1.

Alterasi Hidrotermal adalah perubahan mineralogi dan komposisi yang terjadi pada batuan
ketika batuan berinteraksi dengan larutan hidrotermal (White, 1996). Larutan hidrotermal adalah
suatu cairan panas yang berasal dari kulit bumi yang bergerak ke atas dengan membawa
komponen-komponen pembentuk mineral bijih. Larutan hidrotermal pada suatu sistem dapat
berasal dari air magmatik, air meteorik, connate atau air yang berisi mineral yang dihasilkan
selama proses metamorfisme yang menjadi panas di dalam bumi dan menjadi larutan hidrotermal.
Ketika terjadi kontak batuan dengan larutan hidrotermal, maka terjadi perubahan mineralogi dan
perubahan kimia antara batuan dan larutan, di luar kesetimbangan kimia dan kemudian larutan
akan mecoba kembali membentuk kesetimbangan.
Batuan hasil alterasi sesuai dengan pengertian alterasi hidrotermal akan mengalami
perubahan mineralogi dan komposisi. Mineral pada batuan umumnya akan terubah menjadi
mineral sekunder berukuran lempung. Akhirnya sendiri batuan akan terubah menjadi seperti tanah
yang memiliki geometri yang tebal dan tidak memiliki zonasi. Lokasi ditemukannya hanya pada
tempat tertentu saja misal pada retakan batuan di dekat zona panas bumi. Sedangkan batuan yang
mengalami proses pedogenesis akan membentuk tanah yang memiliki horizon tertentu dan memiki
geomoteri yang lebih kecil namun pelamparan lebih luas(horizon O, A, B, C, R).

2. Tipe-tipe alterasi hidrotermal:
1. Potasik
Mineral penciri: mineral ubahan berupa biotit sekunder, K Feldspar, kuarsa, serisit dan magnetite

Kuarsa

Nikol // Nikol X
Warna : colorless atau hijau pucat
Relief : rendah Warna Interferensi : abu-abu cerah
Bentuk : prismatik Orde : satu
Belahan : tidak ada Gelapan : bergelombang
Pleokroisme : tidak ada Sudut Gelapan :-
Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada
Serisit

Nikol // Nikol X
Warna : colorless atau hijau pucat
Relief : sedang Warna Interferensi : merah cerah
Bentuk : tabular Orde :1-2
Belahan : 1 arah Gelapan : sejajar
Pleokroisme : ada Sudut Gelapan : 2-3o
Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada
Magnetit

Nikol // Nikol X
Warna : hitam
Relief : - Warna Interferensi : hitam
Bentuk : prismatik Orde :-
Belahan : - Gelapan :-
Pleokroisme : - Sudut Gelapan :-
Ketembusan Cahaya : opaque Kembaran :-

2. Propilitik
Menurut Creasey (1966, dalam Sutarto, 2004), terdapat empat kecenderungan himpunan
mineral yang hadir pada tipe propilitik sebagai mineral pencirinya, yaitu, klorit-kalsit-kaolinit,
klorit-kalsit-talk, klorit-epidot-kalsit dan klorit-epidot.

Kalsit Nikol // Nikol X Warna : colorless Relief : tinggi Warna Interferensi : abu-abu Bentuk : prismatik Orde : tiga Belahan : 2 arah Gelapan : mirng Pleokroisme : tidak ada Sudut Gelapan : 10-20o Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada Klorit Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau Relief : sedang Warna Interferensi : hijau kecoklatan Bentuk : tabular Gelapan : sejajar Belahan : 1 arah Sudut Gelapan : 2-4o Pleokroisme : ada Kembaran : ada Ketembusan Cahaya : translucent Kaolinit .

leukosen. kuarsa. klorit. pirit. Nikol // Nikol X Warna : colorless atau kuning pucat Relief : rendah Warna Interferensi : abu-abu dan putih Bentuk : prismatik Orde : satu Belahan : 1 arah Gelapan : sejajar Pleokroisme : tidak ada Sudut Gelapan : 1-3o Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada 3. rutil dan sphene. Serisitik / filik Mineral penciri: serisit. Kuarsa Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau pucat Relief : rendah Warna Interferensi : abu-abu cerah Bentuk : prismatik Orde : satu Belahan : tidak ada Gelapan : bergelombang Pleokroisme : tidak ada Sudut Gelapan :- Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada Klorit Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau Relief : sedang Warna Interferensi : hijau kecoklatan Bentuk : tabular Gelapan : sejajar .

Belahan : 1 arah Sudut Gelapan : 2-4o Pleokroisme : ada Kembaran : ada Ketembusan Cahaya : translucent Serisit Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau pucat Relief : sedang Warna Interferensi : merah cerah Bentuk : tabular Orde :1-2 Belahan : 1 arah Gelapan : sejajar Pleokroisme : ada Sudut Gelapan : 2-3o Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada 4. klorit dan montmorilonit Kaolinit Nikol // Nikol X Warna : colorless atau kuning pucat Warna Interferensi : abu-abu dan putih Relief : rendah Orde : satu Bentuk : prismatik Gelapan : sejajar Belahan : 1 arah Sudut Gelapan : 1-3o Pleokroisme : tidak ada Kembaran : tidak ada Ketembusan Cahaya : translucent . Argilik Mineral penciri: kaolin.

colorless Relief : rendah Warna Interferensi : oranye kecoklatan Bentuk : masif Orde : satu-dua Belahan : 1 arah Kembaran : tidak ada Pleokroisme : ada Ketembusan Cahaya : translucent . Klorit Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau Relief : sedang Warna Interferensi : hijau kecoklatan Bentuk : tabular Gelapan : sejajar Belahan : 1 arah Sudut Gelapan : 2-4o Pleokroisme : ada Kembaran : ada Ketembusan Cahaya : translucent Montmorilonit Nikol // Nikol X Warna : pink pucat. kehijauan.

5. Argilik Lanjut Mineral penciri: kaolinit. klorit dan alunit Kaolinit Nikol // Nikol X Warna : colorless atau kuning pucat Warna Interferensi : abu-abu dan putih Relief : rendah Orde : satu Bentuk : prismatik Gelapan : sejajar Belahan : 1 arah Sudut Gelapan : 1-3o Pleokroisme : tidak ada Kembaran : tidak ada Ketembusan Cahaya : translucent Klorit Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau Relief : sedang Warna Interferensi : hijau kecoklatan Bentuk : tabular Gelapan : sejajar Belahan : 1 arah Sudut Gelapan : 2-4o Pleokroisme : ada Kembaran : ada Ketembusan Cahaya : translucent Alunit .

wolframit dan magnetit. muskovit dan topas namun sedikit dijumpai turmalin.dua Belahan : 1 arah Gelapan : sejajar . Greisen Mineral penciri: kuarsa. rutil. flourit.45o Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada 6. Kuarsa Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau pucat Relief : rendah Warna Interferensi : abu-abu cerah Bentuk : prismatik Orde : satu Belahan : tidak ada Gelapan : bergelombang Pleokroisme : tidak ada Sudut Gelapan :- Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada Muskovit .simetri Pleokroisme : tidak ada Sudut Gelapan : 1 . kasiterit. Nikol // Nikol X Warna : colorless Relief : sedang Warna Interferensi : biru Bentuk : tabular Orde : satu .

tiga Belahan : 1 arah Gelapan : miring Pleokroisme : ada Sudut Gelapan : 30o Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada . Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau Relief : sedang Warna Interferensi : hijau kecoklatan Bentuk : tabular Gelapan : sejajar Belahan : 1 arah Sudut Gelapan : 2-4o Pleokroisme : ada Kembaran : ada Ketembusan Cahaya : translucent Topaz Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau kekuningan Relief : tinggi Warna Interferensi : oranye Bentuk : granular atau columnar Orde : dua .

piroksen. Piroksen Nikol // Nikol X Warna : colorless Relief : tinggi Warna Interferensi : kuning pucat Bentuk : prismatik Orde : satu Belahan : 1 arah Gelapan : sejajar Pleokroisme : ada Sudut Gelapan : 2-3o Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada Garnet Nikol // Nikol X Warna : colorless atau coklat kehitaman Relief : sangat tinggi Warna Interferensi : hitam Bentuk : prismatik Gelapan : sejajar-miring Belahan : tidak ada Sudut Gelapan : 0 .7. epidot-zoisit dan piroksenoid menggantikan batugamping atau dolomit. Skarn Mineral penciri: amfibol.9o Pleokroisme : tidak ada Kembaran : tidak ada Ketembusan Cahaya : translucent Epidot . garnet.

H. Kerr. .H. F. Freeman and Company. Yogyakarta: Teknik Geologi UGM. 2nd Ed. Panduan Praktikum Geologi Sumber Daya Mineral. C. 1959. Petrography: An Introduction to the Study of Rocks in Thin Section. New York: McGraw Hill Book Company Williams. Nikol // Nikol X Warna : colorless atau hijau kekuningan Relief : tinggi Warna Interferensi : oranye Bentuk : granular atau columnar Orde : dua . Optical Mineralogy.M. San Fransisco: W. 2013. 1982.tiga Belahan : 1 arah Gelapan : miring Pleokroisme : ada Sudut Gelapan : 30o Ketembusan Cahaya : translucent Kembaran : tidak ada Referensi Dosen dan Staf Asisten GSDM.J dan Gilbert. P. Turner.

2. kuarsa. dan mengendapkan mineral-mineral baru sebagai respon terhadap perubahan fisik maupun kimiawi ( Pirajno. Karakter batuan dinding. Metasomatisme. Alterasi merupakan perubahan komposisi mineralogi batuan ( dalam keadaan padat ) karena adanya pengaruh Suhu dan Tekanan yang tinggi dan tidak dalam kondisi isokimia menghasilkan mineral lempung. yang dikenal sebagai alterasi ( ubahan ) hidrotermal. 1992. mengganti unsur-unsur yang telah ada dalam batuan dengan unsur-unsur baru dari larutan hidrothermal. Sistem hidrotermal didefinisikan sebagai sirkulasi fluida panas ( 50° – >500°C ). pH ). kimiawi. Alterasi Hidrothermal Alterasi hidrotermal adalah suatu proses yang sangat kompleks yang melibatkan perubahan mineralogi. berbeda dengan metamorfisme yang merupakan peristiwa primer. maupun fluida itu sendiri ( Pirajno. Tambahan Hidrothermal adalah larutan sisa magma yang bersifat “aqueous” sebagai hasil differensiasi magma. Alterasi terjadi pada intrusi batuan beku yang mengalami pemanasan dan pada struktur tertentu yang memungkinkan masuknya air meteorik ( meteoric water ) untuk dapat mengubah komposisi mineralogi batuan. 1992. Sistem ini mengandung dua komponen utama. dan merupakan sumber terbesar (90%) dari proses pembentukan endapan. Sirkulasi fluida hidrotermal menyebabkan himpunan mineral pada batuan dinding menjadi tidak stabil dan cenderung menyesuaikan kesetimbangan baru dengan membentuk himpunan mineral yang sesuai dengan kondisi yang baru. dalam Sutarto. Cavity filing. 2004 ). yaitu sumber panas dan fase fluida. 2. dalam Sutarto. Proses alterasi merupakan suatu bentuk metasomatisme. secara lateral dan vertikal pada temperatur dan tekanan yang bervariasi di bawah permukaan bumi. Karakter fluida ( Eh. Interaksi antara fluida hidrotermal dengan batuan yang dilewatinya ( batuan dinding ). Alterasi hidrotermal akan bergantung pada : 1. di bawah kondisi evolusi fisio-kimia. yaitu : 1. dikenal dua macam endapan hidrothermal. Berdasarkan cara pembentukan endapan. . oksida atau sulfida logam. mengisi lubang-lubang ( opening-opening ) yang sudah ada di dalam batuan. mentranspor. 2004 ). akan menyebabkan terubahnya mineral-mineral primer menjadi mineral ubahan ( mineral alterasi ). dan tekstur yang disebabkan oleh interaksi fluida panas dengan batuan yang dilaluinya. 1992 ). Hidrothermal ini kaya akan logam-logam yang relative ringan. Proses alterasi merupakan peristiwa sekunder. Endapan mineral hidrotermal dapat terbentuk karena sirkulasi fluida hidrotermal yang melindi ( leaching ). yaitu pertukaran komponen kimiawi antara cairan-cairan dengan batuan dinding ( Pirajno.

tempertatur. 3. sebagai contoh klorit sering berasosiasi dengan piroksen atau biotit. dan komposisi fluida. dalam Sutarto. mempercayai bahwa alterasi hidrotermal pada sistem epitermal tidak banyak bergantung pada komposisi batuan dinding. Setiap himpunan mineral akan mencerminkan tipe alterasi ( type of alteration ). Reaksi – Reaksi Pada Proses Alterasi Reaksi – reaksi yang berperan penting didalam proses alterasi (reaksi kimia antara batuan dengan fluida) adalah :  Hidrolisis Merupakan proses pembentukan mineral baru akibat terjadinya reaksi kimia antara mineral tertentu dengan ion H+. 1986. 2004 ). Dehidrasi adalah sebaliknya. Derajat dan lamanya proses alterasi akan menyebabkan perbedaan intensitas alterasi dan derajat alterasi (terkait dengan stabilitas pembentukan). 5. dalam Sutarto. proses hidrotermal akan menghasilkan kumpulan mineral tertentu yang dikenal sebagai himpunan mineral ( mineral assemblage ) (Guilbert dan Park. dalam Sutarto. Intrusi maupun batuan dinding dapat bertindak sebagai host rock. Host rock adalah batuan yang mengandung endapan bijih atau suatu batuan yang dapat dilewati larutan. tetapi temperatur dan kimia fluida kemungkinan merupakan faktor yang paling berpengaruh pada proses alterasi hidrotermal ( Corbett dan Leach. Henley dan Ellis ( 1983. 2004 ). dalam Sutarto. 2004 ). Walaupun faktor-faktor di atas saling terkait. Lama aktivitas hidrotermal ( Browne. Batuan dinding (wall rock/country rock) adalah batuan di sekitar intrusi yang melingkupi urat. Satu mineral dengan mineral tertentu seringkali dijumpai bersama ( asosiasi mineral ). Area yang memperlihatkan penyebaran kesamaan himpunan mineral yang hadir dapat disatukan sebagai satu zona alterasi. 1986. walaupun mempunyai tingkat stabilitas pembentukan yang berbeda. akan tetapi lebih dikontrol oleh kelulusan batuan. Kondisi tekanan dan temperatur pada saat reaksi berlangsung ( Guilbert dan Park. 1992. umumnya mengalami alterasi hidrotermal. Pada kesetimbangan tertentu. 1991. Reaksi Hidrasi : 2 Mg2SiO4+ 2H2O + 2 H+ Mg3 Si2O5 (OH)4 + Mg2+ . di mana suatu endapan bijih terbentuk. 2004 ). Konsentrasi. 2004 ). Stabilitas mineral primer yang mengalami alterasi sering membentuk pola alterasi ( style of alteration ) pada batuan ( Pirajno. 1996. 2004). dalam Sutarto. 4. contohnya : 3 KalSiO3 O8 + H2O(aq) Kal3Si3O10 (OH)2 + 6SiO2 + 2K K – Feldspar Muscovite (Sericite) Kuarsa  Hidrasi Merupakan proses pembentukan mineral baru dengan adanya penambahan molekul H2O. dalam Sutarto.

argilik. contohnya: 2 CaCO3 + SiO2 + 4 H. Lowell dan Guilbert (1970.+ 2 CO2 + SiO2 + 2 H2O Calcite Kuarsa  Silisikasi Merupakan proses konversi atau penggantian mineral silikat. dalam Sutarto. 2004) membuat model alterasi-mineralisasi juga . contohnya: CaCO3 + SiO2 CaSiO3 + CO2 Calcite Kuarsa Wollastonite Tipe Alterasi (Type of Alteration) Creasey (1966. dan himpunan kuarsa-serisit- pirit. 2004) membuat klasifikasi alterasi hidrotermal pada endapan tembaga porfir menjadi empat tipe yaitu propilitik. dalam Sutarto.2Ca2. potasik. Olivine Serpentinite Reaksi dehidrasi : Al2Si2O5(OH)4 + 2 SiO2 Al2Si4O10 (OH)4 + Mg2+ Kaolinit Kuarsa Pyrophilite  Metasomatisme alkali – alkali tanah Contoh: 2CaCO3 + Mg2+ CaMg (CO3)2 + Ca2+ Calcite Dolomite  Dekarbonisasi reaksi kimia yang menghasilkan silika dan§ oksida Contoh : CaMg(CO3)2 + 2 SiO2 (CaMg)SiO2 + 2 CO2 Dolomite Kuarsa Dioside  Silisifikasi Merupakan proses penambahan atau produksi kuarsa polimorfnya.

albit. feldspar. 3 . umumnya pada daerah yang mempunyai permeabilitas rendah. K Feldspar. kalkopirit. fluida yang panas (>300°C). serisit. terdapat empat kecenderungan himpunan mineral yang hadir pada tipe propilitik. dan dengan karakter magamatik yang kuat. illit/serisit. kuarsa. Zona alterasi ini dicirikan oleh mineral ubahan berupa biotit sekunder. fluida asam-netral. Alterasi potasik terbentuk pada daerah yang dekat batuan beku intrusif yang terkait. Adapun delapan macam tipe alterasi antara lain : 1. Pembentukkan biotit sekunder ini dapat terbentuk akibat reaksi antara mineral mafik terutama hornblende dengan larutan hidrotermal yang kemudian menghasilkan biotit. hornblende maupun biotit. Menurut Creasey (1966. klorit. Propilitik Dicirikan oleh kehadiran klorit disertai dengan beberapa mineral epidot. Anhidrit sering hadir sebagai asesori. dalam Sutarto.  Klorit-epidot. serisit dan magnetite. menambahkan istilah zona filik untuk himpunan mineral kuarsa. 2004). Selain biotisasi tersebut mineral klorit muncul sebagai penciri zona ubahan potasik ini. yaitu muskovot-kaolinit- monmorilonit dan muskovit-klorit-monmorilonit. serta mineral logam berupa magnetit dan hematit. pirit. Alterasi ini diakibat oleh penambahan unsur pottasium pada proses metasomatis dan disertai dengan banyak atau sediktnya unsur kalsium dan sodium didalam batuan yang kaya akan mineral . Klorit merupakan mineral ubahan dari mineral mafik terutama piroksin. 1992.  Klorit-kalsit-talk. 2004).pada endapan bijih porfir. serta sejumlah kecil albit. Pembentukkan mineral klorit ini karena reaksi antara mineral piroksin dengan larutan hidrotermal yang kemudian membentuk klorit. Argilik Pada tipe argilik terdapat dua kemungkinan himpunan mineral. dan titanit (sphene) atau rutil kadang terbentuk. 2. feldspar maupun pyroksen. rutil.  Klorit-epidot-kalsit. dan anhidrit. dengan salinitas beragam. dan salinitas rendah. Potasik Zona potasik merupakan zona alterasi yang berada pada bagian dalam suatu sistem hidrotermal dengan kedalaman bervariasi yang umumnya lebih dari beberapa ratus meter. dalam Sutarto. yaitu :  Klorit-kalsit-kaolinit. hal ini dapat dilihat bentuk awal dari mineral piroksin terlihat jelas mineral piroksin tersebut telah mengalami ubahan menjadi klorit. Himpunan mineral pada tipe argilik terbentuk pada temperatur 100°-300°C (Pirajno. kalsit. salinitas tinggi. Dicirikan oleh melimpahnya himpunan muskovit-biotit-alkali felspar-magnetit. Terbentuk pada temperatur 200°-300°C pada pH mendekati netral.

dengan cerat berwarna agak putih terang.  Sifat Kimia Komposisi kimia yang penting Ca.03 – 3.  Sifat Fisik Sifat fisik dari mineral ini ditunjukkan dengan warna hijau sampai hijau kehitaman. yang umumnya tidak mengandung mineral-mineral lempung atau alkali feldspar. Bentuk endapan berupa hamburan dan veinlet yang dijumpai pada zona potasik ini disebabkan oleh pengaruh matasomatik atau rekristalisasi yang terjadi pada batuan induk ataupun adanya intervensi daripada larutan magma sisa (larutan hidrotermal) melalui pori-pori batuan dan seterusnya berdifusi dan mengkristal pada rekahan batuan.61-1. Batas zona alterasi ini berbentuk circular yang mengelilingi zona potasik yang berkembang pada intrusi. merupakan salah satu mineral anggota Amphibole. aktinolite. Mineral serisit terbentuk pada proses hidrogen metasomatis yang merupakan dasar dari alterasi serisit yang menyebabkan mineral feldspar yang stabil menjadi rusak dan teralterasi menjadi serisit dengan penambahan unsur H+.aluminosilikat.24 g/cm3 kekerasan mineral ini adalah 5 – 6 skala mohs. Kadang mengandung .  Sifat Optik Sistem kristal monoklin.63. Zona ini tersusun oleh himpunan mineral kuarsa-serisit-pirit. Si. Mineralisasi yang umumnya dijumpai pada zona ubahan potasik ini berbentuk menyebar dimana mineral tersebut merupakan mineral – mineral sulfida yang terdiri atas pyrite maupun kalkopirit dengan pertimbangan yang relatif sama. kembaran berbentuk parallel. Fe2+)5(Si8O22)(OH)2.66). Berikut ini ciri – ciri salah satu contoh mineral ubahan pada zona potasik yaitu Actinolite. kelas kristal prismatic. Karena komposisi serta tekstur dan sistem mineral pada mineral maka mineral ini dapat ditembus oleh cahaya hal itu sejalan dengan partikel paretikel pembentuk mineral ini yang mudah dilalui oleh cahaya. Hal ini dikarenakan komposisi kimia yang terkandung pada mineral ini. Filik Zona alterasi ini biasanya terletak pada bagian luar dari zona potasik. Mg. β= 1. rumus kimia Ca2(Mg. Relief permukaan sedang/lembut.63-1. H. menjadi mineral phylosilikat atau kuarsa. optik (α = 14. Zona ini dicirikan oleh kumpulan mineral serisit dan kuarsa sebagai mineral utama dengan mineral pyrite yang melimpah serta sejumlah anhidrit.56- 1. kilap mineral ini termasuk kilap kaca sampai sutera. densitas pada mineral ini sebesar 3. 4. Sesuai dengan lingkungan pembentukanya yaitu pada daerah metamorfosa dan terbentuk di dalam sekis kristalin dimana temperatur suhu sangat berpengaruh dalam pembentukan mineral ini. dan garnet kadang dijumpai dalam jumlah yang sedikit. Sedangkan klorit.65. O. γ = 1. maka mineral ini banyak ditemukan berasosiasi dengan mineral magnetit dan hematit.

yang dicirikan oleh kehadiran epidot. zona ini sangat dipengaruhi oleh komposisi batuan yang kaya akan kandungan mineral karbonat. dapat ditembus oleh cahaya. Argilik lanjut ( advanced argilic ) Sedangkan untuk sistem epitermasl sulfidasi tinggi (fluida kaya asam sulfat). optic nα = 1. 7. Skarn Alterasi ini terbentuk akibat kontak antara batuan sumber dengan batuan karbonat. muskovit. klorit. aktinolit.498 nγ = 1. kalsit. salinitas beragam. kalkopirit. dan pada batas dengan urat.galena. pecahan conchoidal. dan rutil.2H2O. Berikut ini ciri – ciri salah satu contoh mineral ubahan pada zona potasik yaitu Serisit. Propilitik dalam ( inner propilitik ) Menurut Hedenquist dan Linndqvist (1985. zona ini dicirikan oleh pembentukan mineral garnet. dan ilit.  Sifat Optik Sistem kristal monoclinic dengan kelas kristal prismatic. mineralisasi yang intensif dijumpai pada vein kuarsa adalah logam sulfida berupa pirit. surface relief sedang.5 – 6 skala mohs.< 180 °C). atau himpunan mineral kaolinit+alunit±kalsedon±kuarsa±pirit (untuk temperatur rendah. klinopiroksin dan wollastonit serta mineral magnetit dalam jumlah yang cukup besar. pH mendekati netral) ummnya menunjukkan zona alterasi seperti pada sistem porfir. kekerasan 5. fluida asam-netral.sedikit anhidrit.502. tetapi menambahkan istilah inner propylitic untuk zona pada bagian yang bertemperatur tinggi (>300°C). klorit. dalam Sutarto. Terbentuk pada temperatur sedang-tinggi (230°-400°C). Pada kondisi yang kurang akan air.  Sifat Fisik Tidak berwarna – putih. 250°- 350°C). kalkopirit dan galena. sedangkan pada kondisi yang . 5. pada zona permeabel. . 2004). ditambahkan istilah advanced argilic yang dicirikan oleh kehadiran himpunan mineral pirofilit+diaspor±andalusit±kuarsa±turmalin±enargit-luzonit (untuk temperatur tinggi. dan mineral-mineral bijih seperti pirit. kilap kaca. dan lainya. 6. Dominasi endapan dalam bentuk veinlet dibandingkan dengan endapan yang berbentuk hamburan kemungkinan disebabkan oleh berkurangnya pengaruh metasomatik yang lebih mengarah ke proses hidrotermal. cerat putih. Umumnya berasosiasi dengan mineral kuarsa. Hal ini disebabkan karena zona ini semakin menjauh dari pusat intrusi serta berkurangnya kedalaman sehingga interaksi membesar dan juga diakibatkan oleh banyaknya rekahan pada batuan sehingga larutan dengan mudah mengisinya dan mengkristal pada rekahan tersebut. zona alterasi pada sistem epitermal sulfidasi rendah (fluida kaya klorida. Rumus kimia Ca[Al2Si4O12].

Proses pembentukkan skarn akibat urutan kejadian Isokimia – metasomatisme – retrogradasi. merupakan anggota dari Calcite grup mineral.tremolit – aktinolit dan kalsit dan larutan hidrotermal. belahan 1 arah. rumus kimia CaCO3. Sistem kristal trigonal. mengandung unsur karbonat. pecahan uneven/irrengular .  Metasomatisme. dalam Sutarto. kekerasan 3 skala mohs. pada tahap ini terjadi eksolusi larutan magma kebatuan samping yang karbonat sehingga terbentuk kristalisasi pada bukaan – bukaan yang dilewati larutan magma.komposisi dan tekstur host rocknya (sifat konduktif).  Lingkungan Pembentukan.  Sifat Optik.711 g/cm3. . Amfibol umumnya hadir pada skarn sebagai mineral tahap akhir yang menutupi mineral-mineral tahap awal. Dijelaskan sebagai berikut :  Isokimia merupakan transfer panas antara larutan magama dengan batuan samping. 2004). Jenis piroksen yang sering hadir adalah diopsid (CaMg) dan hedenbergit (CaFe).660 nε = 1.486. Proses ini sangat dipengaruhi oleh temperatur. O. dapat ditembus oleh cahaya.dan merah. Alterasi skarn terbentuk pada fluida yang mempunyai salinitas tinggi dengan temperatur tinggi (sekitar 300°-700°C). cerat putih.  Sifat Kimia. Garnet-piroksen-karbonat adalah kumpulan yang paling umum dijumpai pada batuan induk karbonat yang orisinil (Taylor.640 – 1. kuning. kilap kaca. Ca. densitas 2.kaya akan air. Komposisi kimia yang penting C. Berikut ini ciri – ciri salah satu contoh mineral ubahan pada zona potasik yaitu Kalsit  Sifat Fisik Secara megaskopis mineral ini berwarna putih. termasuk dalam kelas hexagonal scalenohedral. zona ini dicirikan oleh mineral klorit. optik nω = 1. Mineral ini kaya terhadap kandungan kalsium sehingga dalam proses pelarutan dengan mineral asam ia sangat cepat beraksi.  Retrogradasi merupakan tahap dimana larutan magma sisa telah menyebar pada batuan samping dan mencapai zona kontak dengan water falk sehingga air tanah turun dan bercampur dengan larutan. Aktinolit (CaFe) dan tremolit (CaMg) adalah mineral amfibol yang paling umum hadir pada skarn. prosesnya H2O dilepas dari intrusi dan CO2 dari batuan samping yang karbonat. 1996.

kristobalit. kristobalit. 10. Terdapat tiga jenis pola alterasi (Sutarto. Bentuk yang paling umum adalah quartz rendah. yaitu : a. temperatur tinggi. opal. Selama proses hidrotermal. Pervasive . rendah quartz. maka disebut sebagai himpunan mineral klorit-kuarsa-kalsit-kaolinit (Sutarto. Prosedur yang baik untuk tahap awal observasi batuan tersebut di atas adalah menulis semua mineral yang tampak sebagai himpunan mineral. sebagai nodul dalam batuan sedimen. dan jika larutan mengalami ekspansi adiabatik. dalam Sutarto. Solubilitas silika mengalami peningkatan sesuai dengan temperatur dan tekanan. Umumnya berasosiasi dengan mineral magnetit. Pola Alterasi (Style of Alteration) Kuantitas alterasi pada batuan disebabkan oleh derajat dan lamanya proses alterasi. Bentuk yang paling umum dari silika adalah (E-quartz. 2004). 9. kuarsa. 1982. 1987. Silisifikasi Merupakan salah satu tipe alterasi hidrotermal yang paling umum dijumpai dan merupakan tipe terbaik. 2004). silika mungkin didatangkan dari cairan yang bersirkulasi. Greisen Himpunan mineral pada greisen adalah kuarsa-muskovit (atau lipidolit) dengan sejumlah mineral asesori seperti topas. Stempork.Terbentuk di laut. Misal : Geruilite di sulawesi dari kalimantan diubah menjadi serpentinisasi. tridimit. turmalin. 8. sehingga di daerah bertekanan rendah siap mengalami pengendapan (Pirajno. Apabila dalam satu batuan dijumpai mineral-mineral klorit. dan florit yang dibentuk oleh alterasi metasomatik post-magmatik granit (Best. terbentuk bersama alkali felspar. atau tinggi kandungan kuarsanya (>573°C). hematit. seringkali kita mendapati dalam satu contoh batuan ditemukan beberapa mineral dari dua tipe atau lebih. Serpentinisasi bisa pula akibat dari pada Weathering. kalsedon. selain itu juga bisa terbentuk pada urat- urat hydrothermal sebagai mineral gang di dalam berbagai batuan beku. 2004). kalsit. atau mungkin ditinggalkan di belakang dalam bentuk silika residual setelah melepaskan (leaching) dari dasar. Tridimit terutama umum sebagai produk devitrivikasi gelas volkanik. atau β-quartz. Permasalahannya. tetapi daerah yang teralterasi relatif terbatas kecil. silika mengalami presipitasi. Batuan semuala biasanya batuan basa ( andesitte ) yang berubah karena proses hidrotermal maka batuan basa ini berubah menjadi serpertisasi. dan tridimit kebanyakan ditemukan di batuan volkanik. 1992). dan kaolinit. Serpentinisasi Batuan yang telah ada beruabah menjadi serperite yang mineral utamanya adalah Cripiolite disamping ada juga mineral – mineral lain.

2004) :  Jarang (rare) :<1%  Sedikit (minor) : 1-5%  Sedang (moderate) : 5-10%  Banyak (major) : 10-50%  Melimpah (predominant) : >50% Derajat Alterasi (Rank of Alteration) Derajat alterasi terkait dengan tingginya temperatur pada saat proses alterasi berlangsung.Fe) Si) Garnet (CaAlSi) Intensitas Alterasi a. Misalnya klorit pada andesit hanya mengganti piroksen saja. b. walaupun intensitasnya berbeda. Lemah (weak) : mineral sekunder <25% volume batuan . Sebagai contoh adalah sikuen pada mineral-mineral kalsium aluminium silikat. Tidak terubah (unaltered) : tidak ada mineral sekunder b. Proporsi Mineral Alterasi Proporsi satu mineral alterasi tertentu dalam batuan digolongkan sebgai berikut (Sutarto. Non-pervasive Hanya bagian tertentu dari keseluruhan batuan yang mengalami alterasi hidrotermal. Selectively pervasive Proses alterasi hanya terjadi pada mineral-mineral tertentu pada batuan. c. sedangkan plagioklas tidak ada yang terubah sama sekali. Temperatur (T) 120 Mordenit (NaCaAlSi) 210 Laumonit (NaAlSiO) 250 Wairakit (CaAlSi) 300 Epidot (Ca (Al. Derajat temperatur dicirikan oleh mineral-mineral indeks temperatur tertentu. Semua mineral primer pembentuk batuan telah mengalami alterasi.Yaitu penggantian seluruh atau sebagian besar mineral pembentuk batuan.

Total (total) : seluruh mineral primer terubah (kecuali kuarsa. Alterasi-alterasi yang terjadi pada fase hidrothermal Keadaan Batuan dinding Hasil alterasi  Epithermal Batuan gamping Silisifikasi Lava Alunit. clorit. Sedang (moderate) : mineral sekunder 25-75% volume batuan d. Intens (intense) : seluruh mineral primer terubah (kecuali kuarsa. serta tekstur primer sudah tidak tampak lagi Ukuran Mineral Penggolongan ukuran mineral seperti yang digunakan pada batuan beku (Morrison. zirkon.05 mm  Halus (fine) : 0. Sedangkan alterasi yang ditimbulkan untuk setiap tipe endapan pada berbagai batuan dinding dapat dilihat pada Tabel 1. epidot. berikut altersi yang ditimbulkan barbagai macam batuan dinding. kwarsa. beberapa sericit. tetapi tekstur primernya masih terlihat f. Kuat (strong) : mineral sekunder >75% volume batuan e. kalsit. kuarsa (SiO2). kalkopirit (CuFeS2). Tabel 1. pirit. mineral-mineral lempung  Mesothermal Batuan gamping Silisifikasi . serisit. dan apatit). mineral-mineral lempung Batuan beku intrusi Klorit.c. 1997) :  Sangat halus (very fine) : <0. dan apatit). Tetapi minera-mineral seperti pirit (FeS2).05 – 1 mm  Sedang (medium) : 1 – 5 mm  Kasar (coarse) : 5 – 30 mm  Sangat kasar (very coarse) : >30 mm Alterasi yang Terjadi Pada fase Hidrothermal Setiap tipe endapan hidrothermal selalu membawa mineral-mineral yang tertentu (spesifik). zirkon. florida-florida hampir selalu terdapat dalam ke tiga tipe endapan hidrothermal.

epidot dan klorit  Hypothermal Batuan granit. Serpih. Paragenesis endapan hipothermal dan mineral gangue adalah : emas (Au). rhodokrosit (MnCO3). piroksen. tetrahedrit (Cu. stibnit (Sb2S3). Chalcopirite dan kwarsa yang bisa terbentuk pada hampir semua temperatur dari juga hampir semua batuan memungkinkan terdapatnya mineral tersebut. markasit (FeS2). sekis lava Greissen. zeolit (Al-silikat) Batas – batas peralihan antara batuan – batuan yang terbentuk pada kondisi hypotermal . silikat-silikat. dengan mineral-mineral ganguenya : kalsedon (SiO2). Secara umum alterasi hidrotermal akan membentuk satu “ Aureole “ “ hale “ terhadap tubuh bijih hidrotermal ataupun “ Channelwey “ termineralisasi yang pada umumnya dapat diindentifikasi secaara megaskopis di lapangan dan dipetakan menjadi beberapa zone – subzone berdasarkan asosiasi minerral khusus. topaz. Mg karbonat-karbonat. dengan mineral-mineral ganguenya : kabonat-karbonat. kuarsa. galena (PbS). Scheelit (CaWO4). galena (PbS). mika putih. pirit (FeS2). enargit (Cu3AsS4). magnetit (Fe3O4). tourmalin. dan pirit. wolframit : Fe (Mn)WO4. arsenopirit (FeAsS). barit (BaSO4). hematit (Fe2O3). serupa bisa diberikan dengan membandingkan kandungan – kandungan mineralnya pada endapan hypotermal. amphibole. Ni-Co sulfida. beberapa mineral lempung Batuan beku basa Serpentin. Gambar Mineralogi dan Alterasi dalam sistim Hidrothermal ( Corbet & Leach 1996 ) . pirrotit (FeS). cinabar (HgS). mesotermal dan epitermal). golongan Ag-Pb kompleks sulfida. kasiterit (SnO2). stannit (CuFeSn). mesotermal dan epitermal. karbonat-karbonat Sedangkan paragenesis endapan mesothermal dan mineral gangue adalah : stanite (Sn. mineral-mineral lempung Batuan beku asam Sebagian besar serisit. Paragenesis endapanephitermal dan mineral ganguenya adalah : native cooper (Cu). Misal : mineral Pirite. Mo-sulfida (MoS2). Disamping itu ada juga mineral – mineral yang kita dapat pada semua kondisi (hypotermal . tourmalin. mesotermal dan epitermal tidak begitu terlihat. spalerit (ZnS). realgar (AsS). kalkopirit (CuFeS2). feldspar-feldspar. kwarsa. kuarsa. bornit (Cu2S). lava Selisifikasi. argentit (AgS). pentlandit (NiS). Cu sulfida.Fe)12Sb4S13. sulfida-sulfida : spalerit. antimonit (Sb2S3). nikkelit (NiAs). dengan mineral-mineral gangue antara lain : topaz. karena ada mineral yang khas terdapat pada kondisi yang tertentu. dan kalkopirit (CuFeS2). Sb sulfida. Cu) sulfida.

Gambar 7: Mineralogi alterasi di dalam sistem hidrotermal (Corbett dan Leach. 1996) .