Rizki Apriliawati1 dan Moch Chaerul2

Program Studi Teknik Lingkungan
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha No. 10 Bandung 40132
1
rizkiapriliawati@gmail.com dan 2mchaerul2000@gmail.com

Mill Scale Debu EAF
6% 10%
Jenis limbah dominan
Sludge
16%
Karakteristik dominan
Perlakuan dominan
Berdasarkan neraca limbah B3 triwulan 1 tahun
2015, 100% limbah terkelola.
Steel slag
68%

PENGELOLAAN EVALUASI

PENANGANAN
DI SUMBER

Belum disesuaikan dengan persyaratan teknis (ex.
Pemberian atap)
Wadah: Drum, Kontainer
PENANGANAN DI SUMBER Lahan Terbuka: Mill Scale Yard PELABELAN
PELABELAN dilakukan saat limbah telah memasuki TPS saja.
PENYIMPANAN terdapat 5 buah TPS, disesuaikan dengan
karakteristik limbah yang akan di simpan.
Tidak terdapat label kosong, penandaan tutup kemasan.
PENGANGKUTAN seluruhnya dilakukan oleh pihak ketiga baik Ukuran dan bentuk label pada kendaraan belum sesuai
dari sumber ke TPS maupun dari TPS ke pengolah. Belum ada jadwal.
PENGEMASAN
PEMANFAATAN PT KS hanya melakukan pemanfaatan yang
bersifat preventif, untuk yang end of pipe dilakukan oleh pihak ketiga.
Terjadi tumpahan/ kebocoran
PENGOLAHAN dilakukan oleh PT Purna Baja Harsco dengan 2 pada kemasan oli.
metode pengolahan: Slag Atomizing Technology dan Metal Recovery
Plant. PENYIMPANAN
Sistem blok yang diterapkan belum
DOKUMEN dilakukan setiap triwulan secara rapi namun terdapat
sesuai dengan regulasi.
ketidaksesuaian jenis berkas yang diarsipkan.
Jarak antar blok dan jarak dari
blok teatas terhadap atap sesuai.

PENGANGKUTAN Belum memiliki jadwal pengangkutan

PEMANFAATAN Perlu meningkatkan inovasi dan kreatifitas agar
dapat mengurangi potensi bahaya dari limbah
Gambar 1. Penanganan di Sumber
PENGOLAHAN Kinerja pengolahan hanya sebesar

DOKUMEN Perlu dilakukan pengecekan kembali terhadap alur
manifest limbah yang dilakukan PT KS

Gambar 2. Penyimpanan Limbah B3
Secara umum, pengelolaan limbah B3 PT Krakatau Steel
(Persero) Tbk masih KURANG BAIK karena masih ditemuinya
beberapa ketidaksesuain. Beberapa saran terkait pengelolaan
limbah B3 yang dapat ditawarkan antara lain:
Gambar 3. Pemanfaatan Limbah B3 o Meningkatkan kesadaran akan manfaat pengelolaan
lingkungan.
o Kontrol penyimpanan dan pengemasan yang baik.
o Pembersihan fasilitas secara berkala
o Penambahan atap pada fasilitas penyimpanan/
pengumpulan.
Gambar 4. Pengolahan Limbah B3 o Untuk PT Purna Baja Harsco, meningkatkan performa
pengolahan dan upaya kontrol pencemaran udara.

Damanhuri, Enri. 2010. Diktat Kuliah TL-3204 Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Edisi Semester II 2009/2010. Penerbit ITB.
La Grega, Michael D. Hazardous Waste Management. Singapore: McGraw Hill, Inc.
Kementrian Lingkungan Hidup. 2009. Kumpulan Peraturan Perundang-Undangan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
Jakarta: MEN-LH