PENERAPAN SISTEM POLDER DI JAKARTA

Kota – kota besar di Indonesia yang rata – rata terletak di tepi air menampung lebih dari
43% penduduk Indonesia (2000). Hal ini disebabkan oleh laju urbanisasi yang cepat. Selanjutnya
karena perkembangan ini kebutuhan akan perumahan yang terjangkau juga meningkat. Di sisi
lain, terbatasnya supplai lahan di dalam kota, terbatasnya kemampuan pemerintah untuk
membangun infrastruktur (seperti tata air), praktek spekulasi tanah yang berlebihan, dan
pembangunan perumahan secara ekspansif menyebabkan terjadinya dan konversi lahan secara
besar – besaran di berbagai Kota yang terletak di tepi air ini. Fenomena ini di antaranya terjadi
di kawasan perkotaan seperti Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi – Cianjur
(JABODETABEKJUR) yang tidak berkelanjutan.

Sementara itu bencana alam pun tercatat meningkat di Indonesia, terutama banjir. Ini juga
berkaitan dengan dan konversi lahan yang tidak berkelanjutan. Di antara tahun 1998 – 2009 telah
terjadi peningkatan frekuensi banjir sejumlah 400% secara nasional (dari 43 tahun 1998 jadi 215
tahun 2009 versi BNPB). Di samping itu telah terjadi ekskalasi kerugian mencapai 149% dari
catatan tahun 1998, versi BNPB. Tentu saja ada data – data ini dapat menggambarkan betapa
besarnya kerugian yang dialami setiap tahun itu meningkat secara nasional.

Permasalahan banjir adalah masalah utama di kota yang terletak di tepi air. Hal ini terjadi
karena pembangunan kota – kota tsb telah melampaui daya dukung kawasannya. Praktek
ekstraksi air tanah secara ekstrim, pembebanan pondasi bangunan yang berlebihan, serta tidak
terencananya infrastruktur yang memadai (terutama drainase dan pencegah banjir) menyebabkan
kerusakan lingkungan kota – kota tsb. Dan akhirnya hal ini menyebabkan ancaman banjir serius
di kota – kota tsb.

Penerapan sistem polder dapat memecahkan masalah banjir perkotaan. Sistem polder
adalah suatu subsistem-subsistem pengelolaan tata air yang sangat demokratis dan mandiri yang
dikembangkan dan dioperasikan oleh dan untuk masyarakat dalam hal pengendalian banjir
kawasan permukiman mereka. Problema penanganan banjir di lapangan untuk kota-kota di
Indonesia rumit karena ruang terbuka untuk resapan air semakin langka. Kondisi tersebut

Sebab. Lalu dipompakan ke badan air lain pada polder yang lebih tinggi posisinya. setiap kali air datang dan berkumpul di sungai atau situ. yang lebih dari separo wilayahnya berada di bawah permukaan laut dan memiliki lebih dari 3 ribu polder. Hanya. Artinya. Termasuk dengan adanya luapan sungai Ijssel. Metode yang sama dalam membangun polder system telah lama diterapkan oleh Belanda. hingga akhirnya air dipompakan ke sungai atau kanal yang langsung bermuara ke laut. Sebab. dan juga bisa berupa konstruksi beton dan perkerasan yang canggih. Dengan demikian. Sebab morfologi alam negera itu sebagian besar berupa rawa dan dataran rendah. Atau juga dapat disebut tanggul yang membentuk semacam satu-kesatuan hidrologis buatan. dikelilingi oleh embankment atau timbunan. Polder adalah sebidang tanah rendah.merupakan akibat dari Tata Ruang Wilayah dan Kawasan tidak dikelola secara memadai dan alih fungsi lahan dan situ-situ menjadi permukiman penduduk semakin tidak terkendali. air tidak akan berkumpul di jalanan atau wilayah permukiman. Melalui perencanaan Herman van Breen ketika merancang kota sebagai respon terhadap banjir besar yang melanda Batavia (Jakarta) pada tahun 1918. sangat disayangkan sistem . Cara kerja polder adalah pada daerah polder. wilayah Belanda yang memiliki kemiripan dengan Jakarta. Sistem polder juga banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai. Serta pada manajemen air buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari muka air laut dan sungai. Sistem polder juga identik dengan negeri kincir angin Belanda. dinding batu. yang berarti tidak ada kontak dengan air dari daerah luar selain yang dapat diatur sesuai kemauan kita. dan Rijn akibat mencairnya es di hilir sungai pada akhir musim dingin. air buangan (air kotor dan air hujan) dikumpulkan di suatu badan air (sungai atau situ). maka secara otomatis dipompakan ke badan air atau polder lain yang lebih tinggi. Tanggul yang mengelilingi polder bisa berupa pemadatan tanah dengan lapisan kedap air. juga memiliki ancaman banjir secara rutin dari laut melalui gelombang pasang dan ganasnya badai Laut Utara. yang akhirnya didorong untuk bermuara ke laut. Belanda sudah kenyang bergulat memerangi banjir sejak abad ke-17.

Karena itu.itu tidak diteruskan. Intinya. . mengatasi banjir Jakarta dengan polder system itu membutuhkan dua syarat utama. Intinya. kita yang kontrol. maka dampaknya sangat signifikan mencegah banjir yang sangat merugikan. Dan kedua. Jakarta saya yakin aman. Sebab dengan perhitungan dampak banjir yang terjadi pada Januari lalu. polder system tidak hanya mencegah banjir. Sebab hingga saat ini. Berikutnya pada setiap polder harus ditempatkan mesin-mesin yang memompakan air ke polder diatasnya. juga menjaga keselamatan manusia di sekitar wilayah terlanda banjir. polder system baru diterapkan pada beberapa kawasan perumahan elit di tepi laut Jakarta. yaitu permukiman liar di bantaran kali dan luapan air yang membanjiri beberapa wilayah Jakarta. Pembangunan polder system juga secara otomatis akan membersihkan bantaran kali dari permukiman liar yang kerap diterjang banjir. pemerintah provinsi DKI Jakarta sekaligus akan menyelesaikan dua permasalahan utama yang terkait erat dengan banjir. Artinya. aspek perawatan perlu mendapat perhatian dalam bentuk program kerja dan anggaran yang besar. Karena air muka. Termasuk merubah perilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan Terkait dana investasi yang dibutuhkan pemerintah DKI Jakarta bisa memilih alokasi yang efektif dan fokus dalam mengatasi masalah banjir. biaya investasi yang cukup mahal mencapai angka triliunan rupiah. Jika dana sebesar itu dialokasikan untuk mengatasi banjir di Jakarta. Pertama. harus ada komitmen bersama untuk memelihara prasaran dengan baik. sehingga dipastikan tidak terjadi penumpukan air pada dataran lebih rendah. besar kerugiannya mencapai angka Rp 20 triliun. Untuk itu. kalau Jakarta sudah pakai polder system.

“PENERAPAN SISTEM POLDER DI JAKARTA” Untuk Memenuhi tugas mata kuliah Reklamasi Pantai oleh : ARBILLAH SALEH NIM. 0910610033 RIZKI ARISANDY NIM. 0910613059 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK MALANG 2014 .