SATUAN ACARA KEGIATAN

BERMAIN BONEKA TANGAN

DI RUANG MARWAH IIC RSU HAJI SURABAYA

Oleh

Kelompok 3 Stase Keperawatan Anak

1. Rahmad Singgih Pratama, S.Kep (20164663022)
2. Fadilah Pochi, S.Kep (20162663056)
3. Abdul Wahed, S.Kep (20164663055)
4. Refida Fitria Anggraini, S.Kep (20164663023)
5. Laily Kurniawati, S.Kep (20164663043)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

LATAR BELAKANG Bermain merupakan suatu aktivitas dimana anak dapat melakukan atau mempraktekkan ketrampilan. dimana anak mulai belajar menciptakan sesuatu dari permainan yang ada dan mampu memodifikasi objek yang digunakan dalam permainan sehingga anak akan lebih kreatif melalui model permainan. kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya. 2005). Hal ini dapat terlihat pada saat anak bermain. Ketiga. Keempat. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman. proses sosialisasi dapat terjadi melalui permainan. bermain juga dapat berfungsi dalam peningkatan kreativitas. perasaannya dan pikirannya. menjadi kreatif. membantu perkembangan kognitif. perkembangan kognitif dapat dirangsang melalui permainan. meningkatkan kreativitas. Kedua. 2016 SATUAN ACARA KEGIATAN TERAPI BERMAIN “BONEKA TANGAN” Topik : Terapi Bermain Sub Topik : Terapi Bermain pada anak sakit usia 1-3 tahun Peserta : Pasien anak usia 1-3 tahun Pelaksanaan : Kamis. bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan bermain. Kelima. Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya. Fungsi bermain pada anak ini adalah dapat dilakukan dengan melakukan rangsangan pada sensorik dan motorik melalui rangsangan ini aktivitas anak dapat mengeksplorasikan alam sekitarnya. bermain pada anak akan memberikan . Jadi kesimpulannya bermain adalah cara untuk memperoleh kesenangan agar anak dapat kreatif dan mengekspresikan pikiran. mampu memahami objek permainan. meningkatkan sosialisasi anak. mempersiapkan diri untuk berperan dan berperilaku dewasa (Aziz A. maka anak mencoba melakukan berkomunikasi dengan bahasa anak. pertama. Fungsi bermain pada anak diantaranya. kreatif dan cerdas. membantu perkembangan sensorik dan motorik. memberikan ekspresi terhadap pemikiran. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. 8 desember 2016 Tempat: Di ruang Marwah 2 – RSU Haji Surabaya A. meningkatkan kesadaran diri.

dan juga ada beberapa permainan yang memiliki aturaan-aturan yang harus dilakukan tidak boleh dilanggar. Pada saat dirawat di rumah sakit. . memukul. jarak serta suara. teriak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan pengaruh hospitalisasi pada anak yaitu dengan melakukan kegiatan bermain. bermain juga dapat memberikan nilai moral tersendiri pada anak. mempunyai nilai terapeutik. Keenam. kehilangan kontrol. hal ini dapat dijumpai anak sudah mampu belajar benar atau salah dari budaya dirumah. bermain dapat menjadikan diri anak lebih senang dan nyaman sehingga adanya stress dan ketegangan dapat dihindarkan. khususnya pada pasien anak yaitu ketakutan dan ketegangan atau stress hospitalisasi. Bermain merupakan aktivitas yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak dan merupakan cerminan kemampuan fisik. menyepak. dan akibat dari tindakan invasif yang menimbulkan rasa nyeri. Ketujuh. Akibatnya akan menimbulkan berbagai aksi seperti menolak makan. melakukan apa yang dapat dilakukannya. tidak kooperatif atau menolaktindakan keperawatan yang diberikan.kemampuan pada anak untuk eksplorasi tubuh dan merasakan dirinya sadar dengan orang lain yang merupakan bagian dari individu yang saling berhubungan. mengingat bermain dapat menghibur diri anak terhadap dunianya. anak akan mengalami berbagai perasaan yang menimbulkan pengalaman traumatik. mempunyai nilai moral pada anak. aktivitas bermain ini tetap dilaksanakan. emosional dan sosial sehingga bermain merupakan media yang baik untuk belajar karene dengan bermain anak-anak akan belajar berkomunikasi. Untuk itu dengan melakukan permainan maka ketegangan dan stress yang dialami akan terlepas karena dengan melakukan permainan rasa sakit akan dapat dialihkan (distraksi) pada permainannya dan terjadi proses relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. disekolah dan ketika berinteraksi dengan temannya. Stress ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya perpisahan dengan orang tua. intelektual. namun harus disesuaikan dengan kondisi anak. dan dapat mengenal waktu. menangis. anak mau belajar mengatur prilaku. membandingkan dengan perilaku orang lain. menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit. Bermain merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan dan kepuasan. Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan anak secara optimal.

Alasan kelompok memilih Usia Toddler Alasan kelompok memilih usia toddler karena anak yang dirawat di ruangan marwah 2C rata-rata berumur 1-3 tahun (masa toddler) mulai tanggal 1-7 desember 2016 E. Menggunakan alat permainan edukatif sesuai tumbuh kembang anak. Proyektor 3. Prinsip Bermain 1. Mempertimbangkan keamanan dan kemungkinan terjadi infeksi silang 3.B. 6. Bisa merasa tenang selama dirawat. 6. D. SASARAN Pasien anak di ruang marwah II umur 1-3 tahun dan orang tua. TUJUAN 1. anak diharapkan bisa merasa tenang selama perawatan dirumah sakit dan tidak takut lagi terhadap perawat sehingga anak bisa merasa nyaman selama dirawat dirumah sakit. Anak mudah bersosialisasi dengan lingkungan 3. singkat (dalam waktu 30 menit). Laptop . Mengurangi dampak Hospitalisasi 2. Melanjutkan perkembangan 4. Orang tua mengerti manfaat bermain untuk anak 5. dan sederhana 2. Media (Alat yang digunakan) 1. Tidak banyak mengeluarkan energi secara fisik. 2. F. Melibatkan orang tua. Permainan yang dilakukan tidak bertentangan dengan program perawatan dan pengobatan 5. Boneka tangan 2. Anak bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan perawat C. Tujuan Umum Setelah mendapatkan terapi bermain selama 30 menit. Tujuan khusus Setelah mengikuti permainan selama 30 menit anak akan mampu: 1. Kelompok umur yang sama 4.

Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Peserta Waktu Persiapan a.Menjawab pertanyaan b.Mendengarkan e. Menjelaskan tujuan dari kegiatan . Mempersiapkan peserta . Manfaat bermain dalam memahami d. G. Menyebutkan kegiatan pemateri d.Memberi umpan balik c. Pengertian bermain . Memperkenalkan diri yang diajukan c. Mempersiapkan alat dan keperluan kegiatan Pembukaan a.Menjawab salam 5 menit mengucapkan salam . Melakukan kontrak waktu dengan orang tua Penyampaian materi . Tugas dan Peran Refida fitria anggraini : Fasilitator Rahmad singgih pratama: Fasilitator Laily kurniawati : Fasilitator Fadilah pochi : Fasilitator Abdul wahed : Fasilitator I. Membuka/memulai kegiatan dengan . Pengorganisasian Moderator : Abdul wahed Leader : Refida Fitria Anggraini Fasilitator : Laily kurniawati H.Mendengarkan b. Jenis permainan untuk anak toddler penjelasan .Memperhatikan Menyampaikan materi kepada orang tua penjelasan yang 10 menit pasien mengenai: disampaikan pemateri a. Mempersiapkan tempat b. Alasan kenapa anak sakit perlu bermain . - c.

Kesiapan peserta kegiatan .Mendengarkan 1.Menjawab salam mengikuti kegiatan 5 menit . Kriteria Evaluasi a.Kesiapan alat kegiatan . J. Menutup acara kegiatan c. Memperhatikan 2.Kesiapan tempat kegiatan di ruang Marwah 2C .Memperhatikan 20 menit bermain “Boneka Tangan” pada orang . Memberikan hadiah pada peserta . Menerima hadiah Penutup a.Memperhatikan b. Menjelaskan tata cara pelaksanaan terapi . Mendengarkan 10 menit karyanya . Memberikan kesempatan orang tua untuk bermain boneka bertanya jika belum jelas tangan 3. Teknik cara bermain (boneka) f.Menerima peralatan . Fasilitator mendampingi anak dan memberikan motivasi selama kegiatan berlangsung Evaluasi 1. Mengucapkan terima kasih atas kesediaan . e. Memberikan pujian pada peserta atas hasil . Mengucapkan salam penutup. Kontrak waktu untuk acara selanjutnya d.Memulai untuk 2.Pengorganisasian penyuluhan dilakukan sebelumnya b.Antusiasme peserta kegiatan . Prinsip bermain Tanya Jawab Mengajukan pertanyaan Memberikan kesempatan pada orang tua seputar materi yang 10 menit untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan disampaikan Pelaksanaan Kegiatan .Bertanya tua dan anak . Evaluasi Struktural . Evaluasi Proses .

mempersiapkan diri untuk berperan dan berperilaku dewasa. kognitif.Pengenalan nama hewan TINJAUAN TEORI A. dan afektif maka sepatutnya diperlukan suatu kebutuhan bagi dirinya sebagaimana kebutuhan lainnya seperti kebutuhan makan. menjadi kreatif. kebutuhan rasa nyaman. PENGERTIAN BERMAIN Bermain merupakan suatu aktivitas dimana anak dapat melakukan atau mempratikkan keterampilan.Kejelasan materi yang disampaikan serta kegiatan yang dilakukan c.Pemahaman orang tua terhadap materi yang disampaikan .Kecemasan dan kesedihan anak berkurang . memberikan ekspresi terhadap pemikiran. dan lain- . .Masing-masing anggota tim bekerja sesuai tugasnya .Pengenalan warna dan bentuk .Anak mengikuti terapi bermain dari awal sampai akhir . Evaluasi Hasil . kebutuhan kasih sayang. Sebagai suatu aktivitas yang memberikan stimulasi dalam kemampuan keterampilan.Koordinasi antara mata dan tangan .

antara lain: . perkembangan mental dan emosional yang harus diarahkan agar sesuai dengan proses kematangan perkembangan. termasuk dengan perawat atau petugas kesehatan dirumah sakit. mampu mengembangkan kematangan dari fisik. anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Hal tersebut terutama terjadi pada anak yang belum mampu mengekspresikannya secra verbal. Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. takut.lain. Anak yang mendapatkan atau terpenuhinya kebutuhan bermain dapat terlihat pula pada pola perkembangan. Perhatian selama proses bermain pada anak sangat penting mengingat dalam proses bermain dapat ditemukan kekurangan dari kebutuhan bermain seperti kreativitas anak. sedih. dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan depat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan. Dengan bermain anak akan selalu mengenal dunia. Untuk itu. Bagi orang tua bermain pada anak harus selalu diperhatikan sebagaimana memperhatikan terhadap pemenuhan kebutuhan lainnya. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh seorang anak bila bermain dilaksanakan di suatu rumah sakit. permainan adalah media komunikasi antar anak dengan orang lain. dan nyeri. cerdas dan penuh inovatif. seperti marah. Dengan demikian. emosional dan mental sehingga akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang kreatif. B. Perawat dapat mengkaji perasaan dan pikiran anak melalui ekspresi nonverbal yang ditunjukkan selama melakukan permainan atau melalui interaksi yang ditunjukkan anak dengan orang tua dan teman kelompok bermainnya. cemas. yang seharusnya masa tersebut merupakan masa bermain yang diharapkan menumbuhkan kematangan dalam pertumbuhan dan perkembangan karena masa tersebut tidak digunakan sebaik mungkin maka tentu akhirnya mengganggu tumbuh kembang anak. Alasan atau Manfaat Anak Sakit Perlu Bermain Pada saat dirawat di rumah sakit. Banyak ditemukan anak pada masa tumbuh kembang mengalami perlambatan yang dapat disebabkan kurangnya pemenuhan kebutuhan pada diri anak termasuk didalamnya adalah kebutuhan bermain.

a) Memfasilitasi situasi yang tidak familiar b) Memberi kesempatan untuk membuat keputusan dan kontrol c) Membantu untuk mengurangi stress terhadap perpisahan d) Memberi kesempatan untuk mempelajari tentang fungsi dan bagian tubuh e) Memperbaiki konsep-konsep yang salah tentang penggunaan dan tujuan peralatan dan prosedur medis f) Memberi peralihan dan relaksasi g) Membantu anak untuk merasa aman dalam lingkungan yang asing h) Memberikan cara untuk mengurangi tekanan dan untuk mengekspresikan perasaan i) Menganjurkan untuk berinteraksi dan mengembangkan sikap-sikap yang positif terhadap orang lain j) Memberikan cara untuk mengekspresikan ide kreatif dan minat k) Memberi cara mencapai tujuan-tujuan terapeutik C. 1998) Adapun manfaat lain dari bermain bagi anak: a. perkembangan psikososial (melatih pemenuhan kebutuhan emosi) serta perkembangan kognitif (melatih kecerdasan) b. penolakan dan tindakan keras kepala. Bermain bagi anak adalah untuk melepaskan diri dari ketegangan d. Manfaat Bermain Anak usia toddler adalah anak usia 12 – 36 bulan (1-3 tahun) pada periode ini anak berusaha mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana mengontrol orang lain melalui kemarahan. Bermain merupakan dasar bagi pertumbuhan mentalnya . Anak dapat kesempatan untuk mengembangkan diri. Bermain merupakan sarana bagi anak untuk bersosialisasi c. baik perkembangan fisik (melatih keterampilan motorik kasar dan motorik halus). Hal ini merupakan periode yang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan intelektual secara optimal (Perry.

Definisi Masa Toddler Anak usia toddler adalah anak usia 12 – 36 bulan (1-3 tahun) pada periode ini anak berusaha mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana mengontrol orang lain melalui kemarahan. Pada usia 2. 1998) E. Melatih konsentrasi atau pemusatan perhatian pada tugas tertentu D. Tahap Pertumbuhan Menurut Nugroho (2009) Peningkatan ukuran tubuh terjadi secara bertahap yang menunjukkan karakteristik percepatan atau perlambatan pertumbuhan pada anak umur 1-3 tahun adalah sebagai berikut:  Tinggi Badan Rata-rata tinggi badan batita bertambah tinggi sekitar 7. Hal ini merupakan periode yang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan intelektual secara optimal (Perry. Melalui bermain anak-anak dapat mengembangkan imajinasinya seluas mungkin g. Bermain juga merupakan sarana mengembangkan kreatifitas anak j. Fase-Fase Masa Toddler 1.5 tahun berat badan batita mencapai 4 kali berat badan lahir. Melalui bermain anak-anak dapat berpetualang menjelajah lingkungan dan menemukan hal-hal baru dalam kehidupan h.5 cm pertahun. Melalui bermain anak dapat belajar bekerjasama. mengerti peraturan. Bermain dapat mengembangkan keterampilan olahraga dan menari k.8 atau 2. Rata-rata tinggi anak usia 2 tahun sekitar 86. saling berbagi dan belajar menolong sendiri dan orang lain serta menghargai waktu. Melalui bermain anak-anak dapat mengeluarkan energi yang ada dalam dirinya kedalam aktivitas yang menyenangkan f. Tinggi badan pada usia 2 tahun adalah setengah dari tinggi dewasa yang diharapkan.  Berat Badan Rata-rata pertambahan berat badan batita adalah 1.6 cm. i. penolakan dan tindakan keras kepala. Rata- rata berat badan batita umur 2 tahun adalah 12. e. .7 kg pertahun.3 kg.

Rangsangan yang terjadi pada mulut adalah pada saat menghisap makanan atau minumannya. Pada tahap ini libido terdistribusikan ke daerah anus. maka anak akan menikmati peristiwa menetek pada ibunya dan juga memasukan segala jenis benda ke dalam mulutnya. termasuk jempolnya sendiri.5 cm kemudian berkurang menjadi 1. Karena mulut menjadi sumber kenikmatan erotis. yaitu: sikap keras. Fase oral berakhir saat bayi tidak lagi memperoleh asupan gizi secara langsug dari ibunya. tidak buang air (kecil atau besar) sembarangan. sikap selalu memuji dan sikap pengertian.  Tahap Anal Tahap ini berada pada usia kira-kira 2 sampai 3 tahun. yaitu usaha sosialisasi nilai-niai sosial pertama yang sistematis sebagai upaya untuk mengontrol dorongan-dorongan biologis anak. Ada beberapa kemungkinan cara orang tua memberika latihan kebersihan ini. Perkembangan Psikoseksual menurut Sigmeun Freud:  Tahap Oral Fase oral adalah fase perkembangan yang terjadi pada tahun pertama dari kehidupan individu. tidak mengompol.  Lingkar Kepala Pada usia 1-2 tahun ukuran lingkar kepala sama dengan lingkar dada. ketika duburnya penuh dengan ampas makanan dan peristiwa buang air besar yang dialami oleh anak merupakan proses pelepasan ketegangan dan pencapaian kepuasan. Setelah melewati masa penyapihan. Anak akan mengalami ketegangan. Total laju peningkatan lingkar kepala pada tahun kedua adalah 2. Tahap Perkembangan a. Perhitungan berat badan ideal: Umur < 1 tahun = n+9 : 2 Umur > 1 tahun = 2n+8 Perhitungan panjang badan: Umur 1 tahun = 75 cm : Umur 2 – 3 tahun = Umur (tahun) x 6 – 77 2. . Orang tua mengenalkan tuntutan tersebut melalui latihan kebersihan (toilet training). anak pada tahap ini dituntut untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan orang tua (lingkungan). Tahap oral adalah periode bayi yang masih menetek yang seluruh hidupnya masih bergantung pada orang lain. seperti hidup bersih.25 cm pertahun sampai umur 5 tahun. rasa senang atau rasa nikmat.

dalam melakukan permainan. Stimulasi dan perkembangan anak  Anak umur 12 – 18 bulan : Perkembangan anak: berjalan sendiri tidak jatuh. melatih anak menunjuk dan menyebut nama-nama bagian tubuh. bermain dengan anak melempar dan menangkap bola besar kemudian kecil. menuntut harapan terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu. sedangkan pada usia lebih dari 2 tahun sampai 3 tahun. mengungkapkan keinginan secara sedehana. meniru melakukan pekerjaan rumah tangga. Perkembangan Psikoseksual menurut Erikson: Tahap ke 2 : Autonomi vs Shame and doubt Perkembangan ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh untuk mandiri. menunjukkan bagian tubuh dan menyebut namanya. Pada anak usia 1 sampai 2 tahun lebih jelas terlihat anak melakukan permainan sendiri dengan mainannya sendiri. Stimulasi dini: melatih anak naik turun tangga. jika orang tua terlalu melindungi. tidak bisa diam dan mulai mengembangkan kemampuannya untuk mandiri.b. memberi kesempatan anak melepas pakaian sendiri. mengajari anak menggambar bulatan. Anak usia toddler menunjukkan karakteristik yang khas. Anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar. bahkan dirusaknya. mengambil benda kecil dengan jari telunjuk. Untuk itu harus diperhatikan keamanan dan keselamatan anak dengan cara tidak memberikan alat permainan yang tajam dan menimbulkan perlukaan. c. mencoret-coret dengan alat tulis. Oleh karena itu. Jenis permainan yang tepat dipilih untuk anak usia toddler adalah “sollitary play dan parallel play”. anak mulai dapat melakukan permainan secara parallel karena sudah dapat . Stimulasi dini: melatih anak berdiri dengan satu kaki. minum sendiri dari gelas tidak tumpah.  Anak umur 18-24 bulan: Perkembangan anak: berjalan mundur 5 langkah. melatih anak mau ditinggalkan ibunya sementara waktu. Oleh karena itu seringkali mainannya di bongkar-pasang. yaitu banyak bergerak. garis segi tiga dan gambar wajah. anak lebih bebas. spontan. melatih anak mengikuti perintah sederhana. dan menunjukkan otonomi baik dalam memilih mainan maupun dalam aktivitas bermiannya.

Alat permainan yang dianjurkan: 1) Genderang. 4) Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara. bola dengan giring-giring didalamnya. Tujuannya adalah : 1) Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan). BENTUK. F. 4) Melatih imajinasinya. Tujuannya adalah : 1) Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara. Usia 0 – 12 bulan a.BENTUK PERMAINAN 1. 2) Memperkenalkan sumber suara. 2) Melatih kerjasama mata dan tangan. tanah liat dan lilin warna-warni yang dapat dibentuk benda macam-macam. 2. 7) Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang. 2) Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik. 3) Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang. 2) Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka. pasir. b. 3) Melatih kerjasama mata dan telinga. 4) Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan. Usia 13 – 24 bulan a. misalnya mengisap. 5) Alat permainan berupa selimut dan boneka. berkomunikasi dalam kelompoknya walaupun belum begitu jelas karena kemampuan berbahasa belum begitu lancer. 5) Melatih mengenal sumber asal suara. 5) Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk kegiatan yang menarik b. 6) Melatih kepekaan perabaan. Jenis alat permainan yang tepat diberikan adalah boneka. Alat permainan yang dianjurkan : 1) Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang. . menggenggam. 3) Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik.

5) Melatih kerjasama mata dan tangan. air). balok- balok besar. . Alat permainan yang dianjurkan : 1) Alat-alat untuk menggambar. mengurangi. menghitung. mengenal dan membedakan warna). 3. 4) Manik-manik ukuran besar. 6) Melatih daya imajinansi. 7) Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda. 5) Membedakan benda dengan permukaan. 2) Lilin yang dapat dibentuk 3) Pasel (puzzel) sederhana. 3) Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga(misal: cangkir yang tidak mudah pecah. menambah. b. sendok botol plastik. 3) Mengembangkan pengertian tentang berhitung. 4) Merangsang daya imajinansi dsengan berbagai cara bermain pura-pura (sandiwara). krayon/pensil berwarna. Usia 32 – 72 bulan a. Tujuannya adalah : 1) Menyalurkan emosi atau perasaan anak. Usia 25 – 36 bulan a. 2) Mengembangkan keterampilan berbahasa. kertas untuk dicoret- coret. 4. buku bergambar. Tujuannya adalah : 1) Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan. kardus-kardus besar. 3) Melatih motorik halus dan kasar. waskom. 5) Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang berbeda. ember. 6) Bola. 4) Mengembangkan kecerdasan (memasangkan. 2) Mengembangkan kemampuan berbahasa.

8) Mengembangkan kreativitas. dll. Alat permainan yang dianjurkan : 1) Berbagai benda dari sekitar rumah. 2) Teman-teman bermain : anak sebaya. air. Semakin sering anak melakukan eksplorasi seperti ini anak akan semakin terlatih kemampuan inteletualnya. Misalnya. kertas untuk belajar melipat. Pada saat anak bermain mobil- mobilan. 7) Mengembangkan kepercayaan diri. Pada saat bermain pula anak akan melatih diri untuk memecahkan masalah. buku bergambar. b. Perkembangan Sensori-mtotorik besar yang digunakan anak Pada saat melakukan permainan. aktivitas sensori-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan fungsi otot. majalah anak-anak. 13) Memperkenalkan suasana kompetisi dan gotong royong. gunting. terutama mengenal warna. G. alat gambar & tulis. b. dll). orang tua. 6) Menumbuhkan sportivitas. motorik halus dan kasar. kemudian bannya terlepas dan anak dapat memperbaikinya maka ia telah belajar memecahkan masalahya melalui eksplorasi alat mainannya dan untuk mencapai kemampuan ini. 12) Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan. alat permainan yang digunakan usia toddler dan prasekolah banyak membantu perkembangan aktivitas motorik baik kasar maupun halus. orang lain diluar rumah. 9) Mengembangkan koordinasi motorik (melompat. memanjat. misal : pengertian mengenai terapung dan tenggelam. 11) Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar rumahnya. 10) Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi. lari. ukuran tekstur dan membedakan objek. . bentuk. anak menggunakan daya pikir dan imajinasinya semaksimal mungkin. Perkembangan Intelektual Pada saat bermain. anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitarnya. Dari Jenis Permainan Anak Toddler Dapat Merangsang Sistem Apa? a.

anak akan belajar dan mencoba untuk merealisasikan ide-idenya. merebut mainan teman merupakan perbuatan yang tidak baik dan membereskan mainannsesudah bermain adalah . anak akan belajar mengembangkan diri bahwa perilakunya menyakiti orang. jika anak mengambil mainan temannya sehingga temannya menangis. d. Perkembangan Sosial Perkembangan sosial ditandai dengan kemampuan berinteraksi dengan lingkungannya. Perkembangan Moral Anak mempelajari nilai benar dan salah dari lingkungannya. Misalnya dengan membongkar dan memasang satu alat permainan akan merangsang kreativitasnya untuk semakin berkembang. anak mengembangkan kemampuannya dalam mengatur tingkah laku. Perkembangan Kreativitas Berkreasi adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu dan mewujudkannya kedalam bentuk objek dan atau kegiatan yang dilakukannya. Anak juga akan belajar mengenal kemampuannya dan membandingkannya dengan orang lain dan menguji kemampunnya dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain. terutama dari orang tua dan guru. anak akan belajar memberi dan menerima. memahami bahasa lawan bicara. anak belajar berinteraksi dengan teman. f. Hal ini terjadi pada masa anak usia sekolah dan remaja. Meskipun demikian. e. Melalui kegiatan bermain. Bermain dengan orang lain akan membantu anak untuk mengembangkan hubungan sosial dan belajar memecahkan masalah dari hubungan tersebut. Dengan melakukan aktivitas bermain.c. Misalnya. Misalnya. Melalui kegiatan bermain. anak akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai tesebut sehingga dapat di terima di lingkungnnya dan dapat menyesuaikan diri dengan aturan-aturan kelompok yang ada di dalamnya. Perkembangan Kesadaran Diri Melalui bermain. anak usia toddler dan usia prasekolah adalah tahapan awal bagi anak untuk meluaskan aktivitas sosialnya dilingkngan keluarga. dan belajar nilai sosial yang ada pada kelompoknya. Pada saat melakukan aktivitas bermain.

8. anak akan mengenal karakter dari boneka dan cerita J. 4. H. ibu jari. Melatih anak mendengar cerita dan berbicara 2. Kelompok Memilih Permainan apa Kelompok memilih permainan boneka tangan I. Alasan Kelompok Memilih Permainan 1. untuk motorik kasar seperti gerakan-gerakan yang dilakukan. Sebelum memulai bermain menyampaikan materi terkait bermain serta tata cara permainan yang akan dilakukan 2. ajarkan anak ikut bermain boneka tangan sehingga ia akan belajar untuk memainkan perannya dengan berbicara. Membagikan boneka tangan kepada peserta 3. Pengembangan keterampilan kognitf Ketika bermain boneka tangan. Teknik Cara Bermain (Gambar Skema) 1. membelajarkan anak untuk bertanggung jawab terhadap tindakan serta barang yang dimilikinya. Membuat anak belajar berkomunikasi. Lebih menarik dari cerita biasa 6. . Melatih motorik halus dan kasar. Sesuai dengan permainan kogniifnya anak usia toddler dan anak usia prsekolah. saat anak bermain boneka tangan ia akan berusaha mengeluarkan ide-ide cerita untuk karakter yang dimainkan. Melatih kesabaran 7. 3. Setelah selesai fasilitator memberikan pujian kepada anak terhadap hasil karyanya. melatih koordinasi mata dan tangan. dan jari tangan untuk menggerakkan tangan 4. Jari telunjuk untuk memainkan atau menggerakkan kepala. Membuat anak menjadi kreatif. 5. Boneka tangan dapat digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan dengan memilih karakter-karakter yang dapat mewakili pesan yang ingin disampaikan. permainan adalah media yang efektif untuk mengembangkan nilai moral dibandingkan dengan memberi nasehat.

com/2009/01/19/bermain-bagi-pasien-anak-di-rumah- sakit/ Supartini. Jakarta: EGC. Wong. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1. EGC http://forbetterhealth. (1999).Gambaran Skema Menyampaikan materi bermain. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Yupi. Salemba Medika Potter And Perry. Donna L. Jakarta.wordpress. (2012). tujuan dan tata cara permainan Membagikan boneka tangan kepada peserta Anak memegang boneka tangan didampingi orang tua dan fasilitator Fasilitator memberikan pujian akan karya anak DAFTAR PUSTAKA Hidayat Aziz Alimul. (2004). (2003). Edisi 4. USA: Mosby. . Jakarta. Clinical Manual of Pediatric Nursing. Fundamental Keperawatan.