BAB I

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pompa adalah Suatu mesin yang menambahkan energi ke cairan dengan tujuan untuk
meningkatkan tekanannya atau memindahkan cairan tersebut melalui sebuah media hantar dan
berlangsung terus menerus. Pompa sangat berguna untuk pabrik teknik kimia karena digunakan
untuk mengalirkan suatu fluida cair.

Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk
(suction) dengan bagian keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi mengubah tenaga
mekanis dari suatu sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis (kecepatan) dimana tenaga
ini berguna untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan yang ada sepanjang pengaliran.

Pompa juga dapat digunakan pada proses-proses yang membutuhkan tekanan hidraulik
yang besar. Hal ini bisa ditemukan di pada peralatan-peralatan berat. Dalam operasi, mesin-
mesin peralatan memperlukan tekanan discharge yang besar dan tekanan isap yang rendah.
Akibat tekanan yang rendah pada sisi isap pompa maka fluida akan naik dari kedalaman
tertentu, sedangkan akibat tekanan yang tinggi pada sisi discharge akan memaksa fluida untuk
naik sampai pada ketinggian yang diinginkan.

B.Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Rotary Pump?

2. Bagaimanakah ciri-ciri dan fungsi dari Rotary Pump?

3. Apa jenis-jenis dari Rotary Pump serta dengan prinsipnya?

4. Apa saja karakteristik Rotary Pump?

5.Dimana saja digunakan aplikasi dari jenis-jenis Rotary Pump?

C. Tujuan dan Manfaat
1. Untuk mengetahui pengertian Rotary Pump

2. Untuk mengetahui ciri dan fungsi Rotary Pump

3. Untuk mengatahui jenis-jenis Rotary Pump serta aplikasinya

4.Untuk Mengetahui karakteristik Rotary Pump

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
1
D. Teknik Pengumpulan Data

Penulis melakukan teknik pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penulisan laporan
ini antara lain dengan cara :

1. Study literature, yaitu membaca buku referensi yang berhubungan dengan Rotary Pump;
2. Mengumpulkan data dari Internet;
3. Mengadakan konsultasi dengan rekan-rekan mahasiswa ME-4H.

BAB II
TEORI DASAR
A. Pengertian Pompa

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2
Pompa adalah alat untuk memindahkan fluida dari tempat satu ketempat lainnya
yang bekerja atas dasar mengkonversikan energi mekanik menjadi energi kinetik. Energi
mekanik yang diberikan alat tersebut digunakan untuk meningkatkan kecepatan, tekanan
atau elevasi (ketinggian).
Pada umumnya pompa digerakkan oleh motor, mesin atau sejenisnya. Banyak faktor
yang menyebabkan jenis dan ukuran pompa serta bahan pembuatnya berbeda, antara lain
jenis dan jumlah bahan cairan tinggi dan jarak pengangkutan serta tekanan yang
diperlukan dan sebagainya.
Dalam suatu pabrik atau industri, selalu dijumpai keadaan dimana bahan-bahanyang
diolah dipindahkan dari suatu tempat ketempat yang lain atau dari suatu tempat
penyimpanan ketempat pengolahan maupun sebaliknya.
Pemindahan ini dapat juga dimaksudkan unuk membawa bahan yang akan diolah dari
sumber dimana bahan itu diperoleh. Kita tahu bahwa cairan dari tempat yang lebih tinggi
akan sendirinya mengalir ketempat yang lebih rendah, tetapi jika sebaliknya maka perlu
dilakukan usaha untuk memindahkan atau menaikkan fluida, alat yang lazim digunakan
adalah pompa.
Pemindahan fluida dengan menaikkan tekanan pada pompa adalah untuk mengatasi
hambatan-hambatan yang terjadi, antara lain:
1. Hambatan Kecepatan
Hambatan ini terjadi karena aliran fluida didalam tabung atau pipa mempunyai
kecepatan tertentu, maka pompa harus memberikan tekanan yang diinginkan.
2. Hambatan Gesekan
Hambatan ini terjadi pada gesekan sepanjang pipa-pipa yang dilaluinya.

B. Rotary Pump ( Pompa Rotari)
Pompa rotari adalah pompa perpindahan positip yang mana aksi
pemompaan utamanya disebabkan oleh pergerakan relatif antar elemen rotasi
pemompaan dan elemen stasioner pompa. Pompa rotari berguna untuk mengangkat
fluida dan zat cair, dimana fluida adalah istilah umum yang meliputi zat cair, gas, uap
dan campuran antara mereka dan kadang-kadang meliputi zat padat yaitu berupa
tepung atau bubuk, namun kebanyakan fluida yang digunakan adalah zat cair.
Ciri khusus dari pompa rotari bahwa cairan dipindahkan oleh selain
perputaran dari pompa adalah tidak tergantung pada kecepatan aliran fluida. Juga
bahwa sewaktu-waktu selalu mengunci bermacam-macam cairan antara sisi masuk
dan keluar pompa oleh aksi dan posisi dari elemen-elemen pompa dan clearance
yang rapat dari pompa.

Semua basis pemompaan dalam pompa rotari terdiri atas tiga aksi dasar.
Bagian rotasi dan stasioner bertindak untuk membatasi volume, dikunci dari outlet
pompa dan membuka inlet pompa, yang mana timbul sebagai perputaran elemen
rotasi pompa. Ketika volume ini tidak membuka bagian inlet ataupun outlet ruang
pompa, maka seal ke bagian outlet ruang pompa dibuka, volume yang membuka ke
outlet adalah oleh aksi bersama bagian yang bergerak dan stasioner pompa. Dalam
pompa rotasi aksi dari pemompaan elemen volume harus ada tiga kondisi, yaitu :

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
3
outlet tertutup Inlet membuka, outlet tertutup inlet tertutup, outlet membuka inlet
tertutup. Untuk aksi pemompaan yang baik volume Inlet membuka / Open To Inlet
(OTI) akan timbul volume yang rat dan seterusnya dengan putran pompa, volume
outlet tertutup Inlet tertutup / Close To Inlet and Outlet (CTIO) akan konstan dalam
volume perputaran pompa dan volume outlet membuka / Open To Outlet (OTO) akan
menimbulkan volume yang maksimal pada sisi keluar.
Pompa rotary adalah pompa perpindahan positif dimana energi mekanis
ditansmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang
berputar (rotor) di dalam rumah pompa (casing). Pada waktu rotor berputar di dalam
rumah pompa, akan terbentuk kantong-kantong yang mula-mula volumenya besar
(pada sisi isap) kemudian volumenya berkurang (pada sisi tekan) sehingga fluida
akan tertekan keluar.

C. Ciri dan fungsi
Ciri dari Rotary Pump :
a. Tidak mempunyai check valve

b. Clearence antara moving part dan stationary parts dibuat sedemikian kecilnya
sehingga tidak akan terjadi kebocoran dan aliran balik.

c. Baik untuk fluida yang kental (viscous) seperti minyak pelumas dan lilin

d. Tekanan discharge-nya sampai 3000 psi atau lebih.

Fungsi dari Rotary Pump :
a. Untuk memompa cairan – cairan yang agak kental, misalnya minyak, melase,
tinta, cat, varnish, alcohol , larutan glukosa dll.

b. Mengukur jumlah aditif yang dicampurkan pada bahan kimia.

c. Mencampur dan mengaduk bahan kimia.

d. Sistem hidrolik pada industri dan mobil.

D. Karakteristik Pompa Rotari
Dalam perencanaan instalasi pompa, kita harus mengetahui karakteristik dari

pompa itu sendiri agar didapatkan kemampuan yang optimum. Karakteristik

pompa rotary dapat dicari dengan menghitung head sistem pompa, debit

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
4
pompa, perbedaan tekanan pompa, daya pompa dan efisiensi pompa.

1. Head Sistem Pompa

Gambar: Head Sistem Pompa

Dari gambar diatas kita dapat menentukan head total pompa dari
persamaan dibawah ini :

Dimana :

H : Head total pompa (m)

ha : Head statis total (m)

hp : Perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua permukaan

cairan (m), Δhp = hp2 – hp1

h1 : Berbagai kerugian head di pipa, katup,belokan, sambungan, dll

(m), h1 = hld + hls

V2 /2g : Head kecepatan keluar (m)

g : Percepatan gravitasi (9,8 m/s2)

2. Debit Pompa

Debit Pompa pompa adalah Banyaknya jumlah cairan yang dialirkan oleh
pompa per satuan waktu melalui penampungan saluran keluar dimana kondisi
operasi ini yang dinyatakan dalam rumus berikut ini :

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
5
Q = k.D.N – S

Q = Qd – S

Dimana:

Q = Debit pompa (m3 /menit)

k = 0,03471

S = Slip, Jumlah cairan yang bocor dari OTO volume ke OTI (m3/menit)

D = displacement (m3 )

N = putaran pompa (rpm)

Qd = displacement debit (m3/menit)

Displacement pompa adalah jumlah keseluruhan fluida dari volume
OTI ke OTO selama 1 putaran roda gigi penggerak.

R1

INLET OTI OTO OUTPUT

R2
Gambar:Dimensi displacement external gear pump
2
R2 3
D = 2πkZ ( + R2 R 1− R21 ¿
2 2

RRRRrrrrrrrrrrrrrrrrrrrld,mv,v,mvv’bbbbnn,n,,m,

:Dimana :

D = Displacement (ft /revolution)

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
6
K=1

Z = Lebar roda gigi (ft)

R1 = Jarak minimal Roda gigi Penggerak (ft)

R2 = jarak maksimal Roda Gigi yang digerakkan (ft)

Atau dalam buku referensi lainnya, untuk menghitung debitmenggunakan
rumus sebagai berikut :

Q = 60 ηv Vg n

Q2
Ηv=
60 V g n

Dimana :

Q = Kapasitas Pompa (m3/jam)

ηv = Efisiensi volumetris

V g = Volume dari celah roda gigi (m3 )

n = Putaran pompa (rpm)

Vg = π. dd (da - db) .b

Dimana :

V g = Volume dari celah roda gigi (m3 )

dd = Diameter Lingkar kaki (m)

da = Diameter Lingkar Kepala (m)

b = lebar gigi (m)

Atau dalam buku ref Atau dalam buk(m3 /jam)

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
7
i ηv = Efisiensi v Pena

Penampang roda gigiGambar: Penampang Roda Gigi gik me 3

3. Perbeadaan Tekanan Pompa
Perbedaaan tekanan pompa merupakan perbedaan antara tekanan
masuk/suction (Ps) dengan tekanan keluar/discharger (Pd).Hal ini dapat
Dinyatakan dalam Rumus seperti Berikut ini:

Ptd = Ps- Pd
Dimana:

Ptd = Perbedaan tekanan pompa (Kg/Cm2)

Pd = teanan keluar pompa discharger (Kg/Cm2)

Ps = Tekanan masuk pompa suction (Kg/Cm2)

4. Daya Pompa
Total daya input adalah daya total yang diperlukan oleh penggerak pompa
atau penggerak primer pompa selama kondisi beroperasi. Daya input adalah
tenaga yang dialirkan ke poros penggerak oleh penggerak pompa yang
diberikan selama kondisi operasi. Daya output adalah tenaga yang diperlukan
untuk cairan yang digerakan oleh pompa yang diberikan pada saat kondisi
berlangsung.

Dimana, hal tersebut mempunyai hubungan yang dinyatakan sebagai berikut:

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
8
Ehp = driver and transmisision power loss + Php

Php = pump power loss + Php

Q . Ptd
W hp=
36

Dimana :

Ehp = total daya input (Kw)

Php = daya input (Kw)

Whp = daya output (Kw)

Q = kapasitas (m3/s)

Ptd = perbedaan tekanan (bar)

Atau dalam referensi buku lain adalah unutuk menghitung daya pompa
adalah

sebagai berikut ini :

1+¿
Pm = P¿¿
¿

Dimana :

Pm = Daya motor lisrik (Kw)

P = Daya pompa (Kw)

α = Faktor cadangan

ηt = Efisiensi transmisi

masuk/suction (Ps) dengan tekanan keluar/discharge (Pd). Hal ini dap

5.
6.
7.
8. 4. Efisiensi Pompa⁄4 Efisien

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
9
3 3/4 Efisiensi total adalah persentase dari daya input total dengan
efisiensi output total :

Whp
⁄4 Efisiensi total adalah i daya inp Eo = E ×100 ut total dengan efisiensi
hp

output Dimana :

Eo = efisiensi total

Whp = daya output (kw)

Ehp = daya input total (kw)

3⁄ 3/4 Efisiensi mekanik dalah perbandingan daya output pompa
dengan daya input pompa :

hpW
daya inp E p= P × 100 ut total
hp

Dimana :

Ep = efisiensi mekanik

Whp = daya output (kw)

Php = daya input (kw)

Atau dalam referensi buku lain adalah untuk menghitung efisiensi
mekanis pompa adalah sebagai berikut ini:

Pw
P=
p

Dimana:

Pw = daya cairan (Kw)

P = daya pompa (Kw)

Untuk daya cairan, menggunakan rumus sebagai berikut ini :

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
10
Vg = ω. R
2.n
= 60
×r

1
∈=
Q E V g PP
1+
24,4 × pd

100000 ×Q P d
P= ×100
3600 ×∈× 75× nm

Dimana :

ηm = efisiensi mekanis (%)

P = daya pompa (Kw)

Q = debit output (m3 /jam)

Pd = tekanan output absolute (kg/cm2 )

Dimana :

ε = factor cadangan daya

E = viskositas cairan yang dipompa dalam derajat Engler

Vg = kecepatan keliling roda gigi (m/s)

r = jari-jari lingkaran kepala (m)

ηm = efisiensi mekanis (%)

P = daya pompa (Kw)

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
11
3⁄4 Efisiensi volumetrik adalah persentase dari kapasitas :am)

16,67. Q
Ev= D.N
×100

Dimana :

Ev = efisiensi Volumetrik

D =dis placement (m3 )

Q = kapasitas (m3/s)

N = putaran pompa (rpm)

Atau dalam referensi buku lain adalah untuk menghitung efisiensi
volumetris pompa adalah sebagai berikut ini:

Q
ɳ v=
60 v g n

Dimana :

Q = Kapasitas Pompa (m3 /jam)

ηv = Efisiensi volumetris

Vg = Volume dari celah roda gigi (m3)

n = Putaran pompa (rpm)

Atau dalam buku ref

5. Kurva Performance

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
12
er

Gambar :Kurva Qd, Q dan S dengan Ptd, N dan v konstane

Gambar : Kurva dari Qd, Q dan S dengan N, Ptd dan v konstan

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
13
Gambar : Kurva Qd, Q dan S dengan N dan Ptd

E. Tabel Rating Pompa lain
Seperti halnya dengan pompa sentrifugal, tabel rating sering digunakan untuk
memberikan data yang tepat tentang kapasitas, masukan daya, dan tinggi tekanan pompa.
Banyak tabel rating (rating table) untuk pompa rotari mempunyai daftar kekentalan, yang
menunjukan pengaruh kenaikan dan penurunan kekentalan pada kinerja pompa.

Tabel memberikan contoh data kinerja untuk pompa rotari tiga sekrup
Kapasitas pada 150 Bhp pada 50 Psi Bhp pada 100 Psi
SSU tekanan buang 100
per relatif (psig), gpm 200 500 SSU Tinggi angkat maks. 200 500 SSU Tinggi angkat
SSU (Hg) SSU maks. (Hg)
3 0,2 0,3 24 0,3 0,4 24
18 0,5 0,7 22 0,8 1,0 22
17 0,9 1,1 20 1,5 1,7 20
25 1,2 1,4 20 2,1 2,5 20
40 2,0 2,5 20 3,3 3,8 20
63 3,0 3,8 20 5,1 5,8 20
95 4,5 5,6 19 7,6 8,7 19
130 6,0 7,5 18 10,1 11,6 18
191 9,0 11,1 16 14,8 16,9 16
270 12,3 5,4 13 20,8 23,9 14
405 8,3 22,9 9 31,0 35,9 9

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
14
F. Klasifikasi Pompa Rotari
Sebutan umum pompa rotari dipakai di seluruh klasiftkasi ini. Hanya sedikit saja
pabrik mengklasifikasikan pompanya berdasarkan penggunaan utama pompa tersebut.
Sebagai gantinya pabrik itu memberikan daftar sejumlah penggunaan yang mungkin
untuk suatu jenis pompa yang ada. Praktek ini ber1awanan dengan praktek yang
dilaksanakan pada pompa-pompa sentrifugal yang tekanannya lebih banyak diberikan
pada penggunaannya dibandingkan dengan kelas, jenis, atau konstruksinya.
Kebanyakan pembuat pompa-pompa rotari menekankan jenis unit tersebut disamping
kelasnya, misalnya, sebuah pompa rotari roda gigi-dalam. Pengenalan yang demikian
merupakan petunjuk yang berguna selama langkah-langkah awal pemilihan pompa.
Tentu saja praktek yang berkenaan dengan ini akan agak berbeda dari pembuat yang
satu dengan pembuat lainnya.
Pembagian pompa ratari berdasarkan kelasnya dibagi oleh the Hydraulic Institute
sebagai unit yang (1) serba-besi, (2) sebagian brons, dan (3) serba-brons. Pada pompa
yang serba-besi, setiap bagian pompa yang berhubungan langsung dengan cairan
yang dipompakan di buat dari besi, dan bagian-bagian yang mengalami keausan
seperti rotor, baling-baling, dan bagian-bagian pompa yang bergerak lainnya tebuat
dari brons. Poros dapat dibuat dari baja atau logam bukan besi. Pada pompa yang
serba-brons, setiap bagian unit yang berhubungan langsung dengan cairan yang
dipompakan dibuat dari brons standar masing-masing pembuat pompa, kecuali poros,
yang dibuat dari baja tahan karat atau logam-logam bukan besi. Bagian-bagian luar
yang tebuat dari baja atau besi ulet (ductile iron) semakin banyak dipakai pada pompa
rotari untuk keper1uan penyulingan minyak dan temperatur tinggi. Juga, baja tahan
karat seri 300 semakin banyak dipakai pada industri kimia dan makanan.

G. Rotary Pump Yang Banyak Digunakan
a. Gear Pump
Pompa ini terdiri dari 2 buah roda gigi yang di pasang saling merapat. Perputaran
roda gigi yang saling berlawanan arah akan mengakibatkan tekanan vakum pada sisi
hisap, akibatnya fluida akan terisap masuk ke dalam ruang pompa. Kemudian fluida di
kompresikan ke luar pompa hingga tekanan tertentu. Pompa roda gigi terdiri dari roda
gigi penggerak dan roda gigi yang digerakkan. Pada pompa roda gigi terdiri dua macam
yaitu pompa roda gigi external dan internal.
Pompa roda gigi adalah pompa rotari yang mana dua atau lebih roda gigi yang
dihubungkan untuk mendapatkan aksi pemompaan. Karakteristik bahwa salah satu dari
roda gigi menjadi penggerak roda gigi lainnya. Kontak mekanik antara bentuk roda gigi
sebuah bagian dari pergerakan penguncian fluida antara sisi masuk dan sisi keluar dan
ujung–ujung radial dari roda gigi dan sisi-sisi dari bentuk gigi. Kontak gigi bergerak
sepanjang permukaan gigi dan selalu melompat dari gigi ke gigi seperti perputaran roda

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
15
gigi. Ada pula karakteristik yang membedakan pompa roda gigi dari pompa lobe, yang
mana rotor tidak mampu mengerakan lainnya, dan yang mana kontak penguncian fluida
berkedudukan antara lobe-lobe.

Dua jenis pompa roda gigi adalah pompa roda gigi luar (external gear pump) dan
pompa roda gigi dalam (internal gear pump). Umumnya pompa roda gigi luar disusun
sedemikian rupa sehinga pusat rotasi dari elemen lainnya adalah external (di luar) untuk
diameter mayor pada penyambungan roda gigi dan semua roda gigi adalah jenis roda gigi
luar. Pusat rotasi pada suatu roda gigi terendah pada pompa roda gigi dalam adalah di
sebelah dalam diameter mayor pada sebuah penggabungan roda gigi dan pada satu gigi
terendah adalah jenis roda gigi dalam atau jenis gigi mahkota. karakteristik yang
membedakan pompa roda gigi dari pompa lobe, yang mana rotor tidak mampu
mengerakan lainnya, dan yang mana kontak penguncian fluida berkedudukan antara lobe-
lobe.
Dari ilustrasi gambar diatas dapat dijelaskan bahwa volume OTI pada ruang
pemompaan pada pompa roda gigi dibatasi oleh dinding-dinding body dan oleh
permukaan gigi-gigi roda gigi antara titik-titik penguncian fluida dimana pengabungan
roda gigi-roda gigi dan titik-titik penguncian roda dimana ujung gigi roda gigi lainya
bertemu dan mengunci dengan dinding-dinding body seperti ini meningalkan volume
OTI. Fluida yang terperangkap pada diantar gigi-gigi roda gigi dan diding body terkunci
dari ruangan pemasukan dan ruang pengeluaran dan ini volume CTIO. Volume OTO
dibatasi diding-dinding body permukaan gigi roda giginya antara titik penguncian fluida
dimana ujung gigi roda gigi lainya meningalkan dinding body dan masuk ke volume OTO
dan titik-titik penguncian fluida dimana roda gigi-roda gigi dihubungkan.
Bagian-bagian sisi axsial dari roda gigi-roda gigi berjalan pada kontak clearance yang
kecil dengan axial dan permukaan ruangan pemompaan. Gigi-gigi pada roda gigi berjalan
pada kontak clearence yang kecil dengan gigi-gigi yang lainnya dimana mereka
dihubungkan. Ujung-ujung gigi roda gigi berjalan pada kontak clearence yang kecil
dengan permukaan radial dari ruangan pompa pada pengangkatan dari volume OTI ke
volume OTO. Beban kontak bantalan antara rotor-rotor atau antara rotor dan stator bisa
berada pada tiga daearah, dan celah-celah dibatasi oleh kelongaran jalan pada daerah-
daerah ini menentukan banyak kebocoran dari volume OTI ke volume OTO, untuk
beberapa beda tekanan yang diberikan antara volume-volume ini, untuk beberapa
vikositas efek fluida.

Gaya pemompaan dibagi oleh rotor-rotor dan banyaknya seimbang dari total
torsi bulu kempa oleh rotor yang lainya pada beberapa saat seketika ditentukan oleh
kedudukan titik-titik penguncian fluida antara gigi-gigi roda gigi rotor. Saat titik
penguncian fluida bergerak maju pusat rotasi dari roda gigi rotor, torsi pemompaan
pada penambahan roda gigi itu, dan saat ini bergerak dari pusat ke pengurangan torsi,
tetapi mereka mungkin digunakan untuk mentransfer torsi antara sambungan-
sambungan yang berputar untuk menghindari keausan secara cepat antara gigi-gigi
rotor ketika pompa mengangkat zat cair yang tidak perlu dilumasi (non lubricasting
liquid).

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
16
Ada 2 macam jenis Gear Pump yaitu:
1. External Gear Pump

Gambar 1.1 External Gear Pump
Cara Kerja :
Ketika roda gigi berputar, terjadi penurunan tekanan pada rumah pompa
sehingga cairan mengalir dan mengisi rongga gigi. Cairan yang terperangkap
dalam rongga gigi terbawa berputar. Kemudian dikempakan dalam saluran
pengeluaran, karena pada bagian ini terjadi pengecilan rongga gigi.
Jika jumlah gigi semakin sedikit maka volume fluida yang dialirkan semakin besar
karena rongga antara roda gigi dengan dinding semakin besar pula. Sedangkan
untuk meningkatkan flowrate dapat dilakukan juga dengan meningkatkan rpm
dari roda gigi tersebut. Pompa jenis ini tidak memerlukan valve seperti pada
reciprocating pump sehingga loss dapat berkurang.

Aplikasi :
1. Mengalirkan berbagai macam oli bahan bakar
2. Mengalirkan minyak pelumas
3. Mengukur jumlah aditif yang dicampurkan pada bahan kimia
4. Mencampur dan mengaduk bahan kimia
5. Sistem hidrolik pada industri dan mobil

2. Internal Gear Pump

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
17
Gambar : Internal Gear Pump

Cara Kerja :
Internal gear pump bekerja dengan memanfaatkan roda gigi dalam yang
biasanya dihubungkan dengan penggerak dan roda gigi luar yang biasanya
bertindak sebagai idler. Awalnya fluida masuk lewat suction port antara rotor
(roda gigi besar) dan idler (roda gigi kecil). Fluida kemudian masuk melalui celah-
celah roda gigi. Bagian yang berbentuk seperti bulan sabit membagi fluida dan
bertindak sebagai seal antara suction dan discharge port. Fluida yang membanjiri
discharge port akan terus didorong oleh fluida dibelakangnya sehingga fluida
terus mengalir

Aplikasi :
1. Berbagai macam oli bahan bakar dan pelumas
2. Food product seperti sirup, coklat atau peanut butter
3. Alkohol dan solvent
4. Aspal, bitumen dan tar
5. Polyurethane foam
6. Cat, tinta dan pigmen

b. Flexible Member Pump

Flexible member pump mempunyai pemompaan yang sejenis dengan pompa vane
internal dengan volume OTI, OTO, CTIO dibatasi oleh permukaan rotor dan permukaan
body dan kontak-kontak fluida antara vane fleksibel rotor dan permukaan body.
Flexibel linear pump adalah mempumyai aksi pemompaan yang sama dengan
pompa vane external, ketiga volume ruangan pompa dibatasi oleh permukaan dalam
body, permukaan luar liner dan kontak kebocoran fluida antara liner dan lubang body.
Pompa linner paling banyak, tidak seperti pompa rotari lainnya, mempunyai satu posisi

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
18
rotor terkecil yang mana tidak ada kebocoran fluida antara volume OTI dan OTO. Pompa
hanya tergantung pada kecepatan fluida, dan inertia untuk membatasi aliran balik selama
posisi ini. Lebih jelasnya Lihat gambar berikut ini.
Flexibel tube pump adalah satu yang mana tiga volume dibatasi hanya oleh
permukaan dalam dari tube flexibel dan dibatasi oleh tempat dudukan dari titik-titik
komperesi pada tube oleh roller-roller atau sepatu-sepatu dan dinding body.

Gaambar: Pompa Fleksibel

C. Pompa Cuping (Lobe)

Pompa rotari positif 3 lobe termasuk pompa positif dimanan elemen rotor didukung
dari hub silinder inset ke dalam ujung plat pompa. Volume OTI dibatasi oleh dinding-dinding
body dan permukaan elemen rotor antara titik kontak tempat dudukan dimana rotor-rotor
mengalirkan fluida dengan dinding-dinding stator (daerah antara rotor- rotor) atau leave
(daerah atas dan bawah) volume OTI. Sedangkan Volume OTO dibatasi oleh permukaan
elemen-elemen rotor antara kotak-kotak penguncian fluidanya dengan dinding stator dimana
mereka berada (berada antara rotor-rotor) atau masuk (daerah atas dan bawah) volume OTO
dan oleh dinding-dinding body. Karakteristik pompa rotari adalah rotor-rotor yang satu
dengan yang lain tidak terkait dengan atau tidak kontak satu sama yang lain, rotor-rotor ini
dipasang atau susunannya sangat presisis antar rotor-rotornya., tanpa ada kebocoran fluida
jika mereka bekerja. Ini berbeda dengan roda gigi dan sekrup dimana rotor-rotornya saling
kontak.
Permukaan radial dan permukaan aksial dari elemen piston rotor berjalan pada kontak
clearence yang rapat dengan dinding body dan kontak beban bantalan bisa berada pada
daerah ini. Celah-celah dibatasi oleh clearence, menentukan besar kebocoran fluida dari
volume OTO ke volume OTI untuk perbedaan tekanan dan vikositas efektif fluida yang
diberikan. Rotor lain pada sebuah pompa rotary positif 3 lobe merasakan torsi pemompaan
yang penuh dari penggerak pompa.
Pompa lobe mempunyai dua rotor setiap lobe, baik untuk lobe dua, tiga maupun
empat masing-masing lobenya tetap mempunyai dua rotor. Pompa tiga lobe mempunyai

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
19
efisiensi lebih baik dibanding dengan dua lobe, begitu seterusnya. Namun dari segi
pembuatannya lebih sulit

Gambar Lobe pump dan bagiannya
Cara kerja :
Pompa Lobe pada prinsipnya sama dengan cara kerja dengan pompa roda gigi
eksternal. Kedua rotor berputar serempak dengan arah saling berlawanan. Kemudian sumbu
gigi dari rotor selalu membentuk sudut 90 o terhadap sumbu gigi rotor yang lain. Jika rotor
diputar dalam arah panah, seperti ditunjukkan pada gambar diatas, maka fluida yang
terkurung antara casing dengan lobe akan dipindahkan dari inlet menuju outlet.

Aplikasi :
1. Industri makanan : Coklat, sirup, saos, selai, kue, agar-agar
2. Produk harian : Susu, yoghurt, margarine, minyak, krim, keju
3. Industri minuman : Bir, anggur, alcohol, jus, air mineral, ragi
4. Industri kimia dan kertas : Asam, alkali, sabun, cat, resin, pelumas, solvent,
lem, latek
5.Industri Farmasi : Serum, pasta gigi, vaksin, antibiotic, lotion, sampo, sabun

d. Pompa Circumdiferential Piston
Pompa Circumferential piston merupakan pompa berjenis perpindahan postif
yang masuk kategori pompa rotary multiple rotor.Pompa ini memiliki sistem
pemompaan yang berputar (rotary) Pompa ini memiliki prinsip yang sama deengan
pompa pada umumnya yaitu membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk
(suction) dengan bagin keluar (discharger).Dengan kata lain,pompa berfungsi mengubah
tenaga mekanis dari sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis
(kecepatan),diamaan tenaga ini berguna untuk mengalirkan cairan dan mengatasi

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
20
hambatan-hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan,perbedaan
ketinggian atau hambatan gesek.

Gambar: Pompa circumdiferentiaal piston
Cara kerja:
Pompa piston circumferential bekerja dengan cara memutar circumferential
piston itu sendiri melalui tenaga penggerak. Putaran circumferenial piston tersebu akan
menghasilkan kevakuman yang akan menghisap fluida kerja.Setelah fluida masuk
keruangan pompa, fluidaakan didorong oleh sayan-sayap cicumferential piston keluar
lewat saluran buang.

Aplikasi pompa circumferential:

Pompa circumferential piston dapat digunakan untuk memompa cairan yang
kental (viskositasnya tinggi) dan mengandung padatan.desain yang kuat dan Mudah
dibersihkan yang membuat pompa ini ideal untuk industry makanan,pembuatan
minuman maupun industry kosmetik.

e. Pompa Ulir (Screw Pump)
Pompa Ulir (screw Pump) adalah pompa yang digunakan untuk menangani cairan
yang mempunyai visikositas tinggi,heterongen,sensitive,terhadap geseran dan cairan
yang muda berbusa. Prinsip kerja pompa screw ditemukan oleh seorang engineer
perancis bernama Rene Moineau, sehingga sering disebut dengan Moineau pump,
pada tahun 30-an dan terus dikembangkan hingga sekarang.

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
21
Gambar: pompa ulir
Pompa ulir terdiri atas sebuah helical metallic rotor yang berputar didalam
elastic helical stator.Rotor terbuat dari hardened steel yang dikerjakan secara sangat
presisi.sedangkan stator terbuat dari injection-moulded elasmoter yang tahan
abrasi.Bentuk dan dimensi dari kedua bagian ini didesain sedemikian rupa sehingga
terbentuk rangkaian ganda ruangan yang tersegel (rongga) ketika rotor bekerja pada
stator.Rongga tersebut berjalan secara axial dari bagian inlet ke bagian outlet pompa
sambil membawa cairan.

Cara Kerja Pompa Ulir (Screw Pump):

Pada pompa ulir, zat cair masuk pada lubang isap, kemudian akan ditekan di ulir
yang mempunyai bentuk khusus. Dengan bentuk ulir tersebut, zat cair akan masuk di
ruang antara ulir-ulir, ketika ulir berputar, zat cair terdorong ke arah kanan kemudian
keluar pada lubang buang.

Gambar Cara Kerja Pompa Ulir

Berdasakan jumlah ulir atau sekrupnya, screw pump dibagi menjadi 3 jenis, yaitu

1. Single Screw Pump

Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di dalam sebuah stator
atau lapisan (linier) heliks-dalam (internal-helix-stator).Rotor terbuat dari logam

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
22
sedangkan heliks terbuat dari karet keras atau lunak, tergantung pada cairan yang
dipompakan.

Gambar Single Screw Pump

Pompa ini mempunyai kinerja yang cukup baik untuk formal dan visikositas
tinggi dalam kapasitas yang stabil,aplikasi penggunaan yang baik sebagai pemindah
pasokan air,limbah, lumpur,Hal ini sesuai dengan spesifikasi yang luas yang sesuai
dengan penggunaannya.
Daya Hisap Tinggi sampai dengan 8.5 m dan self primingnya kuat bias
menangani benda padat berisi cairan (Max. 50 mm) serat flock dan sebagainya tanpa
merusak benda tersebut seperti pompa perpindahan positif, kapasitas berbanding lurus
dengan kecepatan dipengaruhi oleh tekanan pengiriman.Pompa ini bekerja tanpa
denyutan atau turbulens.Hal ini dapat menangani visikositas tinggi dan kepadatan
cair.200000 ps merupakan viskositas maksimum dan dengan kandungan air 50 % tetapi
tergantung pada materialnya.Bantalan ditempat eksternal, agar cairan tidak
terkontaminasi.Arah aliran fluida dapat diubah.Kontruksi sederhana dengan beberapa
bagian.Beragam bahan dari bagian komponen memungkinkan untuk menangani semua
jenis cairan , seperti benda yang mempunyai korosif yang tinggi.Seperti penyengelan
diatur pada sisi isap.

2. Twin Screw Pump

Pompa sekrup Twin (screw ganda) menjamin operasi yang handal dan usia pakai
yang panjang karena melalui pompa jenis perpindahan positif, namun elemen berputar
tidak menghubungi satu sama lain dalam cair dan tidak memiliki bahaya dengan tongkat.
Dan sekrup memungkinkan untuk setiap kombinasi pasangan sekrup sesuai dengan arah
putaran yang diperlukan dan arah debit pada poros standar. Selanjutnya, konstruksi ini

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
23
memungkinkan setiap kombinasi matrial. Kegunaannya untuk semua cairan baik
visckositas rendah maupun viskositas tinggi.

Gambar Twin Screw Pump

3. Three Spindle Screw Pump

Pompa ini memiliki keunggulan seperti effisiensi operasional yang tinggi,cara
kerja yang baik dan kuat.Pompa ini diterapkan untuk pemindahan minyak karena
tekanan dan efisiensi yang tinggi,untuk volume besar minyak pelumas dan bahan
bakar minyak pengalihan karena kapasitas besar, efisiensi maksimal dan tinggi ,untuk
penggunaaan minyak pelumas untuk pompa turbindan air,dengan tersedianya kopling
langsung dan beroperasi dalam kecepatan tinggi.Kontruksi sederhana, hanya satu
rotor yang berputar dan dua rotor diam.

Gambar Three Spindle Screw Pump

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
24
f. Pompa vane

Pada berbagai jenis pompa vane rotor kaku, elemen-elemen yang dapat bergerak
mengunci pada sudu-sudu kaku, roller-roller, selop-selop (slippers), sepatu-sepatu,
bucket-bucket dan sebagainya, digerakkan umumnya radial dalam keadaan dan rupa
dengan meratakan cam, untuk memelihara kuncian (kedap udara) fluida antara volume
OTI dan volume OTO selama operasi pompa. Volume OTI dibatasi oleh dinding-dinding
body, dinding-dinding rotor kontak kuncian antara vane dan rotor dan body, kontak
kuncian antara vane-vane dan rotor, dan kontak kuncian antara vane dan body. Volume
OTO dibatasi oleh permukaan dinding body, permukaan dinding rotor, titik-titik
penguncian fluida vane ke rotor dan vane ke body. Volume OTO dibatasi oleh permukaan
boby, permukaan rotor, titik-titik kuncian fluida vane ke body dan titik-titik kuncian fluida
vane ke rotor. Dalam pompa vane internal, volume radial dibelakang vane-vane
menginginkan untuk selalu memiliki komposisi konstan atau lubang lain, karena dari aksi
pemompaan piston dari vane-vane dan adanya fluida yang terperangkap, ketika vane-
vane berada didalam susunan blade-blade, rotor- rotor. Ketika kerataan vane adalah
radial external dari rotor, dan vane atau vane-vane dipasang pada body atau stator,
pompa ini disebut pompa external vane in body pump. Volume OTI, CTIO, OTO dibatasi
seperti untuk internal vane pump ketika vane external bertingkat digunakan. Pada
gambar dibawah ini memperlihatkan pompa vane internal vane tunggal, dalam hal ini
volume CTIO dibatasi oleh kerataan rotor, kerataan body dan kebocoran fluida diantara
mereka. Pompa vane adalah pompa rotor tunggal dan rotor ini merasakan torsi
pemompaan penuh.

Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan lubang
rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak diantara 2 baling
dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa.

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
25
Gambar Vane pump

Cara kerja :
Rotor asimetris di dalam rumah memilik sudu-sudu yang bebas bergerak secara
radial. Karena gaya sentrifugal sudu-sudu akan selalu menempel pada dinding pompa.
Cairan masuk pada bagian hisap, mengisi ruang antar sudu, terjebak dan terbawa putaran
kemudian di keluarkan dibagian kempa karena adanya pengecilan sudu

Aplikasi :
1. Sering digunakan sebagai pompa vakum
2. Aerosol dan propelan
3. Penerbangan layanan - Transfer bahan bakar
4. Alkohol
5. Pelarut
6. Pendinginan – Freon, Amonia

H. Bagan Pembagian Jenis-jenis Pompa

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang jenis-jenis pompa, karena seperti
yang telah disebutkan di atas bahwa pompa hadir dengan berbagai jenis
berdasarkan cara kerjanya masing-masing. Secara garis besar, alat ini hanya

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
26
digolongkan dalam dua jenis, yakni pompa perpindahan positif (positive
displacement pump) dan pompa dinamik (dynamic pump).

Pada dasarnya, cairan apapun dapat ditangani oleh hampir semua jenis
pompa, namun pemilihannya harus disesuaikan dengan vikositas cairan dan
perbedaan elevasi. Dalam pengaplikasiannya di lapangan, pompa sentrifugal
dianggap lebih ekonomis dan lebih banyak digunakan bila dibandingkan
dengan pompa rotary dan reciprocating.

Gambar Bagan Pembagian Jenis-jenis Pompa

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
27
I. Bagan Pembagian Jenis-jenis Rotary Pump

Pompa rotary adalah pompa perpindahan positif dimana energi mekanis
ditransmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang
berputar (rotor) di dalam rumah pompa (casing). Pada waktu rotor berputar di dalam
rumah pompa, akan terbentuk kantong-kantong yang mula-mula volumenya besar (pada
sisi isap) kemudian volumenya berkurang (pada sisi tekan) sehingga fluida akan tertekan
keluar.

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
28
GambarBagan Pembagian Jenis-jenis Rotary Pump

BAB III

CARA PERWATAN DAN PERBAIKAN POMPA ROTARI (ROTARY PUMP)

 Cara perawatan pompa rotari:
a. Memilih pompa yang benar sesuai kebutuhan.
b. Mengendalikan debit aliran dengan variasi kecepatan.

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
29
c. Membuang kran pengendali aliran.
d. Pastikan ketersediaan instrumen dasar pada pompa seperti pengukur
tekanan,pengukur aliran.
e. Pastikan tidak ada benda asing yang menyumbat.

 Cara perbaikan pompa rotari:
a. Menganti komponen apa bila ada kerusakan pada pompa.
b. Perbaiki seal dan packing untuk meminimalkan kehilangan air oleh tetesan.
c. Memperbaiki keseimbangan impeller pada sentrifugal atau poros pengerak.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
 KESIMPULAN
Rotary pump adalah bagian dari pompa Positive Displacement yang
artinya mempunyai aliran pulsatif dan mempunyai aksi putaran sebagai cara
isapnya. Pompa rotary adalah pompa perpindahan positif dimana energi mekanis
ditansmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang
berputar (rotor) di dalam rumah pompa (casing). Pada waktu rotor berputar di
dalam rumah pompa, akan terbentuk kantong-kantong yang mula-mula
volumenya besar (pada sisi isap) kemudian volumenya berkurang (pada sisi
tekan) sehingga fluida akan tertekan keluar.
Rotary Pump digunakan untuk fluida yang memiliki densitas yang tinggi
seperti minyak, , melase, tinta, cat, varnish, alcohol , larutan glukosa dll.
Jenis-jenis dari Rotary Pump adalah External Gear Pump, Internal Gear
Pump, Lobe Pump, Flexible Member Pump, Vane Pump, Screw Pump.

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
30
 SARAN

1.Dalam melakukan percobaan diharapkan para praktikan mengikuti prosedur
pengukuran dan pengoperasian pompa.

2 .Dalam melakukan praktek agar betul-betul teliti dalam melihat
hasil pengukuran.

3.Praktikan diharapkan menyadari pentingnya keselamatan kerja.

Daftar Pustaka

Ir. Syahriar. 2014. PUMP & DRIVER PAP 2014 (slide show)
http://ace-wdnto.blogspot.com/2010/11/pengetahuan-umum-tentang-pompa_07.html (diakses pada
tanggal 10 Juli 2017)
http://macammakati.blogspot.com/2011/03/pompa-rotary-lanjutan-pompa.html (diakses pada
tanggal 10 Juli 2017)
http://blackknight-radyo.blogspot.com/2012/04/laporan-pompa.html (diakses pada tanggal 10 Juli
2017)

LAPORAN PRAKTEK BENGKEL ROTARY PUMP POLITEKNIK NEGERI MEDAN
31