You are on page 1of 9

12 April 2016.

Masih jelas dalam ingatan kita ketika 9 orang Ibu-ibu petani dari
Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, melawat ke istana negara dengan kedua kaki yang
ditanam kedalam sebuah kotak kayu berisikan semen 1. Ya, aksi itu setidaknya
merefleksikan bagaimana cengkraman semen, dalam hal ini Pabrik PT. Semen Indonesia
(SI), secara perlahan-lahan menggerogoti dan pada akhirnya mengancam ruang
kehidupan para petani yang hidup di sekitaran pegunungan Kendeng Utara di sisi lain,
dan alam di sisi yang lainnya.

Seperti yang selama ini beredar dan diberitakan, 4 tahun yang lalu PT. Semen Indonesia
berencana untuk membangun pabrik semen di salah satu kawasan pegunungan Kendeng.
Saat itu, Gubernur Jawa Tengah yang ikut mengizinkan pembangunan pabrik tersebut
adalah Bibit Waluyo.

Arlian Buana, dalam salah satu laporannya di Pindai.org, mengajak kita semua untuk
mengikuti bagaimana “Orang-orang Tegaldowo2” susah payah melawan pembangunan
pabrik semen. Menurut Joko Prianto-yang merupakan salah satu petani kendeng yang
sampai saat ini masih terus memperjuangkan kehidupan petani, dalam laporan tersebut,
sejak tahun 2012 kabar pembangunan pabrik semen itu telah tersiar.

Sejak saat itu Joko dan kawan-kawan berusaha menemui pemerintahan desa setempat
berkaitan dengan kejelasan isu pabrik semen. Mulai 2013, mereka mulai berdemonstrasi
di kabupaten rembang untuk menolak pembangunan pabrik semen, bahkan mengirim
surat kepada Presiden ke-6 SBY. Penolakan itu berangkat dari kegelisahan para petani
bahwa pabrik semen akan mengancam hajat hidupnya dan anak cucunya kelak.

Kawasan yang menjadi target penambangan karst, bahan baku semen, tidak lain adalah
sebuah kawasan pegunungan di Kendeng yang menyimpan banyak sumber air bagi
kehidupan rumah tangga warga setempat dan kehidupan bercocok tanam petani.

Parahnya, saat 16 Juni 2014, warga Kendeng tidak tahu sama sekali bahwa peletakan batu
pertama pabrik semen akan diadakan kesokan harinya. Masih dalam laporan Arlian

salah satu dari 9 ibu-ibu Kendeng yang mengecor kakinya didepan istana beberapa minggu yang lalu. 17 Juni 2014. melalui hadirnya proyek penambangan disuatu daerah. memukul. berkeyakinan untuk membangun tenda perjuangan didekat proyek dan tidak akan pernah mundur sampai pabrik semen angkat kaki dari bumi kendeng. warga mengadakan rapat dadakan dan memutuskan untuk melakukan aksi pemblokiran ke-esokkan harinya. melainkan aksi represifitas aparat penegak hukum yang mengintimidasi. Saat itu juga. yang warga tahu adalah bahwa acara tanggal 17 Juni tersebut adalah acara doa bersama untuk Rembang. Sampai saat ini solidaritas dan dukungan untuk petani kendeng semakin bertambah secara lokal dan nasional. saat itu. adalah ingin menjauhi gesekan dengan aparat kepolisian.Buana tersebut. kerap kali dirapal oleh pemerintah ketika ditanyakan maksud pembangunan tersebut. mega proyek seperti pabrik semen. Niatan kenapa massa aksi itu para ibu-ibu petani. sebenarnya. mendapatkan legitimasi dan kemudian menggadaikan kehidupan petani masyarakat dan kelestarian lingkungan setempat. apalagi yang diselenggarakan perusahaan plat merah seperti di Pegunungan Kendeng ini. dan melempar warga kendeng yang sebagian besarnya. Sejak kejadian itu. suatu daerah bisa mendapatkan hasil yang besar dan pendapatan tersebut digunakan untuk membiayai proyek-proyek inrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusianya. Dengan adanya investasi skala besar. Absurditas model pembangunan yang ekstraktif seperti ini tak lain dan tak bukan hadir karena nafsu penguasa dalam menjarah serta mengeruk potensi alam dengan dalil-dalil irasional yang mengatasnamakan kesejahteraan masyarakat. menendang. Mitos Kesejahteraan Pertambangan Ruang hidup petani dan rakyat kecil seolah-olah tak ada harganya. adalah para ibu-ibu petani. katanya. . Dalil-dalil pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. Bukan kesan ramah tamah dan manis yang didapatkan. Sukinah. Melalui berbagai relasi kuasa. Tidak tahu sudah berapa kali aksi digelar dan berapa tulisan opini yang menyoal pabrik semen dan persoalan agraria di sana.

S. Canada. Persistent poverty or ghost towns often followed the local decline in mining. menyatakan bahwa kecenderungan argumentasi tersebut berangkat dari sebuah paradigma pembangunan dan kesejahteraan yang selalu dilihat dari segi ekonomistik. Local sustained economic development built around mining. mengutip laporan Oxfam. berjudul “Digging to Development ? A Historical Look at Mining and Economic Development” menunjukan bahwa pertambangan tidak hanya memberikan efek positif bagi negara. Intinya adalah bahwa pada tataran lokal dimana suatu tambang itu hadir.co yang berjudul Mitos Kesejahteraan Pertambangan. dalam studi kasus di Amerika. penambangan tidak melulu menghadirkan dampak yang signifikan bagi suatu daerah. and Australia were not usually positive. keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah setempat tidak berasal dari pertambangan atau tidak bertumpu padanya. masih dalam tulisannya. Namun. Hendra Try Ardianto. Dalam salah satu konklusi laporan tersebut menyatakan bahwa: The local economic impacts of mining development within the U. mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik UGM. Hendra. melainkan justru melahirkan malapetaka yang beruntut. Kanada dan Australia. in general. Malahan. dalam praktiknya. dalam beberapa dekade. Over the last several decades. . yakni dengan pertumbuhan ekonomi3. did not result from the mining. masyarakat lokal yang bergantung terhadap pertambangan terus mengalami kelambatan ekonomi. sebuah organisasi berbasis komunitas yang konsen mencari solusi atas kemiskinan dan ketidakadilan di dunia.Dalam tulisannya di Literasi. Narasi ekonomistik itu seolah-olah bisa dikaitkan dengan kesejahteraan masyarakat.. local communities dependent on mining in these developed countries continue to lag their national and other regional economies4.

terungkap bahwa pertambangan batu bara di Kalimantan Selatan telah meracuni air7. laporan tersebut setidaknya merefleksikan juga apa yang saat ini sedang dan telah berlangsung di Indonesia. Jutaan hektar hutan digunduli. Dalam laporan Greenpeace yang diterbitkan tahun 2014. Kita tentunya sudah faham betul bagaimana PT. Rembang. dalam kurun waktu 2009-2013.5 juta hektar atau 1. Malahan akan memicu konflik sosial. Selain itu. Christian Purba selaku Direktur Eksekutif FWI. Laporan yang merupakan hasil investigasi Greenpeace selama enam bulan ini menyajikan bukti-bukti kuat betapa perusahaan tambang batubara itu telah menggelontorkan limbah berbahaya ke dalam sungai dan sumber-sumber air masyarakat. penebangan liar. Dalam laporan investigasi Tempo berjudul “Izin Janggal Pabrik Semen”. yang diterbitkan di Majalahnya edisi 7-13 September 2015. mengatakan bahwa penyebab deforestasi adalah akibat pertambangan. Freeport di Papua telah memutarbalikkan narasi kesejahteraan masyarakat melalui pertambangan. dan menggusur pertumbuhan sumberdaya manusia. sejak peletakan batu pertamanya tahun 2014. mengalami deforestasi sebesar 4. Dalam laporan yang disajikan Forest Watch Indonesia. korupsi ditubuh pemerintahan. pembakaran hutan. hutan di Indonesia. SI Dari potret buram pertambangan yang ada di Indonesia ini. adanya izin Hak Pengusahaan Hutan dan Hutan Tanaman Industri6. Selain itu pertambangan tak sedikit menyebabkan pencemaran terhadap tanah dan sumber daya air. serta melanggar standar nasional pembuangan limbah pertambangan. pantasnya kita perlu skeptis terhadap pabrik semen yang sedang dan telah di bangun di kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Pada titik ini. dalam berita yang dilansir Mongabay. Kejanggalan Izin dan Amdal PT. Pencemarannya biasanya disebabkan akibat ketidakbecusan pengusaha tambang dalam mengurus limbah pertambangan. investasi pertambangan di negara-negara berkembang tidak dengan sendirinya dapat merangsang pertumbuhan ekonomi.Masih dalam laporan Oxfam. kita bisa menjumpai krisis ekologis akibat industri ekstraktif pertambangan.13 juta hektar per tahunnya5. ternyata mulai dari proses perencanaan pabrik yang akan .

Misalnya terkait lokasi tambang karst yang tak terdapat gua. ahli geologi UPN Veteran Yogyakarta mengaku menemukan ponor. yang menetapkan Watuputih sebagai kawasan Cekungan Air Tanah (CAT). Rencana penambangan juga bertentangan dengan Peraturan Daerah Rembang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Rembang 2011- 2031. dan mata air di kawasan penambangan. Padahal banyak penelitian yang menemukan sebaliknya. Dokumen amdal SI memang mencantumkan titik-titik gua dan mata air. Dari kecacatan proses perizinan dan dokumen lingkugan PT. SI mendapatkan izin tambang dan pendirian pabrik di Rembang bermula dari Bupati Rembang Moch Salim yang pada tanggal 11 November 2011 berani mengeluarkan izin lokasi. selain perizinan. setidaknya kita bisa menyimpulkan bagaimana modus-modus bejat dikerahkan agar bisa mengeruk kapur di pegunungan Kendeng dan melalaikan kepentingan untuk menjaga kelestarian alam dan itu semua dilakukan oleh perusahaan negara! . gua. namun semuanya berada diluar lokasi tambang. SI tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2011. tepatnya tanggal 13 September. ataupun sungai bawah tanah. Hal itu terkhususnya termaktub dalam pasal 19 Perda RTRW Kabupaten Rembang9. mata air. dua bulan sebelumnya. Perda RTRW tersebut menetapkan CAT Watuputih sebagai kawasan lindung geologi yang artinya tak boleh dirusak.mengeruk kapur selama lebih dari 100 tahun tersebut terbukti ada kecurangan dan ketidak beresan terkhususnya mengenai dokumen perizinan dan Analisis Mengenail Dampak Lingkungan (Amdal) Semen Indonesia8. Masih dalam laporan Investigasi Tempo. amdal PT. SI juga mengandung banyak kejanggalan dan ketidakseusaian dengan kondisi di lapangan. Keberhasilan PT. Surat izin Moch Salim bahkan tidak memasukkan Keppres CAT dalam konsiderans. Eko Teguh Paripurno. Padahal.

secara subjektif dan pragmatis. Disamping itu air dari daerah itu menjadi sandaran masyarakat Rembang dan sekitarnya untuk bertani dan hidup sehari-hari. UII dan Keharusan Mengawal Kedaulatan SDA Hal yang menjadi pertanyaan penting adalah apa makna semua peristiwa itu bagi Kampus UII dan civitas akademik didalamnya? Saya sendiri belum memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut dalam kerangka historis-filosofis. Penjelasan dalam kerangka itu. Belum lagi telah ditemukan harta karun watuputih yakni fauna langkah sejenis kalacemeti dan udang jenis baru beserta fakta bahwa beberapa gua di kawasan watuputih merupakan rumah bagi kelelawar endemis Jawa. meskipun perencanaan pembangunan nasional meningkat. Bagaimana jadinya jika proses tambang ini akan berlangsung selama 100 tahun? Ekosistem karst. makna peristiwa itu bagi kampus UII dan sivitas akademika didalamnya adalah bagaimana kampus itu sendiri bersikap dan memposisikan diri dalam berbagai ketidakadilan dimana masyarakat terseok-seok didalam potensi sumber daya alamnya yang sangat kaya. memang menjadi incaran indsutri tambang untuk memproduksi semen. Namun. Pun disatu sisi lainnya adalah . dalam berita yang dirilis Mongabay.Padahal kawasan pegunungan Kendeng tersebut merupakan tempat penyimpanan air tanah yang amat penting bagi proses daur hidrologi dan ekologi alam. membutuhkan kerja-kerja intelektual yang lebih mendalam dari hanya sekedar reproduksi wacana yang saya gelontorkan diatas. tapi data dari Asosiasi Semen Indonesia menunjukan bahwa hingga 2016. paling tidak. saya rasa. Namun. Dari sini muncul kecendrungan kuat bahwasanya peningkatan kebutuhan akan eksploitasi karst untuk semen diperuntukkan untuk pasar internasional. kapasistas produksi semen melebihi kebutuhan10. Pun juga sebagai sumber air utama perusahaan air minum dan cadangan air di musim kemarau.

Pada titik ini. Dalam tulisan Bosman Batubara. Pusat-pusat studi dan lembaga penelitian yang ada di UII harus dikerahkan untuk mencari solusi atas persoalan strategis ini. ilmu pengetahuan bukan berarti netral. penelitian. mahasiswa Dotktoral UNESCO-IHE. dengan produksi ilmu pengetahuannya bisa menjadi arus alternatif dalam melawan wacara produksi ilmu pengetahuan yang tidak berpihak kepada rakyat dan alam. yang di muat Literasi.co. harus menghidupkan wacana kedaulatan sumber daya alam . Kampus UII sebagai institusi pendidikan. Universitas Islam Indonesia dan cendekiawan-cendekiawan didalamnya semestinya menjadikan isu-isu kerakyatan dan kedaulatan sumber daya alam ini sebagai perhatian dibandingkan konflik- konflik pada level elite kenegaraan. Dengan terjun kedalam masyarakat dan mengawal isu-isu konkrit akar rumput diharapkan ada keberpihakan suatu institusi pendidikan terhadap masyarakat yang termarjinalkan serta alam yang telah dan sedang rapuh diterjang kepentingan kapital. Salah satunya adalah ilmu pengetahuan11. pengabdian masyarakat. Ia harus menjaga jarak dengan kekuasan dan kepentingan kapital yang ekstraktif. Institute for Water Education di Delf. Maka dari itu. belajar dari hal itu.posisi kampus dalam menjaga kelestarian dan kedaulatan sumber daya alam. internal maupun eksternal. Dimana instrumen pengetahuan itu mewujud dalam dokumen Amdal dan keterangan saksi ahli yang pro terhadap Semen. ternyata menggunakan instrumen ilmu pengetahuan sebagai alat untuk melegitimasi proses pemiskinan masyarakat dan alam. ia menjabarkan berbagai instrumen kekuasaan yang bermain dan melegitimasi proyek Pabrik Semen. dan mega proyek diberbagai tempat yang berpotensi menimbulkan konflik. Segala elemen mahasiswa. Kasus Pabrik Semen di Rembang. Sebagai kampus yang memiliki visi rahmat bagi alam semesta. tapi tidak dalam hal menjaga jarak dengan proses-proses pemiskinan masyarakat dan alam.

Forest Watch Indonesia.http://www. 8.Sembilan. Mitos Kesejahteraan Pertambangan dalam Literasi.Depan.Oxfam America.Nekat.co .2015.co.2016.di.org 3.?utm_source=news&utm_medium=bp- kompas&utm_campaign=related& 2.Istana. Referensi: 1.Bersed ih.dan mengkajinya dalam disiplin ilmu masing-masing dengan kerendahatian.Arlian Buana.Greenpeace.kompas.Bosman Batubara. Karena ilmu pengetahuan datang dari rakyat dan alam melalui kehendak Tuhan. Orang-Orang Tegaldowo dalam Pindai.Kartini. Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur 6. Terungkap: Tambang Batu Bara Meracuni Air Kalimantan Selatan.co.Deforestasi:Potret Buruk Tata Kelola Hutan di Sumatera Selatan.id/2016/01/18/walhi-eksosistem-karst-indonesia-terancam- industri-semen/ 11.Hendra Try Ardianto.co 4.2014.2002. Dalam Literasi.Mengecor.mongabay.Laporan Investigasi Tempo berjudul Izin Janggal Pabrik Semen dalam majalah Tempo edisi 7-13 September 2015 9.Kaki.mongabay. 2015.dan. seharusnya ia juga kembali untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kelestarian mereka.http://www.id/2014/12/13/duh-hutan-indonesia-hilang-113-juta-hektar- per-tahun/ 7.http://nasional. Instrumen Kekuasaan dalam Kasus Rembang. 2014. Perda RTRW Kabupaten Rembang 2011-2031 10.Digging to Development ? A Historical Look at Mining and Economic Development 5.com/read/2016/04/14/06060021/Ketika.