LANDASAN ILMU PENDIDIKAN

"IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER"

TUGAS 11

SESRIA OSSY
15175040

DOSEN PEMBIMBING:

PROF. Dr. FESTIYED, MS

MAGISTER PENDIDIKAN FISIKA
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai
sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia
tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20
Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa
pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa
pendidikan di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis
guna mencapai tujuan tersebut.

Dalam kaitaannya dengan pendidikan karakter, bangsa Indonesia sangat memerlukan
SDM (sumber daya manusia) yang besar dan bermutu untuk mendukung terlaksananya
program pembangunan dengan baik. Disinilah dibutuhkan pendidikan yang berkualitas, yang
dapat mendukung tercapainya cita-cita bangsa dalam memiliki sumber daya yang bermutu,
dan dalam membahas tentang SDM yang berkualitas serta hubungannya dengan pendidikan,
maka yang dinilai pertama kali adalah seberapa tinggi nilai yang sering diperolehnya, dengan
kata lain kualitas diukur dengan angka-angka, sehingga tidak mengherankan apabila dalam
rangka mengejar target yang ditetapkan sebuah lembaga pendidikan terkadang melakukan
kecurangan dan manipulasi.

Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu
bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Berdasarkan
penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar, 2000), ternyata
kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis
(hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill).
Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill
dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil
dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini
mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk

ditingkatkan. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft
skill.

Pendidikan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah pendidikan yang dapat
mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pendidikan yang dapat mengoptimalkan
perkembangan seluruh dimensi anak (kognitif, fisik, sosial-emosi, kreativitas, dan spiritual).
Pendidikan dengan model pendidikan seperti ini berorientasi pada pembentukan anak sebagai
manusia yang utuh. Kualitas anak didik menjadi unggul tidak hanya dalam aspek kognitif,
namun juga dalam karakternya. Anak yang unggul dalam karakter akan mampu menghadapi
segala persoalan dan tantangan dalam hidupnya. Ia juga akan menjadi seseorang yang
lifelong learner. Pada saat menentukan metode pembelajaran yang utama adalah menetukan
kemampuan apa yang akan diubah dari anak setelah menjalani pembelajaran tersebut dari sisi
karakterya. Apabila kita ingin mewujudkan karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari,
maka sudah menjadikan kewajiban bagi kita untuk membentuk pendidik sukses dalam
pendidikan dan pengajarannya.Untuk itu penulis menulis makalah ini, agar pembaca tahu
betapa pentingnya pendidikan karakter bagi semua orang, khususnya bangsa Indonesia
sendiri.

B. Rumusan Masalah
Dengan latar belakang diatas penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Imlementasi Pendidikan Karakter menurut pandangan Agama?
2. Bagaimana Implementasi Pendidikan Karakter menurut pandangan di Indonesia?
3. Bagaimana Implementasi Pendidikan Karakter di Negara-negara Sekuler?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui:
1. Implementasi Pendidikan Karakter menurut pandangan Agama
2. Implementasi Pendidikan Karakter menurut pandangan di Indonesia
3. Implementasi Pendidikan Karakter di Negara-negara Sekuler

memahat batu atau metal. di dalam pendidikan karakter semestinya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami sifat-sifat tersebut secara langsung. berpendirian. Maknanya dari pengertian pendidikan karakter yaitu merupakan berbagai usaha yang dilakukan oleh para personil sekolah. dan program. dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral. Lebih lanjut williams (2000) menjelaskan bahwa makna dari pengertian pendidikan karakter tersebut awalnya digunakan oleh national commission on character education (di amerika) sebagai suatu istilah payung yang meliputi berbagai pendekatan. seseorang memiliki karakter. BAB II KAJIAN TEORI A. Pendidikan karakter menurut pandangan Indonesia 1. bahkan yang dilakukan bersama-sama dengan orang tua dan anggota masyarakat. olah rasa dan karsa. filosofi. Sedangkan Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan. Istilah karakter juga sering dihubungkan dan dipertukarkan dengan istilah etika. Dengan demikian karakter adalah nilai-nilai yang unik-baik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. cara yang dapat diramalkan bahwa karakter seseorang berkaitan dengan perilaku yang ada di sekitar dirinya (Kevin Ryan. williams & schnaps (1999) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai“any deliberate approach by which school personnel. bukan netral. Karakter juga sering diasosiasikan dengan istilah apa yang disebut dengan temperamen yang lebih memberi penekanan pada definisi psikososial yang dihubungkan . yang berarti to engrave (melukis. 1999: 5). penyelesaian konflik merupakan aspek yang penting dari pengembangan karakter moral. Berakar dari pengertian yang seperti itu. olah hati. seperti orang yang melukis kertas. Setelah melewati tahap anak-anak. akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. serta olahraga seseorang atau sekelompok orang. Pengertian Pendidikan Karakter Kata character berasal dari bahasa Yunani charassein. ahlak. character kemudian diartikan sebagai tanda atau ciri yang khusus. keadaan moral seseorang. menggambar). dan karenanya melahirkan sutu pandangan bahwa karakter adalah pola perilaku yang bersifat individual. oleh karena itu. pemecahan masalah. berkonotasi positif. pembuatan keputusan. principled and responsible”. dan bertanggung jawab. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir. often in conjunction with parents and community members. untuk membantu anak-anak dan remaja agar menjadi atau memiliki sifat peduli. help children and youth become caring.

Sedangkan karakter dilihat dari sudut pandang behaviorial lebih menekankan pada unsur somatopsikis yang dimiliki seseorang sejak lahir. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami. Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu.dengan pendidikan dan konteks lingkungan. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut. maupun negara. Pendidikan Karakter Menurut Lickona Secara sederhana. serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak. Urgensi Pendidikan Karakter 1. berucap. masyarakat. pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Pendidikan Karakter Menurut Suyanto Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama. dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat. bangsa. bersikap. Jadi usaha pengembangan atau pendidikan karakter seseorang dapat dilakukan oleh masyarakat atau individu sebagai bagian dari lingkungan melalui rekayasa faktor lingkungan. 3. 2010). Sedangkan faktor lingkungan merupakan faktor yang berada pada jangkauan masyarakat dan ndividu. Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli Pengertian pendidikan karakter menurut beberapa ahli adalah: 1. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa proses perkembangan karakter pada seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang khas yang ada pada orang yang bersangkutan yang juga disebut faktor bawaan (nature) dan lingkungan (nurture) dimana orang yang bersangkutan tumbuh dan berkembang. Faktor bawaan boleh dikatakan berada di luar jangkauan masyarakat dan individu untuk mempengaruhinya. 2. baik dalam lingkup keluarga. Permasalahan . dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. dan merespon sesuatu (Kertajaya. memperhatikan.

Kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. plagiatisme dalam ujian. Berbicara masalah pendidikan karakter. kesadaran dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. beretika. Dengan memadukan secara seimbang keempat anasir kepribadian itu. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Sang Penciptaa. Para putra putri bangsa telah banyak pemborong medali dalam setiap kompetisi olimpiade sains internasional. dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. olah hati. dan olah raga. harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. penerapan pendidikan karakter merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Olah rasa artinya memiliki cita-cita luhur. Dalam konteks keindonesiaan. dan sejenisnya. Olah hati bermakna berkata. lembaga-lembaga pendidikan maupun instansi . aksi pornografi. dan berperilaku jujur. jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang. olah rasa. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. sikap. hukum. diri sendiri. Bukan hanya terbatas pada peserta didik. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. lingkungan. dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing. Pendidikan karakter merupakan perpaduan yang seimbang diantara empat hal yaitu. budaya. sesama manusia. olah pikir. sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. bersikap. pendidikan karakter dapat pula dimaknai sebagai suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan. Mereka mereka membutuhkan penghargaan sebagai bagian implementasi pendidikan karakter. tetapi lebih dominan ditentukan oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). dan adat istiadat. perkataan. Sesungguhnya tidaklah benar bila ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis semata. baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa. sesama. Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk dikembangkan. tata krama. lingkungan. senantiasa marak menghiasi sejumlah media. tentu tidak terlepas dari pengertian karakter itu sendiri. cerdas yang selalu merasa membutuhkan pengetahuan. perasaan. peserta didik akan mampu menghayati dan membatinkan nilai-nilai luhur pendidikan karakter. kasus narkoba. kasus siswa-siswi cacat moral seperti siswi married by accident. diri sendiri. Olah pikir. Dengan demikian. Banyak yang beranggapan kesuksesan seseorang banyak ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. dan olah raga maknanya menjaga kesehatan seraya menggapai cita-cita tersebut. Namun di sisi lain. bermoral.

. Dalam hal ini. malah lebih menyuburkan slogan sarkastik: guru kencing berdiri. murid kencing berlari. Landasan Pedagogis Pendidikan Karakter . yaitu membentuk generasi cerdas komprehensif.pemerintahan yang notabene diduduki oleh orang-orang penyandang gelar akademis. dan spritual. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. demi memulihkan kesenjangan antara kualitas intelektual dengan nilai-nilai moral etika. budaya dan karakter. ing madya mangun karsa. tetapi juga pada penanaman nilai etika. Realitas mencengangkan tersebut dapat dianalogikan sebagai sebuah tamparan keras bagi bangsa. kurikulum sebagai standar pedoman pembelajaran belum sepenuhnya mengejawantahkan tujuan utama pendidikan itu sendiri. Berbagai fenomena di atas menuntut agar sistem pendidikan dikaji ulang. Model pendidikan baru ini kian membuat sistem pendidikan formal tersisih. plus tekanan pergaulan antarsiswa. Salah satu cara yang efektif dengan mengubah atau menyusun silabus dan RPP dengan menyelipkan norma atau nilai-nilai dalam konteks kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan mengambangkan pembelajaran kontekstual. Semakin terdidik seseorang. malah membuat peserta didik semakin tercabut dari persinggungan realitas sosialnya. sehingga ilmu dan kualitas akademis yang didapatkan tidak disalahgunakan. 2. pendidikan virtual bukannya memberikan solusi. pembelajaran nilai- nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. Penyebab lain. pun tak luput terjangkiti virus dekadensi moral. Tak sedikit keluarga peserta didik yang lantas mengalihkan anaknya untuk mengikuti program homeschooling karena khawatir akan pengaruh lingkungan sekolah yang tak lagi ‘steril’. Pendidikan karakter berupaya menjawab berbagai problema pendidikan dewasa ini. Dengan demikian. tetapi cukup diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. "Ketidaksehatan" lingkungan pendidikan inilah yang akhirnya mendorong munculnya tren homeschooling dan pendidikan virtual. Pendidikan tersebut adalah sebuah konsep pendidikan integratif yang tidak hanya bertumpu pada pengembangan kompetisi kognitif peserta didik semata. Oleh karena itu. Proses pendidikan di samping sebagai transfer pengetahuan—seharusnya menjadi alat transformasi nilai-nilai moral dan character building. tidaklah perlu dibuat mata pelajaran baru. tetapi menyentuh pada internalisasi. seharusnya semakin tahu mana jalan yang benar dan mana jalan yang menyimpang. moral. tak jarang peserta didik mengalami tekanan psikologis di sekolah non-virtual disebabkan interaksi dengan guru yang terlalu kaku dan otoriter. Untuk mewujudkan pendidikan karakter. dan tut wuri handayani. Para stakeholders dan pendidik yang tadinya diharapkan menjadi ing ngarsa sung tulada. Naasnya. diperlukan reformasi pendidikan. secara logis.

Kebajikan yang menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. ekonomi. sosiologi. IPA. antropologi. Pendidikan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. pendidikan harus membangun pula kesadaran. semakin kuat pula kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang baik. pemerintahan dan politik (ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan). IPS. dan bahkan umat manusia. bahasa Indonesia. teknologi dan seni. cara berpikir. seni. perlu ada upaya terobosan kurikulum berupa pengembangan nilai-nilai yang menjadi dasar bagi pendidikan karakter bangsa. Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui sejarah yang memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diri bangsanya di masa lalu yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. pendidikan budaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau . norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkat makro akan menjadi norma dan nilai budaya bangsa. nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri peserta didik akan sangat kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri. sistem sosial yang berlaku dan sedang berkembang (sosiologi). agama. ilmu. Dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa. pengetahuan. Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu menghendaki suatu proses yang berkelanjutan. kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang teramat penting. serta keterampilan). matematika. sejarah. Pada titik kulminasinya. Dengan terobosan kurikulum yang demikian. Oleh karena itu. pendidikan jasmani dan olahraga. Semakin kuat seseorang memiliki dasar pertimbangan. Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas. cara bertindak. peserta didik akan menjadi warga negara Indonesia yang memiliki wawasan. kehidupan perekonomian. dan cara menyelesaikan masalah sesuai dengan norma dan nilai ciri ke-Indonesiaannya. bahasa Indonesia dengan cara berpikirnya. Selain itu. Oleh karena itu. Artinya. wawasan dan nilai berkenaan dengan lingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi). “Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. masyarakat. bangsa. aturan dasar yang mengatur pendidikan nasional (UUD 1945 dan UU Sisdiknas) sudah memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan keseluruhan potensi diri seseorang sebagai anggota masyarakat dan bangsa. Dengan demikian. geografi. nilai yang hidup di masyarakat (antropologi). sistem ketatanegaraan. dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum (kewarganegaraan.

Untuk itu. 5. agama. 2. sebagai fungsi yang melekat pada keberadaan pendidikan nasional untuk membentuk watak dan peradaban bangsa. kekerasan. Sebagian siswa tidak dapat membentuk karakter yang kuat bagi dirinya di tempat lain. Oleh karena itu. Fungsi. 3. pendidikan karakter merupakan manifestasi dari peran tersebut. . pelanggaran kegiatan seksual. berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Menurut Lickona ada tujuh alasan mengapa pendidikan karakter itu harus disampaikan: 1. Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga. Merupakan cara untuk meningkatkan prestasi akademik. satuan pendidikan. Cara mendidik aspek karakter Pendidikan bukan sekedar berfungsi sebagai media untuk mengembangkan kemampuan semata. Pendidikan karakter berfungsi (1) mengembangkan potensi dasar agar berhati baik. berjiwa patriotik. budaya. seperti ketidaksopanan. dunia usaha. dan etos kerja (belajar) yang rendah. berpikiran baik. dan 7. (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. masyarakat politik. dan Media Pendidikan karakter Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh. Tujuan.ideologi bangsa Indonesia. melainkan juga berfungsi untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermatabat. kompetitif. Dari hal ini maka sebenarnya pendidikan watak (karakter) tidak bisa ditinggalkan dalam berfungsinya pendidikan. Mempersiapkan siswa untuk menghormati pihak atau orang lain dan dapat hidup dalam masyarakat yang beragam. Merupakan persiapan terbaik untuk menyongsong perilaku di tempat kerja. dan berperilaku baik. pendidikan karakter menjadi tugas dari semua pihak yang terlibat dalam usaha pendidikan (pendidik). 3. ketidakjujuran. berakhlak mulia. (3) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. masyarakat sipil. 6. bertoleran. Merupakan cara terbaik untuk menjamin anak-anak (siswa) memiliki kepribadian yang baik dalam kehidupannya. berkembang dinamis. 4. pemerintah. Berangkat dari akar masalah yang berkaitan dengan problem moral-sosial. bergotong royong. dan media massa. dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. Mengajarkan nilai-nilai budaya merupakan bagian dari kerja peradaban. 2. bermoral.

Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Religius. Kompetensi emosional 6. Pengetahuan tentang karakter (Character knowledge) 3. Prestasi akademis 9. Sikap kepada guru (Attitudes toward teachers). Perasaan keterikan dengan sekolah (Attachment to school) 8. seluruh pendidikan di Indonesia harus menyisipkan nilai-nilai pendidikan berkarakter kepada para siswa dalam proses pendidikannya Secara operasional. pikiran. Battistich. perkataan. Disiplin. Menurut Depdiknas mulai tahun ajaran 2011. dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya. Ketrampilan pemecahan masalah 5. dari 25 variabel tersebut yang paling umum dilaporkan dan secara signifikan hanya ada 10. Peduli lingkungan. Cinta Damai. Hubungan dengan orang lain (Relationships) 7. Mandiri. Cinta tanah air. Kerja Keras. dan Bier (2008: 442) yang melaporkan bahwa materi pendidikan karakter sangat luas. Toleransi. Demokratis. nilai-nilai tersebut bisa diidentifikasi sebagai berikut : 1. Jujur. Kompetensi berkomunikasi 10. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. Perilaku seksual 2. 2. Tanggung jawab. Gemar membaca. Bersahabat/komunikatif. Otten (2000) menyatakan bahwa pendidikan karakter yang diintegrasikan ke dalam seluruh masyarakat sekolah sebagai suatu strategi untuk membantu mengingatkan kembali siswa untuk berhubungan dengan konflik. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter Nilai-nilai dalam pendidikan karakter yyaitu: Religius. Namun. yaitu: 1. Rasa Ingin Tahu. menjaga siswa untuk tetap selalu siaga dalam lingkungan pendidikan. Kreatif. Menghargai prestasi. Dari hasil penelitiannya dijelaskan bahwa paling tidak ada 25 variabel yang dapat dipakai sebagai materi pendidikan karakter. 3. Pemahaman tentang moral sosial 4. Semangat Kebangsaan. dan menginvestasikan kembali masyarakat untuk berpartisipasi aktif sebagai warga negara. Jujur . Peduli social. Secara umum materi tentang pendidikan karakter dijelaskan oleh Berkowitz.

Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai ataupun berbakat mengenali produk baru. d. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. b. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan. Cinta ilmu . masyarakat. i. serta mengatur permodalan operasinya. e. tindakan. h. j. f. kritis. c. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. terhadap diri sendiri. lingkungan (alam. memasarkannya. baik terhadap diri dan pihak lain. k. dilihat dan didengar. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. Ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya. Berpikir logis. g. sosial dan budaya). Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya. Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. kreatif dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu secara realistis dan kritis untuk menghasilkan hasil baru dari apa yang telah dimiliki. menentukan cara produksi baru. dan pekerjaan. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.

e. Nasionalis Cara berpikir. Nilai kebangsaan Cara berpikir. budaya. lingkungan fisik. bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Peduli sosial dan lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. c. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. ekonomi. sosial. b. Santun Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang. kepedulian. c. Demokratis Cara berpikir. dan politik bangsanya. d. Menghargai karya dan prestasi orang lain Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama a. 3. kepedulian. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan a. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Menghargai keberagaman . b. bertindak. bersikap. Cara berpikir. Patuh pada aturan-aturan sosial Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum. dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan. dan mempunyai sikap mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. d. 4. bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

tanggung-jawab. PIKIR HATI berkorban. rasa ingin tahu. nasionalis. sopan dan santun. kooperatif. Sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik. dan berjiwa dan reflektif patriotik ramah. kreatif. Hal itu tergantung pada kepentingan dan kondisi satuan pendidikan masing-masing. kepentingan umum. Di antara berbagai nilai yang dikembangkan. religius. dan gigih kerja keras. amanah. adat. berempati. andal. 4. dan mudah dilaksanakan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah/wilayah. suku. Dalam implementasinya jumlah dan jenis karakter yang dipilih tentu akan dapat berbeda antara satu daerah atau sekolah yang satu dengan yang lain. tangguh. sportif. Proses Pendidikan Karakter Proses pendidikan karakter didasarkan pada totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia (kognitif. disiplin. KARSA gotong royong. toleran. cinta tanah air. kerja keras. afektif. rela berorientasi Ipteks. nyaman. RASA/ peduli. bersahabat/komuniktif. suka menolong. bangga menggunakan determinatif. rapi. Indonesia. cerdas. dan beretos kerja Gambar: Ruang Lingkup Pendidikan Karakter . adil. berani ingin tahu. bertanggung jawab. menghargai prestasi. kreatif. kosmopolit . yakni bersih. ceria. berpikir mengambil resiko. seperti taqwa. jujur. Totalitas psikologis dan sosiokultural dapat dikelompokkan sebagaimana yang digambarkan dalam bagan berikut: RUANG LINGKUP PENDIDIKAN KARAKTER beriman dan bertakwa. bahasa dan produk kompetitif. nyaman. peduli sosial. demokratis. satuan pendidikan. bersih. budaya. namun satuan pendidikan dapat menentukan prioritas pengembangannya dengan cara melanjutkan nilai prakondisi. saling OLAH OLAH menghargai. meskipun telah terdapat 18 nilai pembentuk karakter bangsa. psikomotorik) dan fungsi totalitas sosiokultural dalam konteks interaksi dalam keluarga. gemar membaca. inovatif. dan agama. dan sopan. produktif. kritis. OLAH OLAH pantang menyerah. semangat kebangsaan. mengutamakan bersahabat. sifat. dinamis. disiplin. sederhana. cinta damai. mandiri. peduli lingkungan. jujur. RAGA disiplin. Ada 18 nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa yang diintegrasikan pada setiap kompetensi dasar diantaranya. terbuka. dalam pelaksanaannya dapat dimulai dari nilai yang esensial. dan masyarakat. bersih dan sehat. toleransi. berdaya tahan. yang diperkuat dengan beberapa nilai yang diprioritaskan dari 18 nilai di atas. rapi.

(3) olah raga dan kinestetik (physical & kinesthetic development). 2010: 8-9). Sehingga dengan adanya pendidikan karakter. satuan pendidikan. Proses tersebut secara holistik dan koheren memiliki saling keterkaitan dan saling melengkapi. serta masing-masingnya secara konseptual merupakan gugus nilai luhur yang di dalamnya terkandung sejumlah nilai sebagaimana dapat di lihat pada gambar di atas (Desain Induk Pendidikan Karakter. Membentuk karakter individu Pendidikan karakter. karakter merupakan segala sesuatu yang melekat pada diri individu. dan masyrakat) dan berlangsung sepanjang hayat. 2. Manfaat Pendidikan Karakter Adapun Manfaat Pendidikan karakter antara lain : 1. Maka dari itu. dan cenderung menetap. Menciptakan generasi penerus bangsa yang berintegritas dan juga lebih baik Karakter yang kuat akan membuat seseorang menjadi teguh dan kokoh dalam hidupnya. (2) olah pikir (intellectual development). akan diikuti dengan integritas tinggi dari individu. dan (4) olah rasa dan karsa (affective and creativity development). maka kecenderungan individu untuk memilki karakter yang baik dan juga berguna bagi sesamanya akan terbentuk. ii. dengan adanya pendidikan karakter yang intensif. Integritas . Berdasarkan gambar tersebut di atas. dan psikomotorik) dan fungsi totalitas sosial-kultural dalam konteks interaksi (dalam keluarga. beberapa pendidikan karakter sangat baik dulakukan kepada para remaja remaja. Kalaupun memang seseorang kurang dapat menghargai sesamanya. pengkategorian nilai didasarkan pada pertimbangan bahwa pada hakikatnya perilaku seseorang yang berkarakter merupakan perwujudan fungsi totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia (kognitif. 5. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dapat dikelompokkan dalam: (1) olah hati (spiritual & emotional development). Hal ini akan sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. tentu saja tujuan dan juga manfaat utamanya adalah untuk membentuk karakter dari diri individu. karena dengan adanya keteguhan ini. Membuat individu menjadi lebih menghargai sesama Seseorang yang berkarakter kuat akan lebih dapat untuk menghargai sesamanya. Tentu saja kemampuan seseorang atau individu untuk menghargai sesamanya manusia akan menjadi lebih meningkat. afektif.

vii. vi. inilah yang penting untuk dibentuk dalam pendidikan karakter. iii. sehingga hal ini juga akan membuat seseorang menjadi lebih mudah dalam bergaul dan menjalin hubungan sosial dengan orang lain . iv. dengan menempuh pendidikan karakter. Dengan adanya pendidikan karakter. Maka seseorang akan mampu untuk menjadi generasi penerus bangsa yang baik dan menjunjung tinggi nilai integritas bagi bangsa dan juga negaranya. Agar tidak terjadi kebingungan akan identitas terutama pada remaja Remaja merupakan “sasaran empuk” dari kebingungan identitas. Hal ini akan mencegah terjadinya kondisi mental individu yang bermental tempe dan juga mental malas serta moral yang buruk. Agar dapat mengetahui dan memahami karakter diri masing-masing Berbicara soal jati diri. sehingga dengan adanya integritas yang tinggi. Maka seseorang akan menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan. sehingga tidak merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain. viii. namun ada juga orang dewasa yang mungkin belum bisa menemukan jati dirinya. namun juga bagi orang lain. Menyalurkan hal-hal yang penting sesuai dengan karakter yang dimilkinya Pendidikan karakter memiliki banyak manfaat. tidak hanya pada remaja. Menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan Seiring dengan meningkatnya moral dan kemampuan berpikir dari individu melalui pendidikan karakter. Mampu bekerja sama dengan baik Pendidikan karakter juga melatih seseorang untuk dapat bekerja sama dengan baik. Melatih mental dan juga moral dari peserta didik Manfaat pendidikan karakter sejak dini. Selain dapat meningkatkan kemampuan mental dan juga moral dari individu. manfaat pendidikan karakter bagi generasi muda juga dapat membantu untuk menyalurkan minat. Hal ini dapat menggunakan karakter yang sudah mereka miliki dan mereka sadari untuk hal yang penting dan bermanfaat. maka hal tersebut akan mempengaruhi kemampuan berpikir individu. juga bermanfaat untuk meningkatkan serta melatih mental dan juga moral dari para peserta pendidikan karakter. Tidak hanya bagi dirinya sendiri. Pendidikan karakter sangat dibutuhkan oleh kaum remaja terutama karena. terutama dalam mengambil keputusan. v. selain mampu untuk menciptakan dan menguatkan karakter seseorang. manfaatnya yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kebingungan pada remaja dalam menemukan identitas atau jati dirinya. Karena memang salah satu tugas perkembangan dari remaja adalah untuk mencari identitas. mereka akan lebih mudah menyadari dan juga mengetahui karakter dari diri masing-masing.

semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Pendidikan Karakter Menurut Agama Islam Ada sekurang-kurangnya 10 hal yang harus tertanam dalam pribadi muslim diantaranya: 1. Shahihul Ibadah (Right Devotion) Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting. Matinul Khuluq (Strong Character) Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim. Hal ini erat kaitannya dengan cara berpikir yang lebih baik dan juga pemanfaatan karakter dari diri individu dalam memecahkan masalah. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia. seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan. Salimul Aqidah (Good Faith) Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. iman atau tauhid. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan. baik di dunia apalagi di akhirat.ketentuan-Nya. Dengan akhlak yang mulia. manusia akan bahagia dalam hidupnya. Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah. dalam satu haditsnya beliau menyatakan shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat. Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting. setidaknya dapat meningkatkan kualitas mereka dalam hal pemecahan masalah atau problem solving. 3. hidup dan matiku. ibadahku. Meningkatkan kualitas problem solving individu Pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan karakter. B. seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku.ix. maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga . Dengan aqidah yang bersih. dan juga pemahaman mengenai moral. maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah. mental dan juga bijaksana akan membuat seseorang yang sudah menempuk pendidikan karakter. baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. 2. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah.

betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.Qur’an. tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. Mujahadatun Linafsihi (Continence) Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima 6.’ Dan mereka bertanya kepada pelajaran (QS 39:9). kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. 4. Di dalam Islam. dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Meskipun demikian. 5. Qowiyyul Jismi (Physical Power) Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. puasa. Oleh karena itu. Shalat. Bisa kita bayangkan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui. misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang. zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat. apalagi perang di jalan Allah dan bentuk.bentuk perjuangan lainnya. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia.benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4). Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir. Muslim). khamar dan judi. sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting.mu apa yang mereka nafkahkan. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan. Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar. maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Mutsaqqoful Fikri (Thinking Brilliantly) Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. karena setiap manusia memiliki .diabadikan oleh Allah di dalam Al. kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan.

muda sebelum tua. baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Dari waktu yang 24 jam itu. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. suatu urusan dikerjakan secara profesional. 8. tak ada yang sia-sia. Yakni 24 jam sehari semalam. Harishun ‘ala Waqtihi (Good time management) Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. yakni waktu hidup sebelum mati. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap. 7. Hakim). Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara. Munazhzhamun fi Syu’unihi (Well Organized) Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. wal asri. sehingga apapun yang dikerjakannya. senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin. ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif. Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik. adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas- tugasnya. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. wallaili dan sebagainya. sehat sebelum sakit. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama. Bersungguh-sungguh.kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. 9. bersemangat dan berkorban. Dengan kata lain. Oleh karena itu dalam hukum Islam. Qodirun ‘alal Kasbi (Independent) . wad dhuha. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri.

karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan. Rasulullah Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Nabi SAW bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. . Jiwa dan falsafah inilah yang akan menjamin kelangsungan sebuah lembaga pendidikan bahkan menjadi motor penggeraknya menuju kemajuan di masa depan. orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Pesantren mempunyai jiwa dan falsafah yang ditanamkan kepada anak didiknya. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing. mempunyai keunggulan dan karakteristik khusus dalam mengaplikasikan pendidikan karakter bagi anak didiknya (santri). Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Naafi’un Lighoirihi (Giving Contribution) Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. shadaqah. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir. terutama dari segi ekonomi. Qudhy dari Jabir) Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Pesantren sebagai salah satu sub sistem Pendidikan Nasional yang indigenous Indonesia. infaq. seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh. mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. zakat. 10. Dalam kaitan inilah. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin. Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt. Hal itu karena : Adanya Jiwa dan Falsafah. dan mempersiapkan masa depan yang baik.

tulisan perbuatan dan kenyataan). dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan. bukan lapangan penghidupan. Pondok adalah tempat ibadah dan thalabul ‘ilmi. Apa yang dilihat. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. 4. Hanya orang penting yang tahu kepentingan. Hidup sekali. sistem hingga standar operasional pelaksanaan yang sama. 2. nilai. jangan hidup.Ada Panca Jiwa yang terdiri dari : 1. Keikhlasan 2. dan jangan menggantungkan hidup kepada Pondok. 5. Kebebasan dalam menentukan lapangan perjuangan dan kehidupan Panca jiwa ini menjadi landasan ideal bagi semua gerak langkah pesantren. 4. 3. jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri. 4. Nilai. Pondok memberikan kail. Diantaranya ada Falsaafah kelembagaan. bukan belajar untuk ujian. Pondok adalah lapangan perjuangan. Pondok berdiri di atas dan untuk semua golongan. hiduplah yang berarti. Pesantren juga mempunyai falsafah yang menjadi mutiara hikmah bagi seluruh penghuni pesantren. takut mati. telah mampu memadukan seluruh komponen pesantren dalam satu barisan. takut hidup mati saja. Metode lebih penting daripada materi. dan dikerjakan oleh santri sehari-hari adalah pendidikan 2. tetapi jangan minta jasa. terhadap pemahaman jiwa. Kesederhanaan 3. Berani hidup tak takut mati. dirasakan. Terciptanya integralitas yang solid pada jajaran para pendidik hingga anak didik. 6. melalui berbagai sarana (lisan. Hidupilah Pondok. Sedang diantara falsafah pembelajarannya adalah : 1. Sistem dan Standar Operasional Pelaksanaan. . seperti : 1. Ilmu bukan untuk ilmu. Ukhuwah Islamiyah dan 5. Ujian untuk belajar. seperti : 1. Kemandirian 4. tidak memberi ikan. 3. tetapi ilmu untuk amal dan ibadah. misi dan orientasi. 2. didengar. Berikutnya adalah falsafah pendidikan. 3. Transformasi nilai-nilai pendidikan pesantren yang berlangsung sepanjang tahun. Berjasalah. guru lebih penting daripada metode. visi. Terwujudnya Integralitas dalam Jiwa.

sistem maupun pemimpin. Semuanya melandasi gerak langkahnya dengan bahasa keikhlasan. Pembiasaan 3. serta menciptakan integralitas antara ilmu dan amal dalam kehidupan. Karena mereka semua mempunyai kesadaran. Semuanya mempunyai pengaruh yang tidak kecil dalam pembentukan karakter anak didik. Pesantren menerapkan totalitas pendidikan dengan mengandalkan keteladanan. penciptaan miliu juga sangat penting. kesederhanaan. Semua mempunyai keterikatan pada sistem hingga kultur yang sudah terbentuk di pesantren. sehingga . keterpanggilan dan loyalitas baik kepada nilai. Pemberian tugas tersebut disertai pemahaman akan dasar-dasar filosofisnya. Lingkungan pendidikan itulah yang ikut mendidik. alhamdulillah di pesantren. Terciptanya Tri Pusat Pendidikan yang Terpadu. Totalitas Pendidikan.Sehingga tidak terjadi tarik-menarik kepentingan dan orientasi antara satu pihak dengan lainnya. serta keteladanan. yang semua itu harus mendapat dukungan dari Pemerintah. Soliditas ini menumbuhkan kekuatan yang dahsyat dalam proses pendidikan karakter di pesantren. dibawah bimbingan para guru dan pengasuh. antara ilmu agama dan pengetahuan umum yang tidak terdikotomikan. penciptaan lingkungan dan pembiasaan melalui berbagai tugas dan kegiatan. Bila di luar lingkungan pendidikan pesantren hal ini sulit direalisasikan secara ideal dan optimal. Penciptaan lingkungan dilakukan melalui : 1. pelatihan 4. Para santri hidup bersama dalam asrama yang padat kegiatan dan berdisiplin. Semua mempunyai pengertian dan keterpanggilan akan tanggungjawab untuk merealisasikan visi dan misi pendidikan pesantrennya. Pengarahan 6. Juga mewujudkan Integralitas ilmu pengatahuan. dirasakan dan dikerjakan oleh santri adalah pendidikan. Selain menjadikan keteladanan sebagai metode pendidikan utama. kesungguhan. Keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari tiga faktor yang saling menopang dan mendukung. ketiga faktor pendidikan ini dapat dipadukan. Sehingga seluruh apa yang dilihat. Penugasan 2. yaitu pendidikan sekolah. pendidikan keluarga dan pendidikan masyarakat. didengar. Pengajaran 5. Integralitas Tri Pusat Pendidikan membantu terwujudnya integralitas kurikulum antara intra dan ekstra kurikuler yang saling menguatkan. perjuangan dan pengorbanan untuk menggapai ridha Allah.

dengan dukungan guru-guru senior yang menjadi pembimbing masing-masing kegiatan. Kesenian. Pengawalan secara rapat. Dalam kegiatan olahraga terdapat pendidikan kesehatan jasmani. Bendahara. berjenjang dan berlapis-lapis ini dilakukan oleh para santri senior dan guru. Seluruh kegiatan yang ditangani organisasi pelajar ini dikawal dan dibimbing oleh para senior mereka yang terdiri dari para guru staf pembantu pengasuhan santri. Sekretaris. Pendekatan manusiawi (personal) dan 3. seperti bagian Ketua. Andalan koordinator urusan kedai pramuka. Kantin Pelajar. 1. penggerak bahasa. Koperasi Pelajar. Secara langsung kegiatan pengasuhan santri ini diasuh oleh Bapak Pimpinan Pondok yang sekaligus sebagai Pengasuh Pondok. Setiap kegiatan mengandung unsur-unsur pendidikan. dengan menjalankan tugas pengawalan dan pembinaan. Penggerak Bahasa. kerja sama (team work) dan kegigihan untuk berusaha. bendahara dan ketua kamar. Pengaturan kegiatan dalam pendidikan Pesantren ditangani oleh Organisasi Pelajar yang terbagi dalam banyak bagian. dan Pembina gugus depan. Ketua Koordinator Kepramukaan. Pengajaran.anak didik akan mengerjakan berbagai macam tugas dengan kesadaran dan keterpanggilan. terdapat pendidikan kesederhanaan. Andalan koordinator urusan perpustakaan. Olahraga. Keamanan. Pendekatan program 2. Setiap club olah raga dan kesenian juga mempunyai struktur organisasi sendiri. Ketrampilan. . kecintaan pada lingkungan dan kepemimpinan. Koperasi Dapur. Pertamanan. sebagaimana konsulat (kelompok wilayah asal santri) juga dibentuk struktur keorganisasian. Andalan koordinator urusan latihan. bagian keamanan. sebenarnya mereka juga sedang melalui sebuah proses pendidikan kepemimpinan. kesetiakawanan dan kebersamaan. kemandirian. terutama santri senior dan guru adalah kader yang sedang menempuh pendidikan. Kegiatan Kepramukaan juga ditangani oleh Koordinator Gerakan Pramuka dengan beberapa andalan. Pendekatan idealisme. Pimpinan Pondok membina mereka melalui berbagai macam pendekatan. kesehatan. sebagai contoh dalam kegiatan kepramukaan. terdiri dari ketua asrama. dll. Andalan koordinator urusan keuangan. Andalan koordinator urusan kesekretariatan. Pendidikan organisasi ini sekaligus untuk kaderisasi kepemimpinan melalui pendidikan self government. Andalan koordinator urusan perlengkapan. karena semua santri. Sementara itu pada level asrama ada organisasi sendiri. penanaman sportivitas. Penerangan. Bersih Lingkunan.

Tenaga pendidik merupakan ujung tombak bagi keberhasilan tujuan pendidikan.Mereka juga dibina. mengembangkan dan meningkatkan potensi anak didik dalam segala aspek kemanusiannya. dalam segala sektor kehidupan. menghormati orang lain dan toleran. diarahkan. kedua adalah penyiapan tenaga pendidik terutama para kepala sekolah yang mempunyai kapabelitas serta intergritas kepribadian tinggi dan yang ketiga adalah penciptaan lingkungan yang kondusif bagi pendidikan karakter anak bangsa. Pendidikan Karakter Nasional Bangsa Kita menyadari bahwa pendidikan karakter dan moral sangat penting. kasih sayang. Bukan hanya mentransfer informasi dan pengetahuan semata (aspek kognitif) dengan melalaikan aspek afektif dan spikomotorik. aktif. Pertama penyiapan lembaga pendidikan yang berkualitas. mempunyai kecakapan menejerial dan mampu menjadi teladan dalam segala hal bagi anak didiknya. Tenaga pendidik dan kepala sekolah yang mencintai tugasnya. melakukan transformasi kepribadian. dibimbing. etika politik. akhlak. ada etika bisnis. dikawal. pola fikir dan sikap. Pada akhirnya anak didik akan mempunyai kepribadian yang dinamis. mementingkan pendidikan yang integral. tingkah laku. pengobar semangat dan mampu berfungsi sebagai human capital sebuah bangsa karena karakter nasional menentukan ketahanan nasional bangsa yang bersangkutan. Lembaga pendidikan yang mempunyai orientasi character building. dan bermuara pada nilai-nilai inti (core values) seperti amanah. dan produktif dalam segala kebaikan. Kedua menyiapkan tenaga pendidik terutama kepala-kepala sekolah yang handal untuk merealisasikan tujuan yang ditargetkan. mempunyai ruh dan semangat idealisme tinggi. disupport. Untuk merealisasikan dan mengembangkan pendidikan karakter nasional bangsa ada beberapa hal yang memerlukan perhatian pemerintah dan masyarakat : yang pertama adalah penyiapan lembaga pendidikan yang berkualitas. adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. kejujuran. Pendidikan yang berbasis nilai. Mereka harus . berdedikasi dan mempunyai integritas moral tangguh. etika kekuasaan dan etika pergaulan. dievaluasi dan ditingkatkan. dalam rangka membangun masyarkat madani yang adil dan makmur. Kegiatan yang padat dan banyak akan menumbuhkan dinamika. tanggung jawab serta kewarganegaraan (sosial). harus dipelihara dan senantiasa direvitalisasi agar selalu bisa menjadi inspirasi. Karakter nasional bangsa yang merupakan kualitas kepribadian tangguh yang dimiliki secara kolektif oleh masyarakat luas. kita membutuhkan moral dan akhlak karimah dalam berbangsa dan bernegara. dinamika yang tinggi akan membentuk militansi dan militansi yang kuat akan menimbulkan etos kerja dan produktivitas.

dan hal-hal lain yang berbeda dengan dirinya secara sadar dan terbuka. 4. LSM maupun lembaga lain merupakan pilar-pilar pendukung bagi keberlangsungan iklim pendidikan yang produktif dan berdampak positif bagi terciptanya karakter bangsa peserta didik. dan melakukan yang benar) sehingga menjadikan orang yang bersangkutan sebagai pribadi yang dapat dipercaya. etnis. dan lain-lain dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu. Jika salah satu pilar terganggu maka seluruh proses pembelajaran pun terganggu. bahasa. 3. adat. Toleransi. 2. Penciptaan lingkungan sekitar dan suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pendidikan. Kerja keras. dipersiapkan sedemikian rupa agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan- perubahan yang terjadi dengan senantiasa meningkatkan diri dan memperbaharui pengetahuan (refresh/up-date). yakni kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku. Pendidikan Karakter Di Indonesia Pendidikan dewasa ini dituntut untuk dapat merubah peserta didik ke arah yang lebih baik. pendapat. Disiplin. Diperlukan stabilitas nasional. Religius. aliran kepercayaan. yakni perilaku yang menunjukkan upaya secara sungguh-sungguh (berjuang hingga titik darah penghabisan) dalam menyelesaikan berbagai tugas. perkataan. pekerjaan. dukungan keluarga. yakni sikap dan perilaku yang menceminkan kesatuan antara pengetahuan. ras. serta hidup rukun dan berdampingan. yakni ketaatan dan kepatuahan dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama (aliran kepercayaan) yang dianut. Berikut akan dipaparkan mengenai 18 Nilai Dalam Pendidikan Karakter Versi Kemendiknas : 1. yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan agama. Jujur. permasalahan. suku. 5. masyarakat. dan perbuatan (mengetahui apa yang benar. . serta dapat hidup tenang di tengah perbedaan tersebut. bersikap terbuka terhadap hal-hal baru (open mind) dan bersikap bersedia membantu (helpful). C. mengatakan yang benar. Kementerian Pendidikan Nasional telah merumuskan 18 Nilai Karakter yang akan ditamamkan dalam diri peserta didik sebagai upaya membangun karakter bangsa. termasuk dalam hal ini adalah sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama (aliran kepercayaan) lain.

6. dan perilaku yang mencerminkan penasaran dan keingintahuan terhadap segala hal yang dilihat. baik buku. yakni sikap dan cara berpikir yang mencerminkan persamaan hak dan kewajiban secara adil dan merata antara dirinya dengan orang lain. melainkan tidak boleh melemparkan tugas dan tanggung jawab kepada orang lain. 12. . yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan inovasi dalam berbagai segi dalam memecahkan masalah. Cinta tanah air. yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. dan sebagainya. Demokratis. 13. yakni kebiasaan dengan tanpa paksaan untuk menyediakan waktu secara khusus guna membaca berbagai informasi. 14. 15. koran. 8. 16. Mandiri. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. sehingga tidak mudah menerima tawaran bangsa lain yang dapat merugikan bangsa sendiri. dan sebagainya. 17. yakni sikap dan tindakan terbuka terhadap orang lain melalui komunikasi yang santun sehingga tercipta kerja sama secara kolaboratif dengan baik. Peduli sosial. 9. Menghargai prestasi. 7. Komunikatif. yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa bangga. Namun hal ini bukan berarti tidak boleh bekerjasama secara kolaboratif. ekomoni. 10. peduli. Cinta damai. aman. didengar. bahkan hasil-hasil baru yang lebih baik dari sebelumnya. yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan suasana damai. Gemar membaca. jurnal. majalah. dan nyaman atas kehadiran dirinya dalam komunitas atau masyarakat tertentu. Semangat kebangsaan atau nasionalisme. sikap. tenang. setia. yakni sikap dan tindakan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau individu dan golongan. budaya. sehingga selalu menemukan cara-cara baru. sehingga menimbulkan kebijakan bagi dirinya. politik. yakni sikap terbuka terhadap prestasi orang lain dan mengakui kekurangan diri sendiri tanpa mengurangi semangat berprestasi yang lebih tinggi. yakni sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan berbagai tugas maupun persoalan. Keratif. Peduli lingkungan. senang bersahabat atau proaktif. 11. Rasa ingin tahu. dan dipelajari secara lebih mendalam. yakni cara berpikir. yakni sikap dan perbuatan yang mencerminkan kepedulian terhadap orang lain maupun masyarakat yang membutuhkannya.

b) Penanaman sikap disiplin dan syukur melalui shalat berjamaah pada waktunya. yaitu: 1) Integrasi dalam mata pelajaran Pelaksanaan pendidikan karakter dilakukan secara terintegrasi ke dalam penyusunan silabus dan indikator yang merujuk pada kompetensi inti dan kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum. Tanggung jawab.( Suyadi. 2) Integrasi melalui pembelajaran tematis Pembelajaran tematis adalah pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan atau memadukan beberapa kompetensi dasar dan indikator dari beberapa mata pelajaran untuk dikemas dalam satu kesatuan. 18. sosial. dan orang tua) c. Berikut merupakan salah satu contoh integrasi ke dalam mata pelajaran fisika: a) Bersalaman dengan mencium tangan guru untuk memunculkan rasa hormat dan tawadhu kepada guru. masyarakat. baik yang berkaitan dengan diri sendiri. Menurut Agus Zaenul Fitri 2011. bangsa. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang di padukan dalam tema yang dipilih. kompetensi dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema. . Pembelajaran tematis dapat dikembangkan melalui: a) Pemetaan kompetensi untuk memperoleh gambaran kompreherensif dan utuh semua standar kompetensi. strategi pembelajaran pendidikan karakter dapat dilihat dalam empat bentuk intregrasi. Pembiasaan dan latihan d. Demikian 18 Nilai Dalam Pendidikan Karakter Versi Kemendiknas dalam upaya membangun karakter bangsa melalui pendidikan di sekolah atau madrasah. Penciptaan suasana berkarakter di sekolah f. Pengintegrasian nilai dan etika pada mata pelajaran b. b) Identifikasi dan analisis untuk setiap standar kompetensi. Pembudayaan. maupun agama. Internalisasi nilai positif yang di tanamkan oleh semua warga sekolah ( warga sekolah. c) Penanaman nilai kejujuran dalam kegiatan pratikum. yakni sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. 2013: Hal 8-9) Pendidikan karakter dapat diimplemetasikan melalui beberapa strategi dan pendekatan yang meliputi: a. Pemberian contoh dan teladan e. negara. guru.

e) Penyusunan RPP pendidikan karakter. c) Olahraga Mengajarkan nilai sportifitas dalam bermain menang ataupun kalah bukan menjadi tujuan utama melainkan nilai kerja keras dan semangat juang yang tinggi. d) Penyusunan silabus. Bependapat dan hanya berbicara setelah di persilahkan. Ada lima langkah yang bisa ditempuh untuk pendidikan karakter. f) Melaksanakan sholat berjamaah di sekolah. 4) Intergrasi melalui kegiatan ekstra kurikuler a) Pramuka Siswa dilatih dan di bina untuk mengembangkan diri dan meningkatkan hampir semua karakter misalnya: melatih disiplin. d) Kaya wisata Pembelajaran di luar kelas yang langsung melihat realitas sebagai bahan pengayaan peserta didik dalam belajar melalui kunjungan ke tempat tertentu. d) Pembiasaan angkat tangan bila hendak bertanya. c) Pembiasaan pemberian kesempatan kepada orang lain untuk berbicara sampai selesai sebelum memberikan komentar. b) Palang merah remaja Menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama juga melatih percakapan sosial dan jiwa sosial. menghubungkan KD dan indikator dengan tema sehingga akan tampak kaitan antar tema. jujur. menghargai waktu. 3) Integrasi melalui pembiasaan Menurut Agus Zainul Fitri 2011. pengkondisian dan pembiasaan untuk mengembangkan karakter dapat dilakukan dengan cara: a) Mengucapkan salam saat mengawali belajar mengajar b) Berdoa sebelum memulai pekerjaan untuk menanamkan nilai syukur. e) Pembiasaan bersalaman saat bertemu guru. menjawab. kompetensi dasar. yaitu : . e) Outbond Aktivitas di luar kelas dengan menekankan aktivitas fisik yang penuh tantangan dan petualangan. tenggang rasa dll. c) Menetapkan jaringan tema. Silabus tematik sudah di masukkan pendidikan karakter yang akan di ajarkan pada siswa. dan indikator.

Karakter banyak dipakai dalam terminologi Jepang. seni. Extra kurikuler berupa kegiatan olah raga. 1. mengucap . 3. moral adalah jalan kebajikan. hingga mencapai taraf “repetition without thinking” yang artinya ini telah menjadi kebiasaan (habit). D. Dalam penerapannya di lingkungan SD. Melaksanakan pendidikan karakter secara kontinu dan konsisten.curricular. judou (olahraga tradisional Jepang). dan mata pelajaran wajib dan pilihan di SMP dan SMA. karyawan. Tidak ada penilaian atau nilai raport untuk matapelajaran ini. 4. atau event sekolah. seperti: makan siang bersama. bekerjasama dengan teman. pihak sekolah maupun wali murid dapat meminta pertanggungjawaban berdasarkan komitmen awal yang telah disepakati bersama. Pendidikan moral bukan berupa mata pelajaran khusus seperti di Indonesia. Subjects atau mata pelajaran terdiri dari mata pelajaran wajib di SD. guru. kegiatan OSIS. 5. Pendidikan moral dalam bahasa Jepang adalah (doutoku-kyouiku) dan merupakan gabungan dari kata (doutoku) yang artinya moral. Kata moral (doutoku) disusun dari kanji (michi – jalan) dan (toku – kebajikan). seperti chadou (tea ceremony). Merancang dan merumuskan karakter yang ingin dibelajarkan pada siswa. dan menyiapkan lingkungan sekolah yang sesuai dengan karakter yang ingin dibelajarkan di sekolah. bushidou. Meminta komitmen bersama (kepala sekolah. Pendidikan Karakter Di Negara Sekuler Kurikulum sekolah di Jepang meliputi tiga aspek yaitu. dan wali murid) untuk bersama-sama ikut melaksanakan program pendidikan karakter serta mengawasinya. Menyiapkan sumber daya dan lingkungan yang dapat mendukung program pendidikan karakter melalui integrasi mata pelajaran dengan indikator karakter yang akan dibelajarkan. subjects (kamoku). Jadi. Demikian juga moral dan karakter yang harus terus dilatih dan diulang terus-menerus hingga mencapai taraf kesempurnaan (habit). aikidou. Melakukan evaluasi terhadap program yang sudah dan sedang berjalan. 2. moral education (doutoukukyouiku) dan extra. Apabila dalam proses tersebut diketahui ada penyimpangan dan pelanggaran norma dan etika. pengelolaan suasana kelas berkarakter. anak-anak dilatih berbagai kebiasaan dengan metode learning by doing. (kyouiku) yang artinya pendidikan. Filosofi merepresentasikan proses metamorfosis dengan spirit pengulangan (repetisi) untuk mencapai kesempurnaan. kendou. tetapi berupa guidance dan konseling selama 1 jam pelajaran dalam seminggu yang dilakukan oleh guru wali kelas. dan shodou (kaligrafi). Karena habit itu dilahirkan dari ayah yang bernama latihan dan ibu yang bernama repetisi.

dan mengajak siswa untuk mendiskusikan pemecahannya. Secara khusus wali kelas bertanggung jawab untuk mendiskusikan aturan kelas. atau hubungan kerjasama antaranggota kelas dalam 35 jam setiap tahun di SD dan SMP. Wali kelas juga menyampaikan kasus pelanggaran. . yang tidak saja berupa teori. dan berani tampil di depan kelas. tetapi diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. adab di dalam kereta. siswa SD diajari tatacara menyeberang jalan. Pendidikan moral di SMA selanjutnya menjadi pendidikan kewarganegaraan. Pembekalan prinsip dasar hidup yang kuat di masa pendidikan dasar inilah yang membuat kedisiplinan dan keteraturan dalam masyarakat Jepang. aturan bermain bersama. tetapi guru juga mengajak mereka untuk bersama naik kereta dan mempraktekkannya. aktivitas motorik (olahraga). Dalam pelajaran lain seperti seikatsuka atau pendidikan tentang kehidupan sehari-hari. Di SD Jepang juga diajarkan pendidikan kebiasaan hidup (seikatsuka). Dan guru tidak pernah lupa memuji mereka.salam. untuk menyuplai semangat dan kebanggaan yang selalu terkenang. Pendidikan moral di sekolah-sekolah di Jepang tidak diajarkan sebagai sebuah mata pelajaran khusus.

Diantaranya menjadi manusia yang dalam bentuk pelajaran adalah berakidah yang lurus. kerja keras. tetapi pribadi yang integratif. Cinta Damai guru. 3. Namun nilai nilai beribadah yang benar dan kepada Allah SWT. Salimul Aqidah (Good diantaranya: tanggung jawab. mandiri dan kehidupan sehari hari di Hal ini merupakan tujuan bertanggung jawab. Menghargai Prestasi keteladanan dan kebiasaan (Good time management) 13. Demokratis damai. Matriks Konsep Pendidikan Karakter Pandangan Agama Pandangan Indonesia Pandangan Sekuler Ada sekurang-kurangnya 10 Ada 18 Nilai Pendidikan Dilihat dari sisi budaya. Religius hormat dan santun. mulai dari akidah yang lurus. Pendidikan karakter bagi bangsa Indonesia merupakan pembiasaan dan budaya ketimuran yang terkenal dengan keramah-tamahan bangsa di mata dunia. ibadah yang benar dan akhlak yang mulia. kreatif. Gemar Membaca menghargai pemimpin dan 9. 1. Qodirun ‘alal Kasbi 16. tertib dan disiplin. cinta 5. percaya diri. hal yang harus tertanam Budaya dan Karakter Bangsa masyarakat Jepang terkenal dalam pribadi muslim yang diintegrasikan pada dengan masyarakat yang diantaranya: setiap Kompetensi Dasar rapi. Cinta Tanah Air Jepang dilakukan melalui 7. etika dan sopan santun dijunjung tinggi. Naafi’un Lighoirihi 18. keadilan 4. dari yang belum baik menjadi lebih baik. Disiplin kreatif. Harishun ‘ala Waqtihi 12. baik dan Power) 7. dari yang belum tau menjadi lebih tau. jujur. Mandiri rendah hati.berakhlak agama itu diwujudkan dalam berakhlak (karakter) mulia. Shahihul Ibadah (Right 2. Bersahabat/Komuniktif oleh para pemimpin dan 8. Matinul Khuluq (Strong 4. Peduli Lingkungan melakukan peningkatan (Independent) 17. Islam sebagai rahmatan lil alamiin memberikan pondasi yang sangat kokoh dalam proses pembelajaran seseorang. dan Devotion) 3. Peduli Sosial dalam mutu pendidikan 10. dan cinta persatuan (Thinking Brilliantly) 9. Metode indikator dari tujuan pendidikan dan pengajaran pendidikan nasional adalah . kasih 2. peduli. Munazhzhamun fi 14. Mutsaqqoful Fikri 8. penyelenggaraan program terkait dengan ajaran Shinto menganjurkan menjadi pendidikan nasional yang dan Budha. BAB III PEMBAHASAN A. Toleransi kerjasama. pendidikan Islam. Pendidikan karakter di Negara Jepang lebih praktis dan aplikatif. Rasa Ingin Tahu 6. Hal bertujuan berkembangnya menariknya kedua agama ini ini tercermin dari 10 sifat potensi peserta didik untuk tidak diajarkan di sekolah muslim tangguh. Kerja Keras pantang menyerah. Mujahadatun Linafsihi 10. Banyak sekolah. Tanggung-jawab (Giving Contribution) Analisis: Pendidikan merupakan proses pembelajaran yang tujuan akhirnya adalah mengubah perilaku peserta didik. mulia. Qowiyyul Jismi (Physical 6. beriman dan bertakwa wajib. Jujur sayang. karena sudah menjadi kebiasaan Pro: Agama Islam Pro: Pendidikan karakter Pro: Norma dalam mengajarkan pola hidup merupakan dasar utama masyarakat Jepang sangat secara seimbang. Kreatif dan kepemimpinan. Semangat Kebangsaan Pendidikan karakter di (Continence) 11. toleransi. dan Character) 5. Karena Jepang sangat Syu’unihi (Well Organized) 15. Faith) 1.

tetapi karakter bagi anak didiknya kalbu/nurani/afektif peserta didik diintegrasikan dalam (santri). seperti : tinggi dan penuh kekuatan (dignity). Matriks Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Pandangan Agama Pandangan Indonesia Pandangan Sekuler Pendidikan Karakter di Tujuan Pendidikan Pendidikan moral untuk Pondok Pesantren Budaya dan Karakter Bangsa SD dan SMP di sekolah mempunyai keunggulan dan menurut Puskur Kemendiknas di Jepang tidak diajarkan karakteristik khusus dalam (2010) adalah: sebagai sebuah mata mengaplikasikan pendidikan 1. "seikatsuka" atau life gerak langkah pesantren. Pandangan Agama Pandangan Indonesia Pandangan Sekuler dalam Islam yang bermakna aspek perubahan sikap adalah metode keteladan. Hidupilah Pondok. dan terintegrasi dalam RPP yang tidak saja untuk jangan menggantungkan dikembangkan oleh guru mata memahami pohon secara hidup kepada Pondok pelajaran. Kemandirian universal dan tradisi budaya bangsa kelas. siswa diarahkan 2. penuh kreativitas dan menjadi penghuni pesantren. berwawasan kebangsaan. sebagai generasi penerus bangsa moral di Jepang 4. jujur. tetapi mereka 3. Mengembangkan lingkungan kehidupan sehari hari. Mengembangkan kemampuan diantaranya diajarkan Panca jiwa ini menjadi peserta didik menjadi manusia yang dalam pelajaran landasan ideal bagi semua mandiri. 1. Kebebasan dalam 3. Pesantren juga mempunyai kehidupan sekolah sebagai Pendidikan moral di falsafah yang menjadi lingkungan belajar yang SMA selanjutnya mutiara hikmah bagi seluruh aman. Pendidikan perjuangan dan kehidupan. Keikhlasan perilaku peserta didik yang terpuji bertanggungjawab untuk 2. Ia 1. Bahkan Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia melakukan terlebih dahulu syari’at Islam. bukan lapangan Implementasi pendidikan karakter IPA di sebuah SD di penghidupan dalam pembelajaran termaktub Jepang. kelembagaan. aturan bermain 4. ilmiah. Mengembangkan potensi pelajaran khusus. atau 5. Ada Panca Jiwa nilai budaya dan karakter bangsa. Mengembangkan kebiasaan dan wali kelas. dan skills atau pendidikan 5. secara langsung adalah yang terdiri dari : 2. kreatif. Pondok adalah tempat diajak pula untuk ibadah dan thalabul ‘ilmi. Yang bertanggung jawab Falsafah. bersama. Menanamkan jiwa kepemimpinan hubungan kerja sama menentukan lapangan dan tanggung jawab peserta didik antaranggota. persahabatan. Adanya Jiwa dan warganegara yang memiliki nilai. Hal itu karena : sebagai manusia dan semua mata pelajaran. Pondok adalah lapangan Dalam pelajaran perjuangan. menempatkan pohon . Kesederhanaan dan sejalan dengan nilai-nilai mendiskusikan aturan 3. kemudian diajarkan kepada sahabat dan ummat B. serta dengan rasa pendidikan Diantaranya ada Falsaafah kebangsaan yang kewarganegaraan. Ukhuwah Islamiyah yang religius.

4. bersikap sopan. hiduplah sudut di Negara Jepang. Ilmu bukan untuk ilmu. Berjasalah. Di setiap 2. Metode lebih penting daripada materi. siswa akan pendidikan. seperti : peduli dengan kondisi 1. Hidup sekali. bukan belajar untuk ujian. oleh santri sehari-hari adalah tidak ada penebangan pendidikan liar di Jepang. Hal ini tergambar dalam standar kompetensi lulusan dan kompetensi inti yang dimuat pada peraturan perundang-undangan (KI-1 dan KI-2) yang menjabarkan capaian kompetensi sikap spritual dan sosial yaitu menerima. tetapi jangan masyarakat harus minta jasa.Pandangan Agama Pandangan Indonesia Pandangan Sekuler 4. pohon di sekitarnya. tetapi ilmu untuk amal dan ibadah Analisis: Implementasi pendidikan karakter sangat relevan dengan penerapan Kurikulum 2013 yang menjadikan aspek sikap sebagai capaian utama dalam proses pembelajaran. Apa yang dilihat. Hanya orang penting yang tahu kepentingan. Dasar Fisika dengan menyadari pemimpin dan guru . jangan di yang memberikan hidup.menghayati. didengar. pesan agar seluruh 4. dan mengamalkan nilai. dan dikerjakan Sebagai dampaknya. takut mati. saling 5. Ujian untuk belajar. Pondok memberikan kail. dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan Sedang diantara falsafah pembelajarannya adalah : 1. 2. jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri. dirasakan. tidak memberi ikan. Pro: Pendidikan akhlak Pro: Penyelenggaraan pendidikan Pro: Pendidikan karakter (karakter) merupakan basic karakter termaktub dalam tujuan di Jepang sudah utama dari capaian program pendidikan (khususnya) mengakar semenjak dini. menanggapi. yang berarti sarat dengan poster- 3. Karena belajar pembelajaran Fisika : (a) Melalui pembiasaan dan adalah proses perubahan Membentuk sikap positif terhadap keteladanan oleh para tingkah laku. pembelajaran. Sebaik-baik manusia menghargai. guru lebih penting daripada metode. Dengan Berikutnya adalah falsafah konsep ini. Berani hidup tak takut poster mati. Pondok berdiri di atas dan sebagai bagian dari untuk semua golongan kehidupan sehari hari. menghargai. disiplin adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya 6. 3. takut hidup mati saja.

rasa ingin tahu. (d) Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berfikir analisis induktif dan deduktif dengan mengggunakan konsep dan prinsip Fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaikan masalah baik secara kualitatif dan kuantitatif (rasa ingin tahu. ulet. gemar membaca) . aturan dalam bersikap dan terbuka. mengolah data. dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (menghargai prestasi. Agama Islam peduli lingkungan) . Kualitas bekerjasama dengan orang lain keperibadian seseorang (jujur. lingkungan) . ditentukan dari akhlaknya demokratis. kerja sama. objektif. peduli lingkungan. mandiri) . kreatif. (b) Memupuk memberi rambu-rambu sikap ilmiah yaitu jujur. serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis (mandiri. kritis dan dapat bertingkah laku. toleransi. rasa ingin tahu. mantap. mengumpulkan. merancang dan merakit instrumen percobaan. jujur. gemar membaca. cinta damai) .Pandangan Agama Pandangan Indonesia Pandangan Sekuler pendidikan agama yang keteraturan dan keindahan alam diantaranya berlaku jujur kokoh akan membentuk serta mengagungkan kebesaran dan bertanggung jawab. krestif. mandiri. mandiri. kreatif. gemar membaca. disiplin. (c) Mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah mangajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan. pribadi peserta didik yang Allah SWT (karaketer yang merasa malu berbuat mempunyai life skill yang ditumbuhkembangkan religius. salah. peduli. (e) Menguasai konsep dan prinsip Fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan. kerja keras.

menyambut tamu. dan perilaku moral (moral behavior). Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama. Pendidikan karakter pada negara jepang lebih menekankan pada kegiatan sehari hari seperti etika naik kereta. perkataan. Pendidikan karakter di indonesia meliputi 18 karakter diantaranya religius. demokratis. berjalan pun dengan asal nabrak. naafi’un lighoirihi (giving contribution) 3. dan tanggung-jawab. peduli sosial. Pendidikan karakter memliki waktu khusus dalam pendidikan. KESIMPULAN 1. kreatif. gemar membaca. cinta tanah air. qowiyyul jismi (physical power). sesama manusia. matinul khuluq (strong character). pendidikan karakter merupakan upaya- upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. hukum. Karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing). 2. Hasilnya. kerja keras. rasa ingin tahu. maka akan lumpuh sehingga mudah disetir. karena buta tidak bisa berjalan. bersahabat/komuniktif. BAB IV PENUTUP A. B. jujur. qodirun ‘alal kasbi (independent). Sebaliknya. Sehingga penerapannya jelas diterima oleh peserta didik. pendidikan moral. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. menghargai prestasi. dan adat istiadat. dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. 4. ada sekurang-kurangnya 10 hal yang harus tertanam dalam pribadi muslim diantaranya: salimul aqidah (good faith). Pendidikan karakter dalam pandangan islam berpedoman pada alquran dan hadits. harishun ‘ala waqtihi (good time management). lingkungan. . munazhzhamun fi syu’unihi (well organized). tata krama. sikap moral (moral felling). budaya. peduli lingkungan. mutsaqqoful fikri (thinking brilliantly). toleransi. berbicara dengan orang tua. Untuk itu. penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik. disiplin. pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif. shahihul ibadah (right devotion). cinta damai. mandiri. mujahadatun linafsihi (continence). semangat kebangsaan. dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh”. SARAN Ada sebuah kata bijak mengatakan “ ilmu tanpa agama buta. perasaan. diri sendiri. dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. sikap.

Suyanto dan Hisyam. 1992. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. The Hague: CESO. The Role of Cultural Identity in Development. Bandung: Remaja Rosda Karya. Panduan Praktis. http://rumahinspirasi. Pendidikan di Indonesia Memasuki Milenium III: Refleksi dan Reformasi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Character Education Partnership. Schaps. Melalui Pendidikan Holistik. Eleven Principles of Effective Character Education. Fitri. Jakarta: Bina Rupa Aksara. Thomas. 2000. 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Dobbledum. Jakarta: Prenada Media.). Mulyasa. ___________. Eric. 1992. diakses tanggal 25 Desember 2016 . New York: Bantam Books.id/manfaat-pendidikan-karakter. 2011. Reinventing Human Character: Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah. Dalam Ledo Dobbeldum (Ed. http://belajarpsikologi. Catherine. Suyadi. Djihad. Lickona. Pemikiran Pendidikan: Upaya Membangun Manusia Berkarakter. Agus Zaenul. diakses tanggal 25 Desember 2016 __________. Musfah. Tom.com/18-nilai-dalam-pendidikan-karakter-bangsa/. 2006. Lickona. 2012.co. DAFTAR PUSTAKA Anthony-Darden-Bedford. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. E. Strategi Pemebelajaran Pendidikan Karakter. dan Lewis.com/pengertian-pendidikan-karakter/ diakses tanggal 25 Desember 2016 ___________. 1995. Jilid 1. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. 2007. http://manfaat. Sistem Pengendalian Manajemen.