You are on page 1of 5

Kondisi Terakhir Bocah Raihan si Korban

Malapraktik
By Aditya Eka Prawira

on 18 Feb 2015 at 22:27 WIB

Inilah kondisi terakhir Muhammad Raihan, bocah berusia 12 tahun yang menjadi korban
malpraktik RSMPH

Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan malapraktik yang dilakukan Rumah Sakit Medika
Permata Hijau (RSMPH) Jakarta terhadap bocah berusia 12 tahun bernama Muhammad Raihan
belum juga usai. Bahkan, kabar terakhir menyebutkan kalau kondisi Raihan masih lumpuh total
dan tak ada perubahan yang cukup membahagiakan.

"Masih berjuang. Sebab, Raihan masih mengalami kelumpuhan total seperti sebelumnya," kata
Yunus kepada Health-Liputan6.com, Rabu (18/02/2015)

Yunus menceritakan kalau Raihan belum bisa melakukan apa pun hingga hari ini, hanya
terbaring lemah di atas ranjang di bawah pengasuhan sang Bunda, Oti Puspa Dewi. "Bahkan
Raihan hanya terbaring tanpa respons dan menunggu mukjizat," kata Yunus menambahkan.

Sebab." kata Yunus. Dalam pembicaraan via telepon antara Yunus dengan dokter bedah umum tersebut. Setelah pihak IGD melakukan tindakan. ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau (MPH) Jakarta dengan maksud untuk mendapatkan pengobatan atas sakit yang diderita Raihan. Sekitar pukul 10. saat ini menjalani perawatan di rumah.00 WIB Dokter spesialis Anak melakukan kunjungan pada Raihan dan melakukan diagnosa awal dan menduga Raihan mengalami sakit usus buntu. Oti Puspa Dewi.30 WIB Terjadi pembicaraan via telepon antara ayahanda Raihan. dalam surat elektronik yang diterima oleh liputan6.com : Pukul 04. 22 September 2012. selanjutnya Raihan dimasukkan di ruang rawat inap anak di lantai 5 Rumah Sakit Medika Permata Hijau (MPH) Jakarta.Raihan. Sekitar pukul 13. lanjut Yunus. Yunus memohon kepada dokter tersebut untuk dilakukan semacam second opinion atas dugaan usus buntunya Raihan. 30 Juni 2002. Muhammad Yunus (yang sedang berada di Kalimantan Selatan) dengan dokter bedah umum Rumah Sakit Medika Permata Hijau (MPH) Jakarta yang telah menyarankan untuk segera dilakukan operasi pada Raihan. kadang kala ada masalah yang kondisi darurat yang terjadi pada Raihan. Dan sekalian meminta dirawatinapkan terlebih dahulu guna dilakukan observasi lebih lanjut atas . jika tidak dioperasi dikhawatirkan akan terjadi infeksi. Penanganan awal ditangani oleh bagian IGD Rumah Sakit Medika Permata Hijau (MPH) Jakarta. Muhammad Yunus.00 WIB Raihan dibawa oleh Ibundanya.00 WIB Ibunda Raihan melakukan konsultasi ke dokter Bedah Umum dan mendapat penjelasan bahwa penyakit yang diderita oleh Raihan adalah usus buntu dan disampaikan secara mendesak agar segera dilakukan tindakan operasi Pukul 13. "Namun terkadang tetap menjalani rawat inap dan ke UGD. Muhammad Yunus pun menanyakan mengapa anaknya harus segera dioperasi. Berikut kronologis yang terjadi pada Muhammad Raihan saat operasi usus buntu pada hari Sabtu. Dijelaskan oleh dokter bedah umum bahwa Raihan mengalami usus buntu akut yang secepatnya untuk segera dioperasi. versi ayahnya. Kontrol ke medis dan pengobatan alternatif masih terus dilakukan Yunus dan Oti demi kesembuhan bocah kelahiran Jambi.

Karena menurut pengalamannya. Bukan hanya Yunus yang meminta untuk tidak dilakukan operasi tersebut. . Namun. Oti Puspa Desi. bahwa operasi yang akan dilakukan Raihan adalah operasi kecil dan biasa dilakukan oleh dokter tersebut. Sampai saat ini M Yunus masih menunggu itikad baik dari pihak Rumah Sakit Medika Permata Hijau (MPH) Jakarta terkait dugaan malpraktik yang menimpa Muhammad Raihan.00 s/d selesai Akhirnya setelah menerima keyakinan dokter tersebut dan harapan terbaik untuk Raihan.00 Tiba-tiba ibunda Raihan. Muhammad Yunus menanyakan apa efek yang akan terjadi jika dilakukan operasi dan jika tidak dilakukan operasi secepat itu seperti permintaan dokter bedah tersebut. operasi pada Raihan dilakukan dengan dokter yang terlibat dalam operasi itu adalah dokter bedah umum dan dokter anastesi. istrinya Oti Puspa Dewi juga melakukan hal yang sama. Dokter tersebut menjawab. Sekitar pukul 18. dipanggil ke dalam ruang operasi untuk melihat Raihan yang sudah dalam keadaan kritis dan terkulai tidak sadarkan diri tanpa adanya pertolongan yang maksimal. Dan orangtua Raihan merasa bahwa hal ini tidak separah dugaan dokter tersebut sambil menunggu kepulangan ayahnya dari Kalimantan. Namun jika tidak segera dioperasi. Sekitar pukul 16. Lalu 2 atau 3 hari setelah operasi dokter meyakinkan bahwa Raihan sudah bisa pulang. hal ini umum terjadi dan sudah 99 persen usus buntu akut. namun tidak dilakukan oleh dokter tersebut dan menyatakan tidak perlu. terlebih saat itu ayahnya sedang tidak berada di sampingnya. Pihak keluarga pun akhirnya menyangsikan kelengkapan peralatan di ruangan operasi tersebut.dugaan dokter tersebut. Oti meminta untuk dilakukan pemeriksaan berupa dilakukannya USG untuk melihat kebenaran dugaan tersebut. dokter bedah umum tersebut tetap menyatakan Raihan menderita usus buntu akut dan harus sesegera mungkin diambil langkah operasi sore hari itu juga. Penolakan awal untuk tidak segera dilakukan operasi tersebut mengingat kondisi psikologis Raihan. dikhawatirkan akan terjadi infeksi atau pecah dan kemungkinan bisa menjadi operasi besar.

harus saling menghormati. 3. dan hak tenaga kesehatan lainnya. dan harus menjaga kepercayaan pasien Pasal 7d Setiap dokten harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. hak-hak sejawatnya. Kenapa malpraktik itu terjadi? Malpraktik itu terjadi dikarenakan karena orang tua pasien menginginkan tidak dilakukan operasi terlebih dahulu dan melakukan tahapan pemeriksaan USG dan juga dilakukan second opinion untuk mendiagnosa penyakit usus buntu akan tetapi dokter tetap berpendirian untuk melakukan operasi. setelah memperoleh persetujuan pasien. KODEKI apa yang dilanggar oleh dokter tersebut? Pasal 5 Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien. serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenar-benarnya.Dan ketika selesai operasi. kuratif dan rehabilitatif). baik fisik maupun psiko-sosial. Pasal 9 Setiap dokter dalam bekerja sama dengan para pejabat di bidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat. preventif. Apa yang seharusnya dilakukan dokter untuk menghindari adanya dugaan malpraktik? .1.pasien mengalami lumpuh total 2. Pasal 7c Seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien. Pasal 8 Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh (promotif.

serta sebelum dilakukannya operasi dokter meminta informed consent untuk persetujuan dilakukannya operasi tersebut .Dokter tetap melaksanakan prosedur dilakukannya second opinion untuk meminta pendapat dokter lain dan juga dilakukannya pemeriksaan USG untuk mendiagnosis apakah penyakit usus buntu yang dideritanya sudah parah ataukah belum.