You are on page 1of 14

Rangkuman materi life support & life saving

Nebulizer, ventilator dan defibrillator

Kelompok 7

 Annisa gina husnia
 Tiyas sulistiya
 Zanella oktavihandani
 Anti pratiwi
 Sabda amukti fasai
 Dhika hudha prabawa
 Ade setiawan
 Faqihudin muzaki
 Miftah ibrahim
 Handan putra ramandanu s
 M. Azzam azhari

Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk merubah obat dari bentuk cair ke bentuk partikel
aerosol. Fungsi alat ini untuk membantu pasien yang punya masalah dengan pernapasan.
Nebulaizer biasanya ditempatkan di ICU, ICCU, Rawat Inap dan Terapi.

Nebulaizer ada 2 jenis, yaitu nebulaizer compressor dan ultrasonic nebulaizer.

- Nebulaizer Compressor, menggunakan tekanan gas.
- Nebulizer Ultrasonik, menggunakan getaran frekuensi tinggi.

Bagian-bagian nebulizer:

- Mask
- Mouth place
- Water retaining cover
- Fleksibel glue gasket
- Centerline
- Drug cup
- Water chamber
- Rubber ring
- pemeriksaan/penerangan yang ada di atasmatrasbayi, dan dapat dinyalakan atau
dimatikan sesuai dengan kebutuhan sewaktu-waktu.Filter net door
- Air filter contton
- Power jack
- Plug
- Adaptor

Lepaskan penutup debu c. • Rangkai kembali bagian-bagian tersebut seperti semula dan sambungkan ke kompresor. • Keringkan masker atau mouthpiece dengan kertas tissue atau diangin-anginkan. Pasang selang dan masker i. matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisiOFF k. Lakukan pamanasan secukupnya dan masukkan. Gunakan air yang telah direbusatau air steril untuk membilas . • Bilas masker atau mouthpiece dan bagian penghubung dengan air hangat yang mengalir selama 30 detik. Lepaskan hubungan alat dengan catu daya l. Tentukan timer yang akandigunakan h. pastikan alat ultrasound nebulizer terapi dalam kondisi baik dan siap di fungsikan pada pelayanan berikutnya m. Atur posisi pasien j. • Nyalakan mesin selama 10 – 20 detik untuk mengeringkan bagian dalam dari nebulizer. Tempatkan alat pada ruang pelayanan/tindakan b. Selang atau pipa tidak boleh dicuci atau dibilas. Hubungkan alat dengan catu daya e. Pindahkan pipa atau selang dan rapikan disekitarnya. Setelah obat habis dan waktu tercapai buzzer akan bunyi. Isi nebulizer cup dengan obat yang telah diresepkan oleh dokter dan dicampur dengan air g. Bersihkan alat. . Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON f. Simpan alat dan aksesoris ke tempat semula Setelahdigunakan / sehabis dipakai • Lepaskan masker atau mouthpiece dan juga bagian yang berbentuk T” daritutup. Siapkan aksesoris d.STANDAR OPERASIONAL PENGOPERASIAN NEBULIZER a. • Bilaslah dengan cairan desinfeksi .

Troubleshoot 1. AnalisaKerusakan • Tegangan tidak masuk ke alat • Terjadi kerusakan pada system dalam alat sehingga tidak terjadi pengkabutan 2. Masukkan nebulizer ke dalam tas plastic tertutup. HasilAkhir • Osilator pada alat rusak sehingga tidak dapat menggerakkan tranduser sebagai penghasil kabut • Setelah board osilator pada alat dilakukan penggantian alat sehingga alat bekerja dengan baik Mc Blok Diagram Setting timer Display Obat Setting Reset Start flowrate Driver Buzzer Driver Blower Oscilator Blower Air Mouthpiec . Tindakan/LangkahKerja • Memeriksa kabel power dan fuse pada alat • Memeriksa tegangan yang masuk pada alat • Memeriksa fungsi kerja supply pada alat • Memeriksa keadaan tranduser alat • Memeriksa fungsi kerja osilator pada alat 3. • Lepas kembali selang dari pipa kompresor.

Sehingga dari partikel obat cair berubah menjadi gas (uap) atau aerosol yang digunakan dalam pengobatan asma. . 16 x 2 karakter  Power 220 vAc / 50-60 Hz . 45 VA  Dilengkapi keypad rubber matriks 3x4  Frekuensi ultrasound tranduser sebesar 1.ULTRASOUND NEBULAISER BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 Spesifikasi :  Build in LCD M 1632 with dot-matrix. Ultrasound nebulizer ini menggunakan frekuensi yang akan menggetarkan cairan.27530 Mhz.

. digunakan IC regulator tegangan sebagai komponen utama yaitu LM 7805 dan LM 7812.Blok diagram Rangkaian Alat ini memiliki supply kerangkaian dengan tegangan keluaran. yaitu +5 Volt DC dan 12 Volt DC.

sehingga tidak dapat menghantarkan arus dan relay tidak akan bekerja. Dan sebaliknya jika tegangan pada basis 0. maka transistor akan (Cutt Off) artinya transistor berfungsi sebagai saklar terbuka. Transistor ini akan bekerja jika basis mendapat tegangan positif sehingga transistor akan saturasi artinya transistor berfungsi sebagai saklar yang menutup dan dapat menghantarkan arus sehingga relay dapat bekerja. Cek dan bersihkan seluruh bagian alat -> 1 bulan 2.Rangkaian untuk tampilan LCD Rangkaian driver nebulizer diatas menggunakan transistor sebagai saklar. Pemeliharaan Ultrasonik Nebulizer Kegiatan Pemeliharaan 1. Cek sistem catu daya ->3 bulan .

Pancaran gelombang ultrasonic inilah yang digunakan untuk proses pengkabutan atau nebulizer. Jadi pastikan semuanya dalam kondisi yang tidak tertekuk  Air harus dibuang dari reservoir secara berkala antara pembersihan. Untuk travo sekunder tegangan sebesar 48 V yang sudah di searahkan dengan digunakan untuk mensupply rangkain osilator / penguat frekunsi tinggi. Output dari osilator akan di umpan kepada tranducer yang akan memancarkan gelombang ultrasonic.  Sebuah tabung tertekuk atau pelampung tidak bekerja dengan baik pada sistem air terus menerus akan mempengaruhi output aerosol juga. Cek fungsi selektor. sedangkan untuk travo primer sebesar 100 V yang akan memberi supply ke blower. Lakukan kalibrasi dan uji kinerja alat -> 1 tahun 6.3.  Meningkatkan amplitudo (volume) control atau periksa filter untuk obstruksi jika kabut tidak cukup. Rangkaian Nebulizer Cara Kerja • Saat switch pada posisi ON maka tegangan akan menuju ke power supply dan akan dilanjutkan pada bagian – bagian lain. . tombol dan switch ->3 bulan 4. Lakukan pengukuran arus bocor dan grounding ->1 tahun Troubleshooting  Periksa tingkat cairan yang cukup di ruang couplant akan tetapi kabut tidak cukup. Cek dan periksa lampu indikator ->3 bulan 5.

• Sedangkan keluaran yang lainnya sebesar 48 Volt seetlah disearahkan dan digunakan untuk supply rangkaian osailator dan peaswat frekuenitinggi. maka energi yang dihasilkan akan terpusat pada suatu tempat dan kejadiannya berlangsung terus menerus. akibat getaran yang ditimbulkan oleh getaran mekanik (mekanik vibrator). Dan kabut inilah akan didorong oleh blower yang akan dihirup oleh pasien. • Rangkaian osilator ini befungsi untuk menghasilkan tegangan sebesar 10 V grounding positif dan mempunyai frekuensi tinggi pada outputnya yang kemudian dikuatkan oleh sebuah tranduser RF ( frekuensitinggi) . Gelombang yang menimbulkan vibrator mempunyai frekuensi 1. Yaitu keluaran 100 V digunakan untuk supply motor kipas / blower dan lampu led warna hijau indicator power On. Besar kecilnya daya [antar dapat diatur dengan melalui potensio meter yang ada sebesar 5K Ohm dan difungsikan sebagai controller (min-max) keseluruhan alat ini merupakan suatu rangkaian pemancar atau . keluaran dari trafo sekundernya terdapat 2 keluaran yang terpisah. • Ukuranp artikel air yang menjadi kabut akan berubah – ubah tegantung tingkat frekuansi ultrasonic dimana akan menghasilkan partikel air terkecil. • Output dari rangkaian ini kemudian di diumpankan pada sebuah tranduser ultrasonic yang akan memancarkan gelombang secara ultra pancaran gelombang inilah yang dimanfaatkan untuk prose pembentukan Nebulizer.\ Rangkaian Ultrasonik Nebulizer Comfot Cara kerja • Pada pesawat Nebulizer comfort ll. Dengan cara tersebut diatas cairan obat dapat berubah – ubah menjadi partikel halus yang akhirnya akan berbentuk kabut.7MHz.• Sedangkan air yang berada dalam reservoir akan mengalami gejolak dan membentuk rongga atau celah. • Proses bergetarnya air oleh frekuensi tinggi akan menimbulkan rongga dalam air yang disebut Cavitation. Saatrongga tersebut pecah. sehingga menimbulkan kabut diatas permukaan air.

transmiter yang bekerja pada gelombang suara ultra frekuensi tinggi tegangan dapat diatur-atur (variable) daya pancarnya. Pada TO1A diganti dengan transistor lain tapi jenis / persamaannya berdasarkan buku persamaan transistor. pesawat tidak bekerja dengan keinginan. Analisa Kerusakan 1. 2. sehigga kemampuan minimum karena selalu dipakai (dimakan usia ). Untuk R5 bila dipasang dengan nilai < 360 ohm atau > 360 ohm (330 ohm dan 390 ohm) masih tetap hangus. . Perbaikan Nebulizer Comfot • Jenis Kerusakan : • Mangkok obat (solution cup) tidak atau sangat sedikit menimbulkan uap. Dengan tegangan sebesar itu maka. piezo electric (transducer) akan bergetar dengan kuat dan akan menimbulkan uap yang sangat banyak. Langkah–langkahPerbaikan: 1.Resistor (R5. adalah minimal 1500 VDC. 2. Dengan bermacam cara spekulasi (coba – coba) penggantian komponen yang nilainya mendekati samadengan komponen aslinya. ketika pesawat dionkan reaksi yang terjadi adalah transistor menjadi panas dan terbakar sedangkan R5 keluar asap. Transistor TO1A sudah tidak layak pakai.Transistor tidak panas .Uap yang dihasilkan banyak . Berdasarkan pada point satu frekuensi yang dibangkitkan pada transduser ( piezo electric ) karena sangat rendah output kurang dari 1500 V DC. • Kondisi Alat Saat Beroperasi : • Tegangan output yang diinginkan agar dapat membangkitkan uap. R6. Keinginan yang diharapkan ketika pesawat yang di on kan : -Tegangan minimal 1500 V DC . Catatan: Air padabak Nebulizer gunanya : Untuk sebagai media penyebar energy gelombang untuk ditransfer ke dasar mangkok obat (Solution Cup) selanjutnya dengan dasar mangkok ini menggetarkan cairan obat sehingga cairan obat berubah wujud Defibrillator . R7) tidak panas. tetapi pada kenyataannya alat tersebut tidak timbul uap. Kesimpulan Pesawat menghendaki komponen dengan tipe ukuran( nilai ) yang presisi.

8. 16. Seharusnya tampilan electroluminescent cerah untuk melihat pesan dan EKG bentuk gelombang dari 4 detik. 9. BLOK DIAGRAM PESAWAT DEFIBRILATOR . 7. Harus memiliki fasilitas untuk uji diri / periksa sebelum penggunaan dan mengatur fungsi. Harus mampu memberikan energy dengan penambahan sebesar 1-2 joule sampai 30J dan penambahan sebesar 50J maksimum setelahnya. peacemaker atau alat pacu jantung juga memungkinkan dokter untuk mempertahankan stimulasi listrik ke jantung untuk memulihkan dan menstabilkan ritme normal jantung. memiliki kemampuan untuk menangkap aritmia semua dalam energy maksimum dari 360 Joule. Seharusnya fasilitas mondar-mandir SP02 dannon invasive. 5. Harus memonitor EKG melalui dayung. Seharusnya dibangun di printer 50mm strip. 6. Jika memiliki baterai yang mampu penggunaan untuk di 90minutes setidaknya atau 40 discharge. 12. Seharusnya pengisian waktu kurang dari 5 detik untuk energy maksimum. 15. 11. Alat lainnya. konfigurasi. 4. 10. SpesifikasiUmum Defibrillator: 1. 2. 14. 13. Harus bekerja pada Manual dan defibrilasi Automated eksternal (AED) 3. Defibrillator adalah stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan jantung. Harus mengkompensasi impedansi tubuh untuk berbagai 25 sampai 1500hms. Seharusnya peddle eksternal dengan indicator menghubungi peddle untuk kontak peddle yang baik. Harus memiliki fasilitas event ringkasan untuk merekam dan mencetak setidaknya 250 peristiwa dan 50 bentuk gelombang. uji diri. monitor dengan perekam. bantalan dan elektroda pemantauan dan defibrillate melalui bantalan dan peddle. Harus memiliki fasilitas untuk menyimpan data pasien dalam memori internal dan kartu data yang biasanya lebih dari 90 menit EKG pasien & kegiatan. External Defibrillator otomatis (automatic external Defibrillator) dapat digunakan dengan cara diimplan atau ditanam dalam tubuh ataupun dapat juga digunakan sebagai alat eksternal biasa. Harus mampu melakukan kardio versi disinkronisasi. kapasitas baterai dll. Harus mampu mencetak pada ringkasan Laporan Event. Energi defibrilator Biphasic harus rendah.

Sistem penembakan atau pembuangan muatan kepasien dilakukan dengan menekan saklar pb yang mengaktifkan relay sehingga muatan akan tersalur melalui paddle elektroda. defibrilator yang penggunaannya di rumah sakit adalah M-series monophasic dan juga defibrilator biphasic. Tombol charge ini sebenarnya merupakan penghubung suplay tegangan dari battery ke rangkaian oscilator yang menghasilakan pulsa sinusoidal pengganti signal ac yang mensuplay transformator. ECG. serta fungsi lainnya yang biasa memantau pasien. Selama besar muatan belum tercapai saklar charge dapat terus ditekan. a. Defibrilator ini juga digabungkan dengan NTP (Non-Invasive Transcutaneous Pacing). Keterangan Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa suplay tegangan yang mencatu rangkaian dari batery charge yang discharge oleh rangkaian charge yang khusus dibuat untuk pesawat ini. di bawah ini adalah sejumlah jenis defibrilator yang bisa dikenali. Untuk membangkitkan signal tegangan tinggi.Apabila pengisian telah normal penembakkan tidak jadi dilakukan maka muatan dari kapasitor dibuang melalui R. Supaya dapat mengetahui seperti apa defibrilator itu. Kemudian out put tegangan tinggi ini diisikan ke kapasitor. setelah out put dari transformator tegangan tersebut dimasukkan kerangkaian voltage multiplier dengan system cascade. Jenis-jenis Defibrilator Secara umum. Setelah itu terdapat saklar charge untuk mengisi kapasitor. dengan menekantombol discharge sampai meter menunjukkan Nol. Besar dosis yang diinginkan dapat dilihat pada meter patunjuk. Implan Defibrilator .

 Defibrilasi internal – Ukuran dari alat ini terbilang besar dengan bentuk menyerupai sendok elektroda. Pasien dengan potensi atau risiko tinggi menderita ventricular fibrillation akan menggunakan implan defibrilator ini. Volume yang diketahui pada jenis implan ini adalah tidak lebih dari 70 cc. Asumsi nilai resistansi yang penempatannya antara electrode yang menjadi alat simulasi resistansi dari pasien adalah yang menjadi faktor untuk memperkirakan pemberian energi kepada pasien. Pada jenis defibrilator ini transistor di dalamnya pun ada lebih dari 30 juta dan yang disalurkan adalah sekitar 20 micro ampere selama bekerja memantau secara terus-menerus. Untuk mendeteksi fibrilasi ventrikel. b. 60-80 persen adalah jumlah dari energi yang diberikan oleh rata-rata defibrilator. Jenis implan ini mendapatkan sumber energi dari baterai LISVO (Lithium Perak Vanadium Oksida) untuk bisa bekerja. berikut juga data diagnostik serta sejarah terapi gagal jantung penderita. Kemampuan bertahan di suhu 30-60 derajat Celsius adalah keunggulan lain dari defibrilator yang tertutup rapat ini. DC Defibrilator Kalibrasi dari DC defibrilator selalu pada satuan joule atau watt-detik di mana ini adalah ukuran tenaga listrik di dalam kapasitor. c. Energi listrik hanya dapat disalurkan oleh kapasitor yang tersimpan ketika hasil kontak defibrilator dengan tubuh pasien sudah tercapai dengan baik. . Defibrilator dapat bekerja secara sukses tergantung dari jumlah tenaga/energi yang diberikan tentunya. defibrilator memiliki kemampuan super tinggi dan akurat dalam proses analisa ECG dan memutuskan penyaluran kejutan secara optimal. Dalam watt-detik. energi yang di dalamnya setara dengan 1 ½ kapasitansi yang ada pada farad dan kemudian dikalikan dengan tegangan volt kuadrat. memang alat ini dirancang khusus dan yang mengejutkan adalah spesifisifitas dan sensitivitasnya diketahui sebanding dengan paramedis yang sudah profesional dan terpercaya. Advisory Defibrilasi Pada jenis ini. Alat ini jugalah yang melakukan rekomendasi serta pemberian energi di mana energi disesuaikan dengan kejutan dari defibrilasi.  Defibrilasi eksternal – Piringan logam dengan diameter 3-5 cm ini mampu memroduksi arus besar supaya simultan dan kontraksi seragam dari serat otot jantung dapat terstimulasi. Ada rekaman sinyak jantung penderita yang disimpan oleh jenis defibrilator ini.

 Defibrilasi Eksternal Pada mode satu ini.Jenis Gelombang Defibrilator Pada alat defibrilator sendiri. otomatis kapasitor bakal terisi dan sesudah diketahui bahwa kapasitor telah penuh. Dengan energi 100-200 J. tekan . maka mode defibrilasi internal inilah yang dilakukan dan pemberiannya langsung kepada jantung. ada mode-mode yang biasa dilakukan. Oleh karena itu. pemberian energi kepada pasien pun menjadi jauh lebih kecil sehingga kerusakan sel myocardial juga berkurang ketika proses pemberian kejutan pada pasien berlangsung. Mode Pengoperasian Defibrilator Pada proses pengoperasian defibrilator. Energi maksimum yang digunakan termasuk kecil.  Monophasic – Tipe atau mode gelombang ini berkebalikan dari mode yang sebelumnya disebutkan karena intinya adalah memiliki gelombang sentakan yang hanya searah saja. gelombangnya pun memiliki jenis-jenis yang berbeda di bawah ini adalah ulasan sekilas tentang tipe defibrilator apa saja yang pada umumnya digunakan:  Biphasic – Tipe atau mode gelombang ini diketahui mempunyai 2 sentakan di mana juga sering disebut dengan arus bolak-balik atau 1 siklus. Sementara itu. yakni mode internal dan eksternal seperti yang telah dideskripsikan singkat sebelumnya. Dengan menekan tombol charge. diketahui bahwa ukuran diameter paddle-nya adalah 50 mm. pemakaian atau pengoperasian dari defibrilator adalah dengan menempelkan kedua paddleatau electrode ke dada pasien. yakni 50 J yang biasa digunakan dengan tujuan sebagai pencegahan luka atau kerusakan otot jantung. 20 MS adalah waktu lamanya discharge dari kapasitor. Berikut adalah ulasan singkat mengenai mode-mode tersebut:  Defibrilasi internal Pada pasien yang sedang menempuh operasi terbuka. Prinsip dan Cara Kerja Defibrilator Defibrilator memiliki prinsip kerja di mana arus listrik masuk pada rangkaian catu daya dan kemudian dengan dioda arus tersebut disearahkan. Barulah sesudah itu dilanjutkan dengan menekan tombol push di mana bisa ditemukan pada electrode. Tombol tersebut bisa ditekan supaya tegangan kejutan bisa diberikan dan sewaktu proses tersebut kapasitor ada pada keadaan charge.

.tombol shock supaya muatan listrik yang ada di kapasitor bisa dilepaskan ke pasien lewat media paddle apex dan paddle sternum.