PLAN OF ACTION

( POA)

PROGRAM P2 ISPA PNEUMONA

DI

SUSUN OLEH :

NAMA : MOHAMMAD NUR HIDAYAT, AMK

NIP : 19840320 200903 1 008

PUSKESMAS TUNJUNG

TAHUN 2016

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pneumonia adalah sebuah penyakit pada paru-paru dimana pulmonary
alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer
meradang dan terisi oleh cairan. Pneumonia disebabkan oleh bakteri, virus dan
parasit.

Di Indonesia, pneumonia (radang paru-paru) merupakan penyebab kematian
nomor 3 setelah kardiovaskuler dan TBC. Faktor sosial ekonomi yang rendah
mempertinggi angka kematian pneumonia. Kasus pneumonia ditemukan paling
banyak menyerang anak balita. Menurut laporan WHO, sekitar 800.000 hingga 1
juta anak meninggal dunia tiap tahun akibat pneumonia. Bahkan UNICEF dan
WHO menyebutkan pneumonia sebagai kematian tertinggi anak balita, melebihi
penyakit-penyakit lain seperti campak, malaria serta AIDS.

Berdasarkan data laporan di puskesmas tunjung pada tahun 2014 ini jumlah penderita
pneumonia balita sebanyak 23 orang (9,4) jauh lebih rendah dari tahun 2013 sebanyak 51
orang (20,9). Hal ini dapat disebabkan beberapa faktor antara lain kurangnya penyuluhan
dari petugas kepada masyarakat, pelaporan data yang kurang lengkap dan pemahaman
petugas tentang kasus pneumonia di sarana kesehatan.
Hal ini mendorong pengelola program untuk melakukan sosialisasi kepada petugas
untuk proaktif meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien terutama di poli KIA,
poskesdes dan posyandu.

1.2 TUJUAN
1.2.1 Umum
Menurunkan angka kesakitan dan kematian karena pneumonia balita di wilayah kerja
puskesmas tunjung.
1.2.2 Khusus
1. Tercapainya target penemuan penderita pneumonia balita
2. Tercapainya penurunan angka kematian balita karena pneumonia
3. Terlaksananya tatalaksana pneumonia sesuai standar
4. Terwujudnya masyarakat yang mengerti, menghayati dan melaksanakan hidup sehat
melalui promosi kesehatan, kegiatan pencegahan sehingga kesakitan dan kematian
karena pneumonia dapat di cegah.
5. Tersusunnya rencana kegiatan pengendalian penyakit pneumonia di wilayah kerja
puskesmas Tunjung yang meliputi target, kebutuhan logistik dan pengelolaannya.

BAB II

ANALISA SITUASI

2.1 Gambaran Umum

2.1.1 Letak geografis

Puskesmas tunjung terletak di kaki gunung lamongan yang sebagian wilayahnya
merupakan dataran tinggi di kaki pegunungan lamongan. Adapun batas wilayah puskesmas
tunjung sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kabupaten Probolinggo 2. Pendidikan (n) (%) 1. Distribusi Penduduk menurut Jenis Kelamin di wilayah kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2012 Laki-laki Perempuan Jumlah No. 2.22 3101 24. Kalipenggung 4590 37. 2. Distribusi Penduduk menurut Tingkat Pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2014 Jenis Frekuensi Persentase No.95 2578 20. Desa Ranulogong. Tunjung 2439 19. - 3. 1.20 3. Ranulogong 2236 18.79 4493 18. - 2. Desa Tunjung dan 4.31 5017 20. Gedangmas 2961 24. Distribusi Penduduk menurut Jenis Kelamin Tabel 1. Jenis Pekerjaan (n) (%) 1. Sebelah Selatan : Kecamatan jatiroto Wilayah kerja puskesmas tunjung terdiri dari 4 (empat) desa yaitu 1. Kabupaten Jember.3 4.43 6062 24.47 9345 37.1 Jumlah 12226 100 12691 100 24917 100 Data Sekunder: Badan Pusat Statistika Propinsi Jawa Timur 2012 2. Sebelah Timur : Kecamatan Sumberbaru. Petani 4155 46. Desa n % n % n % 1. Distribusi Penduduk menurut Tingkat Pendidikan Tabel 3. Desa Gedangmas. Kecamatan Randuagung 4. Buruh Tani 4765 53.16 Jumlah 8957 100 Data Sekunder : Badan Pusat Statistika Propinsi Jawa Timur 2012 3.39 2. SLTP . - . Penggalian/Pertambangan 23 0.2 Data Demografi 1. 3.29 2257 17.54 4755 37. Distribusi Penduduk menurut Jenis Pekerjaan Tabel 2. Industri 14 0. Sebelah Barat : Desa Randuagung.1 2. Desa Kalipenggung.5 3.1. SD . Distribusi Penduduk menurut Jenis Pekerjaan di wilayah kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2012 Frekuensi Persentase No. Tidak sekolah .25 4. 3.

Akademi . Kristen 0 0 3. Distribusi Penduduk menurut Agama di wilayah kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2012 No. 6–9 . 0–5 . S2 . - 6. - 2. Umur (tahun) Frekuensi Persentase (n) (%) 5. - (Data tidak tersedia) 4. - . 10–16 . Distribusi Penduduk menurut Umur Tabel 5. SLTA . Islam 24854 100 2. - 4. - Jenis Frekuensi Persentase No. S3 . S1 . - Jumlah . Lain-lain 0 0 Jumlah 24854 100 Data Sekunder : Badan Pusat Statistika Propinsi Jawa Timur 2012 5. Katolik 0 0 4. Distribusi Penduduk menurut Umur di wilayah kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2014 No. - 7. Pendidikan (n) (%) 5. 17 . - No. Budha 0 0 5. Jenis Agama Frekuensi (n) Persentase (%) 1. - 8. Umur (tahun) Frekuensi Persentase (n) (%) 1. - 3. Hindu 0 0 6. Distribusi Penduduk menurut Agama Tabel 4. - 9. 4. 18–25 . D3 .

- (Data tidak tersedia) 6. > 60 . - 9. Keperawatan 0 . Ketenagaan Ada Kepegawaian 1. Perawat (SPK) 0 . Akbid 6 . - 8. Perawat Gigi 0 . Tenaga Laborat 0 1 - 12. PNS 2. Akper 3 . PNS b. - 5. Lain-lain 0 .Tenaga Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2014 Jenis Yang Status No. - Jumlah 14 . SPAG 0 . Bidan 0 . - 7. 41–59 . Dokter Umum 2 . - 8. 3. - 7. Jenis sarana/prasarana Jumlah Rusak Rusak Rusak Baik ringan sedang berat I Sarana Kesehatan Puskesmas Pembantu 1 . - 11. - Jumlah . Masy. - Data Primer: Ketenagaan Puskesmas Tunjung 2014 2. Akademi Gizi 0 1 - d.6. 26–40 . Keadaan Sarana Prasarana Puskesmas Tunjung Tahun 2014 Kondisi No. 6. 1 . - Sarjana 6. Lain-lain 0 . PNS 4. √ Polindes/ Poskesdes 3 √ Rumah Dinas Dokter 1 √ Rumah Dinas Perawat 1 √ Rumah Dinas Bidan - Ambulance 1 √ Sepeda Motor 3 √ II Sarana Penunjang Komputer 3 √ . Kekurangan Ketr. Sanitarian 1 .1 Ketenagaan Tabel 6 . Dokter Gigi 1 .6.2 Peralatan Tabel 7. Pengelola Obat 0 1 - 13. PNS c. PNS Sarjana Kesh. D3 - a. PNS 10. Data Sumber Daya 2.

BOK 108.166. 2014 2.6.000 5. Keadaan Sarana Prasarana Puskesmas Tunjung Tahun 2015 Kondisi No. JAMKESMAS - 4.144. 2015 2.000 3. ASKES - 6. JAMPERSAL 45. Kalipenggung 0 1 2 3./Bd/BP Swasta) 1. 2014 b) Keadaan Sarana Prasarana Tabel 10. DOP 76.000 2. Gedangmas 0 1 3 4. Jenis sarana/prasarana Jumlah Rusak Rusak Rusak Baik ringan sedang berat I Sarana Kesehatan Puskesmas Pembantu 1 √ Polindes/ Poskesdes 4 √ Rumah Dinas Dokter 1 √ Rumah Dinas Perawat 1 Rumah Dinas Bidan 0 Puskesmas Keliling Roda 4 1 . Sumber Pembiayaan Puskesmas Tunjung Tahun 2015 No.000. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Tunjung Tahun 2014 Jumlah Fasilitas Pelayanan Kelurahan/ Kesehatan No.4 Sarana dan prasarana a) Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tabel 9. Ranulogong 0 1 1 Jumlah 0 3 8 Sumber Data :Data Primer.3 Sumber pembiayaan Tabel 8. Lainnya (sebutkan) - Sumber Data :Data Primer. Mesin Tik - Telepon 2 √ Mesin Faximile 1 √ AC 1 √ Printer 2 √ Pompa Air 1 √ Sumber Data :Data Primer. Desa Lain-lain Pustu Polindes (dr.6. Sumber Biaya Jumlah 1. Tunjung 0 0 2 2.

Ambulance 1 √ Sepeda Motor 3 II Sarana Penunjang Komputer 5 √ Mesin Tik 0 Telepon 1 √ Mesin Faximile 1 √ Sumber Data :Data Primer. 2015 .

- 1. - 2. Gedangmas 7 21 21 100 4 4 100 . . . Kelurahan/Desa Posyandu Dilatih Aktif % Dilatih Aktif % Dilatih Aktif % Tunjung 7 21 21 100 4 4 100 . No. - (Data tidak lengkap) Sumber Data : Data Primer. .2. 2014 . . Jumlah 35 105 105 100 16 16 100 .6.6. - 4.5 Data Peran Serta Masyarakat Tabel 11 Peran Serta Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2008 Jumlah Jumlah Kader Dukun Bayi Tokoh Masyarakat Ketr. .6 Data Sarana Pendidikan dan Pelatihan Tabel 12. 2014 2. Ranulogong 6 18 18 100 4 4 100 . Kalipenggung 15 45 45 100 4 4 100 . Sarana Pendidikan dan Pelatihan di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2014 Jenis Jumlah Jumlah Kader Guru Jumlah Sekolah UKS Keterangan Pendidikan sekolah siswa UKHS UKS TK 10 SD/MI 20 2428 SMP/ MTS 4 981 SLTA/ MA 2 311 Pontren 8 Lainnya TOTAL (Data tidak lengkap) Sumber Data : Data Primer. - 3.

2. BAYI SD A PN BKKB KIA M N 1 Tunjung 4382 64 272 194 337 137 397 73 15 70 70 2 Gedangmas 5482 80 341 244 421 172 496 91 18 87 87 3 Ranulogong 4236 62 264 188 325 133 383 70 14 67 67 4 Kalipenggung 8469 124 527 376 651 266 767 141 28 134 134 J U M LA H 330 1404 690 1734 708 2043 375 75 358 358 Sumber Data : Data Primer.6. 2014 .7 Data Sasaran Program Kesehatan Tabel 13 Sasaran Program Kesehatan Puskesmas Tunjung Tahun 2014 USILA > 60 10 – 19 16-19 13-15 0–2 0–4 5–6 7-12 0–1 6– 1-4 0 11 WUS BL T A H U N BUMIL RISTI IBU NIFAS BAWAH LIMA TAHUN 15- BUTEKI BAWAH TIGA TAHUN BUMIL BAWAH DUA TAHUN 10-49 15-49 PDDK N A M A 39 NO REMAJA PUTRI PRA SEKOLAH DESA TAH U N BAY ANAK SLTA SLTP I VIT.

8 Data Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar a.6.54 67.6 56 11 1142 0 0 24 6833 100 0 100 0 0 97 97 0 Data Sekunder: Profil Kesehatan Kabupaten Lumajang Tahun 2008 c.4 14 Sumber data: Laporan Kesehatan Lingkungan tahun 2013 .67 490 3552 387 50. Kondisi Rumah Penduduk di Wilayah Kerja Tabel 14 Kondisi Rumah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2013 Jml Jml Jml Rumah % Jml Rumah % Rumah Rumah Rumah Diperiksa Diperiksa Sehat Sehat Disurvei Seluruhnya ABJ 6724 2893 43.9 2543 Sumber data: Laporan Kesehatan Lingkungan tahun 2013 b. Kepemilikan Tempat Sampah dan Pengelolaan Air Limbah Penduduk Tabel 17 Kepemilikan Tempat Sampah dan Pengelolaan Air Limbah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2013 Tempat Sampah Pengelolaan Air Limbah Jml KK % KK Jml KK Jml % KK % Jml KK Jml KK Jml % Memilik Memilik Diperiksa Sehat Memiliki Sehat Diperiksa Memiliki Sehat Sehat i i 704 4736 600 67.2 12.02 2543 87. 2.77 Sumber data: Laporan Kesehatan Lingkungan tahun 2013 d. Kepemilikan Jamban Penduduk Tabel 16 Kepemilikan Jamban Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2013 Jamban Jml KK KK KK % KK % Sehat Memiliki Diperiksa Memiliki Sehat 7043 2326 4607 1935 40. Akses Air Bersih Penduduk Tabel 15 Akses Air Bersih Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2013 Keluarga Akses Air Bersih % Akses Air Bersih Diperiksa Jml KK Kemasan Kemasan S P S P Ledeng Ledeng Lain Lain Jml % P SGL A Jml P SGL A Jml T H T H 1 56 7043 3212 45.

67 3. Adapun Target penemuan penderita pneumonia balita di puskesmas Tunjung pada tahun 2015 adalah 69 anak. Restoran/ R. TUPM lain Jumlah 30 30 23 76. Sarana kesehatan 5 5 100% 2. Makan 30 30 23 76. Jenis Sarana Jumlah Jumlah Sehat % Sehat Diperiksa 1. . Cakupan Penemuan Penderita Target Penemuan penderita diare adalah 10% x Jumlah Penduduk balita dalam satu tahun.2 GAMBARAN KHUSUS 1. Jenis Institusi Jumlah Dibina % Dibina 1. Hotel 2. e. H.67 Sumber data: Laporan Kesehatan Lingkungan tahun 2013 2. Pasar 4. Sarana pendidikan 26 26 100% 3. Perkantoran 6 6 100% 5. Sarana ibadah 34 34 100% 4. Sarana lain Jumlah 71 71 100% Sumber data: Laporan Kesehatan Lingkungan tahun 2013 2) Data Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan Tabel 19 TUPM Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2013 No. Data Institusi Umum serta Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) 1) Data Institusi Umum Tabel 18 Institusi Umum Yang Dibina Kesehatan Lingkungannya di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Tahun 2013 No.

Cakupan Pelayanan Adalah Prosentase jumlah penderita pneumonia balita yang dilayani dalam satu tahun di bagi target penemuan penderita pada tahun yang sama.26 persen . Adapun jumlah penderita pneumonia balita yang dilayani disarkes pada tahun 2015 sebanyak 69 penderita. Maka Cakupan pelayanan yang dicapai pada tahun 2015 adalah sebesar 94.2.

G. Rencana Strategis Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2014. J. Lumajang . 050/1662/427. H. E. Lumajang No 1 Th 2012 tentang APBD Kab. Keputusan Kepala Dinas Kabupaten Lumajang No. BAB III KEBIJAKAN A. I. Alokasi Anggaran per Program (Kebijakan Puskesmas Tunjung Tahun 2014). Pedoman Pelaksanaan JAMKESMAS Depertemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2007. F.43/2004 Tanggal 25 Oktober 2004 tentang Penunjukkan Puskesmas sebagai Pelaksana Penggunaan Software Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Tahun 2005. Data BPS/Kecamatan Randuagung Tahun 2012 L. Perda Kab. C. Visi dan Misi Indonesia Sehat 2012. 828/SK/MENKES/X/2008 tentang Juknis SPM) D. Alokasi Anggaran Tahun 2014 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang untuk Puskesmas Tunjung. Standart Pelayanan Minimum Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2009. (Kepmenkes No. B. 2007 tentang Perubahan atas Permendagri No 13 Th 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Daerah. Permendagri No 59 Th. Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Tahun 2014. Profil Puskesmas Tunjung Tahun 2013 K.

BAB IV PERUMUSAN MASALAH 4. Rendahnya cakupan penemuan Pencapaian kegiatan tahun 2015 Pneumonia Balita penderita pneumonia balita sebanyak 69 orang sebesar 94. Adapun metode yang digunakan untuk memprioritaskan masalah adalah metode Pair Comparison dengan faktor pembanding USG. yaitu: .26 persen 4. (masalah B : masalah C). Masalah Kesenjangan P2M ISPA 1. antara satu masalah dengan masalah lainnya dibandingkan satu persatu. Tabel 24 Masalah yang Dihadapi di Puskesmas Tunjung berdasarkan Pencapaian Target SPM dan Non SPM Tahun 2015 Program No.2 Prioritas Masalah Prioritas masalah dilakukan untuk menentukan beberapa masalah yang akan dicari pemecahan masalahnya. (masalah A : masalah C). Program yang target pencapaiannya rendah (di bawah target) diasumsikan bahwa program tersebut bermasalah dan perlu diselesaikan atau ditingkatkan pencapaiannya. Dalam metode ini.1 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dilakukan dengan melihat pencapaian target SPM dan non SPM Puskesmas Tunjung selama tahun 2013. Misalnya: (masalah A : masalah B). Pemprioritasan masalah dilakukan karena sumber daya yang dimiliki oleh Puskesmas terbatas. digunakan tiga pertanyaan pokok untuk mengidentifikasi masalah mana yang menjadi prioritas.

Seberapa besar pengaruh negatif sebuah masalah terhadap komponen- komponen lain dari system organisasi. Seriousness. kemudian dijumlahkan. akan menumbuhkan masalah-masalah baru yang lebih rumit dan lebih sulit diselesaikan. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk memecahkan suatu masalah sampai ke tingkat keputusan dan tersusunnya rencana tindakan serta berapa banyak waktu yang tersedia bagi manajemen untuk dapat melaksanakan proses pemecahan masalah ini. Jumlah pilihan terbanyak itulah yang menjadi masalah prioritas dengan keterwakilan program. serta pengaruhnya terhadap motivasi nakes. terutama bila dilihat dari variabel (4W + 1H)-nya. yang diperkirakan akan mengganggu kinerja Puskesmas. Urgency.1. Kurang pengetahuan petugas tentang pneumonia balita . Growth. masalah yang terpilih menjadi prioritas adalah : Tabel 25 Prioritas Masalah P2 ISPA Pneumonia di Puskesmas Tunjung Tahun 2015 Program No. 2. Rendahnya cakupan penemuan Pencapaian kegiatan tahun 2015 Pneumonia Balita pneumonia balita sebesar sebanyak 69 orang dari target 73 94. Seberapa kompleks sebuah masalah. Misalnya: pengaruhnya terhadap tingkat kepuasan masyarakat. sehingga besar kemungkinan adanya keterkaitan dengan kepentingan banyak orang di banyak tempat.62% orang 2. 3. Masalah Kesenjangan P2 ISPA 1. Penentuan masalah terpilih dalam setiap perbandingan diputuskan melalui kesepakatan bersama di antara petugas Puskesmas yang hadir. Berdasarkan diskusi Pair Comparison.

3 Penyebab Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah Untuk mencari penyebab masalah dan pemecahan masalah. sekolah.26 persen dari target 73 penderita di puskesmas tunjung pada tahun 2015. dan Ponpes 3 Kurangnya koordinasi lintas 1. Kerjasama dengan petugas poli/ pemegang program program lain dalam pelaporan kasus pneumonia Tabel 26 Akar masalah . Berdasarkan fishbone yang telah dibuat. Akar Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah 1 Kurangnya pemahaman petugas 1. PSN. Berikut ini adalah tabel akar masalah No. dilakukan diskusi curah pendapat (brainstorming) oleh masing-masing pemegang program. Refresing materi tentang pneumonia setiap bulan tentang pneumonia 2. Untuk mencari pemecahan masalah. telah membuat rancangan fishbone. Selanjutnya fishbone dipresentasikan dan didiskusikan tentang kemungkinan adanya penyebab yang lain atau revisi akar penyebab. Peserta diskusi penyebab masalah sama dengan peserta diskusi untuk memprioritaskan masalah. semua peserta diskusi mengemukakan ide untuk penyelesaian akar masalah dan ide-ide yang terkumpul didiskusikan lagi tentang kemungkinannya untuk dipilih dan dibuat rencana pelaksanaan kegiatannya.4. Supervisi pembinaan ke poli KIA dan IGD 2 Kurangnya pengetahuan 1. Akar penyebab masalah yang telah ditemukan kemudian dicari pemecahan masalahnya. akar penyebab dari masing-masing masalah dan alternatif pemecahan masalah yang dapat diterapkan sebagai berikut : 1. Melaksanakan penyuluhan kepada individu masyarakat tentang pneumonia maupun kelompok di posyandu. Masing- masing pemegang program yang menjadi masalah. Rendahnya cakupan penemuan pneumonia balita sebesar 69 orang atau 94.

Efektivitas.4. maka proses selanjutnya adalah menentukan prioritas pemecahan masalah. tingkat ketepatgunaan alternatif pemecahan masalah dalam menyelesaikan masalah. Technical feasibility. Metode yang dilakukan untuk prioritas pemecahan masalah adalah metode penyusunan skala prioritas untuk menilai dan menganalisis alternatif pemecahan masalah yang layak atau fisible (Matriks Prioritas). sama dengan melakukan prioritas masalah dan penyebab masalah. Efisiensi. tingkat penggunaan dana dalam penyelesaian masalah. tingkat kelayakan pelaksanaan alternatif pemecahan masalah.4 Prioritas Pemecahan Masalah Setelah menentukan alternatif pemecahan masalah dari tiap akar penyebab masalah. 2008) Pemberian bobot pada masing-masing alternatif pemecahan masalah disesuaikan dengan kriteria: . 2. Matrik Prioritas secara teknis langkah melakukan prioritas pemecahan masalah. Kriteria yang mungkin dapat digunakan dalam memilih alternatif pemecahan masalah adalah: 1. 3. Namun yang berbeda adalah kriteria yang digunakan dalam matriks. (Paul dalam Yuwono.

a) Kriteria efektivitas: 1  pemecahan masalah sangat tidak efektif untuk dilaksanakan 2  pemecahan masalah tidak efektif untuk dilaksanakan 3  pemecahan masalah cukup efektif untuk dilaksanakan 4  pemecahan masalah efektif untuk dilaksanakan 5  pemecahan masalah sangat efektif untuk dilaksanakan b) Kriteria efisiensi: 1  pemecahan masalah sangat tidak efisien untuk dilaksanakan 2  pemecahan masalah tidak efisien untuk dilaksanakan 3  pemecahan masalah cukup efisien untuk dilaksanakan 4  pemecahan masalah efisien untuk dilaksanakan 5  pemecahan masalah sangat efisien untuk dilaksanakan c) Kriteria Technical feasibility: 1  pemecahan masalah sangat tidak layak untuk dilakukan 2  pemecahan masalah tidak layak untuk dilakukan 3  pemecahan masalah cukup layak untuk dilakukan 4  pemecahan masalah layak untuk dilakukan 5  pemecahan masalah sangat layak untuk dilakukan 1. didapatkan pemecahan masalah terpilih yang paling sesuai untuk menyelesaikan masalah Rendahnya cakupan penemuan penderita pneumonia balita sebesar 9.4. Rendahnya cakupan penemuan penderita pneumonia balita Dari hasil skoring yang telah dilaksanakan. Berikut ini adalah prioritas pemecahan masalah yang terpilih yaitu: .

Refresing materi tentang pneumonia setiap bulan 3. 4. Memberikan pengobatan sesuai prosedur dan tata laksana 3. mengidentifikasi. Tujuan Khusus Program 1. Tujuan Umum Program Meningkatkan cakupan penemuan pneumonia balita di wilayah kerja puskesmas tunjung B. Menjalin komunikasi yang efektif dengan lintas program . Supervisi kasus dalam dan luar gedung. dan mencatat kasus pneumonia balita di wilayah kerja puskesmas Tunjung 2. Menemukan. Melaksanakan penyuluhan kesehatan di setiap kegiatan posyandu 2. 4. Melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang pneumonia di setiap kegiatan dan media promkes yang ada. Kerjasama lintas program untuk memberi informasi/laporan baik mingguan dan bulanan BAB V TUJUAN A. 1.

kelas ibu. Rendahnya cakupan penemuan penderita pneumonia balita sebesar 94. Melaksanakan penyuluhan Melaksanakan penyuluhan di setiap di setiap kegiatan kegiatan seperti di Posyandu. BAB VI PRIORITAS KEGIATAN Prioritas kegiatan dilakukan setelah prioritas pemecahan masalah ditemukan. Meningkatkan kerjasama Mengirim laporan ISPA pneumonia lintas program balita rutin setiap minggu dan bulan .kunjungan rumah. Pemilihan prioritas ini dilakukan dengan cara memunculkan kegiatan yang sesuai dengan prioritas pemecahan masalah yang ada. poskesdes dan puskesmas dll 3. Berikut ini adalah prioritas kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun ke depan. 1. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menyelesaikan masalah terpilih sehingga kinerja Puskesmas lebih optimal.26 persen Tabel 29 Prioritas Kegiatan P2 Pneumonia Balita tahun 2015 Prioritas Alternatif No Prioritas Kegiatan Pemecahan Masalah 1. Refresing kepada petugas Refresing/Pelatihan MTBS kepada tentang pneumonia petugas setiap bulan 2.

poskesdes dan puskesmas 3. Indikator kinerja kegiatan untuk penyelesaian masalah rendahnya penemuan pneumonia balita Tabel berikut merupakan penjabaran indikator kinerja untuk penyelesaian masalah di Puskesmas Tunjung Tahun 2014: Tabel 31 Indikator kinerja kegiatan untuk penyelesaian masalah rendahnya cakupan penemuan pneumonia balita No. Refresing materi tentang pneumonia 100% petugas mengerti dan Terlaksana sesuai jadwal 2. BAB VII INDIKATOR KINERJA A. Mengirimkan laporan setiap bulan 12 Laporan setiap bulan BAB VIII . Prioritas Kegiatan Indikator Kinerja 1. kelas ibu. Melaksanakan kegiatan penyuluhan di 100% kegiatan terlaksana sesuai setiap kegiatan jadwal di posyandu.

PERKIRAAN BIAYA DAN ANGGARAN Untuk sumber pembiayaan kegiatan program berasal dari : .Dana DOP (Dana Operasional Puskesmas) .Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) .