You are on page 1of 10

LAPORAN PENDAHULUAN

MORBILI
A. Definisi
Campak adalah organisme yang sangat menular ditularkan melalui rute udara dari
seseorang yang terinfeksi pada orang lain yang rentan (Smeltzer, 2001:2443)
Morbili ialah penyakit infeksi virus akut, menular yang ditandai dengan 3 stadium,
yaitu stadium kataral, stadium erupsi dan stadirum konvelensi. (Ngastiyah, 1997:351)
Campak, measles atau rubeola adalah penyakit virus akut yang disebabkan oleh virus
campak. (Hardjiono, 2004:95)
Campak adalah demam eksantematosa akut oleh virus yang menular ditandai oleh
gejala prodromal yang khas, ruam kulit dan bercak koplik. (Ovedoff, 1995:451)
B. Etilogi
Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus yang tergolong dalam famili
paramyxovirus yaitu genus virus morbili. Virus ini sangat sensitif terhadap panas dan
dingin, dan dapat diinaktifkan pada suhu 30oC dan -20oC, sinar matahari, eter, tripsin,
dan beta propiolakton. Sedang formalin dapat memusnahkan daya infeksinya tetapi tidak
mengganggu aktivitas komplemen. (Rampengan, 1997 : 90-91)
Penyebab morbili adalah virus morbili yang terdapat dalam sekret nasofaring dan
darah selama masa prodromal sampai 24 jam setelah timbul bercak-bercak, cara
penularan dengan droplet dan kontak (Ngastiyah, 1997:351)
Campak adalah suatu virus RNA, yang termasuk famili Paramiksoviridae, genus
Morbilivirus.Dikenal hanya 1 tipe antigen saja; yang strukturnya mirip dengan virus
penyebab parotitis epidemis dan parainfluenza.Virus tersebut ditemukan di dalam sekresi
nasofaring, darah dan air kemih, paling tidak selama periode prodromal dan untuk waktu
singkat setelah munculnya ruam kulit.Pada suhu ruangan, virus tersebut dapat tetap aktif
selama 34 jam. (Nelson, 1992 : 198).

hidung dan traktus digestivus . Diare dan muntah Variasi dari morbili disebut “Black Measles” yaitu morbili yang disertai pendarahan pada kulit. Koriza Menjelang akhir stadium kataral dan 24 jam sebelum timbul enantema. 2. makula. Konjungtivitis f. timbul bercak koplik berwarna putih kelabu. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening e. Adanya eritema. Diagnosa perkiraan yang besar dapat dibuat bila ada bercak koplik dan penderita pernah kotak dengan penderita morbili dalam waktu 2 minggu terakhir. dan penyakit ini dibagi menjadi dalam 3 stadium yaitu: 1. papula yang disertai kenaikan suhu badan d. Stadium Erups Gejala klinik yang muncul pada stadium ini adalah: a. mulut. sebesar ujung jarum dan dikelilingi oleh eritema tapi itu sangat jarang dijumpai. Panas b. Batuk d. Fotofobia e. Kadang terlehat bercak koplik c. Splenomegali f.C. Stadium Kataral ( Prodormal) Berlangsung selama 4-5 hari dengan tanda gejala sebagai berikut: a. Koriza dan Batuk bertambah b. Malaise c. Manesfestasi Klinik Masa tunasnya adalah 10-20 hari.

kemerahan mulai hilang dan berubah menjadi kehitaman yang akan tampak bertambah dalam 1-2 minggu dan apabila sembuh. konjungtiva. dahi. (Supartini. anak tampak sakit berat dan ruam yang menyebar ke seluruh tubuh. kulit akan tampak seperti bersisik. D. Sel mononuklear yang terinfeksi menyebabkan terbentuknya sel raksasa berinti banyak Sedangkan limfosit T meliputi klas penekanan dan penolong yang rentan terhadap infeksi. terjadi antara 1-2 hari sebelum timbul gejala klinis sampai 4 hari setelah timbul ruam. 3. kulit. penggadaan virus sangat minimal dan jarang dapat ditemukan virusnya. Pada saat itu virus dalam jumlah banyak masuk kembali ke pembuluh darah dan menimbulkan manifestasi klinik dari sistem saluran napas diawali dengan keluhan batuk pilek disertai selaput konjungtiva yang tampak merah. saluran napas. aktif membelah. Gambaran kejadian awal di jaringan limfoid masih belum diketahui secara lengkap. bebas maupun berhubungan dengan sel mononuklear mencapai kelenjar getah bening lokal. Setelah 3-4 hari.Di tempat awal infeksi. 1-2 lapisan mengalami nekrosis. Stadium konvalensensi Erupsi mulai berkurang dengan meninggalkan bekas (hiperpigmentasi). tanpa suatu ulsera kecil pada mukosa . usus. Patofisiologi Gejala awal ditunjukkan dengan adanya kemerahan yang mulai timbul pada bagian belakang telinga. Penularannya sangat efektif. Respon imun yang terjadi adalah proses peradangan epitel pada sistem saluran pernapasan diikuti dengan manifestasi klinis berupa demam tinggi.Suhu menurun sampai normal kecuali ada komplikasi. dan menjalar ke wajah dan anggota badan. dengan sedikit virus yang infeksius sudah dapat menimbulkan infeksi pada seseorang. timbul gejala seperti flu disertai mata berair dan kemerahan (konjungtivis). kandung kemih.Selain itu.Di tempat ini virus memperbanyak diri dengan sangat perlahan dan dari tempat ini mulailah penyebaran ke sel jaringan limforetikular seperti limpa.Virus masuk kedalam limfatik lokal.Pada hari ke 9-10 fokus infeksi yang berada di epitel aluran nafas dan konjungtiva. fokus infeksi terwujud yaitu ketika virus masuk kedalam pembuluh darah dan menyebar ke permukaan epitel orofaring. tetapi 5-6 hari setelah infeksi awal. Penularan campak terjadi melalui droplet melalui udara. 2002 : 179).

Muncul ruam makulopapular pada hari ke-14 sesudah awal infeksi dan pada saat itu antibody humoral dapat dideteksi. PATHWAY Paramyxoviridae morbili Virus mengendap pada saluran cerna organ Masuk sel nafas epital suara nafas Kulit iritasi mukosa usus Ditangkap oleh makrofag penurunan fungsi Eritrosit dalam silia peningkatan sekresi Menyebar ke kelenjar epidermis Limfa regional peningkatan secret diare ruam Mengalami replikasi ketidak efektifan bersihan jalan nafas dehidrasi Gangguan integritas Virus dilepas ke dalam kulit Aliran darah deficit volume cairan Virus sampai RES Replikasi kembali Reaksi radang .Dalam keadaan tertentu adenovirus dan herpes virus pneumonia dapat terjadi pada kasus campak. otitis media dan lain-lain. sebagai akibat respon delayed hypersensitivity terhadap antigen virus terjadilah ruam pada kulit. Fokus infeksi tidak menyebar jauh ke pembuluh darah. kejadian ini tidak tampak pada kasus yang mengalami defisit sel-T. pipi yang disebut bercak koplik. E. Selanjutnya daya tahan tubuh menurun.Daerah epitel yang nekrotik di nasofaring dan saluran pernapasan memberikan kesempatan serangan infeksi bakteri sekunder berupa bronkopneumonia.Vesikel tampak secara mikroskopik di epidermis tetapi virus tidak berhasil tumbuh di kulit.

Dalam spuntum. Pada pemeriksaan serologis dengan cara hemagglutination inhibition test dan complemen fixation test akan ditemukan adanya antibody yang spesifik dalam 1-3 hari setelah timbulnya rash dan mencapai puncaknya pada 2-4 minggu kemudian. Pada pemeriksaan serologi dengan cara hemaglutination inhibition test dan complement fiksatior test akan ditemukan adanya antibody yang spesifik dalam 1 – 3 hari setelah timbulnya ras dan mencapai puncaknya pada 2 – 4 minggu kemudian. sedimen urine dapat ditemukan adanya multinucleated giant cells yang khas 3.F. Pemeriksaan Penunjang 1. sekresi nasal. 1997 : 94) 4. Pada pemeriksaan darah tepi hanya ditemukan leukopeni 2. (Rampengan. .

Pneumonia Perluasan infeksi virus disertai dengan infeksi sekunder. osmolalitas urin. 2. pneumokok.  Tekanan darah.Haus darah ortostatik ).. defisit volume cairan DS : nadi adekuat.Kegagalan mekanisme  Monitor status hidrasi Setelah dilakukan tindakan pengaturan ( kelembaban keperawatan selama….G.Penurunan turgor kulit/lidah output sesuai dengan . BJ urine kering cairan (BUN . atau ensefalomielitis tipe alergi. Mastoiditis H. DIAGNOSA 1.Peningkatan denyut nadi. aktivasi virus yang laten.Membran mukosa/kulit sesuai dengan retensi usia dan BB. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas 3. albumin. Gastroenteritis Komplikasi yang cukup banyak ditemukan dengan insiden berkisar 19.1 – 30. Hmt . Otitis media 5. normal. tekanan teratasi dengan kriteria . hemofilus influensae dan kadang-kadang dapat disebabkan oleh pseudomonas dan klebsiela. membran mukosa. Deficit volume cairan 2.Kehilangan volume cairan intake dan output yang  Nutritional Status : secara aktif akurat Food and Fluid Intake . nadi. jika hasil: DO: diperlukan  Mempertahankan urine  Monitor hasil lab yang . total protein ) penurunan tekanan darah. suhu tubuh dalam batas  Monitor vital sign penurunan volume/tekanan . . Ensefalitis Akibat invasi langsung virus morbili ke otak. 4.Bakteri yang menimbulkan pneumoni pada mobili adalah streptokok. stafilokok. Gangguan integritas kulit Diagnosa keperawatan NOC NIC Defisit Volume Cairan NOC: NIC :  Fluid balance Berhubungan dengan:  Pertahankan catatan  Hydration .4% 3. Komplikasi 1.

Hb. . neuromuskular.  Mendemonstrasikan  Auskultasi suara nafas.pasien  Lakukan fisioterapi dada adanya jalan nafas buatan.. tidak tambahan .  Monitor status nutrisi . tidak ada rasa  Berikan penggantian secara tiba-tiba haus yang berlebihan nasogatrik sesuai .Infeksi. Kelemahan  Jumlah dan irama  Dorong keluarga untuk pernapasan dalam batas membantu pasien normal makan  Elektrolit. asma. menunjukkan keefektifan jika perlu sekresi bronkus. . Perubahan status mental dehidrasi. Kehilangan berat badan lembab. HMT meningkat waktu dan tempat baik 100cc/jam) .Cyanosis mudah.……………………… .Kelainan suara nafas (rales.Penurunan suara nafas mengeluarkan sputum. pursed lips) . Hmt  Kolaborasi dokter jika dalam batas normal tanda cairan berlebih  pH urin dalam batas muncul meburuk normal  Atur kemungkinan  Intake oral dan tranfusi intravena adekuat  Persiapan untuk tranfusi  Pasang kateter jika perlu  Monitor intake dan urin output setiap 8 jam Bersihan Jalan Nafas tidak NOC:  Pastikan kebutuhan oral / efektif berhubungan dengan:  Respiratory status : tracheal suctioning. DS: batuk efektif dan suara catat adanya suara nafas yang bersih. Pengisian vena menurun  Tidak ada tanda tanda  Kolaborasi pemberian . sekresi keperawatan selama memaksimalkan ventilasi tertahan. banyaknya mukus. Elastisitas cairan IV . tidak ada  Monitor status . trauma  Aspiration Control istirahat dan napas dalam . .……………………… . Temperatur tubuh meningkat membran mukosa  Berikan cairan oral .Dispneu ada sianosis dan  Berikan bronkodilator : DO: dyspneu (mampu . nadi normal setiap 15menit – 1 jam .Orthopneu bernafas dengan . disfungsi Ventilation  Berikan O2 ……l/mnt. adanya jalan nafas dibuktikan  Keluarkan sekret dengan eksudat di alveolus. Penurunan urine output  Orientasi terhadap output (50 – . alergi jalan Airway patency  Anjurkan pasien untuk nafas. adanya dengan kriteria hasil : batuk atau suction benda asing di jalan nafas. …………. Konsentrasi urine meningkat turgor kulit baik. hiperplasia  Respiratory status : metode……… dinding bronkus.……………………….Obstruksi jalan nafas : Setelah dilakukan tindakan  Posisikan pasien untuk spasme jalan nafas.

Kassa basah NaCl tidak ada irama nafas. Kesulitan berbicara nafas yang paten (klien  Berikan pelembab udara .Berhubungan dengan  Menunjukkan pasien dengan perkembangan pemahaman dalam  Memandikan pasien .Tissue Perfusion:perifer yang longgar . irama nafas abnormal)  Atur intake untuk cairan  Mampu mengoptimalkan mengidentifikasikan keseimbangan. Produksi sputum pernafasan dalam  Berikan antibiotik : .Tulang menonjol yang mengalami mobilisasi pasien .Immobilitas fisik tidak terjadi dengan posisi pasien) setiap dua . tidak …………………….Kelembaban kulit baik bisa adanya kemerahan .Faktor mekanik (misalnya :  Jaga kebersihan kulit alat yang dapat Setelah dilakukan tindakan agar tetap bersih dan menimbulkan luka. kering restraint) Gangguan integritas kulit  Mobilisasi pasien (ubah .Perubahan sensasi proses perbaikan kulit dengan sabun dan air . Inhalasi.Substansi kimia .Perubahan status nutrisi dan mencegah hangat . gangguan integritas kulit NOC : NIC : Pressure . frekuensi Lembab .Ekskresi dan sekresi  Melaporkan adanya minyak/baby oil pada Internal : gangguan sensasi atau derah yang tertekan . tidak efekotif atau tidak merasa tercekik.Radiasi kriteria hasil: jam sekali .Usia yang ekstrim  Integritas kulit yang  Monitor kulit akan . Perubahan frekuensi dan ada suara nafas ……………………. Suction.Hipertermia atau hipotermia . Batuk.Perubahan status metabolik nyeri pada daerah kulit  Monitor aktivitas dan .Dialiysis Access  Hindari kerutan padaa . Gelisah rentang normal.Tissue Integrity : Skin Management Faktor-faktor risiko: and Mucous Membranes  Anjurkan pasien untuk Eksternal : . dan mencegah faktor  Monitor respirasi dan yang penyebab. status O2  Saturasi O2 dalam  Pertahankan hidrasi yang batas normal adekuat untuk Foto thorak dalam batas mengencerkan sekret normal  Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang penggunaan peralatan : O2. wheezing)  Menunjukkan jalan hemodinamik .Defisit imunologi gangguan  Monitor status nutrisi .Kelembaban udara Integrity tempat tidur . tekanan. .Obat-obatan dipertahankan  Oleskan lotion atau . keperawatan selama….Status Nutrisi menggunakan pakaian .

Perubahan turgor kulit dan (Braden Scale. Perubahan pigmentasi berulang risiko untuk memonitor . Psikogenik kelembaban kulit dan  Inspeksi kulit terutama perawatan alami pada tulang-tulang yang  Status nutrisi adekuat menonjol dan titik-titik  Sensasi dan warna kulit tekanan ketika merubah normal posisi pasien. Skala (elastisitas kulit) mempertahankan Norton) . Perubahan sirkulasi  Mampu melindungi faktor risiko pasien . mineral dan vitamin  Monitor serum albumin dan transferin .  Jaga kebersihan alat tenun  Kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian tinggi protein. (obesitas. kekurusan) terjadinya sedera  Gunakan pengkajian .