You are on page 1of 4

Nama : Aprilia Astiningrum

NPM : 1626000065

Under Armour’s Strategy in 2013 – Good Enough to Win Market
Share from Nike and Adidas?
Under Armour didirikan pada tahun 1996 oleh Kevin Plank kapten tim football di
University of Maryland, Under Armour adalah pencetus pakaian yang direkayasa untuk membuat
atlet tetap dingin, kering, dan ringan sepanjang permainan, latihan atau olahraga. Hal ini berawal
dari rencana membuat T-shirt yang dapat mengkompres kulit si pemakai, dengan cara mengatur
suhu badan agar pakaian tetap kering dan tidak basah saat dipakai.
Pendiri dan CEO kevin plank yang percaya potensi Under Armour untuk pertumbuhan
jangka panjang karena tiga alasan:
1. Perusahaan telah membangun merek yang sangat kuat dan otentik dalam waktu yang
relative singkat,
2. Ada peluang signifikan untuk memperluas jajaran produk perusahaan yang sempit dan
daya tarik nama merek ke dalam kategori produk dimana saat ini hanya memiliki sedikit
atau tidak ada pasar, dan
3. Perusahaan hanya pada tahap awal membangun merek dan menembus pasar di luar
Amerika Utara.

Company Background

Under Armour didirikan pada tahun 1996 oleh Kevin Plank, mantan pemain football dari
University of Maryland. Plank memiliki ide desain pakaian olah raga dengan tekstil sintetis yang
dimana pakaian akan tetap kering pada saat berkeringat atau “wicked away” walaupun semakin
tinggi aktivitas olah raga yang dilakukan. Perusahaan ini awalnya bernama KP Sports dan berganti
nama pada saat go public di akhir tahun 2005.
Under Armour merupakan perusahaan pelopor dalam performance apparel. Maksudnya
adalah pakaian yang dirancang untuk menjaga atlet tetap nyaman,kering,dan leluasa sepanjang
permainan, latihan atau olahraga. Teknologi di balik berbagai beragam produk Under Armour
untuk pria, wanita dan pemuda sangat rumit, namun ide tersebut sangat sederhana yaitu Under
Armour memiliki 3 cara dalam memproduksi produk nya yaitu HeatGear untuk kondisi panas lalu
CoolGear untuk kondisi dingin dan terakhir ada AllSeasonGear untuk segala situasi. Misi dari
Under Armour adalah untuk membuat gairah atlet semakin tinggi dalam olahraga melalui
semangat dan desain inovasi yang ditawarkan melalui produk Under Armour. Sejak
diperkenalkannya jenis teknologi pakaian olahraga, konsep tersebut telah banyak ditiru oleh semua
merek olahraga utama.

Under Armour’s Strategy

Misi dari Under Armour adalah “to make all athletes better through passion, design, and
the relentless pursuit of innovation” yang maksudnya adalah membuat semua atlet menjadi lebih
baik dan berhasrat melalui inovasi. Mengacu pada misi dari Under Armour sendiri strategi

dan menjual di bawah produk Under Armour langsung ke tim manajer peralatan dan atlet individu. Untuk bersaing dengan pemain besar yang sudah lama berkiprah di industri pakaian olah raga. seperti Nike dan Adidas. Produk dari sepatu Under Armour pun sudah mulai dikenal oleh banyak orang dan dari pihak Under Armour berharap agar “Brand Position” mereka tidak hanya dilihat dari kualitas apparel sport tetapi juga dapat diadopsi dari produk mereka yang lain yaitu sepatu. Disamping itu. Sebagai contohnya Under Armour telah dipakai oleh para atlet sepak bola sampai atlet renang. mengamankan distribusi produk mereka. Dengan menjadi sponsor di beberapa tim olah raga. Tujuannya adalah untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage) berdasarkan fitur diferensiasi. Biaya pemasaran tersebut digunakan untuk mensponsori pakaian tim olah raga. Merk dari Under Armour sendiri diposisikan sebagai merk dengan kualitas tertinggi dan terbaik yang tersedia. kesesuaian produk (fit/pas) yang tepat dengan kondisi cuaca dan tubuh konsumen. mensponsori berbagai macam perguruan tinggi dan acara olahraga profesional. . Strategi lini produk terdiri dari menciptakan lini produk yang beragam. Dalam strategi pemasaran olahraga Under Armour mereka melakukan kesepakatan dengan berbagai perguruan tinggi dan olahraga profesional tim. Sehingga menjadi sponsor tim olah raga memiliki dampak dan pengaruh yang besar terhadap penjualan produk Under Armour. Strategi pemasaran ritel mereka meningkatkan ruang khusus yang didedikasikan untuk produk Under Armour di toko-toko ritel. meningkatkan performa pengguna. pemasaran industri pakaian olah raga memerlukan biaya yang besar. khususnya dalam industri pakaian olah raga. seperti kualitas tinggi. Under Armour berfokus pada inovasi pengembangan produk dalam hal desain. dan keunggulan teknologi. style yang lebih menarik. menargetkan segmen konsumen tambahan.nilai lebih dari pelayanan. Hal ini akan meningkatkan visibilitas produk mereka dan meningkatkan brand awareness kepada para calon konsumen. Sports marketing Pemasaran dalam dunia bisnis sangat penting. lini produk. Under Armour menginvestasikan banyak pada penelitian dan pengembangan produk. para penggemar olah raga akan terpengaruh untuk menggunakannya seperti apa yang dipakai oleh tim olah raga kesukaannya.perusahaan mengikutinya yaitu dengan berencana mengalhkan pesaingnya di sports apparel untuk mencapai profitabilitas unggul melalui penetrasi pasar melalui fitur fitur yang ditawarkan oleh Under Armour sendiri dimana keunggulan desain dan juga fitur performa dimana bahan yang digunakan oleh Under Armour dapat membuat kenyamanan tingkat tinggi bagi penggunanya. Under Armour sendiri dilihat sebagai produk dengan kualitas tinggi dan berada pada keunggulan harga di pasar. pemasaran dan distribusi. Under Armour menguraikan strategi mereka mulai dari pertumbuhan. Under Armour mengejar strategi pertumbuhan untuk terus memperluas penawaran produk perusahaan. pemilihan produk yang lebih luas.

Eropa dan Asia dan. kelemahan. ColdGear(r) yang dirancang untuk digunakan di kondisi cuaca dingin yang dimana temperatur badan si pengguna pakan tetap terasa hangat pada saat melakukan kegiatan olah raga di musim dingin seperti olah raga ski. sangat penting untuk membuat dan mengelola jaringan distribusi secara efisien agar dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. Under armour juga mengembankan produk Charged Cotton. Selain itu. peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Under Amour. SWOT Analysis Dalam SWOT Analysis kita dapat melihat kakuatan. yang dibuat dari kain kering alami dan Storm Fleece. terbatasnya distributor internasional hingga kurangnya lini produk menjadi kelemahan yang dimiliki oleh Under Armour. Kurangnya hak paten yang dimiliki oleh Under Armour. Strength Under Armour memiliki kelebihan utama dalam inovasi produk pakaian olah raga. yang fluktuatif mengikuti harga minyak mentah dunia. Selain itu.Distribution Strategy Dalam industri pakaian olah raga yang sudah banyak pemain besarnya. dan AllSeasonGear yang dirancang dengan menggunakan bahan teknikal untuk menjaga si pengguna pakaian tetap merasa sejuk dan kering saat digunakan di kondisi cuaca yang berubah-ubah. 3. Berikut uraiannya: 1. dikarenakan bahan biaya bahan Under Armour. petroleum-based synthetics. kering dan ringan selama beraktivitas olah raga. Under Armour dapat memenuhi permintaan konsumen. Inovasi tersebut ialah produk pakaian olah raga dengan menggunakan bahan kain yang disesuaikan dengan kondisi tubuh dan cuaca sehingga nyaman untuk dipakai. Dan kelemahan Under Armour terletak kepada desaign yang belum terlalu banyak ketimbang Nike dan Adidas. Produk-produk Under Armour tersebut diantaranya: HeatGear yang dirancang untuk digunakan di kondisi cuaca panas yang dimana badan si pengguna pakaian akan tetap terasa sejuk. Melalui toko grosir dan eceran yang tersebar di banyak wilayah dunia seperti di Amerika Utara. Selain itu. yang tahan air. Under Armour menawarkan produk langsung ke konsumen melalui jaringan internet. Under Armour dapat membidik generasi muda yang sedang gencar hidup sehat dengan berolahraga di dalam maupun luar ruangan yang membutuhkan pakaian yang nyaman dan inovatif sehingga dapat mendukung kegiatan olah raga . Opportunities Under Armour merupakan perusahaan baru di industri pakaian olah raga masih memiliki banyak peluang untuk lebih sukses dari Nike maupun Adidas. 2. Weaknesses Under Armour menggunakan bahan mentah yang dikembangkan dan diproduksi oleh pihak ketiga dan ketersediaan sumber daya yang terbatas.

Selain itu. 4. biaya pekerja yang tinggi di beberapa negara seperti Amerika dan Tiongkok dan juga harga petroleum yang fluktuatif dapat menjadi ancaman bagi Under Armour dalam proses produksi. Disamping itu.mereka. . masih banyak negara yang belum dimasuki oleh Under Armour sehingga menjadi peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas jaringan pasar. Threats Berbagai ancaman yang dihadapi oleh Under Armour seperti halnya produk diferensiasi dan produk substitusi dari merek lain.