BAB III

PENDEKATAN DAN METIDOLOGI

III.1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan penyusunan rencana kawasan
peruntukan industry Kabupaten Sukoharjo ini yaitu menitikberatkan pada pendekatan
kuantitatif dan kualitatif untuk mencapai sasaran, yaitu mengidentifikasi dan menganalisis
potensi kawasan peruntukan industry di wilayah kabupaten Sukoharjo, serta menganalisis
kebijakan pemerintah daerah terkait dengan pengembangan industry. Selanjutnya
merencanakannnya agar potensi kawasan peruntukan industry dapat berakembang dan
benar-benar berhasil guna dalam rangka menciptakan peluang investasi industry di
Kabupaten Sukoharjo.

III.2. Kebutuhan Data
Data yang dibutuhkan dalam kegiatan ini meliputi:
a. Data Primer, yaitu data yang sifatnya tidak tertulis dan dikumpulkan langsung dari
sumbernya. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara,
penyebaran kuesioner atau angket dan observasi atau pengamatan di lapangan.
Wawancara dilakukan apabila data sekunder memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Wawancara ini dilakukan dengan pihak-pihak yang mengeluarkan data sekunder
tersebut dengan cara menanyakan tentang hal-hal yang belum jelas. Wawancara juga
dilakukan dengan stakeholders terkait
b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dengan menyalin atau mengutip data dalam
bentuk sudah jadi (telah dikumpulkan pihak lain). Data ini diperoleh dari literatur, hasil
laporan penelitian yang telah dilakukan pihak lain, makalah, jurnal ilmiah, arsip-arsip,
atau data tertulis yang terdapat pada kantor/instansi/lembaga yang terkait. Data
sekunder dipilih hanya data tertentu yang sesuai dengan variable yang digunakan dalam
kegiatan ini.

Perkembangan investasi Penanaman sektor industri Modal dan Perijinan Terpadu (KPMPT) 4. 1. 2. Kelerengan. RPJMD Perindustrian Kabupaten Sukoharjo 4. jenis dan Survey primer Perindustrian Sebaran Industri 3. RTRW Dokumentasi. DPU Kab. BAPPELBANGDA pengembangan industri 2. volume Dokumentasi. RIPIDA (Rencana Induk 3. 1. Tabel 3. BAPPELBANGDA Potensi Industri Sukoharjo Wawancara. PDRB Kabupaten Dokumentasi. kapasitas jalan. jenis tanah Dokumentasi 1. Data Jumlah. RIPIN (Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional) 2 Identifikasi dan analisis 1. Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) 6. 1. panjang ruas jalan Lapangan penghubung Kawasan . Literatur Daerah) 5. Observasi jalan.1 Kebutuhan Data No Output Kebutuhan Data Teknik Sumber Pengumpulan Data 1 Identifikasi Kebijakan 1. Dinas Kabupaten Sukoharjo 2. BPS (Kabupaten kondisi fisik lahan dan curah hujan dalam Angka) kawasan peruntukan 2. Daya dukung tanah industry Kabupaten Sukoharjo 4 Identifikasi dan analisis Peta jaringan jalan. aksesibilitas Kawasan lalu lintas. Dinas dan lokasi industri di 3. RPJPD wawancara 2. Data yang diperlukan dalam kegiatan penyusunan Rencana Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Sukoharjo terlihat pada table 3. kelas Survey primer 2. Observasi Lapangan 3 Identifikasi dan analisis 1. Dinas Pertanian Pengembangan Industri 4. Wawancara. Kantor 3. Sukoharjo peruntukan Industri lebar perkerasan jalan.1 berikut.

dilakukan beberapa analisis. DPU Kab. Sukoharjo 2. Analisis kuantitatif digunakan untuk menilai indicator pertumbuhan ekonomi. Sumber dan kualitas air Survey primer 2. ketersediaan prasarana daya listrik Wawancara. dan pelabuhan udara (bandara). Analisis Kebijakan pengembangan kawasan peruntukan Industri Analisis ini dilakukan untuk mendiskripsikan dan sinkronisasi beberapa kebijakan sektoral maupun kebijakan spasial/penataan ruang yang terkait dengan pengembangan industri di kabupaten Sukoharjo. Observasi Lapngan bersih 3. Analisis tim Penyusun .2017 III. Jaringan dan kapasitas Dokumentasi. infrastruktur pendukung. kebijakan dan kondisi perekonomian di daerah. Analisis- analisis tersebut dapat dilihat dari kondisi potensi (sumber daya alam. Metode dan Teknik Analisis Data Untuk metodologi yang akan dilakukan pada kegiatan Rencana Pengembangan kawasan peruntukan industry Kabupaten Sukoharjo. No Output Kebutuhan Data Teknik Sumber Pengumpulan Data peruntukan industri dengan jalan arteri primer. stasiun kereta api. yaitu: 1. Sedangkan analisis diskriptif kualitatif digunakan untuk mendiskripsikan/menggambarkan kondisi kawasan peruntukan industry sesuai dengan data yang diperoleh.3. kontribisi sector industry terhadap perekambangan daerah kabupaten Sukoharjo. Metoda analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. 5 Identifikasi dan analisis 1. Metode yang digunakan untuk menganalisis kebijakan ini yaitu . manusia). Analisis yang dilalukan dalam kegiatan perencanaan kawasan peruntukan industry Kabupaten Sukoharjo ini dilakukan melalui beberapa tahapan. 1. Jaringan dan kapasitas jaringan drainase 4. Jaringan dan kapasitas sambungan telepon Sumber .

dan intensitas hujan pada Kawasan kawasan peruntukan industri dengan standar yang berlaku. kapasitas beban. lebar perkerasan jalan. keadaan atau sifat tanah. Analisis kondisi fisik lahan kawasan peruntukan industry Analisis kondisi fisik lahan Kawasan peruntukan industri dengan variabel yang dianalisis adalah topografi. dengan mendiskripsikan dan membandingkan berbagai kebijakan pengembangan industry yang ada di daerah maupun di tingkat pusat. Metode analisis secara deskriptif. Analisis aksesibilitas kawasan peruntukan industry Analisis aksesibilitas Kawasan peruntukan industri dengan variabel yang dianalisis adalah jarak dan kondisi prasarana jalan (derajat kejenuhan. 3. dan intensitas hujan. Teknik analisisnya dilakukan dengan cara membandingkan jarak dan kondisi prasarana jalan (derajat kejenuhan. lebar perkerasan jalan. Metode yang digunakan dalam menganalisis potensi industry ini yaitu dengan menilai peran sector industry terhadap pembangunan Kabupaten. keadaan atau sifat tanah. dan kemiringan/kelandaian jalan) pada ruas-ruas jalan yang menghubungkan Kawasan peruntukan industri dengan jalan arteri primer. Teknik analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi topografi. serta memetakan sebaran industry yang ada. dan kemiringan atau kelandaian jalan) pada ruas-ruas jalan yang menghubungkan kawasan peruntukan industri dengan jalan arteri primer. stasiun kereta api dan pelabuhan udara (bandara). 4. stasiun kereta api. Analisis ini untuk menemukenali potensi dan permasalahan aksesibilitas pada lokasi kawasan peruntukan industry. . 2. Analisis ini untuk menemukenali potensi dan permasalahan fisik lahan pada Kawasan peruntukan industry. kapasitas beban. Analisis potensi Industri Analsisi potensi industry dilakukan untuk mengetahui potensi industry pada setiap wilayah kyang ada di kabupaten sukoharjo. Metode analisisnya secara deskriptif. dan pelabuhan udara (bandara) dengan standar yang berlaku.

ketersediaan jaringan dan kapasitas saluran drainase. Teknik analisisnya dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kondisi prasarana pada Kawasan peruntukan industri dengan standar yang berlaku.5. ketersediaan jaringan dan kapasitas sambungan telepon. . ketersediaan sumber dan jaringan air bersih. Analisis ketersediaan sarana dan prasarana kawasan peruntukan industry Variabel yang dianalisis meliputi ketersediaan jaringan dan daya listrik. Metode analisisnya secara deskriptif.