You are on page 1of 10

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN

STRATEGI BELAJAR BERBASIS ANEKA SUMBER
(RESOURCE-BASED LEARNING)*
Oleh: Siti Uriana Rahmawati

‫ملخص البحث‬

‫ منها حرية التلميذ على استخدام وسائل التربية‬,‫لقد كتب فى هذا العصر نظريات التربية الحديثة‬
‫ و كذلك الحركة‬.‫ وما اشبه ذلك‬,‫ البيئة‬,‫ معمل اللغة‬,‫ التلفاز‬,‫ المذ ياع‬,‫ الجريدة‬,‫ مثل الكتاب‬,‫المتنوعة‬
‫ و من تعليم جماعة الى‬,‫ اى النتقال من تعليم الفصل الى تعليم جماعة منه‬,‫تحض على التعليم الفردى‬
.‫تعليم الفرد‬
‫ لنأ هذا التعليم يراعى فيه‬.‫تستخد م وسائل التربية المتنوعة فى التعليم الفردى استخداما كثيرا‬
‫ جواز استخدام وسائل التربية المتنوعة فى‬,‫ بجانب ذلك‬.‫ و مستواه فى كل مادة على حدة‬,‫قوة كل فرد‬
.‫تعليم اللغة العربية لذى تلميذ مرحلة المتوسطة و المتقدمة لنيل المهارات اللغوية‬

Kata Kunci: Pembelajarn Bahasa Arab, Strategi Pembelajaran, Perubahan Teori Belajar,
Belajar Individual, Belajar Berbasis Aneka Sumber.

G. PENDAHULUAN
Dalam penyelenggaraan pendidikan dikenal adanya tripusat pendidikan, yaitu
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Namun demikian orang seringkali salah
persepsi, dan beranggapan sekolah satu-satunya lembaga pendidikan. Hal ini akan semakin
jelas dengan menilik ungkapan Sucipto; di era perkembangan teknologi informasi dewasa ini,
sekolah bukan lagi satu-satunya lembaga yang tahu tentang pendidikan, bahkan lonceng
kematian institusi ini sudah semakin nyaring terdengar. Sekolah bukan lagi menjadi teaching
institutional, tapi lebih menonjolkan learning institutional. Konsep ini berimplikasi, sekolah
hanya bagian dari system learning yang ada dalam masyarakat1.
Peserta didik bisa belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar/ ‫الوس سسائل‬
‫ الوسائل السسسمعية البصسرية‬,‫ الوسائل البصرية‬,‫ الوسائل السمعية‬:‫ التعليمية المتنوعة‬2. Sumber belajar ada
yang dirancang khusus untuk pembelajaran (by design) dan ada yang tidak dirancang khusus
untuk pembelajaran, akan tetapi dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran (by
utilization). Secara umum sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, sumber belajar
semakin lama semakin bertambah banyak ragamnya dan memungkinkan orang dapat belajar
mandiri dengan lebih baik. Di mana saja, kapan saja, dengan apa atau siapa saja, dan tentang

1
*Makalah ini dipresentasikan pada diskusi dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, Sabtu, 29 Juli 2006

Tp, Tantangan Besar Pendidikan Membangun “Networking” dalam Suara Pembaharuan, 23 April
2001.
2
171 .‫ ص‬,(1982 ,‫ المملكة العربية السعودية‬:‫ ) الرياض‬,‫ أسالب تدريس اللغة العربية‬,‫محمد على الخولى‬.

(Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Makalah. Pendidik hendaknya menyampaikan pengetahuan yang bersifat konseptual dan bukan faktual. Perkembangan sosial yang cepat akibat industrialisasi tidak memungkinkan prediksi yang tepat mengenai pengetahuan yang diperlukan di masa mendatang. Pusat Sumber Belajar. Terkait dengan hal di atas. Dan aneka sumber belajar harus disediakan secara terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar. Maka timbul masalah. Interaksi antara pembelajaran dengan aneka sumber belajar sangat berguna untuk menghadirkan fasilitas belajar. ia bukan sekedar 3 Hrl. Maka. begitu juga aneka sumber belajar perlu dikelola dan dikembangkan secara optimal3. sehingga dijuluki eksplosi pengetahuan. h. Hal ini bukan hanya mengenai pertambahan pengetahuan. . maupun lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar Memang. dan cara menyampaikan pengetahuan tersebut kepada peserta didik. tulisan ini akan mencoba menawarkan sebuah model pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan strategi belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) yang lazim disingkat BEBAS. Di samping itu. baik bersifat manusiawi. diperlukan suatu teori atau cara untuk menseleksi bahan pengajaran. Sebab aneka sumber belajar dapat ditemukan di mana-mana. sehingga muncul disiplin ilmu baru berkat spesialisasi dan pendekatan interdisipliner. 2 apa saja orang dapat belajar. dan sikap. melainkan bertalian erat dengan sejumlah perubahan yang mempengaruhi pengembangan kurikulum. melainkan sebagai pertisipan dan mediator yang bekerja sama dengan peserta didik. mereka harus dibekali metodologi penelitian dalam laboratorium maupun perpustakaan. mereka bukan instruktur dan direktur belajar. memperoleh pengetahuan. Perubahan-perubahan tersebut antara lain: 1. ketrampilan. untuk itu setiap peserta didik perlu dibekali semangat untuk belajar mandiri sepanjang hayat (lifelong education). non manusiawi. melainkan juga perubahan pola pengetahuan. A. 2. 1985). cara menentukan prioritas pengetahuan yang dimasukkan ke dalam kurikulum. Perubahan Sifat dan Pola Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan dewasa ini berkembang sangat pesat. LATAR BELAKANG Belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) bukan sesuatu yang berdiri sendiri. apa saja yang harus diketahui peserta didik? Strategi apa yang dapat digunakan untuk menyampaikan pengetahuan? Bagaimana cara mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan? Sumber apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran? Perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat mengakibatkan pengetahuan akan usang dalam waktu beberapa tahun. pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan aneka sumber belajar (learning resources) baik yang berupa sarana maupun prasarana. ledakan publikasi seiring dengan perkembangan pengetahuan menghendaki agar peserta didik dapat mencari dan menemukan sendiri. Agar diperoleh hasil belajar maksimal. maka kadar interaksi harus tinggi dan dikembangkan secara strategiik. Peranan pendidik berubah. Zainuddin dkk.

Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. media elektronik yang berupa radio. Alat-alat dipandang sebagai alat bantu pendidik dalam mengajar. 2. belajar dengan berbantuan komputer. dan sebagainya telah menambah dimensi baru dalam media komunikasi. Pengajaran berprograma mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan teknologi pendidikan4. 3. Buku sampai sekarang masih memegang peranan penting. pengajaran modul. Pendidik menganggap dan memperlakukan peserta didik seakan-akan kelas itu homogin. Alat tersebut bukan sekedar alat bantu tambahan tetapi sesuatu yang digunakan peserta didik dalam pembelajaran. Cara belajar ini memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan minat dan kebutuhannya. dan sebagainya. Seluruh peserta didik dituntut menyelesaikan pelajaran dengan kecepatan yang sama. sebab sebuah pembelajaran dianggap berhasil apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik. sebagai tambahan yang dapat digunakan pendidik bila dikehendakinya. Pemahaman Baru Tentang Teori Belajar Dahulu masalah mengajar menjadi fokus pembahasan dalam pembelajaran. Realitas menunjukkan masih banyak pembelajaran yang dilakukan secara klasikal. 19. 3 menyampaikan pengetahuan kepada apeserta didik. dan hal ini perlu mendapat perhatian tersendiri. Oleh karena itu. namun ada yang meramalkan dalam waktu dekat semua aspek kurikulum akan dikomputerkan. tanpa memperhatikan perbedaan individual peserta didik. . h. Perubahan Media Komunikasi Perkembangan media komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat dewasa ini. TV. dan membimbing mereka untuk belajar mandiri. belajar terbuka. dll. 1984). Setiap peserta didik berbeda secara individual. Pendidik perlu melihat manfaat kemajuan media komunikasi bagi pembelajaran. 4 Nasution. banyak kegagalan dan frustrasi yang dialami peserta didik. Belajar akan terjadi atas kemauan peserta didik. (Jakarta: Bina Aksara. namun akhir-akhir ini yang ditonjolkan masalah teori belajar. komputer. internet. sebab ia bukan bejana yang harus diisi dengan pelbagai pengetahuan. Salah satu cara untuk memberdayakan perbedaan individual adalah pengembangan belajar berbasis aneka sumber (BEBAS). mereka enggap dan malas belajar. melainkan memupuk pengertian. Dengan alat ini peserta didik belajar secara individual. Pada tahun 1960-an muncul pemikiran baru tentang penggunaan media yang dirintis oleh Skinner dengan penemuannya “programmed instruction” atau pengajaran berprograma. Hal ini terbukti dengan munculnya pelbagai strategi belajar individual. meskipun kenyataannya hetorogin. media cetak yang berupa buku. modul. Dan kemudian berkembang menjadi belajar berbasis aneka sumber (BEBAS). S. video. Penggunaan media dalam pendidikan dimulai dengan memperkenalkan “audio visual aids” pada tahun 1920-an di Amerika Serikat. misalnya: belajar jarak jauh.

bahkan di luar sekolah. 127. 7 Dorrell. belajar yang luwes (flexible learning) dengan memanfaatkan aneka sumber belajar (learning resources)7. Dari beberapa devinisi diatas dapat disimpulkan. Resource-Based Learning. Resource-Based Learning Using Open and Flexible Learning resources for Continous Development. h. dengan bimbingan tutor dimana peserta didik belajar secara bebas. dan sebagainya6. perpustakaan. h. Jullie Dorrell berpendapat. 1. multi media. pusat sumber belajar. 4 B. video interaktif. misalnya materi belajar terbuka. Resource-based learning biasanya bukan satu-satunya strategi yang digunakan di sekolah.ix. Pembelajaran dengan strategi ini dapat menggunakan pelbagai fasilitas yang ada dalam pusat sumber belajar (learning resource centers). CD-ROM. belajar berbasis aneka meliputi belajar terbuka (open learning). Meskipun demikian strategi ini tidak sekedar memanfaatkan pusat sumber belajar.. 18. Norman. . xxii. Nasution berpendapat. Dalam belajar berbasis aneka sumber guru bukan satu-satunya sumber belajar. Sally and Brenda Smith. laboratorium. Fred Percival mendefinisikan belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) adalah cara belajar yang dirancang untuk studi individual dengan menggunakan beberapa ukuran dengan mengajar diri (self-teaching) dan laju diri (self-pacing)8. (England: McGraw Hill. melainkan lebih jauh dari itu. belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) atau BEBAS merupakan suatu strategi belajar yang dirancang untuk 5 Beswick. Hal ini dapat dilakukan dengan menanfaatkan aneka sumber belajar. jadi bukan dengan cara konvensional dimana pendidik menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik9. Terjemah Sudjarwo S. video. computer. yakni memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dengan pelbagai cara. Fred and Henry Ellington. h. h. PENGERTIAN Belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) atau BEBAS merupakan sebuah term yang memiliki makna sangat beragam5. S. 1993). Jullie. 1988). Peserta didik dapat belajar dalam kelas. 6 Brown. (London: Heinemann Education Books. 8 Percival. Teknologi Pendidikan. telematik. h. Disamping itu masih digunakan strategi belajar mengajar yang lain. Hal ini akan tampak jelas setelah disimak pendapat para pakar sebagai berikut: Menurut Sally Brown. tape. belajar jarak jauh (distance learning). (Jakarta: Erlangga. Resource-based Learning. belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) merupakan segala bentuk belajar yang langsung menghadapkan peserta didik dengan sesuatu atau sejumlah sumber belajar secara individual atau kelompok dengan segala kegiatan belajar yang bertalian dengan itu. 1977). Berbagai Pendekatan …. 9 Nasution. belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) meliputi aspek yang sangat luas. 1996). (London: Kogan Page. termasuk melibatkan strategi belajar individual yang terstruktur dan pelbagai pengalaman belajar dengan pendekatan belajar yang berorientasi pada peserta didik dengan menggunakan sumber belajar (learning resources) manusiawi maupun non manusiawi secara optimal.

Teknologi Komunikasi… . tetapi tidak dapat memasuki sekolah konvensional karena alasan waktu. di dalam mobil dan sebagainya. 13 Miarso. lesehan atau dalam ruangan kelas. 4. 27. Dalam satu wilayah tertentu dapat dibentuk kelompok belajar. Belajar jarak jauh (distance learning) adalah sebuah kegiatan belajar yang diikuti oleh semua atau hampir semua peserta didik berada jauh dari induk lembaga pendidikan.‫ التجاهات الحديثة فى التربية‬. pelatihan berbasis computer. Yusufhadi. dan lain-lain. h. yaitu dengan menggunakan audio kaset. pekerjaan dan sebagainya. 5. (Bandung: Sinar Baru. kecepatan. Di mana belajar. dan sebagainya. 89. dan caranya sendiri10. video. 1989). Belajar jarak jauh pertama dengan menggunakan bentuk korespondensi. Strategi ini juga tidak terikat secara ketat pada ketentuan-ketentuan yang berlaku pada sekolah konvensional13. 3. kemampuan. Baca juga 29 . Belajar terbuka (open learning) adalah strategi belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih: 1.‫محمد عطية البراشى‬. video interaktif. Teknologi Pendidikan…. xxii. Strategi ini memiliki enam unsur: 1) kerangka waktu yang luwes. ketika anak-anak sedang sekolah.‫ دار احياء الكتب العربية‬:‫) القاهرة‬. 14 Percival. Resource-Based Learning …. Tempat belajar. di rumah. Jullie. 116. Bagaimana cara belajar: dengan mengikuti strategi Universitas Terbuka. di tempat kerja. Strategi belajar terbuka memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik yang ingin belajar. 5) pemilihan lokasi belajar secara bebas. Jullie. h. 10 Sudjana. Yusufhadi. h. Bahan- bahan pelajaran disediakan untuk peserta didik. h. Nana dan Ahmad Rivai. Beberapa istilah yang terkait dengan konsep belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) adalah sebagai berikut: Belajar individual (individual instruction) atau at-ta'lim al-fardy adalah suatu upaya untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat belajar sesuai dengan kebutuhan. Kapan belajar. 3. (Jakarta: Pustekkom dan Rajawali. 5 belajar individual (individual learning) yang meliputi belajar terbuka (open learning). 11 Miarso. 3) pemberiaan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih bahan pelajaran. dengan komputer. dan belajar luwes (flexible learning) dengan memanfaatkan aneka sumber belajar learning resources) seoptimal mungkin. belajar jarak jauh (distance learning). 15 Dorrell. Fred and Henry Ellington. . Teknologi pengajaran. 12 Dorrell. Resource-Based Learning …. . 1984). Bimbingan dapat dilakukan melalui pengajar khusus (tutor) dari pengajar setempat.(1966 . Salah satu contoh yang menerapkan strategi belajar ini adalah Universitas Terbuka 14. 83. 4) bentuk penilaian kemajuan belajar serta waktu pelaksanaanya dapat dipilih oleh peserta didik.‫ ص‬. h. 2) adanya tes diagnostik yang diikuti pembelajaran perbaikan. pagi hari sebelum bekerja. 2. Teknologi Komunikasi Pendidikan Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. dan lain-lain15. umur. h. jarak tempat tinggal. dan setelah tahun 1990-an materinya hampir sama dengan belajar terbuka. dan 6) bentuk kegiatan belajar dapat dipilih11. Bebas dari intrupsi12.

video. dan media komunikasi yang berbeda dengan kelas tradisional. C. Sumber Belajar dan Media). 1995). Berusaha memberi pengertian kepada peserta didik tentang luas dan aneka ragamnya sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. Bertujuan mengganti pasivitas peserta didik dalam belajar tradisional dengan belajar aktif didorong oleh minat. 18 Percival. 5. h. peralatan (hardware). teknik (strategi). Fred and Henry Ellington. Karti dkk. 124. software). Teknologi Pembelajaran (Pendekatan Sistem. Fred and Henry Ellington. dsb. Dapat juga diartikan sebagai sarana pengajaran yang mampu menyajikan pesan. Teknologi Pendidikan…. 16 Percival. S. baik secara auditiv maupun visual. dan lingkungan (setting) yang digunakan secara sendiri-sendiri ataupun dikombinasikan untuk menfasilitasi terjadinya pembelajaran17. pengembangan. h. dan pemanfaatan koleksi sumber belajar baik yang berbentuk bahan cetak atau non cetak untuk digunakan peserta didik baik individu maupun kelompok kecil18. 2. (Surabaya: SIC. 3. Pusat sumber belajar (learning resources centres) adalah segala sesuatu dari yang berbentuk ruangan sampai dengan sebuah gedung bertingkat yang diatur secara khusus untuk tujuan penyimpanan. Teknologi Pendidikan. h. Memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber pelajaran dan memberikan kesempatan kepada pendidik untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan aneka sumber yang ada. Tegasnya. Berusaha mengembangkan kepercayaan terhadap diri sendiri dalam hal belajar yang memungkinkan peserta didik belajar sepanjang hidup19. Evaluasi. 6. 4. manusia. 19 Nasution. buku teks yang dipegang pendidik disaat memberi pelajaran.…. 70. 7. SAP. Fleksibel dalam penggunaan waktu dan ruang belajar. Konsepsi dan Model. KARAKTERISTIK Belajar berbasis aneka sumber mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Berbagai Pendekatan…. 17 Soeharto. . 73. h. material (media. Sedang menurut rumusan AECT meliputi: pesan. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar menurut kecepatan dan kesanggupan masing-masing. 26. kaset. perawatan. Sumber belajar (learning resources) dalam arti sempit adalah bahan tertulis (printed material). Berusaha meningkatkan motivasi belajar dengan menyajikan pelbagai bahan pelajaran. film. strategi kerja. 6 Belajar yang luwes (flexible learning) adalah suatu strategi belajar yang menawarkan semua sumber belajar kepada peserta didik mulai dari hal-hal yang bersifat konvensional sampai dengan pemanfaatan teknologi modern16.

antara lain: 1) portopolio untuk mengukur tindakan. staf komputer. lingkungan. pengelola. Ketrampilan membaca/ ‫. Media (software): sesuatu yang menyimpan pesan untuk ditransmisikan dengan menggunakan peralatan. 3. Teknologi Pembelajaran …. dll. 3. Produksi materi memperoleh penghargaan secara khusus. 2. misalnya untuk mengajar peserta didik memperoleh ketrampilan membaca dan memahami teks berbahasa Arab (maharah al-qira’ah) memerlukan bentuk atau strategi berbeda dengan mengajar peserta didik untuk memperoleh ketrampilan berbicara dalam bahasa Arab (maharah al-kalam). peralatan. dan orang untuk mentransmisikan pesan. pustakawan. dan tempat20. Adanya evaluasi terhadap peserta didik22. Pesan: informasi yang diteruskan komponen lain dalam bentuk ide. dan administrator sebagai tim untuk memproduksi materi belajar. 3) dll. STRATEGI PENGEMBANGAN Belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) merupakan strategi pembelajaran yang mengandung bermacam-macam bentuk dan segi. Alat (hardware): sesuatu yang mentransmisikan pesan yang tersimpan dalam media. 6. 6. h. tujuan pengajaran. Aneka sumber yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) yaitu: 1. arti. 5. maka perlu improvisasi lebih lanjut. yaitu: 1. Pelbagai bentuk yang dipilih senantiasa bertalian dengan tujuan yang akan dicapai. . 21 Soeharto. Namun demikian secara umum. Resource-Based…. strategi ini bertujuan mengantarkan peserta didik memiliki kompetensi professional skill. 22 Brown. ketersediaan sumber. Menurut Yusufhadi Miarso. Karti dkk. 2. strategi belajar berbasis aneka sumber dapat diaplikasikan untuk mengajarkan berbagai ketrampilan bahasa Arab. jurnal. Lingkungan (setting): lingkungan sekitar dimana pesan itu diterima21. Teknik atau strategi: prosedur atau acuan rutin yang disiapkan untuk menggunakan bahan. Meteri bersifat relatif. desiner. مهسسارة القسسرءة‬ peserta didik dapat memanfaatkan buku. komputer. 20 Ibid. antara lain: 1. dan penyampai pesan. 4. Belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) dapat berjalan dengan baik apabila didukung olehbeberapa komponen. 7 D. pengetahuan yang dimiliki oleh pendidik dan peserta didik. 74. Materi tidak harus digunakan secara bersama-sama. Dan untuk mengukur pencapaian kompetensi tersebut dapat digunakan beberapa teknik evaluasi. Dalam pelaksaannya perlu mempertimbangkan. maka mereka harus dilatih menghadapi masalah-masalah yang terbuka jawabannya berdasarkan data yang dikumpulkan dari aneka sumber. majalah. 2. 4.. h. 5. 30. Strategi belajar ini diutamakan untuk membekali peserta didik menjadi seorang yang sanggup belajar dan meneliti sendiri. Dalam pengajaran bahasa Arab. 2) tes untuk mengukur penguasaan materi.Institusi yang memiliki komitmen terhadap strategi ini. Adanya kerja sama yang baik antara akademisi. Sally and Brenda Smith. dan data. Manusia: orang yang bertindak sebagai penyimpan. h. fakta. pemilihan strategi. kamus. namun kadang-kadang dengan menggunakan dirinya sendiri. teknisi.

Pendidik harus tetap terlibat dalam setiap pembelajaran. memberi motivasi. laboratorium. Yusufhadi Miarso. strategi ini memiliki beberapa kelemahan. video. independent. 4. Karena. belajar merupakan kunci keberhasilan. belajar berkisar subyek (subject-centered). menentukan dan mengumpulkan sumber informasi. lebih banyak mendapatkan (untuk dibiasakan). namun disamping itu mereka juga melakukan interaksi dengan peserta didik lain. televisi. Dengan kata lain. Strategi ini sulit diterapkan untuk semua jenmjang pendidikan. identitas diri kuat. banyak pengalaman. perlu bimbingan pendidik. majalah. dll. 3. memberikan kebebasan untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatan masing-masing dalam menyelesaikan bahan pengajaran dengan memanfaatkan aneka sumber belajar. menyusun strategi belajar terutama menyiapkan sumber belajar baru. dependent. 8 2. dan motivasi kuat. strategi ini lebih tepat untuk orang-orang dewasa atau pendidikan tingkat menengah dan tinggi yang memiliki karekteristik. menekankan pengajaran individual. dan tempat lain yang dapat digunakan untuk belajar. dll. antara lain: 1. dan cukup sedikit motivasi. karena pendidik harus mempelajari ketrampilan baru agar dapat memproduksi materi yang baik. mulai merencanakan. مهس س سسارة السس س سستماع و‬ peserrta didik dapat menggunakan tape recorder. Ketrampilan menulis/ ‫ مه سسارة الكتاب سسة‬peserta didik dapat memanfaatkan koran. . pendidik harus bekerja sama dengan beberapa pihak yang dapat menyediakan aneka sumber belajar. peserta didik dapat memanfaatkan televisi. Debat bahasa Arab. peserta didik dapat mempelajari sendiri bahan pengajaran. peserta didik yang masih muda memiliki karakteristik. identitas diri lemah. dll. koran. Di samping itu. F. lebih banyak meninggalkan (kebiasaan lama). majalah. diberi kemudahan. belajar berkisar masalah (problem-centered). memberi bantuan bila diperlukan oleh peseta didik. dari pasif-reseptif harus beradaptasi dengan strategi belajar yang aktif-partisipatif. Peranan pendidik akan mengalami pergeseran. Menurut Prof. dari tokoh yang selalu memberikan informasi menjadi sosok yang memberikan bimbingan dan bantuan kepada peserta didik secara individual. intenet. laboratorium. lingkungan. Pendidik mengalami kesulitan dalam membuat bahan pengajaran. wawancara dengan pakar. Bila dicermati. strategi ini akan mengalami kesulitan bila digunakan untuk peserta didik yang masih relatif muda atau pendidikan tingkat dasar. Peserta didik juga mengalami perubahan strategi belajar. PEMBAHASAN Belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) atau BEBAS merupakan stretegi pembelajaran yang lebih menekankan aspek individual peserta didik. Hal tersebut bukan berarti menghilangkan peran pendidik. juga bukan berarti pendidik dapat duduk bermalas-malas dan membiarkan peserta didik belajar di perpustakaan. belajar mengandung resiko. eksperimen. Belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) berusaha memusatkan kegiatan belajar pada peserta didik dan bukan pada pendidik. Ketrampilan menimak dan berbicara/‫الكلما‬ ‫.

kwantitas. baik di dalam maupun di luar sekolah. media. Di samping kelemahan tersebut. peralatan. Sally and Brenda Smith. 9 2. London: Kogan Page. London: Heinemann Education Books. belajar berbasis aneka sumber (BEBAS) memiliki beberapa kelebihan. dan lingkungan. Kecepatan menyelesaikan bahan pengajaran ditentukan individu peserta didik. minat. Strategi pengembangan belajar berbasis aneka sumber dengan memanfaatkan aneka sumber belajar yang berupa pesan. DAFTAR PUSTAKA Beswick. Resource-Based Learning. Bahan pengajaran dapat dipelajari setiap saat. Jullie. pemahaman baru tentang teori belajar. Resource-Based Learning Using Open and Flexible Learning Resources for Continous Development. KESIMPULAN Belajar berbasis aneka sumber (resource-based learning) atau BEBAS merupakan suatu strategi belajar yang dirancang untuk belajar individual (individual learning) yang meliputi belajar terbuka (open learning). antara lain. Brown. H. strategi. 3. merubah pola belajar peserta didik dari pasif menuju aktif. Bimbingan dan bantuan yang diberikan pendidik lebih bermakna karena sesuai dengan kebutuhan peserta didik. serta komitmen dari sebuah institusi yang mengembangkan strategi ini. manusia. mengembangkan kepercayaan diri. perubahan sifat dan pola ilmu pengetahuan. Belajar berbasis aneka sumber dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Arab pada tingkat menengah dan tinggi. Resource-Based Learning. untuk menganghantarkan peserta didik memperoleh pengetahuan kebahasaan sesuai dengan kemampuan. serta bersifat fleksibel. sesuai kemampuan dan gaya belajar peserta didik. dan belajar luwes (flexible learning) dengan memanfaatkan aneka sumber belajar (learning resources) seoptimal mungkin. meningkatkan motivasi belajar. Kesempatan belajar lebih luas dan fleksibel. 1993. England: McGraw Hill. memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai kemampuan dan kecepatannya. 1996. Norman. dan perubahan media komunikasi. Dorrell. 2. dan intensitas penggunaan sumber belajar akan berpengaruh terhadap keberhasilan strategi ini. artinya kwalitas. Dapat memanfaatkan aneka sumber belajar yang ada. antara lain: 1. Ciri-ciri belajar berbasis aneka sumber antara lain. 4. Sangat tergantung pada mutu sumber belajar yang digunakan. 1977. dan kebutuhan peseerta didik. memanfaatkan aneka sumber belajar. Kehadiran strategi ini dilatari oleh beberapa perubahan. 5. . belajar jarak jauh (distance learning).

Miarso. Fred and Henry Ellington. 23 April 2001. 1995. Jakarta: Erlangga. Sudjana. Pusat Sumber Belajar. Terjemah Sudjarwo S. Evaluasi. Tantangan Besar Pendidikan Membangun “Networking” dalam Suara Pembaharuan. Jaakarta: Bina Aksara. Jakarta: Kencana. Nana dan Ahmad Rivai. SAP. Nasution. Karti dkk.‫ دار احياء الكتب العربية‬:‫ القاهرة‬. 1985. Surabaya: SIC..‫ أسالب تدريس اللغة العربية‬. 1982 . Konsepsi dan Model. Jakarta: Bina Aksara. Perbedaan Belajar. Teknologi Pengajaran. 1989.‫محمد عطية البراشى‬ . Percival. Yusufhadi. 2004. 1999. 10 Hrl. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. S. Bahan Kuliah.‫ التجاهات الحديثة فى التربية‬. 1988 Soeharto. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.‫ المملكة العربية السعودية‬:‫ الرياض‬. Teknologi Pembelajaran (Pendekatan Strategi. Teknologi Komunikasi Pendidikan Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. Teknologi pendidikan. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. --------. --------. 1984. 2002. Tp. Makalah. Jakarta: Pustekkom dan Rajawali. --------. Teknologi Pendidikan. Bandung : Sinar Baru. 1984.‫محمد على الخولى‬ 1966 . Zainuddin dkk. Sumber Belajar dan Media).