You are on page 1of 2

PEMASANGAN NASOGASTRIC TUBE (NGT

)
No. Dokumen : SOP/UKP/
No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : Agustus 2017
SOP
Halaman : ½

PUSKESMAS dr. Erwan Susanto
Muara Kelingi NIP.

1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan Berdasarkan keputusan kepala puskesmas muara kelingi no tentang
pelayanan klinis

4. Referensi
1. Nasogastric tube (NGT) dengan ukuran :
5.Prosedur  No. 14-20 untuk dewasa
(Persiapan)  No. 8-16 untuk anak-anak
 No. 5-7 untuk bayi
2. Jelly Anastesi
3. Spuit 10cc / 20cc
4. Stetoskop
5. Plester
6. Handscoen
1. Informed consent pasien untuk dilakukan pemasangan Nasogastric tube (NGT)
6. Langkah- 2. Petugas melakukan cuci tangan terlebih dahulu dan menggunakan handscoen
langkah 3. Insersi Nasogastric tube (NGT), dengan cara :
 Inspeksi hidung terhadap kemungkinan adanya nasal obstruksi atau deformitas
untuk menentukan lokasi terbaik pemasangan NGT.
 Perkirakan panjang NGT yang direncanakan masuk ke gaster dengan mengukur
jarak lubang hidung – lubang telinga dan epigastrium. Beri tanda pada NGT batas
selang yang akan dimasukkan.
 Olesi 4 cm ujung NGT dengan pelumas jelly steril yang larut air/ xylocain gel.
 Olesi tepi lubang hidung yang telah dipilih menggunakan jelly steril larut air /
xylocain gel.
 Pasien dipersilahkan untuk menelan. Masukkan selang NGT bersamaan dengan
saat pasien menelan. Lakukan menelan berulang-ulang hingga NGT masuk
sampai batas yang telah dibuat sebelumya. Bila selama prosedur ini pasien
menunjukkan tanda gangguan pernafasan, NGT harus segera ditarik keluar.
4. Evalusi Penempatan NGT, dengan cara :

 Pasang spuit 10cc/20cc tadi pada NGT. Hal-hal yang . Unit terkait 2.  Lepas sarung tangan  Catat tanggal dan waktu pemasangan NGT 7. tanda fraktur fasialis dan fraktur basis cranii perlu diperhatikan 1.  Bersihkan lubang hidung menggunakan kasa bersih  Fiksasi NGT pada hidung menggunakan plester/hipafix. Kartu status pasien 10. Masukkan udara dalam spuit ke dalam lambung melalui NGT secara cepat sambil mendengarkan suara udara yang masuk lambung melalui stetoskop di daerah epigastrium. Blanko resep Terkait 3. Rekaman No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai historis diberlakukan perubahan .  Siapkan spuit 10cc/20cc yang diisi udara. Bagan AlirAnamnesis (keluhan pasien dan Pemeriksaan Fisik dan Pemasangan Nasogastric riwayat penyakit) Tanda vital Tube (NGT) pasien ) 8.  Tempatkan stetoskop di daerah epigastrium. Unit Rawat Inap 3. Unit RS Rujukan Terpadu 1. Register IGD 11. Unit IGD 9.  Hubungkan NGT dengan botol penampung. Dokumen 2.