PAPER BEDAH

DIVERTIKULITIS
Paper Ini Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Kepaniteraan Klinik Senior (KKS)
Bagian Penyakit Bedah DI RSU Haji Medan

PEMBIMBING:
Dr. Yusril Leman, Sp.B

Disusun Oleh:
NAMA : WAWAN NAUFAL HABIB
NIM : 711160891068

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
BAGIAN ILMU PENYAKIT BEDAH RSU HAJI MEDAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
MEDAN
2017

.

Alhamdulillah. KATA PENGANTAR Assalammualaikum.wr. i . Paper ini merupakan salah satu tugas wajib ditempuh pada Kepaniteraan Klinik Senior SMF Ilmu penyakit Bedah Rumah Sakit Haji Medan. Tidak lupa penyusun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dr. berkat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Namun. hambatan tersebut dapat penulis atasi sedikit demi sedikit.wb. puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat Rahmat dan Kasih Sayang-Nya penulis dapat menyelesaikan paper ini. Paper ini disusun sebagai salah satu penilaian dari proses Kepaniteraan Klinik Senior SMF Ilmu Bedah Rumah Sakit Haji Medan yang telah dilaksanakan lebih kurang 10 minggu. penulis menyadari bahwa banyak hambatan yang penulis hadapi. Didalam penyusunan paper ini.B sebagai pembimbing saya dan semua pihak yang telah membantu dalam menyusun paper ini. Yusril Leman Sp.

....................................................................................................................................... 8 ii ...9 Komplikasi .............................................................. 6 BAB III KESIMPULAN ......................................................................1 Definisi Divertikulitis ............. 3 2..............2 Etiologi Divertikulitis .........................................................................................................................................................7 Pemeriksaan penunjang ........................................................................... 2 2........................................... ii BAB I PENDAHULUAN .............................8 Penatalaksanaan ...... 5 2................................................................................ 2 2............................................................5 Faktor Resiko .................4 Patofisiologi Divertikulitis ........................... 3 2................................ 4 2................................................................................................... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . 5 2............ 1 BAB II PEMBAHASAN ................................ 2 2........ 4 2............6 Pemeriksaan Fisik ................................................ 7 DAFTAR PUSTAKA ................. i DAFTAR ISI ........3 Gejala Divertikulitis ...............................................................................................................................10 Pencegahan ...................................... 6 2.......................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN Kolon (usus besar) adalah suatu struktur seperti tabung yang panjang yang menyimpan dan kemudian mengeliminasi material sisa. Seseorang pasien dengan diverticulosis mungkin mempunyai sedikit atau tidak ada gejala-gejala. Setelah terjadi perkembangan dan kemajuan industri yang diikuti dengan perubahan pola makan dan konsumsi makanan dari yang mengandung banyak serat ke jenis makanan yang kurang mengandung serat. 1 . Diverticulosis jarang terjadi pada usia di bawah 35 tahun. Penyakit diverticular belum dikenal di Negara Barat sebelum abad ke 20. Insidensi diverticulosis secara keseluruhan tinggi. Lebih dari satu kantong yang menonjol dirujuk sebagai diverticula. tetapi umumnya ditemukan setelah lahir. Tekanan didalam usus besar menyebabkan kantong-kantong dari jaringan yang menonjol keluar dari dingding-dinding usus besar ketika seseorang menua. Diverticula dapat terjadi diseluruh usus besar namun adalah paling umum dekat ujung dari usus besar kiri yang disebut sigmoid colon. yaitu sekitar 90% kasus. Kondisi yang mempunyai diverticula ini pada usus besar disebut diverticulosa. Bila satu kantong atau lebih mengalami peradangan. dua pertiga penduduk mengalami penyakit ini. Diverticulosis dapat di bawa lahir. kondisi ini disebut divertikulitis. Ketika suatu diverticulum pecah dan menjadi infeksi. Diverticulosis merupakan suatau keadaan pada kolon yang dicirikan dengan adanya herniasi mukosa melalui tunika muskularis yang membentuk kantong berbentuk seperti botol. penyakit ini menyerang sekitar 10% penduduk. Lokasi terjadinya diverticula yang paling sering adalah kolon sigmoid . penyakit diverticular mulai muncul dan makin meningkat prevalensinya sesuai dengan peningkatan umur penduduk. keadaan inilah yang disebut Divertikulitis. tetapi meningkat seiring bertambahnya usia sehingga pada usia 85 tahun. Suatu kantong yang menonjol yang mendorong keluar dari dinding usus besar disebut divertikulum.

Gejala mual atau muntah 2 .2 Etiologi 1. menyebabkan fistel interna ke usus atau kandung kemih. Diet rendah serat 4. Obstruksi kronik dapat timbul karena fibrosis.3 Gejala Klinis Gejala klinis peritonitis local pada diverticulitis menyerupai appendicitis akut tetapi tempatnya berbeda. Kuman-kuman seperti taenia coli 2. Perbedaan tekanan antar lumen colon dan serosa serta area kelemahan dalam dinding colon 3. Diverticulitis dapat terjadi pada serangan akut atau mungkin menetap sebagai infeksi yang kontinu dan lama. Serangat akut berupa nyeri local kiri bawah atau suprapubik. Insidensinya kira-kira 60% pada individu dengan usia lebih dari 80 tahun. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Tekanan tingi di dalam sigmoid yang berperan pada terjadinya divertikel juga berperan pada terjadinya retensi isi usus di dalam divertikel. abses. Perforasi akibat diverticulitis menyebabkan peridivertikulitis terbatas. Biasanya radang disebabkan oleh retensi feses di dalamnya.1 Definisi Diverticulitis adalah radang akut dalam divertikel tanpa atau dengan perforasi. Abses mungkin diresorpsi atau meluas menjadi besar. 2. Kadang abses menembus ke rongga peritoneum dan menyebabkan peritonitis umum dalam lumen usus atau lumen kandung kemih. Mikro dan makro perforasi 2. Sering terdapat konstipasi atau diare. Hal ini telah diperkirakan bahwa kira-kira 20% pasien dengan diverticulosis mengalami diverticulitis pada titik yang sama. atau peritonitis umum. Diverticulitis paling umum terjadi pada kolon simoid (95%). Diverticulitis paling umum terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Mungkin juga abses menembus ke dalam lumen.

Pada inflamasi lokal divertikula berulang. Sering buang air kecil dan kadang-kadang nyeri 4. usus besar menyempit pada struktur fibrotik. mungkin disertai rangsangan peritoneal. Demam 3. Perubahan buang air besar 5.4 Patofisiologi Diverticulitis dapat di bawa dari lahir (factor kongenital) yang tidak diketahui penyebabnya (idiopatik) dimana seluruh lapisan usus merupakan dinding divertikel. volume colon yang rendah (isi kurang mengandung serat). Gejala lain : 1. Tetapi hal ini jarang terjadi. Diverticulum terbentuk bila mukosa dan lapisan submukosa colon mengalami herniasi sepanjang dinding muskuler akibat tekanan intraluminal yang tinggi. Rasa kembung 2. dan leukositosis sedang. feses berukuran kecil-kecil. massa didaerah pelvis atau kiri bawah. Kelemahan dan letih 2. 6. umumnya ditemukan setelah lahir dan kebanyakan pada usus besar khususnya kolon sigmoid dan kolon descendens. menimbulkan peritonitis. sedangkan erosi pembuluh darah (arterial) dapat menimbulkan perdarahan 3 . Selain itu. Inflamasi cenderung melebar ke dinding usus sekitar. Abses dapat terjadi. yang menimbulkan kram. mengakibatkan timbulnya kepekaan dan spastisitas kolon. dan peningkatan konstipasi. dan penurunan kekuatan otot dalam dinding colon (hipertrofi muskuler akibat massa fekal yang mengeras.bergantung pada lokasi dan hebatnya serangan. ditemukan demam sedang. Diverticulum menjadi sumbatan dan kemudian terinflamasi bila obstruksi terus berlanjut. distensi perut sedang.

Merokok 7. Tekanan kolon saat mendorong makanan bisa menyebabkan terbentuknya kantung pada titik lemah sepanjang dinding kolon. obesitas 5. kolon harus bekerja lebih keras untuk mendorong makanan. Auskultasi 4 .5 Faktor Resiko Divertikuliti masih belum diketahui penyebab pastinya. Beberapa hal yang meningkatkan risiko seseorang terkena divertikulitis adalah : 1. nyeri abdomen.2. Obat-obatan Sedang mengonsumsi obat anti peradangan non steroid atau aspirin akan meningkatkan risiko terkena diverikulitis 4. Diet Sedang menjalani diet rendah serat dan tinggi lemak hewani 6. dan BAB pasien 2. risiko terkena divertikulitis juga semakin tinggi 3. Diet rendah serat diduga menjadi penyebab terbentuknya divertikula tanpa serat. Faktor genetik Adanya anggota keluarga yang mengidap divertikulitis 2. Usia Semakin tua seseorang. Ada dugaan berkembangnya bakteri pada kantong di dinding usus (divertikula).6 Pemeriksaan Fisik 1. lesu. Palpasi Pada pemeriksaan palpasi teraba nyeri tekan pada daerah divertikulitis pada kuadran kiri bawah 3. Kurang olahraga 2. bisa memicu peradangan atau infeksi. mual muntah. Inspeksi Pada pemeriksaan inspeksi perhatikan apakah pasien tampak pucat.

Reseksi bagian kolon yang mengandung divertikel multiple dapat dikerjakan secara elektif setelah diverticulitis menyembuh. melalui 5 . Pemberian antibiotic sistemik 5. pemindai tonografi computer (CT) dapat menunjukkan abses 4. kolonoskopi dilakukan untuk mengobservasi divertikula dan membedakannya dengan kemungkinan penyakit lain 5. Pemasangan pipa isap lambung 3. Tergantung pada kondisi umum pasien prosedur dapat dilakukan secara tradisional. Cara ini dipilih untuk menghindari resiko tinggi terjadinya gangguan penyembuhan luka anastomosis yang dibuat primer di lingkungan radang. Ini disebut anastomosis. Prosedur hartmann jauh lebih aman karena anastomosis baru dikerjakan setelah rongga perut dan lapangan bedah bebas kontaminasi dan radang. Reseksi usus primer adalah prosedur standar untuk divertikulits. Pada pemeriksaan auskultasi dilakukan pada daerah abdomen 2. Pemberian analgetik 6. Puasa 2.7 Pemeriksaan Penunjang 1.7 Penatalaksanaan Pada serangan akut. Tes Laboratorium yang akan membantu dalam diagnosis adalah hitung darah lengkap 2. pemeriksaan sinar-x terhadap abdomen dapat menunjukkan adanya udara bebas di bawah diafragma bila perforasi terjadi akibat divertikulitis 3. dilakukan tindakan konservatif : 1. Pemberian infus 4. Ini terdiri dari pengangkatan bagian yang sakit atau pecah dari usus yang lalu tersambung lagi ke segmen yang sehat dari usus besar. Reseksi sigmoid biasanya dilakukan dengan cara hartmann dengan kolostomi sementara. pemeriksaan sinar-x seperti enema barium yang akan menunjukkan adanya penyempitan kolon dan penebalan lapisan otot 2.

uretra.6oz) ke 30g (1oz) serat sehari. Fistel juga dapat terjadi di ureter. Obstruksi usus halus dapat terjadi karena perlekatan. atau laparoskopi yang membutuhkan sayatan yang lebih kecil dan memungkinkan untuk pemulihan lebih cepat. seperti perut kembung. perdarahan baru nyata setelah keluar ketika defekasi.kolektomi. fistel obstruksi parsial. 6 . Biasanya. Kadang. demam. Fistel pada pria mungkin tembus ke buli-buli.9 Pencegahan Kebanyakan orang dengan penyakit divertikular dianjurkan untuk makan antara 18g (0. Dapat memberikan target yang lebih spesifik. 2. 2. vagina. fistel ke buli-buli pada wanita jarang ditemukan karena uterus terletak diantara kolon sigmoidenum dan kandung kemih. mungkin terjadi anemia. terutama pada penderita lanjut usia. dan keluar ke kulit dinding pereut atau perineum. Perforasi terbuka menyebabkan peritonitis umum yang dapat terjadi berangsur-angsur.8 Komplikasi Penyulit dapat berupa perforasi. Abses ditandai dengan massa diperut kiri bawah yang sangat kiri. usus. dan penderita mungkin tampak toksik. berdasarkan tinggi dan berat badan individu dan dapat mencegah efek samping yang berhubungan dengan diet tinggi serat. sekum. dan perdarahan. abses terbuka. keluhan obstipasi. Obstruksi sigmoig biasanya berkembang berangsur angsur. keadaan ini dapat ditangani dengan transfuse darah. dapat terjadi perdarahan masif yang mungkin menyebabkan syok.

Divertikulosis merupakan divertikula multipel yang terjadi tanpa inflamasi atau gejala. 2001:hal 1100). Tindakan operasi pada divertikulitis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: melalui primer reseksi usus atau melalui reseksi usus dengan kolostomi. Divertikulitis terjadi bila makanan dan bakteri tertahan di suatu divertikulum yang menghasilkan infeksi dan inflamasi yang dapat membentuk drainase san akhirnya menimbulkan perforasi atau pembentukan abses (Keperawatan Mediakl-Bedah Volume 2. kolon harus bekerja lebih keras untuk mendorong makanan. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Divertikulum adalah lekukan luar seperti kantong yang terbentuk dari lapisan usus yang meluas sepanjang defek di lapisan otot. Divertikula dapat terjadi di mana saja sepanjang saluran gastrointestinal. Diet rendah serat menjadi penyebab terbentuknya divertikula karena tanpa serat. 7 . Tekanan kolon saat mendorong makanan bisa menyebabkan terbentuknya kantung pada titik lemah sepanjang dinding kolon.

2010. Kapita Selekta penyakit. 2012. Buku Ajar Ilmu Bedah. Suzanne C & Bare. Sjamsuhidajat & de jong. Brunner & Suddarth. Keperawatan Medikal Bedah. 2001. Jakarta: EGC 3. Keperawatan Medikal Bedah. 2000. Jakarta: EGC 8 . Brenda G. DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: EGC 4. Jakarta: EGC 2. Smeltzer. William & Wilkins.