Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit Universitas Riau

Pada Unit Instalasi Prasarana dan Sarana Rumah Sakit ( IPSRS )

LEGALITAS / DASAR HUKUM :
 Kepmenkes No.1204/Menkes/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
 Kepmenkes No.432/Menkes/SK/IV/2007 Tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan
Kerja di Rumah Sakit.
 Undang-Undang No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
 Permen LH Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Jenis Usaha dan atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
 Kepmen LH No.30 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan Hidup yang Diwajibkan
Menteri Negara Lingkungan Hidup.
I. Pendahuluan
Dalam melakukan pekerjaan perawatan sarana rumah sakit, petugas IPSRS harus
berpedoman kepada Undang-Undang dan permenkes ketika bekerja sehingga
dapat dilakukan pencegahan dan pengendalian infeksi.
Untuk itu diperlukan beberapa hal :
1. Alat pelindung Diri - Sarung Tangan
- Masker
- Kacamata
- pelindung kepala
- Sepatu Safety
- baju khusus

Apa yang dimaksud dengan Alat Pelindung Diri ?
Alat pelindung diri mencakup sarung tangan, masker, alat pelindung mata
(pelindung wajah dan kaca mata), topi, gaun, apron dan pelindung lainnya. Di
banyak negara, topi, masker, gaun dan duk sering terbuat dari kain atau
kertas, namun pelindung paling baik adalah yang terbuat dari bahan yang
telah diolah atau bahan sintetik yang tidak tembus air atau cairan lain (darah
atau cairan tubuh). Bahan yang tahan cairan ini tidak banyak tersedia karena
harganya mahal.

Di banyak negara, kain katun ringan (dengan jumlah benang 140/inci persegi)
adalah bahan yang paling umum digunakan untuk pakaian bedah (masker,
topi dan gaun) serta duk. Sayangnya, katun yang ringan tersebut tidak
merupakan penghalang yang efektif, karena cairan dapat tembus dengan
mudah sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi. Denim, kanvas dan
bahan berat lainnya, di sisi lain, terlalu tebal untuk ditembus oleh uap air pada
waktu pengukusan sehingga tidak dapat disterilkan, sulit dicuci dan
memerlukan waktu terlalu lama untuk kering. Sebaiknya bahan kain yang
digunakan berwarna putih atau terang agar kotoran dan kontaminasi dapat
terlihat dengan mudah. Topi atau masker yang terbuat dari kertas tidak
boleh digunakan ulang karena tidak ada cara untuk membersihkanya dengan
baik. Jika tidak dapat dicuci, jangan digunakan lagi!

Pedoman Umum Alat Pelindung Diri
1. Tangan harus selalu dibersihkan meskipun menggunakan APD.
2. Lepas dan ganti bila perlu segala perlengkapan APD yang dapat
digunakan kembali yang sudah rusak atau sobek segera setelah Anda
mengetahui APD tersebut tidak berfungsi optimal.
3. Lepaskan semua APD sesegera mungkin setelah selesai memberikan
pelayanan dan hindari kontaminasi:
a. lingkungan di luar ruang isolasi
b. para pasien atau pekerja lain, dan

Segera : setelah tiba di tempat kerja 2. • menggunakan toilet. Jangan gunakan handrub berbasis alkohol jika tangan terlihat kotor. harus digunakan antiseptic berbasis alkohol untuk dekontaminasi tangan rutin. eksudat luka dan peralatan yang diketahui atau kemungkinan terkontaminasi dengan darah. • Perkirakan risiko terpajan cairan tubuh atau area terkontaminasi sebelum melakukan kegiatan perawatan kesehatan. diri Anda sendiri. Air mengalir Sarana utama untuk cuci tangan adalah air mengalir dengan saluran pembuangan atau bak penampung yang memadai. • Menyediakan sarana APD bila emergensi dibutuhkan untuk dipakai 2. Persiapan Membersihkan Tangan 1. namun cara mengguyur . Bila jelas terlihat kotor atau terkontaminasi oleh bahan yang mengandung protein. Jangan gunakan produk berbasis alkohol setelah menyentuh kulit yang tidak utuh. 3. Hal-hal yang perlu diingat saat membersihkan tangan 1. c. menyentuh/melap hidung dengan tangan. 4.Setelah : • kontak dengan pasien • melepas sarung tangan • melepas alat pelindung diri • kontak dengan darah. Kebersihan tangan merupakan hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran infeksi. sekresi. darah atau cairan tubuh. untuk menghindari kontaminasi silang. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bila tangan terlihat kotor atau terkontaminasi dengan bahan-bahan protein. Sebelum : • konta k langsung dengan pasien • memakai sarung tangan sebelum pemeriksaan klinis dan tindakan invasif (pemberian suntikan intra vaskuler) • menyediakan / mempersiapkan obat-obatan • mempersiapkan makanan • memberi makan pasien • meninggalkan rumah sakit. 2. ekskresi (bedpen. Gunakan handrub berbasis alkohol secara rutin untuk dekontaminasi tangan. Buang semua perlengkapan APD dengan hati-hati dan segera membersihkan tangan. Diantara : prosedur tertentu pada pasien yang sama dimana tangan terkontaminasi. urinal) apakah menggunakan atau tidak menggunakan sarung tangan. Pastikan tangan kering sebelum memulai kegiatan 4. ekskresi. Kebersihan tangan Kebersihan tangan sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan. • Pilih APD sesuai dengan perkiraan risiko terjadi pajanan. cairan tubuh. jika tangan tidak terlihat ternoda. Dengan guyuran air mengalir tersebut maka mikroorganisme yang terlepas karena gesekan mekanis atau kimiawi saat cuci tangan akan terhalau dan tidak menempel lagi dipermukaan kulit. cairan tubuh. 3. Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan Indikasi kebersihan tangan 1. Air mengalir tersebut dapat berupa kran atau dengan cara mengguyur dengan gayung. Bila tangan TIDAK jelas terlihat kotor atau terkontaminasi. Pada kondisi ini cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan keringkan dengan lap / handuk tisu sekali pakai. 4. tangan harus dicuci dengan sabun dan air mengalir.

: Gunakan handuk sekali pakai atau tissue towel untuk menutup kran. c. b. : Bilas kedua tangan dengan air mengalir. Gunakan masker sebelum kegiatan. 10. 6. Buang APD sekali pakai kedalam Tong sampah sesudah kegiatan. menghambat atau merusak mikroorganisme secara luas endospora). 2. Larutan Antiseptik Larutan antiseptik atau disebut juga antimikroba topikal. dua jenis bahan pencuci tangan yang dibutuhkan yaitu: sabun atau detergen dan larutan antiseptik. 8. II. Sabun Bahan tersebut tidak membunuh mikroorganisme tetapi menghambat dan mengurangi jumlah mikroorganisme dengan jalan mengurangi tegangan permukaan sehingga mikroorganisme terlepas dari permukaan kulit dan mudah terbawa oleh air.dengan gayung memiliki risiko cukup besar untuk terjadinya pencemaran. : Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci. Kecepatan aktivitas awal d. 11. : Basahi tangan dengan air mengalir yang bersih.. baik melalui gagang gayung ataupun percikan air bekas cucian kembali ke bak penampung air bersih.5 cc sabun cair utk menyabuni seluruh permukaan tangan. dipakai pada kulit atau jaringan hidup lainnya untuk menghambat aktivitas atau membunuh mikroorganisme Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya 4-3 Pelaksanaan PPI di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya pada kulit. aktivitas. akibat dan rasa pada kulit setelah dipakai sesuai dengan keragaman jenis antiseptik tersebut dan reaksi kulit masing-masing individu. Dapat diterima secara visual maupun estetik. Antiseptik memiliki keragaman dalam hal efektivitas. STANDAR OPERASIOAL PROSEDUR ( SOP ) 1. : Gosok dengan memutar ujung jari-jari di telapak tangan kiri dan sebaliknya. 5. Kriteria memilih antiseptik adalah sebagai berikut: a. 4. Tidak menyebabkan alergi g. Efektif sekali pakai. SOP PERBAIKAN WESTAFEL TERSUMBAT dan Sanitasi Air bersih/kotor a. Memiliki efek yang luas. : Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya. 9. 3. : Keringkan dengan handuk sekali pakai atau tissue towel sampai benar-benar kering. Air kran bukan berarti harus dari PAM. namun dilain pihak dengan seringnya menggunakan sabun atau detergen maka lapisan lemak kulit akan hilang dan membuat kulit menjadi kering dan pecah-pecah. 2. . Tidak mengakibatkan iritasi kulit f. d. e. Efektivitas c. Gunakan Ember untuk menampung air kotor dari westafel ketika kegiatan. 4. b. Antiseptik memiliki bahan kimia yang memungkinkan untuk digunakan pada kulit dan selaput mukosa. Jumlah mikroorganisme semakin berkurang dengan meningkatnya frekuensi cuci tangan. : Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya. aksi yang lama setelah pemakaian untuk meredam pertumbuhan e. Tujuan yang ingin dicapai adalah penurunan jumlah mikroorganisme pada kulit secara maksimal terutama kuman transien. tidak perlu diulang-ulang h. Gunakan Sarung tangan sebelum kegiatan. : Gosok kedua telapak dan sela-sela jari. Selain air mengalir ada. Kulit manusia tidak dapat disterilkan. 3. : Tuangkan 3 . 7. : Ratakan dengan kedua telapak tangan. Lap tangan yang bersih dan kering Prosedur Standar Membersihkan Tangan Teknik Membersihkan Tangan dengan Sabun dan Air harus dilakukan seperti di bawah ini: 1. Cuci tangan hingga bersih sesudah kegiatan. namun dapat diupayakan secara sederhana dengan tangki berkran di ruang pelayanan / perawatan kesehatan agar mudah dijangkau oleh para petugas kesehatan yang memerlukannya. Efek residu.

MARTIL DLL. Kesadaran kerja sesuai SOP 2. d. b. Gunakan kacamata pelindung sebelum kegiatan. pasien dan orang disekitar kita. alcohol dan hand scrub tersedia ditempat yang mudah dijangkau. Cucitangan hingga bersih sesudah kegiatan. Kesadaran untuk selalu bekerja sesuai dengan SOP sehingga mencegah terjadinya infeksi untuk keselamatan diri sendiri. Peralatan pencucian tangan seperti sabun antiseptic. PENUTUP Mudah-mudahan dengan adanya : 1. . 2. b. TUJUAN Agar dapat mencegah dan mengendalikan infeksi di Rumah Sakit universitas Riau. Gunakan wadah atau kantong plastik untuk tempat sampah gypsum sesudah kegiatan. ATAP DAN PENGECATAN a. a. ( untuk saat ini penempatan hand scrub belum memadai dan cairan selalu kosong ) V. e. Gunakan topi/ helm safety sebelum kegiatan. Cucitangan hingga bersih sesudah kegiatan. 3. Gunakan Sarung tangan sebelum kegiatan. e. IV. Membersihkan peralatan kerja susudah kegiatan. Jumlah APD yang mecukupi 3. GERINDA. c. KESIMPULAN Untuk dapat melakukan pencegahan dan Pengendalian Infeksi sesuai SOP tersebut diatas. maka diperlukan : 1.2. Kuantitas APD harus terpenuhi sesuai jumlah pekerja. Gunakan Masker sebelum kegiatan. SOP MENGGUNAKAN ALAT KERJA SEPERTI BOR. Gunakan masker apabila pada kegiatan menimbulkan debu. Gunakan kacamata pelindung sebelum kegiatan c. Alat kebersihan dan mencuci tangan yang memadai Kita dapat melakukan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit Universitas Riau ini. maka semua staff IPSRS dalam melakukan kegiatan harus menggunakan APD dan SOP sesuai dengan ketentuan Tim PPI Rumah Sakit seperti yang telah dijelaskan diatas. SOP PERBAIKAN PLAFON. III. ( untuk saat ini jumlah APD IPSRS di Rumah Sakit kita belum mencukupi) 3. d.