baik. 7.65 4. 2.

sheet angin. Lateks kebun mutu 1 mempunyai kadar karet kering 28% dan lateks kebun mutu 2 mempunyai kadar karet kering 20%. 5 . Tingkat ketebalan pertama 40mm dan tingkat ketebalan kedua 60mm.34 0.Zat gula 0. Ribbed smoked seheet atau biasa disingkat RSS adalah jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapat proses pengasapan dengan baik. c. b. Jenis itu pada dasarnya hanya terdiri dari golongan karet sheet dan crepe. Sheet angin mutu 1 mempunyai kadar karet kering 90% dan sheet angin mutu 2 mempunyai kadar karet kering 80%.00 Sumber: Setyamidjaja (1993) Menurut pengolahannya bahan olah karet dibagi menjadi 4 macam : lateks kebun. Tingkat ketebalan pertama 30mm dan tingkat ketebalan kedua 40mm d. Cairan getah ini belum mengalami penggumpalan entah itu dengan tambahan atau tanpa bahan pemantap ( zat anti koagulan). a. Tingkat ketebalan pertama 3mm dan tingkat ketebalan kedua 5mm. berupa karet sheet yang sudah digiling tetapi belum jadi. Lump segar mutu 1 mempunyai kadar karet kering 60% dan lump segar mutu 2 mempunyai kadar karet kering 50%. slab tipis dan lump segar. Jenis-jenis karet olahan yang tegolong konvensional beserta standar mutunya menurut Green Book adalah sebagai berikut a. Sheet angin adalah bahan olah karet yang dibuat dari lateks yang sudah disaring dan digumpalkan dengan asam semut.84 Air 59. Lump segar adalah bahan oalh karet yang bukan berasal dari gumpalan lateks kebun yang terjadi secara ilmiah dalam amngkuk penampungan. Slab tipis adalah bahan olah karet yang terbuat dari lateks yang sudah digumpalkan dengan asam semut. Lateks kebun adalah cairan getah yang didapat dari bidang sadap pohon karet. Slab tipis mutu 1 mempunyai kadar karet kering 70% dan slab tipis mutu 2 mempunyai kadar karet kering 60%.62 1.1. 2.2 Karet Alam Konvensional Ada beberapa macam karet olahan yang tergolong karet alam konvensional.

Standar mutu lateks pekat baik lateks pusingan atau lateks dadih dapat dilihat pada tabel berikut ini. Bahan pembuat crepe ini sama dengan bentuk crepe lain. Disebut estate brown crepe karena banyak dihasilkan oleh perkebunan- perkebunan besar atau estate. termasuk scrap tanah yang berwarna hitam. d. jenis ini merupakan crepe blanket yang tebal dan berwarna coklat. dan lump serta scrap dari perkebunan atau kebun rakyat yang baik mutunya. sebenarnya jenis ini merupakan karet tanah atau earth rubber.1. biasanya dibuat dari slab basah. h.b.3 Lateks pekat Lateks pekat adalah jenis karet yang berbentuk cairan pekat. tidak berbentuk lembaran atau padatan lainnya.potongan-potongan sisa dari RSS atau slab basah. 6 . Combo crepe adalah jenis crepe yang dibuat dari bahan lump. 2.scrap pohon. tetepi digiling lagi untuk menghasilkan crepe yang tebalnya sesuai dengan yang telah ditentukan. f. jenis ini merupakan crepe coklat yang tipis karena digiling ulang. e. jenis ini merupakan crepe yang berwarna putih atau muda. termasuk juga block sheet atau sheet bongkah atau dari sisa potongan ribbed smoked sheet. yaitu jenis crepe yang dihasilkan dari scrap karet alam yang belum diolah. White crepe dan pale crepe juga ada yang tebal dan tipis. Pure smoked blanket crepe jenis ini merupakan crepe yang diperoleh dari penggilingan karet asap yang khusus berasal dari ribbed smoked sheet. jenis ini merupakan crepe yang berwarna coklat. Thick blanket crepes ambers. g. Flat bark crepe. Lateks pekat yang dijual di pasaran ada yang dibuat melalui proses pendadihan atau creamed lateks dan melalui proses pemusingan atau centrifuged lateks biasanya lateks pekat banyak digunakan untuk pembuatan bahan-bahan karet yang tipis dan bermutu tinggi. sheet tanpa proses pengasapan. White crepe dan pale crepe. Estate brown crepe. c. Thin brown crepe remilis.

Tabel Standard Mutu Lateks Pekat Lateks pusingan Lateks dadih (Centrifugated (Creamed latex) Latex) 1. Persentase kadar tembaga dari Tidak biru Tidak biru jumlah padatan maksimum Tidak 11.001% (mechanical stability) minimum 0. Kemantapan mekanis 0.10% s 0. Bau setelah dinetralkan dengan asam borat Sumber : Thio Goan Loo.001% 9.08% 0. Endapan (sludge) dari berat basah 0.0% 3.6% maksimum 4. Kadar Karet Kering (KKK) minimum 2.80 7.1980.6% 1.0% 2. 7 . Persentase kadar mangan dari Tidak kelabu kelabu Tidak boleh jumlah padatan maksimum Tidak boleh 12.0% 62. maksimum 475 detik 8.10% 25°C 6. Jumlah padatan (total solids) 61.001% 10.001% maksimum 0. Kadar amoniak (berdasar jumlah air yang terdapat dalam lateks 50 50 pekat) minimum Centipoises Centipoise 5.0% minimum 60.5% 64. Kadar koagulan dari jumlah 0.80 padatan. Viskositas maksimum pada suhu 0.08% maksimum 0. Warna Berbau busuk Berbau busuk 13.0% 2. Bilangan KOH (KOH number) 475 detik 0. Perbedaan angka butir 1 dan 2 1.

Lateks pada mangkuk sadap dikumpulkan dalam suatu tempat kemudian disaring untuk memisahkan kotoran serta bagian lateks yang telah mengalami prakoagulasi. Jumlah tersebut dapat diperbesar jika di dalam lateks telah ditambahkan zat antikoagulan sebelumnya. Pembekuan Pembekuan lateks dilakukan di dalam bak koagulasi dengan menambahkan zat koagulan yang bersifat asam. Lateks dari tangki penerimaan dialirkan melalui talang dengan terlebih dahulu disaring menggunakan saringan aluminium Pedoman Teknis Pengolahan Karet Sit Yang Diasap (Ribbed Smoked Sit). Tujuan dari penambahan asam adalah untuk 8 .2.0.2 Pengolahan Lateks 1. kesadahan air maks. Pengenceran Tujuan pengenceran adalah untuk memudahkan penyaringan kotoran serta menyeragamkan kadar karet kering sehingga cara pengolahan dan mutunya dapat dijaga tetap. pH air antara 5. Pengenceran dilakukan hingga KKK mencapai 12-15 %. lateks kemudian dialirkan ke dalam bak koagulasi untuk proses pengenceran dengan air yang bertujuan untuk menyeragamkan Kadar Karet Kering. Penerimaan Lateks Kebun Tahap awal dalam pengolahan karet adalah penerimaan lateks kebun dari pohon karet yang telah disadap. Pada umunya digunakan larutan asam format/asam semut atau asam asetat /asam cuka dengan konsentrasi 1-2% ke dalam lateks dengan dosis 4 ml/kg karet kering Dasar Pengolahan Karet.03 %. Pengenceran dapat dilakukan dengan penambahan air yang bersih dan tidak mengandung unsur logam. 3.8-8. Penggunaan asam semut didasarkan pada kemampuannya yang cukup baik dalam menurunkan pH lateks serta harga yang cukup terjangkau bagi petani karet dibandingkan bahan koagulan asam lainnya. 6 serta kadar bikarbonat tidak melebihi 0. Setelah proses penerimaan selesai. 2. Lateks yang telah dibekukan dalam bentuk lembaran-lembaran (koagulum).

7. Penambahan larutan asam diikuti dengan pengadukan agar tercampur ke dalam lateks secara merata serta membantu mempercepat proses pembekuan. Pengadukan dilakukan dengan 6-10 kali maju dan mundur secara perlahan untuk mencegah terbentuknya gelembung udara yang dapat mempegaruhi mutu sit yang dihasilkan. Mempunyai daya aus tinggi 9 . Biasanya tiap jenis memiliki sifat tersendiri yang khas. pengaruh udara. Ada jenis yang tahan terhadap panas atau suhu tinggi. Proses selanjutnya ialah pemasangan plat penyekat yang berfungsi untuk membentuk koagulum dalam lembaran yang seragam. Memiliki plastisitas baik.pada protein dan senyawa lainnya untuk menetralkan muatan listrik sehingga terjadi koagulasi pada lateks. 2. Sifat Karet Buatan (Sintesis) 1. yaitu pada pH antara 4. menurunkan pH lateks pada titik isoelektriknya sehingga lateks akan membeku atau berkoagulasi. 3.5-4. sehingga mudah diolah. Pengembangan karet sintetis secara besar-besaran dilakukan sejak zaman perang dunia II. Lateks akan membeku setelah 40 menit. minyak. Kecepatan penggumpalan dapat diatur dengan mengubah perbandingan lateks.3 Bahan Baku Karet Sintesis Karet buatan (sintetis) sebagian besar dibuat dengan mengandalkan bahan baku minyak bumi. Negara –negara industri maju merupakan pelopor berkembangnya jenis-jenis karet sintetis. air dan asam sehingga diperoleh hasil bekuan atau disebut juga koagulum yang bersih dan kuat. Memiliki daya elastisitas atau daya lenting sempurna. 2. Asam dalam hal ini ion H+ akan bereaksi dengan ion OH. Sekarang banyak karet sintetis yang dikenal. dan bahkan ada yang kedap air.

Compounding(mixing) Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam menentukan sifat2 tambahan dari suatu polimer/karet. maka akan didapat produk akhir yang sempurna. Karena pada tahap inilah compounder meracik resepnya untuk menghasilkan bahan baku yang sesuai keinginannya/pesanan. pada tahap ini ada tiga metode yang digunakan yaitu emulsion. misalnya untuk O-Ring. Pengalaman dan pengetahuan compounder pada tahap ini sangat krusial untuk menghasilkan material yang berkualitas. 10 . dikeringkan. d. Ausimont. Memiliki daya tahan tinggi terhadap keretakan (groove cracking resistance) 2. Extrusion/Forming/Premolding Setelah selesai di mixing. e. maka material yang masih berbentuk lembaran dibentuk lagi menyerupai produk akhir supaya dapat dengan mudah diproses pada molding nantinya. Isolation Pada tahap ini. Proses ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar sekelas Du Pont. Dow. material tersebut dibentuk menyerupai kabel panjang. maka polimer tersebut sudah siap untuk diolah oleh compounder. Polimerization Polymerisasi ialah merupakan proses awal dari pembuatan karet sintetik.4 Pengolahan Karet Sintesis a. Molding Proses inilah yang menentukan akan berbentuk seperti apakah produk akhir. GE. microemulsion. and suspension polymerization. c. backbone polymers diisolasi. 4. dengan kombinasi panas dan tekanan yang sesuai. b. Daikin and Dyneon. Tidak mudah panas (low heat build up) 5. Setelah tahap ini. dan dibersihkan.

pada tahap ini sisa-sisa tersebut dipisahkan sehingga didapat produk akhir yang sesusai dengan cetakan. biasanya pada produk masih terdapat sisa-sisa material yang menempel. j. g. Flash Removal Setelah dari proses molding. dan siap untuk dikirim/disimpan. maka produk akhir hendaknya dibersihkan dan dilakukan pengetesan apakah sudah sesuai dengan harapan atau tidak. 2. Ada 11 . h. maka produk tersebut dicuci bersih dari kotoran-kotoran yang mungkin menempel pada proses produksi sebelumnya.1 Perbedaan Karet Alam dan Karet Sintesis Walaupun karet alam sekarang ini jumlah prroduksi dan konsumsinya jauh dibawah karet sintetis atau karet buatan pabrik. tetapi sesungguhnya karet alam belum dapat digantikan oleh karet sintetis. Bagaimanapun. f. Post Curing Terkadang pada tahap molding tidak semua proses kimia dapat terjadi dengan sempurna. sehingga untuk menghabiskan sisa-sisanya dilakukan proses curing. Packaging Setelah produk akhir sudah bersih. sebaiknya dimasukan kemasan agar tidak terkontaminasi dari lingkungan luar.5. keunggulan yang dimiliki karet alam sulit ditandingi oleh karet sintetis.5 Pemanfaatan Karet Alam dan Sintesis dalam Dunia Teknik 2. Cleaning Semua proses telah selesai dan produk akhir yang didapat telah sempurna. Finishing & Inspection Setelah selesai diproses. i.

pun kelebihan-kelebihan yang dimiliki karet alam dibanding karet sintetis adalah sebagai berikut: . isolator dan bahan-bahan 12 . kabel. maka biasanya pengiriman atau suplai barang tersebut jarang mengalami kesulitan. Hal seperti ini sulit diharapkan dari karet alam.maka akan mempengaruhi pasaran internasional. .2 Pemanfaatan Karet Alam Karet alam banyak digunakan dalam industri-industri barang. Barang yang dibuat dari karet alam antara lain aneka ban kenderaan (dari sepeda. Kadang-kadang karena suatu sebab seperti keluarnya peraturan pemerintah di negara produsen yang menginginkan suatu kondisi tertentu terhadap industri karet dalam negrinya.Mempunyai daya aus yang tinggi.Tidak mudah panas (low heat build up). Harga dan pasokan karet alam selalu mengalami perubahan.Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah.dan . penggerak mesin besar dan mesin kecil. bahkan kadang-kadang bergejolak. karet alam akan tetap mempunyai pngsa pasar yang baik.Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna. misalnya industri ban yang merupakan pemakai terbesar karet alam. . akan tetapi menurut beberapa ahli. hingga pesawat terbang) sepatu karet.5. mobil. 2. sabuk. Beberapa industri tertentu tetap memiliki ketergantungan yang besar terhadap pasokan karet alam. Suatu kebijaksanaan politik entah itu dari pihak penguasa maupun pemerintah memiliki pengaruh yang besar terhadap usaha perkarettan alam secara luas. traktor.Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan (groove cracking resistance) Walaupun demikian.karet sintetis memiliki kelebihan seperti tahan terhadap berbagai zat kimia dan harganya yang cendrung bisa dipertahankan supaya tetap stabil. motor. Harga bisa turun drastis sehingga merusak pasaran dan merisaukan para produsennya. Bila ada pihak yang menginginkan karet sintetis dalam jumlah tertentu. . pipa karet. Walaupun memiliki beberapa kelemahan dipandang dari sudut kimia maupun bisnisnya.

Kegunaan Khusus 13 . 2. perekat barang.bagiannya dibuat dari karet. misalnya pesawat tempur. Peralatan dan kenderaan perang juga banyak yang bagian . kaca pintu. pipa air. kaca mobil dan pada alat-alat lain membuat pintu terpasang kuat dan tahan getar serta tidak tembus air.EPDM b. Bahan baku karet banyak digunakan untuk membuat perlengkapan seperti sekat atau tahanan alat-alat penghubung dan penahan getaran. elastis dan tidak menimbulkan suara yang berisik dapat dipakai sebagai tali kipas mesin.5. lem. Contoh: karet SBR. kasur busa serta peralatan menulis juga menggunakan karet sebagai bahan pembuatnya. seperti alas lantai dari karet yang dapat dibentuk dengan bermacam-macam warna dan desain yang menarik. selang air. misalnya shockabsorbers. Kegunaan Umum Karet jenis ini sebanyak 60 persen untuk keperluan pembuatan ban pneumatik. dan jeep. Sambungan pipa minyak. maka alas lantai yang dibuat dari karet banyak dipergunakan di peternakan-peternakan besar. Sebagai pencegah lecet atau rusaknya kulit dan kuku ternak karena lantai semen yang keras. truk-truk besar.3 Pemanfaatan Karet Sintetik Umumnya karet sintetik diklasifikasikan kedalam 2(dua) kelompok utama.yaitu : a. Alas lantai dari karet ini mudah dibersihkan dan cukup meyehatkan bagi ternak seperti sapi dan kerbau. panser berlapis baja. Bahan karet yang diperkuat dengan benang-benang sehingga cukup kuat. walau kini ada yang menggunakan bahan plastik. Dalam pembuatan jembatan sebagai penahan getaran juga digunakan karet. Bagian-bagian ruang atau peralatan-peralatan yang terdapat dalam bagunan-bangunan besar banyak yang dibuat dari bahan karet. Alat-alat rumah tangga dan kantor seperti kursi. pipa udara dan macam-macam oil seals banyak juga yang menggunakan bahan baku karet.poliisoprena.polibutadiena. Karet juga bisa dgunakan untuk tahanan dudukan mesin. tank.pembungkus logam. Pemakaian lapisan karet pada pintu.

merupakan kopolimer acak dari butadiena dan stirena (25% stirena dan 75% butadiena) yang diproduksi dengan cara polimerisasi emulsi Dibanding karet alam. Digunakan secara adonan 14 . karet Stirena Butadiena juga divulkanisasi dengan mengguanakan sistem vulkanisasi sulfur terakselerasi. Polimerisasi emulsi menghasilkan polimer campuran yang acak (Cis dan Trans poli butadiene). Seperti karet alam. sehingga perlu penambahan pengisi penguat saat komponding. Kegunaan utama adalah sebagai bahan untuk pembuat ban. maka karet Stirena Butadiena merupakan polimer amorfus yang tidak menguat sendiri (self reinforced rubber). dan ketahanan terhadap penuaan dan abrasi seperti karet alam. NBR 2. karena gugus sisi (stirena) yang besar. Contoh : karet-karet IIR. Karet jenis ini untuk keperluan pembuatan produk-produk karet yang tahan terhadap aksi bahan kimia.1 Karet Untuk Kegunaan Umum 1. sehingga jumlah sulfur yang dipakai tidak sebanyak yang digunakan untuk karet alam. lebih lentur dan resilien dibanding karet alam. polikloroprena. Karet Stirena Butadiena Karet Stirena Butadiena adalah karet sintetik yang paling populer. Karet Polibutadiena (Butadiene Rubber/BR) Dibuat dengan cara polimerisasi emulsi dan larutan. karet Stirena Butadiena memiliki beberapa kelebihan seperti : tidak memerlukan proses mastikasi.3.5. untuk keperluan pembuatan ban yang lebih tahan terhadap abrasi jalan raya. Polimerisasi larutan menghasilkan karet karet BR yang stereo regular. tetapi bahan pencepat digunakan lebih banyak. karet Stirena Butadiena juga tidak tahan terhadap minyak api. lebih toleran terhadap extender oil tanpa menyebabkan terjadinya penurunan sifat (deteoriozation in properties). 2. karena dapat meningkatkan ketahanan abrasi. oleh karena ikatan gandanya lebih sedikit dibandingkan karet alam maka jumlah hidrogen alilik juga lebih sedikit.

sifat-sifat elastisitas ( terutama suhu rendah). Karet yang dapat mengkristal sehingga mempunyai kekuatan gum (vulkanisasi tanpa pengisi penguat) yang tinggi. seperti karet stirena butadena. Karet nitril terdiri dari kopolimer butadiena dan akrilonitril. maka semakin baik ketahanan pengembangan rantai molekul (swelling resistance). kelebihan terutama dalam mengurangi terjadinya pemanasan dalam (hysteresis) pada produk ban. 3 Karet Isobutilena-Isoprena (Isobutylene-Isoprena Rubber/IIR) Karet Butil (IIR) terdiri dari kopolimer isobutilena dan Isoprena merupakan karet yang tidak tahan terhadap minyak dan api. kekuatan tarik. Karet Akrilonitril Butadiena (NBR) Disebut juga dengan karet nitril. gugus akrilonitril (AcN) menyebabkan karet ini berkutub serta tahan terhadap bahan yang tidak berkutub seperti minyak bumi/minyak mineral. dan gugus akrilonitril pada sisi tulang belakang molekul karet ini menghalangi terjadinya penghabluran atau penguatan sendiri. suhu peralihan glass (Tg).pipa dan selang radiator. 15 . diproduksi dengan cara polimerisasi emulsi. tidak berkutub (nonpolar) tapi sangat tahan terhadap beberapa pelarut polar seperti ester fosfat. Semakin buruk resiliens. Semakin meningkat kadar akrilonitril. tube dalam untuk ban pneumatic. 2. berbagai barang mekanik.5.2 Karet Untuk Kegunaan Khusus 1.(campuran ) dengan karet SBR maupun karet alam. kekerasan. barang- barang untuk kegunaan suhu tinggi seperti gasket. Kegunaan utama untuk pipa gas.penebalan kabel. Jenis karet nitril tergantung kepada kandungan akrilonitril (25 s/d 50%). produk karet yang terkena sinar matahari.3.produk tahan bahan kimia atau barang-barang yang tahan terhadap bahan kimia seperti pembuatan pipa untuk industri kimia.

1 persen.2 yaitu 1.5 persen dan penambahan 3. Untuk pematangan dengan sulfur. sedikit monomer tak jenuh digunakan.4-kloro-2 butenilena. Ia juga mempunyai ketahanan kepada cuaca sekitaran. dalam automotif untuk pembuatan tube.koyok yang tinggi serta rintangan lelasan yang amat baik. 4.7-12 persen cis-1. Kebanyakan kloroprena mempolimer dalam konfigurasi trans. poliol dan bahan pematangan yang sesuia.rintangan api dan juga rintangan lelasan. barangan teracuan dan tali sawat berprestasi tinggi. minyak.4. Thiokol digunakan dalam pembuatan barangan 16 . Ia juga tahan kepada minyak dan mempunyai kekeuatan tensil. gasket pelabuhan dan filem untuk bumbung bangunan. Dengan pemilihan isosianat. tube dan penutup untuk kegunaan industri. Akibatnya suatu polimer yang menguat sendiri dihasilkan. CR banyak digunakan karena sifatnya yang tahan terhadap serangan ozon. Kehadiran atom klorin yang bermuatan negatif menjadikan polimer ini berkutub dan tahan terhadap serangan minyak.polimer cair dan polimer gam dapat dihasilkan polimer gam yang digunakan dalam industri karet dibuat dengan mereaksikan poliol yang berlebih sedikit dengan isosianat.2. resin penyalutan. panas. hose hidraulik. Elastomer Polisulfida Elastomer polisulfida juga dinamakan “Thiokol” oleh Thiokol Chemical Corporation. 3. Elastomer Uretana Uretana dihasilkan dengan mereaksikan bahan-bahan yang mengandung hidroksil dengan bahagian yang bersentuhan dengan bahan organik isosianat.4 dan penambahan 1. Karet Polikloroprena (CR) Polikloroprena terdiri dari 88-92 persen gugus-gugus trans-1. Antara kegunaan CR dalam industri ialah dalam pembuatan hose tube. Sifat-sifat dinamik yang amat baik. dan lentur. busa uretana. Polimer yang terhasil adalah tahan kepada ozon dan mempunyai sifat-sifat penuaan yang baik. Dalam industri pembinaan-pipa gasket.

Reaksi kimia seperti ditunjukkan dibawah C1CH2CH2CL + Na2S4 (CH2CH2S4)11 + 2 NaCl Dua jenis Thiokol dihasilkan. karena justru kekurangan dalam dua hal ini menyebabkan kurang menariknya karet alam terhadap karet sintetis.(Indra Surya.2006). Kedua sifat inilah kebersihan dan uniformitas karet sangat penting bagi karet alam. Hasil ini kemudian dibasuh untuk menyingkirkan garam terlarut dan seterusnya digumpalkan dengan asam. merupakan polimer yang stabil dan tahan kepada bahan kimia serta untuk membuat bahan tampal. (Sumarno kartowardojo. Dengan cara peremahan ini maka upgrading karet-karet mutu rendah dapat dilaksanakan lebih muda.mekanik dan hose karena sifat keboleh telapannya yang rendah dan ketahanannya kepada pelarut keton dan ester.1970) 17 . Polimer polisulfida disediakan dengan reaksi kimia kondensasi dengan mereaksikan dihalida organik dengan larutan cairan natrium polisulfida dalam kehadiran agen penyebaran dan pembahasan.. Peremahan karet memungkinkan pembersihan karet dengan lebih sempurna dan memungkinkan tercapainya hasil yang lebih seragam. Ia juga digunakan dalam sektor pembinaan dan marina karena ketahanan cuaca persekitaran yang baik.

BAB III PENUTUP 3. sedangkan karet sintesis merupakan karet buatan yang dibuat dari minyak bumi. Karet alam didapat dari bahan baku lateks. kelebihan dari karet alam adalah sebagai berikut: memiliki daya elastisitas dan plastisitas yang baik. Sedangkan proses pengolahan karet sintesis adalah sebagai berikut: 18 . Proses pengolahan karet alam adalah sebagai berikut: penerimaan lateks kebun-pengenceran-pembekuan. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Jenis beberapa karet sintesis antara lain adalah sebagai berikut. Sedangkan karet sintesis memiliki kelebihan sebagai berikut. tidak mudah aus. NBR. Karet alam biasanya digunakan untuk membuat ban pesawat terbang dan ban mobil balap. serta tidak mudah panas. harganya cenderung stabil.1 Simpulan Karet merupakan salah satu bahan teknik non-logam yang mana Indonesia sendiri menjadi salah satu produsen terbesar di dunia. CR. batu bara. Menurut bahan bakunya. yaitu hasil penyadapan dari getah pohon karet. IIR. ia tahan terhadap berbagai zat kimia. pengolahannya mudah. karet dapat dibedakan menjadi dua macam. yaitu karet alam dan karet sintesis. serta pengirimannya jarang mengalami kesulitan. tahan terhadap keretakan. dan gas alam. EPR. memiliki daya lengket yang tinggi terhadap bahan.

Ibrahim.blogspot. polymerization-isolation-compounding-extrusion-molding-flash removal-post curing-finishing & inspection-cleaning-packaging. (Online) http://karetbuatan. 2012.com/ diakses pada 30 Oktober 2014 Supardianningsih. (Online) http://ibrahimaise. (Online) http://www.com/2012/12/laporan-pengolahan-lateks. Laporan Lateks. Pengolahan 2013.html diakses pada 10 Oktober 2014 Nafiati.com/2013/02/12/pengolahan-karet-dan- pengolahan-getah-karet-lateks/ diakses pada 10 Oktober 2014 19 . Klaten: Intan Pariwara _______________.pupukkaretdansawit.Pengolahan Karet dan Pengolahan Getah Karet (Lateks). 2012. Cholifa.blogspot. 2014. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII. DAFTAR PUSTAKA Aghil. Industri Karet Buatan.