You are on page 1of 4

JURNAL

An empirical study of barriers to TQM implementation
In India Industries

Oleh :
ANTON FERIONO
122090016

MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS TRISAKTI
2010
An empirical study of barriers to TQM implementation
In India Industries

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang seberapa besar hambatan penerapan total kualitas manajemen pada
industri di India. Dimana penerapan ini untuk mengetahui implementasi total manajemen kualias
dalam industri di India. Untuk mengidentifikasi hambatan penerapan TQM pada industri di India
maka dilakukan Benchmarking untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan apa saja yang dialami
para industri di India dalam penerapan total kualitas manajemen. Pada jurnal ini membahas
potensi hambatan terhadap implementasi pada industri di India ada 5 yaitu : kurangnya orientasi
pelanggan, kurangnya kualitas perencanaan, kurangnya jumlah keterlibatan, kurangnya
komitmen manajemen dan kurangnya sumber daya. Penelitian empiris yang dilakukan pada
jurnal ini adalah bertujuan menyajikan solusi terhadap kesulitan yang dihadapi oleh manajer
dalam menerapkan TQM secara efektif dalam industri mereka masing-masing.

Introduction

TQM telah diimplementasikan secara luas di seluruh dunia dalam industri dan sektor yang
berbeda. Pelaksanaan TQM telah memberikan dampak positif pada industri di India. Penerapan
TQM pada industri di India telah diujicoba untuk meningkatkan produktivitas kerja, kualitas
kerja, dan kinerja. Penelitian tentang penerapan TQM pada industri di India adalah untuk
membantu mengatasi kesenjangan dalam memahami kunci TQM dan hambatan pelaksanaan di
perusahaan-perusahaan di India. Penelitian ini difokuskan untuk menyelidiki secara empiris
hambatan penerapan TQM pada industri di Indian dan membandingkan dengan temuan pada
penelitian sebelumnya. Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa penelitian tentang penerapan TQM ini
berbasis penelitian survey.

Literature Review

Secara umum masalah penerapan TQM adalah kurangnya perencanaan strategis dan program
yang mendukung. Kurangnya dukungan manajemen puncak dan kurangnya pelatihan yang tepat
sebagai hambatan untuk menerapkan TQM akan muncul di semua bidang yang ada di India
seperti pada bidang manufaktur, pelayanan, pemerintahan dan pendidikan.

Berdasarkan Review pada literatur TQM disajikan empat faktor berikut sebagai hambatan bagi
pelaksanaan TQM yaitu :
1. Hambatan budaya dan karyawan
2. Hambatan infrastruktur
3. Hambatan manajerial
4. Hambatan organisasi.

Research Methodology

Sample

Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Email. Kuesioner ini
dikirim ke manajer kualitas di masing-masing perusahaan, yang telah memenangkan
penghargaan kualitas. Informasi mengenai pemenang dikumpulkan dari jurnal, majalah, internet,
dan surat kabar. Dari data yang ditemukan bahwa ada 135 perusahaan manufaktur dan organisasi
pelayanan di India yang telah memenangkan berbagai penghargaan kualitas yang berbeda.

Instrumen Survey

Kuesioner ini terdiri dari tiga bagian, dua diantaranya yang relevan untuk dipelajari. Bagian
pertama ditangani dengan mengumpulkan informasi mengenai latar belakang, seperti nama
organisasi, apakah organisasi itu sudah sertifikasi ISO dan penghargaan kualitas yang telah
dimenangkan. Bagian lain yang terlibat mendapatkan pendapat responden tentang serangkaian
pernyataan atau item merupakan hambatan terhadap implementasi TQM. Sebanyak 21 item
kuesioner digunakan untuk mengukur hambatan tersebut.
Analysis method
Analisa faktor komponen utama yang digunakan untuk menentukan korelasi yang diamati terdiri
dari 21 item yang mewakili hambatan pada penerapan TQM. Analisis Reliabilitas dan validitas
dilakukan pada instrument kuesioner.

Results

Pada jurnal ini hasil yang didapatkan dari analisis TQM adalah ada lima hambatan terhadap
penerapan TQM pada industri di India adalah sebagai berikut :
1. Manajemen kompensasi tidak terhubung untuk mencapai tujuan kualitas.
2. Praktik terbaik dari perusahaan lain tidak mengacu.
3. Karyawan tidak terlatih dalam keterampilan peningkatan kualitas.
4. Karyawan tidak terlatih dalam identifikasi masalah dan memecahkan masalah teknik.
5. Karyawan yang resisten terhadap perubahan.

Conclusion

Kesimpulan jurnal ini adalah Hasil dari survei yang dilakukan pada hambatan pelaksanaan TQM
di India telah disajikan pada jurnal ini. Sebuah reliabilitas dan validitas terhadap survey yang
dilakukan sudah cukup. Pengalaman tentang penerapan TQM dapat dijadikan pelajaran berharga
untuk perencanaan perusahaan yang ingin menerapkan TQM di perusahaannya.

Implication

Penerapan TQM bagi perusahaan penting untuk dapat mengidentifikasi dan menganalisa faktor-
faktor yang dapat menjadi penghambat dalam proses peningkatan kualitas perusahaan dan
kinerja para karyawan. TQM dalam pelaksanaan perlu sebuah perencanaan yang baik dan
sistematis.