Patofisiologi

Penyebab terbanyak keracunan adalah pada sistem saraf pusat dengan akibat
penurunan tingkat kesadaran dan depresi pernafasan. Fungsi kardiovaskuler mungkin juga
terganggu, sebagian karena efek toksik langsung pada miokard dan pembuluh darah perifer,
dan sebagian lagi karena depresi pusat kardiovaskular diotak. Hipotensi yang terjadi mungkin
berat dan bila berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hipotermia terjadi bila
ada depresi mekanisme pengaturan suhu tubuh. Gambaran khas syok mungkin tidak tampak
karena adanya depresi sistem saraf pusat dan hipotermia, Hipotermia yang terjadi akan
memperberat syok, asidemia, dan hipoksia.

Gas CO masuk ke paru-paru melaui inhalasi, mengalir ke alveolus dan aliran darah.
Gas CO dengan segera mengikat hemoglobin untuk membentuk karboksi hemoglobin
(COHb). Ikatan COHb bersifat dapat puih / reversible.

Pathway

Obat-obatan

Racunan masuk kedalam tubuh (darah, paru, hati & ginjal)

Depresi SSP (Sistem Saraf Pusat)

Distress Penurunan Kesadaran Depresi
Pernafasan cardiovaskuler G3 organ2 tubuh

Obstruksi Kekurangan O2 Iritasi pada
trakheobronkea (Hipoksia) Lambung

Pola Nafas HCL meningkat
Perubahan Perfusi
Tidak Efektif
Jaringan tubuh (kHe)

Mual Muntah

Devisit Volume
Cairan