You are on page 1of 13

MAKALAH PERADILAN TATA USAHA NEGARA

“PUTUSAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA”

OLEH:

MARCELIA BEATRIX WAKKARY

NIM. H 11 14 178

REGULER A/SEMESTER V

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS ICHSAN GORONTALO

T.A 2015/2016

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Ir. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat. saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang. Gorontalo. dan juga bagaimana membuat sampah menjadi barang yang berguna. karunia. mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Desember 2016 Penyusun . Oleh sebab itu. Mahmud Takahashi selaku Dosen mata kuliah Hukum Peradilan Tata Usaha Negara UIG yang telah memberikan tugas ini kepada kami. kami berharap adanya kritik. serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pemanfaatan Plastik Sebagai Barang Berguna ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai dampak yang ditimbulkan dari sampah.

termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Tata Usaha Negara adalah Administrasi Negara yang melaksanakan fungsi untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan baik di pusat maupun di daerah. individual. 3. Sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. yang bersifat konkret. pengertian-pengertian dicantumkan dalam Bab I. Dengan kata lain Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara merupakan rangkaian-rangkaian peraturan-peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan itu harus bertindak untuk melaksanakan berjalannya peraturan-peraturan Hukum Tata Usaha Negara materil. Dalam Undang-Undang No 5 Tahun 1986. Tuntutan hak dalam hal ini tidak lain adalah tindakan yang bertujuan memperoleh perlindungan hukum yang diberikan oleh pengadilan untuk mencegah “eigenrichting” atau tindakan menghakimi sendiri. 2. dan final. Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah Badan atau Pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. memeriksa serta memutuskan dan serta pelaksanaan dari pada putusannya. bahwah Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara mengatur tentang bagaimana caranya mengajukan tuntutan hak.Lebih konkrit lagi dapatlah dikatakan. sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara. . yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. LATAR BELAKANG Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara adalah Peraturan hukum yang mengatur bagaimana caranya menjamin ditaatinya Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara materil dengan perantaraan hakim. 4. yang dimaksud dengan : 1. Dalam hal ini hakim dalam pengadilan akan mengambil keputusan terhadap perkara-perkara yang melawan hukum maupun yang melanggar hukum. baik di pusat maupun di daerah. Dalam pasal 1 undang-undang ini.

atau pemberhentian D sebagai pegawai negri. baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah. 8. 2. Kalau yang dituju . izin usaha bagi C. yang digugat oleh orang atau badan hukum perdata. Kepada siapa isi tulisan itu ditujukan dan apa yang ditetapkan di dalamnya. Bersifat individual artinya keputusan Tata Usaha Negara itu tidak ditujukan untuk umum. 7. tetapi bewujud. 6. Penjelasan: 1. Yang dimaksud denagan urusan pemerintah adalah kegiatan yang bersifat eksekutif.sebuah memo atau nota dapat memenuhi syarat tertulis tersebut dan akan merupakan suatu keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara menurut undang- undang ini apabila sudah jelas: a. tetapi tertentu baik alamat maupun yang dituju. Gugatan adalah permohonan yang berisi tuntutan terhadap Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara dan diajukan ke Pengadilan untuk mendapatkan putusan. Pengadilan adalah Pengadilan Tata Usaha Negara dan/atau Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. yang juga mengikat secara umum. Yang dimaksud dengan peraturan perundang-undangan dalam undang –undang ini ialah semua peraturan yang bersifat mengikat secara umum yang dikeluarkan oleh badan Perwakilan Rakyat bersama pemerintahan. Bersifat konkrit. Misalnya mengenai pengosongan rumah B. Oleh karena itu. serta semua Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Hakim adalah Hakim pada Pengadilan Tata Usaha Negara dan/atau Hakim pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjalankan kepemerintahan. Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara mana yang mengeluarkannya b. 5. 3. baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah. tertentu atau dapat ditentukan. Istilah penetapan tertulis terutama menunjuk pada isi dan bukan pada bentuk keputusan yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Maksud serta mengenai hal apa isi tulisan tersebut c. artinya objek yang diputuskan dalam keputusan itu tidak abstrak. Tergugat adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya.

Istilah “gugatan” yang dimaksud disini mempunyai arti kusus sesuai dengan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara. SUBJEK DAN OBJEK PTUN Subjek dalam PTUN . Tidak jarang dalam kasus tertentu keputusan Tata Usaha Negara mengakibatkan kerugian bagi seseorang atau badan hukum perdata tertentu dan karenanya memerlukan koreksi serta pelurusan dalam segi penerapan hukumnya. Dalam azas Hukum Tata Usaha Negara kepada yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk mengajukan gugatan ke pengadilan. tiap-tiap nama orang yang terkena keputusan itu harus disebutkan. Istilah sengketa yang dimaksud disini mempunyai arti khusus sesuai dengan fungsi Peradilan Tata Usaha Negara. 4. yaitu menilai perbedaan pendapat mengenai penerapan hukum. tetapi dalam hal atau kasus tertentu dapat saja keputusan itu dirasakan mengakibatkan kerugian bagi orang tau badan hukum perdata tertentu. Dalam Administrasi Negara Pemerintah banyak mengurusi hal –hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. karenanya belum dapat menimbulkan suatu hak atau kewajiban pada pihak yang bersangkutan. itu lebih dari seorang. 5. Bersifat final artinya sudah difinitif dan karenanya dapat menimbulkan akbithukum. Badan atau Pejabat Tata Usah Negara dalam mengambil keputusan pada dasarnya mengemban kepentingan umum dan masyarakat. Untuk keperluan ini maka dibuat lah “Gugatan” yang mana setiap putusan yang dikeluarkan oleh Pejabat Tata Usaha Negara yang merugikan bagi seseorang maupun Badan hukum perdata dapat melakukan gugatan Pejabat TUN. Keputusan yang masih memerlukan persetujuan dari instansi atasan atau instansi lain belumlah bersifat final.

dan final. yaitu 1. individual. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang tau badan hukum perdata. tidak melayani permohonan yang telah diterima. Dalam Administrasi Negara Pemerintah banyak mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan . Berisi Penolakan 4. Badan atau pejabat TUN tidak mengeluarkan keputusan 2.Siapa yang disebut tergugat dapat dilihat pada pasal 1 ayat (6 ) UU No 5 Tahun 1986 yang berbunyi sebagai berikut: Badan atau pejabat TUN yang mengeluarkan keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya. Jangka waktu 4 bulan Dalam pasal 3 ayat 2 UU No 5 Tahun 1986 dijelaskan juga. yaitu berupa surat Keputusan yang bersifat FIKTIF NEGATIF (Badan atau Pejabat TUN tidak mengelurakan Keputusan. keputusan TUN yang bagaimana yang dapat menjadi objek sengketa TUN ? Dalam pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 menyebutkan: Keputusan TUN yang berisikan tindakan hukum TUN yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Padahal dia berkewajiban untuk itu 3. Siapa yang dimaksud dengan Badan atau Pejabat TUN. Unsur –unsur dalam pasal 3 UU No 5 Tahun 1986. Jadi sikap diamnya tersebut disamakan dengan keputusan TUN yang berisi penolakan. Badan atau pejabat TUN yang menerima permohonan dianggap telah mengeluarkan keputusan yang berisi penolakan permohonan tersebut. akan tetapi dianggap mengeluarkan keputusan yang bersifat menolak. Namun demikian pengertian objek sengketa yang tertuang didalam pasal 1 ayat (3) UU No 5 Tahun 1986 diperluas lagi didalam pasal 3 UU No 5 Tahun 1986. yang bersifat konkret. dapat kita lihat dari pasal 1 ayat (2) UU No 5 Tahun 1986yang berbunyi: Badan atau Pejabat TUN adalah Pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan Objek PTUN Objek sengketa TUN adalah suatu keputusan TUN yang tertulis. apabila tenggang waktu yang ditetapkan telah lewat dan Badan atau Pejabat TUN itu bersikap “diam saja”.

Replik IV. Pembuktian VI. Untuk mengetahui arti dari putusan Pengadilan . Prosedur keberatan b. Penyelesaian sengketa Tata Usaha Negara melalui Upaya Administrasi a. Gugatan II. Penyelesaian senketa Tata Usaha Negara Langsung mengajukan gugatan Proses berperkara di Pengadilan Tata Usaha Negara secara umum: I. Untuk mengetahui apa isi putusanPengadilan. Kasasi. Apa isi putusan Pengadilan ? 3. Putusan VIII. Tidak jarang dalam kasus tertentu keputusan TUN mengakibatkan kerugian bagi seseorang atau Badan hukum perdata sehingga timbul sengketa antara Seseorang atau Badan hukum perdata tertentu.Maka dalam hal ini seseorang atau Badan hukum perdata yang merasa dirugikan oleh Keputusan Pejabat TUN tersebut dapat melakukan upaya sebagai berikut. Duplik V. maka penulis akan membahas lebih khusus pada PUTUSAN PENGADILAN dalam makalah ini. Jawaban III. Banding Administratif 2. Apa arti putusan Pengadilan ? 2. Peninjauan Kembali/PK).masyarakat. 2. RUMUSAN MASALAH 1. 1. Apa saja jenis-jenis putusan Pengadilan ? TUJUAN PENULISAN 1. Intervensi VII. Sehubungan dengan proses berperkara di Pengadilan Tata Usaha Negara. Upaya hukum (Banding. .

3. MANFAAT PENULISAN Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Sebelum . kedua belah pihak diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat yang terakhir berupa kesimpulan masing-masing. memperkaya khasanah perpustakaan serta menambah wawasan bagi pembaca maupun penulis. Suatu putusan pengadilan diambil untuk memutuskan suatu perkara yang diserahkan kepadanya . Untuk mengetahui jenis-jenis putusan Pengadilan. PEMBAHASAN PUTUSAN Arti Putusan Pengadilan Setelah pemeriksaan sengketa diselesaikan. dimana ketika saat terjadi suatu putusan masyarakat mengetahui apa itu putusan Pengadilan.

Kepala putusan ini mempinyai kekuatan eksekutorial karena kalau tidak dicantumkan. Pertimbangan Pertimbangan atau disebut juga Konsiderans merupakan dasar putusan. Identitas Para Pihak Dalam putusan harus dimuat identitas para pihak yang menyangkut nama. Isi Putusan Pengadilan Isi suatu putusan harus memuat dan memenuhi persyaratan dalam (Pasal 109 ayat (1) UU No. maka putusan tersebut tidak dapat dilaksanakan bahkan dapat menyebabkan batal. 3. ditentukan dengan pasti hak maupun hubungan hukum para pihak dengan objek yang disengketakan. Berdasarkan putusan itu. Ringkasan Harus dibuat secara jelas ringkasan gugatan dan jawaban. 2. maka dapat menyebabkan kebatalan. apabila tidak. Kepala Putusan Setiap putusan harus mempunyai kepala atau bagian atas putusan yang berbunyi: Dengan keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa(Pasal 2 ayat 1 UU No 48 Tahun 2009). tempat tinggal.putusan dijatuhkan. kewarganegaraan. Dan memang tujuan akhir proses pemeriksaan perkara di PTUN. perkerjaan atau tempat kedudukan. 5 Tahun 1986) sebagai berikut 1. Pertimbangan dalam putusan dapat juga merupakan pertimbangan tentang duduk perkara dan . Bila hal ini tidak dimuat . diambilnya suatu putusan oleh hakim yang berisi penyelesaian perkara yang disengketakan. terlebih dahulu majelis Hakim bermusyawarah dalam ruangan tertutup untuk mempertimbangkan putusan perkara. Perlu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan putusan Pengadilan pada uraian ini adalah putusan Pengadilan Tingkat Pertama (PTUN). Hakim ketua majelis memimpin musyawarah itu untuk mendapatkan putusan yang merupakan hasil pemufakatan bulat. maka putusan pun dapat batal. 4.

termasuk di dalamnya penilaiannya secara yuridis terhadap setiap bukti yang diajukan dan hal-hal yang terjadi dalam persidangan selamaproses perkara itu di periksa. Hal ini berarti hakim wajib mengadili semua bagian tuntutan. Hari. pertimbangan tentang hukum. atanggal. dan juga akhirnya ditetapkan jumlah dan kepada siapa biaya perkara harus dibebankan. para saksi. dan keterangan lain Dalam putusan itu dimuat pula mengenai hari. 5. meterai. dimuat alasan-alasan hakim secara tepat dan terperinci. JENIS PUTUSAN PENGADILAN (Pasal 97 ayat 7 UU No. 5 Tahun 1986) 1. yaitu disebutkan mengenai kehadiran atau tidaknya para pihak dipersidangan. Amar Putusan dan Biaya Perkara Amar atau diktum putusan merupakan jawaban terhadap petitum gugatan. nama (Majelis) Hakim yang memutuskan perkara tersebut dan nama Penitera. Alasan Hukum Alasan harus bersifat yuridis dan menjadi dasar putusan (Pasal 50 ayat 1 UU No 48 Tahun 2009). Biaya perkaratermasuk diantaranya biaya-biaya untuk kepentingan. dan pemeriksaan ditempat diluar ruangan sidang. Nama Panitera. Biaya perkara ini biasanya dibebankan kepada pihak yang kalah 7. Dalam pertimbangan putusan. Nama Hakim yang memutus. Gugatan ditolak. Gugatan dikabulkan. 2. Terjadi (diputuskan) apabila penggugat tidak berhasil dalam membuktikan dan meyakinkan Hakim atas dalil Gugatan yang diajukan. 6. . Sedangkan yang dimaksud dengan keterangan lain. dalam putusan harus dimuat pasal-pasal tertentu dan peraturan-peraturan yangbersangkutan dan sumber hukum tidak tertulis yang dijadikan dasar untuk mengadili.

5 Tahun 1986) 3. . Gugatan tidak diterima. Terjadi (diputuskan) apabila Gugatan yang diajukan tidak sesuai dengan prosedur Hukum Pengajuan Gugatan. Tidak serius ini berarti : . 5 Tahun 1986) a. Terjadi (diputuskan) apabila penggugat berhasil membuktikan dan meyakinkan Hakim atas dalil Gugatan yang diajukan. . dan . Dalam hal ini dapat ditetapkan kewajiban yang harus dilakukan oleh tergugat. diantaranya yaitu . Dapat pula TERGUGAT hanya diwajibkan untuk menerbitkan Keputusan yang baru (gugatan yang didasarkan pada pasal 3 UU No. 4. Gugatan gugur Terjadi (diputuskan) apabila Gugatan diajukan secara tidak serius. c. namun ia tetap tidak juga mau hadir ke muka persidangan. Ketidak hadirannya tersebut juga tidak disertai alasan yang jelas. (Pasal 97 ayat 8 dan 9 UU No. Apabila Penggugat telah dipanggil secara patut. diwajibkan untuk mencabut keputusan yang digugat b. diwajibkan untuk mencabut yang digugat dan menerbitkan Keputusan yang baru.

Amar Putusan dan Biaya Perkara . Tempat Kediaman/ tempat tinggal kedudukan para pihak. Kepala Putusan. Ketika para majelis Hakim mengambil suatu keputusan harus memperhatikan pasal-pasal tertentu dan peraturan-peraturan yang bersangkutan dan sumber hukum tidak tertulis yang dijadikan dasar untuk mengambil keputusan terhadap suatu perkara. Putusan yang diambil oleh majelis Hakim merupakan hasil dari musyawarah. Jabatan. . 5 Tahun 1986) . Hakim ketua majelis memimpin musyawarah itu untuk mendapatkan putusan yang merupakan hasil pemufakatan bulat. . Pertimbangan. PENUTUP KESIMPULAN Suatu putusan pengadilan diambil untuk memutuskan suatu perkara yang diserahkan kepadanya. Iisi dari putusan harus memuat (Pasal 109 ayat (1) UU No. . Alasan Hukum. Kewarganegaraan. . . Nama.

Gugatan gugur SARAN Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca memperkaya khasanah perpustakaan serta bermanfaat bagi semua pihak. . . Gugatan dikabulkan. Nama Hakim yang memutus. . dan keterangan lain. Jenis-jenis Putusan (Pasal 97 ayat 7 UU No. Hari. Gugatan ditolak. Gugatan tidak diterima. Penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca guna kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya. Nama Panitera. . . . 5 Tahun 1986) .