POA

(planning of action)
PROGRAM POSBINDU PTM
UPTD PUSKESMAS KANDANGAN
TAHUN 2015

DISUSUN OLEH
DWI SETYO KRISTINANTO.Skep.Ns

PUSKESMAS KANDANGAN
KABUPATEN KEDIRI

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Masa Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyusun laporan dan rencana
kegiatan program pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (posbindu ptm) Puskesmas
Kandangan Kabupaten Kediri tahun 2014
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang sudah membantu selama
penyusunan laporan ini :
1. Dr . Linda Tjahjono Selaku Kepala Puskesmas Kandangan
2. Seluruh Staff Puskesmas Kandangan
3. Semua masyarakat di wilayah puskesmas Kandangan

4. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan
bantuan dalam pembuatan laporan, sehingga laporan ini dapat tersusun dengan baik.

Dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan untuk menyempurnakan laporan ini, semua tidak lepas dari
bimbingan dari berbagai pihak, baik secara moral, material maupun spiritual.
Kami menyadari bahwa selama pembuatan laporan ini masih sangat jauh dari sempurna,
maka saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan semoga Planing Of
Action ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca umunya.

Kediri, Desember 2015
Penyusun

DWI SETYO KRISTINANTO.Skep.Ns

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) adalah kegiatan
monitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM terintegrasi (Penyakit jantung dan pembuluh
darah, diabetes, penyakit paru obstruktif akut dan kanker) serta gangguan akibat kecelakaan
dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui
pembinaan terpadu. Posbindu PTM adalah bentuk peran serta
masyarakat(kelompok masyarakat, organisasi, industri, kampus,instansi,sekolah dll)dalam
upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor
resiko penyakit tidak menular secara terpadu.
Kegiatan Posbindu PTM :
Monitoring faktor resiko bersama PTM secara rutin dan periodik.
(*) Rutin berarti kebiasaan memeriksa kondisi kesehatan meski tidak dalam kondisi sakit.

Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor resiko PTM 2. beresiko dan penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur 15 tahun keatas. serta Indeks Massa Tubuh termasuk analisa lemak tubuh. merokok.Pada orang dengan faktor resiko adalah mengembalikan kondisi beresiko ke kondisi normal. 3.2 TUJUAN UMUM 1. Melakukan pengukuran tekanan darah. 1.3 TUJUAN KHUSUS 1. 1. Kelola stres dalam lingkungan yang kondusif di rutinitas kehidupannya. Terlaksananya tindak lanjut dini Sasaran : Kelompok masyarakat sehat. Rajin aktifitas fisik. . Kegiatan Jenis Kegiatan Posbindu PTM 1.5 Metodologis & Bermakna secara klinis Kegiatan dapat dipertanggung jawabkan secara medis dan dilaksanakan oleh kader khusus dan bertanggung jawab yang telah mengikuti pelatihan metode deteksi dini atau edukator PPTM. jalan santai dll. stress dll. rutin.4 MANFAAT Membudayakan Gaya Hidup Sehat dengan berperilaku CERDIK yaitu Cek kondisi kesehatan anda secara berkala. Terlaksananya deteksi dini faktor risiko PTM 2. (*) Periodik artinya pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala. Aktifitas fisik bersama seperti olah raga bersama. Melakukan wawancara untuk menggali informasi faktor resiko keturunan dan perilaku. 1. 4. Rujukan kasus faktor resiko sesuai kriteria klinis ke Puskesmas. Terlaksananya pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM berbasis peran serta masyarakat secara terpadu. Istirahat yang cukup. Diet yang sehat dengan kalori seimbang. 2. Konseling faktor resiko PTM tentang diet.Pada orang sehat agar faktor resiko tetap terjaga dalam kondisi normal. dan periodik 1. Enyahkan asap rokok. Penyuluhan / dialog interaktif sesuai dengan masalah PTM yang ada. 2. kerja bakti. aktifitas fisik. 5. Melakukan penimbangan dan mengukur lingkar perut.Pada orang dengan penyandang PTM adalah mengendalikan faktor resiko pada kondisi normal untuk mencegah timbulnya komplikasi PTM. 3. Terlaksananya monitoring faktor risiko PTM 3.Mawas Diri Faktor resiko PTM yang kurang menimbulkan gejala secara bersamaan dapat terdeteksi & terkendali secara dini. senam. Mudah Dijangkau Diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal masyarakat/ lingkungan tempat kerja dengan jadwal waktu yang disepakati.Murah Dilakukan oleh masyarakat secara kolektif dengan biaya yang disepakati/sesuai kemampuan masyarakat.

Melakukan pemeriksaan fungsi paru sederhana (Peakflowmeter) 7. IVA. Berat Badan. aktifitas fisik dan lain-lain) dan penyuluhan kelompok termasuk sarasehan. Satu hari sebelum pelaksanaan ( Tahap Persiapan) a. Alur Kegiatan Posbindu PTM 1. Mengadakan pertemuan kelompok untuk menentukan jadwal kegiatan. Kolesterol Total dan Trigliserida. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) oleh tenaga bidan terlatih 8. kader dan undangan lainnya) b. Melakukan pengukuran kadar lemak darah (kolesterol total dan trigliserida). 4. Hari Pelaksanaan Melakukan pelayanan dengan sistem 5 meja atau modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama. Analisa Lemak Tubuh 4. Melakukan olah raga/aktifitas fisik bersama dan kegiatan lainnya. . 2. 9. MEJA 4 : Pemeriksaan Tekanan Darah. Menilai kehadiran (para anggotanya. 3. Mencatat hasil penyelesaian masalah Merupakan bagian dari Sistem Rujukan Kesehatan Nasional. Aktifitas bersama seperti berolahraga bersama. 5. MEJA 1 : Pendaftaran 2. MEJA 5 : Edukasi / Konseling Tahap Penyelenggaraan Posbindu PTM 1. Melakukan pemeriksaan gula darah. MEJA 2 : Wawancara 3. penyuluhan. 10. IMT. 6. sesegeranya dirujuk ke Puskesmas dengan terlebih dahulu memotivasi agar mau dirujuk ke Puskesmas. c. Menyiapkan tempat dan peralatan yang diperlukan. Membuat dan menyebarkan pengumuman mengenai waktu pelaksanaan. Melakukan rujukan ke Puskesmas 11. demo masak. MEJA 3 : Pengukuran Tinggi Badan. Masalah yang dihadapi d. Catatan pelaksanaan kegiatan c. dll 5. Lingkar Perut. merokok. Melaksanakan konseling (diet. sarasehanatau peningkatan ketrampilan bagi para anggotanya. stress. Satu hari setelah pelaksanaan ( Tahap evaluasi ) a. Untuk jadwal sebaiknya diatur berdasarkan kesepakatan bersama dengan memperhatikan anjuran jangka waktu monitoring yang bermanfaat secara klinis (lihat pada tabel anjuran pemantauan). b. Glukosa Darah. Bila terdapat peserta yang memiliki kriteria harus dirujuk.

edukasi. Pada kondisi tertentu bila memerlukan pendamping rujukan dari kader Posbindu PTM agar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. 2 Kader Penggerak Anggota perkumpulan yang aktif. karena para kader pada pelaksanaannya menggabungkan untuk tahap satu hari dengan tahap pelaksanaan. sertakan KMS dan lembar rujukan ke Puskesmas sebagai media informasi Petugas Puskesmas dalam menerima rujukan dari masyarakat. 1. berpengaruh dan komunikatif bertugas menggerakkan masyarakat. bertugas melakukan konseling. Syarat menjadi seorang kader . Peduli terhadap masalah penyakit tidak menular dan bersedia melaksanakan kegiatan Posbindu PTM . sekaligus melakukan wawancara dalam penggalian informasi 3 Kader Pemantau Anggota perkumpulan yang aktif dan komunikatif bertugas melakukan pengukuran Faktor resiko PTM 4 KaderKonselor/Edukator Anggota perkumpulan yang aktif. komunikatif dan telah menjadi panutan dalam penerapan gaya hidup sehat. No Tenaga Peran 1 Koordinator Ketua dari perkumpulan dan penanggungjawab kegiatan serta berkoordinasi terhadap Puskesmas dan para pembina terkait di wilayahnya. Berasal dari anggota kelompok masyarakat/lembaga/institusi 2. motivasi serta menindaklanjuti rujukan dari Puskesmas 5 Kader Pencatat Anggota perkumpulan yang aktif dan komunikatif bertugas melakukan pencatatan hasil kegiatan Posbindu PTM dan melaporkan kepada koordinator Posbindu PTM.Pada saat merujuk. Catatan : Untuk tahapan pelaksanaan Posbindu PTM dapat saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ketenagaan Tenaga untuk kegiatan Posbindu PTM dilakukan oleh 5 orang kader dengan dibantu oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

Pendidikan sebaiknya minimal setingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)/ dikondisikan dengan tingkat pendidikan masyarakat sekitar Tugas Kader . Melakukan survei mawas diri/pendataan bersama petugas. 3. memberikan serta menyebarluaskan informasi kesehatan. pengukuran IMT. Melakukan pencatatan hasil kegiatan posbindu PTM Sebagai langkah awal dari terbentuknya Posbindu PTM. menggali dan menggalang sumber daya termasuk dana yang berasal dari masyarakat). pelaporan dan rujukan. Melakukan pendekatan kepada pimpinan kelompok/lembaga/institusi. 6. 3. Melaksanakan kegiatan posbindu PTM termasuk kunjungan rumah bila diperlukan. 2. Sarana dan Prasarana Tipe Peralatan Deteksi Dini Posbindu dan Monitoring Faktor Resiko Peralatan KIE dan Penunjang PTM PTM Posbindu Alat ukur Lingkar : 1 Unit Lembar Balik : 2 Buah PTM Dasar Perut Leaflet / brosur : 1 Buah Alat ukur tinggi badan : 1 Unit Poster : 1 Buah Tensimeter Digital Buku Pencatatan : 1 Buah Alat Analisa Lemak : 1 Unit Buku Panduan : Serial Tubuh : 1 Unit Buku Formulir : 1 Buah Peakflow meter Rujukan : 1 Buah : 1 Unit KMS FR-PTM : Sesuai kebutuhan . 5. 1. Melaksanakan musyawarah bersama dalam penyelesaian masalah termasuk penentuan jadwal penyelenggaraan posbindu PTM. Mendorong anggota kelompok masyarakat/kelompok/lembaga/institusi untuk datang ke posbindu PTM ( mengajak anggota keluarga/masyarakat agar hadir. 4. serta kader mampu melakukan pencatatan. petugas kesehatan harus selalu mendampingi kader posbindu dalam pelaksanaannya sampai kader Posbindu dapat melaksanakan tugasnya secara mandiri terutama dalam melakukan pengukuran tekanan darah.

75% > 75% Usia 45 – 55 tahun ≤ 40% 41 .50 % > 50% .60% > 60 .25% > 25 . 70 % masy.75% ≥ 75% sasaran kali/minggu sasaran sasaran Cakupan peserta: Usia > 55 tahun < 50 % 51 . > 90 % masy.75 % ≥ 75 % obesitas sasaran sasaran sasaran Cakupan monitoring ≤ 50% sasaran > 50 % .50% > 50 . : 1 Unit Alat Tulis kantor : 1 Set kolesterol total dan Model Makanan : 1 Paket Trigliserid Alat Ukur Kadar : 1 Unit Alkohol Pernafasan Tes Amfetamin Urin : 1 Paket Bahan IVA dan alat : 1 Paket kesehatandan penunjanglainnya Tingkat Perkembangan Posbindu PTM Indikator Pratama Madya Purnama Mandiri Penyelenggaraan 1-2 kali setahun 3-4 kali setahun 5-6 kali setahun > 6 kali kegiatan setahun Cakupan monitoring ≤ 50% sasaran > 50 % . .60 % > 60% .60 % > 60% .Posbindu Posbindu PTM Dasar : 1 Paket Kursi dan Meja : Untuk PTM Utama kit Kamar khusus pemeriksaan IVA Alat Ukur KadarGula.60 % > 60% .75% ≥ 75% ≤ 10% 11 .50% ≥ 50% Pelaksana kegiatan 50 % masy. baru Tentang diet Seluruh tentang diet dan merokok masalah PTM Cak.50 % > 50% .75 % ≥ 75% sasaran glukosa darah sasaran sasaran Cakupan monitoring ≤ 25% sasaran > 25% . Olahraga 2 ≤ 50% sasaran > 50% .75% ≥ 75% Usia 35 – 44 tahun Usia 25 – 34 tahun ≤ 20% 21 .75 % ≥ 75% sasaran tekanan darah sasaran sasaran Cakupan monitoring ≤ 25% sasaran > 25% . 80 % masy.75 % ≥ 75% sasaran kolesterol darah sasaran sasaran Penyuluhan PTM < 3 kali setahun 3 – 4 kali 4 – 6 kali > 6 kali setahun setahun setahun Konseling Tidak ada Ada.60% > 60 .

90 % ≥ 90 % masy. W >80 cm Nilai APE> Nilai Nilai APE ≤ Nilai Arus Puncak Ekspirasi - Prediksi Prediksi Sumber : Juknis Posbindu PTM Kemenkes RI .9 23-24 >25 Lingkar Perut P < 90cm. > 75 . Peserta mandiri < 50 % 50 – 60 % 61 – 75 % ≥ 75 % Kemitraan Tidak ada < 2 kali 3 – 4 kali ≥ 4 kali Kriteria Klinis Faktor Resiko PTM Kriteria Berat Badan Berat ideal : (TB – 100) x 1 kg Berat idaman : 90% (TB – 100) X 1 kg Berat badan lebih : ≥ 110% (TB – 100) X 1 kg Kriteria faktor resiko : Faktor Resiko Baik Sedang Buruk Gula darah puasa 80-109 110-125 126 Glukosa darah 2 jam 80-144 145-179 180 Glukosa darah sewaktu 80-144 145-199 200 Kolesterol darah total < 150 150-189 190 Trigliserida <140 140-150 > 150 Tekanan darah <130/80 130-139/80-90 140/90 Indeks Masa Tubuh (IMT) 18. W <80cm .75 % masy. Pembiayaan kesehatan ≤ 50 % masy. 50 . P >90 cm.5-22. masy.

Data Dasar a.3.48.930 km2 dataran rendah : 75 % dataran tinggi : 25 % b.615 KK c.767 jiwa 3. BAB II ANALISA SITUASI 2.1 Data Umum 1. Data Wilayah a. Jumlah penduduk : 45. Jumlah desa : 12 desa c. Luas wilayah : 5. Jumlah Puskesmas pembantu : 4 buah b. Kandangan . Gambaran Umum Nomor Kode Puskesmas : 418.430.com Tipe Pelayanan : Rawat jalan / inap / Poned 2.98 Nama Puskesmas : Kandangan Tahun berdiri : 1968 Alamat : Jl Malang 109 kandangan No telp/ / email : 0354-326230 / pkmkandangan@gamil. Batas wilayah Sebelah Utara : Kabupaten Jombang SebelahTimur : Kabupaten Malang Sebelah Selatan : Kecamatan Kepung Sebelah Barat : Kecamatan Badas Gambar Peta wilayah Kec. Jumlah KK (kepala keluarga) : 13.

880 8 23 31 6.270 2 8 10 3.1 Luas wilayah.85 h 5 Banaran 2.390 5 15 20 7.58 6 Jerukgulung 2.82 1.890 3.56 0.227 1. d.499 3. jumlah rumah tangga.76 1. jumlah desa.93 7 Jerukwangi 1.91 1. jumlah desa. Luas wilayah kerja Puskesmas Kandangan Luas wilayah.dan kepadatan penduduk menurut desa.65 Karangtenga 4 7.519 529 4.47 2.65 2 Kemiri 1.142 697 3. jumlah penduduk.910 2 5 7 2.98 1.709 1.580 6 26 31 12.261 568 3.577 915 3.886 3. dan kepadatan Luas Jumlah Jumlah Rata-Rata Kepadatan Jumlah Wilaya Jiwa/ No Desa Du Pendudu Rumah Penduduk h RW RT Rumah sun k Tangga Tangga Per km2 (Km2) 1 2 3 4 5 6 7 8 9=7/8 10 1 Kandangan 4.66 .dikecamatan kandangan: Tabel 2.07 0.32 3 Klampisan 4. jumlah penduduk.360 2 6 8 2.151 3.300 3 7 10 2. jumlah rumah tangga.

52 11 Bukur 1.95 12 Kasreman 2.60 1 0 4 e. Jumlah Penduduk menurut Umur Jumlah penduduk menurut umur di puskesmas Kandangan tahun 2014 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 2.971 13.34 41.029 3.200 5 16 21 4.374 3.971 818 3.8 Medowo 4.615 3.2 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Tahun 2014 No Kelompok Umur Jumlah Ket 1 0-1 749 2 1-4 3017 3 5-9 3686 4 10-14 3568 5 15-19 3666 6 20-24 3323 7 25-29 3253 8 30-34 3379 9 35-39 3473 10 40-44 3494 11 45-49 3346 12 50-54 2940 13 55-59 2421 14 60-64 1803 15 65-69 1352 16 70-74 994 17 >75 1303 f.266 1.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2014 .690.17 0.39 0.57 0.63 1.69 9 Mlancu 8.704 1. 17 Jumlah 41 132 48.42 0.740 4 14 18 3.068 299 3. Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin Jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Kecamatan Kandangan pada tahun 2014 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 2.210 3 7 10 2.130 2 4 6 1.57 10 Jlumbang 720 1 1 2 376 111 3.

Akademi/PT : - g. PAUD/ TK : 08/ 35 b. Perempuan 22. Pondok Pesantren : 10 2.926 2. Pendidikan Jumlah Sekolah a. No Jenis Kelamin Jumlah (Orang) 1.4 Data kunjungan penyakit tidak menular di wilayah puskesmas Kandangan Tahun 2014 No Bulan Kunjungan Pencapaian [%] 1 2 3 4 1 Januari 2 Pebruari 3 Maret 4 April 5 Mei 6 Juni 7 Juli . Laki-laki 22.841 Jumlah 45. SMK : 1 f.767 (sumber data: Profil Puskesmas 2014). 4. SMA / MAN : 1/1 e.2 Data Khusus Data Kunjungan Penyakit tidak menular di posbindu desa jerukgulung di wilayah UPTD Puskesmas Kandangan Tahun 2014 Tabel 2. SMP/MTS : 2/ 2 d. SD / MI : 27 / 12 c.

8 Agustus 9 September 10 Oktober 11 Nopember 12 Desember Jumlah .

BAB III ANALISA MASALAH 3.1 Identifikasi Masalah Tabel 3.1 Identifikasi Masalah Program Promosi Kesehatan G POSBINDU 1 Rendahnya kesadaran 100% 48% 52% masyarakat untuk memeriksakan kesehatan diri sendiri dan tidak mengerti tujuan diadakannya kegiatan posbindu .

2 = kurang serius e. apabila masalah tidak diselesaikan akan berakibat serius pada masalah lain. 1 = tidak besar Berikut adalah matriks penentuan prioritas masalah yang akan diselesaikan . 4 = gawat c. 5 = sangat gawat b. 1 = tidak serius 3. 4 = besar c. 3 = cukup gawat d. Urgent adalah tingkat kegawatan masalah. Dengan bobot skor : a. Seriousness. Growth) Defenisi USG : 1. BAB IV PRIORITAS MASALAH 4. 2 = kurang besar e. artinya apabila masalah tersebut bila tidak segera ditangani pertumbuhannya akan berjalan terus. 5 = sangat besar b. Growth adalah besar atau luasnya masalah berdasarkan pertumbuhan atau perkembangan. 3 = cukup serius d. 2 = kurang gawat e.1 Penentuan Prioritas Masalah Penentuan prioritas masalah menggunakan metode scoring dengan kriteria USG (Urgent. 1 = tidak gawat 2. Dengan bobot skor : a. 4 = serius c. Seriousness adalah tingkat keseriusan sebuah masalah. 5 = sangat serius b. artinya apabila masalah tidak segera ditanggulangi akan semakin gawat : Dengan bobot skor : a. 3 = cukup besar d.

Tabel 4. Rendahnya kesadaran masyarakat akan kesehatan 4.2 Menentukan Penyebab Masalah posbundu Manusia Methode Peran Lintor dan aparat desa yang kurang Penyuluhan yang kurang Pengetahuan dan Kesadaran masyarakat yang kompetensi petugas yang kurang kurang Pengetahuan Kader Kerja sama yang kurang posbindu Kurang antara kader dan petugas Rendahnya kesadaran masyarakat Sarana promosi yang Jumlah dana kegiatan kurang yang kurang Sarana Dana Lingkungan lingkungan .1 prioritas masalah No Kriteria Pemeriksaan posbindu 1 U (URGENCY) 4 2 SERIOUSNESS (S) 4 3 GROWTH (G) 4 TOTAL (UxSxG) 64 RUMUSAN MASALAH : 1.

4.3 Prioritas Masalah SKOR HASIL NO RENDAHNYA KESADARAN MASYARAKAT RANKING C A R L C xAxRxL 1 Melaksanakan pertemuan kader untuk refresing pengetahuan dan 108 3 3 4 3 1 keterampilan 2 Melakukan penyuluhan pada setiap posyandu 2 3 3 3 54 7 3 Menambah jumlah kader posbindu 4 3 4 3 144 4 4 Orientasi ttg PTM POSBINDU langsung pada kader 3 3 3 4 108 5 5 Pelacakan kasus ptm 4 4 4 3 192 3 6 Pendataan sasaran 3 4 4 3 144 4 7 kunjungan rumah 3 3 3 4 108 5 8 melakukan kegiatan penyuluhan 4 4 5 4 320 1 9 Maping wilayah 4 4 4 4 256 2 .

10 kunjungan PTM Jamaah Haji 3 3 3 2 54 7 11 pemeriksaan kebugaran 2 2 2 1 8 11 12 kunjungan rumah PTM langsung 3 3 3 3 81 6 13 konsultasi dan pembinaan 2 2 2 2 16 10 14 sosialisasi dan penyuluhan tentang POSBINDU PTM 3 2 2 3 36 8 15 Sosialisasi dan Penyuluhan 2 2 2 3 24 9 .

Kerja sama yang kurang antara 5. Pelacakan kasus PTM langsung pada kader kader dan petugas 6. melakukan kegiatan PTM 7. Pelacakan kasus PTM g. Dukungan lintor yang kurang 7. kunjungan PTM langsung Jamaah Haji . kunjungan rumah. Peran Lintor dan aparat desa posbindu 3. Kesadaran masyarakat yang pengetahuan dan keterampilan refresing pengetahuan kurang 2.4 Pemecahan Masalah ALTERNATIF PEMECAHAN PEMECAHAN NO PRIORITAS MASALAH PENYEBAB MASALAH KET MASALAH MASALAH TERPILIH 1 Rendahnya kesadaran a. kunjungan rumah PTM 10. Melaksanakan masyarakat Kurang kader untuk refresing pertemuan kader untuk b. melakukan kegiatan kurang 10. kunjungan PTM Jamaah Haji PTM 11. Pengetahuan dan kompetensi setiap posyandu 2. i. Sarana promosi yang kurang 8. Maping wilayah 8. Orientasi ttg PTM f. Maping wilayah 12. Jumlah dana kegiatan yang 9. Pendataan sasaran h. Melaksanakan pertemuan 1. Penyuluhan yang kurang pada kader 4. Melakukan penyuluhan pada dan keterampilan c. Menambah jumlah kader pada setiap posyandu d. Menambah jumlah yang kurang 4. Pengetahuan Kader posbindu 1. kunjungan rumah. Pendataan sasaran 5. Orientasi ttg PTM langsung kader posbindu e. pemeriksaan kebugaran 9. 6. Melakukan penyuluhan petugas yang kurang 3.4.

pemeriksaan 14. Sosialisasi dan Penyuluhan PTM langsung 13. sosialisasi dan penyuluhan kebugaran tentang POSBINDU PTM 12. konsultasi dan pembinaan 11.13. konsultasi dan pembinaan 14. sosialisasi dan penyuluhan tentang POSBINDU PTM 15. Sosialisasi dan Penyuluhan . kunjungan rumah 15.

Bidan Terlaksananya PTM pemeriksaan wil Kec kandangan Pelacakan kasus kesehatan pada kandangan kontak kelompok masyarakat berisiko penyebaran penyakit tidak menular . materi. Orientasi pada langsung pada kader kerjasama lintor posbindu tiap desa sound kader dan lintor wilayah kandangan 2 Pelacakan kasus resiko melaksanakan masyarakat 12 desa di wilayah Transport. Bidan Terlaksananya PTM POSBINDU meningkatkan peran serta dibentuknya konsumsi laptop. form petugas P2. BAB V RENCANA USUSLAN KEGIATAN Kebutuhan Sumber Daya Indikator No Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator Keberhasilan Kegiatan Keberhasilan Dana Alat Tenaga 1 Orientasi ttg kegiatan pembinaan dan kader dan 100% kader dan transport. petugas P2. .

Rumah 100% rumah transport form Petugas P2. kader kegiatan PTM penyakit tidak menular 6 Maping wilayah Memudahkan Desa yang 100% desa yang transport form Petugas P2. Terlaksananya PTM pemantauan desa uang saku Bidan. form Petugas P2. Bidan Terlaksananya pemantauan berisiko berisiko maping wilayah penyebaran penyakit tidak menular 7 kunjungan PTM Jamaah survei penyakit calon jamaah 100 calon jamaah transport form survei surveilan dan pj P2 100% calon Haji tidak menular bagi haji haji dengan 6 kali jamaah haji calon jamaah haji kegiatan dilakukan survei dan pemeriksan terhadap penyakit .3 Pendataan sasaran pemetaan wilayah 12 desa 100% desa wil Transport. Lintor. Bidan dan Terlaksananya pemeriksaan dan penderita penderita dan kader kunjungan rumah pemantauan PTM 5 melakukan kegiatan Melakukan kegiatan Penduduk 12 100% 12 desa Transport. Bidan Terlaksananya kasus dan kandangan Pendataan sasaran penyebaran penyakit tidak menular 4 kunjungan rumah. form petugas P2. Pendataan.

aparat 1 kali kegiatan honor ruangan. transport .PJ P2M adanya dukungan penyuluhan tentang komitmen Lintor desa dengan 120 orang narasumber. aparat desa terhadap PTM peserta > 15 ATK POSBINDU Km. Lcd dan komitmen dari PTM POSBINDU dan aparat dea peserta transport proyektor. menular dan TM pemeriksaan kebugaran deteksi dini tempat 5 tempat kebugaran transport form survei surveilan dan pj P2 cakupan penularan terhadap penyebaran kebugaran dan tim di tempat penyakit menular kebugaran rendah kunjungan rumah PTM deteksi dini dan 12 desa 60 rumah transport form survei surveilans terdeteksinya dan langsung tindak lanjut p2 tertanganinya bagi terhadap penyakit yang termasuk tidak menular dalam PTM konsultasi dan bimbingan teknis PJ P2 4 kali konsultasi transport form PJ P2 cakupan PTM pembinaan survei. pencatatan dan pembinaan survei. materi. sesuai indikator dan pelaporan pencatatan cakupan Program program PTM dan pelaporan sosialisasi dan advokasi dan Lintor. lintor. Kapus.

kader konsumsi sound Penyuluhan pengetahuan dan ketrampilan pengendalian penyakit tidak menular . Kec kandangan uang saku. laptop. konsumsi dan jasa kebersihan Sosialisasi dan orientasi kepada toma.Puskesmas. Ka. peserta < 15 km. Bidan Sosialisasi dan dalam peningkatan kades.petugas Terlaksananya Penyuluhan kader kesehatan lintor. 12 desa di wilayah transport. toga. materi. P2.

2 Saran a. upaya ini akan berhasil apabila para pengelola program mampu melakukan advokasi dengan efektif . Mohon diadakan pertemuan dengan lintas sektor untuk kegiatan pembentukan posbindu c. Dimungkinkan agenda refresh dan pelatihan untuk kader posbindu b. hendaknya tiap desa dibentuk posbindu ptm .1 Kesimpulan Penyelenggaraan upaya pengendalian penyakit tidak menular melalui posbindu ptm diharapkan dapat meninggkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petugas dan kader khususnya sehingga dapat melaksanakan kegiatan deteksi dini dan tindak lanjut faktor resiko penyakit tidak menular secara optimal dan dapat membantu dalam menekan prevalensi PTM di masyarakat. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.semua pihak responsif dan melakukan aksi konkrit sesuai peran yang dapat dilakukan 6.apabila peran masyarakat termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan makin luas cakupan kegiatan akan makin besar sehingga hasil yang di capai akan bermakna dan berdampak besar dalam menekan angka kesakitan dan kematian PTM .