ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

W DENGAN HIPERTENSI DAN
REMATIK PADA Tn. W DI RT 06 RW 17 KELURAHAN KURIPAN
KECAMATAN PURWODADI

DI SUSUN OLEH :
Dadi Ardiansyah
16.04.04.14

PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKES AN NUR
PURWODADI
2017

s Keterangan : . Pendidikan : Tidak Tamat SD 6. Tn. Ny. N Tn. asam urat Tn. W DI RT 13 RW II KELURAHAN SAMBIROTO Pengkajian dilakukan tanggal 16-18 Juli 2017 A. W DENGAN MASALAH KESEHATAN HIPERTENSI DAN REMATIK PADA Tn. N L Anak 37 th SMA Swasta \H 7. Nama KK : Tn. N P Istri 55 th Tidak Tamat SD Swasta 3. Pekerjaan : Buruh Tani 5. Alamat : RT 06 RW 17 Gading 4. W Ny. Komposisi Keluarga : Nama anggota Jenis Hubungan No Pendidikan Pekerjaan keluarga Kelamin dengan KK Umur 1. W 2. Umur : 61 tahun 3. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. W L KK 71 th Tidak Tamat SD Buruh Tani 2. Genogram Hipertensi. N mmmmm Ny. Tn. DATA UMUM 1.

W yang pertama juga menderita hipertensi. : Laki-laki : Perempuan : Laki-laki meninggal : Perempuan meninggal : Klien Tn. 9. Budaya keluarga Tn. 10. W dan Ny. N juga selalu memberikan uang tambahan untuk belanja kepada Ny. 12. seperti hipertensi diabetes mellitus dan TB paru. saudara Tn. W mengikuti kebiasaan serta budaya suku jawa. Di masyarakat : Sering mengikuti acara yang diadakan di Masjid / Mushola maupun pengajian dilingkungan masyarakat. Sedangkan dari pihak Ny. 8. W dan keluarga adalah Islam. N berasal dari suku bangsa yang sama yaitu suku jawa. Tipe Keluarga Keluarga Tn. N tidak ada yang menderita penyakit. W merupakan keluarga besar yaitu keluarga dengan komponen suami. Suku Bangsa Tn. Pendapat perhari tidak menentu. Keluarga tidak mempunyai kebiasaan yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan. namun cukup untuk makan sehari-hari. W tidak ada yang menderita penyakit menurun dan menular. N bekerja sebagai buruh tani terkadang bekerja serabutan. W menderita Hipertensi dan asam urat : Tinggal serumah Ket : Dari pihak Tn. N. Anak Tn. Aktifitas rekreasi keluarga . istri dan anak (keluarga inti) dan orang-orang yang berhubungan (menantu dan cucu) yang tinggal dalam satu rumah. W dan Ny. Agama Agama Tn. N tidak ada yang mempunyai penyakit menurun. Status sosial ekonomi keluarga Suami Ny. 11. Kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan dirumah dan di masyrakat yaitu dirumah : keluarga melakukan ibadah sholat/ berdoa. Selain itu juga anak dari Ny.

C. Halaman rumah cukup bersih . jendela rumah ada empat. 4. 2 kamar mandi dan 2 dapur. N tidak ada yang menderita penyakit menurun maupun menular. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dan penuh arti dengan para orang tua lansia (teman sebaya) dan anak-anak c. Riwayat keluarga sebelumnya Dari pihak Tn. 4 buah kamar tidur. W yang kurang memungkinkan. Keluarga Tn. Ventilasi dan pencahayaan di setiap ruang kurang. Memperkokoh hubungan perkawinan 2. W berada pada tahap keluarga dengan orang tua usia akhir dengan tugas perkembangan keluarga antara lain : a. B. Dari pihak Ny. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 1. WC terletak di dalam rumah. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Keluarga belum dapat melaksanakan tugas perkembangan keluarga dalam menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan karena masih banyak di temukannya anggota keluarga dalam satu rumah yang menderita penyakit rematik gangguan pendengaran. Menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan b. W memanfaatkan waktu luang dengan berkumpul dan nonton TV di rumah. Tahap perkembangan keluarga saat ini Keluarga Tn. LINGKUNGAN 1. Riwayat keluarga inti Pasangan ini menikah pada tahun 1960 dan dikaruniai 1 orang anak. 1 ruang keluarga. Lantai rumah dari keramik. Anak Tn. kadang cucunya dan anaknya yang pergi rekreasi belanja. Kedepannya keluarga ingin seluruh anggota keluarga sehat. 3. W tidak ada yang menderita penyakit menurun dan menular. W tinggal bersama Ny. N dan sekarang bekerja sebagai wiraswasta. Karakteristik rumah Rumah keluarga Tn. tampak tertata cukup rapi. Keluarga Tn. Sumber air minum menggunakan air minum kemasan atau galon. W jarang pergi jalan-jalan ke luar rumah karena kondisi Tn. W berukuran 8 x 14 m2 terdiri dari 2 ruang tamu.

Bila ada masalah antar warga diselesaikan dengan musyawarah tingkat RT yang dipimpin oleh ketua RT. Ruang Makan / dapur 3. 4. Kamar Mandi 4. Kamar Mandi 3. Karakteristik tetangga dan komunitas RW Tetangga keluarga Tn. Tidak ada kebiasaan kurang baik dari lingkungan Tn. Teras 2. Kamar Tidur 7. Ruang keluarga 6. Kamar tidur 5. W sebagian besar bekerja sebagai wiraswasta di Semarang. Denah Rumah : 3 3 B 6 2 2 4 5 4 6 7 1 Keterangan : 1. Mobilitas geografis keluarga .2. Ruang Tamu 8. W.

W tergolong baik. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Keluarga Tn. Sarana transportasi yang digunakan keluarga untuk menuju tempat pelayanan kesehatan adalah angkutan umum. Struktur peran (formal dan informal) Tn. W dirumah seluruh anggota keluarga menemani Tn. Sistem pendukung keluarga Yang merupakan sistem pendukung keluarga adalah anak Tn. W yang sudah bekerja dan berkeluarga yaitu Ny. N terkadang juga mengikuti pengajian yang diakan dimushola sekitar. 4. W. Untuk merawat Tn. W terkadang diantar oleh istrinya bergantian dengan anaknya. N sebagai ibu rumah tangga. Nilai dan norma keluarga . Struktur kekuatan keluarga Dalam keluarga dari pihak suami/isteri keduanya saling menghargai dan mendukung. STRUKTUR KELUARGA 1. Untuk pergi berobat ke dokter atau ke rumah sakit Tn. Pola komunikasi keluarga Komunikasi yang biasa digunakan adalah secara verbal dengan menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia. W cukup peduli pada Tn. Keluarga Tn. W secara bergantian. Untuk interaksi dengan masyarakat keluarga Tn. 2. 3. Di masyarakat setempat juga ada kebiasaan yang baik dimana apabila ada anggota masyarakat yang mempunyai masalah akan diselesaikan dengan musyawarah. Anak Tn. W mampu menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dan Ny. 6. Semua anggota keluarga sangat peduli antara satu dan lainnya. jika ada permasalahan masing-masing individu saling bicara dan di diskusikan bersama-sama. D. W mampu menjalankan perannya sebagai kepala keluarga (informal) jika tidak sedang sakit Tn. sehingga dapat memberikan bantuan berupa materiil dan tenaga bila diperlukan. N. W merupakan penduduk asli Kelurahan Sembiroto. Ny. W cukup aktif dalam mengikuti kegiatan perkumpulan warga. Komunikasi keluarga sifatnya terbuka satu sama lain. 5.

hanya saja saat sudah parah baru membawanya ke tempat . Persoalan dalam keluarga selalu dibicarakan bersama sehingga tidak memicu terjadinya masalah komunikasi. Fungsi perawatan kesehatan a. Kemampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan Keluarga belum mampu mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan pada Tn. begitu pula berinteraksi dengan anggota masyarakat sekitarnya. W. W tentang penyakit hipertensi Tn. 3. FUNGSI KELUARGA 1. untuk pemahaman Tn. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan Tn. Tn. W mengatakan tidak tahu sejak kapan menderita penyakit hipertensi. 2. E. sedangkan penyakit rematik yang diderita oleh Tn. keluarga tidak melakukan kontrol tekanan darah dan minum obat hipertensi dengan rutin. Tn. Tn. memiliki dan mendukung. Keluarga cukup tahu tentang kewajiban agamanya yaitu ibadah sholat lima waktu dan mengikuti pengajian. W dan keluarga tentang penyakit hipertensi dan rematik masih kurang. b. Saat apersepsi dengan Tn. W juga tidak memeriksakan rematiknya. Namun dalam pelaksanaannya kadang tidak di lakukan karena adanya suatu hal dan kondisi tubuh yang tidak fit. W dan keluarga berpendapat bahwa penyakit hipertensi adalah penyakit dengan tekanan darah yang tinggi yang biasanya pusing dan gliyeng. Fungsi sosial Diantara anggota keluarga berusaha selalu berinteraksi satu dengan yang lainnya. sedangkan akibat maupun perawatannya tidak tahu pasti. W menderita rematik sudah sejak kurang lebih 15 tahun. W kuramh lebih sejak 15 tahun yang lalu. Fungsi afektif Anggota keluarga saling menyayangi. W sudah mengetahui tentang penyakit rematik yaitu nyeri pada persendian. menurutnya perlu penjelasan yang lebih dalam lagi tentang penyakit hipertensi dan rematik.

Untuk perawatan lain seperti diit dan pola hidup untuk mencegah tekanan darah semakin tinggi sehingga dapat menimbulkan resiko stroke Tn. W dengan mengurangi stressor yang ada. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan Keluarga sudah mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada yaitu dengan melakukan pemeriksaan ke dokter setempat ataupun ke puskesmas. Kemampuan keluarga merawat Keluarga belum mampu merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi dan rematik. W terasa pegal dan sakit-sakit Ny N memarut kunir kemudian airnya dibasuhkan ke anggota badan yang nyeri. W merasa pusing dan sakit kepala Tn. W untuk bercanda agar tidak stres. Saat badan Tn. 5. untuk pemeriksaan rutin tidak pernah. pelayanan kesehatan. W mengatakan belum tahu. . Untuk tindakan emergency seperti tindakan saat terjadi gejala stroke akibat komplikasi hipertensi Tn. N tinggal serumah dengan Tn. yaitu Ny. 4. dan Ny. Saat Tn. N juga sudah memiliki 1 orang cucu . seperti tidak menambahi beban pikiran Tn. Namun hanya saat Tn. Keluarga Ny. N memiliki 1 orang anak yang berjenis kelamin perempuan. W dan Ny. d. W. W agar tidak banyak pikiran dan mengajak Tn. W sudah parah. Tn. W bekerja sebagai Buruh tani terkadang serabutan dengan gaji yang tidak menentu. Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan Keluarga sudah mampu memodifikasi lingkungan untuk Tn. karena tidak pernah kontrol dan minum obat secara rutin. W dan keluarga belum mengetahui. W hanya beristirahat dan meminum obat warung saja. e. Fungsi ekonomi Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. N. Fungsi reproduksi Tn. c.

W. tidak ada sianosis Bersih. 4. tidak ada suara Simetris kanan kiri. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor / situasi Respon keluarga baik terhadap stressor dengan mendekatkan diri pada Tuhan. bersih. W merasa pegal – pegal istrinya memberikan kunir yang di parut kemudian di masak dan di oles-oleskan pada daerah yang sakit. dan memeriksakan kondisi Tn. kekuatan otot 5 Kulit Sawo matang Sawo matang . Stressor jangka pendek dan panjang Stressor jangka pendek bagi keluarga adalah kondisi tubuh Tn. tidak ada serumen Mulut Bersih. pandangan masih jelas Hidung Bersih. kekuatan otot 5 Tidak ada kelainan. 2. W yang masih tinggal satu rumah dengannya beserta istri dan cucunya. W yang sering mengeluh pegal-pegal dan sakit saat bergerak. tidak ada sianosis. W Ny. W menggunakan suara yang agak keras dan di dekatkan ke telinga Tn. sedikit beruban Beruban. Strategi koping yang digunakan Koping yang digunakan keluarga adalah dengan ibadah dan curhat/sharing dengan anggota keluarga lainnya. N Tek. F. 3. G. tidak ada secret Telinga Bersih. bersih Konjungtiva Tidak anemis Tidak anemis Sklera Tidak ikterik Tidak ikterik Lensa Tidak keruh. tidak ada secret Bersih. selain itu Ny M mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dikarenakan ada masalah dalam pendengaran. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Nama Anggota Keluarga Fisik Tn. tidak ada serumen Bersih. pandangan agak kabur Tidak keruh. STRESS DAN KOPING KELUARGA 1. tidak ada suara tambahan saat bernafas nafas tambahan saat bernafas Abdomen Simetris Simetris Ekstremitas Tidak ada kelainan. untuk mengatasi hal tersebut jika berbicara dengan Tn. Strategi adaptasi disfungsional Saat Tn.drh 160/90mmHg 130/80 mmHg Nadi 87 x/ menit 84 x/ menit RR 20 x /menit 18 x/ menit BB 65 kg 50 kg Kepala Mesocepal Mesosepal Rambut Hitam. Leher Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid Dada Simetris kanan kiri. Sedangkan stressor jangka panjang bagi keluarga adalah anak Tn. W ke rumah sakit.

disamping itu dukungan seluruh keluarga menjadikan kekuatan dan semangat hidup. Nutrisi Tn. Personal Hygiene Tn. 2. W dapat melakukannya secara mandiri. W. W memiliki kebiasaan susah buang air besar. W biasa mandi 2 kali sehari. Dalam aktivitas mandi dan berpakaian Tn. W bisa mobilisasi dengan bebas namun Tn. Hipertensi dll. PENGKAJIAN MASALAH PSIKIATRIK Keluarga mengatakan Tn. W belum pernah mengalami depresi hebat. W sehingga Tn. Namun semua masalah itu masih bisa teratasi oleh mekanisme koping yang di miliki oleh Tn. W tidak boleh terlalu capek karena jika kecapekan Tn. Intake cairan Tn. W biasa minum air putih ± 6-7 gelas/ hari 4. BAB biasa 1 sampai 2 hari sekali dan tanpa bantuan obat pencahar sedangkan BAK Tn. W terkadang khawatir karena penyakitnya yang terkadang kambuh. Saat ini Tn. Eliminasi Tn. penurunan konsep diri maupun keinginan bunuh diri. kecemasan kronik.Turgor kulit Baik Baik Keluhan Pegal-pegal dan nyeri pada kaki dan tangan Pegal-pegal dan nyeri pada kaki dan tangan Kesimpulan Hipertensi dan Rematik/ asam urat Rematik/ asam urat H. Tidak ada makanan khusus yang disediakan untuk Tn. I. W tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan seperti obat DM. kehilangan mood. Mobilisasi Tn. 3. W kambut pegal-pegal dan nyeri saat bergerak. sehari 6-7 kali. AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI ANGGOTA KELUARGA 1. . 5. W biasa makan 3x/ sehari dengan menu seadanya bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. W mengatakan tidak mengalami kelainan atau masalah.

J. W sakit Hipertensi maupun perawatannya tidak tahu pasti. W sudah W terutama Tn.Saat apersepsi tentang penyakit darah tinggi Hipertensi pada keluarga keluarga berpendapat bahwa penyakit darah keluarga Tn.Keluarga mengatakan perawatan yang selama ini di berikan untuk penyakit rematik Tn.TD 170/110 mmHg .Nadi 90 x/ menit .Tn. komplikasi mampuan . Do : . W sekarang adalah pada persendian rematik. .TD 170/110 mmHg . .Anggota gerak ekstremitas bawah dan atas tampak kaku . Tn. Resiko terjadinya Ketidak W menderita penyakit darah tinggi. ANALISA DATA No Tgl Data Problem Etiologi 1 23/0 DS : 4/14 . W tidak mengkonsumsi obat untuk rematik.Keluarga mengatakan tidak mengetahui makan yang harus dihindari dan yang harus dikonsumsi. semakin sakit jika kecapekan. W tidak pernah kontrol tekanan darahnya. .Keluarga mengatakan tidak tahu sejak kapan Tn.Nadi 90 x/ menit 2 6/01 DS : Gangguan rasa ketidakmampuan /14 .Keluarga mengatakan sudah mengetahui bahwa W. Tn.Keluarga mengatakan bahwa perawatan yang selama ini di berikan adalah jika merasa pusing dan gliyeng langsung istirahat dan tidak bekerja dulu. . pada keluarga Tn. DO : . dan tangan nyaman : nyeri keluarga setelah melakukan aktivitas / kerja. kurang lebih sudah ada 15 tahunan.Keluarga juga belum pernah memberikan pengobatan secara tradisional. Tn. sedangkan akibat Tn. masalah nyeri sakit yang di alami Tn. merawat anggota . W mengeluh sakit pada lutut kaki. W adalah memarut kunir kemudian airnya diusapkan ke bagian yang sakit. W merawat anggota tinggi adalah tekanan darah yang tinggi yang khusunya pada keluarga yang biasanya pusing dan gliyeng. keluarga dengan lama.Keluarga mengatakan penyakit Tn. . W juga tidak mengkonsumsi obat hipertensi.

W b. Potensial 1 1 1/3 Tn. W tidak mengetahui sejak kapan Actual menderita hipertensi. Resiko terjadinya komplikasi Hipertensi pada keluarga Tn. salah satunya Segera adalah stroke dll. Menonjolnya 2 1 1 Keluarga menyadari bahwa ada komplikasi masalah : yang serius dari hipertensi. Tn. W. karena tidak pernah diubah : kontrol. dan tidak pernah kontrol hipertensinya. W saat ini hipertensi sedang. Maka dari itu harus segera ditangani di tangani untuk mencegah terjadinya komplikasi. Sifat masalah : 3 1 1 Tn. Kemungkinan 1 2 1 Tn. d. b. W tidak minum obat hipertensi. Sebagian c. Skoring Masalah 1.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran a.K. W tidak mengetahui bahwa dirinya masalah dapat menderita hipertensi. perlu masalah dapat dukungan seluruh anggota keluarga untuk dicegah : kontrol rutin agar tidak terjadi komplikasi Rendah dari hipertensi. Gangguan rasa nyaman : nyeri pada keluarga Tn.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah nyeri pada persendian . W terutama Tn. Jumlah 3 1/3 2. b. W khusunya pada Tn.

b. W ditanggulangi dapat beraktivitas kembali.minum es). d. Sementara saat ini Tn. karena masalah dapat saat ini Tn. Resiko terjadinya komplikasi Hipertensi pada keluarga Tn. W khusunya pada Tn. W b. Prioritas Masalah 1. W yaitu dengan diubah : mempertahankan agar aktivitas klien terkontrol sebagian dan bisa dilakukan dengan perawatan yang benar.lutut) . Kemungkinan 1 2 1 Yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah masalah dapat Asam urat (Gout) pada Tn. Potensial 2 1 2/3 Potensial masalah dapat dicegah cukup. Menonjolnya 3 1 1 Keluarga menyadari perlunya perawatan Asam masalah : Urat (Gout) karena keluarga beranggapan bahwa segera kesehatan itu sangatlah penting sehingga Tn.tangan. Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran a. W belum pernah berobat dan dalam dicegah : hal makan masih seperti biasa (tidak makan Cukup sayur-sayuran. c.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi .sendi-sendi terasa nyeri khususnya daerah persendian kaki. Sifat masalah : 3 1 1 Masalah penyakit Asam Urat (Gout) sudah terjadi aktual dan apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan kelainan pada persendian (kaki. W pegal-pegal. W belum pernah berobat dan belum mengetahui cara perawatan Asam Urat (Gout). Dan gejala yang muncul pada Tn. Jumlah 3 2/3 L.

W. W terutama Tn.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah nyeri pada persendian. Gangguan rasa nyaman : nyeri pada keluarga Tn. . b.2.