LAPORAN PRAKTIKUM METROLOGI

MODUL II
TEKNIK PENGUKURAN DEBIT ALIRAN

DISUSUN OLEH :

1. Anugrah Aji Pramudia 155214126
2. Louis Hotmatua Dulyansah Tambunan 155214128
3. I G A P Putri Lestari 155214129
4. Bramantyo 165214120

DOSEN MATAKULIAH : Prof. Dr. Drs. Vet. Asan Damanik

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

2017

Aliran fluida dikatakan aliran garis lurus apabila aliran fluida yang mengalir mengikuti suatu garis (lurus melengkung) yang jelas ujung pangkalnya. optocoupler. pompa air dan LCD karakter. searah dengan garis singgung di titik itu. atau disebut debit (Q). kecuali kepadatan adalah konstan. Sebelum menetapkan flowmeter. hasil kali antara kelajuan aliran fluida dan luas penampangnya selalu tetap. Rancangan alat ini berupa perangkat keras dimana perangkat yang satu dengan yang lainya berhubungan dan saling mendukung. (Noor Yudha Priyantini. aliran volumetrik tidak terlalu berarti. Ketika kecepatan (volumetric aliran) dari cairan mampat diukur. Flow meter Flowmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa atau laju aliran volumetrik cairan atau gas. Dengan demikian garis arus tidak pernah berpotongan. Sedangkan perangkat lunaknya berupa program pada mikrokontroler dengan menggunakan bahasa pemrograman assembly sehingga dapat mengontrol perangkat tersebut baik berupa input maupun output.I. Debit adalah volume fluida ( m3 ) yang mengalir melewati suatu penampang dalamm selang waktu tertentu. juga dianjurkan untuk menentukan apakah aliran informasi akan lebih berguna jika disajikan dalam unit massa atau volumetrik. adapun perangkat keras tersebut terdiri dari Mikrokontroler. Aliran garis lurus juga disebut aliran berlapis atau aliran laminar (laminar flow).v = konstan.kecepatan partikel di tiap titik pada garis arus. faktor gelembung udara akan menyebabkan kesalahan. Dengan sistem digital. . Keterangan : Q = debit ( m3 / s ) V = volume fluida ( m3 ) t = waktu fluida mengalir (s) (Fathor Rohman. Dasar Teori 1. udara dan gas harus dipindahkan sebelum mencapai fluida meter. Ketika mengukur aliran bahan yang mempunyai tekanan. Kecepatan. piringan derajat. Jadi A. karena itu. 2010). Tidak semua fluida yang berpindah dinamakan fluida bergerak. 2009) Sistem kontrol fluida adalah sebuah alat yang dapat mengatur jumlah debit air yang akan dikeluarkan. solenoid. Yang dimaksud fluida bergerak adalah jika fluida tersebut bergerak lurus terhadap sekitar. Pada fluida yang tak termampatkan. water meter termodivikasi. Dirumuskan dengan persamaan berikut: Q = V/ t. sistem kontrol ini dirancang untuk mempermudah dalam pengemasan atau penakaran cairan dengan batas keluaran yang ditentukan.

Kedua jenis aliran tersebut diatur oleh hukum-hukum yang berbeda. 2. Kecepatan dan debit yang dimiliki oleh fluida yang mengalir dapat dicari dengan menggunakan venturimeter dan pitot tube. Untuk menjawab soal-soal aliran fluida nyata digunakan cara-cara semi empiris dan hasil percobaan. Aliran Fluida Aliran fluida nyata lebih rumit daripada aliran fluida ideal. Hal ini disebut persamaan kontinuitas. Dengan prinsip ini dapat menghitung kecepatan (V) dan debit fluida (Q) yang mengalir didalam terowongan angin. Weir merupakan dam penahan dimana cairan ditampung ke dalamnya dan cairan dalam weir merupakan laju aliran. Istilah beda permukaan bending biasanya diartikan tinggi cairan diatas ambang bendungan tepat di hulu dimana pengisian bending diberi tanda “H” yang dinyatakan dalam meter. Asas Bernoulli dikemukakan pertama kali oleh Daniel Bernoulli (1700 – 1782). Jadi semakin besar kecepatan fluida dalam suatu pipa maka tekanannya makin kecil dan sebaliknya makin kecil kecepatan fluida dalam suatu pipa maka semakin besar tekanannya. Weir adalah sebuah obstruksi yang dilalui cairan di dalam sebuah aliran terbuka. Ada dua jenis aliran mantap dari fluida-fluida nyata yang harus dipahami dan diselidiki. Pengukuran aliran pada saluran terbuka dilakukan dengan menggunakan weir. sehingga persamaan- persamaan diferensial parsial yang biasa digunakan untuk menghitung aliran ideal (persamaan Euler) tidak mempunyai persamaan umum. Dalam kertas kerjanya yang berjudul "Hydrodynamica". Penerapan prinsip ini dilakukan dalam pengujian terowongan angin. . Maka. Aliran-aliran itu disebut aliran laminer dan aliran turbulen. dapat dikatakan pula debit sebagai hasil kali kecepatan dan luas penampang. Asas Bernoulli adalah tekanan fluida di tempat yang kecepatannya tinggi lebih kecil daripada di tempat yang kecepatannya lebih rendah . Debit yang masuk pada suatu penampang luasan sama dengan debit yang keluar pada luasan yang lain meskipun luas penampangnya berbeda. Debit adalah besaran yang menyatakan banyaknya fluida yang mengalir selama 1 detik yang melewati suatu penampang luas. Bernoulli menunjukkan bahwa begitu kecepatan aliran fluida meningkat maka tekanannya justru menurun.

Bilangan Reynolds. u = kecepatan rata – rata dalam m / s d = garis tengah pipa dalam m. r0 = jari – jari pipa dalam m. sejajar dalam lapisan-lapisan atau laminer. ud ρ u d u (2 r 0 ) Re= atau = μ v v Dimana.  = kekentalan kinematik fluida dalam m2/s ρ = rapat massa fluida dalam kg/m3  = kekentalan mutlak dalam Pa. Besarnya kecepatan-kecepatan dari laminae yang bedekatan tidak sama. Aliran laminer diatur oleh hukum yang menghubungkan tegangan geser ke laju perubahan bentuk sudut.s . o Aliran Turbulen (Re > 2000) Dalam aliran turbulen partikel-partikel bergerak secara serampangan ke semua arah. o Bilangan Reynolds Untuk pipa – pipa bundar dengan aliran penuh. Kekentalan fluida tersebut dominan dan karenanya mencegah setiap kecenderungan menuju kondisi-kondisi turbulen. Tidaklah mungkin untuk menjejaki gerakan sebuah partikel tersendiri. yaitu hasil kali kekentalan fluida dan gradien kecepatan atau  =  dv/dy.o Aliran Laminer (Re ≤ 2000) Dalam aliran laminer partikel-partiel fluidanya bergerak di sepanjang lintasan- lintasan lurus.

Re maksimum sebesar 2000 b. R yaitu perbandingan luas irisan penampang terhadap keliling yang terbasahi. harga f adalah f = 64 / Re Untuk aliran laminer . f Faktor gesekan f dapat diturunkan secara matematis untuk aliran laminer. Faktor Gesekan. tetapi tak ada hubungan matematis yang sederhana untuk variasi f dengan bilangan Reynolds yang tersedia untuk aliran turbulen. . banyak ahli hidraulika telah mencoba menghitung f dari hasil– hasil percobaan. Untuk aliran turbulen. A R= Keliling u (4 R ) sehingga : Re= v  = kekentalan kinematik fluida (SI adalah m2 /s) u = kecepatan fluida (m/s) 3. a.Untuk irisan – irisan penampang yang tidak bundar Perhitungan bilangan Reynold didasarkan pada jari – jari hidraulik. Selanjutnya.Untuk aliran laminer disemua pipa untuk semua fluida. Nikuradse dan lain – lainnya telah menemukan bahwa kekasaran relatif pipa (perbandingan ukuran ketidaksempurnaan permukaan E terhadap garis tengah sebelah dalam pipa) mempengaruhi harga f.

74) Untuk semua pipa. Persamaannya adalah : 1 √f = −2 log [ ε + 2.000.000. Orificemeter Orificemeter adalah alat ukur yg sangat sedehana. shg (5 – 25) dan (5 – 23) serupa.1).316 f= ℜ0. Demikian juga. andai kata bilangan Reynolds Re mjd sangat besar. persamaan von karman yang diperbaiki oleh Prandtl adalah 1/ √ f = 2 log (Re √ Re ) − 0. lembaga Hidraulik (hydraulic Institute) menganggap bahwa pers Colebrook bisa dipercaya untuk menghitung f. tegak lurus pada arah aliran dan fluida mengalir melewati lubang (lihat gambar 1. bilangan Reynolds Re dan kekasaran relatif  / d. 4. . 8 Untuk pipa – pipa kasar 1 / √ f = 2 log r 0 / ε (1. suku kedua dalam kurung dari (5 – 25) dapat dihilangkan. dan f tergantung pada kekasaran relatif pipanya. dapat juga digunakan diagram Moody yang menggambarkan hubungan antara faktor gesekan f. 51 3. Untuk menentukan besarnya faktor gesekan harga f. Untuk pipa – pipa mulus Blasius menganjurkan untuk bilangan – bilangan Reynolds antara 3000 dan 100 000 0. 7d Re √ f ] Haruslah diamati bahwa untuk pipa-pipa mulus dimana harga /d sangat kecil.25 Untuk harga – harga Re sampai kira – kira 3. suku pertama dlm kurung dari (5 -25) dapat dihilangkan. dapat dilihat pada diagram A – 1 dalam Apendiks. dalam hal seperti itu efek kekentalan dapat diabaikan. Pelat berlubang tersebut dipasang di dalam pipa. terdiri atas piringan datar dengan lubang pada pusatnya.

yg disebut vena contracta. 32. lbm/ft3 gc : Konstanta Gravitasi. gc ( − ΔP / ρ ) u 0 =C 0 A 2 1 −1 A 02 dimana : C0 : koefisien orifice A0 : luas penampang lubang orifice Q : Debit Aliran. Gambar 1. untuk memastikan bahwa bacaan manometer yg maksimum. ft2 A2 : Luas Penampang Nozzle. Diameter minimum ini tjd pada jarak ½ .ft2 Ρ : Berat Jenis Fluida. lbf/ft2 Δh : Beda Tinggi Fluida pada Manometer .2 x diameter pipa. Posisi pipa manometer pada down stream harus disekitar vena contracta. Perhitungan kecepatan fluida dengan menggunakan orificemeter : √ 2 . Jarak ini merupakan fungsi kecepatan fluida dan diameter relatif antara orifice dan pipa. 1Orificemeter bersudut lancip Semburan cairan yg meninggalkan orifice akan memp diameter minimum yg lebih kecil dari diameter orifice. ft3/det A1 : Luas Penampang Pipa.174 lbm ft/lbf det Δp : Penurunan Tekanan. dari lubang orifice ke arah aliran (down stream).

Pipa venturi merupakan sebuah pipa yang memiliki penampang bagian tengahnya lebih sempit dan diletakkan mendatar dengan dilengkapi dengan pipa pengendali untuk mengetahui permukaan air yang ada sehingga besarnya tekanan dapat diperhitungkan. Dalam pipa venturi ini luas penampang pipa bagian tepi memiliki penampang yang lebih luas daripada bagian tengahnya atau diameter pipa bagian tepi lebih besar daripada bagian tengahnya. dengan demikian. Fluida dialirkan melalui pipa yang penampangnya lebih besar lalu akan mengalir melalui pipa yang memiliki penampang yang lebi sempit. Alat ini dapat dipakai untuk mengukur laju aliran fluida.5. maka akan terjadi perubahan kecepatan. Venturimeter Venturimeter adalah sebuah alat yang bernama pipa venturi. Venturimeter dapat dibagi 4 bagian utama yaitu : . Venturimeter digunakan sebagai pengukur volume fluida misalkan udara yang mengalir tiap detik.

a. Lalu fluida akan melewati bagian akhir dari venturi meter yaitu outlet cone. Pada venturimeter. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi atau menambah kecepatan dari aliran yang keluar dari inlet cone. Bagian Inlet : Bagian yang berbentuk lurus dengan diameter yang sama seperti diameter pipa atau cerobong aliran. Throat (leher) : Bagian tempat pengambilan beda tekanan akhir bagian ini berbentuk bulat datar. Pada bagian inlet cone fluida akan mengalami penurunan tekanan yang disebabkan oleh bagian inlet cone yang berbentuk kerucut atau semakin mengecil kebagian throat. . Penurunan tekanan pada inlet cone akan dipulihkan dengan sempurna pada outlet cone. fluida masuk melalui bagian inlet dan diteruskan ke bagian outlet cone. maka tekanan fluida yang meninggalkan meter tentulah sama persis dengan fluida yang memasuki meteran dan keberadaan meteran dalam jalur tersebut tidak akan menyebabkan kehilangan tekanan yang bersifat permanen dalam tekanan. Lubang tekanan awal ditempatkan pada bagian ini. Yang akan digunakan disini adalah venturimeter menggunakan manometer yang berisi zat cair lain. Gesekan tidak dapat ditiadakan dan juga kehilangan tekanan yang permanen dalam sebuah meteran yang dirancangan dengan tepat Ada dua jenis venturimeter yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter menggunakan manometer yang berisi zat cair lain. b. dan pada Outlet cone ini tekanan kembali normal. Inlet Cone : Bagian yang berbentuk seperti kerucut. yang berfungsi untuk menaikkan tekanan fluida. c. Untuk menentukan kelajuan aliran v1 dinyatakan dalam besaran-besaran luas penampang A1 dan A2 serta perbedaan ketinggian zat cair pada tabung U yang berisi raksa (h). Outlet cone ini berbentuk kerucut dimana bagian kecil berada pada throat. Jika aliran melalui venturi meter itu benar-benar tanpa gesekan. Kemudian fluida masuk kebagian throat inilah tempat-tempat pengambilan tekanan akhir dimana throat ini berbentuk bulat datar. Pada bagian inlet ini ditempatkan titik pengambilan tekanan awal.

tegak lurus pada arah aliran dan dihubungkan dg salah satu kaki manometer. Gambar 1. Ruang anulus berfungsi meneruskan tekanan statis. Tabung dalam mempunyai satu bukaan kecil yg menghadap kearah datangnya arus. dan tabung tsb meneruskan tekanan pukulan yg ekivalen dg energi kinetik dari fluida yg mengalir. Tabung luarnya dilubangi kecil-kecil (berhub dengan ruang anulus). Neraca energi dibuat dg mengabaikan perubahan energi potensial antara titik 1 dan2.3 pitot tube . Biasanya terdiri dari dua tabung konsentris yg dipasang sejajar terhadap arah aliran fluida. Tabung ini dihub dg kaki yg lain dari manometer. P i t o t Tube (Tabung Pitot) Alat ini mengukur kec pada satu titik. Fluida yg mengalir dipaksa berhenti pada mulut tabung dalam. Gambar 1.3 melukiskan sebuah tabung Pitot. 6. Didalam tabung pitot ini tak tjd gerakan fluida.

Untuk mendaptkan kec rata – rata dengan menggabung tabung Pitot. ..6 . maka koefisien gesek berbeda pula untuk masing – masing jenis aliran.. . . . akan dilakukan pengukuran dg menggg tabung Pitot.(6. karena distribusi kecepatan pada aliran laminar dan aliran turbulen berbeda. . maka kecepatan rata – rata melalui pipa ini dapat didefinisikan : laju alir volumentrik Q u= = . diperlukan pengukuran pada beberapa titik disepanjang diameter pipa. Koefisien gesek Koefisien gesek dipengaruhi oleh kecepatan.98 Untuk orifis Cd = 0.. 13 ) luas penampang pipa πr2 1 Δp : Penurunan Tekanan. lbf/ft2 Δh : Beda Tinggi Fluida pada Manometer 7. Rumus laju alir A 1 2 -1/2 Q = Cd x A1 x [ 1-( A2 ) ] x √ 2 g( h1−h 2) Dimana : Q = laju aliran (m3/s) Cd = Coefisien discharge Untuk venturi Cd = 0. Pada suatu pipa dengan radius r1.

Rumusan masalah 1. Flow Meter 2. Bagaimana Teknik pengukuran debit aliran menggunakan Venturimeter? 3. Bagaimana perbedaaan debit aliran teoritis dan eksperimen? III. ½ ) inch 4.81 ( percepatan gravitasi ) ( m/s2) II. Tujuan praktikum 1. Pompa 3. orificemeter . Mahasiswa mampu melakukan pengukuran debit aliran 3. A1 = luas throat ( m2 ) D1 = 16 mm A2 = luas pipa keluaran ( m2 ) D2 = 26 mm h1-h2 = perbedaan head ( m H2O ) g = 9. 1. ¾. (11/4 . Mahasiswa mampu memahami tujuan pengukuran debit aliran fliuda 2. Alat dan Bahan Praktikum Alat 1. Mahasiswa mampu menganalisa percobaan pengukuran debit aliran IV. Bagaimana Teknik pengukuran debit aliran menggunakan Orifice flow meter (Orificemeter)? 2.

Langkah Praktikum 1. Dipasang selang headpressure pada pipa 1 ¼ yang akan diukur 4.00000209 0.0001131 1. Pembahasan Analisa data 1. Diatur laju aliran air pada tangki volumetric 7.39 0. venturimeter 6. Dibuka katup control dan di pastikan tidak terdapat gelembung udara pada pipa aliran outlet 6.00038 0. H2O V. Diulangi prosedur 5-8 dengan laju alir yang berbeda hingga diperoleh 4 data 10. Sudden contraction Bahan 1. 5.925 0. Diperhatikan skala volume tangki volumetric hingga 10 liter (control di kran) 9.00038 0. Tempat penampung air 8.00038 0.0001131 1.94 1.21 4 0.0001131 1. Disumbat lubang pada tangki volumetric 8.75 1. Alat ukur headloss 10.715 1. Selang air 7.12 3 0.015 2 0.00000277 0.00000074 0.00038 0.0001131 1. Pengukuran debit dengan Orifice flow meter (Orificemeter) Table 1 PIPA 1 1/4 (ORIFICEMETER) PIPA 1 1/4 in ( ORIFICEMETER) NO A1 A2 P1 P2 Debit Teoritis (m³/s) P2-P1 1 0. Dihubungkan rangkaian alat flowmeter ke arus listrik 2.00000344 0.325 .86 1. Katup 11. Dilakukan prosedur yang sama untuk pipa ¾ dan 1 in VI. Penyumbat 9. Ditekan tombol pump switch 3.74 0.54 0. Dibuka kran pipa 1 ¼ yang akan diukur ( dan menutup kran pipa lainnya) 5.

135 3 0.02 2 0.49 0.00000150 0.00000300 0.00000250 0.0001131 1.915 0.00000350 0.00038 0. karena untuk mencapai kestabilan aliran membutuhkan waktu dan pengamatan paraktikan.0001131 1.0001131 1.3 0.15 0.00000000 0 0.35 Figure 1 orificemeter pipa 1 1/4 Pengambilan data dilakukan sesuai dengan prosedur kerja dari asisten praktikum dosen.15 0.00000200 0.35 0.25 0.05 0.2 0.00000085 0.00000350 0.335 orificemeter pipa 1 in 0.855 1.28 4 0.00000400 0.00038 0.2 0.00000000 0 0.77 1.00000319 0.00000050 0.00000222 0.00000100 0.1 0. Table 2 PIPA 1 in( ORIFICEMETER) PIPA 1 in( ORIFICEMETER) NO A1 A2 P1 P2 Debit Teoritis (m³/s) P2-P1 1 0.05 0.72 1.00000200 0.00000100 0.385 0.1 0.0001131 1.00000150 0.00000250 0.4 Figure 2 orificemeter pipa 1 in .72 0.00000050 0.25 0.00038 0.3 0.935 1. orificemeter pipa 1 1/4 0.00000349 0.00000400 0.00000300 0.00038 0. Pada proses pengambilan data kesabaran seorang praktikum sangat dibutuhkan.

91 0.00000095 0.1 0.00000250 0.00000150 0.00000085 0.00038 0.69 1.00000331 0.00000305 0.00000000 0 0.00000085 0.0001131 1.7 0.Table 3 PIPA 3/4 (ORIFICEMETER) PIPA 3/4 (ORIFICEMETER) NO A1 A2 P1 P2 Debit Teoritis (m³/s) P2-P1 1 0.00038 0.02 4 0.35 Figure 3 orificemeter pipa 3/4 2.00000100 0.00038 0. Pengukuran debit dengan Venturimeter Table 4 PIPA 1 1/4 ( VENTURIMETER) PIPA 1 1/4 ( VENTURIMETER) NO A1 A2 P1 P2 Debit Teoritis (m³/s) P2-P1 1 0.15 0.00000350 0.0001131 1.00000300 0.005 2 0.39 0.2 0.68 0.5 0.52 1.385 1.00038 0.00038 0.3 0.3 orificemeter pipa 3/4 0.00000043 0.0001131 1.02 2 0.00000234 0.83 1.05 0.0001131 1.93 1.00000200 0.875 1.915 1.00000252 0.00038 0.0001131 1.47 0.00038 0.36 0.725 1.91 0.00038 0.0001131 1.175 3 0.25 0.00000050 0.025 .255 4 0.0001131 1.15 3 0.0001131 1.

3 Figure 5 venturimeter pipa 1 .915 1.0001131 1.05 0.1 0.205 4 0.00000000 0 0.14 0.1 0.00000050 0.00000319 0. venturimeter pipa 1 1/4 0.02 0.005 2 0.00000200 0.695 1.0001131 1.0001131 1.91 0.00000050 0.18 0.00000100 0.06 0.00000250 0.00000300 0.145 3 0.08 0.00000043 0.00000150 0.00000150 0.25 0.675 0.00038 0.64 1.2 0.15 0.00000100 0.82 1.36 0.00000000 0 0.12 0.0001131 1.49 0.00038 0.2 Figure 4 venturimeter pipa 1 1/4 Table 5 PIPA 1 ( VENTURIMETER) PIPA 1 ( VENTURIMETER) NO A1 A2 P1 P2 Debit Teoritis (m³/s) P2-P1 1 0.00000230 0.00000350 0.00038 0.00000300 0.16 0.00038 0.28 venturimeter pipa 1 0.00000250 0.00000200 0.00000273 0.04 0.

02 0.02 0. Terlihat dari grafik Analisa data.38 1.0001131 1.00000000 0.Table 6 PIPA 3/4 (VENTURIMETER) PIPA 3/4 (VENTURIMETER) NO A1 A2 P1 P2 Debit Teoritis (m³/s) P2-P1 1 0.475 0.0001131 1.355 0. Debit aliran H2O pada praktiknya lebih besar dari pada debit teoritis 2.00000020 0.025 venturimeter 3/4 0.685 0. Lembar data saat praktikum . 3.00000060 0.00038 0.01 0. Lampiran 1.00038 0.00000060 0.00000100 0. Dalam melakukan pengukuran debit aliran harus memiliki Analisa yang tinggi dan penggunaan alat ukur yang memiliki ketelitian dan akurasi yang tinggi. Kesimpulan 1. VIII.00000120 0.02 0.00000080 0.01 0.00000074 0.02 0.9 0.00000060 0.49 1.00000095 0.91 1.01 3 0.01 0.01 0.00038 0.015 4 0.0001131 1.00000040 0.00038 0.695 1. Luasan penampang suatu aliran berbanding lurus dengan laju aliran.0001131 1.02 0.01 2 0.03 Figure 6 venturimeter ¾ VII.