You are on page 1of 8

FAKTOR RISIKO SEPSIS PADA BAYI BARU LAHIR DI

RSUD CURUP KABUPATEN REJANG LEBONG

Demsa ~irnbolon'

'~oliteknikKesehatan Bengkulu

RISK FACTOR OF SEPSIS NEONATORUM AT DISTRICT HOSPITAL, IN CURUP
REJANG LEBONG

Abstract. Cause of death of neonatal because height occurence of infection, one of them
is sepsis neonatorum. Sepsis Neonatorum almost 30% causizzg neonatal mortality. With
method research of case control study, this research aim to know riskfactor occurence of
sepsis neonatorum at distric hospital in Curup. @om register RSUD Curup at January
2005 up to April 2006. Sampel consist of 85 case and 85 control. Sampel in this research
is newborn baby and mother and taken care ofpediatric care. Bivariate analysis use test
of chi square, and analysis multivariat use multivariate logistic regression. hfultivariate
analysis results showed that only three factors or variables were signijic~ntlyto sepsis
neonatorum, that are man baby OR=2.279 (1.143-4.546), history born with action
OR=2.142 (1.047-4.385), and premature ruptur membrane OR= 7.595 (3.593-16.058).
Require to strive prevention premature rupture of membrane. When have happened
premature rupture of membrane is immediately conducted correct handling for
minimization the happening of sepsis.

Key word: Sepsis of newborn, Premature Rupture of membrane, riskfactors.

PENDAHULUAN 1000 kelahiran hidup (3). Dari hasil
Berbagai upaya pembangunan di survei kesehatan rumah G g g a (SKRT)
bidang kesehatan diarahkan untuk mening- tahun 2001, kematian neonatal sebesar 180
katkan kelangsungan hidup bayi dan an&. kasus. Menurut umur kematian, 79,4% dari
Bayi menjadi fokus dalam setiap program kematian neonatal terjadi pada usia 0-7
kesehatan karena dalam masa pertumbuhan hari, dan 20,6% terjadi pada usia 8-28 hari.
dan perkembangannya setiap saat meng- Proporsi kematian neonatal sebesar 39%
hadapi berbagai ancaman bagi kelang- dari semua kematian bayi. Kasus lahir mati
sungan hidupnya seperti kesakitan dan sebanyak 115 kasus (4).
kematian akibat berbagai masalah ke- Berdasarkan Survei Demografi Ke-
('.
sehatan 2). sehatan Indonesia tahun 2002-2003 tercatat
Berdasarkan penelitian WHO bahwa AKB Bengkulu sebesar 35 per 1000
(1994) diseluruh dunia terdapat kematian kelahiran hidup. Sedangkan AKB Kabu-
bayi, khususnya neonatus sebesar paten Rejang Lebong berdasarkan profil
10.000.000 jiwa pertahun. Di Indonesia kesehatan Kabupaten Rejang Lebong tahun
angka kematian neonatal 25 per 1000 2004 sebesar 50 bayi dari 4.602 kelahiran
kelahiran hidup dan angka kematian hidup atau sekitar 9 orang per 1.000
neonatal dini umur 0-7 hari sebesar 15 per kelahiran hidup. Pada tahun 2005 AKB
Kabupaten Rejang Lebong mengalami

sepsis neonatorum adalah faktor ibu seperi kan berkisar antara 1. 117 baru lahir. Tujuan penelitian untuk menge- kemudian pada tahun 2005 tercatat tahui faktor pada ibu dan bayi yang ber- sebanyak 297 kematian dari 39. Berdasarkan Di Indonesia Sepsis neonatal terjadi Laporan tahunan RSUD terdapat 35 1 bayi pada kurang dari 30% kematian pada bayi lahir terdiri dari 327 bayi lahir hidup. 30. 3.9 1%) diantaranya mengalami sepsis torum di beberapa rumah sakit rujukan di Indonesia berkisar antara 8.56% dan 49. Penel.72% dan tingkat kematiannya antara TORCH. aspiksia (31%). keiainan bawaan kelahiran hidup.5% sampai dengan infeksi selama kehamilan antara lain 3. 36. kembar (I3). dan faktor bayi seperti trauma lahir. Menurut Kosen.s terjadi pada bayi baru lahir yang berat sampai 8.5 sampai 23 per Infeksi bakteri 5 kali lebih sering 1000 kelahiran hidup di Afrika. Berat badan lahir rendah (BBLR) mengalami peningkatan menjadi 74 per dan prematuritas (14%).206 kelahiran hidup atau 13.Bul. adalah sepsis neonatorum. asfiksia (45%) dan kelainan bayi dari 4. Adapun penyebab utama torum di rawat inap RSUD Curup pada . Sepsis neona- prematuritas. variasi dari 7.9%.876 bayi hubungan dengan kejadian sepsis neona- lahir hidup. febris pada ibu (I2).29% dengan angka kematian antara Secara teori.134 peningkatan menjadi 74 per 5. Sepsis 1000 kelahiran hidup. Angka kejadian sepsis prediksi berhubungan dengan kejadian neonatonun di beberapa nunah sakit ruju. pada tahun lebih kemungkinan disebabkan oleh infeksi nasokomial.206 ke. Vol. umur ibu 20-39 tahun Salah satu infeksi yang terjadi pada bayi (4). tuban pecah dini (11[ jenis kelarnin laki- laki. BBLR hidup (5). atau sekitar 9 orang per 1000 kelahiran matian pada neonatal lanjut adalah infeksi bayi. hipotermia.7 per 1000 natal jaundice (14%). matian bayi di Kabupaten Rejang Lebong adalah sepsis neonatorum (9). tetanus (9%) ('I. Insiden sepsis neonatal ber.75 kg dan 2 kali America Selatan dan Caribbean sedangkan lebih sering menyerang bayi laki-laki.5 sampai 3. 2008:127 . seksio sesaria). penyakit bawaan. 6.5 per dalam waktu 72 jam setelah lahir. Pada di Arnerika Serikat dan Australia kejadian lebih dari 50% kasus. 5. 37.7 per 1000 kelahiran infeksi (45%). (15%). sepsis mulai timbul sepsis neonatal berkisar 1. sedangkan penyebab ke. Angka kejadian sepsis neona- (33.76% dan neonatorum (lo). ikterus atau neo. kematian bayi di Propinsi Bengkulu adalah lahiran hidup atau 13. eklampsia.9 per 1000 kelahiran hidup di badannya kurang dari 2. 2004 dilaporkan kematian bayi sebanyak 3 10 kematian dari 39. air ketuban hijau kental.602 jumlah kelahiran hidup b a w w (1 1%).89% sampai 80% (7).l sampai 38 per 1000 kelahiran hidup di Asia. Salah satu penyebab ke- (7%) dan obstruksi usus (7%) (6). Sedangkan pada tahun 2005 AKB (56%). Kesehatan. No. persdinan dengan tindakan (ekstraksi Berdasarkan data di atas infeksi cuvam/vakurn. yang barn tirnbul dalam waktu 4 hari atau Di Propinsi Bengkulu. diabetes mellitus.579 bayi lahir hidup. infeksi atau merupakan penyebab kematian terbanyak. penyebab utama Di Kabupaten Rejang Lebong ter- kematian neonatal dini adalah infeksi catat pada tahun 2004 AKB sebanyak 50 (56%). ersalinan lama. dan 3. ke- baru lahir. faktor risiko yang di- 11. kurang mendapat cairan dan torum merupakan suatu infeksi bakteri berat yang menyebar ke seluruh tubuh bayi kalori.

8 bulan Januari 2005 sampai dengan April periode Januari 2005 sampai 2006 terdapat 2006. Banyaknya kasus yang diper- BAHAN DAN CARA oleh dan memenuhi kriteria dalam periode Januari 2005 sampai 2006 sebanyak 85 Desain penelitian kasus kontrol.s Perempuan 82 48.s 3.s FAKTOR IBU 1. Kontrol adalah kontrol. dengan tingkat kemaknaan 5% dan kan adalah sumber data sekunder dari kekuatan uji 80%. Keadaan Air Ketuban Berbau 48 28.. Penarikan kontrol di- nosis sepsis neonatorum. Riwayat Persalinan Tindakan 70 41.s 4.. Besar sampel dalam rekam medik pasien.5 Nonnal 142 83.5 > 35 tahun 16 0. Variabel independen yang terdapat bayi baru lahir yang tidak menunjukkan dalam register dan rekam medik adalah tanda dan gejala sepsis neonatorum. dengan kriteria lakukan secara Simple Random Sampling inklusi yaitu bayi berusia 0-7 hari. Pada .4 2.. Umur Ibu Saat Persalinan < 20 tahun 7 4. Karakteristik Bayi dan Ibu Di Rawat Inap Bangsal Anak RSUD Curup pada bulan Januari 2005 sampai dengan April 2006 No VARIABEL Frekuensi Persentaw(%) FAKTOR BAYI 1.2 2.2 Normal 100 58.5 Tidak Kembar 164 96. kasus dengan kritesia register dan rekam Kasus adalah bayi baru lahir dengan diag.(Demsa Simbolon) Tabel 1. Status Ketuban KPD 65 38. medik yang lengkap. 117 diantaranya mengalami sepsis neonatorum... per-bandingan jurnlah penelitian ini adalah 85 kasus dan 85 kasus kontrol adalah 1:l. Jenis Kelamin Laki-laki 88 51.2 Tidak Bcrbau 122 71. rekam medik periode yang sama Besar sampel dihitung lengkap. 351 bayi lahir terdiri dari 327 bayi lahir hidup. Status Kembar Kembar 6 3.. dirawat dari seluruh kelahiran bayi sehat pada hap sampai dengan 7 hari.2 Tidak KPD 105 61. Sumber data yang diguna.1 20 -35 tahun 147 86. dan tidak menderita penyakit lain dengan rumus uji hipotesis Odds Ratio (kelainan lain). Berat Badan Lahir BBLR 28 16.s 3. Faktor Resiko Sepsis.

8%).6%).279 (1. kelamin bayi laki-laki OR=2. bayi. H a i l analisis bivariat menunjukkan Faktor yang paling dorninan sebagai faktor bahwa menurut faktor bayi. kejadian sepsis risiko kejadian sepsis neonatorum adalah ketuban pecah dini. riwayat persalinan).25. tentang diagnosis sepsis. Faktor Analisis bivariat menggunakan uji Chi bayi yang menjadi kandidat model square dan analisis multivariat dengan multivariat adalah jenis kelamin bayi. dengan menggunakan ketuban pecah dini. Sebagian besar (83. tidak melihat dan menguraikan lebih rinci hubungan dengan kejadian sepsis neona.8%). 3. Pengumpulan yang berhubungan dengan kejadian sepsis data dilakukan dengan mencatat hasil neonatorum adalah ketuban berbau dan rekam medik.134 faktor bayi ('enis kelamin. variabel independen yang di- Berdasarkan faktor ibu.8%). kandidat dianalisis secara bersama-sama. ketuban. Keter- kejadian sepsis neonatorum. air ketuban ber- . Hasil Uji chi square Keterbatasan dalam penelitian ini menemukan bahwa jenis kelamin bayi ber. dan sebagian besar yang berhubungan signifikan dengan (96.593-16. nentukan variabel independen dan depen. Vol.2%). untuk itu perlu torum. sehingga beberapa besar (89. status kembar). dan ketuban status ketuban tidak pecah dini (61. No. batman lain.385).2008:127 . dan faktor ibu ketuban pecah dini (58. Berdasarkan h a i l analisis bivariat den. sebagian teliti sangat terbatas. Hasil analisis (status ketuban umur ibu.142 (1. kejadian sepsis neonatorum.8%). riwayat persalinan dengan tindakan air ketuban ibu tidak berbau (71. Model akhir hasil regresi logistik ganda seperti pada Tabel 2 Proporsi bayi laki-laki dan bayi perempuan sedikit lebih banyak bayi laki.047-4.2%).546). Sebagian kejadian sepsis neonatorum adalah jenis besar umur ibu saat melahirkan antara 20.5%). pecah dini OR= 7. Faktor berat badan lahir dan status dilakukan penelitian lebih lanjut dengan kembar secara statistik tidak berhubungan memperhatikan diagnosis sepsis. 36. kemudian dilakukan evaluasi interaksi dan HASIL PENELITIAN evaluasi konfounder. persalinan normal (58. Analisis univariat akan menguraikan diperoleh variabel potensial kandidat gambaran faktor bayi dan faktor ibu. berat bau (6 1.4%) kejadian sepsis terjadi dari variabel independen lain dalam kerangka ibu berumur 20-35 tahun. sebagian besar keadaan 4. neonatorum (kasus) banyak terjadi pada bayi laki-laki (61.5%) berat variat menunjukkan bahwa faktor risiko hadan lahir normal. Penel.058). bayi berat badan lahir normal (82. Hasil analisis regresi logistik multi- laki (5 1. keadaan air bivariat menunjukkan bahwa faktor ibu ketuban. multivariat dengan nilai P < 0.5%) bayi lahir tidak kembar. Rekam medik bayi cara statistik tidak berhubungan dengan dan rekam medik ibu disamakan untuk me.4%) dan bayi lahir tunggal (97. badan lahir. Selanjutnya variabel potensial SPSS.595 (3.Bul. riwayat persalinan dan status sama dengan menggunakan program ketuban. Kesehatan. dan OR=2.143- 35 tahun (86.8%). keadaan air dengan variabel dependen secara bersama. regresi logistik ganda guna melihat Faktor ibu yang menjadi kandidat model hubungan beberapa variabel independen mutivariat adalah umur ibu. Sedangkan urnur ibu formulir pengumpulan data yang dibuat saat persalinan dan riwayat persalinan se- untuk penelitian ini.

..279 kali dibandingkan bayi perem. . Behrrnan. puan. Aktifitas menyatakan bahwa bayi dengan BBLR .K Das menyatakan bahwa jadian sepsis neonatorurn. kurangi (I3). tumbuh lebih baik.(Demsa Simbolon) Tabel 2. Kemudian untuk penelitian memerlukan O2 yang lebih banyak. Demikian ada hubungan berat badan lahir dengan ke- juga Prof... jika 0 2 lingkungan di- torurn 2. et a1 menyatakan bahwa bayi jenis kelamin laki-laki lebih berisiko Hasil penelitian menunjukkan tidak tinggi untuk terkena sepsis (I3). memperlihatkan perbedaan toleransi ter- hadap oksigen. karena selanjutnya perlu memperpanjang waktu jika O2kurang didalarn tubuh maka bakteri penelitian sehingga diperoleh sampel yang anaerob mudah berkembang. Faktor Resiko Sepsis.. B. Bakteri lebih besar dan representatif sehingga anaerob adalah mikroorganisme yang tidak mendapatkan nilai OR dengan interval tahan terhadap oksigen. bayi perempuan sehingga bayi laki-laki analisis. Faktor Risiko Kejadian Sepsis Neonatorum RSUD Curup bulan Januari 2005 sampai dengan April 2006 Variabel Kasus Kontrol Bivariat Multivariat OR 95% CI P OR 95% CI P Wald Wald Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Berat Badan Lahir * BBLR Normal Status Kembar Kembar Tidak Kembar Umur Ibu Saat Persalinan <20dan>35 tahun 20-35 tahun Keadaan Air Ketuban Berbau Tidak Berbzu Riwayat Persalinan Tindakan Normal Status Ketuban KPD Tidak KPD teori yang kemungkinan berhubungan bayi laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan variabel dependen tidak dapat di. Hasil penelitian faktor risiko terjadiiya sepsis adalah bayi ini tidak sesuai dengan teori yang dengan jenis kelamin laki-laki. dapat tetap bertahan hidup Hasil penelitian menunjukkan bayi meskipun terdapat oksigen dan &an laki-laki berisiko mengalami sepsis neona. Beberapa strain yang lebih presisi.

Bayi yang lahir dengan tind&an berisiko 2. infeksi neonatal (I6). Bayi BBLR berisiko sampai Januari 2001 ditemukan 72% mengalami sepsis neonatom karena pada falctor risiko adalah BBLR dan keadaan air bayi dengan BBLR pematangan organ ketuban bau busuk. dua d m ke tiga keharnilan yang tidak Pada BBLR menurunnya berat badan bayi menyulitkan. Hasil penelitian di instalasi ke. Pada berakhir dengan kematian. secara normal hampir sama. mengalami sepsis karena organ tubuhnya belum sempurna sehingga sistem imunnya h a n g yang menyebabkan mudah terkeia Berdasarkan keadaan air ketuban. sedangkan komplikasi dapat terjadi setiap saat. Pada bayi berat kelompok umur 20-39 tahun pada anak badan normal. sehingga per. minggu pertama setelah pertama dan pada ibu dengan paritas 3 atau lahir berat bayi akan turun. karena biasanya meningkat setelah anak ke tiga. salinan dengan tindakan. 36. hanya sedikit kembangannya tidak sempurna. Vol. Ibu yang ada masalah pemberian air susu ibu (ASI). infeksi. Dernikian iuga Manuaba menyatakan bahwa bayi BBLR pusat iengatur Berdasarkan rimlayat persalinan. daya pertahanan tubuh terhadap litian menunjukkan tidak ada hubungan infeksi.142 kali Hasil penelitian menunjukkan mengalami sepsis neonatorum dibanding- bahwa status kembar bukan faktor risiko kan dengan bayi yang lahir secara normal. Kesehatan. menderita infeksi ketika hamil dapat Akibat bayi kurang atau tidak mampu menyebabkan dampak yang besar terhadap menghisap ASI. nafasan dan tulang iga masih lemah yang Kejadian sepsis neonatorum menurut mengakibatkan oksigen masuk ke otak riwayat persalinan menunjukkan bahwa kurang. otot per. bayi menderita infeksi ibu maupun janin dan bayi neonatal seperti atau mengalami kelainan bawaan (14) . Penel.sehingga akan berisiko seperti alat-alat enolong persalinan yang terkontaminasi (P'). terjadinya sepsis neonatorum. Hasil pene- Hasil penelitian ini sesuai dengan teori litian ini tidak sesuai dengan teori yang yang menyatakan bahwa bayi yang lahir menyatakan bahwa kelahiran anak pertama dengan tindakan (ekstraksi cunam/vakum berisiko tinggi untuk infeksi asenden dan seksio sesaria) berisiko mengalami daripada yang kedua. No. Demikian juga kembar tetap berisiko tinggi untuk infeksi Saifuddin menyatakan bahwa bayi baru streptokokus group B dan infeksi lain lahir berisiko tinggi terinfeksi apabila di- walaupun sudah dikendalikan untuk pre- temukan bayi dengan riwayat kelahiran maturitasnya selain itu bayi lahir dengan dengan tindakan. pencemaan. maka bayi yang signifikan antara umur ibu dengan BBLR sering mengalami komplikasi yang kejadian sepsis neonatorum. Infeksi dapat diperoleh status kembar kemungkinan akan lahir bayi dari lingkungannya diluar rahim ibu. paru. tubuhnya (hati. kemudian akan lebih menunjukkan bahwa kehamilan ke- naik sesuai dengan pertumbuhan bayi. pernafasan belum sempurna. hasil pene- otak. dengan BBLR (I5).Bul. jika oksigen (02) kurang maka kejadian sepsis neonatonun sedikit lebih kuman anaerob mudah berkembang banyak pada bayi dengan riwayat per- menyebabkan mudah terjadi infeksi (I5). dll) belum sempurna. emim.8%). Berdasarkan faktor ibu. kejadian sepsis neonatorurn terbanyak bidanan Rumah Sakit Pusat Sardjito adalah pada ibu dengan keadaan air .2008:127 . surfaktan proporsi persalinan dengan tindakan dan paru-paru masih kurang. 3. lebih banyak bayi lahir normal (58. tetapi kedua bayi sepsis neonatorurn ("I.134 berisiko tinggi mengalami infeksi atau Yogyakarta dari bulan Februari 2000 sepsis seonatorum (I2).

l (p>0. KPD adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda- DAFTAR RUJUKAN tanda persalinan. Hasil analisis multivariat menunjukkan tidak ada Faktor bayi yang menjadi faktor hubungan keadaan air ketuban dengan risiko sepsis neonatorurn adalah jenis kejadian sepsis neonatorum. uteri. Perlu upaya pen- kejadian sepsis neonatorurn. Argadiredja. komplikasi kehamilan ada ibu maupun Jakarta: Depkes & Macro International Inc bayi terutama infeksi (18.(Demsa Simbolon) ketuban tidak berbau (61. 2003. dilakukan penanganan yang tepat untuk bandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu meminimalkan terjadinya sepsis.id infeksi neonatus karena meningkatnya infeksi ascending dari vagina ke kavum 5.go. .2%). KPD merupakan faktor risiko www.2003. Penyakit Penyebab Kematian Bayi (vaginal toucher). sedangkan pada ke. sepsis bayi pada pemeriksaan vagina 5 kali dibandingkan dengan pemeriksaan vagina h a n g dari 5 kali adalah 2. dan infeksi gene.id. Faktor yang paling dominan ber- analisis regresi logistik ganda menunjuk.595 kali di. Jakarta. Risiko relatif terjadinya infeksil Curup. BPS. RI. ha1 ini dapat 2. Surkesnas. Hasil KPD. Departemen Kesehatan RI. Faktor ibu menyatakan bahwa bayi baru lahir berisiko yang menjadi faktor risiko adalah riwayat tinggi terinfeksi apabila ditemukan riwayat persalinan dengan tindakan dan ketuban kelahiran air ketuban hijau kental yang pecah dini. Diakses 5 vagina diubungkan dengan peningkatan maret 2005.4%) dengan bayi yang lahir dari ibu yang tidak keadaan air ketuban bukan KPD. Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong. Bayi laki-laki berisiko litian ini tidak sejalan dengan teori yang mengalarni sepsis neonatonun 2 kali di- diemukakan oleh Saifuddin A. infeksi ascen. Hasil pene- kelarnin laki-laki. sefalopelvik. Infeksi neonatus (M). Jakarta. tindakan berisiko 2 kali mengalarni sepsis Berdasarkan status ketuban. Djaja.. terjadinya sepsis neonatorum. Faktor predisposisi KPD adalah serviks. BKKBN. peningkatan koloni kurnan. D.. sepsis neonatorum 7 kali dibandingkan lompok kontrol sebagai besar (82. Badan Lama ketuban pecah berhubungan dengan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. kehamilan preterm..depkes. Sumber Daya Manusia. ding dan jumlah pemeriksaan vagina 4. Faktor Resiko Sepsis.B yang bandingkan bayi perempuan. Bayi yang lahir (58.... S. lahir dari ibu dengan KPD berisiko meng. hidramnion. Bayi yang lahir dengan berbau (I I). Laporan SKRT kolonisasi kuman streptokokus grup beta. Bayi yang cegahan terjadinya ketuban pecah dini. 2003. hubungan dengan kejadian sepsis neona- kan ada hubungan status ketuban dengal torum adalah KPD. inkompetensi serviks.litbang.depkes. 1. yang tidak KPD.go. Frekuensi pemeriksaan Baru Lahir dan Sistem Pelayanan Kesehatan yang Berkaitan di Indonesia. 2003. Bila telah terjadi ketuban pecah dini segera alami sepsis neonatorurn 7.. Diakses 19 Februari 2005 talia R9). Profil Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong. Program Pembangunan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kualitas gemeli. Survey Demografi Kesehatan terjadi karena KPD dapat meningkatkan Indonesia tahun 2002-2003. Departemen Kesehatan dispro orsi. 2001: Studi Kesehatan Ibu dan Anak. Departemen Kesehatan RI. pada neonatorum dibandingkan dengan bayi kelompok kasus lebih dari setengah yang lahir secara normal. setelah pecah ketuban dipengaruhi oleh 3.8%) status ketuban adalah ketuban dari ibu dengan KPD berisiko mengalami pecah dini (KPD). http://www. 2002.05).

RSUD Curup. Departemen Vol. Behrman et al.com. 4. Soewarta. Menurun (artikel) 3 1 Desember 2003. (21. Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu. 10. 13. Curup. www. Shah GS. Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu. 12. R. Jakarta: EGC. Budayasa. 2005. Mandal RN. Indonesia 2003 Angka Kematian Bayi Penyelenggaraan Program Pembaugunan Ke. 1997. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Kesehatan Propinsi Bengkulu. Jakarta: EGC. Victor and Hans Montritja. Bengkulu. terhadap Insidens Sepsis Neonatorum Dini pada Kehamilan Aterm. http://ww.kumj. 2005. Peranan Faktor Risiko KPD Kabupaten Rejang Lebong. 15. Kesehatan.google. 36. 2 1 Februari 2005. Das BK. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Penyelenggaraan Program Pembangunan Laporan Tahunan Seksis Kesehatan Keluarga..187-191. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2004. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan 8. Pelayanan Kesehatan Maternal 2006. tanggal 8-9 Desember 2005. 9.134 6. Laporan Tahun RSUD Curup 18.2000. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Vol. Saifuddin A.Sos. Kedaruratan Neonatal. Departemen Keseharan RI dan Kes. No. 2006. Pening. 2002. Penyakit Jakarta. Jakarta: Departemen Kese- Penelitian dan Pengembangan Kesehatan hatan IU. 16. 14.id. 200 1. Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong. Panduan Konseliig Bagi Petugas Klinik Sani- nesia. B. 2006. katan Kelangsungan Hidup Neonatal di Indo. Budhathokis.2008:127 . Penel. 3. 19. 2006. Manuaba. Vol. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Kandungan dan Keluarga Berencana untuk 7. 1996. Beberapa Masalah Pendidikan Bidan. I.Bul.B. Ilmu Kebidanan.depkes. Jakarta. Kathmandu University Medical Journal (2006). 17.org. http://www.com dan Neonatal. Perawatan Intensif Neonatus.Jakarta: FK-UI. . Diakses sehatan Propinsi Bengkulu. Risk Factors in Early Neonatal Sepsis. Diakses 11 Juli Kesehatan RI.1999. issue 14. Disajikan dalam Simposium Nasional II tasi di Puskesmas. Bengkulu. 1&2. K dan Sarimawar Djaja. Diakses 11 Juli 11. 2005.