You are on page 1of 38

Kekuasaan Pengelolaan

Keuangan Negara
BANDI

06/01/2014 MKN bandi.staff.fe.uns.ac.id 1

PENDAHULUAN
• Pengelolaan keuangan negara s/d 2003
menggunakan ketentuan perundang-undangan
produk kolonial Belanda.
• berlakunya berdasarkan Aturan Peralihan Undang-
Undang Dasar 1945,
1. ICW
2. IBW
3. RAB
4. IAR
• MENGAPA 58 tahun menunggu aturan baru?
– Perlu REFORMASI

06/01/2014 MKN bandi.staff.fe.uns.ac.id 2

PENDAHULUAN
• Pengelolaan keuangan negara s/d 2003
1. Indische Comptabiliteitswet = ICW Stbl 1925 No. 448
• selanjutnya diubah dan diundangkan dalam Lembaran Negara 1954
Nomor 6, 1955 Nomor 49, dan terakhir Undang-undang Nomor 9 Tahun
1968,
• yang ditetapkan pertama kali pada tahun 1864 dan mulai berlaku pada tahun
1867,
2. Indische Bedrijvenwet (IBW) Stbl. 1927 No. 419 jo. Stbl.1936 No.
445 dan
3. Reglement voor het Administratief Beheer (RAB) Stbl. 1933
No. 381.
4. Instructie en verdere bepalingen voor de Algemeene Rekenkamer
(IAR) Stbl. 1933 No. 320 tentang pelaksanaan pemeriksaan
pertanggungjawaban keuangan negara

06/01/2014 MKN bandi.staff.fe.uns.ac.id 3

uns. – sehingga secara materiil sebagian dari ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dimaksud tidak lagi dilaksanakan.ac.staff.id 4 . 06/01/2014 MKN bandi. PENDAHULUAN • Peraturan produk kolonial tersebut tidak dapat mengakomodasikan berbagai perkembangan yang terjadi dalam sistem kelembagaan negara dan pengelolaan keuangan pemerintahan negara Republik Indonesia.fe. – Terdapat Kelemahan perundang-undangan dalam bidang keuangan negara – menjadi salah satu penyebab terjadinya beberapa bentuk penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.

PENDAHULUAN • Kekosongan perundang-undangan ini membuat lemahnya sistem pengelolaan Keuangan Negara.uns.fe. 42 Tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN dan – Keppres 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.staff.ac.id 5 . • Keputusan Presiden di dalam tata hukum tidak terlalu mengikat sebagaimana sebuah undang-undang. yang terakhir diantaranya di atur oleh Keppres No. 06/01/2014 MKN bandi. – hanya dilengkapi dengan Keputusan Presiden.

2. UU No. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional 06/01/2014 Bandi. 2013 MK Pemerintah: APBN 6 . UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Dasar Hukum • landasan hukum pelaksanaan keuangan negara: 1. dan 3. 4. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

KEUANGAN NEGARA Keuangan Negara merupakan (meliputi): • Hak Negara • Kewajiban Negara • Penerimaan Negara • Pengeluaran Negara • Penerimaan Daerah • Pengeluaran Daerah • Kekayaan Negara/Kekayaan Daerah yg dikelola sendiri atau oleh pihak lain • Kekayaan Pihak Lain yg dikuasai negara • Kekayaan Pihak lain yg diperoleh dg menggunakan fasilitas negara .

• Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Negara a. Menteri Teknis/Pimpinan Lembaga b. selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. Menteri Keuangan 2. Dikuasakan kepada : 1. Diserahkan kepada : Gubernur/Bupati/Walikota ( UU No.17/2003 Psl 6 ayat 1 dan 2 ) . PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA • Presiden.

PEMISAHAN KEWENANGAN Menteri Teknis Menteri Keuangan PEMBUATAN PENGUJIAN & PERINTAH PENCAIRAN PENGUJIAN KOMITMEN PEMBEBANAN PEMBAYARAN DANA administratief beheer Comptabel beheer .

TUJUAN PENGGUNAAN KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA Kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara digunakan untuk mencapai tujuan bernegara Dalam rangka menyelenggarakan fungsi pemerintahan untuk mencapai tujuan di atas setiap tahun disusun APBN/APBD Ps 7 UU 17/2003 .

• ALAT PENGENDALIAN Pengendalian anggaran dilakukan dengan beberapa cara – Membandingkan selisih dengan kinerja – Menghitung selisih anggaran – Menemukan penyebab yang terkendali dan tidak terkendali – Melakukan revisi anggaran untuk periode berikutnya • ALAT KEBIJAKAN FISKAL – STABILISASI DAN MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI . visi dan misi – merencanakan program pencapaian tujuan – mengalokasikan dana yang dibutuhkan – menentukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi. FUNGSI ANGGARAN • ALAT PERENCANAAN – merumuskan tujuan. sasaran kebijakan.

Perguruan Tinggi) Masyarakat harus terwakili (Aspirasi Masyarakat dapat tertampung dalam Proses Politi yang ada) . Keterlibatan dalam Proses (Terorganisasi. eg: LSM. Alat Penilaian Kinerja 4. Alat Koordinasi dan Komunikasi Antar Bagian dalam Pemerintahan Menjamin Konsistensi Unit Kerja dalam Pencapaian Tujuan 3. FUNGSI ANGGARAN 1. Alat untuk Menciptakan Ruang Publik. Alat Politik 2. Alat Motivasi Tidak Terlalu Tinggi & Tidak Terlalu Rendah 5.

efektif. 2003 . 6. taat pada peraturan per-UU- an. 17 Th. Penggunaan surplus penerimaan negara untuk membentuk dana cadangan atau penyertaan pada perusahaan negara harus memperoleh persetujuan DPR. Keuangan negara dikelola secara tertib. 5. 4. APBN. 3. efisien. alokasi. Surplus penerimaan negara dapat digunakan untuk pengeluaran negara tahun anggaran berikutnya. perubahan APBN. dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN setiap tahun ditetapkan dengan undang-undang. pengawasan. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA 1. transparan. Pasal 3 UU No. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. 2. Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban negara dalam tahun anggaran yang bersangkutan harus dimasukkan dalam APBN. APBN mempunyai fungsi otorisasi. perencanaan. dan stabilisasi. distribusi. ekonomis.

Pengelolaan Keuangan Negara Terwujudnya Good diselenggarakan secara : Governance dalam • Profesional Penyelenggaraan • Terbuka Negara • Bertanggung jawab Sesuai Pasal 23C UUD 1945 Asas-asas Baru (best Asas-Asas Umum Pengelolaan practises) : Keuangan Negara Akuntabilitas berorientasi hasil Profesionalitas Asas-asas yang telah lama Proporsionalitas dikenal : Keterbukaan dalam Tahunan PKN Universalitas Pemeriksaan Kesatuan keuangan oleh BP yg Spesialitas1 bebas & mandiri .

serta selaku Bendaharawan Umum Negara . Kekuasaan didelegasikan kepada Otorisator (Menteri/Pimpimpinan Lembaga). PARADIGMA LAMA PENGURUSAN KEUANGAN NEGARA PRESIDEN OTORISATOR ORDONATOR BENDAHARAWAN Pengurusan Administratif Pengurusan Perbendaharaan 1. Kekuasaan didelegasikan pula kepada Menteri Keuangan selaku Ordonator yang memiliki wewenang ordonancering atau menguji tagihan dan membebankan kepada APBN. yaitu pejabat yang melakukan tindakan (otorisasi) yang dapat membebani APBN 3. Presiden adalah pemegang Kekuasaan Keuangan Negara tertinggi 2.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003. yaitu: 1. 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 pengganti ICW. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 pengganti IAR 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 . REFORMASI KEUANGAN NEGARA Reformasi di bidang keuangan negara ditandai dengan lahirnya peraturan perundang-undangan baru. 2.

YANG DIATUR DENGAN UNDANG-UNDANG . LEMBAGA KEPALA PEMDA SELAKU PENGELOLA SELAKU PENGGUNA SELAKU KEPALA PEMDA FISKAL DAN WAKIL ANGGARAN/ UNTUK MENGELOLA PEMERINTAH PENGGUNA BARANG KEUANGAN DAERAH DAN DALAM KEPEMILIKAN KEMENTRIAN NEGARA/ MEWAKILI PEMDA DALAM KEKAYAAN NEGARA LEMBAGA YANG KEPEMILIKAN KEKAYAAN YANG DIPISAHKAN DIPIMPINNYA DAERAH YANG DIPISAHKAN TIDAK TERMASUK KEWENANGAN DI BIDANG MONETER. YANG MELIPUTI ANTARA LAIN MENGELUARKAN DAN MENGEDARKAN UANG. PENDELEGASIAN KEKUASAAN ATAS PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA PRESIDEN PEMEGANG KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA DIKUASAKAN GUBERNUR/BUPATI/ MENTERI MENTERI/ WALI KOTA SELAKU KEUANGAN PIM.

Pendelegasian Kewenangan dalam Pelaksanaan APBN PRESIDEN (SELAKU CEO) MENTERI TEKNIS MENTERI KEUANGAN (SELAKU COO) (SELAKU CFO) KEPALA KANTOR KEPALA KPPN (SELAKU KUASA COO) (SELAKU KUASA CFO) Pendelegasian kewenangan pelaksanaan program Pendelegasian kewenangan perbendaharaan .

KEUANGAN NEGARA UU No. 17 tahun 2003 Presiden Mengeri Mengeri Teknis/ Gubenur/ Ketua Lembaga Walikota/ Bupati Keuangan KPA KPA SKPD KPPN .

l. KPA KPA KPA Pjbt/Panitia PPSPM PPK Bendahara Pengadaan kppn B. B.k.O.III Penerima . bpt/w. Presiden Men.keu Gub/ Men/k. Pihak.

Pejabat Pemungut Penerimaan Negara 15.staff.uns. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 13. Menteri Keuangan 3. Pejabat Penguji dan Perintah Membayar 14. Pengguna/Kuasa Pengguna Anggaran 6. Bendahara 12. KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA 1. Presiden 2. Daerah (KSKPD) 9.fe. Panitia Pengadaan Barang/Jasa 06/01/2014 MKN bandi. Menteri/Pimpinan Lembaga 4. Daerah (PPTK-SKPD) 11.id 21 . Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan 10.ac. Gubernur/Bupati/Walikota 5. Kepala Satuan Kerja Perangkat 8. (PA/KPA) Daerah 7.

uns.ac. – UUD 1945 (amandemen): bahwa keduanya dipilih secara langsung oleh rakyat. PRESIDEN (WK PRESIDEN) • Berbeda dengan sistem pemilihan Presiden dan Wapres sebelumnya yang dipilih oleh MPR. 06/01/2014 MKN bandi.fe. • keduanya mempunyai legitimasi yang sangat kuat.staff. – Pasangan calon Presiden dan Wapres diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol peserta pemilu.id 22 .

id 23 . atau • perbuatan tercela maupun • apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan /atau Wakil Presiden.ac.uns. 06/01/2014 MKN bandi. PRESIDEN (WK PRESIDEN) • Hal ini diatur dalam pasal 7A UUD 1945: – Presiden dan/ atau Wakil Presiden hanya dapat diberhentikan dalam masa jabatannya apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa • pengkhianatan terhadap negara.fe. • penyuapan.staff. • korupsi. • tindak pidana berat lainnya.

ac.id 24 . Kekuasaan pengelolaan Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam ayat ini meliputi kewenangan yang bersifat umum dan kewenangan yang bersifat khusus. PRESIDEN (UU 17/2003) Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan.staff.uns. 06/01/2014 MKN bandi.fe.

antara lain – penetapan pedoman pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN.uns.id 25 . serta – pedoman pengelolaan Penerimaan Negara. 06/01/2014 MKN bandi.ac. • kebijakan umum. – penetapan pedoman penyusunan rencana kerja kementerian negara/lembaga. PRESIDEN Kewenangan yang bersifat umum meliputi • penetapan arah. dan • prioritas dalam pengelolaan APBN. • strategi.fe. – penetapan gaji dan tunjangan.staff.

uns. PRESIDEN Kewenangan yang bersifat khusus meliputi • keputusan/kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan APBN. dan – penghapusan aset dan piutang negara.id 26 . antara lain: – keputusan sidang kabinet di bidang pengelolaan APBN.fe.staff. 06/01/2014 MKN bandi.ac. – keputusan rincian APBN. – keputusan dana perimbangan.

– Dikuasakan kepada menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang kementrian negara/lembaga yang dipimpinnya – Diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintahan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan • Pendelegasian kekuasaan di atas tidak temasuk kewenangan di bidang moneter yang meliputi – mengeluarkan dan mengedarkan uang – yang diatur dengan undang-undang . PENDELEGASIAN KEKUASAAN ATAS PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA • Kekuasaan pengelolaan keuang didelegasi dengan: – Dikuasakan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan Wakil Pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan.

– Dikuasakan kepada menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang kementrian negara/lembaga yang dipimpinnya – Diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintahan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan • Pendelegasian kekuasaan di atas tidak temasuk kewenangan di bidang moneter yang meliputi antara lain mengeluarkan dan mengedarkan uang yang diatur dengan undang-undang 06/01/2014 MKN bandi.uns.ac.id 28 . MENTERI KEUANGAN Pendelegasian Kekuasaan atas Pengelolaan Keuangan Negara: – Dikuasakan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan Wakil Pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan.fe.staff.

Melaksanakan tugas-tugas lain di bidang pengelolaan fiskal berdasarkan ketentuan Undang-Undang * CFO = Chief Financial Officer . Melaksanakan pemungutan pendapatan negara yang telah ditetapkan dengan UU. 5. Menyusun rancangan APBN dan rancangan perubahan APBN 2. Mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran 3. Menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban 7. Melaksanakan fungsi bendahara umum negara 6. Melakukan perjanjian internasional di bidang keuangan 4. MENTERI KEUANGAN (CFO*) TUGAS Menteri Keuangan selaku pengelola keuangan (CFO): 1.

dan – pengawasan keuangan. – perbendaharaan. MENTERI KEUANGAN (CFO*) • Sub bidang pengelolaan fiskal – meliputi fungsi-fungsi pengelolaan kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. . – penganggaran. – administrasi kepabeanan. – administrasi perpajakan.

7 ayat 2 g – Psl 8 ayat 1 ) . – sesuai dengan batas kewenangannya. pelaksanaan anggaran di daerah dikuasakan kepada: – KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara (Kuasa BUN).1/2004 Psl. MENTERI KEUANGAN (CFO*) • Selaku Bendahara Umum Negara (BUN). • ( UU No.

MENTERI/PIMPINAN LEMBAGA (COO*) Menteri Teknis (non Keuangan)/ Pimpinan Lembaga: • sebagai Pengguna Anggaran/ • Pengguna Barang kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya * COO = Chief Operating Officer .

8. Menyusun dokumen pelaksanaan anggaran. . Menyusun dokumen perencanaan anggaran 2. 4.MENTERI/PIMPINAN LEMBAGA (COO) TUGAS Menteri Teknis (non Keuangan)/ Pimpinan Lembaga: 1. Mengelola barang milik negara yang menjadi tanggung jawab kementrian negara/lembaga yang dipimpinnya 7. Melaksanakan anggaran kementrian negara yang dipimpinnya. Melaksanakan pemungutan penerimaan negara bukan pajak dan menyetorkannya ke Kas Negara 5. Mengelola piutang dan utang negara yang menjadi tanggung jawab kementrian negara/lembaga yang dipimpinnya 6. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan kementrian negara/lembaga yang dipimpinnya. 3. melaksanakan tugas-tugas lain yang menjadi tanggung jawabnya berdasarkan ketentuan undang-undang.

diserahkan dilaksanakan .

. kepala satuan kerja perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah. kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku pejabat pengelola APBD.PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH • Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dilaksanakan oleh: a. b.

b. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah mempunyai tugas sebagai berikut: a. menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD. melaksanakan fungsi bendahara umum daerah. menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan APBD. e. d.TUGAS PENGELOLA KEUANGAN DAERAH • Dalam rangka pengelolaan Keuangan Daerah. c. . menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

menyusun anggaran satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. 6. 2. mengelola utang piutang daerah yang menjadi tanggung jawab satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. melaksanakan anggaran satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. 7. 4. 3. mengelola barang milik/kekayaan daerah yang menjadi tanggung jawab satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. 5. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak. TUGAS KEPALA SKPD 1. . menyusun dokumen pelaksanaan anggaran.

2013.wikipedia. • http://id.atdr.wordpress. http://www.org • Ichwan...files. ichwan4only..org:8080/./20081108_Pengelolaan_APB. Kekuasaan atas Pengelolaan Keuangan Negara. Makalah sebagai bahan penyusunan Budget in Brief 2004 (Ditjen Anggaran.tdmrc. Depkeu).com 06/01/2014 Bandi. 2013 MK Pemerintah: APBN 38 .. Referensi • Suminto. • UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2004. Pengelolaan APBN dalam Sistem Manajemen Keuangan Negara.