You are on page 1of 122

LAPORAN KERJA PRAKTEK

EVALUASI PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT
DAN ALAT ANGKUT PADA PENCAPAIAN
PRODUKSI BULAN MARET 2017 PIT TAMAN DI PT
BUKIT ASAM (PERSERO), Tbk. UNIT
PENAMBANGAN TANJUNG ENIM SUMATERA
SELATAN

Oleh
Akbar Jihad 03021181419040
Fathya Rahmania 03021181419070
Siti Fadiyah Maharani 03021181419062

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
2017

LAPORANN KERJA PRAKTEK

EVALUASI PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT
DAN ALAT ANGKUT PADA PENCAPAIAN
PRODUKSI BULAN MARET 2017 PIT TAMAN DI PT
BUKIT ASAM (PERSERO), Tbk. UNIT
PENAMBANGAN TANJUNG ENIM SUMATERA
SELATAN

Dibuat untuk memenuhi syarat ujian mata kuliah Kerja Praktek pada
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Oleh:

Akbar Jihad 03021181419040
Fathya Rahmania 03021181419070
Siti Fadiyah Maharani 03021181419062

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
SRIWIJAYA

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA PRAKTEK

Dibuat untuk memenuhi syarat menyelesaikan mata kuliah Kerja Praktek
pada Jurusan Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Diperiksa dan Disahkan Oleh :

Pembimbing Lapangan

JUSTINO LEOVIGILDO MENDONCA
NP : 7596130677

Manager Penambangan Air Laya

ENDRO SABAR SAPTONO
NP. 6690128157

ii

target produksi overburden sebesar 1.070. Dalam aktivitasnya. sedangkan untuk penggalian batubara menggunakan excavator backhoe PC400. Fathya Rahmania. Kegiatan kerja praktek yang dilakukan berupa turun langsung ke lapangan untuk mengetahui dan melakukan pengamatan terhadap aktivitas penambangan dan alat – alat yang digunakan serta mengambil beberapa data yang difokuskan untuk mengetahui produktivitas dari alat yang digunakan pada aktivitas penambngan. di lokasi Tambang Air Laya dikerjakan oleh kontraktor penambangan yaitu PT. ABSTRAK EVALUASI PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENCAPAIAN PRODUKSI BULAN MARET 2017 PIT TAMAN PENAMBANGAN AIR LAYA DI PT BUKIT ASAM (PERSERO). Pada bulan Maret 2017 di lokasi pit taman. 106 Halaman + 11 lampiran) PT Bukit Asam (Persero). Tbk Unit Penambangan Tanjung Enim merupakan Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) yang beregerak dalam kegiatan penambangan batubara. Salah lokasi penambangan yang ada yaitu Tambang Air Laya yang juga merupakan lokasi terbesar. Setelah mengambil data dilapangan dan melakukan perhitungan produktivitas dan match factor. pada lokasi ini untuk keserasian alat antara alat gali-muat dan alat angkut masih belum mencapai keserasian. Siti Fadiyah M. xiii. Alat angkut yang digunakan yaitu dumptruck Komatsu HD785dan UD CWB45 untuk overburden serta Hino 500 FM500 TI untuk batubara. ENIM SUMATERA SELATAN (Akbar Jihad. UNIT PENAMBANGAN TANJUNG. Kerja praktek ini dilakukan pada bulan Maret 2017 dan difokuskan di salah satu lokasi yang ada di Tambang Air Laya yaitu lokasi Pit Taman yang berada di Penambangan Air Laya. Kata kunci: Tambang Air Laya. Produktivitas iii . Dalam pengerjaannya. Pamapersada Nusantara. 2017.500 ton.800.500 BCM dan produksi batubara seebesar 149. Tbk. Aktivitas Penambangan. Sistem penambangan yang ada di Tambang Air Laya yaitu menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode shovel and truck. di lokasi Penambangan Air Laya untuk pengupasan overburden menggunakan excavator backhoe PC1250 dan PC.

Tbk. Tanjung Enim Sumatera Selatan pada 20 Febuari 2017 sampai 20 Maret 2017 dengan judul “Evaluasi Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Angkut pada Pencapaian Produksi Bulan Maret 2017 Pit Taman di PT. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat-Nya. Bapak Ir. Unit Penambangan Tanjung Enim. Rr. Sumatera Selatan”. Bapak Arviyan Arifin selaku Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero). Pada kesempatan ini.T. Bukit Asam (Persero).. Hj. S. 3. bantuan. M. IPM selaku Ketua Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. Harminuke Eko Handayani. Penulis mengucapakan terima kasih banyak atas semua fasilitas. 4. Bukit Asam (Persero). 4 Universitas Sriwijaya . laporan Kerja Praktek ini dapat diselesaikan. Laporan Kerja Praktek ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan mata kuliah pada Program Studi Sarjana 1 Teknik Pertambangan. Kerja Praktek ini dilaksanakan di PT. Allah SWT yang selalu memberikan petunjuk dan kesehatan kepada penulis serta mengingatkan penulis untuk selalu bersyukur terhadap apa yang didapatkan setiap hari 2.T. Tbk. Ibu Dr. Teristimewa untuk kedua Orang Tua dan keluarga besar yang telah memberikan dukungan secara moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan proyek akhir ini. selaku dosen Pembimbing Proposal Kerja Praktek yang telah mengarahkan penulis sehingga penulisan laporan kerja praktek ini dapat diselesaikan dengan baik.S. Universitas Sriwijaya. Tbk. bimbingan dan saran yang telah penulis terima. UPTE Sumatra Selatan. 5. Penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada : 1. Fakultas Teknik.. Muhammad Amin M.

. 6. Tanjung Enim. Bapak Endro Sabar Saptono Selaku Manager Satuan Kerja Pengawasan Penambangan Air Laya PT Bukit Asam (Persero). Bapak Justino Leovigildo Mendonca selaku Asisten Manager Pengawasan Penambangan Air Laya Pit Taman yang sekaligus menjadi pembimbing penulis selama dilapangan. Untuk itu penulis menerima saran dan kritikan yang membangun dari berbagai pihak demi perbaikan di masa-masa datang. Tbk. Maret 2017 Penulis . UPTE Sumatera Selatan. Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat kiranya bagi pembaca dan penulis sendiri. 7. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Laporan Kerja Praktek ini masih banyak terdapat kekurangan.

.............. 5 2......... v DAFTAR GAMBAR ... xiii BAB 1........... 1 1.....................5 Metode Penulisan ......................................... TINJAUAN UMUM ........................................................6 Diagram Alir ………………………………………………… .........4 Struktur Organisasi ............................................................................. 7 2............ 1 1............................................................................. 8 2....................................... 7 2................. iv DAFTAR ISI ..2 Maksud dan Tujuan ..................................................... 2 1............................2 Ruang Lingkup dan Proses Produksi Perusahaan ............................................1....……………… 11 2...5............ 7 2.............................. dan Penampang Litologi…................ 9 2..................................1...... 7 2................................ 3 1...................................................................... 8 2.1 Sejarah Perusahaan .................... Topografi......................................................... PENDAHULUAN ............. iii KATA PENGANTAR ...............................3 Visi dan Misi Perusahaan ................................................1 Profil Perusahaan . 2 1.....................................................................................................1 Latar Belakang ..............4 Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP)……………………… 10 2.....................2 Data Umum Perusahaan ............3 Rumusan Masalah ...........4 Batasan Masalah………………………………………………..........................5 Geologi......................................3 Lokasi dan Kesampaian Daerah ...............................................1 Struktur Geologi………………………………………… 11 v Univrsitas Sriwijaya .........1............ xi DAFTAR LAMPIRAN ............. 8 2............................ DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK ....................................1.................................................................................................. ix DAFTAR TABEL ....... 3 1....

......3 Pengupasan Overburden ..........................2 Peralatan Pemindahan Tanah Mekanis ..1..... 36 3............. 17 2.........................1 Produktivitas Alat Gali …………………………………… 43 3.... 42 3....... 36 3................5 Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Angkut…………………............2.............................2 Produktivitas Alat Angkut ……………………………… 44 vi Univrsitas Sriwijaya .....4......... 33 3..3 Stratigrafi …………………………………………………......................2 Topografi …………………………………………………..........6 Dumping ....2....................4 Grader ............6 Iklim dan Curah Hujan ………………………………………….............................. 35 3...................... 24 3........................... 16 2.5............................................................4 Penggalian Batubara .... 37 3..............8 Klasifikasi dan Kualitas Batubara ……………………………..................................1 Excavator ..........................................1....4...... 26 3.2.........6 Keadaan Jalan Angkut…………………………………… 42 3.................. 2............................................................1.....................3 Peralatan...5 Cuaca……………………………………………………… 41 3...5................. 39 3..2 Pengupasan Top soil ........................4....5.1. 22 3......................2 Waktu Edar (Cycle Time) ............. 30 3.......................... TINJAUAN PUSTAKA ........2..........................................6 Bucket Wheel Excavator ..4.........4 Effisiensi Kerja…………………………………………… 39 3......4 Faktor-faktor yang mempengaruhi Produksi Alat Pemindahan TanahMekanis…………………………………..................................1 Lokasi Kerja. 23 3......2.... 13 2............... 25 3. 31 3................................7 Sumberdaya.......... Cadangan dan Kualitas Batubara ……………….2..... 22 3................................. 23 3....1....... 18 3.................2 Dump Truck ................. 30 3........................1 Pembersihan lahan (Land Clearing) .................... 13 2.....5 Compactor ............. 34 3..............5 Pemuatan (Loading) dan Pengangkutan (Hauling) ..... 32 3...1................3 Faktor-Faktor Pemilihan Alat Gali Muat dan Alat Angkut ......... 37 3.....1 Tahapan Penambangan ..............4... 29 3.................................5................4.........3 Bulldozer .

..4 Coal Cleaning…………………………………………….....2. 58 4.. 46 4...5 Produktivitas Alat Angkut Dumptruck Hino FM500 TI untuk NAF dengan Jarak 1100 meter (Alat Gali-Muat PC800)………………………………… 56 4.... 55 4..4 Produktivitas Alat Angkut High Dumptruck Komatsu HD375 untuk Overburden dengan Jarak 3500 meter (Alat Gali-Muat PC 800)………………………………... 51 4. 57 4.....8............... 48 4....6 Penggalian dan Pemuatan Batubara …………………... 54 4....8 Kegiatan-kegiatan Pendukung ... 53 4...7 Pengangkutan dan Penimbunan Batubara (Hauling and Dumping) .1..2..3 Perhitungan Keserasian Kerja Alat (Match Factor)……………....1..2 Penanganan Tanah Pucuk ………………………………........1..5 Ripping Batubara …………………………………….2..1.. 51 4..... 46 4.1.......8.. 52 4...8.2 Produktivitas Alat Angkut Dumptruck Hino FM500 TI Batubara dengan Jarak 4200 meter (Alat Gali- Muat PC400)………………………………………….4 Penirisan Tambang ………………………………… 53 4... 57 4..3 Pengisian Bahan Bakar …………………………… 52 4...............… 49 4....... 3.1... 53 4.......2 Penyiraman ………………………………………....1.. 46 4...2 Perhitungan Produktivitas Alat Gali-Muat dan Alat Angkut …........1.........1.2..7 Produktivitas Alat Angkut Dumptruck Komatsu HD785 untuk Overburden dengan Jarak 3500 meter (Alat Gali-Muat PC1250)……………………………..............6 Faktor Keserasian Kerja ………………………………………… 45 4.1. PEMBAHASAN …………………………………………………..… 49 4........ 46 4... 47 4....1 Produktivitas Alat Gali-Muat Excavator Backhoe Komatsu PC400 untuk Batubara …………………............6 Produktivitas Alat Gali-Muat Excavator Backhoe Komatsu PC1250 untuk Overburden………………....... 55 4.2.2....3 Pengupasan Tanah Penutup…………………………… ...3..8.... Perhitungan Match Factor Alat Gali–Muat (Excavator Backhoe PC400) dan Alat Angkut (Dumptruck Hino 77 Univrsitas Sriwijaya ..1 Perawatan jalan Angkut ………………………….1.......1 Land Clearing ...... 50 4..3 Produktivitas Alat Gali-Muat Excavator Backhoe Komatsu PC800 untuk Overburden……………………..1 Kegiatan Penambangan Pit Taman Penambangan Air Laya …...........2..1.1...

....... 72 4..3 Disposal Area dan Stockpile …………………………….... 60 4.5...... FM500 TI) untuk Batubara……………………………… 58 4......... KESIMPULAN DAN SARAN …………………………………........... Perhitungan Match Factor Alat Gali–Muat (Excavator Backhoe PC1250) dan Alat Angkut (High Dumptruck Komatsu HD785) untuk Overburden…………………….. 59 4.4....6..6 Peralatan ………………………………………………....6..3..6 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas…………….. 64 4.........3. 70 4.2............. 62 4. 69 4....... 73 5.. 67 4.. Perhitungan Match Factor Alat Gali–Muat (Excavator Backhoe PC800) dan Alat Angkut (Dumptruck Nissan UD CWB45) untuk NAF……….7 Keterampilan dan Pengalaman Operator ………………....4.......6.5 Estimasi Perhitungan Pencapaian Rencana Produksi ………… 64 4.. 72 4.1 Penentuan kebutuhan Alat Gali-Muat……………….4 Penentuan kebutuhan alat produksi untuk target bulan maret 2017 berdasarkan waktu kerja efektif……………………… 62 4.....3....6..5....6. 65 4..6....1 Rencana Produksi Overburden …………………………...4.5 Cuaca …………………………………………………… 71 4..1 Kesimpulan .1 Front Penambangan ……......6....2 Rencana Produksi Batubara …………………………….6...……………………………… 67 4.....4 Material ………………………………………………… 71 4...3.. 72 5. 62 4..2 Penentuan Kebutuhan Alat Angkut…………………..2 Saran ………………………………………………………… 74 .. 73 5...2 Jalan ……………………………………………………...... Perhitungan Match Factor Alat Gali–Muat (Excavator Backhoe PC800) dan Alat Angkut (High Dumptruck Komatsu HD785) untuk Overburden...8 Waktu Kerja Efektif …………………………………….. 60 4.....

..3 Bagan alir ikhtisar sistem kerja pemindahan tanah……………........................ 11 2....5 Perbedaan jenis dump truck................ 52 4... 28 3...................... 35 3.................... Sumatera Selatan……....8 Compactor ....... 14 2. Peta WIUP PT Bukit Asam (Persero)........... Tbk…………………….. 50 4.5 Market Brand batubara tambang air laya PT Bukit Asam……… 19 3............... 49 4......2.............................. 30 3................2 Pola pemuatan berdasarkan posisi pemuatan……………............. 34 3...7 Dumping batubara di temporary stock Inpit ……………………............8 Stockpile 1 (a) dan Train Loading Station 1 (b) …………………...................3 Coal cleaning oleh excavator backhoe Komatsu PC200 ………..4.....10 Water truck yang sedang melakukan penyiraman front ……….. 51 4....6 Pengangkutan batubara dari front penambangan………………… 50 4.....2 Pengangkutan overburden dengan menggunakan dumptruck komatsu HD785 (a) dan pengangkutan overburden dengan menggunakan dumptruck UD CWB45 (b) ……………………… 48 4. 48 4................ 10 2.... Statigrafi Lapisan Batubara PT Bukit Asam.........11 Fuel truck kapasitas 25000 liter………………………………… 52 ix Universitas Sriwjaya ...........7 Grader ....DAFTAR GAMBAR GAMBAR Halaman 2...................1. (a) Rigid dump truck dan (b) Articulated dump truck ……………………………………… 32 3......9 Grader (a) dan compactor (b) merawat jalan pengangkutan …........1 Pemuatan overburden ke dalam dumptruck …………………............. 31 3.............. Lokasi dan Kesampaian Daerah ………………………………............ 47 4.. 35 4. Tanjung Enim….1 Top loading (a) dan bottom loading (b)……………………….....5 Pemuatan batubara kedalam dumptruck ………………………… 49 4...3 Peta Geologi Regional Tanjung Enim................... 27 3.......4 Pergerakan penggalian dari konfigurasi.4 Bulldozer Komatsu D375A me-ripping batubara ………………..................... 12 2.6 Bulldozer ................ 33 3.............9 Bucket Wheel Excavator ........... 51 4..... (a) backhoe dan (b) power shovel ......

.…………. 68 4..15 Keadaan disposal area ………………………………………… 70 4. 53 4. 71 x Universitas Sriwijaya . 69 4.14 Keadaan jalan angkut ……………………………….12 Pemompaan air dari dalam front ke sump utama ……………….16 Keadaan inpit stockpile ……………………………………….4..13 Kondisi front penambangan …………………………………….

2 Waktu Edar Alat Muat Excavator Backhoe Komatsu PC800 Untuk overburden 80 D.6 Waktu Edar Alat Angkut Dumptruck UD CWB45 untuk Batubara PC800 Dengan Jarak Tempuh 1100 Meter 85 D.4 Kebutuhan Alat Gali Muat 62 4.5 Waktu Edar Alat Angkut Dumptruck Komatsu HD785 untuk Overburden PC800 dengan Jarak Tempuh 3500 Meter 83 D.1 Klasifikasi Kuat Tekan Batuan 26 3.2 Menentukan efisiensi kerja secara teoritis 40 4.1 Rekapitulasi Produktivitas Alat Gali-Muat Untuk Overburden (BCM/jam) Dan Batubara (ton/jam) 61 4.1 Prediksi Curah Hujan Bulan Maret 2017 77 C.2 Rekapitulasi Produktivitas Alat Angkut Untuk Overburden (BCM/jam) Dan Batubara (ton/jam) 61 4.5 Kebutuhan Alat Angkut 64 4. DAFTAR TABEL TABEL Halaman 2.6 Perbandingan Produksi 66 B.3 Rekapitulasi Match Factor Alat Gali-Muat Dan Alat Angkut 61 4.1 Swell Factor dan Density Insitu berbagai Mineral 78 D.7 Waktu Edar Alat Angkut Dumptruck HINO 500 FM 320 TI untuk Batubara PC400 Dengan Jarak Tempuh 4200 Meter 86 F.3 Waktu Edar Alat Muat Excavator Backhoe Komatsu PC400 Untuk Batubara 81 D.1 Luas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) . Komatsu Ltd) 89 xi Universitas Sriwjaya . th 28 Edition.4 Waktu Edar Alat Angkut Dumptruck Komatsu HD785 untuk Overburden PC1250 dengan Jarak Tempuh 3500 Meter 82 D. 11 3.1 Spesifikasi Alat Muat (Specification and Aplication Handbook.1 Waktu Edar Alat Muat Excavator Backhoe Komatsu PC1250 untuk Overburden 79 D.

G.1. Faktor Efisiensi Kerja Hydraulic Excavator 93
I.1 Geometri Kerja Alat Gali-Muat 95
I.2 Geometri Kerja Alat Angkut ……... 95

xii Universitas Sriwjaya

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN Halaman
A. Struktur Organisasi Perusahaan PT Bukit Asam (Persero), Tbk …. 76
B. Curah Hujan ..................................................................................... 77
C. Swell Factor dan Density Insitu ....................................................... 78
D. Cycle Time Alat ………………………………………………. …. 79
E. Perkiraan Waktu Kerja Efektif……. ................................................ 88
F. Spesifikasi Alat Gali-Muat................................................................ 89
G. Faktor Efisiensi Alat ………………………................................... 93
H. Peta Sequence Pit Taman Penambangan Air Laya ………………. 94
I. Geometri Kerja Alat ………………………………………………. 95
J. Klasifikasi Batubara Menurut ASTM …………………………….. 95
K. Mine Brand ……………………………………………………….. 98

Xiii Universitas Sriwijaya

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Energi merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan manusia saat ini.
Permintaan akan kebutuhan energi seperti listrik, bahan bakar minyak dan
batubara semakin hari semakin meningkat. Indonesia adalah negara yang
memiliki cadangan batubara yang besar. Provinsi Sumatera Selatan merupakan
lumbung energi, salah satunya yaitu sebagai penghasil batubara. Salah satu
industri pertambangan yang bergerak dalam bidang ini adalah PT Bukit Asam
(Persero), Tbk.
PT. Bukit Asam (Persero), Tbk Unit Penambangan Tanjung Enim
merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam kegiatan
penambangan batubara. Izin Usaha Penambangan (IUP) yang dimiliki oleh PT.
Bukit Asam (Persero), Tbk yang terletak di Tanjung Enim, Kecamatan Lawang
Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Daerah penambangan
PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dibagi menjadi tiga lokasi yaitu, lokasi
Penambangan Air Laya (PAL), Muara Tiga Besar (MTB), dan Banko Barat.
Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem tambang terbuka
dengan dua cara penambangan, yakni cara penambangan konvensional yaitu
kombinasi antara alat gali-muat dan alat angkut (backhoe and truck) dan cara
penambangan continuous mining dengan menggunakan Bucket Wheel Excavator
(BWE). Pada Penambangan Air Laya menerapkan dua metode yaitu shovel and
truck dan juga BWE system, akan tetapi metode BWE system yang digunakan
pada Penambangan Air Laya bukan untuk melakukan produksi, melainkan hanya
untuk memindahkan batubara dari temporary stockpile yang selanjutnya dibawa
melalui belt conveyor hingga ke TLS (Train Loading Station).
Kegiatan penambangan pada lokasi Penambangan Air Laya meliputi
pengupasan lapisan tanah penutup, penggalian batubara, pemuatan batubara dan
tanah (loading), pengangkutan (hauling), penimbunan tanah dan batubara
(dumping), serta kegiatan penunjang penambangan seperti halnya perawatan jalan

1 Universitas Sriwijaya

Bagaimana aktivitas penambangan pada Pit Taman Penambangan Air Laya di PT Bukit Asam (Persero). Tujuan Adapun tujuan dalam penulisan laporan ini adalah: 1. dan faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas alat gali-muat dan alat angkut penambangan batubara pada PT Bukit Asam (Persero). (Persero). Tbk. Tbk. Tbk ? 2. Bukit Asam (Persero).3. Mengetahui jenis alat gali muat dan angkut yang digunakan pada aktivitas penambangan di lokasi Pit Taman Penambangan Air Laya PT. Mengetahui dan memahami aktivitas dari sistem penambangan menggunakan metode Shovel and Truck di lokasi Pit Taman Penambangan Air Laya PT. Bukit Asam (Persero). Tbk. seperti produktivitas alat gali-muat dan alat angkut. 1. dump truck dan bulldozer serta alat mekanis yang berhubungan dalam kegiatan penunjang proses penambangan. faktor keserasian alat gali-muat dan alat angkut (match factor). Tentunya dalam operasional penambangan akan melibatkan alat – alat mekanis berupa excavator backhoe. 3. Penambangan batubara menggunakan cara penambangan konvensional yaitu kombinasi antara alat gali-muat dan alat angkut (backhoe and truck) banyak menimbulkan hal yang harus diteliti. match factor. 4. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penulisan laporan ini adalah : 1. dan sinkronisasi alat gali muat dan alat angkut di lokasi Pit Taman Penambangan Air Laya PT. Bukit Asam (Persero). Mengetahui faktor yang mempengaruhi produktivitas alat gali muat dan angkut di lokasi PAL Taman PT. 2 dan lainnya. 1. Tbk Tanjung Enim. Bagaimana produktivitas alat gali muat dan alat angkut overburden dan batubara pada Pit Taman Penambangan Air Laya di PT Bukit Asam (Persero). Tbk 2. Tbk ? Universitas Sriwijaya . Tbk. Bukit Asam (Persero).2. Mengetahui tingkat produktivitas kerja alat.

Tbk. Tbk.4. 2. Batasan Masalah Laporan kerja praktek ini membahas mengenai aktivitas penambangan dan evaluasi produktivitas alat gali muat dan alat angkut pada pencapaian produksi bulan Maret 2017 pada lokasi Pit Taman Penambangan Air Laya PT Bukit Asam (persero). aktivitas penambangan. Bagaimana faktor keserasian (match factor) antara alat gali muat dan alat angkut overburden dan batubara yang beroperasi pada Pit Taman Penambangan Air Laya di PT Bukit Asam (Persero). yaitu data yang didapatkan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan meliputi kondisi front penambangan. Pengamatan yang dilakukan dengan cara melihat bagaimana aktivitas penambangan secara umum mulai dari penggalian sampai dibawanya batubara ke stockpile dan tanah ke disposal. Metodologi Penulisan Adapun metode yang digunakan di dalam pembuatan Laporan Kerja Praktek ini yaitu : 1. Data primer. cycle time.3. Pengambilan Data Data-data yang dibutuhkan untuk menyusun laporan ini berupa : a. Kemudian dari perpustakaan di Jurusan Teknik Pertambangan yang berupa laporan kerja praktek sebelumnya. kondisi jalan. Tbk ? 1. dan lainnya. Tbk ? 4. Pengamatan Lapangan Dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan yaitu pada Pit Taman Penambangan Air Laya PT Bukit Asam (Persero). 3. . 1.5. Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas pada Pit Taman Penambangan Air Laya di PT Bukit Asam (Persero). Tbk berupa laporan – laporan sebelumnya yang menjadi arsip dari PT Bukit Asam (Persero). Studi Literatur Dilakukan dengan mencari studi pustaka yang dapat menunjang dalam pembuatan laporan yang diperoleh dari instansi terkait yaitu PT Bukit Asam (Persero). Tbk.

geologi daerah penambangan.. yaitu data yang diperoleh dari literatur dan referensi yang berkaitan sebagai data pelengkap yang diperoleh dari instansi terkait. Data sekunder.dll. spesifikasi peralatan mekanis yang digunakan. tahapan penambangan. dan informasi-informasi lainnya yang berkaitan. . rencana operasi produksi. Penyusunan laporan Penulis melakukan bimbingan secara berkala dan pembuatan laporan secara sistematika sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah. b. perpustakaan. stripping ratio. Data-data yang dibutuhkan seperti data curah hujan. 4.

Mengetahui Pola Keja dari penambangan sitem penambangan menggunakan metode menggunakan metode shovel and truck di PAL shovel and truck di PAL Pit Pit Taman Taman 2. Waktu Edar Alat Angkut 3. Peta Lokasi Bukit Pengamatan dan 4. Efisiensi Kerja Alat 11.BA. Spesifikasi alat gali-muat 2. Luas Wilayah Penambangan PAL Taman 6. . Mengetahui kondisi kerja di Taman PAL Pit Taman 4. Jenis Material di PAL Pit 4. Pengamatan pemecahan masalah penambangan batubara dan Lapangan dapat mencari produktivitas 3. Peta Sequence PT. Jenis dan Jumlah Alat yang digunakan 1. PAL. Data cycle tme alat gali. Mengetahui spesifikasi alat dan alat angkut yang gali-muat dan alat angkut digunakan pada aktivitas Identifikasi dan yang digunakan pada penambangan di PAL Pit perumusan masalah aktivitas penambangan di Taman PAL Pit Taman 3. Kondisi kerja di PAL Pit 3. Mengetahui data cycle tme muat dan alat angkut alat gali-muat dan alat INPUT OUTPUT 1. Spesifikasi Alat 10. Asam Wilayah IUP dan Letak Geografis 5. Swell Factor dan Densitas 12. Jarak jalan angkut . Banyak Pengisian Alat Angkut Pengambilan data 4. Waktu Edar Alat Gali Muat 2. 1.6. 5. Struktur Organinasi 2. Mengetahui jenis material Taman di PAL Pit Taman 5. Studi Literatur Penetapan asumsi dalam Mengetahui aktivitas 2. Peta Lokasi Kesampaian Daerah 3.Iklim dan Curah hujan 9. Foto Udara PAL Taman 7. Diagram Alir INPUT OUTPUT 1. Pengumpulan Data dari kerja alat gali-muat dan angkut Data Primer : Data Sekunder : 1. PAL Taman 8. Pola Kerja dari sistem 1.

Cycle tme alat gali muat dan alat angkut Secara Kuantitatif 2. Produktivitas Alat gli- muat dan alat angkut EVALUASI 3. Match Factor alat gali- muat dan alat angkut PENGAMATAN 4. Pencapaian target produksi ATAU PENGOLAHAN DATA TIDAK Pengkajian Data yang sudah diolah YA Kesimpulan dan Saran . Hasil : Pengolahan Data 1.

2. Pada tahun 1950. Tbk. maka para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air. 01 Tanjung Enim. sedangkan produksi batubara untuk kepentingan komersial dimulai pada tahun 1938. Selanjutnya mulai tahun 1923 dioperasikan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga tahun 1940. pada tahun 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara. Pada 23 Desember 2002 Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”. PN TABA berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Bukit Asam (Persero). memiliki sejarah yang panjang sejak zaman penjajahan dan telah mengalami beberapa kali pergantian nama perusahaan. maka pada tahun 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. 42 Tahun 1980 dengan Kantor Pusat di Tanjung Enim.1. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batubara di Indonesia. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional. Sumatera Selatan. Profil Perusahaan 2..1. Pemerintah RI mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Pertambangan batubara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka di wilayah operasi pertama. Pada tahun 1981.1. Sumatera Selatan. Data Umum Perusahaan Nama : PT Bukit Asam (Persero). 2. Alamat : Jalan Parigi No.1. yang merupakan Badan Usaha Milik Negara yang didirikan pada tanggal 2 maret 1981 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Tbk. BAB 2 TINJAUAN UMUM 2. 7 Universitas Sriwijaya . Sejarah Perusahaan Dalam perkembangannya PT Bukit Asam (Persero) Tbk. yaitu di Tambang Air Laya (TAL).

Sumatera Selatan di Unit Penambangan Tanjung Enim (UPTE) memiliki beberapa site dalam wilayah Kuasa Pertambangan. Direktur Niaga. Ruang Lingkup dan Proses Produksi Perusahaan Pada PT. Struktur Organisasi Dalam rangka mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki dan menangkap peluang yang ada. dalam menjalankan dan mendukung pencapaian target secara optimalnya dipimpin oleh seorang Direktur Utama dan dibantu lima direktur lainnya. diperlukan suatu struktur organisasi yang dinamis dan adaptif dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif. Visi PT Bukit Asam (Persero).1. Struktur organisasi telah disusun sedemikian rupa untuk mampu mengantisipasi kebutuhan dan perkembangan organisasi baik untuk saat ini maupun untuk masa depan. adalah: Menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang peduli lingkungan b.3. yaitu: Universitas Sriwijaya . 8 Indonesia Telepon : 0734-451096 Website : http://www..id 2. Dimana masing-masing Direktur membawahi divisi yang memiliki beberapa dinas yang memiliki beberapa bagian.co. Tbk. yaitu: Direktur Operasi dan Produksi. adalah: Mengelola sumber energi dengan mengembangkan kompetensi korporasi dan keunggulan insani untuk memberikan nilai tambah untuk maksimal bagi Stakeholders dan lingkungan. Tbk. Tbk.. Penyususan struktur organisasi ini telah dilakukan atas dasar spesifikasi lengkap dengan fungsi yang melekat agar mampu mendukung pencapaian target secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan.4. 2. Visi Dan Misi Perusahaan a.. Tbk.ptba. Direkur Keuangan.1. Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia.2. Direktur Pengembangan Usaha. Misi PT Bukit Asam (Persero). ( Lampiran A) 2. PT Bukit Asam (Persero). Bukit Asam (Persero).

Nilai kalori batubara yang terdapat di Banko Barat berkisar antara 5. Pekerjaan penambangan batubara dilakukan oleh Swakelola dan kontraktor dengan menggunakan metode kombinasi antara shovel and truck. 2. Tbk Unit Pertambangan 0 0 Tanjung Enim (PT. 3.BA-UPTE) terletak pada posisi 3 42‟30” LS – 4 47‟30” LS 0 0 dan 103 45‟00” BT – 103 50‟10” BT (Gambar 2).700 Ha yang . 2. Teknologi penambangan yang digunakan pada Penaambangan Air Laya menggunakan metode tambang terbuka dengan menggunakan kombinasi excavator-dump truck.300-7.BA-UPTE seluas  7. dengan Daerah Kuasa Penambangan (KP) yang dimiliki oleh PT.300 kkal/kg (adb). yaitu Pit-1 dan Pit-3.300 kkal/kg (adb). Nilai kalori batubara yang terdapat di Tambang Air Laya (TAL) berkisar antara 6.300 kkal/kg (adb).Tambang Air Laya (TAL) Pada lokasi Penambangan Air Laya (PAL) merupakan Tambang Batubara terbesar yang dioperasikan di PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Nilai kalori batubara yang terdapat di Muara Tiga Besar berkisar antara 5. yaitu Muara Tiga Besar Utara (MTBU) dan Muara Tiga Besar Selatan (MTBS).900-6. Penambangan Air Laya terbagi dalam dua wilayah yaitu PAL Taman dan PAL Barat.300-6. Operasi penambangan di Muara Tiga Besar ini menggunakan metode kombinasi antara shovel and truck dan metode continuous mining yang merupakan suatu sistem penambangan yang berkesinambungan dengan menggunakan BWE (Bucket Wheel Excavator) sebagai alat utama atau dikenal juga dengan istilah BWE Sistem. Tambang Muara Tiga Besar (MTB) Tambang Muara Tiga Besar (MTB) terdiri atas dua lokasi. Lokasi dan Kesampaian Daerah Secara geografis lokasi PT.3.1. Kegiatan penambangan dilakukan dengan metode kombinasi shovel and truck dilaksanakan oleh pihak ketiga (kontraktor). Bukit Asam (Persero).Tambang Banko Barat Tambang Banko Barat saat ini terdiri atas dua lokasi bukaan penambangan.

Propinsi Sumatera Selatan.meliputi wilayah Tanjung Enim dan sekitarnya yang terdiri dari Tambang Air Laya (TAL) dan Non Air Laya (NAL). Gambar 2. terletak di Tanjung Enim. Kabupaten Muara Enim. Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT.1. Lokasi dan Kesampaian Daerah 2. Kecamatan Lawang Kidul. Bukit Asam (Persero). Lokasi tersebut dihubungkan dengan jalan darat ke arah Barat Daya sejauh 200 Km dan jalan kerata api sejauh 165 Km dari kota Palembang.4. Tbk. Luas wilayah kuasa penambangan (KP) PT. Unit Penambangan Tanjung Enim. Membagi wilayah penambangan menjadi dua bagian yaitu Tambang Air Laya (TAL) dan tambang Non Air Laya (NAL). Bukit Asam. Bukit Asam Unit . Wilayah Kuasa Pertambangan ( KP ) PT.

2. Non Air Laya 1. No Lingkup Area Penambangan Luas (Ha) 7. formasi muara enim dan formasi kasai.1. Luas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT BA UPTE. UPTE (2017) Gambar 2. Topografi dan Penampang Litologi 2.500 3. Air Laya 2. Geologi.423 4. Peta WIUP PT Bukit Asam (Persero). dapat dilihat pada (Tabel 1) dibawah ini : Tabel 2. Tbk.5.2. Penambangan Tajung Enim.1. Formasi Air Benakat merupakan permulaan endapan regresi dan terdiri dari lapisan pasir pantai. Banko Tengah Blok B 22. Penyebarannya . Struktur Geologi Daerah Tanjung Enim dan sekitarnya tersusun atas formasi air benakat. Muara Tiga Besar 3. Banko Barat 4.(Persero)Tbk. Banko Tengah Blok A 2.300 2.621 1.5.937 Sumber : Bagian Perencanaan PT Bukit Asam.

hasil erosi dari Bukit Barisan dan hasil kegiatan gunung berapi pada masa itu..batu lanau. Aktivitas magma ini dibuktikan dengan adanya batu andesit yang menyusup ke lapisan batubara. batubara. Adapun material – material yang menyusun daerah Tanjung Enim dan sekitarnya berupa batu lempung. ditemui juga sisipan tuff. Litologi tersusun atas batulempung. dan batupasir tufan Pengendapannya pada lingkungan transisi (delta-lagoon-rawa) yang berangsur-angsur berubah menjadi lingkungan pengendapan darat. batulanau dan sisipan batubara. dan terjadilah endapan batubara yang penting. Formasi Kasai diendapkan di atas Formasi Muara Enim pada lingkungan Fluviatil. Tbk. batu pasir. Formasi Muara Enim lebih merupakan endapan rawa sebagai fase akhir regresi.3. gravel. bentonit.jauh lebih luas dari formasi sebelumnya dan penumpangan (on lapping) terjadi di atas batuan pra-Tersier ke arah timur pada Paparan Sunda.dan andesit. batulempung tufan. Sumatera Selatan . Sumber : Satker Eksplorasi Rinci PT Bukit Asam (Persero). Formasi ini adalah formasi termuda berumur Pliosen dengan ciri litologinya berasal dari hasil erosi sedimen pembentuk lipatan (Plio- Pleistosen). 2017 Gambar 2. Pada daerah Tanjung Enim terdapat aktivitas magma yang menyebabkan keberagaman struktur geologi dan banyaknya lapisan batubara. Batupasir meningkat pada bagian atas formasi ini. Peta Geologi Regional Tanjung Enim.

Dataran rendah menempati sisi bagian selatan. Dasar sungai mempunyai elevasi terendah kurang lebih –99 m yaitu pada dasar galian PAL awal September 2009 dan inside dump hingga –72 m.3. Mangus Atas (A1).B1. dan elevasi tertinggi berada pada puncak Bukit Asam dengan elevasi kurang lebih 282 m diatas permukaan air laut. Daerah perbukitan dan dataran tinggi terdapat dibagian barat dengan elevasi tertinggi ± 100 meter di atas permukaan laut. 2. Berikut ini adalah (Gambar 2. Formasi ini terdiri atas 3 kelompok besar yaitu : lapisan tanah penutup (overburden).5) Penampang Sratigrafi Umum Tambang Air laya. Statigrafi Statigrafi lapisan batubara di area penambangan PTBA yaitu berada pada formasi Muara Enim. Suban Atas (B1). serta kelompok ketiga adalah „lapisan antara‟ lapisan batubara (interburden). kemudian kelompok lapisan utama batubara yang terdiri dari 5 (lima) lapisan yaitu .2. perbukitan sampai dataran tinggi. B1-B2 dan interburden B2–C. . Bukit Tapuan dan Bukit Asam yang merupakan elevasi tertinggi yaitu 282. yaitu terdiri dari interburden A1 - A2. Mangus Bawah (A2).0 m di atas permukaan air laut Pada kedua daerah ini banyak dijumpai vegetasi yang sebagian besar merupakan tumbuhan hutan tropika dan semak belukar. A2 . Suban Bawah (B2) dan lapisan Petai (C). Ada beberapa bukit yang membentuk dataran tinggi disebagian daerah PAL diantaranya : Bukit Murman.5.2. Aliran sungai Muara Enim melalui daerah penambangan yang berbukit dan landai. Topografi Secara umum wilayah Penambangan Air Laya mempunyai topografi yang bervariasi mulai dari dataran rendah.5. yaitu daerah yang terdapat aliran sungai – sungai kecil yang bermuara di sungai Lawai dan Sungai Lematang dengan ketinggian ± 50 meter di atas permukaan laut. Bukit Munggu.

_. dijumpai adanya 1 – 2 . . -------- kar._… … .dijumpai adanya pita pengotor berupa batulempung lanauan . ………. Atau batulanau/ siltstone yang Batubara C. … ._ Pita pengotor (batulempung/ clay stone ...4..5 meter dari base.__-.sangat Keras.juga Tebal 15 – 40 cm.0 meter Interval A.Stone).. ._.….. .3 meter dari “base” dengan _ .1.7 – 3..2..C.Bonan/ carbonaceous silty claystone ) Karbonan kadang-kadang dalam bentuk lensa. .-. Batubara A. Interval di bawah C. selang-seling batu.._ Pita pengotor (batulempung ._ Batubara B. …. .5 – 10 meter stone (kadang-kadang silikaan) pada Posisi 0. karbonan serta dijumpai lensa-lensa batu Lanau. B2 Dijumpai lensa-lensa batulanau/ silt- Interval B.1. tebal 20 – 40 cm.v. Statigrafi Lapisan Batubara PT Bukit Asam.. karbonan) dengan tebal 2 – 10 cm. .._. v–v–v–v-v Dijumpai lensa-lensa batulanau/silt Dijumpai lensa – lensa batulanau.lempung Lapisan batubara gantung( Hanging .Tebal 2 – 8 cm dengan posisi 0.0 Meter dari “ base “.1 – 3. tebal 1 – 15 meter. _. – v – v–v–v–v-v Pita pengotor ( batulempung tuffaan/ Tuffaceous claystone). Tebal 8 – 12 meter.15 cm...- …_._. perulangan batupasir dan “ Suban marker “ berupa batubara / batu. . . Tebal 5 – 12. lempung kar.6 meter dari “ base “ Dengan tebal 2 – 15 cm.Tbk (2017) Gambar 2. Dijumpai lensa-lensa batulanau/ silt- stone (kadang-kadang silikaan) meter … … pada . .berupa B1 stone (kadang-kadang silikaan) pada Batulempung lanauan 1.B. .40 …_ . _. Batubara silikaan (silicified coal).. A1 Tebal lapisan ini 6.4 – 2.. stone (kadang-kadang silikaan) Lempung dan batulanau.dijumpai adanya A2 Batubara silikaan pada bagian “top” Pita pengotor (batulempung karbonan dan kadang .v..._ - m … tebal 1 – 15 cm. lapis lanau karbonan. Tebal 0.- _. Interval B...1..1.. ------ Sumber : satker geologi PT Bukit Asam (Persero). _ .Lanau dengan sisipan tipis batubara batulempung karbonan..1.2._.8 – 1._...5 …-._..A...v. . ………. .Tebal 25 ._.0 Interval di atas A. ) Tebal 0. batupasir dengan tebal > 100 meter ------- ………. -_ -._.v -----. Tanjung Enim .-_ .. . …._. .1 – 3.. _ 0.2..0 meter dari “base” dengan tebal 2 . Dijumpai lensa-lensa batulanau/ silt- Batubara B._ . .bonan ( Suban Marker ).Tebal 2 – 15 cm. PENAMPANG LITHOLOGI DAERAH TAMBANG AIR LAYA ( TANPA SKALA ) Sat. Silty clay. _-. Tebal 3 – 5 meter._. … . -..batulempung Batupasir tuffaan dijumpai Adanya nodul clay Ironstone .dijumpai adanya v–v–v–v-v Lapisan pengotor sebanyak 2 – 3 Lapis dan dibagian “base” kadang.2.9-4.endapan sungai tua.Tebal 2 – 5.selang-seling batu- Lempung dan batulanau..Tebal 6 – 10 -_. Dijumpai lensa – lensa batulanau/silt.B. lapisan ._.1.2. .v.Tebal 1 – 15 cm Batubara A..-… Interval A. -_- lanauan Karbonan/carbonaceous ….5 – 2. .Tebal 15 – 23 m. .9 meter._- m … Pita pengotor (batulempung lanauan ._. .kadang dijumpai pita / Carbonaceous claystone) Pita pengotor batulempung Tebal 2 – 15 cm. berupa v–v–v–v–v-v Batulempng / batupasir tufaan –v–v–v–v-v v.. Gravel Pasir.stone (kadang-kadang silikaan) pada 0.3 meter dari “base” dengan karbonan.2.Tebal 1 – 15 cm.dijumpai adanya … . v – v –v – v v . .. _._- terdapat lensa-lensa Clay iron stone.lanau.3 – 3. Pengotor sebanyak 2 – 3 lapis. … pada 1._. ..-.

Batubara yang berada di daerah Tanjung enim dan sekitarnya yang memiliki
potensi untuk ditambang yaitu berada pada formasi Muara Enim yang terdiri dari
lapisan batubara Mangus, Suban, dan Petai. Pada formasi muara enim juga

terdapat intrusi magma. Adapun Litologi dan ketebalan dari masing-masing
kelompok dan lapisan pada Formasi Muara Enim tersebut adalah sebagai berikut :

1. Lapisan Tanah Penutup
Jenis tanah penutup yang paling dominan adalah batu lempung dan
dibeberapa tempat disertai batu pasir halus dan batu lanau tufaan yang
bentonitik. Tebal lapisan overburden ini antara 85 - 150 meter dan di
dalamnya ditemukan beberapa lapisan batubara gantung (hanging seam)
dengan tebal tiap lapisan 0,5 meter. Selain itu secara sporadish juga
dijumpai clayironstone berupa lensa-lensa.
2. Lapisan Batubara Mangus Atas (Batubara A1)
Lapisan batubara ini mempunyai ketebalan antara 6,5-10 m. Dicirikan
adanya 3 buah pita berwarna putih keabu-abuan dengan ketebalan kurang
dari 40 cm, yang berupa sisipan batulempung tufaan. Overburden lapisan
ini dicirikan oleh batulempung berwarna abu-abu gelap kehijauan serta
dijumpai claystone iron yang sangat keras berwarna coklat kemerahan
denga ketebalan seluruhnya sampai batubara yang dinamakan Hanging
Seam.
3. Lapisan Antara batubara A1 dan A2 (Interburden A1 – A2)
Lapisan ini dicirikan dengan adanya batu pasir tufaan berwarna putih dan
abu-abu terang. Secara keseluruhan memperlihatkan adanya struktur
graded bedding dengan batu pasir konglemerasi pada bagian dasar dan
batu pasir halus dibagian atas. Tebal lapisan ini antara 2 – 5 meter.
4. Lapisan Batubara Mangus Bawah (Batubara A2)
Lapisan batubara ini mempunyai ketebalan 9-13 m. Berwarna hitam
mengikilap di daerah intrusi.
5. Lapisan Antara batubara A2 dan B1 (Interburden A2 – B1)
Jenis material pada lapisan interburden A2 – B1 ini antara lain terdiri dari
batu lempung, batu lanau, dan sisipan tipis batu pasir berwarna abu-abu
terang, dibeberapa tempat kadang dijumpai lensa-lensa clay ironstone
yang sangat keras setebal 5 – 20 cm, berwarna coklat kemerahan. Lapisan

interburden A2 – B1 yang lebih dikenal dengan “Suban Marker” ini
mempunyai ketebalan antara 15 – 23 meter.
6. Lapisan Batubara Suban Atas (Batubara B1)
Lapisan batubara ini berwarna hitam mengkilat di sekitar intrusi.
Terdapat mineral Pyrit dan batulempung berwarna hitam serta sangat
keras dengan ketebalan kurang dari 5 m. Ketebalan lapisan batubara ini
kurang lebih 8-12 m.
7. Lapisan Antara Batubara B1 dan B2 (Interburden B1 – B2)
Tebal lapisan ini antara 2 – 5 meter berupa batu lempung dengan sisipan
tipis batu lanau karbonan berwarna abu-abu kehitaman dan bersifat
menyerpih
8. Lapisan Batubara Suban Bawah (Batubara B2)
Lapisan batubara ini mempunyai ketebalan 4-5 m, dengan batubara yang
berwarna hitam kecoklatan dengan tidak teratur dan terdapat mineral
Pyrit di dalam batubara ini.
9. Lapisan Antara Batubara B2 dan C (Interburden B2 – C)
Lapisan interburden B2 – C didominasi oleh batu pasir berbutir halus
sampai sedang, berwarna abu-abu terang dengan sisipan lapisan- lapisan
tipis batu lempung lanauan. Pada lapisan ini juga selalu dijumpai lensa
lensa batulanau silikaan (Silicified siltstone) yang sangat keras setebal 20
– 60 cm yang tersebar tidak merata. Lapisan Interburden B2 – C ini
mempunyai ketebalan lapisan sekitar 44 – 73 meter.
10. Lapisan Batubara Petai (Batubara C)
Lapisan batubara ini mempunyai ketebalan antara 7-10 m, berwarna
hitam mengkilat dan mengandung lapisan pengotor batubara lempung dan
batulanau dengan ketebalan sekitar 10-15 cm.

2.6. Iklim dan Curah Hujan
Daerah sekitar Tanjung Enim mempunyai dua musim, yaitu musim
penghujan, antara November sampai Maret dan musim kemarau antara April
0 0
sampai Oktober. Pada temperatur maksimum 38 C dan minimum 15 C. Dengan
metode penambangan terbuka seluruh aktivitas pekerjaan berhubungan langsung

Parameter kadar zat terbang antara 16 – 22% sedangkan nilai total kalorinya sama dengan spesifikasi Antracite maupun Batubara Bituminus. d. Jenis atau kualitas batubara yang diproduksi oleh PTBA-UPTE dibedakan berdasarkan permintaan pasar (konsumen) yang akan menggunakan produk tersebut yaitu: a. Kualitas batubara yang terdapat pada Penambangan Air Laya pada umumnya adalah Sub-Bituminus sampai Bituminus. alumina. AL-58.dengan udara bebas. yaitu batubara yang mempunyai nilai parameter kadar . yaitu jenis batubara yang mempunyai nilai parameter kadar zat terbang dibawah 15% (adb). Batubara Antracite (ANC) jenis AL-72. c. Sumberdaya. AL-52 dan AL-50. Batubara Bituminus tergolong jenis AL-67.AL-61. nikel (Aneka Tambang) dan sejenisnya. Jenis ini digunakan sebagai bahan bakar pada peleburan timah. besi. adalah batubara yang mempunyai kondisi fisik maupun kualitas berada diantara Batubara Bituminus dengan Antracite. dan total kalori diatas 6500 Kcal/kg (adb). AL-61. AL-55.sumberdaya terunjuk 289 juta ton dan sumberdaya terukur 197 juta ton serta total cadangan sebesar 2. sehingga iklim yang ada berdampak langsung pada operasional. AL-64 . Batubara Sub-Bituminus tergolong jenis AL-64.685 juta ton dan cadangan terbukti 1219 juta ton.705 juta ton untuk sumberdaya tereka 249 juta ton. b. dan total kalori diatas 7500 Kcal/kg (adb).904 juta ton dengan cadangan terkira 1. Batubara Dry Coal digunakan khusus untuk bahan blending guna memperoleh kualitas (peringkat) batubara yang sesuai dengan permintaan pasar. Batubara jenis ini dipakai untuk blending (menaikkan kadar/kualitas) dan juga digunakan sebagai bahan bakar pabrik semen atau dieksport. Dry Coal. Curah hujan rata-rata pada bulan Maret 2017 adalah (Lampiran B) 2.7. Untuk di Pertambangan Air laya sumberdaya terukur sebesar 197 juta ton dan Cadangan terbukti 174 juta ton. yaitu batubara yang mempunyai nilai parameter kadar zat terbang diatas 23% (adb). Cadangan dan Kualitas Batubara PT Bukit Asam memiliki total sumberdaya sebesar 4.

ar)  BB-50(4901-5200 kkal/kg..ar) Air Laya  AL-50(4901-5200 kkal/kg. 2.8. yang disebabkan oleh adanya intrusi batuan beku di beberapa tempat yang muncul di permukaan sebagai andesit. pabrik kertas.ar)  MT-46(4601-4900 kkal/kg. briket. industri kecil dan sejenisnya. Mine Brand PTBA Mine Brand adalah penggolongan kualitas batubara berdasakan lokasi penambangan batubara sebelum dipasarkan.ar) sub bitu  AL-52(5201-5500 kkal/kg. Secara umum.ar)  MT-50(4901-5200 kkal/kg. dapat digolongkan berdasarkan tingkatan kelas batubaranya sebagai berikut : MEREK PRODUK BATUBARA (COAL BRAND) PTBA 1. Banko Barat  BB-46(4600-4900 kkal/kg.ar)  BB-52(5201-5500 kkal/kg. Pengklasifikasian batubara bertujuan untuk mengetahui tingkatan kelas batubara dan kualitasnya.ar) Muara Tiga Besar  MT-44(4400-4600 kkal/kg. dan total kalori 5000 . Hal ini terjadi karena pemanasan oleh intrusi mengakibatkan keluarnya kandungan air dari batubara sehingga terjadi penipisan.40% (ar). Perbedaan tumbuhan asal dalam suatu cekungan pembentukan batubara dan proses pembatubaraan (coallification) yang terjadi menyebabkan batubara yang terbentuk belum tentu sama kualitasnya. Klasifikasi dan Kualitas Batubara Batubara di Tanjung Enim memiliki kualitas yang bermacam-macam. zat terbang antara 15% .ar) sub bitu . kualitas batubara di PT Bukit Asam (Perseo) Tbk.6500 Kcal/kg (ar) untuk bahan bakar PLTU.

02.ar)  Bukitasam-64(6300-6500 kkal/kg.5.ar) 2. Market Brand batubara tambang air laya.ar)  AL-61(6101-6400 kkal/kg. PT.ar)  AL-72(7101 < kkal/kg.ar)  AL-64(6401-6700 kkal/kg.ar)  AL-58(5801-6100 kkal/kg.ar) Sumber : SK Direksi Nomor :093/KEP/Int-0100/PB.ar)  Bukitasam-55(5400-5600 kkal/kg.ar)  AL-67(6701-7100 kkal/kg..ar)  Bukitasam-50(4900-5100 kkal/kg.  AL-55(5501-5800 kkal/kg.03/2015 Gambar 2. Market Brand PTBA Market Brand adalah penggolongan kualitas batubara untuk dipasarkan  Bukitasam-45(4400-4600 kkal/kg. Bukit Asam .

- 3 Bituminous Coal A High Volatile . Bituminous 1 Low Volatile Bituminus 58. Tabel 2. MT. Penggolongan Kualitas Batubara PT. AL.Bituminous Coal AL-50.1. BA Lokasi Antrasit 1 Meta Antrasite . - AL-72.Bituminous Coal 50. - 5 Bituminous Coal Sub. AL.Bituminous Coal MT-44. - 2 Bituminus High Volatile . AL. - AL-55. MTB 2 B 46. BB-52 Barat Sumber : Analisa Penulis . BA UPTE ( ASTM ) Kelas Grup Jenis PT.Kendi Medium Volatile . MT-50 BB-46.Banko 3 Sub. BB.Suban 2 Antrasite 67 3 Semi Antrasite . AL-55 Sub.Air Laya SubBituminus 1 A 52.AL-61 Bkt. - 4 Bituminous Coal B High Volatile .Air Laya.

badan ini mengeluarkan suatu ketetapan mutu batubara yang ada di setiap daerah yang sedang ataupun mau di tambang oleh PT. hal ini disebabkan adanya intrusi batuan beku permukaan andesit disekitar Air Laya. Setelah melakukan penelitian terhadap batubara yang terdapat di daerah penambangan PT. Ketebalannya sangat bervariasi. Pemanasan lapisan ini menyebabkan rank batubara Air Laya naik.Tbk maupun Sukon yang ada di PT. Penggolongan kualitas batubara yang terlihat pada tabel diatas dibuat oleh ASTM ( Lampiran J ).Bukit Asam (Persero). Secara umum kualitas yang dijumpai di Air Laya dan sekitarnya adalah Sub-Bituminus sampai Semi-Antrasit. Batubara Air Laya memiliki jenis dan kualitas yang beragam.Tbk. Badan ini melakukan penelitian terhadap batubara yang terdapat di wilayah penambangan PT.Tbk.Tbk.Bukit Asam (Persero).Bukit Asam (Persero).Bukit Asam (Persero). Akibat adanya pemanasan batubara oleh intrusi menyebabkan kandungan air dalam (inherent moisture) batubara berkurang serta terjadi penipisan lapisan. dimana lapisan batubara semakin menipis mendekati daerah intrusi dan menebal ke arah menjauhi daerah intrusi. .

Dalam tambang terbuka memiliki beberapa cara penambangan salah satunya (open pit mining). Penambangan adalah bagian kegiatan usaha pertambangan untuk memproduksi mineral dan/atau batubara dan mineral ikutannya. Dalam kegiatan Pertambangan batubara terdapat dua cara penambangan batubara yaitu cara tambang dalam (Underground Mining) dan cara tambang terbuka (Surface Mining). konstruksi. Penggalian batubara 5. pertambangan adalah kegiatan pengusahaan mineral dan batubara yang didalamnya terdiri atas tahapan kegiatan penyelidikan umum. penambangan. Terdapat dua cara penambangan yaitu cara penambangan kombinasi backhoe dan truck (conventional system) dan sistem menerus (continous mining) dengan menggunakan Bucket Wheel Excavator (BWE).1 Tahapan Kegiatan Penambangan Tahapan kegiatan penambangan meliputi : 1. Pembersihan lahan (land clearing) 2. serta pascatambang. eksplorasi. Pengupasan overburden 4. Pengupasan top soil 3. Menurut Arif Irwandy (2002). yaitu tambang terbuka (surface mining) dan tambang bawah tanah (underground mining). gambut. pengolahan dan pemurnian. BAB 3 TINJAUAN PUSTAKA Dalam Undang-Undang Mineral dan Batubara No. Pemuatan (laoding) dan pengangkutan (hauling/shipping) 22 Universitas Sriwijaya . Pertambangan batubara adalah pertambangan endapan karbon yang terdapat di dalam bumi. studi kelayakan. Secara umum sistem penambangan dibagi atas dua. Menurut Sukandarrumidi (2008). termasuk bitumen padat. dan batuan aspal. 3. pengangkutan dan penjualan. (open pit mining) adalah bukaan di permukaan bumi untuk endapan batubara atau bijih yang terletak pada suatu daerah yang datar atau lembah dengan medan kerja digali ke arah bawah sehingga akan membentuk semacam cekungan atau pit.4 Tahun 2009.

backhoe. Dalam spesifikasi pekerjaan yang tersedia.2. seperti misalnya pohon harus ditumbangkan berikut tunggul (bonggolnya) dengan mengupayakan kerusakan top soil sekecil mungkin. 2003) : a. Pengupasan Tanah Pucuk (Top Soil) Tanah pucuk (top soil) adalah bagian dari lapisan tanah yang letaknya paling atas dan kaya akan unsur hara dan humus. biasanya disebutkan persyaratan – persyaratan tertentu.5 m. 3. dan truck. yaitu pada kedalaman dimana telah sampai di lapisan Universitas Sriwijaya . guna untuk keperluan reklamasi sehingga kondisi permukaan tanah bisa dilakukan penanaman kembali. kayu-kayu yang produktif harus dipotong menjadi 2 atau 4 bagian yang kelak dapat dimanfaatkan bagi keperluan transmigran dan sebagainya. Pembersihan Lahan (Land Clearing) Umumnya proses pekerjaan land clearing dilakukan dengan memperhatikan lahan dan peralatan yang tersedia. b. Underbrushing Underbrushing adalah sebuah kegiatan yang lebih menjurus kepada pembabatan pepohonan yang berdiameter maksimum 30 cm dengan tujuan untuk mempermudah pelaksanaan penumbangan pepohonan yang lebih besar. Pengupasan top soil ini dilakukan sampai pada batas lapisan sub soil. c.1.1. 23 3. Top soil yang dikupas selanjutnya dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara atau langsung dipindahkan ke timbunan. Felling / cutting Adalah kegiatan penumbangan pepohonan yang berdiameter lebih dari 30 cm.1. Kegiatan pengupasan tanah pucuk ini dilakukan pada kondisi berupa rona awal yang asli (belum pernah digali) dengan menggunakan alat-alat mekanis berupa bulldozer. Tanah pucuk umumnya memiliki ketebalan + 0. Pilling Kegiatan pengumpulan kayu-kayu yang kemudian dikumpulkan menjadi tumpukan-tumpukan kayu pada jarak tertentu. Proses pengerjaan land clearing meliputi (Tenrieajeng.

Letaknya mendatar (horizontal). 3. Tanah penutup yang tebal.1. Benching System Cara pengupasan lapisan tanah penutup dengan sistem jenjang (benching) ini yaitu pengupasan lapisan tanah penutup yang disertai pembuatan jenjang. Tanah pucuk yang telah terkupas selanjutnya ditimbun dan dikumpulkan pada lokasi tertentu yang dikenal dengan istilah top soil bank. Cara back filling digging method cocok untuk tanah penutup yang bersifat: a. Sistem ini cocok untuk : a. b. c. Pengupasan Overburden Pengupasan overburden yaitu kegiatan pemindahan suatu lapisan tanah atau batuan yang berada diatas cadangan bahan galian.batuan penutup. Material atau batuannya lunak. Tujuan pengupasan overburden adalah untuk membuang material atau tanah penutup di atas endapan bahan galian tambang sehingga hasil bahan galian tambang dapat diambil dengan bersih tidak tercampur tanah atau pengotor lainnya.3. Penebaran kembali tanah pucuk dilakukan dengan ketebalan antara 20 – 30 cm diatas lahan yang telah di tata dan dirapikan agar bebas erosi. Tidak diselangi oleh endapan batubara bercabang (hanya ada satu lapis). . Untuk selanjutnya tanah pucuk yang terkumpul di top soil bank yang pada saatnya nanti akan dipergunakan sebagai pelapis teratas pada lahan disposal. Back Filling Digging Method Pada cara ini tanah penutup dibuang ke tempat endapan batubara yang sudah digali (back filling). b. Material cukup keras c. Adapun pola teknis dari pengupasan overburden yaitu : 1. 2. agar bahan galian tersebut menjadi tersingkap. mengurangi biaya pengolahan dan mempermudah kegiatan penambangan. Peralatan yang digunakan adalah back hoe dan diangkut oleh dump truck. Bahan galian atau lapisan endapan yang juga tebal.

3. material yang kompak (compacted material). misalnya: tanah liat atau lempung (clay) yang basah dan lengket dan batuan yang sudah lapuk (wheathered rock). Sukar digali atau keras (hard digging) misalnya: batu sabak (slate). misalnya: batuan beku segar (fresh igneous rock) dan batuan malihan segar (fresh metamorfic rock). 1. Pengelompokkan tersebut yaitu sebagai berikut. Sistem ini cocok untuk tanah penutup yang materialnya lunak dan lepas (loose). dan breksi (breccia). konglomerat (conglomerat). Sebelum dilakukan coal getting. tetapi bisa juga tanah penutupnya dihabiskan terlebih dahulu. dan pasir lempungan (clayed sand). Penggalian Batubara Kegiatan penggalian batubara yang sudah tersingkap setelah tanah penutupnya dibuang disebut coal getting. Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging). Sangat sukar digali atau sangat keras (very hard digging) atau batuan segar (fresh rock) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali. 3. batuan sedimen (sedimentary rock). Agak keras (medium hard digging).1. Kegiatan coal getting dilakukan dengan kombinasi alat gali muat berupa backhoe dan alat angkut berupa dumptruck. 2. misalnya: tanah atas atau top soil. 3. terlebih dahulu dilakukan kegiatan coal cleaning. Tenrianjeng (2003) mengelompokkan material yang akan digali berdasarkan kekerasannya. pasir (sand).4. kemudian baru bahan galiannnya ditambang. 4. Drag Scraper System Cara ini biasanya langsung diikuti dengan pengambilan bahan galian setelah tanah penutup dibuang. lempung pasiran (sandy clay). Pengelompokkan tersebut bertujuan untuk menyesuaikan alat mekanis dan metode yang akan digunakan untuk proses pengupasan material penutup dari bahan galian tambang yang akan diambil. Kegiatan coal cleaning ini adalah untuk membersihkan pengotor yang berasal dari permukaan batubara (coalface) yang berupa material sisa tanah penutup yang .

1973) Klasifikasi Kuat Tekan (Mpa) Sangat Keras 250-700 Keras 100-250 Keras Sedang 50-100 Lunak 25-50 Sangat Lunak 1-25 3.masih tertinggal sedikit.1. Bieniaswski (1973) mengklasifikasi kekerasan suatu batuan berdasarkan nilai kuat tekannya yang dimulai dari tingkat kekerasan yang sangat lunak sampai tingkat kekerasan yang sangat keras (Tabel 3. dan longsoran). alat gali muat tidak langsung melakukan proses penggalian pada lapisan batubara. dan sebagainya). Kegiatan pembongkaran dapat dilakukan dengan ripping. atau ke suatu tempat penimbunan material (stockyard). Tabel 3. yang dimuatkan pada alat angkut (hauling equipment).1. air hujan. 2005). ke dalam suatu penampungan atau pengatur aliran material (hopper. Ripping atau menggaru adalah metoda untuk memecah batubara dari kondisi insitu menjadi kondisi loose dengan menggunakan dozer yang dilengkapi oleh ripper. Ukuran dan tipe dari alat muat yang dipakai harus sesuai dengan kondisi lapangan dan keadaan alat angkutnya (Indonesianto. Pemuatan (Loading) dan Pengangkutan (Hauling) Menurut Partanto dalam Ensiklopedia Pertambangan Edisi 3 (2000). namun akan dilakukan kegiatan pembongkaran/pemberaian dari lapisan batubara untuk memudahkan alat gali muat melakukan pekerjaannya. feeder. Setelah coal cleaning. dragline. pemuatan adalah kegiatan untuk mengambil dan memuat material ke dalam alat angkut. backhoe.1). serta pengotor lain yang berupa agen pengendapan (air permukaan. Proses pemuatan material hasil galian dilakukan oleh alat muat (loading equipment) seperti powershovel. Klasifikasi Kuat Tekan Batuan (Bieniaswski. bin.. .5. Kegiatan coal cleaning biasanya menggunakan backhoe dengan kapasitas bucket yang kecil dan dilengkapi dengan flat pada bucket contohnya Komatsu PC200.

yaitu : . yaitu : a.yaitu : 1. selain daripada itu operator lebih leluasa untuk melihat bak dari alat angkut dan menempatkan material. Bottom Loading Kedudukan alat muat berada sejajar atau sama dengan alat angkut. Cara pemuatan material. (a) (b) Sumber: Aplication Engineering Dept.. cara pemuatan material oleh alat muat ke dalam alat angkut ditentukan oleh kedudukan alat muat terhadap material dan alat angkut. seperti yang diilustrasikan pada (Gambar 3.3 (a)). b. Posisi pemuatan Posisi pemuatan dari alat muat terhadap front penggalian dan posisi alat angkut terhadap alat muat.1 Top loading (a) dan bottom loading (b) 2. Cara ini hanya dipakai pada alat muat backhoe. PT United Tractors Tbk.Pola pemuatan pada operasi pengangkutan di tambang terbuka dikelompokkan berdasarkan keadaan yang ditunjukkan oleh alat gali muat dan alat angkut. 2012 Gambar 3. Dapat dibedakan menjadi tiga.3 (b)). Cara ini dipakai pada alat muat Power Shovel (Gambar 3. Top Loading Kedudukan alat muat berada diatas tumpukkan material atau berada diatas jenjang). Cara pemuatan material dibagi menjadi dua.

Frontal cuts Back hoe berhadapan dengan muka jenjang atau front penggalian. yaitu: 1) Singgle Spotting atau Singgle Truk Back Up Truk kedua menunggu selagi alat muat memuat ke truk pertama. Saat truk kedua dimuat. Pola pemuatan berdasarkan posisi pemuatan. Pada pola ini back hoe memuat pertama pada dump truck sebelah kanan sampai penuh dan berangkat. truk ketiga datang dan langsung berputar dan mundur kearah alat muat. Gambar 3. truk kedua berputar dan mundur. Paralel cut Paralel cut terdiri dari dua metode berdasarkan cara pemuatannya. setelah itu dilanjutkan pada dump truck sebelah kiri b. dan seterusnya. demikian seterusnya.2. alat muat mengisi truk kedua dimuati. a. Drive by Cut Back hoe bergerak melintang dan sejajar dengan front penggalian. truk ketiga datang dan melakukan manuver. setelah truk pertama berangkat. Pola ini ditetapkan jika lokasi pemuatan memiliki dua akses dan berdekatan dengan lokasi penimbunan c. . Begitu truk pertama berangkat. 2) Double Spotting atau Double Truck Back Up Truk memutar dan mundur ke salah satu sisi alat muat selagi alat muat memuati truk pertama.

Kapasitas dari alat angkut (hauling equipment) 4. 2005). rear dump. Untuk material lapisan tanah penutup (overburden) diangkut ke waste dump. termasuk kapasitasnya 2. Adapun hal yang mempengaruhi produksi (output) alat muat (loading equipment) adalah: 1. Produksi (output) dari pekerjaan pengangkutan ini dipengaruhi oleh: 1. Kondisi jalan angkut 2. 2005). Dumping Menurut Indonesianto (2005). Pengalaman dan kemampuan operator Hauling merupakan pekerjaan pengangkutan material hasil galian. Pola tersebut menyesuaikan dengan kondisi lapangan serta alat mekanis yang digunakan dengan asumsi bahwa setiap alat angkut yang datang. mangkuk (bucket) alat gali muat sudah terisi penuh dan siap ditumpahkan. Kemampuan operator alat angkut 3. motor scrapper ataupun wheel loader serta bulldozer apabila jarak angkut kurang dari 100 meter(Tenriajeng. Kegiatan hauling dilakukan dengan menggunakan pola tertentu. dumping merupakan kegiatan penimbunan material yang dipengaruhi oleh kondisi tempat penimbunan. Jenis/tipe dan kondisi alat muat. sedangkan untuk batubara diangkut menuju stockpile dengan menggunakan alat angkut (hauling equipment) (Indonesianto. Jenis/macam material yang akan dikerjakan 3. Pengangkutan dapat dilakukan dengan menggunakan dump truck. Untuk material overburden ditimbun di lokasi penimbunan (waste dump). 2003). atau bottom dump).1. Hal-hal lain yang berpengaruh terhadap kecepatan dari alat angkut (hauling equipment) 3.6. sedangan untuk batubara ditimbun di stockpile (Indonesianto. . Pola pemuatan yang digunakan 5. mudah atau tidaknya manuver alat angkut tersebut selama melakukan penimbunan. Pekerjaan penimbunan dipengaruhi oleh: 1. Cara melakukan penimbunan (side dump.

grader.2. Peralatan Pemindahan Tanah Mekanis Dalam kegiatan pemindahan tanah mekanis terutama pada kegiatan penambangan terdapat beberapa jenis alat utama yang umum dipakai antara lain alat pemuatan (excavator). . R. dan alat pendukung seperti bulldozer.3. alat angkut (dumptruck). 2006). 3.1.L. 2. Gambar 3. Penugasan dari excavator terbagi menjadi dua yakni backhoe dan power shovel (Peurifoy. Bagan alir ikhtisar sistem kerja pemindahan tanah (Tenriajeng.2. 2003). Excavator Excavator pada umumnya dioperasikan dengan memanfaatkan tenaga hidrolik sehingga disebut juga hydraulic excavator. compactor dan bucket wheel excavator. 3. Kondisi dari material yang akan ditumpahkan (fragmentasi dan kelengketannya).

A. Pergerakan penggalian dari konfigurasi. (a) (b) Gambar 3. Dump truck digunakan untuk . A. Dalam konfigurasi lainnya yaitu power shovel utamanya digunakan untuk penggalian material keras dengan mengarah ke atas dan pemuatan material pada alat angkut. Dalam konfigurasi ini.4. Dengan kemampuan ini backhoe dapat melakukan penggalian paritan dan dasar pit. backhoe memiliki ukuran boom lebih panjang. (a) backhoe dan (b) power shovel 3.2.T. Pergerakan penggalian dari kedua konfigurasi hydraulic excavator (Gambar 3. cycle time lebih lama namun kapasitas bucket yang lebih besar (Tenriajeng. Dump truck Alat angkut yang umum digunakan yaitu dump truck (Gambar 3.2. 2003).T. Dalam konfigurasi ini.3) karena lebih fleksibel. cycle time yang lebih pendek dikarenakan pergerakan swing lebih cepat. Konfigurasi backhoe utamanya digunakan untuk penggalian yang mengarah ke bawah dari permukaan tanah. namun dengan ukuran kapasitas bucket kecil (Tenriajeng. 2003). artinya dapat dipakai untuk mengangkut bermacam-macam material dengan berat muatan yang berubah-ubah.2) hanya dibedakan dari arah menggalinya yaitu untuk backhoe mengarah ke bawah sedangkan untuk power shovel mengarah ke atas. power shovel memiliki boom yang lebih pendek.

yaitu 500 meter atau lebih (Tenriajeng. A. Cycle time dari truck memiliki empat komponen yaitu waktu muat.3. a.2. www. Jenis truck ini cocok untuk digunakan pada pengangkutan berbagai jenis material. Dump truck jenis ini memiliki rangka bagian kabin yang bersatu dengan bagian vessel-nya. waktu tumpah.com. 3.5.L. Articulated Dump Truck Dump truck jenis ini memiliki rangka bagian kabin terpisah dari kerangka bagian belakang atau vessel. 2003). Produktivitas dari truck tergantung dari kapasitas muatan dan jumlah putaran yang dapat dilakukan dalam satu jam berkaitan dengan cycle time. Rigid Dump Truck. (a) (b) Gambar 3. Berdasarkan bentuk kerangka. Articulated dump truck dirancang untuk kegiatan yang memerlukan tahanan gulir yang tinggi (high rolling resistance) dan di lokasi dimana rigid frame truck sulit bekerja (Peurifoy. Bulldozer Bulldozer merupakan salah satu alat berat yang mempunyai roda rantai dan mesin penggerak utama traktor yang dilengkapi dengan blade di depan dan ripper di belakang (Gambar 3. R. Alat ini digunakan pada pekerjaan serbaguna seperti .L. sehingga pergerakannya kurang fleksibel.memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh. 2006). b. dan waktu kembali (Peurifoy. 2006).T. jenis alat ini dapat dibedakan menjadi.4). sehingga dalam pengoperasiannya menjadi lebih fleksibel. Perbedaan jenis dump truck. R.komatsu. waktu angkut. (a) Rigid dump truck dan (b) Articulated dump truck (HD785-7 & HM400-2 specification.au).

mendorong. www. Pemeliharaan jalan kerja 7. A.6. maupun bebatuan.T.menggali. Menarik scraper 5. Merapikan bentuk timbunan 9. menggusur. 1. Pembersihan lahan (land clearing) dari kayu-kayu. A.au) 3. menarik beban. Menimbun kembali trencher 8. Grader Grader adalah alat yang biasa digunakan sebagai penunjang aktivitas penambangan yang dilengkapi dengan blade. Pembukaan jalan kerja (pioneering) di pebukitan maupun daerah bebatuan 3. 2003).T.komatsu. 2003). Menghamparkan tanah isian/ tanah pucuk 6. Dalam proyek pemindahan tanah. A.com. Memindahkan tanah dengan jarak kurang dari 100 meter 4. Melakukan penggaruan (untuk dozer dilengkapi ripper) Gambar 3.4. 2.2. . pohon. Dengan kerja dari alat ini maka akan mempengaruhi keadaan jalan angkut sehingga akan berpengaruh juga terhadap produktivitas dari alat angkut. Bulldozer (D375A-6 specification. dan lain-lain (Tenriajeng. Alat ini termasuk dalam alat penunjang kegiatan penambangan. 2003 ). menimbun.T. Alat ini digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan karena hasil galian tanah dari blade-nya yang sedikit sehingga cocok untuk pekerjaan pemerataan jalan (Tenriajeng. bulldozer umumnya digunakan pada pekerjaan sebagai berikut (Tenriajeng. meratakan.

Jenis ini dibedakan lagi menjadi beberapa macam.7. Pneumatic tired rollers (penggilas roda ban angin). Pada dasarnya tipe dan jenis compactor adalah sebagai berikut. 2003). 2003 ) 3. 3. A. ada juga yang ditarik dengan alat alat penarik seperti bulldozer.Gambar 3.6). atau bisa menggunakan mesin penarik sendiri (Gambar 3. Vibratory rollers (penggilas getar) . Jenis rodanya bisa terbuat dari besi seluruhnya atau ditambahkan pemberat berupa air atau pasir. Vibratory plate compactor (alat pemadat-getaran) 5. Compactor tergolong dalam alat penunjang kegiatan penambangan.5. Compactor Compactor digunakan untuk memadatkan tanah atau material sedemikian hingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan (Tenriajeng. maka terdapat three whell rollers dan tandem rollers 2. A. Sheep foot type rollers 4.T. jika ditinjau dari cara pengaturan rodanya. bisa terbuat dari karet (berupa roda ban) dengan bentuk sheep foot.T. Smooth steel rollers (penggilas besi dengan permukaan halus).2. 1. Grader (Tenriajeng. biasanya alat ini bekerja berpasangan dengan grader dalam hal melakukan pembukaan ataupun kegiatan perawatan jalan.

Gambar 3. BWE hanya digunakan sebagai alat transportasi batubara untuk dibawa dari temporary stockpile menuju ke stockpile utama yang dihubungkan dengan belt conveyor sebagai alat angkutnya. 2005).9.2. Bucket Wheel Excavator Bucket wheel excavator (BWE) adalah alat gali muat yang dapat juga merangkap sebagai alat angkut. A. 2005) . Boom beserta mangkuk-mangkuk yang berputar pada roda itu ditekan ke arah material yang digali.8. 2005).6. baik itu berupa lapisan tipis maupun lapisan yang tebal. Bucket Wheel Excavator (Thompson. terutama jika berupa tanah. Penggalian oleh BWE dilakukan oleh sebuah boom yang pada ujungnya terdapat roda besar yang sekelilingnya dipasang mangkuk-mangkuk. Compactor (Tenriajeng. pasir. alat ini sesuai untuk digunakan pada material tanah penutup.Gambar 3. BWE biasanya dipasangkan dengan belt conveyor untuk mengangkut material hasil dari galian BWE menuju ke stockpile ((Indonesianto. 2003) 3. Namun dapat juga menggali lapisan batubara yang telah dilakukan pembongkaran terlebih dahulu oleh alat mekanis lainnya (Indonesianto. maupun material serpihan yang lunak. Pada lokasi Suban Tambang Air Laya Selatan.T. lempung. RJ.

Ketidaksesuaian alat dengan kondisi medan kerja menimbulkan kerugian karena banyak waktu yang hilang. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Alat Pemindahan Tanah Mekanis Dalam menentukan kemampuan produksi alat gali muat dan alat angkut yang digunakan dalam kegiatan penambangan perlu diperhatikan faktor-faktor . 3. Pengembangan dan penyusutan material (Lampiran C) Pengembangan dan penyusutan material adalah perubahan volume material apabila material tersebut digali/dipindahkan dari tempat aslinya. Altitute (ketinggian tempat kerja) berpengaruh terhadap kerja mesin.3. Kondisi Medan Kerja Alat yang digunakan pada medan kerja yang berbatu dan bergelombang akan sangat lain dengan alat yang digunakan pada medan kerja yang lunak maupun berlumpur. Material yang keras akan lebih sulit dibongkar atau digali dengan menggunakan alat mekanis. 3. Kekerasan dari material Kekerasan material akan berpengaruh terhadap mudah tidaknya material tersebut dapat dibongkar. b.3. 2. Jenis material yang dimaksud adalah sifat-sifat fisik dari material yaitu: a. semakin besar kapasitas alat semakit sedikit jumlah alat yang dibutuhkan untuk memenuhi target produksi. semakin tinggi altitude tekanan udara makin berkurang dari pengalaman diketahui bahwa tenaga mesin diesel akan berkurang 3% setiap naik ketinggian 1000 feet. Kapasitas Alat Kapasitas alat berkaitan dengan jumlah alat yang dibutuhkan untuk memenuhi target produksi. Jenis Material Yang Akan Ditangani. c.4. Bentuk material Bentuk material ini didasarkan pada ukuran butir material yang akan mempengaruhi susunan butir-butir material dalam suatu kesatuan volume atau tempat. Faktor Pemilihan Alat Gali Muat dan Alat Angkut Faktor-faktor dalam pemilihan alat mekanis yaitu : 1.

2. (Lampiran D) Untuk mengetahui waktu edar alat gali muat dan alat angkut diperoleh dengan cara pengamatan di lapangan. Hal ini tentunya akan menyebabkan menurunnya produktivitas alat. Efisiensi dan kinerja alat dipengaruhi juga oleh ketinggian. Kemiringan jalan. Lokasi Kerja a. Besar kecilnya waktu edar tergantung pada jumlah komponen yang ada dan waktu yang diperlukan oleh masing-masing komponen tersebut. waktu perjalanan isi.4. Faktor-faktor tersebut adalah: 3. dan waktu mengayun kosong (Subhan. b. Setiap alat memiliki komponen waktu edar yang berlainan.4. Keadaaan jalan akan mempengaruhi daya angkut dan alat angkut yang dipakai. yaitu : . Bila jalan baik tentunya kapasitas angkut akan baik pula. 3. 2014). Kesalahan pada saat penentuan kemiringan jalan akan menambah ongkos pengangkutan karena material yang dipindahkan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Ketinggian. kinerja alat berkurang 3% setiap naik 1000 ft dari permukaan air laut. Begitu pula dengan kondisi kemiringan jalan. dan waktu manuver (Zailani. kemiringan akan mempengaruhi waktu pengangkutan yang diperlukan untuk satu kali edar (cycle time). waktu perjalanan kosong. waktu mengayun isi. Hal itu disebabkan semakin berkurangnya jumlah oksigen di tempat yang lebih tinggi sehingga mesin tidak bekerja secara optimal. Sedangkan waktu edar alat angkut yaitu waktu yang dibutuhkan alat angkut untuk proses pengangkutan material yang meliputi waktu pengisian.yang berpengaruh terhadap produksi alat-alat tersebut. waktu penumpahan.1. Waktu Edar (Cycle Time) Alat Gali Muat dan Alat Angkut Waktu edar adalah waktu yang digunakan oleh alat mekanis untuk melakukan satu siklus kegiatan. waktu menumpahkan material.2014). Waktu edar alat gali muat yaitu waktu yang dibutuhkan alat gali muat dalam melakukan pemuatan material ke dalam alat angkut dalam satu siklus yang terdiri dari waktu menggali.

......1) (Sumber :Specifications & Application Handbook Edition 30........... 2009) Keterangan : CT Loading = waktu edar alat gali muat (detik) Texcavate = waktu menggali material (detik) Tswing loaded = waktu putar dengan bucket terisi/swing loaded (detik) Tdumping = waktu menumpahkan muatan (detik) Tswing empty =waktu putar dengan bucket kosong/swingempty (detik) 2.. adalah berat muatan ditambah berat alat dalam keadaan tanpa muatan yang akan berpengaruh terhadap kelincahan gerak alat yang otomatis berpengaruh dalam kecepatan kerja alat........... (3. CT dumptruck= Ta1 + Ta2 + Ta3 + Ta4+ Ta5+ Ta6. 2009) Keterangan : CT dumptruck = Waktu edar alat angkut (detik) Ta1 = Waktu mengambil posisi untuk dimuati (detik) Ta2 = Waktu diisi muatan (loading) (detik) Ta3 = Waktu mengangkut muatan (detik) Ta4 = Waktu mengambil posisi untuk penumpahan (detik) Ta5 = Waktu pengosongan muatan (detik) Ta6 = Waktu kembali kosong (detik) Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi waktu edar alat mekanis antara lain : a........... waktu edar alat gali muat diperoleh dari persamaan berikut: CT Loading = Texcavate+ Tswing loaded+ Tdumping+ Tswing empty ..... Berat alat... .... Waktu edar alat gali muat Dalam Specifications & Application Handbook Edition 30 (2009)..2) (Sumber :Specifications & Application Handbook Edition 30........ (3........... waktu edar alat angkut (dumptruck)dirumuskan sebagai berikut..1..... Waktu edar alat angkut Dalam Specifications & Application Handbook Edition 30 (2009)..........................

4.4. Efisiensi Kerja Efisiensi kerja adalah penilaian terhadap pelaksanaan suatu pekerjaan atau merupakan perbandingan antara waktu yang dipakai untuk bekerja dengan waktu yang tersedia (Ilahi. karena semakin jauh jarak jalan maka waktu edar alat angkut akan semakin besar. Karena semakin baik kemampuan operator dan semakin lincah operator mengoperasikan peralatan maka akan memperkecil waktu edar dari peralatan tersebut.4. Peralatan Kemampuan alat merupakan faktor yang menunjukkan kondisi alat-alat mekanis yang digunakan dalam melakukan pekerjaan dengan memperhatikan kehilangan waktu selama waktu kerja dari alat yang tersedia. karena hal tersebut berpengaruh dalam kinerja alat dan cocok atau tidaknya alat digunakan di lokasi tersebut. dan ketersediaan alat (Tenriajeng. selain alat yang akan digunakan juga disesuaikan dengan target produksi agar produksi yang di in- ginkan tercapai.3. Efisiensi kerja dipengaruhi oleh faktor efisiensi waktu. pengalaman kerja yang lama otomatis akan membuat operator terbiasa selain itu pelatihan untuk operator akan meningkatkan kinerja dan pengetahunnya akan alat kerjanya. Jarak jalan angkut juga mempengaruhi. efisiensi alat. sebaliknya jalan yang rusak akan menghambat kerja alat dan membuat waktu edar meningkat. tempat kerja yang luas dan kering akan meningkatkan kelancaran dan keleluasaan gerak alat dan akan memperkecil waktu edar. 3. Kondisi tempat kerja. Jadi jalan angkut harus dibuat secara efisien dalam jarak dan kemiringan untuk mengoptimalkan waktu edar. 3. Kondisi dan jarak jalan angkut. kinerja operator. Karena suatu alat tidak bisa digunakan di semua tempat. meliputi kemiringan dan lebar jalan angkut baik di jalan lurus maupun di tikungan sangat berpengaruh terhadap lalu lintas jalan angkut. Keterampilan dan pengalaman operator. . c. Kemampuan alat merupakan salah satu hal yang mempengaruhi produksi. b.2014). d.

.. Waktu Repair Waktu repair merupakan waktu perbaikan peralatan mekanis pada saat jam operasi penambangan berlangsung.. 2002).3) (Sumber :Hartman.. 2002).......2.Sedangkan menurut Hartman (2002). (3... Sedangkan waktu delay merupakan waktu hambatan seperti waktu pengisian bahan bakar.. Waktu Kerja Waktu kerja merupakan waktu yang digunakan alat untuk beroperasi.......... pemindahan alat. dimulai dari awal hingga akhir....... Menentukan efisiensi kerja secara teoritis (Spesification and Aplication Handbook Komatsu Edition 31) Kondisi Medan Effisiensi Kerja (%) Baik 83 Sedang 75 Agak Buruk 67 Buruk 58 .. Waktu Standby Waktu standby merupakan waktu dari peralatan mekanis yang tidak dapat digunakan..... pemeriksaan mesin.... Menurut Hartman (2002).... 3. efisiensi kerja dapat dihitung dengan menggunakan persamaan : .......... menunggu perbaikan jalan.. 2002) Tabel 3.. termasuk waktu perawatan dan waktu menunggu suku cadang alat (Hartman.2003). Waktu efektif merupakan waktu yang benar-benar digunakan peralatan untuk beroperasi... Pada waktu kerja terdapat beberapa variabel yaitu waktu efektif dan waktu delay......... 2. 2002). terdapat 3 komponen waktu efisiensi kerja yaitu : (Lampiran E) 1. dan kondisi cuaca (Hartman. namun alat tidak rusak dan dapat beroperasi (Hartman...

Besarnya waktu yang tersedia ini dalam kenyatannya belum dapat digunakan seluruhnya untuk produksi (kurang dari 100%).4. antara lain: 1. pengisian bahan bakar. Dapat disimpulkan bahwa panas dan dingin (suhu) akan mengurangi efisiensi kerja daripada alat tersebut. (Tabel 3. sehingga alat – alat tidak dapat bekerja dengan baik. Hambatan – hambatan yang terjadi Dalam kenyataan di lapangan akan terjadi hambatan-hambatan baik yang dapat dihindari ataupun yang tidak dapat dihindari misalnya kerusakan alat dan kinerja operator. 3. dan peremukan. 3. Waktu kerja nyata yang terjadi Waktu kerja penambangan adalah jumlah hari kerja yang digunakan untuk melakukan kegiatan penambangan yang meliputi penggalian. Berdasarkan pengalaman. (Lampiran D) Beberapa faktor yang mempengaruhi penilaian terhadap efisiensi kerja. kondisi cuaca akan sangat berpengaruh pada lokasi penambangan. hal ini akan membuat pandangan para operator terhambat. Sehingga karena hal-hal tersebut. berpengaruh terhadap besar kecilnya efisiensi kerja. . Efisiensi kerja semakin besar apabila banyaknya waktu kerja nyata untuk penambangan semakin mendekati jumlah waktu yang tersedia.2). pemuatan. pengangkutan. service berkala dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena adanya hambatan-hambatan yang terjadi selama alat mekanis tersebut berproduksi. 2. Sebaliknya pada musim panas akan membuat lapangan berdebu. jika waktu kerja efektif yang digunakan sebesar 83% maka sudah dapat dianggap sama dengan efisiensi kerja yang baik sekali. Jam perawatan (repair hours) Waktu kerja yang hilang karena menunggu saat perbaikan termasuk juga waktu untuk penyediaan suku cadang (spare parts).5 Cuaca Cuaca adalah kondisi alam yang tidak bisa ditentukan oleh manusia. pada cuaca hujan dimana keadaan lokasi akan membuat lapisan tanah menjadi lengket dan jalan menjadi licin. perawatan rutin. sangat jarang dalam satu jam operator betul-betul bekerja selam 60 menit.

kasar. 2. 2005).4.6 Keadaan Jalan Angkut Keadaan jalan akan sangat mempengaruhi kemampuan produksi alat angkut. Lebar Jalan Angkut Lebar jalan angkut disesuaikan dengan ukuran alat angkut terbesar yang digunakan dalam kegiatan penambangan. Kemiringan 1 %. Kemiringan jalan angkut dinyatakan dalam persen (%). halus. (Lampiran F) . lunak atau keras karena keadaan ini akan mempengaruhi besarnya rolling resistance (RR) yang dihasilkan oleh permukaan jalan angkut terhadap ban dari alat angkut. bergelombang. 3. Keadaan jalan angkut dilihat dari kondisinya apakah rata. Kemampuan produksi alat gali muat dan alat angkut dapat digunakan untuk menilai kemampuan kerja dari suatu alat. Selain itu. Beberapa geometri jalan yang penting diperhatikan untuk menunjang aktivitas produksi adalah sebagai berikut: 1. Kemiringan Jalan Kemiringan jalan angkut merupakan salah satu faktor yang perlu dikaji terhadap kondisi jalan tambang karena kemiringan jalan angkut mempengaruhi kemampuan alat angkut.3. 2005).5. Semakin besar hasil produksi suatu alat dalam waktu yang singkat berarti produktivitas alat tersebut juga akan semakin baik. baik saat pengereman maupun dalam mengatasi tanjakan (Indonesianto. keadaan jalan angkut dilihat juga dari geometrinya yaitu bentuk dan ukuran jalan yang sesuai dengan tipe alat angkut yang digunakan dan kondisi medan yang ada sehingga menjamin keselamatan dan keamanan operasi pengangkutan (Indonesianto. diartikan bahwa jalan angkut tersebut naik atau turun 1 meter atau 1 ft pada setiap 100 meter atau 100 ft jarak mendatar. Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Angkut Kemampuan produksi penambangan dapat diketahui dengan melakukan perhitungan kemampuan produksi alat mekanis masing-masing rangkaian kerja yang telah ditetapkan.

Swell Factor Dalam kegiatan ripping dan digging material. Secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut : I= (Vinsitu / Vloose) x 100 % .5.(3. Bucket Factor (Faktor Pengisian) Merupakan faktor yang membandingkan antara volume sebenarnya dari suatu bucket saat mengambil material dengan volume bucket sebenarnya..... Batuan insitu tersebut mengalami pengembangan. volume material yang diberikan perlakuan akan bertambah volumenya dari volume awal... Produktivitas Alat Gali Muat Kemampuan produktivitas alat gali muat merupakan besarnya produktivitas yang terpenuhi secara real oleh alat gali muat berdasarkan pada kondisi yang dapat dicapai...1..5) Keterangan : BF : Bucket Factor (%) V tertampung : volume yang tertampung oleh bucket (BCM) V teoritis : Volume kapasitas bucket ( BCM) .... Besar faktor pemuaian dapat diartikan sebagai ratio antara volume material insitu dengan volume material setelah penggalian. 1.4) Keterangan: I = swell factor (%) Vinsitu =Volume material insitu (BCM) Vloose = Volume material loose (LCM) 2..(3..3. (Lampiran D) Secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut: BF = (Vtertampung / Vteoritis) x 100% .

...2. 2005) berikut: (Lampiran G) n Kb Eff Fb Sf .....7) Q 60 Ct Keterangan: Q = Produktivitas alat angkut. bcm/jam atau ton/jam n = Frekuensi pengisian truck Kb = Kapasitas bucket specs alat Fb = Factor bucket Sf = Swell factor Eff = Effisiensi kerja alat Ct = Waktu edar alat angkut/dump truck.(3.. Produktivitas alat gali muat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut: (Lampiran G) Kb E ff Fb Sf .(3.. detik 3..5. Produktivitas Alat Angkut Produktivitas alat angkut dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (Indonesianto..6) Q 3600 Ct Keterangan: Q = Produktivitas alat muat... menit . bcm/jam atau ton/jam untuk batubara Kb = Kapasitas bucket specs alat Fb = Faktor bucket Sf = Swell factor Eff = Effisiensi kerja alat Ct = Waktu edar alat muat/excavator.. Menurut Indonesianto (2005)..

Faktor kerja alat gali muat dan alat angkut akan mencapai 100% jika MF = 1. 2005)... sedangkan bila MF < 1 maka faktor kerja alat angkut = 100% dan faktor kerja alat gali muat < 100% (alat loading menunggu alat angkut).9) Keserasian kerja antara alat gali muat dan alat angkut berpengaruh terhadap faktor kerja..(3. keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut perlu diperhatikan (Yanto Indonesianto... 2005).3..8) Keterangan: MF = Match Factor nH = Jumlah truk nL = Jumlah alat muat CtH = Waktu edar alat angkut (menit) CtL = Waktu edar alat muat (menit) f = Frekuensi pengisian truk (Indonesianto... 2005) Jika MF < 1 maka ada waktu tunggu (Wt) untuk alat gali muat.. . maka faktor kerja alat muat = 100% dan faktor kerja alat angkut < 100% (alat hauling antri). yaitu selama: ..... pada saat itu kemampuan alat muat akan sesuai dengan alat angkut (Indonesianto.(3... Untuk melihat keserasian kerja antara alat gali muat dan alat angkut digunakan persamaan berikut: .. Keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut akan terjadi pada saat harga MF = 1. Sebaliknya bila MF > 1.6 Faktor Keserasian Kerja (Match Factor) Pada kegiatan penambangan. Hubungan yang tidak serasi antara alat gali muat dan alat angkut akan menurunkan faktor kerja.

Kegiatan Penambangan Batubara pada Pit Taman Penambangan Air Laya UPTE PT Bukit Asam (Persero). Land Clearing Proses land clearing merupakan proses pembersihan lahan yang meliputi pohon-pohon dan semak-semak yang bertujuan untuk memudahkan kegiatan penambangan. Tanah pucuk ini nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk rencana reklamasi. Pada Pit Taman Penambangan Air Laya ini proses land clearing menggunakan bulldozer Komatsu D85 dan backhoe Komatsu PC200.1. BAB 4 PEMBAHASAN 4.2.1. Penanganan Tanah Pucuk (Top Soil) Penanganan tanah pucuk meliputi penggalian. Tbk. Kegiatan penambangan batubara pada Pit Taman Penambangan Air Laya dikerjakan oleh kontraktor PT Pamapersada Nusantara dengan sistem kontrak kerja site-contract dan diawasi oleh satuan kerja Pengawasan Penambangan Kontraktor (Wasnamtor) PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Kegiatan penambangan batubara pada Pit Taman Penambangan Air Laya UPTE PT Bukit Asam (Persero). pemuatan.1. Lalu tanah pucuk tersebut di- dumping dekat daerah disposal yang dianggap sudah final. Pada bulan Maret tidak terdapat lagi kegiatan land clearing pada Pit Taman Penambangan Air Laya. pengangkutan dan penimbunan tanah pucuk yang berupa tanah humus dan sebagian tanah penutup dengan menggunakan alat – gali-muat backhoe Komatsu PC800 dan alat angkut dumptruck UD CWB 45 dan highdumptruck 785 . Aktivitas penambangan pada Pit Taman Penambangan Air Laya meliputi: 4.1. 46 Universitas Sriwijaya . Tbk menggunakan sistem penambangan konvensional yaitu dengan menggunakan backhoe sebagai alat gali-muat dan dump truck sebagai alat angkut. 4.

Gambar 4. dan jumlah alat angkut yang dipasangkan dengan PC800 adalah sebanyak 6 unit dumptruck Komatsu HD785 dan 10 unit dumptruck UD CWB 45. Rencana penggalian overburden pada Pit Taman Penambangan Air Laya bulan Maret 2017 sebesar 1070. Penggalian overburden bertujuan untuk membuang atau membebaskan tanah dan material yang menutupi endapan batubara yang ingin ditambang.800 BCM.3. jadi total alat angkut Universitas Sriwijaya . Dapat dilihat pada Gambar 4.1.1 excavator backhoe sedang memuat overburden ke dalam dumptruck. Jumlah alat angkut yang dipasangkan dengan PC1250 adalah sebanyak 7 unit dumptruck Komatsu HD785.2 (a)) ke tempat penimbunan (disposal area) yang berjarak 3500 meter dan naf dimuat mengunakan dumptruck UD CWB 45 yang kemudian diangkut (Gambar 4.2 (b)) ke tempat penimbunan (disposal area) yang berjarak 1100 meter.1. 47 4. Penggalian dan pemuatan dikerjakan dengan alat gali-muat excavator backhoe Komatsu PC1250 sebanyak 3 unit dan PC800 sebanyak 2 unit. Pengupasan Tanah Penutup (Stripping Overburden) Setelah tanah pucuk dipisahkan. kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah pengupasan tanah penutup (overburden) dimana pada daerah Pit ini materialnya berupa tanah liat atau lempung (clay) yang basah dan lengket yang masuk dalam kategori material easy dan juga material berupa NAF (non acid forming) bersifat (soft soil) yang masuk dalam kategori easy. Pemuatan overburden ke dalam dumptruck Setelah itu overburden tersebut dimuat ke dalam dumptruck Komatsu HD785 yang kemudian diangkut (Gambar 4.

3). longsoran).2.1.oveburden pada Pit Taman Penambangan Air Laya adalah sebanyak 13 unit dumptruck Komatsu HD785 dan 10 unit dumptruck UD CWB 45 Overburden yang ditimbun di disposal area nantinya akan digunakan kembali untuk menutupi lubang bekas galian tambang dalam rencana reklamasi (a) (b) Gambar 4. Coal cleaning oleh excavator backhoe Komatsu PC200 . Pada lokasi ini coal cleaning dilakukan oleh excavator backhoe Komatsu PC200 (Gambar 4. air hujan. Coal Cleaning Maksud dari kegiatan coal cleaning ini adalah untuk membersihkan pengotor yang berasal dari permukaan batubara (coalface) yang berupa material sisa tanah penutup yang masih tertinggal sedikit. Gambar 4. Pengangkutan overburden dengan menggunakan dumptruck komatsu HD785 (a) dan pengangkutan overburden dengan menggunakan dumptruck UD CWB45 (b) 4. serta pengotor lain yang berupa agen pengendapan (air permukaan.3.4.

1.4. Gambar 4. Pemuatan batubara kedalam dumptruck adalah rata-rata 12 kali. Rencana produksi batubara pada Pit Taman Penambangan Tambang Air Laya pada bulan Maret 2017 sebesar 149. Gambar 4. Pemuatan batubara kedalam dumptruck. Ripping Batubara Kegiatan ripping pada batubara bertujuan untuk memberaikan batubara dari kondisi insitu menjadi kondisi terberai (looses).4.500 ton.4) menggunakan alat gali-muat 2 unit excavator backhoe Komatsu PC400. Pada Pit Taman Penambangan Air Laya ripping batubara menggunakan alat bulldozer Komatsu D375A yang dilengkapi dengan point ripper (Gambar 4. sehingga memudahkan alat gali- muat untuk dapat mengambil batubara.5.1.5.4). . Penggalian dan Pemuatan Batubara (Digging and Loading) Proses penggalian dan pemuatan batubara pada front penambangan di Pit Taman Penambangan Air Laya (Gambar 4. Bulldozer Komatsu D375A me-ripping batubara 4. Batubara yang telah di-ripping langsung digali oleh PC400 kemudian dimuat kedalam alat angkut dumptruck Hino FM500 TI dengan kapasitas muatan rata-rata 30 ton.6.

6).6.7.4. Gambar 4.5) menuju temporary stock Inpit yang berjarak 4200 meter dari front penambangan.7. Kegiatan penimbangan ini dilakukan secara periodik terhadap tonase batubara terangkut oleh dumptruck untuk mendapatkan berat batubara per unit secara terukur saat batubara yang berasal dari front penambangan di-dumping ke temporary stock Inpit (Gambar 4. Gambar 4.1. Alat angkut yang digunakan pada front penambangan pada Pit Taman Penambangan Air Laya ini adalah sebanyak 7 unit. Pengangkutan dan Penimbunan Batubara (Hauling and Dumping) Batubara yang telah dimuat ke dalam alat angkut dumptruck Hino FM500 TI langsung diangkut (Gambar 4. Dumping batubara di temporary stock Inpit . Pengangkutan batubara dari front penambangan Sebelum batubara ditimbun di temporary stock Inpit dilakukanlah kegiatan penimbangan dumptruck yang bermuatan batubara di jembatan timbang sebelum pintu masuk temporary stock Inpit.

.8.8. batubara tersebut dikirim melalui belt conveyor ke stockpile 1 yang berdekatan dengan TLS 1 untuk siap dipasarkan.8. Grader (a) dan compactor (b) sedang merawat jalan pengangkutan.1.10 (b)) untuk melakukan pemadatan terhadap jalan angkut. Perawatan Jalan Angkut Perawatan jalan angkut dilakukan dengan menggunakan alat mekanis grader (Gambar 4.10 (a)) dan dibantu oleh compactor (Gambar 4.1. Kemudian dari temporary stock Inpit.1. Kegiatan ini bertujuan agar alat angkut dan kendaraan operasional lainnya dapat berjalan dengan lancar. antara lain: 4. (a) (b) Gambar 4. (a) (b) Gambar 4. Kegiatan-kegiatan Pendukung Adapun kegiatan-kegiatan lainnya yang mendukung kelancaran aktivitas penambangan pada Pit Taman Penambangan Air Laya.9. dengan demikian proses produksi bisa optimal. Stockpile 1 (a) dan Train Loading Station 1 (b) 4.

Penyiraman Penyiraman pada lokasi tambang bisa dibagi atas penyiraman jalan angkut. Penyiraman jalan angkut dilakukan pada saat polusi debu dan asap sudah mengganggu jarak pandang dan pernafasan para pekerja.12) yang difungsikan sebagai pembawa bahan bakar bagi peralatan mekanis yang beroperasi di areal penambangan. Berikut merupakan gambar water truck yang sedang melakukan penyiraman.8. Fuel truck kapasitas 25000 liter.2.1.10. Penyiraman pada front penambangan dilakukan apabila pada aktivitas penggalian menghasilkan debu yang cukup menganggu penglihatan dan pernafasan para pekerja. dan penyiraman alat berat.11.4. Gambar 4. Dan penyiraman alat berat bertujuan untuk melepaskan material-material yang melekat pada alat berat yang dapat menghambat kinerja operasi alat berat itu sendiri.3 Pengisian Bahan Bakar Kegiatan ini dilakukan oleh fuel truck (Gambar 4.8. Water truck yang sedang melakukan penyiraman front 4.1. penyiraman front penambangan. . Gambar 4.

4..9 (Lampiran G) Swell Factor (Sf) = 0. (4.8 m (Lampiran F) Faktor Bucket (Fb) = 0.1).1. 4.8. Air pada tambang sendiri dapat menghambat operasi penambangan.12). Produktivitas Alat Gali-Muat Excavator Backhoe Komatsu PC400 untuk Batubara Kb E ff F bSf  3600 P  density ...74 (Lampiran C) . Diketahui: 3 Kapasitas Bucket (Kb) = 2.4 Penirisan Tambang Kegiatan penirisan tambang yang dilakukan pada Pit ini adalah mengeluarkan air yang tergenang di dalam tambang menuju sump utama dengan menggunakan pompa (Gambar 4.. Gambar 4. maka dari itu perencanaan penirisan tambang harus dilakukan dengan baik.....2.1. Perhitungan Produktivitas Alat Gali-Muat dan Alat Angkut Berikut merupakan perhitungan produktivitas alat gali-muat dan alat angkut pada front penambangan di Pit Taman Penambangan Air Laya. Pemompaan air dari dalam front ke sump utama 4.1) batubara Ct Untuk menghitung produktivitas excavator yang memuat batubara dapat digunakan persamaan (4...2.12.

Effisiensi excavator (Eff) = 0.8 m (Lampiran F) Faktor Bucket excavator (Fb) = 0..75 (Lampiran G) Cycle Time (Ct) = 2271.74 x 3600 P x1.2).9 0.26 2271.51 ton/jam .74 (Lampiran C) 3 Densitas Batubara = 1.26 21. Diketahui: Jumlah Pengisian (n) = 12 kali 3 Kapasitas Bucket excavator (Kb) = 2.75 x 0.. produktivitas alat gali–muat excavator backhoe Komatsu PC400 untuk batubara adalah 260.2.3285 ton/jam Jadi...2) batubara CT Untuk menghitung produktivitas dumptruck yang mengangkut batubara dapat digunakan persamaan (4.26 ton/ m (Lampiran C) 12 x 2.67 (Lampiran G) Cycle Time (Ct) = 21.3285 ton/jam.77 detik (Lampiran D) 3 Densitas Batubara = 1.9 (Lampiran G) Effisiensi dumptruck (Eff) = 0.82 detik (Lampiran D) Swell Factor (Sf) = 0.82 P =33.8 x 0.8 0.9 x 0... Produktivitas Alat Angkut Dumptruck Hino FM500 TI untuk Batubara dengan Jarak 4200 meter (Alat Gali-Muat PC400) n Kb E ff F bSf  3600 P   density .74 3600 P 1. (4..2...67 0. 4.26 ton/ m (Lampiran C) 2.77 P = 260.

... Produktivitas Alat Gali-Muat Excavator Backhoe Komatsu PC800 untuk Overburden Kb E ff Fb Sf P 3600 . Diketahui: 3 Kapasitas Bucket (Kb) = 4.08233 P = 372.. produktivitas alat gali–muat excavator backhoe Komatsu PC800 untuk batubara adalah 372..3 0. Jadi..1).4) Ct .3 m (Lampiran F) Faktor Bucket (Fb) = 1.. (4.3..2 0..08233 detik (Lampiran D) 4.81 3600 P 27.. 4...2425 BCM/jam..67 (Lampiran G) Cycle Time (Ct) = 27.2.4.67 1.81 (Lampiran C) Effisiensi excavator (Eff) = 0.2 (Lampiran G) Swell Factor (Sf) = 0.. (4.3) Ct Untuk menghitung produktivitas excavator yang memuat overburden dapat digunakan persamaan (4.. produktivitas alat angkut dumptruck Hino FM 500 TI untuk batubara (alat gali-muat PC400) dengan jarak 4200 meter dari front penambangan ke temporary stock Inpit adalah 33..2425 BCM/jam Jadi. Produktivitas Alat Angkut High Dumptruck Komatsu HD375 untuk Overburden dengan Jarak 3500 meter (Alat Gali-Muat PC800) n Kb E ff F bSf  3600 P  .51 ton/jam 4...2.

Produktivitas Alat Angkut Dumptruck Hino FM500 TI untuk NAF dengan Jarak 1100 meter (Alat Gali-Muat PC800) Diketahui: Jumlah Pengisian (n) = 3 kali 3 Kapasitas Bucket (Kb) = 4.2705 BCM. Diketahui: Jumlah Pengisian (n) = 12 kali 3 Kapasitas Bucket excavator (Kb) = 4.2 (Lampiran G) Swell Factor (Sf) = 0.75 x 1.033 detik (Lampiran D) Swell Factor (Sf) = 0.4).81 (Lampiran C) Effisiensi excavator (Eff) = 0. produktivitas alat angkut high dumptruck Komatsu HD375 untuk overburden (alat gali-muat PC800) dengan jarak 3500 meter dari front penambangan ke disposal adalah 80.2 (Lampiran G) Effisiensi dumptruck (Eff) = 0.81x 3600 P 1687.3 x 0.2 x 0.2 x0. Untuk menghitung produktivitas dumptruck yang mengangkut overburden dapat digunakan persamaan (4.2705 BCM/jam Jadi. 3x 4.97 .3 m (Lampiran F) Faktor Bucket (Fb) = 1.75 (Lampiran G) Cycle Time (Ct) = 752. 4.75 (Lampiran G) Cycle Time (Ct) = 1687.3 m (Lampiran F) Faktor Bucket excavator (Fb) = 1.5.81x3600 P 752.3x 0.81 (Lampiran C) 12 x 4.75 x1.97 detik (Lampiran D) Untuk menghitung produktivitas excavator yang memuat overburden dapat digunakan persamaan (4.033 P = 80.2).2.

Produktivitas Alat Gali-Muat Excavator Backhoe Komatsu PC1250 untuk Overburden Diketahui: 3 Kapasitas Bucket (Kb) = 6.7 m (Lampiran F) Faktor Bucket (Fb) = 1.P = 44. produktivitas alat gali–muat excavator backhoe Komatsu PC1250 untuk overburden adalah 551.81x3600 P 28. 4.9616 BCM/jam Jadi.2 (Lampiran G) Swell Factor (Sf) = 0.5033 detik (Lampiran D) Untuk menghitung produktivitas excavator yang memuat overburden dapat digunakan persamaan (4.81 (Lampiran C) . Produktivitas Alat Angkut Dumptruck Komatsu HD785 untuk Overburden dengan Jarak 3500 meter (Alat Gali-Muat PC1250) Diketahui: Jumlah Pengisian (n) = 10 kali 3 Kapasitas Bucket excavator (Kb) = 6.6.2.3). produktivitas alat angkut dumptruck Hino FM500 TI untuk overburden NAF (alat gali-muat PC800) dengan jarak 1100 meter dari front penambangan ke disposal naf adalah 44.2 (Lampiran G) Swell Factor (Sf) = 0.7. 4.7 x0.81 (Lampiran C) Effisiensi excavator (Eff) = 0.67 (Lampiran G) Cycle Time (Ct) = 28.2.7 m (Lampiran F) Faktor Bucket excavator (Fb) = 1.9616 BCM.1483 BCM/jam Jadi. 6.5033 P = 551.2 x0.1483 BCM/jam.67 x1.

4.4)..77 detik (Lampiran D)  Waktu edar alat angkut = 2271. Perhitungan Keserasian Kerja Alat (Match Factor) Berikut merupakan perhitungan faktor keserasian kerja alat pada front penambangan di Pit Taman Penambangan Air Laya.5) Diketahui :  Jumlah alat angkut dumptruck Hino FM500 TI = 7 unit  Jumlah alat gali-muat excavator backhoe Komatsu PC400 = 1 unit  Waktu edar alat gali-muat = 21. (4..Effisiensi dumptruck (Eff) = 0..3. 4.96 P = 99.7 x0..81x3600 P 1771.2318 BCM/jam..96 detik (Lampiran D) Untuk menghitung produktivitas dumptruck yang mengangkut overburden dapat digunakan persamaan (4...75 x1.2 x 0.82 detik (Lampiran D)  Banyak pengisian (n) = 12 kali .3.2318 BCM/jam Jadi.75 (Lampiran G) Cycle Time (Ct) = 1771. produktivitas alat angkut dumptruck Komatsu HD785 untuk overburden (alat gali-muat PC1250) dengan jarak 3500 meter dari front penambangan ke disposal area adalah 99. Perhitungan Match Factor Alat Gali–Muat (Excavator Backhoe PC400) dan Alat Angkut (Dumptruck Hino FM500 TI) untuk Batubara banyak pengisian jumlah alat angkut CT alat gali  muat MF  jumlah alat gali  muat CT alat angkut .. 10 x 6.1.

82 MF = 0..5) Diketahui :  Jumlah alat angkut dumptruck Nissan UD CWB45 = 10 unit  Jumlah alat gali-muat excavator backhoe Komatsu PC800 = 1 unit  Waktu edar alat gali-muat = 27.0833 detik (Lampiran D)  Waktu edar alat angkut = 752.. dengan jumlah unit Alat Angkut setelah dilakukan perhitungan adalah sebanyak 9 unit. 12 x7 x 21. secara aktual karena MF < 1 maka alat gali muat yang menunggu alat angkut.3. Perhitungan Match Factor Alat Gali–Muat (Excavator Backhoe PC800) dan Alat Angkut (Dumptruck Nissan UD CWB45) untuk NAF banyak pengisian jumlah alat angkut CT alat gali  muat MF  jumlah alat gali  muat CT alat angkut ...5). secara aktual karena MF > 1 maka alat angkut yang menunggu alat gali-muat. Untuk Perbaikan menghitung factor keserasian kerja alat gali-muat dengan alat angkut (match factor) .77 MF  1 x 2271.97 detik (Lampiran D)  Banyak pengisian (n) = 3 kali Untuk menghitung faktor keserasian kerja alat gali-muat dengan alat angkut (match factor) dapat menggunakan persamaan (4. 12 x9 x 21. ...82 MF = 1.77 MF  1 x 2271. Untuk menghitung faktor keserasian kerja alat gali-muat dengan alat angkut (match factor) dapat menggunakan persamaan (4.0349 Jadi.5). 4.8049 Jadi..2. (4..

3x10 x27.033 detik (Lampiran D)  Banyak pengisian (n) = 13 kali Untuk menghitung faktor keserasian kerja alat gali-muat dengan alat angkut (match factor) dapat menggunakan persamaan (4.3.5). Perhitungan Match Factor Alat Gali–Muat (Excavator Backhoe PC800) dan Alat Angkut (High Dumptruck Komatsu HD785) untuk Overburden Diketahui :  Jumlah alat angkut dumptruck Komatsu HD785 = 6 unit  Jumlah alat gali-muat excavator backhoe Komatsu PC800 = 1 unit  Waktu edar alat gali-muat = 27.3. 6 x12 x 27. secara aktual karena MF > 1 maka alat angkut yang menunggu alat gali-muat.0833 MF  1 x 752.08233 detik (Lampiran D)  Waktu edar alat angkut = 1687.4.15583 Jadi.97 MF = 1. secara aktual karena MF > 1 maka alat angkut yang menunggu alat gali muat. Perhitungan Match Factor Alat Gali–Muat (Excavator Backhoe PC1250) dan Alat Angkut (High Dumptruck Komatsu HD785) untuk Overburden Diketahui :  Jumlah alat angkut dumptruck Komatsu HD785 = 7 unit  Jumlah alat gali-muat excavator backhoe Komatsu PC 1250 = 1 unit  Waktu edar alat gali-muat = 28.033 MF = 1.5033 detik (Lampiran D)  Waktu edar alat angkut = 1771.96 detik (Lampiran D)  Banyak pengisian (n) = 10 kali .0792 Jadi. 4.08233 MF  1 x1687.3. 4.

Tabel 4.1483 Tabel 4.51 Overburden Dumptruck Komatsu HD785 untuk PC800 85.96 MF = 1.125885 Jadi. secara aktual karena MF > 1 maka alat angkut menunggu alat gali muat.9597 NAF Dumptruck UD CWB45 untuk PC800 44.9616 Overburden Dumptruck Komatsu HD785 untuk PC1250 99.1 Rekapitulasi Produktivitas Alat Gali-Muat Untuk Overburden (BCM/jam) Dan Batubara (ton/jam) Material Jenis Alat Produktivitas Batubara Excavator Backhoe Komatsu PC400 260.5033 MF  1 x1771.2318 Tabel 4.2425 Overburden Excavator Backhoe Komatsu PC1250 551. 10 x7 x 28.3285 Overburden Excavator Backhoe Komatsu PC800 372.5).3 Rekapitulasi Match Factor Alat Gali-Muat Dan Alat Angkut .2 Rekapitulasi Produktivitas Alat Angkut Untuk Overburden (BCM/jam) Dan Batubara (ton/jam) Material Jenis Alat Produktivitas Batubara Dumptruck FM500 TI untuk PC400 33. Untuk menghitung faktor keserasian kerja alat gali-muat dengan alat angkut (match factor) dapat menggunakan persamaan (4.

079 Overburden Komatsu PC1250 Komatsu HD785 1. 2 3 4. - Overburden .0349 (Perbaikan) 4.4. berdasarkan dari perhitungan yang telah didapatkan jumlah alat gali-muat yang tersedia tidak perlu ditambahkan lagi.252 Overburden Komatsu PC800 Komatsu HD785 1.4 Kebutuhan Alat Gali Muat PC400 (unit) PC800 (unit) PC1250 (unit) Batubara 2 .4 Penentuan Kebutuhan Alat Produksi Untuk Target Bulan Maret 2017 Berdasarkan Waktu Kerja Efektif 4.125 Batubara Komatsu PC 400 Hino FM 500 TI 1.1 Penentuan Kebutuhan Alat Gali-Muat Jumlah Alat Gali-Muat dilapangan sudah mencapai target produksi untuk bulan maret 2017. Material Alat Gali-Muat Alat Angkut Match Factor Batubara Komatsu PC400 Hino FM500 TI 0.4.804 Overburden Komatsu PC800 Nissan UD CWB45 1. Tabel 4.2 Penentuan Kebutuhan Alat Angkut Penentuan jumlah alat angkut yang sebenarnya untuk mengefektifkan produksi overburden : Diketahui :  Waktu edar alat gali-muat = (Lampiran D)  Waktu edar alat angkut = (Lampiran D)  Banyak pengisian (n) PC 800 Menggunakaan HD 785 = 13 kali .

HD785 menggunakan PC 1250 Jumlah Alat Angkut = = = 6.19= 6 Unit 2. HD785 menggunakan PC 800 : Jumlah Alat Angkut = = = 5. DT Hino FM500 TI menggunakan PC 400 : Jumlah Alat Angkut = = = 8.21 = 7 Unit Penentuan Jumlah Alat Angkut yang sebenarnya untuk mengefektifkan produksi batubara : Diketahui :  Waktu edar alat gali-muat = (Lampiran D)  Waktu edar alat angkut = (Lampiran D)  Banyak pengisian (n) PC400 Menggunakaan DT Hino FM500 TI = 12 kali 1.26 = 10 Unit 3. DT Nissan UD CWB45 menggunakan PC 800 : Jumlah Alat Angkut = = = 9. Banyak pengisian (n) PC 800 Menggunakaan DT Nissan UD CWB45 = 3 kali  Banyak pengisian (n) PC 1250 Menggunakan HD 785 = 10 kali 1.6 = 9 Unit .

.800 Bcm/Bulan  Waktu Kerja 1 bulan = 441.653.1 Rencana Produksi Overburden Diketahui :  Target produksi = 1.02 Bcm/Bulan .8 = 190.4449 x 1.8 jam ( Lampiran E )  Produktivitas PC1250 = 551.2425 x 1. . .070.653.15583 x 441.2425 Bcm/ Jam x 2 Fleet = 744. - Overburden .485 Bcm/Jam Hasil Produksi = Produkivitas Alat Muat x MF x Jam Kerja  Untuk PC1250 Hasil Produksi = Produkivitas Alat Muat x MF x Jam Kerja = 1.4449 Bcm/Jam  Produktivitas PC800 = 372. .5 Estimasi Perhitungan Pencapaian Rencana Produksi 4. .803.8 = 821. Tabel 4.4514 Bcm/Bulan  Untuk PC800 Hasil Produksi = Produkivitas Alat Muat x MF x Jam Kerja = 372.5 Kebutuhan Alat Angkut DT FM500 TI UD CWB 45 HD 785 HD 785 (PC 400) (PC 800) (PC 800) (PC 1250) Aktual Teori Aktual Teori Aktual Teori Aktual Teori Batubara 7 9 .125 x 441.084.5. 10 10 6 6 7 7 4.1483Bcm/ Jam x 3 Fleet = 1.

5.0349 : Hasil Produksi/Bulan = Produkivitas Alat Muat x MF x Jam Kerja = 260.189.8 = 92.803.574. 4.  Untuk PC800 Hasil Produksi = Produkivitas Alat Muat x MF x Jam Kerja = 372.8 = 177. didapat hasil bahwa target operasi overburden bulan Maret 2017 tercapai.027 Ton/Bulan x 2 Fleet = 238.3285 x 1.2 Rencana Produksi Batubara  Target operasi = 149.448.500 Ton/Bulan  Waktu Kerja 1 bulan = 441.3285 Ton/ Jam Hasil Produksi/Bulan = Produkivitas Alat Muat x MF x Jam Kerja = 260.448.8 jam ( Lampiran E )  Produktivitas PC400 = 260.66991Ton/Bulan x 2 Fleet = 185.8 = 119.29 BCM/Bulan Dari perhitungan di atas.149.054 Ton/Bulan .336.3398 Ton/Bulan Dari perhitungan di atas target operasi untuk batubara bulan Maret 2017 tercapai.0349 x 441.4514 + 190.3285 x 0.66991 Ton/Bulan Hasil Produksi = 92.2425 x 1.8187 Bcm/Bulan Hasil Total Produksi = 821.574.80494 x 441.027 Ton/Bulan Hasil Produksi = 119.02 + 177.8187 = 1.079 x 441. Perbaikan Hasil Produksi berdasarkan perubahan MF = 1.084.

.6 Perbandingan Produksi MF MF Hasil Produksi Hasil Hasil Produksi (awal) (perbai Alat Muat Produksi Alat Muat kan) Batubara Alat Muat overburden Batubara ( awal) ( perbaikan) PC 400 0.8 Jam/Bulan = 119.054 ton - PC 800 1.013 Ton/Bulan .25 Jam/Hari  Produktifitas PC400 = 260.0349 185.8 Jam/Bulan = 14.0349 x 441.500 Ton/Bulan  MF (perbaikan) = 1. . 177. .084.803.0349  Jam Kerja Efektif = 441. 190. .3398ton 238.3285 Ton/Jam x 1.3285 Ton/Jam Perkiraan 1 unit = 1 x Produktifitas PC400 x MF (perbaikan) x Jam/Bulan = 1x 260.1558 . Tabel 4.8049 1.451 bcm Perhitungan perkiraan jumlah fleet PC 400 untuk batubara dalam mengefektifkan kan produksi batubara bulan Maret 2017 : Diketahui :  Target Produksi = 149.448. Dari perhitungan di atas target operasi untuk batubara bulan Maret 2017 tercapai. . 821.500 Ton/Bulan – 119.818 bcm PC 1250 1.013 Ton/Bulan Jumlah Kekurangan Produksi 1 unit = Target Produksi – Perkiraan 1 unit = 149.02 bcm PC 800 1.1258 .149.0790 . .

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah: 4. baik itu alat gali-muat maupun alat angkut. = 30. 4.Jadi untuk mengefektifkan produksi lebih baik menggunakan 1 unit selama 31 hari dan 1 unit hanya dipakai selama 15 hari. Front sangat mempengaruhi produktivitas.6.namun dikarenakan pencapaian produksi yang terlalu besar apabila secara konstan selama bulam memakai 2 unit. Front Penambangan Front merupakan lokasi pengupasan batubara dan overburden.6.139. dimana adanya operasi pemuatan dari alat gali-muat ke dalam alat angkut. dikarenakan semakin baik kondisi front tersebut maka semakin lancar alat beroperasi.487 Ton/Bulan Pencapaian Produksi per hari = = = 2. sehingga produktivitas semakin baik. .43 Ton/hari Perkiraan jam unit ke 2 = = = 15 hari Fleet yang digunakan seharusnya 2 unit PC 400 .1.

hal ini mengakibatkan banyaknya delay cycle time alat angkut yang menyebabkan banyaknya alat gali-muat menunggu di front. Lalu diperhitungkan pula luas front untuk tempat parkir dumptruck yang menunggu. Sedangkan untuk kerja alat angkut tidak terlalu baik. maka efisiensi kerja yang maksimal pada masing-masing alat dapat tercapai. Pada Pit Taman area front penambangan sempit. alat gali-muat. mundur-maju dan ber-manuver memutar. Efisiensi kerja yang maksimal dari alat-alat tersebut akan menyebabkan produktivitas semakin baik. Hal itu dikarenakan alat – alat yang beroperasi pada front merupakan alat – alat yang memiliki ukuran besar. dan alat angkut yang akan berlangsung di dalam front. front kerja untuk alat gali-muat sudah terkategori baik dikarenakan excavator dapat secara bebas untuk melakukan swing saat menggali dan ber-manuver. Setelah didapat kondisi front yang pas yang dapat mengakomodir kerja alat dengan baik. Front dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan seluruh aktivitas alat bongkar. Mulai dari luas front yang harus disesuaikan dengan manuver excavator untuk melakukan swing saat menggali dan memuat.Gambar 4.13 Kondisi Front Penambangan Pada Pit Taman Penambangan Air Laya . terdapat banyak genangan air dikarenakan faktor cuaca sehingga kondisi jalan menjadi lembek . karena seringkali terjadi antrian yang berlokasi jauh dari front penambangan sehingga hal ini mempengaruhi efisiensi kerja dari alat angkut. . Karena area front tidak baik.

Hal ini juga turut mempengaruhi produktivitas dari alat angkut. Jalan yang digunakan dari front ke area disposal harus dibuat sesingkat mungkin untuk mengurangi cycle time alat angkut. Lebar jalan utama pengangkutan juga harus diperhitungkan. untuk beberapa lokasi masih ditemukan jalan yang kurang memadai. . seperti pada jalan yang berdekatan dengan front yaitu berupa jalan tanjakan yang disertai adanya tikungan. sehingga dapat meningkatkan produktivitas alat.5 kali lebar alat angkut terbesar yang melewati jalan tersebut. yang dimana dapat meperkecil produktivitas dari alat angkut. Sehingga alat angkut HD785.2.8 meter). Jalan Jalan merupakan hal yang sangat penting karena berpengaruh terhadap kegiatan pengangkutan overburden dan batubara. Lebar jalan ini diperhitungkan berdasarkan 3.4. Namun. Gambar 4. Standar lebar jalan diperhitungkan berdasarkan 3.5 kali lebar alat angkut terbesar yang melewati jalan tersebut (lebar dumptruck HD785 = 6. Ini bertujuan untuk menghindari ketidaklancaran dalam aktivitas penambangan seperti ketika satu truck berhenti menunggu truck lain lewat atau kemacetan jalan (crowded).14 Keadaan Jalan Angkut Standar lebar jalan dua arah yang digunakan di Pit Taman Penambangan Air Laya adalah 24 meter. ketika ada HD785 yang lewat maka salah satu harus berhenti.6.

15 Keadaan Disposal Area Selain itu pemilihan lokasi disposal juga berpengaruh. Batubara yang telah dimuat ke dalam alat angkut Dumptruck Hino FM500 TI sebanyak 7 unit untuk pc 400. Disposal harusnya dirancang tidak untuk satu alat angkut saja. sehingga hal ini mempengaruhi produktivitas. Semakin jauh lokasi disposal dari front maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan alat angkut. 3200 m. sehingga tidak ada waktu tunggu atau tidak ada alat angkut yang mengantri untuk dumping. melainkan dapat menampung lebih dari satu alat angkut untuk manuver dalam waktu yang berdekatan. dan juga memudahkan untuk manuver dump truck saat dumping. 3600 m.6. overburden yang telah digali akan diangkut ke disposal yang berjarak 1100 m. Disposal Area dan Stockpile Disposal dan stockpile/temporary stock harus mempunyai luas yang memadai untuk menampung overburden dan batubara.3. Gambar 4. Pada Pit Taman.4. langsung diangkut menuju Inpit Stockpile Tambang Air Laya yang berjarak 4200 meter dari front Penambangan Air Laya . 3500 m.

Gambar 4.5. sehingga harus dilakukan ripping oleh bulldozer. sehingga alat – alat tidak dapat bekerja dengan baik.4.6.16 Keadaan Inpit Stockpile 4.6. Selain dari itu kekerasan material juga mempengaruhi operasi excavator saat menggali. Bulldozer yang me-ripping juga membutuhkan waktu yang agak lama untuk membongkar material (overburden) yang akan dimuat oleh excavator. Sebaliknya pada musim panas akan membuat lapangan berdebu. jika turun hujan maka aktivitas penambangan dihentikan. hal ini akan membuat pandangan para operator terhambat. Material Dilihat dari kolom stratigrafi. material yang ada di Tambang Air Laya merupakan tipe medium hard digging karena merupakan selang-seling lempung dan lanau. Sehingga mempengaruhi produktivitas baik dari alat gali-muat maupun alat angkut. Hal ini . 4. Dikarenakan materialnya tipe medium hard digging. pada cuaca hujan dimana keadaan lokasi akan membuat lapisan tanah menjadi lengket dan jalan menjadi licin. Semakin keras material tersebut maka semakin lama pula waktu alat muat untuk loading ke dalam alat angkut dan menyebabkan bertambahnya waktu isi alat angkut tersebut. Pada pit Taman dan juga secara keseluruhan. Cuaca Kondisi cuaca akan sangat berpengaruh pada lokasi penambangan.

4. Peralatan Perencanaan pemilihan alat sangat penting agar alat dapat bekerja optimal sehingga produksi dapat tercapai. Selain itu juga tiap bulannya operator mempunyai jadwal training untuk mengasah dan memperdalam kemampuan dari operator tersebut.8. banyak jam-jam kerja yang hilang karena faktor-faktor pendukung seperti maintenance pada alat-alat mekanis sehingga perlu dilakukan perawatan dan itu terjadi pada saat pengamatan di lapangan. pengalaman operator sudah tergolong baik.7. Tbk Tanjung Enim dengan menggunakan kontraktor PAMA mempunyai 2 shift kerja dimana per- shift memiliki jam kerja sebanyak 21 jam dengan waktu istirahat sebanyak 1 jam tiap shiftnya dan waktu pergantian shift 30 menit tiap shift nya.menyebabkan kehilangan waktu kerja efektif dari alat. sehingga alat. Hal ini menyebabkan terganggunya proses kerja dan mempengaruhi produktivitas.6. Faktanya dilapangan waktu kerja yang tersedia tidaklah sepenuhnya digunakan. pada saat jam kerja terjadi kerusakan pada excavator. .. sehingga excavator harus diperbaiki. sehingga hal ini tentu saja mempengaruhi produktivitas. Waktu Kerja Efektif Waktu kerja efektif adalah waktu kerja yang sesungguhnya digunakan pada operasi. 4. Pada kondisi dilapangan.6. Keterampilan dan pengalaman operator Pengalaman kerja yang lama otomatis akan membuat operator terbiasa. Seperti halnya pada pit Taman. Peralatan harus selalu diperhatikan dan dirawat.6. Dalam 1 hari kerja PT. Bukit Asam (PERSERO).6. 4. Curah hujan pada Pit Taman Penambangan Air Laya pada bulan Februari cukup tinggi sehingga menyebabkan lapisan tanah menjadi lengket dan jalan menjadi licin. Hal terserbut dikarenakan rata-rata operator yang bekerja pada lokasi pit Taman Tambang Air Laya Selatan sudah sangat berpengalaman jika dihubungkan dengan lamanya operator tersebut bekerja di perusahaan tersebut. karena jika terjadi kerusakan pada alat maka akan mempengaruhi produktivitas.alat tidak dapat bekerja dengan baik.

Untuk tanah penutup. Target produksi pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) di Pit Taman Penambangan Air Laya Bulan Maret 2017 adalah sebesar 1. produktivitas alat gali-muat yaitu excavator backhoe Komatsu PC1250 sebesar 551.189.9597. Maka Target Produksi bulan Maret 2017 Tercapai 2. Kesimpulan 1.800 BCM. Batubara . Penggalian batubara di Pit Taman Penambangan Air Laya menggunakan alat gali-muat excavator backhoe Komatsu PC400 dengan menggunakan alat angkut dumptruck Hino FM500 TI 73 Universitas Sriwijaya . Nilai match factor untuk Overburden antara alat gali–muat dan alat angkut diatas satu yang menunjukkan bahwa semua alat alat angkut Komatsu HD785 di Pit Taman Penambangan Air Laya menunggu gali–muat PC800 dan PC1250 . Sedangkan produktivitas alat angkut untuk NAF Nissan UD CWB45 sebesar 44. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.336.2425 BCM/jam dan produktivitas alat angkut yaitu Komatsu HD785 sebesar 85.1483 BCM/jam dan produktivitas alat angkut terbesar yaitu dumptruck Komatsu HD785 untuk PC1250 sebesar 99. Berdasarkan data waktu kerja efektif dan cycle time alat melalui pengamatan di lapangan.2318 BCM/jam.1.9616 BCM/jam . .29 BCM. Overburden . Produktivitas alat gali-muat untuk excavator backhoe Komatsu PC800 sebesar 372.070. kapasitas produksi bulan Maret 2017 adalah 1. Pengupasan tanah penutup di Pit Taman Penambangan Air Laya menggunakan alat gali-muat excavator backhoe Komatsu PC1250 dan PC800 dengan menggunakan alat angkut dumptruck Komatsu HD785 dan Nissan UD CWB45.

3285 ton/jam dan produktivitas alat angkut yaitu dumptruck Hino FM500 TI untuk PC400 sebesar 33. Dalam penentuan alat pemindahan tanah mekanis yang digunakan sebaiknya dilakukan kajian teknis secara terperinci terlebih dahulu mengenai karateristik material dan lokasi kerja dari alat mekanis.2.054 ton. Berdasarkan data waktu kerja efektif dan cycle time alat melalui pengamatan di lapangan. 2. maka didapatkan kapasitas produksi 238. Match Factor nya menjadi diatas satu maka alat angkut yang menunggu alat gali-muat. Target Produksi Batubara bulan Maret 2017 tercapai. Saran Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : 1. material. . produktivitas alat gali-muat excavator backhoe Komatsu PC400 sebesar 260. Namun Setelah dilakukan perbaikan dengan menambah jumlah alat angkut menjadi 9 unit.3398 Ton/Bulan . Match factor untuk Batubara antara PC400 dan Dumptruck Hino FM500 TI yang dibawah satu menunjukkan alat gali muat PC400 menunggu alat angkut Dumptruck Hino FM500 TI. . cuaca. Diperlukan perencanaan yang baik secara teknis dan ekonomis terkait jalan yang digunakan untuk pengangkutan dan aktivitas lainnya di tambang. setelah dilakukan perbaikan Match Factor dengan penambahan jumlah unit alat angkut menjadi 9 unit. disposal area dan stockpile. Universitas Sriwijaya . peralatan.51 ton/jam. agar alat yang digunakan di lapangan dapat bekerja dengan baik.500 Ton. Target produksi batubara di Pit Taman Penambangan Air Laya Bulan adalah sebesar 149. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah kondisi front penambangan. 5.operator dan waktu kerja efektif. 74 .149. kapasitas produksi bulan Maret adalah sebesar 185. Untuk batubara. jalan. Namun. 3.

Maka kami sarankan jumlah fleet untuk batubara dengan PC 400 adalah 1 fleet selama 31 hari dan 1 fleet hanya selama 15 hari dalam bulan Maret 2017. Dari nilai MF yang didapat setelah perbaikan.054 ton yang melebihi target produksi bulan Maret 2017. didapatkan kapasitas produksi bulan Maret adalah sebesar 238. . yaitu dengan menambah jumlah alat angkut menjadi 9 unit.3.

SM SM SM SM Perencanaan Penambangan Penambangan Pengelolahan Non Swakelola Swakelola Lingkungan & Penunjang Tambang Penambangan Penambangan Air Laya Muara Tiga Sumber : Satker Adm Korporat PT Bukit Asam (Persero). Tbk. 76 Universitas Sriwijaya . Tbk.1. Tbk. Struktur Organisasi Perusahaan PT Bukit Asam (Persero). Besar Gambar A. LAMPIRAN A STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN PT BUKIT ASAM (PERSERO).

1. Hujan (mm) Mar 381. Dok.1.2 20 33 77 Universitas Sriwijaya . :1 REKAPITULASI DATA CURAH HUJAN BULANAN PREDIKSI BULAN MARET 2017 Halaman : 1 dari 1 Tambang Air Laya Curah Hujan Bulan Jam Hujan Hari Hujan Frek.0:03:14 PEMBUATAN DATA CURAH HUJAN No. Prediksi Curah Hujan Bulan Maret 2017 (mm) TATA CARA KERJA No. LAMPIRAN B DATA CURAH HUJAN MARET 2017 Tabel B.8 56. Rev. : BAMSF:REN:7.

LAMPIRAN C SWELL FACTOR DAN DENSITY INSITU Tabel C. Y. 2005) Macam Material Density Insitu Swell Factor (lb/cu yd) (%) Bauksit 2700 – 4325 75 Tanah liat kering 2300 85 Tanah liat basah 2800 – 3000 80 – 82 Antrasit 2200 74 Batubara bituminous 1900 74 Bijih tembaga 3800 74 Tanah biasa kering 2800 85 Tanah biasa basah 3370 85 Tanah biasa bercampur pasir dan kerikil 3100 90 Kerikil kering 3250 89 Kerikil basah 3600 88 Granit pecah – pecah 4500 56 – 67 Hematit pecah – pecah 6500 – 8700 45 Bijih besi pecah – pecah 3600 – 5500 45 Batu kapur pecah – pecah 2500 – 4200 57 – 60 Lumpur 2160 – 2970 83 Lumpur sudah ditekan 2970 -3510 83 Pasir kering 2200 – 3250 89 Pasir basah 3300 – 3600 88 Serpih (shale) 3000 75 Batu sabak (slate) 4590 – 4860 77 78 Universitas Sriwijaya . Swell Factor dan Density Insitu berbagai Mineral (Indonesianto.1.

86 5.3 18 4.37 30.77 5.04 3.98 15 4.54 3.69 5.67 6.21 10.96 14.1 28.84 TOTAL 855.03 26.92 5.56 15.36 6.76 11.36 10 4.34 13.33 8.89 13.26 6.64 29.02 3.75 24 6.44 27.8 20 4.48 10.55 5.76 22 6.17 28 5.68 23.13 13.78 5 4.16 27.26 4.49 4.64 3.7 12 4.13 3.97 5.39 26 6.07 18. Waktu Edar Alat Muat Excavator Backhoe Komatsu PC1250 untuk Overburden (Detik) No Swing Kosong Digging Swing Isi Dumping Ʃ 1 3.39 27 6.1 24.9 5.67 3.48 3.13 13.58 29.57 12.58 27.6 8.56 7 3.1 3.09 17.36 25.12 12.32 4.56 3.06 3.02 2 3.9 3.68 29 4.79 12.8 15.94 3.69 4.53 3.26 6.69 5.37 25 7.11 26.58 13.94 9.01 36.26 3.19 5.06 3.94 4 3.19 6 3.93 7.45 8 4.35 24.24 3.55 5.81 18.01 79 Universitas Sriwijaya .36 6.76 30 4.24 3.2 11 4.1.5 6.16 3.32 11.15 11.42 7.97 14.56 6 4.94 19 4.24 30.02 14.32 25.89 30.86 3.85 5.56 23 5.41 13 5.75 13.91 14 5.48 16 4.72 21.26 6.94 5.77 3.25 31.98 32. LAMPIRAN D WAKTU EDAR ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT Tabel D.46 15.87 7.02 12.37 3 3.02 5.59 3.93 37.64 3.06 6.71 6.16 26.7 26.13 12.05 14.89 23.54 30.97 3.03 7.16 25.66 3.33 17 4.26 26.42 27.45 39.63 25 9 4.78 11.43 5.34 26.48 6.25 21 4.3 12.

86 22.69 8.72 6.16 8.24 33.56 15.36 25.91 29.01 16 9.46 7.89 23.2 3.23 26.18 7.11 23 4.08 8.74 8.77 2.12 6.65 27.3 3. rata-rata waktu edar PC 1250 untuk overburden adalah 28.53 13.74 3.49 30.41 28.91 3.21 5.47 7.93 4.78 11.3 31.4 7.76 10.62 7 8.84 24 7.09 4.92 26.22 7.7 8.41 26 5.98 3.7 7.24 4.84 3.1 3.69 9.02 6.15 5.08 10.74 12.81 22 5.65 9. 80 Perhitungan rata-rata waktu edar PC 1250 untuk overburden :  wa ktu  ed a r n 855 .94 11.61 10 5.27 25.69 5.6 25 5.02 4.39 7.96 26.7 3.3 23.36 6.81 9.91 9 4.08 3.36 28.01  30   28.79 4.87 24.9 9.84 7.Waktu Edar Alat Muat Excavator Backhoe Komatsu PC800 Untuk overburden / Detik) No Swing Kosong Digging Swing Isi Dumping Ʃ 1 5.97 8.50033 detik.15 3.56 6.38 4 6.5 10.2.67 30.74 29.32 3.26 Universitas Sriwijaya .28 25.64 34 6 7.59 4.5 11 5.95 8 4.01 3.67 13.43 7.32 9.14 17 4.96 4.65 2 6.9 3.62 23.8 32.64 3.54 20 4.53 8.56 21 4.56 13 4.9 3.56 19 7.05 5.42 30.37 5.52 23.48 5 7.08 3.43 12.02 9.50033 Jadi.37 27 5.59 26.75 18 5.56 24.62 24.55 12 5.71 5.28 15 5.39 8.81 14 5.48 3.41 10.37 9. Tabel D.65 3.08 7.69 3.32 7.9 3 8.59 9.61 9.24 12.15 11.34 6.82 12.

3 22. Tabel D.6 19.5 17.6 6.19 7.8 3.1 3.7 5.9 22.2 3.3 24.3 3.47 Perhitungan rata-rata waktu edar PC 800 untuk overburden :  wa ktu  ed a r n 812 .3 17.1 15 4.7 16 4.8 5.2 4.8 4 4.3 5.43 6.47  30   27.5 3 4.1 8.6 2.1 4.8 3.5 4 3.6 9. Swing Kosong Digging Swing Isi Dumping Ʃ 1 3.6 5.1 20 4.8 11 5.0823 Jadi.8 4.3 3.75 22.1 10.96 3.9 5.7 3.4 13 4.1 2.1 7 5.9 7.2 6 9.3 5 20.2 6.7 4.9 8.8 3.53 5.1 16.7 20.5 12 4. 28 5.6 21.6 3.52 812.2 3.24 29 4.1 9 3.3 19 4.1 5 3.5 23.3.55 30 4.5 18 4.1 5.5 19.1 2.5 21.38 3.9 3 25.5 14 3. rata-rata waktu edar PC 800 untuk overburden adalah 27.6 9.1 5.7 6.72 6.0823 detik.5 2 3.6 22.48 8.3 9.4 8.4 5 2.7 9.5 5.3 .5 23.9 5.4 4.4 8.9 3.3 17.7 21.6 10 3 5.8 5. Waktu Edar Alat Muat Excavator Backhoe Komatsu PC400 Untuk Batubara (Detik) No.1 17 3.7 7.3 6.7 16.76 26.5 19.3 10.1 3.76 7.7 7 4.65 23.9 5.9 8 4.1 6.9 2.1 3.4 5.8 6.

6 23.6 18 573. rata-rata waktu edar PC 400 untuk overburden adalah 21.5 5.2 656.7 27 5.3 62.2 631.5 33.3 680.7 319.7 10.92 1788.2 19.87 2079. 21 5.6 6.77 detik.98 4 66.2 55.8 7.9 260 597.3 5.4 653.6 49.12 227 639.DUMPING W.65 1848.92 7 243.5 38.8 26 4.5 5.77 Jadi.9 2.01 1823.1  30   21.1 22.1 239.2 25.51 1575.42 14.KEMBALI Ʃ 1 281.9 239.92 528.82 .3 37.2 10.45 2 269.52 6 279.6 28 4.8 768.33 592 1839.7 10.7 39 233.3 5.7 5 3.46 11 334.4 248 607.48 1769.8 521.7 1795.82 1808.8 676.1 3.7 10.2 16.01 1634.5 689.1 593 16.4 25 4.33 10 120.48 15.89 13 105.7 29 4.9 29.2 229.4 21.31 16.8 22 3. ISI W.4 24 3.7 555 1442.8 23.4 8.75 8 233.7 4 24.1 30.2 232.26 830. Tabel D.2 6.4 21.4.5 28.99 20.4 653.2 9. Waktu Edar Alat Angkut Dumptruck Komatsu HD785 untuk Overburden PC1250 dengan Jarak Tempuh 3500 Meter (Detik) NO W.37 18.1 Perhitungan rata-rata waktu edar PC 400 untuk Batubara :  wa ktu  ed a r n 653 .3 17.61 3 312.91 19.3 9.4 3.2 5.49 866.TUNGGU MANUVER W.8 596.8 691.4 3.9 269.43 18.22 540.49 676.4 633.5 5.5 5.1 74.2 10.3 4.4 596.2 23 3.7 9.7 9.33 18.PERGI W.22 12 220 84.7 30 5.04 2058.72 242.3 3.36 5 0 35.26 2120.6 314.7 218.7 27.3 21.8 901.4 635.4 42.7 5.65 9 69.

72 632.01 22 78.9 38.KEMBALI Ʃ 1 0 29.3 280.76 1829.78 523.8  30  1771.5 315.9 1677.52 720.3 18.55 293.51 16.8 317.75 1477.8 652.3 486.62 16.2 53.61 21.2 1623.05 .64 2 32.4 646.12 1546.5. rata-rata waktu edar Dumptruck Komatsu HD785 untuk overburden adalah 1771.2 74.67 16.5 1799. 14 0 45.1 271.28 590.9 672.12 525 1686.41 17.9 15.1 269.88 550.92 15 145.8 1652.6 47.6 231.1 656.3 18.11 1973.97 4 180.3 605. Tabel D.84 TOTAL 53158.96 18 103.33 20 0 41.2 230.23 575.21 1762.3 668.36 25 95.1 31.12 519.72 641 1817.8 219.3 15.1 611.22 563.3 736.76 1701.1 293 593.9 19.03 17 80.25 493.8 652.7 549.2 778.07 21.79 16 239.13 28 240.93 1481.68 19.TUNGGU MANUVER 1 W.23 1751.5 614.1 632.77 27.8 225.06 16.8 622.4 220.3 311.2 17.4 242.96 Jadi.62 16.5 240.01 541.21 589.2 61.3 652.4 233.1 250.27 629.88 360.11 18.77 3 263.1 24.84 539.2 19.84 21 180.9 18.72 1502.9 312 628.8 60.23 29 268.8 38.06 23 229.18 26.4 26.8 1754.68 360. ISI PERGI DUMPING W.3 587.35 30 211. Waktu Edar Alat Angkut Dumptruck Komatsu HD785 untuk Overburden PC800 dengan Jarak Tempuh 3500 Meter (Detik) NO W.66 26 225.1 1642.3 27.85 27 0 58.8 36.2 664.16 1988.75 6 101.32 27 296 609.1 15.9 608.81 629.8 1749.26 555.8 1638.72 599.33 1667.3 657.92 19 250.1 1867.8 Perhitungan rata-rata waktu edar Dumptruck Komatsu HD785 untuk overburden :  wa ktu  ed a r n 53158 .8 51.6 20.48 20.56 24 302.1 49.55 694.9 526.76 621.7 70.98 5 0 21.96 detik.6 40.9 680.2 80.1 267 712.23 1718.9 327.

7 120.84 19.74 25.49 20 0 43.99  30  1687.23 520.32 20.37 28.29 291.08 20.4 24.72 661.34 495.58 665.84 16 63.48 1843.5 27.56 23.82 1571.29 620.28 2130.68 10 0 22.15 25.78 548.3 21.78 355.7 19.3 631.1 70 313.14 328.95 1650.2 1509.46 578.9 1638.38 1487.63 630.62 23 90.63 634.3 466.7 289.06 47.21 674.4 339. .3 1834.4 567.71 632.03 Jadi.55 583.87 19.44 498.35 32.31 331.25 370.14 651.99 Perhitungan rata-rata waktu edar Dumptruck Komatsu HD785 untuk overburden :  wa ktu  ed a r n 50610 .3 574.5 351.85 27.2 352.34 548.84 298.98 624.27 19.4 1668.01 541.73 1410.44 333.75 1813.02 1571.3 643.82 1518.42 1676.22 29.32 1816.73 497.3 615.15 23.89 9 305.02 1895.17 626.85 1715.51 538.88 309.9 585 21.6 537.71 348.18 667.06 13 88.8 27.12 24.69 635.72 457.24 25 135.5 22 65.6 25.27 14 313.01 25.89 28 305.15 39.74 19 51.47 468.09 23.61 424.42 27 160.64 288.52 19.44 30 225.73 343.42 1804.18 331.92 25.32 24.2 500.82 17 383.4 1597.53 24.8 643.98 18 356.34 24.26 959.04 26.24 608. rata-rata waktu edar Dumptruck Komatsu HD785 untuk overburden adalah 1687.3 34.28 1800.09 22.73 31.64 TOTAL 50610.9 497.7 29.15 557.45 344.93 301.4 522.9 31.39 26 95.62 12 313.39 654.6 29 298.97 484.63 291.03 detik.89 20.2 1565.36 23.7 356.51 317.11 1586.56 15 0 30.16 654 21.21 8 282.7 629.51 30.32 329.01 33.81 502.71 590.4 358.54 500.98 27.62 24 0 29.22 21 63.2 543.1 2012.09 11 65.93 26.13 1751.

5 23.35 28.7 TOTAL 22589.34 23.06 15.43 12 0 22.69 18.21 752.2 450.9 414.31 23.53 345.38 18.19 23 10.56 10.18 691.27 20.4 266.8 258.89 49.72 27 30.08 6 25.21 331.48 21 13.18 609.32 351.1 242.79 19 34.44 15.4 362. Tabel D.84 270.13 707.48 29 0 22.76 426.8 53.65 448.34 751.1 54.52 342.72 365.45 19.35  30   752.18 19.5 440.57 52.9 322.87 278.2 49.76 47.55 19.88 747.TUNGGU MANUVER1 W.7 31.3 55.11 10 30.32 321.47 27.65 17.69 30.19 24.56 873.35 20 48.85 27.16 330.76 255.98 271.66 336.56 46.67 224.89 16 7.66 329.22 19.91 324.51 23.61 837.48 51.11 50.21 336.22 726.49 31.22 52.1 11.62 261.96 203.34 52.23 9 11.83 25 25.32 2 7.55 49.91 16.57 57.33 760.91 717.6 276. Waktu Edar Alat Angkut Dumptruck UD CWB45 untuk Batubara PC800 Dengan Jarak Tempuh 1100 Meter (Detik) NO W.56 50.17 21.21 20 26.56 298.KEMBALI Ʃ 1 36.09 15.05 28 43.32 753.77 924.92 760.31 15.4 810.02 29.93 600.19 4 21.32 23.15 845.55 17 13.5 270.6 246.66 927.6 24 0 19.65 34.5 246.1 349.78 323.78 382.5 331.9 354.54 23.71 23.38 735.17 30 25.98 3 18.6 363.6 301.71 47.03 19.14 53.8 375.DUMPING W.8 27.33 734.52 57.3 46.25 7 0 9.6 47.16 8 33.5 47.96 271.68 15.76 360.35 11 22.4 375.68 23.11 50.98 415.76 701.9 51.15 15.47 248.26 55.29 26 19.24 27.66 20 265.88 253.88 336.71 672.6 51.78 661.42 22.96 52.9783 .53 16.6.73 20.22 259.52 25.67 14 19.92 13 7.52 15 9.67 18 0 18.14 378.72 636.2 5 0 18.67 369.96 718.77 791.35 Perhitungan rata-rata waktu edar Dumptruck UD CWB45 untuk batubara adalah :  w a ktu eda r  n 22589 .6 265.86 216.9 361.36 15.2 361.8 267.52 25.54 49.4 376.22 49.18 727.77 25.34 841.PERGI W.99 805.24 21.ISI W.19 22.24 766.36 344.32 22 45.07 21.8 48.87 19.42 16.02 19.35 278.22 17.

6 1115.22 9 33.4 281.24 2 9.23 884.7 1995.12 690.92 1929.15 28.02 26.51 1423.82 26.16 16 10.36 . Tabel D.01 27 41.27 1089.11 17 9.76 18.49 5 42.37 203.4 29.35 908.32 833.16 52.1 208.13 945.05 20.47 658.2 985.04 18 7.73 27.7.7 2592.12 48.8 883.19 1043.43 59.32 2254.4 32.19 958.54 28.KEMBALI Ʃ 1 0 32.9 1043.44 29 3.54 26.2 1104.18 304.71 25.7 310.31 1360. ISI PERGI DUMPING W.51 870.91 977.63 23.35 904.6 1065.4 53.15 3 48.47 22.3 306.63 22 3.37 730.14 179.9783 detik.53 27.08 24 134.61 22.1 980.12 242.31 2458.48 28.22 28.09 28.9 218.13 244.98 917.25 49.42 920.44 790.09 11 32.24 849. Waktu Edar Alat Angkut Dumptruck HINO 500 FM 320 TI untuk Batubara PC400 Dengan Jarak Tempuh 4200 Meter (Detik) NO W.29 47.92 695.91 956.9 13 5.72 14 0 31.42 2018.81 307.91 2120.38 981.33 49.56 252.1 893.52 2249.07 24.32 33.4 20 36.99 878.44 195.52 300.2 40.09 15 4.8 1119.84 21.18 21.98 68154.7 1020.61 24.82 221.3 2199.34 689.8 2258.41 2507.93 880.27 23.55 19.64 23.25 59.43 301.41 173.98 2093.3 914.7 36.07 2202.37 975.37 10 7.95 12 5.74 18.89 940.72 880.52 21.22 2418.37 1213.28 186.59 247.1 253.32 2221.78 18.36 756.43 216.26 4 8. rata-rata waktu edar Dumptruck UD CWB45 untuk batubara adalah 752.84 1235. Jadi.93 19 4.17 906.32 877.9 18.32 2527.17 221.77 1452.59 733.51 26 6.33 916.81 40.51 183.4 234.32 8 3.45 825.2 32.71 200.61 29.81 18.21 22.43 1228.39 900.09 28 3.91 23.88 2551.91 212.37 2357.22 29.13 31.32 219.2 1534 2895.TUNGGU MANUVER1 W.17 249.52 2172.99 21 9.43 25 217.38 57.13 1889.33 2150.33 40.35 861.25 23 245.49 823.48 19.58 1063 24.61 972.9 2270.59 18.79 1882.85 7 23.72 972.14 1049.12 48.36 856.74 2087.39 2321.7 28.2 2107.4 2731.2 250.37 923.8 2434.7 1029.34 2255.95 30 301.4 20.93 220.5 29.6 31.71 6 6.

81 Jadi. .Perhitungan rata-rata waktu edar Dumptruck Hino 500 FM 350 TI untuk batubara adalah :  wa ktu  ed a r n 68154 .36  30   2271. rata-rata waktu edar Dumptruck Hino 500 FM 350 TI untuk batubara adalah 2271.81 detik.

8 jam Jadi.5 jam Persiapan = 0. Bukit Asam (Persero).5 jam Istirahat = 2 jam x 31 hari = 62 jam Dll = 1.5 jam x 31 hari = 15. LAMPIRAN E PERKIRAAN WAKTU KERJA EFEKTIF MARET 2017 E.2 Kehilangan waktu kerja yang direncanakan Pertukaran shift = 0.5 jam x 31 hari = 15.3 Kehilangan waktu yang tidak direncanakan Hujan (Perkiraan Maret 2017) = 56.5 jam x 31 hari = 15.1 Waktu Kerja Pekerjaan penambangan pada PT.2 jam Waktu kerja efektif = Total waktu tersedia – Total kehilangan waktu = 744 jam – (186 + 116. dilaksanakan oleh kontraktor PT Pamapersada Nusantara yang memiliki waktu kerja sebagai berikut .5 jam Total = 186 jam E. 88 Universitas Sriwijaya .2 jam Perawatan jalan = 60 jam Total = 116. perkiraan waktu kerja efektif pada bulan Maret 2017 adalah 441. Hari kerja Maret 2017 = 31 hari Shift/hari = 2 Jam/shift = 12 Total waktu kerja yang tersedia = 12 x 2 x 30 = 744 jam E.8 jam.2) jam = 441. Tbk.5 jam x 31 hari = 46.5 jam Sholat Jum’at = 1 jam x 4 hari = 4 jam Sholat = 1 jam x 27 hari = 27 jam Isi bensin = 0.

8 . Oil Preasure (ltr) Capacity .Overall Weidth (mm) 3265 .5 6. Fuel Tank (ltr) 605 980 1360 270 440 670 . Oil Flow (ltr) 355 320 320 . Max.Overall Lenght (mm) 3340 .Overall Heigth (mm) 6-125 x 150 6-140 x 165 6-170 x 170 Engine Hydraulic System 652 988 1588 .7 Bucket Capacity (m ) Dimension 11905 . Max.0-4. 28 Edition. Komatsu Ltd) Model Item PC 400 PC 800 PC 1250 44. LAMPIRAN F SPESIFIKASI TEKNIS ALAT MUAT th Tabel F.1 Spesifikasi Alat Muat (Specification and Aplication Handbook. Hydraulic Oil Tank (ltr) Boom (mm) 7060 7100 9100 Arm (mm) 2400 2945 3400 89 Universitas Sriwijya .190 75200 109500 Operating Weight (kg) Horse Power (HP) 330 496 651 3 2.3.2 4.

Gross Horse Power : 783 KW / 1050 HP / 2000 RPM e. Gross Vehicle Weight : 166. Empity Vehicle Weight : 66930 Kg Distribution (Front) : 31560 Kg (Rear) : 35270 Kg b. Max. 90 LAMPIRAN F SPESIFIKASI ALAT ANGKUT HD 785 1.000 Kg d. Gross Vehicle Weight : 158005 Kg Distribution ( Front ) : 52140 Kg ( Rear ) : 105.865 Kg c. Net Horse Power : 753 KW / 1010 HP / 2000 RPM Universitas Sriwijaya . Weight a.

Performance a. Rear Tire : 27. Hauling Capacity a. Overal Height : 5050 mm d.00R49** x 2 b. Fuel Tank : 1250 L th Sumber : Specification and Aplication Handbook. Height of Bony Top : 8500 mm f. Turning Radius : 9. Engine a.15 L 5. Bore x Stroke : 140 x 165 MM / 5.00R49 x 4 7. Tires a. Tread (Front) : 3515 mm (Rear ) : 3080 mm 6. Heaped Capacity (2:1) : 60 m 3.9 M / 32’6” 4.2. Overal Length : 10290 mm b. Front Tire : 27.51 x 6. Overal Width : 6885 mm c. of Cylinders : 12 c. Maximum Speed : 65 Km/h / 404 MPH b.50 INC d. No. Loading Height : 3600 mm e. Displacement : 23. Maximum Load : 91 Ton 3 b. Dimensions a. Model : SA12V140 b. 28 Edition. Komatsu Ltd . Capacity a. Whellbase : 4250 mm g.

50 m 6. High : 1. Width : 2. LAMPIRAN F SPESIFIKASI ALAT ANGKUT HINO 500 FM 320 TI 1. Vessel Capacity : 30 ton 5. Long : 5. Spesifikasi : CWB 45 A 2.Gross Output kW(ps)/rpm : 279(380)/2.75 m 7.65 m .100 4. Engine Model : PF6TC 3. Engine Max.

Width : 2. Long : 5. Engine Max.75 m 7. High : 1. LAMPIRAN F SPESIFIKASI ALAT ANGKUT NISSAN UD CWB45 1. Spesifikasi : CWB 45 A 2.100 4.Gross Output kW(ps)/rpm : 279(380)/2. Engine Model : PF6TC 3.65 m .50 m 6. Vessel Capacity : 28 ton 5.

LAMPIRAN G FAKTOR EFISIENSI ALAT-ALAT MEKANIS Tabel G. Y. Soft soil 1.8 94 Universitas Sriwijaya .3.8-0. Y.2 Average Sandy Soil and Dry soil 1. Faktor Efisiensi Kerja Hydraulic Excavator (Indonesianto.0-1. 2005) Kondisi Medan Effisiensi Kerja (%) Baik 83 Sedang 75 Agak Buruk 67 Buruk 58 Tabel G. Y.1 Rather Difficult Sandy soil with gravel 0.9 Difficult Loading blasted rock 0.1-1.2.1. Faktor Koreksi Bucket (Indonesianto. 2005) Kondisi Medan Effisiensi Kerja (%) Baik 83 Sedang 80 Agak Buruk 75 Buruk 70 Tabel G. 2005) Pemuatan Jenis bahan diangkut Bucket (%) Easy Clay.7-0. Faktor Efisiensi Kerja Dump Truck (Indonesianto.

LAMPIRAN H PETA SEQUENCE PIT TAMAN PENAMBANGAN AIR LAYA BULAN MARET 2017 95 Universitas Sriwijaya .

1 Geometri Kerja Alat Gali-Muat Tabel I.2 Geometri Kerja Alat Angkut 96 Universitas Sriwijaya . LAMPIRAN I SPEK TEKNIS KETENTUAN GEOMETRI KERJA ALAT Tabel I.

97 Universitas Sriwijaya .

LAMPIRAN J KLASIFIKASI BATUBARA MENURUT ASTM 98 Universitas Sriwijaya .

99

LAMPIRAN K

Mine brand

Tabel K1 : Mine Brand Air Laya AL-50

Universitas Sriwijaya

100
1001

Tabel K2: Mine Brand Air Laya AL-52

Tabel K3: Mine Brand Air Laya AL-55

Tabel K4: Mine Brand Air Laya AL-58 .

Tabel K5: Mine Brand Air Laya AL-61 .

Tabel K6: Mine Brand Air Laya AL-64 .

Tabel K7: Mine Brand Air Laya AL-67 .

Tabel K8: Mine Brand Air Laya AL-72 .