MAKALAH ILMU GIZI

”PENTINGNYA GIZI PADA BAYI”

Pembimbing : drg. Yetti Wilda, MMKes

Disusun oleh kelompok 5 :

1. Amelia Wahidah (29)
2. Durotun Nafisah (30)
3. Naharul Khairunila F (31)
4. Nararia Indreswari (32)
5. Nuryana Rachmawati (33)
6. Rulli Wulandari (34)
7. Lilis Sholatin (35)

KELAS IB
POLTEKKES KEMENKES SURABAYA
TAHUN AJARAN 2013/2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
makalah ini yang berjudul “Pentingnya Gizi Pada Bayi”.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini khususnya ibu dosen kami drg.Yeti
Wilda M.M.Kes Yang telah membimbing kami dari awal sampai akhir . Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.

Sidoarjo,1 Oktober 2013

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................................................... 1
1.2 Manfaat ................................................................................................................. . 1
BAB II Landasan Teori .......................................................................................... 2
2.1 Kebutuhan zat gizi .................................................................................................. 3
2.2 Macam-macam makanan pada bayi ........................................................................ 6
2.2.1 ASI ................................................................................................................. 10
2.2.2 MPASI .............................................................................................................
2.3 Cara pengolahan makanan pada bayi......................................................................... 12
2.4 Peranan gizi pada bayi............................................................................................... 14
2.5 Dampak kekurangan dan kelebihan gizi pada bayi....................................................15
2.6 Faktor-fakor yang mempengaruhi pemberian makanan pada bayi ........................ 16
2.7 Pengaruh status gizi seimbang pada bayi.................................................................. 17
2.8 Prinsip memilih makanan yang baik bagi bayi.......................................................... 17
2.9 Tahap perkembangan bayi........................................................................................ 19
BAB III KERANGKA KONSEP ................................................................. ......... 35
BAB IV KESIMPULAN ............................................................................ ........... 21
5.1 Kesimpulan................................................................................................................ 22
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 23

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari selayaknya selalu memperhatikan kandungan gizi
dan jumlah gizi yang akan dicerna oleh tubuh.Tidak hanya orang dewasa yang perlu
memperhatikan gizi seimbang, namun juga bagi Balita ataupun Batita dimana pada
masa itu, keseimbangan gizi sangat berpengaruh terhadap masa pertumbuhannya.

Masa balita merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan sehingga merupakan masa
yang cukup penting. Asupan makanan yang dibutuhkannya harus diperhatikan misalnya
dengan memberikan makanan yang bergizi maupun susu formula yang sesuai.

Tingkat kecerdasan balita berkembang sangat pesat pada masa ini. Balita biasanya
memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar mengenai berbagai hal. Maka dari itu balita
sangat membutuhkan asupan makanan dengan gizi seimbang untuk memenuhi
kebutuhan gizinya. Hal ini bisa dilakukan dengan merancang suatu menu seimbang bagi
balita dan juga mengatur pola makannya setiap hari. Pemberian menu seimbang ini harus
dilakukan secara rutin dan porsinya disesuaikan dengan usianya.

1.2 MANFAAT
1. Untuk mengetahui kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan pada usia bayi
2. Untuk mengetahui macam-macam makanan pada bayi
3. Untuk mengetahui cara pengolahan makanan pada bayi
4. Untuk mengetahui peranan gizi pada usia bayi
5. Dampak Kelebihan dan Kekurangan Gizi pada Bayi
6. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pada
bayi
7. Untuk mengetahui pengaruh status gizi seimbang bagi bayi
8. Untuk mengetahui prinsip memilih makanan yang baik bagi bayi
9. Untuk mengetahui tahap perkembangan pada bayi

Page │1
BAB II
LANDASAN TEORI

Makanan bergizi seimbang yang dibutuhkan oleh balita adalah makanan-makanan yang
mengandung unsur-unsur tertentu. Unsur tersebut dapat berupa makronutrien, mikronutian,
kebutuhan air serta serat yang komposisinya seimbang dan disesuaikan dengan usia maupun
kondisi tubuhnya. Selain itu, balita juga membutuhkan gizi-gizi lain.

Status gizi erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan yang merupakan suatu
rangkaian proses tumbuh kembang tubuh yang berlangsung secara teratur dan terus menerus
melalui tahapan-tahapan sesuai dengan perkembangan baik struktur maupun fungsi berbagai
jaringan dan organ tubuh. Proses tumbuh kembang dimulai sejak terjadi pembuahan sel telur
dalam rahim ibu. Sel telur yang dibuahi itu kemudian akan mengalami proses tumbuh
kembang sampai mencapai tahap tertentu sehingga janin siap untuk lahir, berlanjut setelah
lahir memasuki usia anak-anak dan remaja kemudian menjadi dewasa dan mencapai usia tua.

Pertumbuhan jaringan tubuh tetap berlangsung cepat setelah bayi lahir. Pertumbuhan pada
usia bulan pertama lebih cepat dari bulan-bulan berikutnya. Berat badan bayi akan mencapai
dua kali lipat berat badan lahir pada saat bayi mencapai usia 6 (enam) bulan. Setelah usia
enam bulan pertumbuhan tubuh akan melambat dan pada usia satu tahun bayi akan mencapai
berat badan tiga kali berat badan lahir. Panjang badan akan bertambah. Pada usia enam bulan
panjang badan bayi akan mencapai sekitar 60 cm dan pada usia satu tahun akan mencapai 70
cm. Pada waktu lahir kepala bayi tampak lebih besar dibanding badannya. Pada masa ini otak
dan system syaraf tumbuh dengan pesat. Kebutuhan tubuh akan berbagai zat gizi mutlak
harus terpenuhi untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan jaringan otak dan system
syaraf. Jika terjadi gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan ini maka akan
berdampak pada kualitas SDM dan status gizi pada masa sekarang dan yang akan datang.

Pada bayi yang lahir cukup umur, saluran pencernaannya sudah dapat mencerna protein,
lemak yang teremulsi dan karbohidrat sederhana. Kandungan air dalam tubuh bayi yang baru
lahir relative tinggi dibandingkan dengan bayi yang berusia lebih tua. Otot juga belum
berkembang dengan baik, cadangan lemak sub kutan relative sedikit akan tetapi akan
senantiasa bertambah selama usia tahun pertama. Tulang yang membentuk kerangka tubuh
belum sepenuhnya mengalami kalsifikasi. Dalam tubuh bayi terdapat cadangan zat besi
dalam jumlah terbatas dan cadangan ini akan habis jika tidak ditambah.

Berbagai keadaan itulah yang harus dipertimbangkan dalam pemeliharaan gizi dan
pengaturan makanan pada usia tahun pertama. Sering terjadi bayi yang lahir tubuhnya gemuk
dan sehat, akan tetapi memasuki usia 6 bulan keadaannya berubah karena kesalahan dalam
mengatur makanannya.

Page │2
Page │3

2.1 KEBUTUHAN ZAT GIZI PADA BAYI

 Kalori
Karena bayi atau balita bergerak aktif, oleh karenanya anda harus memenuhi kebutuhan
kalorinya secara pas. Energi sendiri bisa didapatkan melalui makanan kaya akan
kandungan karbohidrat komplek, lemak, gula sederhana serta protein. Balita biasanya
membutuhkan sedikitnya sekitar 1300 kal- 1500 kal dalam per harinya.

 Lemak
Lemak merupakan salah satu komponen yang paling utama untuk membentuk membran
sel sel yang terdapat pada otak bayi, serta Selubung Mielin yang terdapat pada saraf otak.
Sumber lemak bisa kita berikan untuk baby adalah dari bahan makanan santan, makanan
yang terdapat kandungan omega 3 &6, mentega, kue dan roti.Catatan penting: memang
sebenarnya pemberian lemak sangat berguna namun dalam pemberiannya jangan terlalu
berlebihan karena bisa mengakibatkan kegemukan di kemudian hari, dan dapat memicu
terjadinya serangan kolestrol. Lemak merupakan sumber energi dengan konsentrasi yang
cukup tinggi. Dalam 1 g lemak dapat menghasilkan energi sebanyak 9 kkal. Lemak
memiliki fungsi sebagai sumber asam lemak esensial, pelarut vitamin A, D, E, dan K,
serta pemberi rasa gurih dan sedap pada makanan (Krisnatuti & Yenrina 2006). Menurut
WHO (1990) dalam Almatsier (2004) sebagai sumber energi yang efisien, dianjurkan
kecukupan lemak bayi menyumbang 15-30% kebutuhan energi total.

 Protein
Fungsi utama gizi yang satu ini (Protein) adalah sebagai kandungan yang berguna
untuk memelihara/menjaga sel-sel jaringan pada tubuh anak. Protein sendiri juga
dapat memberikan peran penting prekursor untuk neurotransmitter demi tercapainya
suatu perkembangan dan kemajuan pada otak yang baik. Sumber protein dapat anda
berikan pada bayi anda melalui makanan seperti: Susu, Ikan, 2 Buah /Butir Telur,
2ons Daging Segar, Serta Kacang-Kacangan Sebanyak 100g. Protein bergantung pada
kemudahannya untuk dicerna dan diserap serta komposisi asam amino di dalamnya.
Jika asupan asam amino kurang, pertumbuhan jaringan dan organ, berat dan tinggi
badan serta lingkar kepala akan terpengaruh. besarnya kebutuhan protein berdasarkan
berat badan adalah (1) 2.2 g/kg BB/hari pada usia <6 bulan, (2) 2 g/kg BB/hari pada
usia 6-12 bulan, dan (3) 1-1.5 g/kg BB/hari pada usia di atas 1 tahun. Sementara
angka kecukupan protein berdasarkan WKNPG (2004) adalah (1) 10 g/org/hari pada
usia <6 bulan, (2) 16 g/org/hari pada usia 6-12 bulan, (3) 25 g/org/hari pada usia 1-3
tahun, dan (4) 39 g/org/hari pada usia 4-6 tahun.
Page │4

 Kalsium
Kalsium berfugsi sebagai zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan gigi dan
ulang bayi anda. Olehkarenanya usahakan berikan bayi anda ASI dan Susu secara teratur,
karena susu merupakan salah satu sumber utama kalsium bagi tubuh.

 Vitamin
Adapun vitmin yang berperan penting adalah:
Vitamin A: vitamin ini berfungsi untuk perkembangan sel serta kulit bayi sehat
Vitamin C: berfungsi untuk menjaga system penyerapan zat besi
Vitamin D: untuk membantu metabolisme kalsium ( membantu bayi untuk memperkuat
tulang)
Vitamin E: Untuk antoksidan atau daya tahan tubuh anak.

 Zat besi
Biasanya anak atau bayi cenderung kekurangan/ belum terpenuhi zat besinya, oleh
karenanya ada baiknya anda memberikan bayi atau anak anda dengan makanan yang
mempunyai kandungan zat besi yang tinggi. Adapun makanan yang mengandung zat besi
adalah makanan yang kaya akan kandungan vitamin C, vitamin C ini sendiri akan
berfungsi untuk menyerap zat besi dalam tubuh.

 Karbohidrat
Karbohiidrat merupakan kebutuhan gizi yang paling utama untuk bayi anda. Karena
kandungan gizi Karbohidratlah yang nantinya akan membantu perkembangan otak serta
membantu proses belajar anak. Adapun makanan kaya kandungan karbohidrat adalah sbb:
sereal, kentang, roti dan tentunya nasi. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi
manusia yang harganya relatif murah. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal. Untuk
mencukupi kebutuhan energi dianjurkan sekitar 60-70% dari energi total berasal dari
karbohidrat.

 Makanan yang mengandung lemak dan gula

Kelompok ini mencakup bahan makanan, seperti mentega, minyak goreng, gula, biskuit,
kue, keripik, permen, es krim, coklat, dan minuman manis. Makanan ini tidak boleh
dimakan terlalu sering.

Makanan ini juga hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil. Karena makana tersebut
sarat dengan kalori, lemak dan gula dan kurang mengandung banyak vitamin dan mineral
Membatasi makanan dan minuman yang manis pada anak juga menurunkan risiko gigi
berlubang. Batasi jumlah gula dan permen yang dimakan oleh anak. Beberapa minuman
Page │5

 bebas gula juga bisa menyebabkan gigi berlubang karena keasamannya. Susu atau air
adalah minuman terbaik di antara waktu makan.

 Energi

merupakan kemampuan atau tenaga untuk melakukan kerja yang diperoleh dari zat-zat
gizi penghasil energi. Energi diperlukan untuk berlangsungnya proses-proses yang
mendasari kehidupan. Berdasarkan hasil Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (2004)
angka kecukupan energi untuk anak berusia 1-3 tahun adalah sebesar 1000
kkal/orang/hari, sedangkan untuk anak berusia 4-6 tahun adalah sebesar 1550 1000
kkal/orang/hari

 Cairan Air

merupakan zat gizi yang sangat penting bagi bayi dan balita, karena (a) merupakan
bagian terbesar dari tubuh manusia, (b) risiko kehilangan air pada bayi yang terjadi
melalui ginjal lebih besar daripada orang dewasa, dan (c) bayi dan anak lebih mudah
terserang penyakit dehidrasi, akibat muntah-muntah dan diare berat.

Angka kecukupan cairan berdasarkan WKNPG (2004) adalah (1) 0.8 liter/hari pada usia
<6 bulan, (2) 1.0 liter/hari pada usia 6-12 bulan, (3) 1.1 liter/hari pada usia 1-3 tahun, dan
(4) 1.4 liter/hari pada usia 4-6 tahun.

 Asam lemak tak jenuh
Sumber makanannya berasal dari ASI, aneka jenis ikan (tenggiri dan tuna), sayuran
berwarna hijau, minyak nabati.

 Kelompok vitamin B
Sumber makanannya berasal dari padi, gandum, aneka kacang, ikan, daging hewan tanpa
lemak, olahan susu dan aneka sayuran.

 Seng
Sumber makanannya berasal dari daging, hati ayam, seafood, susu, kacang-kacangan dan
biji-bijian.
Page │6

Golongan Umur

Zat Gizi 0-6 bln 6-12 bln 1-3 thn 4-6 thn

Vitamin A (RE) 375 400 400 450

Tiamin (mg) 0.2 0.4 0.5 0.8

Riboflavin (mg) 0.3 0.4 0.5 0.6

Niasin (mg) 2 4 6 8

Vitamin B12 0.4 0.5 0.9 1.2
(mg)

Asam folat 65 80 150 200
(mg)

Vitamin C (mg) 40 50 40 45

Kalsium (mg) 200 400 500 500

Fosfor (mg) 100 225 400 400

Besi (mg) 5 7 8 9

Seng (mg) 1.3 7.5 8.2 9.7

Iodium (mg) 90 120 120 120

2.2 MACAM-MACAM MAKANAN PADA BAYI
Makanan bayi beraneka ragam macamnya yaitu: ASI (Air Susu Ibu) dan MPASI
(Makanan Pendamping ASI).

2.2.1 ASI (Air Susu Ibu)

Makanan yang paling baik untuk bayi segera lahir adalah ASI. ASI mempunyai
keunggulan baik ditinjau segi gizi, daya kekebalan tubuh, psikologi, ekonomi dan
sebagainya.

I. Pengertian ASI
Energi yang dibutuhkan oleh bayi pada bula pertama adalah 115kkal/kg berat
badan. Kabutuhan tersebut dapa dipenuhi dari air susu ibu (ASI). ASI dapat
menyuplai semua vitamin larutair yang dibutuhkan bayi bila makanan yang di
Page │7
konsumsi ibu mencukupi. Vitamin larut tersebut diantaranya tiamin ( vitamin
B1), Riboflavin ( vitamin B12), niacin, piridoksin (vitamin B6), folasin (asam
folat), dan vitamin E,K yang larut lemak. Berkaitan dengan vitamin yang larut
lemak ( A, E, D, K) bisa diberikan penjelasan sebagai berikut :
 Banyaknya cadangan vitamin A dalam hati pada bayi yang baru
dilahirkan tergantung pada jumlah vitamin A yang dikonsumsi oleh
ibunya.
 Kebutuhan vitamin D pada bayi meningkat saat terjadi kalsifikasi
tulang dan gigi yang tepat.
 Kadar vitamin E yang dapat menembus plasenta bayi hanya sedikit,
sehingga pad umumnya bayi dilahirkan dengan kandungan vitamin E
yang rendah.
 Kekurangan vitamin K dapat terjadi pada beberapa hari pertama
kelahiran.

Mineral dalam ASI sangat dibutuhkanuntuk pertumbuhan-pertumbuhan organ-
organ bagian dalam bayi pada tahun pertama kehidupannya. Contohnya
kalsium diperlukan pada awal kehidupan bayi karena ada proses kalsifikasi
yang cepatpada tulang. Suplai kalsium ini sngat penting bagi bayi
karenatulang bayi tidak banyak mengandung kalsiumketika baru dilahirkan.
Kalsifikasigigi sebenarnya telah dimulai sejak bayimasih dalam kandungan.
Namun demikian,ketersediaan kalsium ketika bayi sudah lahir merupakan
faktor yang penting dalam penbentuka gigi yang sempurna.

Kebutuhan mineral lain seperti zat besi sangat ditentukan oleh umur kelahiran.
Bayi yang cukup umur dalam kandungan akan menerima sejumlah besar zat
besi dari ibunya selama dalam kandungan. Namun jika bayi yang dilahirkan
prematur zat besi yang diterima lebih sedikit. Kebutuhan dalam mineral ini
sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia.

II. Manfaat ASI

ASI mempunyai manfaat yang luar biasa bagi bayi dan ibu menyusui.
Keluarga dan Negara juga memperoleh manfaat dari ASI.

A. Manfaat ASI bagi Ibu

1. Aspek kesehatan ibu
Isapan bayi akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh kelenjar
hipofisis. Oksitosin akan membantu involusi uterus dan mencegah
terjadi perdarahan post partum. Penundaan haid dan berkurangnya
perdarahan post partum mengurangi prevalensi anemia zat besi.
Selain itu, mengurangi angka kejadian karsinoma mammae.
2. Aspek keluarga berencana
Merupakan KB alami, sehingga dapat menjarangkan kehamilan.
Page │8

Menurut penelitian, rerata jarak kehamilan pada ibu yang menyusui
adalah 24 bulan, sedangkan yang tidak 11 bulan.

3. Aspek psikologis
Ibu akan merasa bangga dan diperlukan oleh bayinya karena dapat
menyusui.

B. Manfaat ASI bagi Bayi

1. Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi
Mengandung lemak, karbohidrat, protein, garam dan mineral serta
vitamin.
2. Mengandung zat protektif
Terdapat zat protektif berupa laktobasilus bifidus,laktoferin,
lisozim, komplemen C3 dan C4, faktor antistreptokokus, antibodi,
imunitas seluler dan tidak menimbulkan alergi.
3. Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan
Sewaktu menyusui kulit bayi akan menempel pada kulit ibu,
sehingga akan memberikan manfaat untuk tumbuh kembang bayi
kelak. Interaksi tersebut akan menimbulkan rasa aman dan kasih
sayang.
4. Menyebabkan pertumbuhan yang baik
Bayi yang mendapat ASI akan mengalami kenaikan berat badan
yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik
dan mengurangi obesitas.
5. Mengurangi kejadian karies dentis
Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula lebih
tinggi dibanding yang mendapat ASI, karena menyusui dengan
botol dan dot pada waktu tidur akan menyebabkan gigi lebih lama
kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan gigi menjadi
asam sehingga merusak gigi.
6. Mengurangi kejadian maloklusi
Penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang
mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot.

C. Manfaat ASI bagi Keluarga

1. Aspek ekonomi
ASI tidak perlu dibeli dan karena ASI bayi jarang sakit sehingga
dapat mengurangi biaya berobat.
2. Aspek psikologis
Kelahiran jarang sehingga kebahagiaan keluarga bertambah dan
mendekatkan hubungan bayi dengan keluarga.
3. Aspek kemudahan
Menyusui sangat praktis sehingga dapat diberikan dimana saja dan
kapan saja serta tidak merepotkan orang lain.
Page │9

D. Manfaat ASI bagi Negara

1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak.
Adanya faktor protektif dan nutrien yang sesuai dalam ASI
menjamin status gizi bayi baik serta angka kesakitan dan kematian
menurun. Beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa
ASI melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi, seperti diare,
otitis media, dan infeksi saluran pernafasan bagian bawah.
2. Mengurangi subsidi untuk rumah sakit.
Dengan adanya rawat gabung maka akan memperpendek lama rawat
inap ibu dan bayi, mengurangi komplikasi persalinan dan infeksi
nosokomial serta mengurangi biaya perawatan anak sakit.
3. Mengurangi devisa untuk membeli susu formula.
ASI dapat dianggap sebagai kekayaan nasional. Jika semua ibu
menyusui, diperkirakan akan menghemat devisa sebesar Rp 8,6
milyar untuk membeli susu formula.
4. Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
Anak yang dapat ASI dapat tumbuh kembang secara optimal,
sehingga kualitas generasi penerus bangsa akan terjamin.

III. Komposisi ASI

Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu, hal ini berdasarkan pada
stadium laktasi. Komposisi ASI dibedakan menjadi 3 macam yaitu:

1. Kolustrum
ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga setelah bayi lahir.
2. ASI transisi
ASI yang dihasilkan mulai hari keempat sampai hari ke sepuluh.
3. ASI mature
ASI yang dihasilkan mulai hari kesepuluh sampai dengan seterusnya.

Tabel 1. Komposisi Kandungan ASI

Kandungan Kolustrum Transisi ASI mature

Energi (kg kal) 57,0 63,0 65,0

Laktosa (gr/100 ml) 6,5 6,7 7,0

Lemak (gr/100 ml) 2,9 3,6 3,8

Protein (gr/100 ml) 1,195 0,965 1,324
Mineral (gr/100 ml) 0,3 0,3 0,2

Immunoglubin - - -
Ig A (mg/100ml) 335,9 - 119,6
Ig G (mg/100 ml) 5,9 - 2,9
Ig M (mg/100 ml) 17,1 - 2,9

Lisosin (mg/100 ml) 14,2-16,4 - 24,3-27,5

Laktoferin 420-520 - 420-520

Sumber : Pelatihan Manajemen Laktasi, RSCM, 1989.

IV. Kecukupan ASI

Untuk mengetahui kecukupan ASI dapat dilihat dari :

1. Berat badan waktu lahir telah tercapai sekurang-kurangnya akhir 2 minggu setelah
lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan lebih 10 %.
2. Kurve pertumbuhan berat badan memuaskan, yaitu menunjukkan berat badan pada
triwulan ke 1: 150-250 gr setiap minggu, triwulan ke 2 : 500-600 gr setiap bulan,
triwulan ke 3 : 350-450 gr setiap bulan, triwulan ke 4 :250-350 gr setiap bulan atau
berat badan naik 2 kali lipat berat badan waktu lahir pada umur 4-5 bulan dan 3 kali
lipat pada umur satu tahun.
3. Bayi lebih banyak ngompol, sampai 6 kali atau lebih dalam sehari.
4. Setiap kali menyusui, bayi menyusu dengan rakus, kemudian melemah dan tertidur.
5. Payudara ibu terasa lunak setelah menyusui.

2.2.2. MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Makanan pendamping ASI (MPASI) diberikan setelah bayi berumur 6 bulan.

1) Makanan pendamping ASI (MPASI)

saat bayi yang memasuki trisemester ke- 2 ( bulan ke-4 sampai ke-6 ),ASI saja tidak
cukup sehingga memerlukan makanan tambahan pertumbuhan anak pada kecepatan
yang sama seperti pada saat trisemester pertama ( 3 bulan pertama ). Dengan umur
yang terus bertambah, kebutuhan gizi juga semakin meningkat. Jika tidak diimbangi
bisa menyebabka kurang gizi dan berat badan bayi tidak seimbang dengan umurnya.

Proses seorang bayi beralih dari hanya minum ASI menjadi makan-makanan
campuran berupa ASI dan makanan tambahan disebut “ weaning atau penyapihan”.
Istilah ini juga menerangkan suatu masa transisi saat bayi perlahan-lahan

Page │10
Page │11

diperkenalkan kepada pengalaman menarik dalam lingkungan. Oleh karena itu, masa
ini merupakan masa yang paling penting dalam pertumbuhan si bayi. Makanan yang
scar berangsur diberi kepada bayi untuk memenuhikecukupan gizi menjelang dan
sesudah disapih disebut makanan pelengkap, yang terdiri atas buah-buahan , biskuit
dan makanan lumat atau lembek. Makanan pelengkap harus mengandung nilai kalori
dan protein yang tinggi, serta mangandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh
bayi.

Pada usia 4-6 bulan ini, bayi mulai bisa di berikan makanan umat atau setengah cair
dengan bahan dasar ASI atau susu formula dan bahan makanan pokok. Misalnya
bubur saring atau buah pisang yang teksturnya lembut. Pisang mudah diserap oleh
tubuh bahkan oleh bayi, sehingga dapat digolongkan sebagai jenis buah yang dapat
diperkenalkan secara dini bagi bayi. Selain itu kandungan gizi dalam buah pisang
sangat banyak, yakni mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, dan lemak

Pada usia 7 bulan, anak sudah bisa dikenalkan dengan buah-buahan yang lebih
bervariasi. Sari buah yang dapat diperkenalkan diantaranya melon, pir, semangka,
avokad, apel, dan pepaya. Tomat dan jeruk sebaiknya tidak diberikan terlalu dini,
karena kedua buah tersebut disinyalir dapa menyebabkanreaksi yang tidak diinginkan
seperti iritasi lambung dan diare.

Protein, vitamin dan mineral untuk anak usia ini juga dapat diperoleh dari sayur-
sayuran seperti bayam, wortel dan sari kacang hijau atau kacang kedelai. Sementara
itu kalori dapat diperoleh sereal, tepung beras, dan umbi-umbian. Namun untuk bayi
usia ini, tidak dianjurkan diberi sayuran yang masih segar. Hal itu karena enzim-
enzim pencernakan bayi belum berkembang sempurna sehingga banyak zat-zat yang
merugika dalam sayuran segar yang dapat menghambat penyerapan berbagai zat gizi.
Karena itu, untuk sayuran harus direbus dulu dan di lumatkan.

2) Jenis MPASI

Jenis MPASI diantaranya:

1. Buah-buahan yang dihaluskan / dalam bentuk sari buah. Misalnya pisang Ambon,
pepaya, jeruk, tomat.
2. Makanan lunak dan lembek. Misal bubur susu, nasi tim.
3. Makanan bayi yang dikemas dalam kaleng / karton / sachet.

3) Tujuan Pemberian MPASI

Tujuan pemberian makanan tambahan pendamping ASI adalah :

1. Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang.
Page │12

2. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam makanan
dengan berbagai rasa dan bentuk.
3. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.
4. Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi.

4) Hal-hal yang perlu diperhatikan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian MPASI:

1. Perhatikan kebersihan alat makan.
2. Membuat makanan secukupnya.
3. Berikan makanan dengan sebaik-baiknya.
4. Buat variasi makanan.
5. Ajak makan bersama anggota keluarga lain.
6. Jangan memberi makanan dekat dengan waktu makan.
7. Makanan berlemak menyebabkan rasa kenyang yang lama.

Bayi setelah lahir sebaiknya diberikan ASI, namun seiring dengan tumbuh kembang
diperlukan makanan pendamping ASI.

2.3 CARA PENGOLAHAN MAKANAN BAYI

Tabel 2. Definisi Pemberian Makanan Bayi

Bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan atau minuman
Pemberian ASI Eksklusif
lain termasuk air putih, kecuali obat, vitamin dan mineral
(Exclusive breastfeeding)
dan ASI yang diperas.

Pemberian ASI Predominan Selain mendapat ASI, bayi juga diberi sedikit air minum,
(Predominant breastfeeding) atau minuman cair lain, misal air teh.

Pemberian ASI Penuh Bayi mendapat salah satu ASI eksklusif atau ASI
(Full breastfeeding) predominan.

Pemberian Susu Botol Cara pemberian makan bayi dengan susu apa saja,
(Bottle feeding) termasuk juga ASI diperas dengan botol.

Pemberian ASI Parsial Sebagian menyusui dan sebagian lagi susu buatan/ formula
(Artificial feeding) atau sereal atau makanan lain.

Pemberian Makanan Memberikan bayi makanan lain disamping ASI ketika
Pendamping ASI (MPASI) waktunya tepat yaitu mulai 6 bulan.
tepat waktu
(Timely complementary
feeding)

Tabel 3. Rekomendasi Pemberian Makanan Bayi

Mulai menyusui Dalam waktu 30-60 menit setelah melahirkan.

Menyusui eksklusif Umur 0-6 bulan pertama.

Mulai diberikan pada umur antara 4-6 bulan (umur yang tepat
Makanan pendamping
bervariasi, atau bila menunjukkan kesiapan neurologis dan
ASI (MPASI)
neuromuskuler).

Berikan MPASI Pada semua bayi yang telah berumur lebih dari 6 bulan.

Teruskan pemberian
Sampai anak berumur 2 tahun atau lebih.
ASI

Tabel 4. Jadwal Pemberian Makanan pada Bayi

Umur Macam makanan Pemberian selama 24 jam

ASI atau Sesuka bayi
1-2 minggu
Formula adaptasi 6-7 kali 90 ml

ASI atau Sesuka bayi
3 mg s/d 3 bulan
Formula adaptasi 6 kali 100-150 ml

ASI atau Sesuka bayi
3 bulan Formula adaptasi 5 kali 180 ml
Jus buah 1-2 kali 50-75 ml

ASI atau Sesuka bayi
Formula adaptasi 4 kali 180 ml
4-5 bulan
Bubur susu 1 x 40-50 g bubuk
Jus buah 1 kali 50-100 ml

ASI atau Sesuka bayi
6 bulan Formula adaptasi 3 kali 180-200 ml
Bubur susu 2 x 40-50 g bubuk
Jus buah 1 kali 50-100 ml

ASI atau Sesuka bayi
Formula adaptasi 2 kali 200-250 ml
7-12 bulan Bubur susu 2x 40- 50 g bubuk
Nasi tim 1 x 40-50 g bubuk
Jus buah 1-2 kali 50-100 ml

Sumber: Ilmu Gizi Klinis Pada Anak, 2000

POLA MAKAN SEHAT UNTUK BAYI 12 – 24 BULAN
Tetap berikan ASI sesuai dengan keinginan anak sampai berusia 2 tahun Sejak usia 1 tahun
anak dapat diperkenalkan pada makanan seperti makanan orang dewasa, berupa nasi lembek,
sayur, lauk dan buah Pada usia 1 – 2 t a h u n, makanan pendamping yang berupa makanan
orang dewasa tersebut sebaiknya diberikan minimal 3 kali sehari Berikan juga makanan
selingan 2 kali sehari (diantara waktu makan pagi dan siang serta diantara makan siang dan
sore/malam), seperti bubur kacang hijau, buah-buahan, biskuit, nagasari, kue. Ingat makanan
selingan bukanlah makanan jajanan, seperti kerupuk, chiki atau permen Pada usia 1 – 2 tahun
anak dilatih untuk makan makanan yang lebih bervariasi. Semakin bertambah umur anak
makanan yang diberikan dapat semakin keras seperti layaknya makanan yang dimakan oleh
orang dewasa.

POLA MAKAN SEHAT UNTUK BAYI 24 BULAN ATAU LEBIH
Sejak usia 2 tahun anak anak sudah bisa makan makanan orang dewasa berupa nasi, sayur,
lauk, serta buah dan sebaiknya diberikan minimal sebanyak 3 kali sehari Berikan juga
makanan selingan 2 kali sehari Sejak usia 2 tahun makan yang diberikan harus lebih
bervariasi Bila sudah tidak minum ASI, susu perlu ditambahkan kedalam menu sehari-hari
anak

2.4 MANFAAT GIZI PADA BAYI
Manfaat yang akan didapatkan balita dengan mengkonsumsi makanan dengan
proporsi gizi yang seimbang adalah sebaga berikut:

 Menjaga daya tahan tubuh balita sehingga tidak mudah terserang penyakit
 Mempercepat pertumbuhan fisik
 Untuk pengembangan otak dan mental anak
 Memenuhi kebutuhan gizi balita
 Balita menjadi lebih aktif dan bersemangat
 Tidak mudah lelah

Page │14
Page │15

2.5 DAMPAK KELEBIHAN DAN KEKURANGAN GIZI PADA BAYI

Makanan yang ideal harus mengandung cukup energi dan zat esensial sesuai dengan
kebutuhan sehari-hari. Pemberian makanan yang kelebihan akan energi mengakibatkan
obesitas, sedang kelebihan zat gizi esensial dalam jangka waktu lama akan menimbulkan
penimbunan zat gizi tersebut dan menjadi racun bagi tubuh. Misalnya hipervitaminosis A,
hipervitaminosis D dan hiperkalemi.

Sebaliknya kekurangan energi dalam jangka waktu lama berakibat menghambat
pertumbuhan dan mengurangi cadangan energi dalam tubuh sehingga terjadi marasmus (gizi
kurang/ buruk). Kekurangan zat esensial mengakibatkan defisiensi zat gizi tersebut. Misalnya
xeroftalmia (kekurangan vit.A), Rakhitis (kekurangan vit.D).

Tanda-tanda anak kurang gizi

Masih banyak orang tua yang tidak paham mengenai tanda-tanda anak kekurangan gizi. Jika
anak sakit, jarang sekali yang berpikir bahwa hal itu dikarenakan kurangnya gizi. Padahal
penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi bisa berakibat fatal. Berikut adalah tahapan
dan tanda-tanda anak kurang gizi:

tanda tanda kekurangan gizi pada anak

1 Kurang energi protein ringan

Kekurangan energi protein ringan belum memunculkan tanda-tanda khusus pada anak. Hal
yang paling mudah dikenali pada anak yang kekurangan energi protein ringan adalah
menurunnya berat badan anak hingga 80% dari berat badan normal.

2. Kurang energi protein sedang

Tahap ini juga masih belum menunjukkan tanda-tanda khusus indikasi kurang gizi. Pada
tahap kedua ini berat anak turun mencapai 70% dari berat badan normal. Selain penurunan
berat badan, dapat dikenali bahwa wajahnya pucat dan rambutnya berubah kemerahan.3
Kurang energi protein berat

Tahap ketiga ini terbagi menjadi dua fase, fase tersebut antara lain:
Page │16

Fase kurang sekali (marasmus) ditandai dnegan penurunan berat badan anak hingga tinggal
60% dari berat badan normal seusianya.
Fase sangat kurang (kwashiorkor) ditandai dengan penurunan berat badan tinggal 50% atau
bahkan kurang dari berat badan normal, pembengkakan kaki, rambut memerah dan mudah
dicabut, mata rabun, kornea kering dapat membuat mata pecah.

Penjelasan lebih lanjut tentang kwashiorkor

Selain yang disebut diatas, fase kwashiorkor adalah ditandai dengan datangnya beberapa
penyakit seperti tekanan darah rendah atau anemia, infeksi, diare, kulit mengerak dan pecah,
pecah di bagian sudut bibir. Tahapan kurang gizi ini sangat berat pada anak dan harus
mendapatkan penanganan yang khusus. Jika tidak maka dapat mengakibatkan kerugian
permanen pada anak-anak, diantaranya:

. Kemunduran kecerdasan dan gangguan jiwa.
. Rabun senja dan kebutaan total.
. Minimnya kemampuan motorik atau bahkan kelumpuhan.

Besarnya kerusakan bergantung dari tingkat keparahan kekurangan gizi. Menurut standar
WHO, jika seorang anak memiliki berat badan kurang dari 30% dari berat badan normal
anak-anak seusianya, maka penyakit kekurangan gizi ini sudah masuk dalam kategori yang
parah dan harus mendapatkan penanganan intensif dari dokter dan ahli gizi. Semoga
informasi mengenai tanda anak kurang gizi di atas dapat menambah pengetahuan kamu,
sehingga dapat mencegah terjadinya anak yang kurang gizi, menjadikan gizi mereka
tercukupi dan dapat hidup dengan sehat.

2.6 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN
MAKANAN PADA BAYI
Hal-hal yang perlu diperhatikan supaya pengaturan makan untuk bayi dan anak dapat
berhasil dengan baik adalah sebagai berikut :

1. Kerjasama ibu dan anak.
Dimulai pada saat kelahiran bayi dilanjutkan sampai dengan anak mampu makan
sendiri. Makanan hendaknya menyenangkan bagi anak dan ibu. Ibu yang tegang,
cemas, mudah marah merupakan suatu kecenderungan untuk menimbulkan kesulitan
makan pada anak.
2. Memulai pemberian makan sedini mungkin.
Pemberian makan sedini mungkin mempunyai tujuan menunjang proses metabolisme
yang normal, untuk pertumbuhan, menciptakan hubungan lekat ibu dan anak,
mengurangi resiko terjadinya hipoglikemia, hiperkalemi, hiperbilirubinemia dan
azotemia.
3. Mengatur sendiri.
Pada awal kehidupannya, seharusnya bayi sendiri yang mengatur keperluan akan
makanan. Keuntungannya untuk mengatur dirinya sendiri akan kebutuhan zat gizi
yang diperlukan.
4. Peran ayah dan anggota keluarga lain.
5. Menentukan jadwal pemberian makanan bayi.
Page │17

6. Umur.
7. Berat badan.
8. Diagnosis dari penyakit dan stadium (keadaan).
9. Keadaan mulut sebagai alat penerima makanan.
10. Kebiasaan makan (kesukaan, ketidaksukaan dan acceptability dari jenis makanan dan
toleransi daripada anak terhadap makanan yang diberikan).

2.7 PENGARUH STATUS GIZI SEIMBANG BAGI BAYI

Tumbuh kembang anak selain dipengaruhi oleh faktor keturunan juga
dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Adapun faktor lingkungan yang berpengaruh adalah
masukan makanan (diet), sinar matahari, lingkungan yang bersih, latihan jasmani dan
keadaan kesehatan. Pemberian makanan yang berkualitas dan kuantitasnya baik menunjang
tumbuh kembang, sehingga bayi dapat tumbuh normal dan sehat/ terbebas dari penyakit.

Makanan yang diberikan pada bayi dan anak akan digunakan untuk pertumbuhan
badan, karena itu status gizi dan pertumbuhan dapat dipakai sebagai ukuran untuk memantau
kecukupan gizi bayi dan anak. Kecukupan makanan dan ASI dapat dipantau dengan
menggunakan KMS. Daerah diatas garis merah dibentuk oleh pita warna kuning, hijau muda,
hijau tua, hijau muda dan kuning. Setiap pita mempunyai nilai 5 % perubahan baku. Diatas
kurve 100 % adalah status gizi lebih. Diatas 80 % sampai dengan batas 100 % adalah status
gizi normal, yang digambarkan oleh pita warna hijau muda sampai hijau tua.

2.8 Prinsip Memilih Makanan Bayi Yang Baik

Makanan Bayi

Bayi memerlukan perhatian exstra karena dia belum mampu
melakukan segala sesuatunya sendiri. Kita sebagai orangtua akan
melakukan apapun demi bayi kita. Sebelum bayi kita lahir kita pasti
sudah mempersiapkan segala sesuatu keperluan mulai dari pakaian
bayi, selimut bayi, susu tambahan. Masing-masing aspek mempunyai
dampak bagi kesehatan dan juga pertumbuhan bayi kita. Lingkungan
sehat serta nutrisi tambahan serta kondisi lingkungan yang higienis
membuat pertumbuhan bayi lebih optimal.

Makanan sangat menentukan pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi. Bayi tumbuh lebih
cepat dari orang dewasa, dan dalam setiap pertumbuhan memerlukan nutrisi yang cukup.
Pertumbuhan yang cepat memerlukan asupan nutrisi yang exstra dan makanan yang baik.
Makanan harus sehat, segar dan kaya nutrisi sehingga dapat membentuk tubuh bayi menjadi
sempurna.

Satu yang harus diingat bahwa apa yang baik untuk orang dewasa tidaklah selalu baik untuk
bayi. Meskipuun tubuh bayi serupa dengan tubuh orang dewasa, tetapi sistem jasmani mereka
belum terbentuk secara sempurna, sehingga mereka memerlukan nutrisi exstra untuk
memenuhi pertumbuhan bagi kebutuhan sel-sel dan sistem kekebalan tubuh bayi.
Page │18

Di tahun-tahun pertama, sistim pencernaan tubuh bayi belum kuat sehingga perutnya belum
bisa mencerna makanan yang kita berikan, sehingga sangat tergantung pada susu ibu. Susu
ibu adalah makanan bayi yang penuh nutrisi dan kaya akan zat pembangun kekebalan tubuh
bayi.

Gigi bayi akan tumbuh setelah 9 bulan dilahirkan, sampai saat itu bayi kita sangat tergantung
pada susu ibu dan pada beberapa kasus memerlukan makanan suplement yang sudah
diformulasikan secara hati-hati.

Susu ibu mengandung nutrisi yang sangat lengkap untuk bayi saampai bayi bisa menggigit.
Bermacam-macam vitamin, mineral, protein, carbonhidrat dan lemak sangat di butuhkan oleh
bayi. Ini dapat kita dapatkan dari sayuran, telur, dan beberapa makanan hewani. Kita harus
hati-hati dalam memilih makanan mana yang baik untuk bayi kita.

Dalam beberapa kasus dimana susu ibu hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali
makanan bayi pasti akan berubah drastis. Ada banyak makanan bayi yang tersedia di pasar
sebagai pengganti kurangnya susu ibu. makanan tersebut biasanya kaya akan vitamin,
mineral dan banyak nutrisi lainnya, tapi untuk memulainya kita sebaiknya berkonsultasi
kepada neonatologist terlebih dahulu. pemberian makanan bayi ini tergantung pada umur dan
berat bayi, bisa juga dikombinasikan dengan air putih dan susu. Anda bisa memilih makanan
yang bersertipikat dari badan POM dan Depkes.

Apa yang dapat kita berikan pada bayi kita? Tubuh bayi belum bisa mencerna semua
makanan yng kita berikan, sehingga tidak semua makanan boleh kita berikan kepada bayi
kita, satu kriteria makanan yang harus kita penuhi untuk bayi kita yaitu makanan yang harus
kita pilih harus mengandung nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan dan kekebalan
tubuh.

Di tahun ke dua, umumnya bayi memerlukan susu fullcream dan keju untuk dapat menyerap
vitamin dan mineral penting. Pada beberapa bayi, susu sapi dapat menimbulkan alergi, kita
dapat menggantinya dengan susu kambing. Makanan lain yang dapat menimbulkan alergi
pada bayi adalah putih telur, kacang tanah, kacang kedelai, ikan, buah pir, makanan ini bisa
menimbulkan alergi pada tubuh bayi.

Tubuh bayi mulai menyerap kalsium yang dapat menunjang pertumbuhan tulang dan gigi,
sehingga pemberian supplemen kalsium tidak boleh dilupakan, pemberian vitamain C dan B
compleks sangat membantu pembentukan sistim kekebalan tubuh bayi.

Ketika bayi tumbu menjadi balita, mereka bisa diberi makanan yang kaya nutrisi seperti sop
ayam dan jus sayuran hijau secara reguler. Jangan lupa susu dan produk susu lain untuk
memenuhi kebutuhan kalsium. Zat besi dan folic acid untuk mencegah anemia, keadaan
berbahaya dimana bayi kekurangan zat darah merah secara drastis.

Bayi pada awal pertumbuhannya memerlukan kalori exstra, sehingga makanan yang kaya
kalori dan karbohidrat sangat di perlukan. Jangan biarkan bayi anda memakan makanan junk
food dan air berkarbon dan minuman dingin lainnya. Makanan dan minuman tersebut bisa
merusak sistem pencernaan bayi dan tidak memberikan gizi apapun untuk bayi. Kopi, teh,
dan alkohol sangat terlarang untuk bayi. Makanan ringan dan makanan manis juga harus
Page │19

dibatasi walaupun tidak harus dihilangkan sama sekali, karena gula murni dibutuhkan untuk
menghasilkan energi bagi tubuh. Kita harus menggunakan garam berzodium untuk mencegah
penyakit gondok.

Ketika bayi mempunyai cukup gigi kita bisa memberikan nasi, gandum dan sereal. Kacang
mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.

Perbanyak makanan yang direbus dari pada digoreng.

Kentang, kubis, tomat, dan bayam sangat di perlukan oleh bayi, kita dapat merebusnya dan
menghancurkannya terlebih dahulu sebelum kita memberikan pada bayi kita.

2.9 GAMBAR TAHAP PERTUMBUHAN PADA BAYI

TABEL PERKEMBANGAN BAYI SAMPAI DEWASA
Page │20
BAB IV
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kebutuhan utama untuk bayi anda setidaknya dapat terkategori menjadi 3 bagian yaitu:

 Kebutuhan akan asupan nutrisi, nutrisi ini mencakup ASI serta asupan Makanan untuk
Pengganti ASI ( sereal & susu formula)
 Pemberian imunisasi untuk anak
 Serta kebutuhan untuk mendapatkan lingkungan dan fisik yang selalu bersih.

Seperti yang sudah sedikit disinggung diatas, kebutuhan asupan gizi pada bayi umur 5
tahun pertama merupakan kebutuhan yang akan mendukung perkembangan untuk masa-
masa selanjutnya. Nah setidaknya untuk 3 tahun awal bayi, bayi anda akan mengalami
perkembangan seperti berikut:

 Mulainya berkembang sel-sel otak dan mulainya berkembang serabut saraf otak dan
cabang-cabang sarafnya.
 Dengan mendapatkan kebutuhan gizi yang cukup, hal ini juga akan mempengaruhi
kemampuannya untuk proses (fase) tahap berjalannya anak, sedikit mulai mengetahui
jenis-jenis huruf.
 Mulai berbicara dengan bahasa yang kurang dimengerti hingga bahasa
penyampeannya dapat dimengerti, berkembangnya emosi, kreativitas, dan kepandaian
anak untuk mengenali sesuatu.

Page │22
DAFTAR PUSTAKA
Almatseir, Sunita, 2001, Prinsip dasar ilmu Gizi, Jakarta : PT Gramedia Pustaka
Utama

Page │23