You are on page 1of 5

3 KEBIJAKAN PUBLIK YANG BERWAWASAN KESEHATAN

1. Peraturan daerah kota medan Nomor 3 tahun 2014 tentang kawasan tanpa rokok

A. Latar Belakang
Masalah perokok masih menjadi isu hangat di dunia internasional, dimana
terdapat banyak penyakit yang disebabkan oleh rokok tersebut. Antara lain kanker paru,
yang menjadi penyakit yang sangat cepat pertumbuhannya di indonesia. Dengan banyak
masalah tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan membuat undang-undang
tentang kewajiban pemerintah daerah untuk membuat kebijakan tentang kawasan tanpa
rokok(KTR).
Di kota Medan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) telah diatur dalam
Perda No. 3 Tahun 2014. Ada pun tujuan dari pembuat kebijakan KTR di kota Medan
yaitu untuk terciptanya ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat di kota medan,
memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak buruk rokok baik langsung
maupun tidak langsung dan untuk menciptakan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat
di kota medan.
Adapun pengertian kawasan tanpa rokok adalah ruangan atau area yang
dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual,
mengiklankan, dan mempromosikan produk tembakau. Tempat-tempat tersebut meliputi,
fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak
bermain,tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum lainnya.
Adapun tujuan KTR adalah sebagaiberikut :
1. Pelindungan yang efektif kepada para perokok pasif (yang terpaksa menghirup
asap rokok dari perokok) dari bahaya asap rokok
2. Menurunkan angka kesakitan dan/atau angka kematian dengan cara mengubah
perilaku masyarakat untuk hidup sehat.
3. Meningkatkan produktivitas kerja yang optimal.
4. Mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asap rokok.
5. Menurunkan angka perokok dan mencegah perokok pemula..
6. Mewujudkan generasi muda yang sehat.
Dan yang termasuk kawasan tanpa rokok menurut perda Nomor 3 tahun 2014
antara lain :
a. Fasilitas pelayanan kesehatan di atur dalam pasal 8 meliputi : rumah sakit,
rumah bersalin, poliklinik, puskesmas, balai pengobatan, laboratorium,
posyandu, tempat praktek kesehatan swasta, apotik, tempat pelayanan
kesehatan lainnya.

masih banyaknya masyarakat yang meanggar KTR dimana baik di institusi pendidikan. Saran yang lain adalah dengan membuat suatu efek jera bagi pelanggarnya sehingga akan memberikan efek jera bagi yang melanggarnya. tempat ibadah lainnya. Angkutan umum di atur dalam pasal 12 meliputi : bus umum. perkantoran swasta. hotel. diangkutan umum. restoran dan rumah makan. di rumah sakit. b. vihara. gereja. Tempat kerja di atur dalam pasal 13 meliputi : perkantoran pemerintah baik sipil maupun Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. tempat kerja lainnya. Solusi terhadap perda KTR Adapun solusi untuk perda KTR ini antara lain dengan meningkatkan peran pemerintah dalam membentuk suatu pengawasan di tempat dimana KTR ini dilaksanakan. d. tempat umum lainnya. Latar Belakang . B. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). bus angkutan anak sekolah. 2. bandara. tempat olah raga. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Tempat ibadah di atur dalam pasal 11 meliputi : masjid/musholla. c. dan bus angkutan karyawan. g. pelabuhan laut. angkutan antar kota. penitipan anak. bengkel. f. C. Permasalahan yang ada di masyarakat Permasalahan yang paling sering muncul terhadap penerapan kebijakan pemerintah ini adalah masih terdapatnya banyak masyarakat kota medan yang tidak tahu tentang perda KTR tersebut. e. Tempat umum di atur dalam pasal 14 meliputi : pasar modern. balai latihan kerja. klenteng. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 4 tahun 2013 tentang penanggulangan HIV & AIDS A. kereta api. pasar tradisional. tempat wisata. taxi. terminal angkutan umum. pura. tempat proses belajar mengajar lainnya. perguruan tinggi. halte. tempat kursus. tempat anak bermain lainnya. tempat hiburan anak. Taman Kanak- Kanak. Sehingga banyak masyarakat yang akan tahu tentang perda KTR ini. tempat rekreasi. Tempat proses belajar mengajar di atur dalam pasal 9 meliputi : sekolah. tempat hiburan. terminal angkutan barang. bimbingan belajar. dan lainnya. angkutan kota termasuk kendaraan wisata. Tempat anak bermain di atur dalam pasal 10 meliputi : kelompok bermain. balai pendidikan dan pelatihan. Sehingga penyelenggaraan perda KTR ini belum efektif. industri. tempat angkutan umum lainnya.

memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi dan pelayanan kesehatan yang cukup. Bahwa perda ini diselenggarakan atas dasar asas kemanusiaan. Dimana perda ini akan mengatur. 3. melindungi masyarakat terhadap segala kemungkinan kejadian yang dapat menimbulkan penularan HIV dan AIDS 4. dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan dampak dan bahaya yang dapat ditimbulkan sehingga masyarakat dapat hidup sehat tanpa ada gangguan dari penyakit HIV dan AIDS. pencegahan. bagaimana virus itu dapat menyebar dan lain sebagainya. bermutu. Sehingga dapat kita simpulkan angka HIV dan AIDS akan bertambah. B. Masih tingginya angka kesakitan akibat HIV dan AIDS masih menjadi masalah utama bangsa indonesia sehingga permasalahan ini menjadi prioritas diberbagai daerah termasuk daerah Semarang yang membuat perda tentang penanggulangan HIV dan AIDS. penanganan. keadilan dan kesetaraan gender. Permasalahan yang ada di masyarakat Permasalahan umum yang sering dihadapi dalam penyelenggaraan perda ini adalah masih kurangnya pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah. kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan. C. Peraturan daerah Kabupaten Kendal Nomor 4 tahun 2009 tentang minuman keras . Solusi terhadap penerapan perda penenggulang HIV dan AIDS Dengan banyak permasalahan diatas pemerintah diharapkan dengan tegas memberikan instruksi kepada petugas kesehatan agar meningkatkan penyuluhan tentang HIV dan AIDS dimasyarakat agar masyarakat lebih mampu memdorong dirinya sendiri. keluarga. meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga mampu mencegah penularan HIV dan AIDS 2. mengawasi. Ruang lingkup Penanggulangan HIVdan AIDS ini dilakukan dengan cara promosi. kurangnya promosi kesehatan yang dilakukan sehingga masyarakat banyak yang kurang tahu apa itu HIV dan AIDS. memberikan kemudahan pelayanan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS 5. meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam penanggulangan HIV dan AIDS. dan rehabilitasi sosial. dan lingkungan masyarakatnya lebih mampu menjaga kesehatannya dari penyakit dan khususnya tata cara penanggulangan HIV dan AIDS. dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga mampu menanggulangi penularan HIV dan AIDS 3. Perda bertujuan untuk : 1. aman.

00 – 03. Setiap orang dilarang membawa minuman keras dan/atau membawa bahan baku minuman keras dalam bentuk apapun 3. Setiap orang dilarang memproduksi. mengedarkan. . Dan perda ini juga mengatur jika suatu industri melanggar pemerintah daerah akan menyita dan memusnahkan minuman keras tersebut. menyimpan. Sehingga akan membatasi peredaran miras tersebut di remaja dan anak sekolah. Permasalahan di masyarakat Masalah yang sering terjadi adalah masih maraknya peredaran minuman keras tersebut sampai kepada remaja dan anak sekolah yang kadang-kadang masih dibawah umur. Yang berdampak buruk bagi lingkungan dengan adanya tawuran antar warga.00 wib.00 wib. Dilain hal peredaran miras tersebut juga harus dinaikkan batas jam penjualannya dengan dimulai dari jam 24. Setiap orang dilarang meminum minuman keras kecuali di tempat yang diizinkan untuk menjual dan/atau menyajikan minuman keras. menimbun.A. C. Klub malam. Latar Belakang Salah satu perusak generasi muda selain narkoba ialah minuman keras. B. Dan pemerintah daerah juga mengatur waktu penjualan minuman beralkohol ini yaitu dengan batas waktu dari jam 21. Bar. memperdagangkan. Perda ini juga mengatur tentang bagaimana sebuah industri menjual bahan yang mengandung alkohol yaitu paling tinngi mengandung alkohol 5%. Dengan industri tersebut mempunyai izin membuat industri dari pemerintah kabupaten. mengoplos.00 wib – 24. Dengan itu dibuat sebuah perda yang akan mengawasi peredaran minuman keras tersebut. Solusi untuk perda minuman keras Dengan menutup akses remaja dan anak sekolah untuk mandapatkan minuman keras tersebut dengan memberlakukan batas jam keluar malam anak remaja sehingga peredaran miras tersebut hanya sampai kepada orang dewasa saja. Dimana peredaran minuman keras di kabupaten Kendal sangat banyak yang berdampak buruk bagi masyarakat khususnya generasi muda yakni anak sekolah. menjual dan menyajikan minuman keras 2. Dimana isi dari perda tersebut ialah : 1. Yakni Hotel berbintang. antar anak sekolah dan lain sebagainya.