1.

Masalah Kurang optimalnya pelaksanaan Overan di Rawat Inap

MAN (Perawat)
(Perawat)
Money(uang)
Tingkat pendidikan perawat (Perawat)
yang bervariasi
Pemahaman tentang overan
masih kurang Ketersedian
dana untuk format

Motivasi kurang

Kurang optimalnya
pelaksanaan Overan
di Rawat Inap Sistem reward/punishment
kurang optimal
Belum adanya
Program penjamin mutu Pelatihan tentang
Pelaporan berupa belum efektif Overan
Tindakan medis Format overran dan sop
Ketersediaan alat dokumentasi belum ada
Keg Overan belum
Tepat waktu
MATERIAL
METHOD awat)
MACHINE (Perawat)

Masalah belum optimalnya Metode penugasan MAN (Perawat) (Perawat) Tingkat pendidikan perawat Bekerja tdk sesuai uraian tugas yang bervariasi Money(uang) Pemahaman tentang metode penugasan (Perawat) masih kurang Beban kerja yang tidak sesuai Dana untuk recuitmen Tenaga kurang Motivasi kurang Belum optimalnya metode penugasan di Rawat Inap Sistem reward/punishment kurang optimal Program pelaksanaa metode penugasan Materi metode belum optimal penugasan Evalusi belum efektif Keg pre dan post conference belum optimal MATERIAL METHOD awat) (Perawat) Machine .2.

3. Belum optimalnya pelaksanaan supervisi MAN MONEY Model supervisi belum ada Butuh waktu yang cukup untuk Karu belum paham supervisi Monev kurang tentang pelaksanaan supervisi Karu banyak mengerjakan tugas Butuh biaya rangkap BELUM penggandaan format OPTIMALNYA PELAKSANAAN SUPERVISI Pedoman belum ada Motivasi Format Perencanaan rendah belum ada supervisi belum ada Kemampuan supervisi Supervisi dianggap karu kurang mencari kesalahan METHODE MACHINE .

4. Belum optimalnya dokumentasi program pengendalian mutu RS MAN MONEY Tim Mutu ada Butuh biaya pengadaan format Butuh biaya Pengetahuan operasional tentang mutu kurang Komite Keperawatan sudah terbentuk Butuh biaya pengadaan BELUM pelatihan OPTIMALNYA PENGENDALIAN MUTU Bimbingan belum ada Format belum ada Perlu pemantauan Penanggung tiap hari jawab mutu per ruangan Pedoman kurang belum ada lengkap METHODE MACHINE .