RANGKUMAN UTS SEJARAH

1. Pengertian Sejarah
 Secara umum: kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan
peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa.
 Dalam bahasa Arab: sajaratun artinya pohon dan keturunan.
 Dalam bahasa Yunani: istoria artinya belajar.
 Dalam bahasa Jerman: geschichte artinya sesuatu yang telah terjadi.
2. Sumber-sumber Sejarah
 Sumber tertulis (dokumen): keterangan dalam bentuk laporan tertulis yang
memuat fakta-fakta sejarah secara jelas. Biasanya terdapat dalam naskah
perjanjian, arsip notulen, dll.
 Sumber lisan (oral): cerita sejarah yang hidup di tengah masyarakat, diceritakan dari
mulut ke mulut dan dapat dilakukan dengan wawancara.
 Benda peninggalan (artefak): keterangan yang dapat diperoleh dari benda-benda
tertentu atau benda peninggalan yang sering disebut kuno/purbakala. Contohnya
prasasti dll
 Sumber kuantitatif (perhitungan): digunakan untuk meneliti perekonomian saat itu.
Contohnya memperhitungkan berapa persediaan beras untuk kota pada masa saat
menghadapi Belanda.
3. Periodisasi: pembabakan waktu dalam sejarah berdasarkan dimensi ruang, waktu dan
tema-tema tertentu. Tujuan periodiasi:
 Memudahkan Pengertian
 Menyederhanakan Cerita
 Memudahkan Klasifikasi dalam Ilmu Sejarah
 Mengetahui Peristiwa secara Kronologis
 Untuk Memenuhi Sistematika Ilmu Pegetahuan
4. Kronologi: berasal dari chromos berarti waktu dan logos berarti ilmu. Artinya, kronologi
adalah ilmu untuk menentukan waktu terjadinya suatu peristiwa dan tempat peristiwa
tersebut secara tepat bedasarkan urutan waktu. Tujuan kronologi adalah menghindari
anakronikme atau kerancuan waktu sejarah.
5. Tahap-tahap Penelitian Sejarah
 Heuristik: mengumpulkan data
 Verifikasi: pembuktian kebenaran data
 Interpretasi: penafsiran data
 Historiografi: penulisan sejarah
6. Hasil Zaman Logam
 Kapak Corong
 Nekara/Moko
 Bejana Perunggu

Nias. Keturunan Proto Melayu antara lain masyarakat Toraja. Kedatangan Bangsa Proto Melayu:  Tahun 2000 SM. Kalimantan. Ada juga di antara mereka yang masuk ke pedalaman. Teori Hindhu-Budha  Teori Waisya: dibawa oleh pedagang (N.  Jalur pertama menyebar ke Sulawesi. Masyarakat Proto Melayu yang menempuh jalur ini membawa kebudayaan neolitikum berupa beliung persegi. Hasil Zaman Mesolitikum  Kebudayaan Tulang Sampung: mata panah.  Jalur kedua menyebar ke Sumatra.  Masyarakat Deutro Melayu kemudian menyebar ke sepanjang pesisir. Maluku. Jawa. Asal Budaya Logam: dibawa oleh Deutro Melayu 8. Masyarakat Deutro Melayu membawa kebudayaan perunggu yang dikenal sebagai kebudayaan Dongson. dan Sasak. Mereka biasa disebt bangsa Proto Melayu atau Melayu Tua. Kedatangan Bangsa Deutro Melayu  Sekitar tahun 500 SM. dan Papua. a.  Mata Sabit  Mata Kapak 7. dan Bugis. Dayak. 10. Bali. alat-alat tulang yang ditemukan di Gua Lamoncong  Kebudayaan Kapak Genggam: kjokkenmoddinger. Masuknya Nenek Moyang a. Krom) . Keturunan Deutro Melayu antara lain masyarakat Minang. Kedatangan mereka mendesak penduduk keturunan Proto Melayu yang telah lebih dulu menetap. flake. Ras itu menjadi nenek moyang penduduk Papua sekarang. bahkan sampai ke Indonesia bagian timur. Masyarakat Proto Melayu yang menempuh jalur ini membawa kebudayaan neolitikum berupa kapak lonjong. Mereka biasa disebt Deutro Melayu atau Melayu Muda. penduduk ras Melayu Austronesia dari Teluk Tonkin bermigrasi ke Kepulauan Indonesia. kapak Sumatra. Keturunan Proto Melayu antara lain masyarakat Batak. pisau batu yang ditemukan di pesisir Sumatra Timur Laut 9. mata panah bergerigi. dan Nusa Tenggara. Jawa. Kedatangan mereka mendesak penduduk dar ras Austro Melanesoid ke pedalaman. batu-batu penggiling yang ditemukan di Gua abris sous roche  Kebudayaan Toala: flake.J. datang lagi gelombang migrasi penduduk dari ras Melayu Austronesia dari Teluk Tonkin ke Kepulauan Indonesia.

peternakan. Wahidin Soedirohoesodo.K. Faktor Penyebab Penjelajahan  Jatuhnya Kota Konstatinopel ke tangan Turki pada tahun 1453  Adanya penemuan baru seperti kompas.C. Akulturasi Hindhu-Islam  Wayang  Bentuk mesjid: berbentuk tumpang yaitu atap yang tersusun dari bawah ke atas semakin kecil  Bentuk relief pada makam. berkembangnya perdagangan (ditandai dengan munculnya pasar). dan golongan Brahmana mendapatkan tempat terhormat di kerajaan Indonesia  Teori Arus Balik: hubungan timbal balik antara Indonesia dan India bedasarkan dunia maritim dan perdagangan (F. sudah menjadi kewajiban Brahmana. Mookerdji) teori paling lemah karena tidak ada bukti kerajaan Indonesia ditaklukan oleh India  Teori Brahmana: dibawa oleh para petinggi (J. Sutomo  Tujuan: memajukan pengajaran dan kebudayaan.  Teori Ksatria: dibawa oleh orang-orang politik (CC. babad. Tujuan Pergerakan Nasional  Budi Utomo (1908)  Dr. dilengkapi gapura. Kehidupan Sosial Masa Islam: aturan kasta mulai pudar di masyarakat. dan primbon 13. buktinya karena kitab suci hanya bisa diterjemahkan oleh brahmana. Bosch) 11. perdagangan. pengajaran.L. suluk. dan teknik pembuatan kapal yang lebih baik  Teori Copernicus yang menyatakan bumi itu bulat  Catatan perjalanan Marcopolo ke negeri Cina berjudul Imago Mundi  Keinginan mencari daerah pusat penghasil rempah-rempah  Menyebarkan agama Nasrani  Ingin mencari daerah jajahan 15.D. dibangun rumah pada makam  Gambar barong di gapura jadi kaligrafi  Munculnya hikayat. mesiu. Faktor Islam Berkembang di Indonesia  Mudah (hanya dengan baca syahadat)  Upacara sederhana  Tidak mengenal kasta  Menggunakan tradisi masyarakat  Disebarkan secara damai 12. pertanian. dr. 14. teknik industri  Non-politik dan kooperatif dengan Belanda . Van Leur dan Nilakantha Shastri) paling kuat. Moens. Beng. J.

membangun dan memperbaiki pengairan). Cipto Mangunkusumo. kelebihan hasil produksi dikembalikan ke rakyat. Politik Etis (1900)  Dibidang politik (kebijakan desentralisasi) dan bidang ekonomi (Trias van Deventer)  Trias van Deventer: irigasi (pengairan. seinendan. Akhirnya dibuat perjanjian Koeli Ordonantie  Eksploitasi Agraria: penggunaan lahan-lahan. Sutan Syahrir  Tujuan: menentukan nasib Indonesia sendiri. Ahmad Soebardjo. migrasi. membantu para anggota yang mengalami kesulitan dalam usaha permodalan. Politik Pintu Terbuka (1870)  Belanda memberikan keleluasaan kepada pemilik modal swasta mengembangkan bisnisnya di Indonesia  Banyak pengusaha menanamkan modalnya dalam bidang perkebunan dan pertambangan  Eksploitasi Manusia: koeli yang dipekerjakan mempunyai tugas yang berat. kerugian bukan karena petani tanggung jawab pemerintah. dan edukasi . baik yang masih produktif maupun kosong milik rakyat dijadikan areal perkebunan dan pertambangan 18. bagi yang tidak memiliki tanah bekerja di tanah pertnian selama 66 hari. waktu penanaman tidak boleh melebihi waktu tanam padi. dll  Memberlakukan bahasa Indonesia  Memberlakukan kerja paksa (kinrokashi) dan pekerjanya (romusha)  Membentuk lembaga kebudayaan (Keimin Bunka Sidhosa) 17. bersatu melawan penjajah  Politik dan non-kooperatif dengan Belanda 16. Samanhudi. dan memajukan agama Islam  Non-politik tapi pada praktiknya politik dan kooperatif dengan Belanda sebelum berganti nama menjadi PSI  Perhimpunan Indonesia (1908)  dr. Kehidupan Masa Penjajahan Jepang  Organisasi politik dilarang dan dibentuk PETA . keibondan. HOS Cokroaminoto  Tujuan: memajukan perdagangan. mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri. dan pengawasan ini dilakukan oleh kepala desa  Menghasilkan UU Agraria dan UU Gula 19. memajukan kepentingan rohani dan jasmani.  Sarekat Islam (1911)  H. Hatta. Tanam Paksa  Cultuurstelsel oleh Johannes van den Bosch  Rakyat dipaksa menanam tanaman-tanaman ekspor yang hasilnya dijual kepada Belanda  Sejak tahun 1830-1835  Kebijakan: 1/5 tanah ditanami komiditi ekspor. Pada awalnya koeli seringkali kabur setelah direkrut.

KAA. meningkatkan transmigrasi bagi penduduk Jawa 21. Kebijakan Ekonomi Awal Kemerdekaan  Ori (Oeang Republik Indonesia)  BNI  BRI  Menembus blokade Belanda  Kasimo Plan (kebijakan di bidang pertanian): meningkatkan swasembada dengan menanami lahan-lahan kosong. melarang pembunuhan sapi dan kerbau. politik luar negeri bebas aktif  Burhanuddin Harahap: Pemilu I (29 September 1955)  Ali Sastroamidjojo II: pembatalan KMB  Djuanda: musyawarah nasional 26. Dwikora  3 Mei 1963  Soekarno yang marah karena adanya demonstrasi anti-Indonesia di Malaysia  Isi: 1) perhebat ketahanan rakyat dan 2)bantu perjuangan revolusioner rakyat Sabah. Pemilu I dan Hasilnya  Tahap I: memilih DPR ada 29 September 1955 dari 29 parpol . Program Kabinet pada Masa Demokrasi Liberal  Natsir: Sumitro Plan  Sukiman: perubahan skala prioritas dalam pelaksanaan programnya  Wilopo: memperkenalkan APBN  Ali Sastroamidjojo I: Sistem ekonomi Ali Baba. Perubahan Maklumat  16 Oktober 1945: KNIP legislatif  3 November 1945: Multipartai (pembentukan partai partai politik)  14 November 1945: Indonesia menjadi sistem parlementer 23. peran.  Kebijakan desentralisasi: memberikan ruang. serta kesempatan bagi orang-orang Indonesia 20. Sistem Ekonomi pada Demokrasi Liberal  Gunting Syafruddin: pemotongan nilai uang diatas Rp 2. Serawak. simpati dan dukungan dari dunia Internasional 22. Agresi Militer II dan Akibatnya  Belanda yang menyerang Jogja  Melanggar perjanjian Perundingan Renville  Akibatnya: dibentuknya PDRI di Bukittinggi.5  Gerakan Benteng/Sumitro Plan: pada masa Kabinet Natsir dengan meminjamkan kredit kepada pengusaha pribumi  Nasionalisasi de Javasche Bank  Sistem Ekonomi Ali Baba: pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo I dengan 24. Malaya dan Brunei 25. penggunaan bibit unggul.

Misi Garuda I: 1 Januari 1957 bergabung dengan UNEF dalam krisis Suez. Pemberontakan DI/TII  Jabar: S. Komunis)  Peran politik dibatasi  Peran Militer semakin kuat  Anti Kebebasan Pers ESSAY 1. Ciri-ciri Neolitikum  Bercocok tanam  Menetap  Alat: Kapak persegi dan Kapak Lonjong  Kelompok besar untuk melakukan pekerjaan . relief  Sistem Pemerintahan: sistem kerajaan yang raja dipilih secara turun menurun (dulu kepala suku yang dipilih secara demokratis)  Kalender: tahun saka  Seni Sastra: bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa  Seni Bangunan: gapura. candi  Agama: Hindhu dan Budha  Sistem sosial: Sistem kasta 2.  Tahap II: Memilih konstituante pada 15 Desember 1955 27. Ciri Demokrasi Terpimpin  Sistem presidensil  Dominansi kekuasaan Presiden: karena diangkatnya presiden seumur hidup oleh MPRS  Pembentukan DPR-GR dan MPR  Ajaran NASAKOM (Nasionalis. Tujuannya adalah mengawasi penarikan mundur tentara Israel 30. Dekrit Presiden  Kembali ke UUD 1945  Dibubarkannya konstituante  Dibentuknya MPRS dan DPAS 28.M Kartosuwiryo kecewa terhadap Soekarno atas Renville dan menolak hijrah ke Yogyakarta  Aceh: kecewa dengan pemerintahan karena Aceh merupakan bagian dari Sumatera Timur padahal Aceh merasa adalah daerah istimewa karena tidak pernah dijajah  Kalsel: karena pemerintah menolak permintaan Kahar Muzakkar (ingin KGSS dan satuan gerilya lain disatukan dalam Brigade Hasanudin)  Sulsel: karena Kesatuan Rakyat Tertindas melakukan pengacauan 29. Pengaruh Hindhu-Budha  Seni Rupa: arca. Agama.

pabrik meriam di Semarang. tidak dimakamkan di candi tetapi dimakamkan secara Islam. pemilu 1999.J. dan sekolah militer di Batavia  Membangun rumah sakit dan tangsi-tangsi militer  Membagi Pulau Jawa menjadi 9 keresidenan 5. rajanya bergelar sultan atau sunan seperti halnya para wali.3. Raja dipilih secara turun menurun  Sosial: Kasta pudar di masyarakat dan adanya sistem perdagangan 4. Masa kekuasaan Daendels (januari 1808-Mei 1811)  Membangun Jalan Raya Pos dari Anyer sampai Panarukan:  Mendirikan benteng-benteng pertahanan  Membangun pangkalan angkatan laut di Merak dan Ujung Kulon  Membangun angkatan perang  Mendirikan pabrik senjata di Surabaya . cabinet bersatu. Kehidupan sosial politik pada Masa Islam  Politik: Sistem pemerintahan yang bercorak Islam. Jika rajanya meninggal. Habibie: reformasi politik. rekapitulasi bank  Gusdur: restrukturasi pemerintahan  Megawati: berdirinya KPK dan amandemen UUD  SBY: Trias Politica. poltik luar negeri bebas aktif . Reformasi di bidang Hukum dan Politik  B.