You are on page 1of 43

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan Negara yang memiliki keragaman hayati yang melimpah
baik flora maupun fauna. Ditinjau dari letak wilayah Indonesia yang berada di tengah-
tengah garis silang kedua samudera yaitu Samedera Hindia dan Samudera Pasifik, oleh
karena itu banyak tempat di wilayah Indonesia tepatnya Pulau Jawa dan pada khususnya
di wilayah Jawa Timur Pantai Delegan, Gresik memiliki keanekaragaman jenis hewan
Invertebrata dan vertebrata. Dalam hal Kekayaan keragaman hayati ini memberikan
keuntungan yang besar bagi masyarakat. Di antaranya dapat memenuhi kebutuhan
manusia juga mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.

Protein sebagai salah satu sumber pembangun tubuh dapat berasal dari tumbuhan
(nabati) dan hal ini penulis akan mengungakapkan atau menjelaskan tentang keragaman
hewan yang tidak bertulang belakang (Invertebrata), Hewan invertebrata ini disamping
dapat memperkaya keanekaragaman hayati, hewan ini juga mengandung berbagai zat-zat
yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai contoh zat tersebut yaitu :karbohidrat, protein,
lemak dan zat-zat lain yang mendukung komposisi dari hewan Invertebrata ini. Protein
yang berasal dari hewan mempunyai kandungan yang sempurna dibandingkan dengan
protein nabati. Oleh karena itu pengadaan sumber protein hewani harus diupayakan.
Pengupayaan kandungan yang bermanfaat bagi manusia, banyak masyarakat
berbondong-bontong untuk membudidayakan hewan-hewan Invertebrata tersebut, contoh
hewan tersebut: Cucumeria Frodosa sp. (teripang) disamping itu hewan Invertebrata
tersebut memiliki manfaat sebagai penghisap sampah yang ada di laut. Sehubungan
dengan itu penulis tertarik untuk memilih karya tulis yang berjudul “Keragaman Hewani
Invertebrata di Pantai Delegan Gresik”
2.1 Tujuan

Tujuan dari kegiatan praktikum lapang di Pantai Delagan Gresik, Jawa Timur adalah

1. Mengidentifikasi ciri-ciri hewan avertebrata
2. Mendeskripsikan ciri-ciri hewan avertebrata
3. Mengklasifikasikan ciri-ciri hewan avertebrata
4. Mendokumentasikan hewan-hewan yang avertebrata
5. Membuat koleksi hewan-hewan avertebrata untuk disimpan di Laboratorium
Taksonomi
6. Menambah wawasan tentang hewan avertebrata
7. Mencari informasi tentang hewan-hewan avertebrata dari masyarakat sekitar
pantai Delegan Gresik, Jawa Timur.

3.1 Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum lapang Taksonomi Avertebrata adalah

1. Mengetahui keanekaragaman hewan avertebrata yang terdapat di Pantai
Delegan Gresik, Jawa Timur
2. Dapat mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan mengklasifikasikan ciri-ciri
hewan avertebrata yang terdapat di Pantai Delegan Gresik, Jawa Timur
3. Menambah informasi tentang hewan avertebrata dari mayarakat sekitar pantai
Delegan Gresik, Jawa Timur
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian
Hewan avertebrata (In = tidak ; Vertebrata = Tulang belakang)jadi
Invertebrata adalah hewan tingkat rendah yang tidak tidak memiliki tulang
belakang, baik hewan yang bersel tunggal dan tidak mempunyai bentuk tetap,
maupun hewan yang bersel banyak dan mempunyai bentuk tetap, serta
memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan
kelompok hewan bertulang punggung / belakang, juga sistem pencernaan,
pernapasan dan peredaran darah lebih sederhana dibandingkan hewan
vertebrata. Hewan Invertebrata ini dapat di bedakan berdasarkan jumlah lapisan
lembaga dan rongga tubuh.
Hewan berasal dari zigot yang bersel satu dan perkembangan selanjutnya
terjadi karena pembelahan sel. Sel akan bertambah banyak sehingga bentuknya
menyerupai bola. Sel – sel tersebut melengkung ke dalam membentuk dua lapis
lembaga, yaitu ectoderm dan endoderm, hewan ini juga disebut hewan diploblastik
diantara ectoderm dan endoderm terdapat mesoderm sehingga terdapat tiga lapus
lembaga ( triploblastik )
2.2 Phylum pada avertebrata antara lain:
PORIFERA
(Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah
sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana. Umumnya hidup di
laut dangkal, kecuali satu family yang hidup di air tawar.
Ciri-ciri morfologinya antara lain:
• tubuhnya berpori (ostium)
• tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
• berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
• tubuhnya terdiri dari dua lapis (diploblastik) dengan lapisan luar epidermis
berbentuk sel pipih yang disebut pinakosit, sedangkan lapisan dalam
endodermis tersusun dari sel flagel disebut koanosit.
• Terdapat lapisan tengah berupa substansi berupa gelatin disebut mesoglea.
Mesoglea ini terdapat sel amobasit berfungsi mengedarkan makanan dan sel
skleroblast berfungsi membentuk kerangka menyerupai duri ( spikula )
Ciri-ciri anatominya antara lain:
• memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid
• pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit
Ukuran dan bentuk
Ukuran porifera sangat beragam.Beberapa jenis porifera ada yang berukuran
sebesar butiran beras, sedangkan jenis yang lainnya bisa memiliki tinggi dan
diameter hingga 2 meter. Tubuh porifera pada umumnya asimetris atau tidak
beraturan meskipun ada yang simetris radial. Bentuknya ada yang seperti tabung,
vas bunga, mangkuk, atau bercabang seperti tumbuhan. Tubuhnya memiliki
lubang-lubang kecil atau pori(ostium).Warna tubuh bervariasi, ada yang berwarna
pucat, dan ada yang berwarna cerah, seperti merah, jingga, kuning bahkan ungu.
Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton.
Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut
juga sebagai pemakan cairan. Habitat porifera umumnya di laut. Porifera
melakukan reproduksi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi secara aseksual
terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas
internal. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh Porifera
yang hidup di air tawar. Secara seksual dengan cara peleburan sel sperma dengan
sel ovum, pembuahan ini terjadi di luar tubuh porifera. Beberapa jenis Porifera
seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi.
Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi sebagai obat penyakit kanker dan
penyakit lainnya.
Cara hidup dan Habitat
Porifera hidup secara heterotof.Makananya adalah bakteri dan
plankton.Makanan yang masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan.Pencernaan
dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.Habitat porifera
umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km.Sekitar
150 jenis porifera hidup di ait tawar, misalnya Haliciona dari kelas
Demospongia.Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil),
hidupnya menempel pada batu atau benda lainya di dasar laut.Karena porifera yang
bercirikan tidak dapat berpindah tempat, kadang porifera dianggap sebagai
tumbuhan.
Hexactinellida (Hyalospongiae)
Hexactinellida (dalam bahasa yunani, hexa = enam) atau Hyalospongiae
(dalam bahasa yunani, hyalo = kaca/transparan, spongia = spons) memiliki spikula
yang tersusun dari silika.Ujung spikula berjumlah enam seperti bintang.Tubuhnya
kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau mangkuk.Tinggi
tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid.Hewan ini hidup soliter
di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m.Contoh Hexactinellida adalah Euplectella.
Demospongiae
Demospongiae ( dalam bahasa yunani, demo = tebal, spongia = spons)
memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin. Tubuhnya berwarna cerah
karena mengandung pigmen yang terdapat pada amoebosit.Fungsi warna diduga
untuk melindungi tubuhnya dari sinar matahari.Bentuk tubuhnya tidak beraturan
dan bercabang.Tinggi dan diameternya ada yang mencapai lebih dari 1
meter.Seluruh Demospongiae memiliki saluran air tipe Leukonoid.Habitat
Demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal, meskipun ada yang di air
tawar.Demospongiae adalah satu-satunya kelompok porifera yang anggotanya ada
yang hidup di air tawar.Demospongiae merupakan kelas terbesar yang mencakup
90% dari seluruh jenis porifera. Contoh Demospongiae adalah spongia,
hippospongia dan Niphates digitalis.
Calcarea (Calcisspongiae)
Calcarea (dalam latin, calcare = kapur) atau Calcispongiae (dalam latin,
calci = kapur, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari kalsium
karbonat.Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga,
dompet, kendi, atau silinder.Tinggi tubuh kurang dari 10 cm.Struktur tubuh ada
yang memiliki saluran air askonoid, sikonoid, atau leukonoid. Calcarea hidup di
laut dangkal, contohnya sycon, Clathrina, dan Leucettusa lancifer.
COELENTERATA
ciri Coelenterata berasal dari kata KOILOS = rongga tubuh atau selom dan
ENTERON = usus. Jadi COELENTERON artinya rongga yang berfungsi sebagai usus.
Coelenterata hidupnya di perairan laut maupun air tawar, contoh hydra.
CIRI-CIRI COELENTERATA
• Hewan bersel banyak (multiseluler)
• Tubuh radial simetris (2 lapis sel), ektoderm dan endoderm. Diantaranya ada
rongga (mesoglea)
• Bentuk seperti tabung (polip) dan seperti mangkok (medusa)
• Di atas tubuh terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa dan bergerak.
Tentakel punya sel racun (knidoblast) atau sel penyengat (nematosis)
• Punya rongga gastrovaskuler untuk pencernaan
• Sistem pernapasan dengan cara difusi (seluruh permukaan tubuh), kecuali
Anthozoa dan Sifonoglia
• Sistem saraf difus (baur)
• Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), vegetatif pada fase polip dan
generatif pada fase medusa
 TIPE COELENTERATA
1. POLIP
Umumnya hidup soliter (sendiri), tapi ada pula yang memben-tuk koloni. Melekat
pada dasar perairan, tidak dapat bergerak bebas. Tubuh atas membesar, di alamnya
terdapat rongga gastrovaskuler yang fungsinya sebagai usus. Di bagian atas terdapat
mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa. Polip merupakan fase vegetatif pada
coelenterata
2. MEDUSA
Fase medusa merupakan fase generatif (seksual), dimana pada fase ini mengha-
silkan sel telur dan sel sperma. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan
berenang bebas di perairan. Bentuknya seperti payung dan punya tentakel yang
melambai-lambai. Kita biasa menamakannya dengan ubur-ubur
 CARA PEROLEH MAKANAN
Coelenterata hidup di perairan yang jernih yang mengandung partikel-pertikel
organik, plankton atau hewan-hewan kecil. Jika terdapat hewan kecil, misal jentik
nyamuk menempel pada tentakel dan menge-nai sel knidoblast, maka sel tersebut
mengeluarkan racun. Jentik akan lemas lalu tentakel membawanya ke mulut. Di
bawah mulut terdapat kerong-kongan pendek lalu masuk ke rongga gastrovaskuler
untuk dicerna secara ekstraseluler (luar sel). Sel-sel endoderma menyerap sari-sari
makanan. Sisa-sisa makanan akan dimuntahkan melalui mulut.
 REPRODUKSI COELENTERATA
Ada 2 cara perkembangbiakan, yaitu : aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif)
1. ASEKSUAL (VEGETATIF) Dilakukan dengan membentuk kuncup pada kaki
pada fase polip. Makin lama makin besar, lalu membentuk tentakel. Kuncup tumbuh
disekitar kaki sampai besar hingga induknya membuat kuncup baru. Semakin banyak
lalu menjadi koloni
2. SEKSUAL (GENERATIF) Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel
ovum (telur) yang terjadi pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan
ovarium dekat kaki. Sperma masak dikeluarkan lalu berenang hingga menuju ovum.
Ovum yang dibuahi akan membentuk zigot. Mula-mula zigot tumbuh di ovarium
hingga menjadi larva. Larva bersilia (planula) berenang meninggalkan induk dan
membentuk polip di dasar perairan.
 KLASIFIKASI COELENTERATA Coelenterata dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu :
Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa dan Ctenophora
• HYDROZOA
• Hydrozoa berasal dari kata hydra , artinya hewan yang bentuknya seperti ular.
Umumnya hidup soliter atau berkoloni. Soliter berbentuk polip dan yang
berkoloni berbentuk polip dan medusa. Contoh : Hydra, Obelia dan Physalia
• Hydra
• Hidup di air tawar secara soliter. Makanannya jentik-jentik nyamuk. Bereproduksi
secara aseksual dan seksual
• Obelia
• Hidup di air laut secara koloni. Sebagian besar waktu hidupnya sebagai koloni
polip. Bagian polip yang berfungsi dalam hal makan disebut hidrant , sedang fase
seksual (medusa) disebut gonangium
 KLASIFIKASI COELENTERATA
• Scyphozoa
• Berasal dari kata scyphos = mangkok
• Memiliki bentuk dominan medusa. Polip bagian atas akan membentuk medusa
lalu lepas melayang di air. Medusa akan melakukan kawin dan membentuk
planula sebagai calon polip. Contoh : Aurelia aurita (ubur-ubur)
• Anthozoa
• Berasal dari kata anthos = bunga. Hidup di laut bentuk polip, tidak punya fase
medusa. Polip bereproduksi secara aseksual dengan tunas, pembelahan dan
fragmentasi. Reproduksi seksual dengan fertilisasi yang menghasilkan zigot lalu
menjadi planula. Contoh : Anemon laut : Metridium marginatum, Utricina
crasicaris. Karang laut : Astrangia denae, Tubiphora musica
 KLASIFIKASI COELENTERATA
• Ctenophora
• Beberapa zoolog menganggap ctenophora merupakan filum tersendiri.
Tubuhnya mempunyai lapisan mesoderm, tidak mempunyai nematoksis dan
tentakelnya mengandung zat-zat pelekat untuk menangkap mangsa.
• Ctenophora dibedakan atas 2 subkelas, yaitu :
• Subkelas Tentaculata (punya tentakel).
• Terdiri atas beberapa ordo, antara lain :
• 1). Cydippida , tubuh bulat/oval, terdapat semacam tanduk. Contoh :
Mertensia
• 2). Cobata , tubuh memadat dilengkapi dengan dua cuping oval, contoh :
Mnemiopsis, Bolinopsis dan Leucothea.
• 3). Cestida , tubuh seperti pita, contoh : Cestum dan Velamen
• 4). Platyctenida , tubuh pipih, contoh : Ctenoplana dan Coeloplana
• Subkelas muda (tak punya tentakel), berupa ordo Beroida , tubuh kerucut atau
silinder. Contoh : Beroe
PLATYHELMINTHES
(dalam bahasa yunani, platy = pipih, helminthes = cacing) atau cacing pipih
adalah kelompok hewan yang struktur tubuhnya sedah lebih maju dibandingkan porifera
dan Coelenterata.Tubuh Platyhelminthes memiliki tiga lapisan sel (triploblastik), yaitu
ekstoderm, mesoderm, dan endoderm.
 Ciri tubuh
Ciri tubuh Platyhelminthes meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
 Ukuran dan bentuk tubuh
Platyhelminthes memiliki ukuran tubuh beragam, dari yang berukuran hampir
microskopis hingga yang panjangnya 20 cm.Tubuh Platyhelminthes simetris
bilateral dengan bentuk pipih.Diantara hewan simetris bilateral, Platyhelminthes
memiliki tubuh yang paling sederhana.
 Struktur dan fungsi tubuh
Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh (selom) sehingga disebut hewan
aselomata.Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, dan usus (tanpa
anus).Usus bercabang-cabang ke seluruh tubuhnya.Platyhelminthes tidak
memiliki sistem peredaran darah (sirkulasi).Platyhelminthes juga tidak memiliki
sistem respirasi dan eksresi.Pernapasan dilakukan secara difusi oleh seluruh sel
tubuhnya.Proses ini terjadi karena tubuhnya yang pipih.Sistem eksresi pada
kelompok Platyhelminthes tertentu berfungsi untuk menjaga kadar air dalam
tubuh.Kelompok Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga
tali.Sistem saraf tangga taki terdiri dari sepasang simpul saraf (ganglia) dengan
sepasang tali saraf yang memanjang dan bercabang-cabang melintang seperti
tangga.Organ reproduksi jantan (testis) dan organ betina (Ovarium)
Platyhelminthes terdapat dalam satu individu sehingga disebut hewan
hemafrodit.Alat reproduksi terdapat pada bagian ventral tubuh.
 Cara hidup dan habitat
Platyhelminthes ada yang hidup bebas maupun parasit.Platyhelminthes yang
hidup bebas memakan hewan-hewan dan tumbuhan kecil atau zat organik lainnya
seperti sisa organisme.Platyhelminthes parasit hidup pada jaringan atau cairan
tubuh inangnya.Habitat Platyhelminthes yang hidup bebas adalah di air tawar,
laut, dan tempat-tempat yang lembap.Platyhelminthes yang parasit hidup di dalam
tubuh inangnya (endoparasit) pada siput air, sapi, babi, atau manusia.
 Reproduksi
Reproduksi Platyhelminthes dilakukan secara seksual dan aseksual.Pada
reproduksi seksual akan menghasilkan gamet.Fertilisasi ovum oleh sperma terjadi
di dalam tubuh (internal).Fertilisasi dapat dilakukan sendiri ataupun dengan
pasangan lain.Reproduksi aseksual tidak dilakukan oleh semua
Platyhelminthes.Kelompok Platyhelminthes tertentu dapat melakukan reproduksi
aseksual dengan cara membelah diri (fragmentasi), kemudian regenerasi potongan
tubuh tersebut menjadi individu baru.
 Klasifikasi
Jenis Platyhelminthes dikelompokan menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria (cacing
rambut getar), Trematoda (cacing isap), dan Cestoda (caing pita).
Turbellaria (cacing rambut getar)

platyhelm_turbellaria_dugesia
Turbellaria memiliki ukuran tubuh bersilia dengan ukuran
15 – 18 mm.Silia digunakan untuk bergerak.Pergerakan
juga dapat menggunakan otot dengan gerakan seperti
gelombang.Pada kalas ini akan dibahas mengenai ciri
salah satu contoh Turbellaria, yaitu Dugesia.
Bagian anterior tubuh Dugesia berbentuk segitiga dan memiliki sistem indera berupa
sepasang bintik mata serta celah yang disebut aurikel.Bintik mata untuk membedakan
keadaan gelap dan terang, sedangkan aurikel berfungsi sebagai indera pembau saat
Dugesia mencari makanannya.Permukaan tubuh bagian ventral Dugesia memiliki silia
yang berfungsi untuk pergerakan.Pada bagian tengah tubuhnya terdapat mulut.Melalui
mulut, faring dapat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa yang selanjutnya dicerna
didalam usus. Sistem eksresi Dugesia terdiri dari saluran bercabang-cabang yang disebut
protonefridia, memanjang dari pori-pori pada permukaan tubuh bagian dorsal sampai ke
sel-sel api dalam tubuhnya.Sel-sel api yang berbentuk seperti bola lampu dan memiliki
silia di dalamnya.Pergerakan silia berfungsi untuk menggerakkan air dalam sel
menyerupai nyala api sehingga sel tersebut dinamakan sel api.Dugesia merupakan hewan
hemafrodit, namun reproduksi seksual tidak dapat dilakukan hanya oleh satu
individu.Fertilisasi dilakukan secara silang oleh dua individu Dugesia.Zigot yang
terbentuk berkembang tanpa melalui proses periode larva.Sedangkan reproduksi aseksual
adalah dengan membelah dirinya dan setiap belahan tubuh akan menjadi individu baru
yang dikarenakan oleh daya regenerasinya yang sangat tinggi.
Trematoda (cacing isap)

platyhelm_trematoda_clonorchis
Trematoda disebut sebagai cacing isap karena cacing ini
memiliki alat pengisap.Alat pengisap terdapat pada mulut di
bagian anterior tubuhnya.kegunaan alat isap adalah untuk
menempel pada tubuh inangnya.Pasa saat menempel cacing
ini mengisap makanan berupa jaringan atau cairan tubuh
inangnya.Dengan demikian, Trematoda merupakan hewan parasit.
Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, dan
pembuluh darah vertebrata.Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan
melapisi permukaan tubuhnya dengan kutikula dan permukaan tubuhnya tidak memiliki
silia.Salah satu contoh Trematoda adalah cacing hati (Fasciola hepatica).Cacing hati
memiliki daur hidup yang kompleks karena melibatkan sedikitnya dua jenis inang, yaitu
inang utama dan inang sebagai perantara.Daur hidup cacing hati terdiri dari fase seksual
dan aseksual.Fase seksual terjadi saat cacing hati dewasa berada di dalam tubuh inang
utama.Fase aseksual dengan membelah diri terjadi saat larva berada di dalam tubuh inang
perantara.
Beberapa jenis cacing hati yang dapat menginfeksi manusia antara lain sebagai berikut :
- Opisthorchis sinensis(Cacing hati cina)
cacing dewasa hidup pada organ hati manusia.Inang perantaranya adalah siput air dan
ikan.
- Schistosoma japonicum.
Cacing ini hidup di dalam pembuluh darah pad saluran pencernaan manusia.Manusia
merupakan inang utamanya, namun hewan juga dapat terinfeksi seperti tikus, anjing,
babi, dan sapi.Inang perantaranya adalah siput amphibi Oncomelania hupensis.Cacing ini
menyebabkan penyakit skistosomiasis dengan ciri demam, anemia, disentri, berat badan
turun,dan pembengkakan hati.
-Paragonimu swestermani
Cacing ini hidup dalam paru-paru manusia.Inang perantaranya adalah udang air tawar.
Cestoda (cacing pita)

taenia_pisiformis
Cestoda juga disebut sebagai cacing pita karena bentuknya pipih panjang seperti
pita.Tubuh Cestoda dilapisi kutikula dan terdiri dari bagian anterior yang disebut skoleks,
leher (strobilus), dan rangkaian proglotid.Pada skoleks terdapat alat pengisap.Skoleks
pada jenis Cestoda tertentu selain memiliki alat pengisap, juga memiliki kait (rostelum)
yang berfungsi untuk melekat pada organ tubuh inangnya.Dibelakang skoleks pada
bagian leher terbentuk proglotid. Setiap proglotid mengandung organ kelamin jantan
(testis) dan organ kelamin betina (ovarium).Tiap proglotid dapat terjadi fertilisasi
sendiri.Proglotid yang dibuahi terdapat di bagian posterior tubuh cacing.Proglotid dapat
melepaskan diri (strobilasi) dan keluar dari tubuh inang utama bersama dengan tinja.
Cestoda bersifat parasit karena menyerap sari makan dari usus halus
inangnya.Sari makanan diserap langsung oleh seluruh permukaan tubuhnya karena cacing
ini tidak memiliki mulut dan pencernaan (usus).Manusia dapat terinfeksi Cestoda saat
memakan daging hewan yang dimasak tidak sempurna.Inang pernatara Cestoda adalah
sapi pada Taenia saginata dan babi pada taenia solium.
NEMATHELMINTHES
(dalam bahasa yunani, nema = benang, helminthes = cacing) disebut sebagai
cacing gilig karan tubuhnya berbentuk bulat panjang atau seperti benang.Berbeda dengan
Platyhelminthes yang belum memiliki rongga tubuh, Nemathelminthes sudah memiliki
rongga tubuh meskipun bukan rongga tubuh sejati.Oleh karena memiliki rongga tubuh
semu, Nemathelminthes disebut sebagai hewan Pseudoselomata.
Ciri tubuh
Ciri tubuh Nemathelminthes meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.

Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran tubuh Nemathelminthes umunya mikroskopis, meskipun ada yang
panjang nya sampai 1 meter.Individu betina berukuran lebih besar daripada individu
jantan.Tubuh berbentuk bulat panjang atau seperti benang dengan ujung-ujung yang
meruncing.

Struktur dan fungsi tubuh
Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi kutikula untuk melindungi
diri.Kutikula ini lebih kuat pada cacing parasit yang hidup di inang daripada yang hidup
bebas.Kutikula berfungsi untuk melindungi dari dari enzim pencernaan inang.
Nemathelminthes memiliki sistem percenaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring,
usus, dan anus.Mulut terdapat pada ujung anterior, sedangkan anus terdapat pada ujung
posterior. Beberapa Nemathelminthes memiliki kait pada mulutnya.
Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah. Makanan diedarkan keseluruh tubuh
melalui cairan pada pseudoselom. Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi,
pernapasan dilakukan secara difusi melalui permukaan tubuh.Organ reproduksi jantan
dan betina terpisah dalam individu berbeda.
Cara hidup dan habitat

Nemathelminthes hidup bebas atau parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
Nemathelminthes yang hidup bebas berperan sebagai pengurai sampah organik,
sedangkan yang parasit memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah dari tubuh
inangnya. Habitat cacing ini berada di tanah becek dan di dasar perairan tawar atau laut.
Nemathelminthes parasit hidup dalam inangnya.

Reproduksi
Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual.Sistem reproduksi
bersifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang
berbeda.Fertilisasi terjadi secara internal.Telur hasil fertilisasi dapat membentuk kista dan
kista dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak menguntungkan.

Klasifikasi
Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas, yaitu Nematoda dan Nematophora.Pada
uraian berikut akan dibahas beberapa spesies dari nematoda yang merupakan parasit bagi
manusia.

Ascaris lumbricoides (cacing perut)
Cacing ini hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing
perut.Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin
berbeda, bukan hemafrodit.Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara
seksual.Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang
menyembul dari anus disebut spikula.Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin
cacing betina dan memindahkan sperma saat kawin. Infeksi cacing ini menyebabkan
penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak.Infeksi ini terjadi pada saat
mengkonsumsi makanan tau minuman yang tercemar telur ascaris.

Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di pertambangan daerah
tropis. Cacing tambang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan
tubuh pada usus halus manusia. Cacing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari
cacing perut. Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung
membentuk kapsul mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi ventralnya.
Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnnya.Pada ujung posterior cacing
tambang jantan terdapat bursa kopulasi. Alat ini digunakan untuk menangkap dan
memegang cacing betina saat kawin. Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar)
yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya.
Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10
-15 mm. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia. Cacing kremi tidak
menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu. Infeksi cacing kremi
tidak memerlukan perantara.Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan makanan yang
terkontaminasi telur cacing ini. Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara autoinfeksi,
yaitu dilakukan ole penderita sendiri. Cacing ini bertelur pada anus penderita dan
menyebabkan rasa gatal. Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak
menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.

Wuchereria bancrofti (cacing rambut)
Cacing rambut dinamakan pula cacing filaria.Tempat hidupnya di dalam
pembuluh limfa.Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah ( elefantiasis ), yaitu
pembengkakan tubuh.Pembengkakan terjadi karena akumulasi cairan dalam pembuluh
limfa yang tersumbat oleh cacing filaria dalam jumlah banyak.Cacing filaria masuk ke
dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex yang banyak terdapat di daerah tropis.
Trichinella spiralis
Cacing ini hidup pada otot manusia dan menyebabkan penyakit trikhinosis atau
kerusakan otot.Manusia yang terinfeksi cacing ini karena memakan daging yang tidak
dimasak dengan baik.
ANNELIDA
(dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing
dengan tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes,
Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan
selomata).Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana.
Ciri tubuh
Ciri tubuh annelida meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ukuran dan bentuk tubuh
Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m.Contoh annelida yang
panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia.Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan
bersegmen menyerupai cincin.
Struktur dan fungsi tubuh
Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya.Antara satu
segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa.Pembuluh darah, sistem
ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling
berhubungan menembus septa. Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam
pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. Ototnya terdiri dari otot
melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal). Sistem pencernaan annelida
sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus.
Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah
tertutup. Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah. Pembuluh darah
yang melingkari esophagus berfungsi memompa darah keseluruh tubuh. Sistem saraf
annelida adalah sistem saraf tangga tali.Ganglia otak terletak di depan faring pada
anterior.Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan
nefrotor.Nefridia ( tunggal – nefridium ) merupaka organ ekskresi yang terdiri dari
saluran.Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh.Nefrotor merupaka npori
permukaan tubuh tempat kotoran keluar.Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen
tubuhnya.
Cara hidup dan habitat
Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit
dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia.Habitat annelida umumnya berada
di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-
tempat lembap.Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri.
Reproduksi
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan
gamet.Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian
beregenerasi.Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu
(hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).
Klasifikasi
Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta (cacing berambut banyak),
Oligochaeta (cacing berambut sedikit), dan Hirudinea.

• Polychaeta
Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku)
merupakan annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah
kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.
Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal =
parapodium) pada setiap segmen tubuhnya.Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak
dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang
untuk bernapas.Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun
dari kitin.
Contoh Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna
cerah.Sedangkan yang bergerak bebas adalah Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice
viridis(cacing palolo), dan Lysidice oele(cacing wawo).

• Oligochaeta
Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang
merupakan annelida berambut sedikit.Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun
memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.Contoh Oligochaeta yang paling terkenal
adalah cacing tanah.Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika
(Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan
cacing tanah raksasa Australia (Digaster longmani).Cacing ini memakan oarganisme
hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah.Kemampuannya yang dapat
menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah.Manfaat lain dari cacing ini adalah
digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi
hewan ternak.

Hirudinea
Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit.Hewan ini tidak
memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.Panjang Hirudinea bervariasi
dari 1 – 30 cm.Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.
Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan
bergerak.Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh
inangnya.Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia.Hirudinea parasit hidup
denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa
invertebrata kecil seperti siput.Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan
hirudo(lintah).
Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit),
sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan.Setelah ada lubang, lintah akan
mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin.Dengan zat tersebut lintah dapat
mengisap darah sebanyak mungkin.

ATHROPODA
Athropoda (Athron = segmen atau ruas; Pous = kaki) adalah hewan yang
kakinya bersegmen-segmen, beberapa jenis di antaranya adalah udang, kalajengking,
kelabang, dan sertangga. Hewan ini memiliki dareah persebaran yang sangat luas dimulai
dari daratan, perairan hingga udara saat dia terbang.
- Ciri-ciri dan sifat Athropoda :
a) Tubuhnya simetri bilateral dan bersegmen-segmen yang terbagi atas 3 bagian yaitu :
kepala (kaput), dada (torax), dan perut (abdomen). Pengelompokan tubuh dari Athropoda
ini ada yang menjadi 2 bagian (sefalotorax dan abdomen) dan ada yang 3 bagian (kepala,
torax dan abdomen)
b) Pada setiap atau beberapa segmen terdapat sepasang embelan (appendage atau alat
tambahan), yaitu bagian tubuh yang menonjol dan berujung bebas. Memiliki rangka luar
(eksoskeleton) yang terbuat dari kitin yang fleksibel.
c) Umumnya habitat di perairan, daratan dan ada yang diudara yaitu pada saat terbang
d) Kulit mengalami ekdisis (pengelupasan kulit) dalam interval waktu tertentu
e) Memiliki mata yang majemuk (faset)
f) System saraf berpasangan, yang tersusun dari sisntem saraf tangga tali
g) Sistem peredaran drah terbuka, salah satu pembuluh darah berbentuk tabung terletak di
bagian dorsal saluran pencernaan makanan
h) Inderanya berkembang dengan baik mereka dengan cepat menerina stimulus
i) Sistem ekskresinya menggunakan anus dan terdapat pula “Green gland” atau kelenjar
hijau yang terdapat pada udang
j) Bernafas dengan insang, paru-paru buku, atau Trachea
k) Kemampuan “Survival” yang tinggi, distribusi geografisnya juga luas
- Klasifikasi Athropoda :
a. udang-udangan (Crustacea)
b. Laba-laba (Arachnida)
c. Kaki seribu (Myriapoda)
d. Serangga (Insecta)
- Crustacea (udang-udangan)
Crustacea mempunyai kulit keras dari kitin yang berfungsi sebagai eksoskeleton.
Beberapa jenis diantaranya adalah udang dan kepiting.
a) Ciri-ciri Crustacea:
(1) Merupakan hewan akuatik
(2) Bagian tubuh terdiri dari 2 bagian yaitu sefalotorax dan abdomen. Bagian sefalototax
dilindungi oleh selaput kitin yang keras disebut karapaks yang mempunyai duri di bagian
depannya disebut Rostrum
(3) Pada bagian kepala terdapat sepasang mata faset yang bertangkai, sepasang
antenna(pengatur keseimbangan), dan sepasang antenula (untuk alat peraba), sepasang
mandibula dan sepasang maxilla. Bagian kepala merupakan penyatuan 5 segmen
(4) Pada torax terdapat 4 pasang kaki dan sepasang kaki pertama mengalami modifikasi
menyerupai catut (capit) disebut Selipeda.
(5) Bagian abdomen terdapat 5 swimmeret (kaki renang pada betina berfungsi untuk
melekatkan telur dan untuk membawa anaknya). Segmen terakhir terdapat telson juga
sepasang embelan putih yang pipih dan lebar disebut uropod untuk alat kemudi saat
berenang.
(6) Saluran pencernaannya sudah bagus dimulai di mulut dan dialhiri di anus. Terdapat
kelenjar pencernaan atau hati dan saluran ekskresinya juga terdapat kelenjar hijau atau
“Green gland”
(7) Pernafasannya di lakukan oleh sepasang insang dekat dengan embelan torax
(8) system peredaran darahnya terbuka dan darah tidak berwarna, tetapi mengandung
hemosianin
(9) Alat kelaminnya gonokoris.

b) Klasifikasi Crustacea :
(a) Etomostraca, bersifat mikroskopis dan merupakan penghuni perairan sebagai
zooplankton
(1) Braciopoda, tubuh transparan dan pucat, bersifat parthenogenesis (sel telur jadi
embrio, larvanya dinamakan Nauplius, dan ukurannya hanya beberapa millimeter.
Contoh : Dapnia Pulex
(2) Copepoda, terdiri dari kepala, dada dan perut. Cara hidupnya ada yang parasit dan
ada yang bebas. Contoh : Cyclops viridis
(3) Ostracoda, merupakan zooplankton yang bergerak dengan antenna. Contoh: Cypris
virens
(4) Branciura, mempunyai karapaks yang besar dan hidupnya parasit terhadap
organisme lain. Contoh : Argulus indicus
(5) Cirripedia, melekat pada tempat, tubuh ditutupi cangkok dari kapur. Contoh : Lepas
(b) Malacostaraca, merupakan kelompok terbesar dari Crustacea dan udang masuk
dalam kelompok ini.
(1) Isopoda, tubuhnya terdiri atas 20 segmen dan mempunyai kaki yang sama. Hidup di
air tawar dan ada yang hidup di kayu yang merugikan karena menggerek kayu. Contoh :
Oniscus asellus
(2) Stomatopoda, Tubuhnya mirip belalang, kaki yang berasal dari rahang panjang dan
besar, serta insang terletak di kaki badan belakang. Contoh : Squilla empusa
(3) Decapoda, Berkaki sepuluh, mempunyai nilai ekonomi yang tinggi karena
dimanfaatkan manusia untuk bahan makanan. Contoh Partunus sexdentatus (kepiting),
Macrobracium rosenbergis (udang galah).

- Aracnida,
Ciri-ciri hewan ini :
(1) tubuh terdiri atas 2 bagian sefalotorax dan abdomen. Pada sefalotorax terdapat 6
pasang anggota badan
(2) Terdapat perisai karapaks dan disini terdapat mata yang berjumlah anatara 2, 4, 6 atau
8, hidup di terestial gua atau tempat gelap tidak mempunyai mata dulu nenek moyangnya
hidup di akuatik
(3) Alat mulut terdapat keliserta untuk merobek dan pedipalpus untuk memegang
mangsanya
(4) Alat reproduksinya bersifat gonokoris
(5) Respirasinya dengan menggunakan trakea
Klasifikasi Arachnida :
(1) Scorpionida, perut berbuku-buku dan segmen abdomen terakhir berubah bentuk
menjdi alat penyengat, kepala terdapat 4 kaki, sepasang pedipalpus dan sepasang
kelisera. Misalnya : Kalajengking (Thelyponus)
(2) Araneida, tubuh terdiri dari sefalotorax dan abdomen yang tidak bersegmen. Alat
gerak berupa pedipalpus untuk menekan dan mengunyah mangsa dan kelisera
yang terdapat sel racun. Di bawah perut terdapat spinneret yang mengeluarkan
benang sutra untuk membuat jarring-jaring. Contoh : laba-laba
(3) Acarina, tubuhnya kecil, abdomen bersatu dengan sefalotorax, bersifat parasit,
dan banyak menimbulkan kerugian walaupun hidupnya bebas. Contoh :
Sarcoptes scabei (penyebab kudis), Tarsonemus (hama pada tanaman tomat dan
kentang)
- Myriapoda
Mempunyai 2 sub kelas yaitu :
a) Chilopoda
Tubuh pipih dorsoventral terdiri atas 15-173 segmen. Mempunyai cakar beracun
di tepi kaudal pada kaputnya untuk melumpuhkan mangsa. System pernafasannya
sederhana dank e dalam saluran ini bermuara 2 alat ekskresi disebut saluran malpigi.
Berkembang biak secara kawin dengan pembuahan secara internal. Contoh: lipan
(Scolopendra subspinipes)
b) Diplopoda
Tubuh silindris yang terdiri atas 25-100 segmen. Setiap segmen mempunyai alat
gerak dan pada segmen ke-7 terdapat alat kopulasi., memiliki sepasang antenna, sepasang
kelenjar yang akan mengeluarkan bau busuk untuk mengusir musuhnya. Makanannya
berupa sisa tumbuhan yang membusuk. Contoh : Kluing (Julus nemorensis)

- Insecta
Insecta menempati berbagai bentuk lingkungan darat dan perairan kecuali
lingkungan laut. Peranannya sangat besar bagi kehidupan manusia.
Ciri-ciri dan sifat Insecta :
a) Kepala (kaput)
 Sepasang antenna untuk indra pembau
 Mata terdiri atas mata majemuk (faset) dan mata tunggal(oselus)
 Mulut dilengkapi dengan alat yang disesuaikan dengan fungsnya
b) Dada (torax)
Terdiri atas 3 segmen, yaitu prototorax, mesotorax, dan metatorax. Di mesotorax
terdapat sayap depan dan pada metatorak terdapat sayap belakang.
c) Perut (abdomen)
Terdapat 11 segmen. Segmen pertama terdapat alat pendengaran, setiap segmen
terdapat stigma. Segmen terakhir dimodifikasi sebagai alat kawin. Anggota badan
memiliki 3 pasabg kaki yang berduri-duri.
(a) Sistem pencernaan
Terbagi atas :
 Foregut, terdiri dari mulut, faring, esophagus, tembolok, empedal untuk
menggiling makanan
 Midgut, terdiri dari lambung dengan 8 pasang kantong kerucut yang
menghasilkan enzim pencernaan.
 Hindgut, terdiri dari ileum, kolon, rectum, dan anus.
(b) Sistem Respirasi
Serangga memiliki system peredaran darah terbuka. Alat peredaran darah adalah
jantung memompa darah dari belakang ke depan melalui aorta dan terus beredar ke
seluruh tubuh. Darah tdak mengandung hemoglobin dan hanya berfungsi untuk
mengangkut zat makanan serta memusnahkan bibit penyakit yang masuk kedalam tubuh.
(c) Sistem ekskresi
Sistem ini memiliki saluran Malphigi yang berfungsi mengeluarkan sisa
metabolisme berupa cairan. Saluran ini bermuara di usus dan akirnya cairan ini dibuang
ke anus.
(d) Sistem respirasi
Respirasi terdiri atas system cabang dari pembuluh yang disebut trakea.
(e) Sistem Saraf
Merupakan system saraf tangga tali yang terdiri dari ganglion otak, ganglion
kerongkongan, ganglion perut, ganglion dada.
(f) Sistem reproduksi
Alat kelamin jantan terdiri dari 2 buah testes yang dihubungkan dengan vas
deferen yang akan bersatu di saluran ejakulatori. Alat kelamin betina terdiri atas 2 buah
ovarium dengan sejumlah tabung telur yang disebut ovariola. Reproduksinya secara
internal dan sel telur yang telah dibuahi akan dilepaskan (ovipar).

MOLUSKA
Molluska (mollis = Lunak) adalah hewan golongan bertubuh lunak. Saat
ini dikenal hidup meliputi ± 80.000 jenis.
- Ciri-ciri dan sifat Mollusca :
a. Tubuh lunak, simetri bilateral, tidak bersegmen, dan banyak di antaranya yang
mempunyai cangkang di bagian luar tubuhnya
b. Terdapat struktur berotot yang disebut kaki dengan bentuk dan fungsi berbeda untuk
tiap jenisnya
c. Memiliki selom dan pada dasarnya juga memiliki system pencernaan, respirasi,
trasnportasi, saraf, reproduksi
d. Mempunyai mantel, yaitu lapisan jaringan khusus yang menutupi organ vesral dan
berbentuk rongga mantel, serta anus terbuka ke dalam rongga mantel
e. Pada beberapa spesies ada yang bias mengahasilkan mutiara di antara cangkang dan
mantel
f. Habitat ada di laut, air tawar, dan daratan
- Klasifikasi Mollusca :
a. Amphineura
Merupakan mollusca yang sangat primitive, tubuh simetri
bilateral, kaki perutnya melekat pada batu, dan pada rongga mantel
terdapat insang. Di bagian dorsal tubuhnya tertutupi cangkang
dengan 8 lempengan dari zat kapur. Contoh : Chiton hidupnya di laut
dan dala daur hidupnya mempunyai fase larva trokopor
b. Palecypoda
Pelecypoda diidentefikasikan sebagai kerang (Anadara sp.), tiram mutiara (Pinctada
margaritifera dan Pinctada mertinsis), kerang raksasa (Tridacna
sp.), dan kerang hijau (Mytilus viridis).

Pelecypoda memiliki ciri khas, yaitu kaki berbentuk pipih
seperti kapak. Kaki Pelecypoda dapat dijulurkan dan digunakan
untuk melekat atau menggali pasir dan lumpur. Pelecypoda ada
yang hidup menetap dan membenamkan diri di dasar perairan.Pelecypoda mampu
melekat pada bebatuan, cangkang hewan lain, atau perahu karena mensekresikan zat
perekat.

Hewan golongan ini umumnya memiliki dua buah insang sehingga disebut juga
Lamellibranchiata. Selain itu, disebut pula Bivalvia karena memiliki cangkang berupa
dua buah katup valve, misalnya kerang air tawar dan tiram.

Dibagian permukaan dorsal, kedua cangkang disatukan oleh suatu sendi elastik
yang disebut hinge dan bagian cangkang yang mengelembung dekat sendi disebut umbo.
Cangkang itu sendiri terdiri atas lapisan yaitu ;

− Periostrakum, lapisan tipis terluar yang terbuat dari asam karbonat.

− Prismatik, lapisan tengah yang terbuat dari kristal-kristal kapur.

- Nakreas, lapisan terdalam yang terbuat dari kristal-kristal kalsium karbonat dan sering
disebut lapisan mutiara.
Pelecypoda memiliki dua buah cangkang pipih yang setangkup sehingga disebut
juga Bivalvia. Kedua cangkang pada bagian tengah dorsal dihubungkan oleh jaringan ikat
(ligamen) yang berfungsi seperti engsel untuk membuka dan menutup cangkang dengan
cara mengencangkan dan mengendurkan otot. Cangkang tersusun dari lapisan
periostrakum, prismatik, dan nakreas. Pada tiram mutiara, jika di antara mantel dan
cangkangnya masuk benda asing seperti pasir, lama-kelamaan akan terbentuk
mutiara.Mutiara terbentuk karena benda asing tersebut terbungkus oleh hasil sekresi
palisan cangkang nakreas. Pelecypoda tidak memiliki kepala.Mulutnya terdapat pada
rongga mantel, dilengkapi dengan labial palpus.
Pelecypoda tidak memiliki rahang atau radula.Maka makanannya berupa hewan
kecil seperti protozoa, diatom, dan sejenis lainnya.Insang Pelecypoda berbentuk lembaran
sehingga hewan ini disebut juga Lamellibranchiata (dalam bahasa latin, lamella =
lembaran, branchia = insang).Lembaran insang dalam rongga mantel menyaring
makanan dari air yang masuk kedalam rongga mantel melalui sifon (corong).Makanan
masuk ke dalam tubuh bersama aliran air melalui mulut dan dibantu oleh labial palpus
yang terletak disekitar mulut, labial palpus juga berfungsi sebagai penyeleksi makanan.
Selanjutnya, melalui esofagus yang pendek diteruskan ke lambung. Sisa makanan akan
dikeluarkan melalui anus yang terbuka dekat dengan tempat keluarnya air di bagian
dorsal sehingga keluarnya bersama-sama dengan aliran air.

Sistem saraf Pelecypoda terdiri dari tiga pasang ganglion yang saling
berhubungan.Tiga ganglion tersebut adalah ganglion anterior, ganglion
pedal, dan ganglion posterior.Reproduksi Pelecypoda terjadi secara
seksual.Organ seksual terpisah pada masing-masing individu.Fertilisasi
terjadi secara internal maupun eksternal.Pembuahan menghasilkan zigot
yang kemudian akan menjadi larva.

Alat respirasi berupa insang, bagian luarnya bersilia dan berpori-pori. Air yang
mengandung oksigen masuk ke dalam jantung melalui sifon pemasukan air. Dengan
demikian gerakan silianya, air bergerak melalui pori-pori insang dan keluar melalui sifon
pengeluaran air. Pelecypoda mempunyai sistem peredaran darah terbuka. Alat-alatnya
terdiri dari atas jantung, pembuluh darah, dan sinus. Jantung terdiri atas ventrikel dan
aurikel yang terletak pada perikardium. Ventrikel mengalirkan darah ke arah depan
melalui aorta anterior dan ke arah belakang melalui aorta posterior, selanjutnya darah
menyebar ke seluruh tubuh. Kemudian, darah kembali lagi ke ventrikel melalui aurikel.

Sistem reproduksi bersifat gonokoris, tetapi ada juga yang hermaprodit. Fertilisasi
terjadi di luar atau didalam rongga mantel. Zigot yang terbentuk akan berkembang
menjadi larva yang bergerak bebas. Bila menemukan tempat yang cocok, larva
berkembang menjadi kerang dewasa.

c. Gastropoda
Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos =
kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut
sebagai alat gerak atau kakinya.Misalnya, siput air
(Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot
(Achatia fulica).Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventrel
tubuhnya.Gastropoda bergerak lambat menggunakan kakinya.

Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel
pendek.Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui
gelap dan terang.Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan
pembau.Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat
bernapas menggunakan rongga mantel

Hewan dari kelas ini umumnya hidup di air tawar dan laut, tetapi ada diantarnya
yang hidup didarat. Beberapa hewan yang termasuk golongan ini adalah siput dan keong.
Kecuali siput telanjang Vaginula, semua species Gastropoda mempunyai cangkang dari
zat kapur.

Terutama untuk yang hidup di darat, cangkang berguna untuk melindungi diri dari
kekeringan dengan jalan memasukkan tubuhnya kedalam cangkang, kemudian ia
mengeluarkan epifragma, yaitu suatu dinding seperti kertas kulit yang berguna untuk
menutupi lubang sehingga dapat mencegah terjadinya penguapan.

Pada ujung depan kaki terdapat suatu kelenjar yang mengeluarkan lendir untuk
memudahkan pergerakannya. Pergerakan itu sendiri diakibatkan oleh kontraksi dan
relaksasi otot kakinya sehingga menyerupai gelombang dimulai dari bagian belakang
terus kedepan. Akibatnya tubuh bagian belakang akan tertarik ke depan.

Di dalam mulut terdapat rahang yang berguna untuk memotong daun-daunan
yang dimakannya. Makanan ini akan dihaluskan oleh lidah yang bergerigi di sebut
radula . Dari mulut makanan akan diteruskan kedalam lambung melalui esofagus.
Lambung tersebut berhubungan dengan usus yang berakhir di anus. Gastropofda
mempunyai sistem peredaran darah terbuka. Jantung dan pembuluh-pembuluh darahnya
masih sederhana. Sistem saraf dengan ganglion yang berbentuk cincin melingkar bagian
depan esofagus.

Beberapa siput air tawar memiliki insang yang berguna untuk bernafas di dalam
air. Tetapi ada juga yang mempunyai semacam rongga paru-paru, mereka harus keluar
dari permukaan air untuk mengambil oksigen terutama kalau air menjadi hangat. Dengan
cara lain, pernafasan kulit pun terjadi. Yang hidup di darat bernafas dengan menggunakan
alat yang menyerupai paru-paru dan mantel. Umumnya, alat kelamin bersifat
hermaprodit dan kelenjar reproduksinya dapat menghasilkan ovum maupun sperma yang
disebut ovatestis. Walaupun demikian, autofertilisasi tidak pernah terjadi dan bertelur
setelah terjadi perkawinan.

- Scapopoda

Scaphopoda disebut juga siput gading, cangkang mempunyai lubang di kedua
ujungnya, dan hidup di laut dangkal yang berlumpur.

Cephalopoda
Cephalopoda (dalam bahasa latin, chepalo = kepala, podos = kaki) merupakan
Mollusca yang memiliki kaki di kepala.Anggota Cephalopoda misalnya sotong (Sepia
officinalis), cumi-cumi (loligo sp.), dan gurita (Octopus sp.)Hidup Cephalopoda
seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut.Makananya berupa
kepiting atau invertebrata lainnya.Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda
bergerak cepat dengan berenang.Kebanyakan Cephalopoda memiliki organ pertahanan
berupa kantong tinta.Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna coklat atau
hitam yang terletak di ventral tubuhnya.Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa
terancam dengan cara menyemburkannya.

Alat penggerak berupa cerobong yang disebut sifon. Hewan ini bergerak dengan
menyemprotkan air melalui bagian tersebut hingga hewan itu tertolak ke arah belakang.
Alat kemudiannya berupa sirip yang letaknya disisi perut.

Alat pencernaan telah sempurna, juga terdapat kelenjar ludah, hati, dan pankreas.
Pencernaan enzimatis terjadi di lambung, sedangkan hasil pencernaan akan diabsorbsi di
cecum dan melalui darah dibawa ke hati untuk disimpan Alat ekskresi berupa sepasang
ginjal, letaknya meluas ke anterior hingga jantung insang, sedangkan saluran keluar
bermuara di rongga mantel sebelah kiri dan kanan usus.

Sistem saraf terdiri atas ganglion otak, ganglion pedal, dan ganglion alat dalam.
Ganglion otak berfungsi untuk koordinasi aktivitas vital dan refleks sederhana, bagian ini
dilindungi oleh jaringan semacam kartilago. Sistem peredaran darah tertutup. Alatnya
terdiri atas jantung yang beruang tiga dan pembuluh darah.

Alat respirasi berupa insang yang disebut ctenidia. Air yang mengandung oksigen
masuk melalui sifon dengan perantara ctenidia. Oksigen masuk ke peredaran darah. Air
yang keluar membawa karbondioksida.

Cephalopoda memiliki kaki berupa tentakel yang berfungsi untuk menangkap
mangsanya.Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai
otak.Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Cephalopoda memiliki
organ reproduksi berumah dua (dioseus).Pembuahan berlangsung secra internal dan
menghasilkan telur.

ECHINODERMATA

Echinodermata (echinos = duri; derma = kulit) diartikan dengan nama hewan
berduri yang hidup di laut. Beberapa jenis di antaranya adalah bintang laut, tripang, dan
lili laut.

1. Ciri-ciri dan sifat Echinodermata :
a. Tergolong hewan triploblastik selomata, bentuk tubuh simetri bilateral pada waktu
larva, dan simetri radial setelah menjadi dewasa 5 penjuru

b. Tubuhnya tidak bersegmen dan dinding tubuh biasanya terdiri atas zat kapur (osikel)
dan biasanya mempunyai duri-duri yang dapt digerakkan atau tidak dapat digerakkan

c. Pada bagian kaki yang dikenal dengan kaki tabung (kaki ambulakral) terdapat rongga
yang merupakan kelanjutan dari system ambulakral. Setiap kaki ambulakral mempunyai
lempengan penghisap yang berguna untuk melekatkan dirinya pada dasar perairan. Kaki
tabung selain untuk berjalan, berpegangan, memegang mangsa dan membantu pertukaran
gas O2 dan CO2 (pernafasan)

d. Saluran pencernaan umumnya lengkap walaupun masih ada beberapa di antaranya
yang tidak mempunyai anus

e. Sistem saraf mempunyai cincin saraf dan system radial

f. Jenis kelamin bersifat gonokoris

g. Dapat bergerak dengan bebas, beberapa yang bersifat sesilis (menetap)

h. tidak memiliki kepala, tubuhnya tersusun dalam sumbu oral(ventral) dan sumbu aboral
(dorsal)

i. Tubuh tertutup epidermis tipis yang menyelubungi rangka mesodermal

j. Rongga tubuh (coelom) luas dan dilapisi peritoneum, bersilia dalam perkembangannya
sebagaian rongga tubuh menjadi system pembuluh air (water vascular system). System
pembuluh air ini terdiri dari madreporite, saluran batu (stone canal), ampula dan kaki
tabung

k. Beberapa spesies memiliki kantung polian (polian vesicle) pada saluran cincin

2. Klasifikasi Echinodermata

a. Asteriodea

Bentuk tubuh seperti bintang yang mempunyai lima buah lengan(pentamerous),
yang masing-masing memiliki celah. Dapat bergerak bebas karena memiliki kaki tabung
dan kaki ambulakral, memiliki daya regenarasi yang tinggi, jika lengannya putus maka
lengan tersebut akan tumbuh kembali. Terdapat duri-duri yang digunakan untuk pengait
(Pedicelaria), terdapat Madreporite yaitu, lempengan berpori pada permukaan tubuh
yang berbentuk lubang.

Habitatnya di air laut. Tubuh terbagi menjadi 2 bagian yaitu sisi oral (terdapat
mulut, yang menempel pada suatu substrat, selain itu terdapat pula kaki tabung, saluran
ambulakral, dan duri ambulakral) dan adapula sisi aboral (terdapat anus, madreporite,
papulae, dan pedicelaria). Fertilisasi terjadi di air laut, larvanya disebut bipinaria dengan
bentuk simetri bilateral dan dapat bergerak.

Respirasi dilakukan dengan bantuan dermal brankia yang dilindungi oleh silia dan
pedicelaria. Ekskresi dilakukan oleh sel-sel amuboid di dalam cairan selom yang
dikeluarkan dari dalam sel tubuh melalui demal brankia. Saluran pencernaannya pendek
dan banyak mengalami modifikasi, mulut terbuka kearah esophagus diteruskan ke
lambung. Makanan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan, sedangkan makanan yang
tidak tercerna akan dikeluarkan kembali melalui mulut. Hewan ini tidak memiliki kepala.
Contoh : Asterias forbesi (bintang laut)

b. Echinoidea

(Echinos = landak kecil; eidos = bentuk). Dikenal dengan nama landak laut, yang
berbentuk bulat atau berbentuk jantung dan tidak mempunyai lengan. Tubuhnya terdapat
duri yang dilekatkan oleh otot yang dapat digerakkan bebas disebut Tuberkel. Kaki
tabung dan kaki ambulakral berbentuk pendek dan terletak diantara duri-duri yang
panjang. Kaki ini berukuran pendek dan langsing dan terdapat pula alat penghisap
(Sucker) yang berfungsi untuk melekatkan diri pada dasar perairan. Memiliki duri pengait
yang disebut Pedicelaria.

Mulut berada pada bagian oral yang mengahadap ke substrat, anus dan
madreporite berada di bagia aboral (menghadap ke atas). Memiliki insang di luar.
Memiliki alat pengambil makanan yang disebut Lentera aristoteles yang berada di mulut.
System pembuluh airnya mirip dengan bintang laut. Pernafasannya terjadi melalui 10
buah kantung yang terletak di sekitar mulut.
Duri dapat digerakkan, pedicellaria dengan 3 capit, ususnya panjang dan
melingkar, tempurungnya kaku, memiliki insang di luar, dan terdapat periproct terdiri
dari 4 atau 5 pelat. Contoh : Diadema saxatile (Bulu babi).

c. Ophiuroidea

(Ophius = ular; oura = ekor; eidos = bentuk). Tubuhnya pipih dan kecil.Berenang
bebas, pisin pusat kecil 1 sampai 3 cm. memiliki tangan berjumlah 5 buah, panjang sekali
dan ramping, sederhana atau bercabang-cabang. Mulut dan madreporite di bagian oral
mengahadap ke bawah, tidak memiliki anus, papula maupun pedicellaria, memiliki daya
regenerasi yang tinggi. Memiliki tamen di bagian dorsal tangan. Tidak memiliki celah
ambulakral, juga tidak memilki celah pedicellaria.

Hewan ini dalam golongan ini memiliki gerakan yang paling cepat diantara
hewan Echinodermata yang lain. Sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui mulut karena
hewan ini tidak memiliki anus. Madreporite terletak pada bagian aboral. Tubuhnya terdiri
dari bagian oral(menghadap ke dasar) dan bagian aboral (menghadap ke bagian atas).
Contoh : Ophioderma brevispinum (bintang mengular)

d. Crinoidea

(Crinon = lily; eidos = lily laut). Tubuhnya mempunyai lima lengan atau kelipatan
lima dan bercabang-cabang disebut pinula. Pada beberapa species, dasar tubuh di
permukaan aboralnya terdapat mahkota (kaliks) dan tangkai. Jenis yang bertangkai
biasanya melekat pada suatu substrat, sedangkan bagi yang tidak bertangkai dapat
berpindah-pindah dengan mudah.

Terdapat mulut dan anus di bagian aboral yang menghadap di atas, tidak memilki
madreporite. Tubuhnya terdiri dari calyx seperti mangkuk dsikelilingi lengan-lengan
panjang, ada yang bercabang. Jenis litoral di tropis berwarna-warni indah, jenis laut
dingin berwarna krem. Kaki tabung tidak berpenghisap dan alur ambulakral terbuka,
tidak mempunyai madreporite, duri, maupun pedicellaria. Contoh : Metacrinus
interruptus (lili laut yang bertangkai) dan Antedon tennela (lili laut yang tidak
bertangkai)

e. Holothuroidea

(Holothurion = mentimun laut; eidos = bentuk) memilki bentuk tubuh bulat
panjang, saat dewasa berbentuk seperti mentimun atau menyerupai cacing, tidak
mempunyai lengan duri atau pedicellaria dan tidak terdapat madreporite, sedangkan
rangkanya sedikit sekali mengandung kapur. Dinding tubuhnya tipis sampai tebal,
permukaan tubuhnya lunak, rangka biasanya berbentuk ossicle kapur mikroskopis yang
terletak pada dinding tubuh.

Tubuhnya simetri bilateral, tubuhnya terbagi atas anterior dan posterior. Mulut
terdapat pada anterior yang dikelilingi tentakel retraktil, anus berada pada posterior.
Kloaka biasanya dilengkapi “Pohon pernafasan”. Berada pada habitat air laut, memiliki
ukuran makroskopis.

Holothuroidea memakan partikel organik yang diambil oleh tentakelnya.
Tentakelnya berada di sekitar mulut. Pernafasan dilakukan oleh bagian-bagian tentakel,
kaki ambulakral, dinding tubuh, kloaka, respiratory tree. Contoh : Cucumaria frondosa
(Tripang)

f. Concetricycloidea

Merupakan hewan yang hidup diair laut, berbnentuk bundar dan pipih,
berdiameter kurang lebih 15 mm. tidak memilki lengan-lengan, tubuhnya dikelilingi duri-
duri, dan hewan ini hidup di kedalaman 1.000 sampai 2.000 m. Contoh : Xynoplanx.

BAB III
METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan tanggal 4 november 2009, bertempat di pantai Delegan,
Gresik Jawa timur. Kami kelompok 4 mulai melakukan penelitian tentang mata kuliah
Taksonomi Avertebrata. Tujuan penelitian kali ini untuk mengamati keanekaragaman
hewani di wilayah pantai Delegan. Penelitian ini dimulai sekitar pukul 10.00-13.00 WIB.
Tahap pertama dalam penelitian ini mencari specimen hewan avertebrata di wilayah
pantai Delegan, lalu specimen yang kita peroleh dikelompokkan sesuai dengan
persamaan yang mereka miliki.
Metode penelitian yang kami gunakan yaitu mengelompokkan specimen tersebut
berdasarkan persamaan ciri yang ada pada specimen yang kita peroleh, kemudian
mencocokkannya sesuai dengan kunci dikotomi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Septastrea sp
Hewan akuatik, bersimetri radial. Memiliki rongga gatrovaskular untuk mencerna
makanan dan mengeluarkan makanan. Habitat di laut dangkal atau zona neritik.
Merupakan tipe polip (berkoloni dan sesilis / menempel pada suatu substrat contohnya
batu, kayu atau organisme yang lain). Tidak ada fase medusa. Polip bermulut mengarah
ke stomodeum, yang ber-invaginasi ke rongga gastrovaskuler bersekat atau bersepta
radial.
Gonad berasal dari endodermNematocyst tanpa penutup (operculum). Spikula
berkapur, berkerangka di luar. Mempunyai Aktinia yang dominan, mempunyai unsur
septa yang kas heksamer. Hidup berkoloni dan berwarna putih keruh. Reproduksinya
secara aseksual (tunas yang membentuk kuncup). Dapat tumbuh baik pada suhu± 20ºC
dengan kedalaman ± 35m. Peranan penting coelenterate yaitu : tempat berkembang biak
ikan, dapat dipakai hiasan rumah, dapat dipakai sebagai bahan kapur, dan sebagai taman
laut tempat rekreasi.

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterata
Clasiss : Anthozoa
Ordo : Madreporaria
Genus : Septatrea sp
Monstastrea sp

Dikenal sebagai koral sejati atau koral batu. Hidupnya berkoloni. Karangnya
terbuat dari bahan kapur. Habitat di laut dangkal atau zona neritik. Hidup berkoloni,
berkerangka kapur. Secara morfologis seperti kelompok Actinia (namun nematocyst
berbeda).

Berkerangka luar dan tubuhnya mengandung kapur. Merupakan tipe polip atau
hidup yang menempel pada suatu substrat yaitu batu, kayu ataupun organisme yang lain.
Mempunyai organ gastrovaskuler yaitu saluran air yang berfungsi untuk mencerna
makanan dan untuk memuntahkan makanan. Kerangka hewan ini jika mati akan menjadi
hiasan di rumah-rumah. Jika hewan ini mati, maka endapan kerangkanya dapat
membentuk terumbu karang.

Reproduksinya secara aseksual (tunas yang membentuk kuncup). Memiliki
kerangka yang terbuat dari bahan kalsium karbonat (CaCO3)

Peranan penting coelenterate yaitu : tempat berkembang biak ikan, dapat dipakai
hiasan rumah, dapat dipakai sebagai bahan kapur, dan sebagai taman laut tempat rekreasi

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterata
Clasiss : Anthozoa
Ordo : Madreporaria
Genus : Monstastrea sp
Fungia sp

Merupakan koral sejati atau koral batu. Hidup berkoloni, memiliki kerangka yang
berada diluar. Kerangkanya mengandung kalsium karbonat (CaCO3). Berwarna putih
kusam. Secara morfologis seperti kelompok Actinia (namun nematocysis berbeda).

Bentuknya seperti jamur, oleh karena itu disebut Fungia sp. Habitat di laut
dangkal atau zona neritik dan melekat di dasar laut. Semua anggotanya berbentuk polip
dan tipe hidupnya sesilis atau menempel pada suatu substrat. Rongga pencernaannya
terbagi oleh sekat radialis. Mulut terletak datar dan menghubungkan dengan rongga
pencernaan oleh bagian yang disebut stomodeum.

Jika hewan ini mati, maka kerangkanya akan menjadi endapan terumbu karang.
Reproduksi secara aseksual. Tumbuh baik pada suhu ± 20º C dengan kedalaman ± 35 m

Peranan penting coelenterate yaitu : tempat berkembang biak ikan, dapat dipakai hiasan
rumah, dapat dipakai sebagai bahan kapur, dan sebagai taman laut tempat rekreasi

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Coelenterta
Clasiss : Anthozoa
Ordo : Madreporaria
Genus : Fungia sp
Halichondria sp
Merupakan hewan multiseluler. Memiliki tingkat evolusi paling rendah. Dikenal
sebagai “Hewan spons”. Memiliki system saluran air (tipe asconoid, syconoid,dan
leuconoid). Kerangkanya berasal dari serat sponging. Habitat di air laut.

Tubuhnya terdiri dari dua lapis (diploblastik)dengan lapisan luar epidermis
berbentuk pipih disebut pinakosit, lapisan dalam endodermis tersusun dari sel yang
berflagel disebut koanosit. Diantar lapisan epidermis dan endodermis terdapat lapisan
tengah berupa substansi dari gelatin yang disebut mesoglea. Di dalam mesoglea terdapat
sel amubosit berfungsi mengedarkan makanan yang dicerna dalam koanosit, dan sel
skleroblas berfungsi untuk membentuk kerangka yang menyerupai duri atau spikula.
Tubuhnya berpori-pori (ostium) dan memiliki serat sponging.

Tubuhnya asimetri (Tidak beraturan), berbentuk tabung, vas bunga, mangkuk dan
tumbuhan. Mulai berdiameter 1 cm-2 cmPencernaannya interseluler didalam koanosit
dan amoebasit, makanannya berupa bakteri dan plankton. Hidupnya secara heterotrof dan
selnya bersifat totipotensi yang akan mengurusi dirinya sendiri. Fase larva mortal, fase
dewasanya adalah sesilis dan merupakan pemakan suspensi.

Reproduksinya secara aseksual dan seksual, secara seksual terjadi dengan cara
peleburan sel sperma dengan sel ovum, pembuahan ini terjadi di luar tubuh porifera,
sedangkan reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule.

Terdapat spikula-spikula yang berbentuk seperti jala sebagai spongia. Berwarna
putih kecoklatan dan memiliki banyak osculum pada tubuhnya

Peranan penting Porifera yaitu : Demospongia yang dimanfaatkan manusia untuk
spons mandi dan pembersih kaca

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Porifera
Clasiss : Demosspongiae
Ordo : Halichondrina
Genus : Halichonria sp.

Cucumaria frondosa sp (Timun laut)

Bentuk tubuh pada saat dewasa seperti mentimun, yaitu oval atau menyerupai
cacing. Tidak punya lengan duri atau pedicellaria. Rangkanya mengandung sedikit
kapur.

Memakan partikel organik yang diambil oleh tentakelnya dan tentakel tersebut
berada di dekat mulut. Pernafasannya dilakukan oleh bagian-bagian tentakel, kaki
ambulakral, dinding tubuh, kloaka, dan suatu organ yang disebut respiratory tree.

Habitatnya di air laut dan memiliki bentuk yang makroskopis. Tubuhnya tidak
memiliki duri, permukaan tubuhnya lunak. Tidak terdapat madreporite. Tekstur tubuhnya
bulat dan panjang dan tubuh tersebut terbagi atas bagian anterior (depan) dan bagian
posterior (belakang).

Echinodermata berperan sebagai penjaga keseimbangan ekosistem laut karena
hewan ini bertindak sebagai pembersih laut dengan memakan kotoran (feses), bangkai
atau sisa-sisa organisme lain yang terdapat di pantai. Jenis yang dapat pula dimakan yaitu
jenis teripang dan telur bulu babi.

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Clasiss : Holothuroidea
Ordo :
Genus : Cucumaria sp
Portunus sexdentatus (kepiting)

Merupakan hewan akuatik, habitat di air laut. Kehidupannya sebagai betos,
plankton, epizon, dan parasit. Anggota tubuhnya terbagi atas 3 tagmata (5 di kepala, 8 di
dada, 6 di perut). Memiliki sepasang mata, mata bertangkai atai sesil.

Bukaan alat kelamin betina di segmen dada ke-6. Bukaan alat kelamin jantan di
segmen ke-8. Tiga anggota tubuh bagian awal dada termodifikasi menjadi maksiliped.
Beberapa rangkaian insang melekat pada dasar anggota tubuh bagian dada dan paha
dinding dada.

Berkaki sepuluh. Memiliki dua capit yang besar yang berfungsi untuk melindungi
diri. Tubuhnya terdiri dari bagian dorsoventral.

Memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk diperjual belikan karena kepiting ini
dimanfaatkan manusia sebagai makanan yang mengandung protein tinggi.

Klasifikasi :

Kingdom : Animalia
Phylum : Mandibulata
Clasiss : Crustacea
Ordo : Decapoda
Genus : Portunus sp.
Combarus bartoni (udang karang)

Merupakan hewan akuatik, hidup di air laut. Pembagian tubuh terdiri dari
sefalotorax (bergabungnya kepala dengan torax) dan abdomen. Bagian sefalotorax terdiri
dari kitin yang keras disebut karapaks mempunyai duri di bagian ujung depan disebut
rostrum.

Pada bagian kepala terdapat mata faset yang bertangkai, sepasang antena (untuk
keseimbangan) dan sepasang antenulla (untuk alat peraba). Pada bagian abdomen
terdapat lima kaki yang disebut swimmeret (kaki renang pada betina untuk melekatkan
telur serta membawa anaknya). Pada torax terdapat 4 pasang kaki jalan dan sepasang kaki
pertama mengalami modifikasi seperti catut disebut selipeda. Segmen terakhir disebut
telson, terdapat pula embelan pipih dan lebar yang berfungsi sebagai alat kemudi.
Saluran pencernaannya mulai dari mulut dan berakhir di anus, dan sudah
terdapat kelenjar pencernaan atau hati. Selain memiliki anus zat sisa dapat dikeluarkan
melalui alat ekskresi bernama “green gland” (kelenjar hijau).

Alat kelaminnya gonokoris, dalam petumbuhannya hewan ini mengalami
pergantian kulit (akdisis). System peredaran darahnya terbuka, darahnya tidak berwarna,
tetapi mengandung hemosianin.

Memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan manusia sebagai pakan ikan
atau pakan ternak

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Athropoda
Clasiss : Crustacea
Ordo :
Genus : Combarus sp.
Anadora sp (kerang)

Memiliki 2 cangkang pipih yang setangkup, kaki berbentuk pipih seperti kapak,
kaki dapat dijulurkan dan digunakan untuk melekat atau menggali pasir dan Lumpur.
mAmpu melekat pada bebatuan atau pada cangkang hewan lain atau perahu karena
mensekresi zat perekat.

Kedua cangkang pada bagian tengah dorsal dihubungkan oleh jaringan ikat
(ligament) yang berfungsi seperti engsel untuk membuka dan menutup cangkang dengan
cara mengencangkan dan mengendorkan otot.

Cangkang tersusun dari lapisan periostratum perismatik dan nakreas. Tidak memilki
kepala. Mulutnya terdapat pada rongga mantel, dilengkapi dengan labial palpus. Tidak
memilki rahang atau redula. Makanannya berupa hewan kecil seperti protozoa, diatom,
dan sejenisnya.

Insang berbentuk lembaran sehingga disebut juga Lamellibran chiata. Lembaran
insang dalam rongg mantel menyaring makanan dari air yang masuk ke dalam rongga
mantel melalui sifon. Organ treproduksinya terpisah pada masing-masing individu.

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Clasiss : Palecypoda
Family :
Genus : Anadora sp.
Lymnaea sp. (keong)

Umumnya bercangkang tunggal yang terpilin berbentuk spiral. Bagian kepalanya
jelas terlihat umumnya terdapat dua pasang tentakel. Kakinya lebar dan pipih, rongga
mantelnya dan organ-orang internal, terputar 180 º terhadap kepala dan kaki.
Insang berjumlah satu atau dua buah, organ reproduksinya berumah dua atau satu.
Fertilisasi secara internal. Organ sekkresinya berupa nephridia. Tentakel berfungsi
sebagai alat peraba dan pembau. System pencernaannya dimulai dari mulut yang
dilengkapi rahang dari zat tanduk. Dudalam mulut terdapat radulla dengan gigi kecil dari
khitin.
Termasuk hewan herbifora, memilki system peredaran darah terbuka, jantung dan
pembuluh darah masih sederhana. Memiliki banyak kaki dan kaki terdepan mengalami
modifikasi menjadi capit. Untuk mengeluarkan hewan ini dari cangkangnya harus disertai
dengan rangsangan dari luar seperti udara yang hangat. Hewan ini akan berpindah ke
cangkang lain jika mengalami perkembangan tubuhnya.

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Clasiss : Gastropoda
Ordo : Basomatophora
Family :
Genus :
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan yang kita peroleh dari kegiatan penelitian ini bahwa keberadaan
hewan avertebrata di pantai Delegan varietasnya sedikit mungkin dikarenakan adanya
pencemaran oleh limbah – limbah pabrik maupun limbah rumah tangga yang letaknya
berada di sekitar pantai Delegan.
Saran yang dapat kami sampaikan, agar kita atau masyarakat sekitar sebagai
pelaku yang harus bertanggung jawab atas kebersihan dan menjaga keanekaragaman
hayati maupun non hayati yang ada di pantai Delegan. Memberikan penyuluhan yaitu
berupa upaya agar sadar lingkungan di masyarakat pada umumnya. Dan menyarankan
agar penangkapan atau pencaharian keanekaragaman yang ada di pantai harus sesuai
dengan kaidah – kaidah yang berlaku agar kelestarian keanekaragaman pada pantai
delegan tetap terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

• "Sponges". Cervical Barrier Advancement Society. 2004. Retrieved 2006-09-17.
• Porifera Grant, 1836", in Hooper, J.N.A., and Van Soest, R.W.M., Systema
Porifera: A Guide to the Classification of Sponges, New York: Kluwer
Academic/Plenum, pp. 9–14, retrieved 2008-11-06
• Radioputra.1983.Zoologi.Jakarta:Erlangga.
• Simangunsong,B.R.1986.Parasitologi.Jakarta:Penerbit Karunika.
• Zottoli,R.1983.Pengantar Biologi Laut.London:Mosby Company.
• Mukayat,D.B.1990.Zoologi Dasar.Jakarta:Erlangga.